BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. saham, kreditur, karyawan, pemerintah, dan pelanggan. Implikasinya,

ditetapkan sebelumnya agar mencapai tindakan dan hasil yang diinginkan. Penilaian

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perusahaan baik jasa, dagang maupun industri selalu berusaha mengikuti

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan laba. Semua itu tidak lepas dari kemampuan perusahaan dalam

TUGAS AKUNTANSI MANAJEMEN

BAB I PENDAHULUAN. sejauh mana pencapaian perusahaan. Selama ini yang umum dipergunakan dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. mencapai tujuan perusahaan adalah dengan perencanaan strategik. Perencanaan strategik membantu perusahaan dalam mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dagang maupun perusahaan jasa. Dengan adanya persaingan tersebut,

BAB I PENDAHULUAN. efektif dan efisien sehingga visi perusahaan dapat tercapai. Sebagai konsekuensi

BAB I PENDAHULUAN. bisnis, pengukuran kinerja merupakan usaha yang dilakukan pihak manajemen untuk

BAB I PENDAHULUAN. Paradigma lama dari manajemen pemerintahan yang berfokus pada

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan Strategik (Strategic Planning) merupakan salah satu kunci

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan bisnis. Persaingan bisnis semakin tajam dan beragam. Pada dunia era informasi,

PENDAHULUAN. Saat ini perusahaan-perusahaan dalam menjalankan usahanya haruslah. pelanggan maupun mitra usaha. Sistem komunikasi dan kemudahan dalam

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan bisnis yang semakin kompetitif merupakan tantangan yang harus

BAB I PENDAHULUAN. berdampak negatif bagi perusahaan. memilih pengukuran kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian sesuai dengan selera konsumen pelanggan Hansen

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Memasuki era globalisasi aktivitas bisnis saat ini, dengan semakin

Farah Esa B

BAB I PENDAHULUAN. layanannya dalam mencapai customer value (nilai pelanggan) yang paling tinggi

BAB I PENDAHULUAN. dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Untuk berhasil dan tumbuh dalam

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi organisasi bisnis.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. ketidakmampuan kinerja keuangan untuk mengukur kinerja aktiva-aktiva tidak berwujud

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat sekarang ini, dunia bisnis dirasa semakin berkembang pesat dan kian mendunia.

BAB I PENDAHULUAN. Berbicara mengenai bisnis, dewasa ini kita dapat merasakan bahwa

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMAKASIH... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR GAMBAR... vii. DAFTAR TABEL...

BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan pada tolak ukur keuangannya saja. pengukuran kinerja yang hanya berdasar pada tolak ukur keuangan sudah

BAB I PENDAHULUAN. produk dari dalam negeri ke pasar internasional akan terbuka secara kompetitif, dan

BAB I PENDAHULUAN. berbagai organisasi. Namun masih banyak manager bisnis yang belum yakin akan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Berny Johnson Pakpahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. telah ditetepkan untuk mencapai tujuan perusahaan. alat ukur keuangan (financial), dan non keuangan (non financial).

BAB I PENDAHULUAN UKDW. pelanggan. Salah satu bisnis yang berkembang di perkotaan adalah retail. Hal ini

MANAJEMEN STRATEGIS BERBASIS BALANCED SCORECARD

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN Konteks Penelitian. Di masa sekarang dan di masa depan, perusahaan-perusahaan

BAB 1 PENDAHULUAN. Perusahaan sebagai suatu organisasi pasti mempunyai tujuan yang ingin

MANAJEMEN STRATEGIS BERBASIS BALANCED SCORECARD

MANAJEMEN STRATEGIS BERBASIS BALANCED SCORECARD LANGKAH AWAL MENYUSUN BALANCE SCORECARD

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan-perusahaan menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks

BAB 1 PENDAHULUAN. menerus dalam dunia usaha. Perubahan ini terjadi karena adanya pergeseran dari

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, berbagai kemajuan pesat di bidang industri mau tak mau

BAB I PENDAHULUAN. Sebagian besar organisasi mengukur kinerjanya dengan menitik beratkan

BAB I PENDAHULUAN. Tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan pada saat ini adalah menghadapi

BAB I PENDAHULUAN. bidang ekonomi yang sangat pesat, dimana negara-negara di seluruh dunia

PENGGUNAAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALTERNATIF ALAT UKUR KINERJA BKK KECAMATAN PASAR KLIWON SURAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat memberikan gambaran yang riil mengenai keadaan perusahaan. Oleh karena

BAB V PENUTUP. penyusunan, penganggaran dan pengevaluasian melalui audit BSC setiap

BAB I PENDAHULUAN. unggul secara berkelanjutan, tak terkecuali organisasi sektor publik yang bertugas

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif, ditandai dengan

BAB I PENDAHULUAN. mencapai laba yang maksimal. Maka, manajemen perusahaan dituntut untuk

BAB I PENDAHULUAN. Dalam memasuki lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, manajemen. mampu bersaing dan berkembang dengan baik.

BAB I PENDAHULUAN. ukur yang telah ditetapkan (Widayanto, 1993). Pengukuran kinerja adalah suatu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan produktivitas serta pencapaian visi dan misi perusahaan tersebut.

ABSTRAK. : Balanced Scorecard, Pengukuran kinerja. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Keadaan lingkungan bisnis di dunia saat ini begitu dinamis. Hal tersebut

BAB II LANDASAN TEORI

Adapun perspektif-perspektif yang ada di dalam BSC adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kemajuan dunia informasi, teknologi, dan industri telah mendorong setiap

BAB 2 TELAAH PUSTAKA 2.1 Manajemen Kinerja

PERTEMUAN KE-9 AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN BERDASARKAN STRATEGI & AKTIFITAS

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan pengukuran dari aspek keuangan, kurang memperhatikan. pengukuran tersebut dengan strategi badan usaha.

BAB I PENDAHULUAN. cermat dan bijaksana dalam merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi

BAB 3 METODE PENELITIAN

PENERAPAN BALANCED SCORECARD

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hanya memperhatikan prestasi dan sikap karyawan, tetapi juga

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia saat ini mengalami perubahan lingkungan yang sangat cepat.

BAB I PENDAHULUAN. melakukan perbaikan diri secara terus menerus (Continous Improvement).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian kinerja menurut Hansen dan Mowen (2006:6), Tingkat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan, perubahan dan ketidakpastian akan semakin meramaikan

BAB I PENDAHULUAN. berkembang di saat ini, sehingga pelaku bisnis harus menyusun dan merancang

BAB I PENDAHULUAN. sumber, yakni informasi finansial dan informasi nonfinansial. Informasi finansial

BAB I PENDAHULUAN. terciptanya konsep balanced scorecard. Sejarah balanced scorecard dimulai dan

BAB I: PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dengan perusahaan lain. Persaingan yang bersifat global dan tajam

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Finance for Non-Finance Manager: Balanced Scorecards

BAB 1 PENDAHULUAN. investasi ini, keberhasilan dan kegagalan suatu perusahan tidak dapat diukur

BAB 1 PENDAHULUAN. Melihat perkembangan yang saat ini terjadi dimana era globalisasi telah menyebabkan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Sistem pengukuran yang diterapkan oleh perusahaan mempunyai dampak yang

BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO), TBK CABANG MAKASSAR SKRIPSI

Persaingan bisnis yang ketat di era pasar bebas sekarang ini memaksa. perusabaan-perusabaan untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi pesaingpesaing

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian yang berkaitan dengan penerapan Balance Scorecard terhadap

BAB I PENDAHULUAN. ketat. Untuk menghadapi tantangan persaingan tersebut, perusahaan harus mempunyai daya

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan untuk kepentingan jangka panjang. Jika perusahaan tidak dapat

BAB I PENDAHULUAN. keuntungan yang didapat dari penjualan produk. Mengejar laba setinggi-tingginya

PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD PADA KOPERASI SERBA USAHA SINAR MENTARI KARANGANYAR TAHUN 2008

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan dalam menerapkan tujuan organisasi adalah dambaan bagi setiap

BAB I PENDAHULUAN. di Bekasi, pada awalnya berdiri adalah sebuah lembaga keuangan dengan nama BPR

PENGUKURAN KINERJA PADA KOPERASI SEMOGA JAYA UNIT SIMPAN PINJAM DI TENGGARONG

ABSTRAK. Kata-kata kunci: Balanced Scorecard, Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan,

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dengan kemajuan dunia informasi, teknologi, dan industri telah mendorong setiap organisasi perusahaan untuk memasuki babak baru. Persaingan yang kompleks. Hal tersebut mendorong perusahaan untuk dapat mengoptimalkan semua sumber daya perusahaan baik itu yang berwujud (tangible) atau tidak berwujud (intangible). Untuk mengoptimalkan sumber daya perusahaan perlu melakukan perubahan pengelolaan aktiva berwujud yang dimiliki perusahaan menjadi pengelolaan berbasis pengetahuan (knowledge based strategy) misalnya melalui penciptaan hubungan yang harmonis dengan konsumen, menghasilkan produk yang inovatif, memanfaatkan teknologi yang tepat dan berguna serta menstimulasikan keterampilan dan motivasi karyawan karyawannya. Perubahan pengelolaan potensi yang dimiliki perusahaan harus pula dibarengi dengan perubahan sistem manajemen yang dimiliki perusahaan. Sedangkan kondisi saat ini seringkali suatu entitas perusahaan masih menggunakan sistem manajemen tradisional yang sudah tidak sesuai lagi. Hal ini dikarenakan : Sistem manajemen yang digunakan hanya mengandalkan anggaran tahunan sebagai alat perencanaan masa depan perusahaan. Tidak terdapat koherensi antara rencana jangka panjang dengan jangka pendek perusahaan dan implementasinya. Sistem manajemen yang digunakan tidak mengikutsertakan secara optimal karyawan karyawannya dalam membangun masa depan perusahaan. Keterbatasan sistem manajemen tradisional mendorong dikembangkannya penerapan sistem manajemen kontemporer bagi perusahaan agar dapat bertahan dalam lingkungan kompetisi melalui keunggulan bersaing. Untuk mencapai perubahan perubahan kearah yang lebih baik di masa yang datang, diperlukan sistem pengukuran kinerja yang dapat memotivasi para manajer dan karyawan untuk mengimplementasikan strategi. Dalam mengimplementasikan strategi perusahaan diharapkan kepada berbagai masalah

salah satunya dibidang ketenagakerjaan. Yaitu bagaimana cara agar setiap karyawan selalu termotivasi dalam bekerja sehingga dapat membuahkan prestasi kerja yang baik. Sudah menjadi tugas utama pihak manajemen atau pimpinan untuk mendorong atau memotivasi karyawannya agar gairah kerja tetap terpelihara. Teori motivasi terbagi kedalam dua kategori 1. Teori kepuasan (Content Theory). Teori kepuasan memusatkan perhatian pada faktor faktor didalam individu yang mendorong, mengarahkan, mempertahankan dan menghentikan perilaku. Mereka mencoba untuk menentukan kebutuhan kebutuhan spesifik yang memotivasi orang. 2. Teori Proses (Process Theory). Teori proses menerangkan dan menganalisa bagaimana perilaku didorong, diarahkan, dipertahankan dan dihentikan. Sehingga jika disimpulkan, bahwa karyawan akan memiliki motivasinya sesuai dengan kemampuannya apabila perusahaan dapat memenuhi kebutuhan dasar (Phisiological Needs) karyawan. Dengan demikian karyawan akan merasa senang karena haknya telah terpenuhi sehingga mereka akan bekerja menurut aturan yang telah ditetapkan, saling menghargai hak dan kewajibannya. Untuk mencapai sistem pengkuran kinerja yang dapat digunakan untuk memotivasi para manajer dan karyawan dalam mengimplementasikan strategi, maka pada tahun 1992 ditemukan suatu konsep baru tentang metode pengukuran untuk mengukur baik aset keuangan maupun aset intelektual. Setelah lewat pengkajian dan penyempurnaan kemudian lahirlah sebuah konsep yang sudah dikaji aspek operasional dan kegunaan yang dikenal dengan nama Balanced Scorecard (BSC). Dalam mengkur Balanced Scorecard dapat dilihat dari empat perspektif yaitu 1. Kinerja Keuangan. 2. Pengetahuan Tentang Pelanggan. 3. Proses Bisnis yang bersifat Intern. 4. Kemampuan Perusahaan untuk selalu belajar dan berkembang.

Keempat perspektif tersebut merupakan kerangka dasar dari konsep Balanced Scorecard. Dalam Balanced Scorecard, akan menerjemahkan visi, misi, dan strategi kedalam ukuran ukuran dan tujuan tujuan yang terukur. Balanced Scorecard nantinya diharapkan akan mampu menyeimbangkan pendekatan untuk tujuan pengukuran pengukuran kinerja finansial yang mudah diukur dengan faktor faktor pendorong yang biasanya bersifat tak tampak (Intangible). Tetapi Balanced Scorecard pada dasarnya harus selalu disesuaikan dengan perubahan lingkungan dengan tujuan pokok untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan. Pemilihan sistem pengukuran kinerja ini diakui penting artinya bagi perusahaan, karena setiap masalah pengukuran akan membawa implikasi perilaku pada pihak pihak yang terkait terutama pihak yang diukur. Orang yang bereaksi terhadap pengukuran tersebut dan cenderung memfokuskan pada variabel atau perilaku yang diukur. Dengan demikian suatu sistem pengukuran kinerja ini akan mempengaruhi proses motivasi individu dalam memberikan kontribusinya terhadap perusahaan sesuai kepentingan masing masing, menyatukan kepentingan masing masing individu agar selaras dengan perusahaan. Inilah salah satu kunci keberhasilan perusahaan. Sedangkan dari aspek perilaku, motivasi bersangkutan dengan sesuatu yang mendorong orang untuk berperilaku dengan cara tertentu. Tujuan pokok penilaian adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. PT PLN (Persero) APJ Majalaya merupakan salah satu cabang perusahaan BUMN dimana mulai tahun 2005 telah menggunakan balanced scorecard sebagai acuan untuk melakukan penilaian kinerja perusahaan. Sedangkan pada tahun 2004 dan sebelumnya, masih menggunakan metode tradisional. PLN mengadopsi balanced scorecard di dalam menentukan target kinerja unit yang dikenal dengan Kontrak Kinerja/manajemen. Kontrak kinerja ini merupakan instrumen untuk

menilai apakah suatu unit sudah dapat mencapai kinerja yang diinginkan atau belum. Untuk pengukuran kinerja individu pegawai, PLN juga telah menerapkan suatu sistem manajemen kinerja, yang dikenal dengan istilah Sistem Manajemen Unjuk Kerja (SMUK). Sistem ini mulai dilaksanakan di PLN sejak tahun 1998 yang ditandai dengan dikeluarkanya Keputusan Direksi No. 075.K/010/DIR/1998 dan Edaran Direksi No. 043.E/012/DIR/1998 yang mengatur mengenai Sistem Manajemen Unjuk Kerja. Di dalam keputusan direksi tersebut (Pasal 1 huruf d) telah dijelaskan bahwa Sistem Manajemen Unjuk Kerja (SMUK) merupakan proses untuk menciptakan pemahaman bersama mengenai tujuan apa yang harus dicapai dan bagaimana hal itu harus dicapai, serta bagaimana mengatur sumberdaya untuk mengefektifkan pencapaian tujuan tersebut. Sistem ini sekaligus dipakai didalam proses pemberian penghargaan bagi setiap pegawai selama mengabdi kepada perseroan dalam kurun waktu satu tahun berjalan. Penilaianya disesuaikan dengan Nilai unjuk kerja pegawai yang diperoleh selama satu tahun. Berdasarkan uraian, fenomena, rujukan dan manfaat Balanced Scorecard maka penulis tertarik untuk melakukan suatu perhatian dan menuangkan ke dalam sebuah skripsi dengan judul: Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi kasus pada PT. PLN Cabang Majalaya) 1.2. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang penelitian diatas maka penulis dapat mengidentifikasikan masalah masalah yang akan dibahas pada penelitian ini sebagai berikut : 1. Bagaimana tingkat motivasi kerja pada PT. PLN Cabang Majalaya 2. Bagaimana kinerja perusahaan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard pada PT. PLN Cabang Majalaya 3. Bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard pada PT. PLN Cabang Majalaya

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1. Maksud Penelitian Maksud penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai motivasi kerja dan pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan dengan pendekatan Balanced Scorecard. 1.3.2. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitain ini adalah 1. Untuk mengetahui bagaimana motivasi kerja pada PT. PLN Cabang Majalaya 2. Untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan dengan pendekatan Balanced Scorecard pada PT. PLN Cabang Majalaya 3. Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja perusahaan dengan pendekatan Balanced Scorecard pada PT. PLN Cabang Majalaya 1.4. Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terkait, concern dan yang berkepentingan dengan masalah Balanced Scorecard, baik bagi perusahaan, peneliti dan semua pihak. Manfaat yang dapat diberikan antara lain : 1. Bagi penulis, dapat menambah wawasan dan pengetahuan dibidang akuntansi terutama Akuntansi Mnajemen khususnya mengenai Balanced Scorecard dan keterkaitannya dengan bidang bidang lain. 2. Bagi perusahaan, agar dapat mengetahui perlu tidaknya memperbaiki kinerja yang sudah ada selama ini, dan memperoleh gambaran tentang motivasi kerja dalam pelaksanaan pengukuran kinerja perusahaan dengan pendekatan Balanced Scorecard bagi kemajuan serta perkembangan perusahaan di masa depan 3. Bagi pihak lain, dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk pihak yang tertarik mengenai motivasi kerja dan Balanced Scorecard.

1.5. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Perusahaan dalam usahanya untuk dapat bertahan dalam lingkungan dan perubahan yang terus terjadi, haruslah memiliki kemampuan antisipasi agar dapat terus meningkatkan dan mencapai tujuannya. Agar dapat berhasil dalam menghadapi lingkungan, maka setiap perusahaan haruslah memiliki perencanaan strategis. Manajemen strategis merupakan proses penentuan rencanan para pemimpin perusahaan yang disertai dengan penyusunan cara bagaimana agar tujuan perusahaan tersebut dapat dicapai. Strategic Management System merupakan sistem yamg digunakan untuk membangun masa depan perusahaan. Melalui sistem ini, manajemen dan karyawan memetakan rute perjalanan yang akan ditempuh oleh perusahaan dalam mewujudkan visi organisasi dan merupakan penentu keberhasilan perusahaan. Menurut Wheelen dan Hunger (2002:2) manajemen strategis merupakan seperangkat keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan performansi jangka panjang perusahaan. Motivasi merupakan suatu set kekuatan yang menyebabkan orang memilih perilaku tertentu diantara sejumlah alternatif yang ada (Robbins,2006:155). Motivasi sekarang untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan ditentukan oleh persepsi orang tersebut terhadap hubungan antara usaha dengan tujuan yang hendak dicapai. Jika setiap karyawan memahami sasaran yang ditetapkan oleh perusahaan dan setiap karyawan melaksanakan internalisasi sasaran perusahaan sebagai sasaran pribadinya, maka kesesuaian sasaran individu karyawan dengan sasaran perusahaan inilah yang akan yang akan memotivasi karyawan untuk mencapai sasaran organisasi. Maksimalisasi motivasi karyawan dalam mencapai sasaran perusahaan inilah yang merupakan tujuan pokok penilaian kinerja. Salah satu proses manajemen adalah proses pengendalian manajemen. Proses ini digunakan manajemen dalam mempengaruhi anggota organisasi dalam melaksanakan strategi perusahaan. Dimana pengukuran kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian yang memiliki peranan penting bagi kesuksesan organisasi.

Pengukuran kinerja merupakan pengukuran yang dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada dalam organanisai. Hasil pengukuran tersebut kemudian akan digunakan sebagai umpan balik yang akan memberikan informasi tentang prestasi pelaksanaan suatu rencana dan titik dimana memerlukan penyesuaian. Penyesuaian atas aktiva perencanaan dan pengendalian. Stooner dan Freeman mendefinisikan kinerja, baik organizatian performance maupun managerial performance sebagai berikut Managerial performance is the measure of efficient and effective a manager is how well she or he determines and achieves appropiate objective. Orgnizational performance is measure of how wll organization do their jobs (1995:9) Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja perlu diukur dan dievaluasi untuk menentukan sejauh mana keberhasilan keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan tertentu. Salah satu teknik pengukuran performasi perusahaan adalah dengan menggunakan Balanced Scorecard, metode ini pertama kali dikembangkan oleh Kaplan dan Norton (1996). Metode ini merupakan salah satu metode pengukuran performasi yang bersifat strategis dan sistematik, yang melibatkan empat perspektif secara serempak dalam organisasi yaitu perspektif financial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif belajar dan pertumbuhan Adapun tolok ukur yang dibidik oleh masing masing perspektif tersebut adalah sebagai berikut : 1. Tolok ukur Keuangan adalah ROI (Rate of Return to Investment) dan EVA (Economic Value Added). 2. Tolok ukur Customer adalah kepuasan pelanggan, retention dari pelanggan dan segmen pasar. 3. Tolok ukur Proses Internal yaitu mutu, respons time, cost dan introduksi produk baru. 4. Tolok ukur Aspek Belajar dan Perkembangan adalah kepuasan pegawai dan tersedianya sistem informasi.

Sistem pengukuran kinerja ini harus dapat memotivasi para manajer dan karyawan untuk mengimplementasikan strategi. Untuk itu maka Balanced Scorecard yang dikembangkan haruslah mampu menceritakan strategi yang dikembangknn serta memiliki hubungan keterkaitan antara perspektif yang dicakupnya. Kinerja sebagai suatu hasil kerja yang dicapai baik oleh individu maupun kelompok dapat diketahui melalui kemampuan dan motivasi kerja yang dimiliki, Robbins (2006:218). Dengan demikian untuk mencapai kinerja yang diinginkan oleh suatu organisasi dibutuhkan adanya motivasi. Berdasarkan penjelasan di atas maka kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 1 Kerangka Pemikiran Motivasi Balanced Scorecard Kinerja

Berdasarkan penjelasan di atas maka penulis merumuskan hipotesis awal yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja. Adapun penelitian ini sebelumnya telah dilakukan oleh Selvi Komala Santi dengan judul : Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja dengan Pendekatan Balanced Scorecard, pada tahun 2006 di Universitas Padjadjaran. Perbedaan antara peneliti sebelumnya dengan sekarang terdapat pada objek penelitian, objek penelitian sebelumnya survei pada PT. TELKOM, Tbk Divisi CDSC, sedangkan penelitian sekarang dilakukan di PT. PLN Cabang Majalaya. Untuk itu penulis sampai pada suatu dasar pemikiran bahwa terdapat hubungan antara pengaruh motivasi kinerja terhadap kinerja dengan pendekatan balanced scorecard. 1.6. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan bersifat deskriftif untuk mengetahui hubungan (korelasi) antara variabel variabel yang diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, yaitu suatu metode yang bukan hanya menjabarkan, namun menganalisa dan memadukan teori teori dengan fakta yang sebenarnya yang ditujukan untuk menguji hipotesis - hipotesis tertentu. Data yang diperoleh selama penelitian akan diolah, dianalisis, dan diproses lebih lanjut dengan dasar dasar teori yang telah dipelajari untuk kemudian ditarik kesimpulan. Metode ini akan meneliti dan menganalisa pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard. Variabel yang digunakan sebagai berikut : 1. Motivasi kerja sebagai variabel independen (X), yaitu suatu variabel yang keberadaannya tidak dipengaruhi oleh variabel lain, sebaliknya variabel ini akan mempengaruhi variabel lainnya. 2. Kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard sebagai variabel dependen(y), yaitu suatu variabel yang keberadaannya dipengaruhi atau dihasilkan oleh variabel independen.

Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian adalah kuesioner yang diuji secara nyata validitas dan realibilitasnya. Untuk mendapatkan tingkat tanggapan yang tinggi peneliti merancang format kiesioner, dimana kuesioner dibuat dengan pertanyaan yang singkat dan jelas serta dalam jumlah pertanyaan yang tidak terlalu banyak. Hal ini bertujuan agar para responden tidak mengalami kesulitan dalam mengisi kuesioner sehingga diharapkan kuesioner tersebut mendapatkan tanggapan yang positif dari para responden. Hal ini tentunya diharapkan berdampak pada lebih banyaknya sampel data yang dimiliki oleh peneliti untuk dijadikan dasar pengukuran. Data yang diperoleh selama penelitian akan diolah dan dianalisa lebih lanjut. Untuk keperlian pengujian diperlukan serangkaian langkah yang yang akan dimulai dari operasionalisai variabel, rancangan pengujian hipotesis dan teknik pengumpulan data. Penjelasan lebih terinci akan dipaparkan pada bab III. 1.7. Lokasi dan Waktu Penelitian Dalam memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk penyusunan skripsi ini, penulis melakukan penelitian pada PT. PLN (Persero) APJ Majalaya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan listrik yang berlokasi di Jln. Jaksa Naranata No. I Baleendah Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilaksanakan padan bulan Mei 2088 sampai dengan skripsi ini selesai dikerjakan.