OPTIMALISASI MULTIMEDIA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. sistem komputer tersusun atas tiga elemen, yaitu. 1. Hardware (Perangkat Keras), merupakan rangkaian elektronika

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan belajar siswa ditentukan oleh banyak faktor pendukung, di

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS BIMBINGAN KLASIKAL MELALUI BAHAN AJAR BERBASIS KOMPUTER PADA KELAS XI TPA DI SMK N 1 PURWOREJO

IV. KONSEP RANCANGAN A. Ide/Gagasan Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. bermacam-macam metode yang diberikan oleh pendidik. Pendidik berperan

Pengenalan Multimedia

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Information and

BAB I PENDAHULUAN. dan dihasilkan melalui pendidikan.dalam proses pendidikan pula, manusia. belajar dari, tentang, dan dengan tehnologi itu sendiri.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hardiyanti Hidayat, 2013

Pemrograman Multimedia

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

KONSEP MULTIMEDIA. Multimedia Konsep Multimedia Hadi Sutopo

PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS INTERAKTIF BERBASIS MULTIMEDIA PADA SMP XAVERIUS 1 JAMBI. Oleh : Hendri, S.Kom. Dosen Tetap STIKOM Dinamika Bangsa Jambi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

SNIPTEK 2014 ISBN: ANIMASI INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG MENARIK

BAB 1 PENDAHULUAN. informasi yang diberikan, karena dalam implementasi pembelajarannya menggunakan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

memilih apa yang akan dikerjakan selanjutnya, bertanya dan memberikan jawaban

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU No. 20, 2003, h. 4).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. pada semua tingkat perlu terus-menerus dilakukan sebagai antisipasi

2015 PENGEMBANGAN COURSEWARE MULTIMED IA INTERAKTIF D ENGAN TAHAPAN PEMBELAJARAN 5M PAD A MATERI PENGGOLONGAN D AN TATA NAMA SENYAWA HID ROKARBON

BAB I PENDAHULUAN. terbatas pada informasi dari surat kabar dan majalah, tetapi juga

E-EDUCATION BERBASIS MULTIMEDIA (KAWASAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN) Oleh : Niam Wahzudik PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam era global

Implementasi Blended Learning Dr. Sentot Kusairi, M. Si. Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UM Pendahuluan Dewasa ini perkembangan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. dan persaingan kualitas dalam dunia pendidikan. Salah satu faktor yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGENALAN BERBAGAI APLIKASI PROGRAM UNTUK MENUJANG LEMBAGA PESANTREN

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan tinggi merupakan institusi yang mendidik para mahasiswa untuk

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MELALUI TAYANGAN VIDEO GERAK TARI JARANAN

BAB I PENDAHULUAN. Menjadi bangsa yang maju merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh

BAB I PENDAHULUAN. dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah diprogramkan dan tetap

Pengantar Multimedia. Pertemuan III

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa Latin medium yang secara harfiah berarti

BAB I PENDAHULUAN. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan dan cita-cita

BAB I PENDAHULUAN. Information and Communication Tecknology (ICT) dalam bidang pendidikan

TEKNIK MULTIMEDIA. PERTEMUAN 1 Dosen : Bella Hardiyana S. Kom

APLIKASI DAFTAR HADIR PERKULIAHAN MAHASISWA FKTI UNIVERSITAS MULAWARMAN BERBASIS WEB

2014 PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN CERITA PENDEK BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Konsep Aplikasi Interaktif Panduan Pengguna TransJakarta

MERANCANG KUIS INTERAKTIF MENGGUNAKAN MACROMEDIA DIRECTOR 8

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran yang membosankan dan bahkan ada yang sampai membenci. Hal ini,

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. merupakan kunci yang sangat diperlukan dalam meletakkan fondasi bagi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Biologi merupakan bagian dari sains yang menekankan pembelajaran yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sejak awal Millenium ketiga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

BAB I PENDAHULUAN. dalam melakukan kegiatan. Setiap hari, bahkan disetiap saat, teknologi dapat

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan bagian dari perjalanan seorang manusia.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Desti Fatin Fauziyyah, 2013

BAB I PENDAHULUAN. kontribusi terhadap penyediaan media pembelajaran untuk menunjang proses

Desain Elemen Animasi

Pemanfaatan Program Computer Assisted Instruction (CAI) dalam Program Pembelajaran Berbasis Internet. Oleh: Ali Muhtadi *)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

MULTIMEDIA BASED ENGLISH VOCABULARY ANIMATION SOFTWARE. Oleh Endang Setyawati M.Kom, M.Burhanudin S.Kom,

Fauriatun Helmiah 1, Mila Fratanti 2 1,2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan

Kristina Nuraini Jurusan SI, Fakultas ILMU KOMPUTER Universitas Gunadarma, Depok ABSTRAKSI

TUTORIAL INTERAKTIF OPERASI BILANGAN DAN PENGENALAN GERBANG LOGIKA DASAR PADA MATA KULIAH DASAR TEKNIK DIGITAL MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH

PENERAPAN PRINSIP DESAIN MULTIMEDIA UNTUK PEMBELAJARAN By: Deni Hardianto. Key words: Principles of multimedia design, multimedia of learning

PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 3 SAMPUNG PONOROGO DENGAN MACROMEDIA FLASH

KONSEP DASAR SUMBER BELAJAR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan nasional sedang mengalami perubahan yang cukup mendasar,

RANCANG BANGUN APLIKASI SIMULASI PENGGUNAAN KAMERA DSLR BERBASIS MULTIMEDIA

BAB I PENDAHULUAN. mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa

PKU Bagi Guru BK SMP Sub Rayon 5 Kabupaten Magelang untuk Mengoptimalkan Kompetensi dan Kinerja Berbasis Data Base

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah kebutuhan pokok dalam menciptakan sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber

PERANGKATAJARPEMBELAJARAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT BERBASIS MULTIMEDIA PADA DESA PATILA KECAMATAN TANA LILI

PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING PADA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA. Dewi Nur Azizah

KEGIATAN BELAJAR 2 PERAN TEKNOLOGI DAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Pada Tugas Akhir ini akan di rancang Sebuah Aplikasi Pembelajaran Turunan Fungsi

BAB I PENDAHULUAN. dalam pendekatan pengajaran, yang semula lebih banyak bersifat tekstual berubah

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Fatwa Tresna Radityan, 2014

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan sumber kemajuan bangsa yang sangat

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT ANGKET UJI KEPRAKTISAN MEDIA PEMBELAJARAN INDIVIDUAL BERBASIS ICT

Interactive Multimedia Pertemuan 01 & 02

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dewasa ini telah

Transkripsi:

Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling Vol. 1, No. 1, 2017, hlm. 199-204 Tersedia Online di http://pasca.um.ac.id/conferences/index.php/snbk ISSN 2579-9908 OPTIMALISASI MULTIMEDIA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Hardi Prasetiawan Universitas Ahmad Dahlan E-mail: hardi.prasetiawan@bk.uad.ac.id ABSTRAK Pemanfaatan media dalam layanan Bimbingan dan Konseling yang relevan dalam kelas dapat mengoptimalkan proses layanan Bimbingan dan Konseling. Bagi Guru BK/Konselor, media membantu mengkonkritkan konsep atau gagasan dan membantu memotivasi peserta didik/konseli dapat belajar denganaktif. Bagi peserta didik/konseli, media dapat menjadi jembatan untuk berpikir kritis dan berbuat, dengan demikian media dapat membantu tugas Guru BK/Konselor dan peserta didik/konseli mencapai kompetensi dasar yang ditentukan. Agar media dapat dimanfaatkan dengan baik dalam layanan Bimbingan dan Konseling, Guru BK/Konselor perlu mengetahui kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling dan permasalahan-permasalahanyang dihadapi peserta didik/konseli tentang materi yang akan disampaikan. Maka dalam ini, media perlu dikembangkan berdasarkan relevansi, kompetensi dasar, materi dan karakteristik peserta didik/konseli. Guru BK/Konselor dapat berperan sebagai kreator yaitu menciptakan dan memanfaatkan media yang tepat, efisen, dan menyenangkan bagi peserta didik/konseli. Kata Kunci: optimalisasi, multimedia, bimbingan, konseling PENDAHULUAN Kemajuan Teknologi Pendidikan (Educational Technology), maupun Teknologi Pembelajaran (Instructional Technology) menuntut digunakannya berbagai media pembelajaran (instructional media) serta peralatan-peralatan yang semakin canggih (sophisticated). Dalam sistem pembelajaran modern saat ini, peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima pesan, tapi siswa juga bertindak sebagai komunikator atau penyampai pesan. Dalam kondisi seperti itu, maka terjadi apa yang disebut dengan komunikasi dua arah bahkan komunikasi banyak arah. Dalam komunikasi pembelajaran media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran. Artinya, proses pembelajaran akan terjadi apabila ada komunikasi antara penerima pesan dengan sumber/penyalur pesan lewat media tersebut. Menurut Nureto (2011) dunia pendidikan saatini telah memasuki era dunia media, dimana kegiatan pembelajaran menuntut dikuranginya metode ceramah dan diganti dengan pemakaian banyak media. Lebih-lebih pada kegiatan pembelajaran saat ini yang menekankan pada keterampilan proses dan active learning, maka kiranya peranan media pembelajaran, menjadi semakin penting. Era Teknologi Informasi dalam hal ini tertujupada penggunaan komputer yang mana 199

200 Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling, Vol. 1, No. 1, 2017, hlm. 199-204 telah merambah ke segala bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Menurut Triyanto (2006) Komputer memiliki programprogram aplikasi praktis yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk pencapaian tujuan pendidikan. Beberapa orientasi penggunaan komputer dalam dunia pendidikan adalah bagaimana komputer dapat membantu seseorang untuk belajar, mengajar, dan membantu orang lain dalam mengelola pendidikan secara umum, begitu juga dalam pengembangan bahan-bahan atau materipembelajaran, sebagai alternatif sumber belajar, komputer digunakan untuk mentransfer materi-materi kepada peserta didik atau dalam konteks ini biasa disebut dengan bahan pembelajaran berbasis komputer. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan perwujudan terjadinya perubahan kearah positif budaya yang dimiliki oleh manusia. Hal ini didasari pada sebuah keyakinan bahwa setiap hasil dari daya yang dimiliki manusia baik cipta, rasa, karsa dan karya yang dikatakan sebagai sebuah budaya dalam wujud teknologi akan meningkatkan produktifitas kerja manusia. Dikatakan demikian karena teknologi tercipta sedianya akan mempermudah serta meningkatkan efektifitas kerja manusia, sehingga manusia menjadi lebih produktif dalam bekerja. Teknologi juga dapat dikatakan sebagai hasil budaya manusia karena merupakan hasil dari gagasan manusia yang akhirnya melahirkan sebuah karya dan dapat menunjang kehidupan manusia. Salah satu bidang kehidupan manusia yang saat ini sedang giat dalam menempatkan teknologi sebagai bagian penting dari proses dan program kerjanya adalah bidang pendidikan. Pendidikan menjadi salah satu bidang yang mencoba meningkatkan peranan teknologi sebagai salah satu penunjang proses peningkatan efektifitas hasil kerja melalui optimalisasi serapan peserta didik terhadap materi pembelajaran dan pendidikan. BerdasarkanIfdil (2011) Salah satunya diwujudkan dengan pemanfaatan mediamedia pembelajaran berbasis komputer yang diharapkan dapat menarik minat dan memotivasi peserta didik dalam pembelajaran. Seperti dengan mulai diterapkannnya pembelajaran berbasis multimedia, e-learning serta pemanfaatan beberapa aplikasi komputer dalam pembelajaran. Selain itu kini juga semakin marak situs-situs internet yang menyediakan berbagai materi pelajaran yang dapat diakses gratis maupun berbayar yang dapat menunjang ketercapaian target kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik. Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral pendidikan juga ikut berpartisipasi aktif dari sentuhan-sentuhan teknologi dalam

Prasetiawan, Optimalisasi Multimedia Dalam... 201 pelaksanannya. Semakin ditegaskannya peranan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan nasional melalui UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional serta penegasan profesi bimbingan dan konseling dalam tatanan pedidikan formal (ABKIN, 2008) seharusnya menjadi rujukan utama para konselordalam mengoptimalkan peranan teknologi dalam setiap layanan yang diberikan, baik itu secara klasikal, kelompok maupun dengan format individual. Sehingga proses pelayanan bimbingan dan konseling yang diharapkan dapat memandirikan siswa dapat secara optimal tercapai melalui alat bantu maupun layanan-layanan yang berbasis penggunaan teknologi informasi. Apa dan bagaimana sebenarnya peranan teknologi serta sejauh mana manfaatnya dalam bimbingan dan konseling baik bagi konselor maupun peserta didik. PEMBAHASAN Multimedia merupakan suatu tehnologi yang menggabungkan gambar, suara, grafik dantulisan di dalam produksi yang berbasis komputer yang dapat dialami secara interaktif. (Pramono, 2008), menyatakan bahwa multimedia secara umum merupakan kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar. Definisi lain multimedia sebagai alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video. Definisi yang lain dari multimedia yaitu menempatkan dalam konteks seperti yang dilakukan oleh Steven Hackbarth (dalam Wati, 2010) Multimedia is suggested as meaning the use of multiple media formats for the presentation of information, including texts, still or animated graphics, movie segments, video, and audio information. Computer-based interactive multimedia includes hypermedia and hypertext. Hypermedia is a computer-based system that allows interactive linking of multimedia format information including text, still or animated graphic, movie segments, video, and audio. Hypertext is a non-linier organized and accessed screens of text and static diagrams, pictures, and tables. Sidik (2012) multimedia dirancang dengan menggunakan berbagai komponen yaitu : (a) teks, Teks merupakan sarana yang efektif untuk mengemukakan ide-ide dan menyediakan instruksi-instruksi kepada user (pengguna). (b) Image atau Gambar, Secara umum image atau grafik berarti still image seperti foto dan gambar. Manusia sangat berorientasi pada visual dan gambar merupakan sarana yang sangat baik untuk menyajikan informasi. (c) Animasi, animasi merupakan pembentukan gerakan dari

202 Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling, Vol. 1, No. 1, 2017, hlm. 199-204 berbagai media atau obyek yang divariasikan dengan gerakan transisi, efek-efek, juga suara yang selaras dengan gerakan animasitersebut atau animasi merupakan penayangan frameframe gambar secara cepat untuk menghasilkan kesan gerakan. Gambar 1. Komponen Multimedia Selanjutnya Sujono (2010) yaitu komponen (d) Audio, penyajian suara atau audio merupakan cara lain untuk lebih memperjelas pengertian suatu informasi. Contohnya, narasi merupakan penjelasan karakteristik suatu gambar, misalnya musik dan suara efek (sound eeffect).salah satu bentuk bunyi yang bisa digunakan dalam produksi multimedia adalah waveform audio yang merupakan format file audio yang berbentuk digital. Kualitas produknya bergantung pada sampling rate (banyaknya sampel perdetik). (e) Video, Video merupakan elemen multimedia paling kompleks karena penyampaian informasi yang lebih komunikasi jika dibandingkan dengan gambar biasa. Walaupun terdiri dari elemen-elemen yang sama seperti grafik, suara dan teks, namun bentuk video berbeda dengan animasi. Perbedaan terletak pada penyajiannya. Dalam video, informasi disajikan dalam kesatuan utuh dari objek yang dimodifikasi sehingga terlihat saling mendukung prnggambaran yang terlihat hidup. Menurut Nurseto (2011) Selain itu terdapat pulainteractive Link yang sering digunakan sebagian tambahan dari multimedia, dimana pengguna dapat menekan mouse atau obbjek pada screen seperti button atau teks dan menyebabkan program melakukan perintah tertentu. Interactivelink dengan informasi yang dapat dihubungkannya secara keseluruhan sering kali dihubungkan sebagai hypermedia, secara spesifik hal ini disebut hypertext (hotword), hypergraphics dan hypersound menjelaskan jenis informasi yang dihubungkan. Interactive link diperlukan bila pengguna menunjuk pada suatu objek atau button agar dapat mengakses program tertentu. Interactive link diperlukan untuk menggabungkan beberapa elemen multimedia sehingga menjadi informasi yang terpadu. Cara pengaksesan informasi pada multimedia terdapat dua macam, yaitu linier dan non-

Prasetiawan, Optimalisasi Multimedia Dalam... 203 linier. Informasi linier adalah informasi yang ditampilkan secara sekuansial, yaitu dari atas ke bawah atau halaman demi halaman, sedangkan pada informasi non-linier dapat ditampilkan langsung sesuai dengan kehendak pengguna. KESIMPULAN Multimediaadalah wahana penyalur pesan dan informasi belajar.multimedia yang dirancang secara baik akan sangat membantu peserta didikmencapai tujuan pemberian layanan bimbingan dan konseling. Penggunaan multimedia dapat memperlancar proses layanan bimbingan dan konseling serta mengoptimalkan hasil layanan bimbingan dan konseling. Guru BK seyogyanya mampu memilih danmengembangkan multimedia yang tepat dalam mengoptimalkan multimedia kepada peserta didik. Pemanfaatan multimedia pada hakekatnya bertujuanuntuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan bimbingan dan konseling. Denganbantuan multimedia, peserta didik diharapkan menggunakan sebanyak mungkinalat inderanya untuk mengamati, mendengar, merasakan, meresapi,menghayati dan pada akhirnya memiliki sejumlah pengetahuan,sikap dan keterampilan sebagai hasil belajar.terkait dengan inovasi di bidang bimbingan dan konseling, mutuguru BK akan dapat ditentukan dari seberapa kreatif ia dalampengembangan dan inovasi bimbingan dan konseling. Hal ini akan sangatmembantu tugasnya sebagai pendidik profesional. Sebagai seorangpendidik yang profesional, peran dan fungsi multimedia sangat pentingartinya untuk diterapkan dan pembelajaran. Multimedia merupakan integrasai dari sistem pembelajaran sebagai dasar kebijakan dalampemilihan, pengembangan, maupun pemanfaatannya. Multimediadapat meningkatkan proses belajar peserta didik dalam layanan bimbingan dan konseling yang gilirannya diharapkan akan dapat mempertinggihasil belajar peserta didikyang hendak dicapai. DAFTAR PUSTAKA ABKIN. 2008. Penegasan Profesi Bimbingan dan Konseling Alur Pikir Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Bandung: Abkin. Ifdil. 2011. Penyelenggaraan Layanan Konseling Online Sebagai Salah Satu Bentuk Pelayanan E- Konseling. Disajikan dalam Seminar Internasional Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia 29 s/d 30 Oktober 2011. Pramono, Gatot. 2008. Penggunaan Multimedia Pembelajaran. Jakarta: PTIKPDepDikNas. Sidik, Agus P. 2012. Pengenalan Teknologi Informasi Berbasis Multimedia Melalui Internet Menggunakan Synchronized Multimedia Integration Language (Smil). Bandung: Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

204 Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling, Vol. 1, No. 1, 2017, hlm. 199-204 Sujono, Herman Dwi dan Abdul Ghofur. 2010. Potensi Pemanfaatan ICT Dalam Dunia Pendidikan. Cakrawala Pendidikan Juni 2010. Yogyakarta: Cakrawala Pendidikan. Nurseto, T. 2011. Membuat MediaPembelajaran Yang Menarik. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 8 Nomor 1. Triyanto, Agus. 2006. Aplikasi Teknologi Komputer Untuk Bimbingan Dan Konseling. Paradigma, No. 01 Th. I,Januari 2006. Yogyakarta: Paradigma. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003. Tentang Sistem PendidikanNasional(SISDIKNAS). Bandung: Citra Umbara. Wati, Unik A. 2010. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Untuk Mata Kuliah Pembelajaran Terpadu. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, Tahun 1 Volome 1.