Psikologi Perkembangan 1

dokumen-dokumen yang mirip
Teori Perkembangan. Rizki Dawanti, M.Psi., Psikolog. Luh Mea Tegawati, M.Psi., Psikolog. Perkembangan. Definisi Teori.

Perkembangan Sepanjang Hayat: Pengantar

Teori Etologi. Rizki Dawanti, M.Psi., Psikolog. Teori etologi Bowlby. Darwin dan Teori Evolusi. Etologi Modern. Evaluasi Teori.

PENERAPAN TEORI JEAN PIAGET DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Selamat Membaca dan Memahami Materi Tentang Perkembangan Kognisi pada Masa Bayi Psikologi Perkembangan I Dosen :

Jean Piaget salah seorang ahli psikologi perkembangan. Skema (struktur), asimilasi, akomodasi, ekuilibrium, organisasi,adaptasi

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perkembangan Kognitif. Psikologi Anak Usia Dini Unita Werdi Rahajeng

APLIKASI PERKEMBANGAN KOGNISI PIAGET TERHADAP PENDIDIKAN ANAK TUNAGRAHITA

Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog UMBY

PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK PRASEKOLAH

Aktualisasi Pemikiran Jean Piaget dalam Implementasi Kurikulum 2013 (Suatu Kajian Teoritis)

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET

Erikson. Rizki Dawanti, M.Psi., Psikolog. 8 tahap psikososial. Daftar Pustaka. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi PSIKOLOGI

S K R I P S I OLEH: EMANUEL TATI TAENA. No. Reg

MAKALAH TEORI KOGNITIF PIAGET DAN PERKEMBANGAN KOGNITIF. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik

Perkembangan Individu dan Pengaruhnya dalam Proses belajar

Jurnal Al-Ta dib Vol. 6 No. 1 Januari-Juni 2013

Perkembangan Kognitif dan Linguistik. Y. Joko Dwi Nugroho,S.Psi,M.Psi,Psikolog

PERKEMBANGAN KOGNITIF: TEORI JEAN PIAGET

Perkembangan Anak dan Remaja. Dra. Riza Sarasvita MSi, MHS, PhD, Psikolog Direktur PLRIP BNN

DESKRIPSI DAN SILABI MATA KULIAH

Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Wahyu Rahardjo

PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL & PROSES ADAPTASI REMAJA. Asmika Madjri

Peran Orang Tua dalam Menanamkan Keagamaan pada Anak Usia Dini Afitria Rizkiana, Pendahuluan Usia dini merupakan masa yang sangat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Inne Yuliani Husen, 2013

BAB II KAJIAN PUSTAKA. kognitif, emosional dan lingkungan pengaruh dan pengalaman untuk memperoleh,

Selamat membaca, mempelajari dan memahami materi Rentang Perkembangan Manusia II

PERKEMBANGAN DAN BIMBINGAN PESERTA DIDIK PGSD/ SEMESTER 2

TINJAUAN PUSTAKA Perkembangan Kognitif

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF: PIAGET. Dr. J anprasetyo, SpKJ (K)

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan anak. Masa ini disebut sebagai the golden age, yaitu saat

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Belajar adalah suatu kegiatan yang selalu ada dalam kehidupan manusia. Belajar

Jadwal Perkuliahan Psikologi Perkembangan KKNI. Pertemuan ke- Materi Kegiatan A 16/02 B 15/02 C 17/02 D 16/02 E 16/02

PEMBELAJARAN GEOMETRI BIDANG DATAR DI SEKOLAH DASAR BERORIENTASI TEORI BELAJAR PIAGET

MENGEMBANGKAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN BENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK A DI TK PERTIWI PURO I KARANGMALANG SRAGEN TAHUN PELAJARAN

menerima pembuktian secara induktif; ilmu tentang pola keteraturan, dan struktur didefinisikan, ke aksioma atau postulat, dan akhirnya ke dalil.

TEORI BELAJAR KOGNITIF

BAB II KAJIAN TEORI. hakekatnya adalah belajar yang berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur

BAHAN AJAR PENGEMBANGAN KOGNITIF AUD Bagaimana Konsep Berkembang.

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi kehidupan di masa yang akan datang. Anak-anak memiliki proses

Pertemuan ke-5 RATNI PURWASIH, S.PD.,M.PD

PSIKOLOGI SEPANJANG HAYAT

1. Berikan contoh cara guru menstimulasi perkembangan multiple intelegance pada anak usai SD

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. anak memiliki masa emas untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. Anak autis merupakan salah satu anak luar biasa atau anak berkebutuhan

Pertemuan Ke-4. Oleh: M. Jainuri, S.Pd., M.Pd. Pendidikan Matematika. STKIP YPM Bangko. Teori Belajar Kognitif_M. Jainuri, S.Pd., M.

BAB II LANDASAN TEORI. dan saluran atau media (Sardiman A.M., 2001: 7). Multimedia interaktif

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Konstruktivisme a. Sejarah Konstruktivisme Menurut Von Glaserfield (1988), pengertian konstruktif kognitif

Perkembangan Intelektual

BAB II KAJIAN TEORI. A. Landasan Teori. 1. Proses Pembelajaran. Belajar adalah suatu kegiatan untuk menambah pengetahuan.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA SEMESTER GENAP 2016/2017

TEORI BELAJAR PIAGET

MATA KULIAH PEMBELAJARAN TERPADU (PSD SKS)

Proses Berpikir Logis Siswa Sekolah Dasar Bertipe Kecerdasan Logis Matematis dalam Memecahkan Masalah Matematika

BAB I PENDAHULUAN. Valentina, 2013). Menurut Papalia dan Olds (dalam Liem, 2013) yang dimaksud

BAB I PENDAHULUAN. mengingat, berpikir, bahasa, sosial emosional dan fisik, sehingga dalam kegiatan

Prinsip perkembangan motorik adalah adanya suatu perubahan baik fisik maupun psikis

I. PENDAHULUAN. rendahnya daya serap siswa, kesalahan pemahaman dan rendahnya. kemampuan siswa dalam menerapkan konsep-konsep baik dalam kehidupan

KARAKTERISTIK ANAK USIA SD Oleh : Sugiyanto

BAB VI KESIMPULAN. Dari hasil analisis struktural terhadap unsur intrinsik novel Madogiwa no

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Wiwih,2013

BAB I PENDAHULUAN. keberlangsungan siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Peran guru

Tinjauan Karya, Manfaat dan Hasil.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. anak diri anak yang bersangkutan dan lingkungan sekitaranya. Perkembangan anak

Masa kanak-kanak termasuk masa yg panjang dlm rentang kehidupan Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yg penuh ketergantungan --> kira-

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Dengan demikian, perilaku yang

Mendidik Anak Usia Dini dengan Permainan

BAB I PENDAHULUAN. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik

BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan pendidikan nasional berbunyi bahwa pendidikan. diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak Usia Dini masih menjadi pro dan kontra, masing-masing punya alasan

SATUAN ACARA PERKULIAHAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : PSIKOLOGI PERKEMBANGAN 1 KODE MATAKULIAH / SKS = MKK / 3 SKS

TAHAP PERKEMBANGAN ANAK USIA TAHUN

Perkembangan Intelektual (0-15 Tahun)

Penyuluhan Perkembangan Anak Usia Dini dan Anak Hyperactive Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Chr Argo Widiharto, Suhendri, Venty.

Ilmu Perkembangan Anak Universitas Negeri Yogyakarta. Oleh : Yulia Ayriza

AJI SARAS WANTO ( ENO RINAWATI ( ) MEGA AYU SETYANA ( ) RAHARDHIKA ADHI N ( )

BAB II KAJIAN TEORI. matematika, (B) proses berpikir berdasarkan teori Jean Piaget, (C) tinjauan materi,

Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perkembangan kognitif, antara lahir dan dewasa yaitu tahap sensorimotor, pra

Sejarah dan Aliran Psikologi

ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN

Y. Joko Dwi Nugroho, S.Psi,M.Psi,Psi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENGEMBANGAN. 4.1 Deskripsi Pengembangan LKS berbasis Inkuiri Terbimbing

II. TINJAUAN PUSTAKA. pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas

Tumbuh Kembang Anak. ARUMI SAVITRI FATIMANINGRUM, S.Psi S-1 PG PAUD FIP-UNY

HUBUNGAN ATTACHMENT DAN SIBLING RIVALRY PADA REMAJA AWAL

BAB I PENDAHULUAN. memadukan secara sistematis dan berkesinambungan suatu kegiatan.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang diajarkan di SD. Menurut

MODEL PEMBELAJARAN NONDIRECTIVE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK

2.1 Perkembangan anak sekolah dasar. Perkembangan anak usia sekolah disebut juga perkembangan masa

Transkripsi:

Psikologi Perkembangan 1 Modul ke: PIAGET Fakultas PSIKOLOGI Rizki Dawanti, M.Psi., Psikolog. Program Studi PSIKOLOGI Biografi Tahapan Kognitif Sumbangsih Kritik Poin penting teori Daftar Pustaka

Biografi Jean Piaget lahir pada tanggal 9 Agustus 1896 di Neuchatel-Swiss. Ayahnya adalah seorang sejarawan abad pertengahan di universitas tersebut. Sejak kecil, Piaget menunjukkan kemampuannya yang luar biasa sebagai ilmuwan. Pada usia 10 tahun, ia menerbitkan sebuah artikel tentang burung albino. Ketika sekolah di SMTU, penelitiannya tentang kerang (moluska) membawanya berkenalan dengan para kolega dari luar negeri. Piaget mulai mempelajari anak pada tahun 1920 saat bekerja di Laboratorium Binet di Paris. Pada awalnya, ia bertugas mengontruksikan tes kepandaian pada anakanak. Namun seiring berjalannya waktu, ia menemukan bahwa anak-anak memiliki potensi yang unik, yang menurutnya tidak cukup dapat diukur dengan menggunakan tes-tes standar ia mulai meninggalkan tes-tes standar dan menggunakan wawancara klinis terbuka serta menghabiskan waktu untuk mengamati aktivitas-aktivitas spontan anak-anak (Craig, 2007)

Empat Tahapan Kognitif Piaget Tahap Sensorimotor (0-2th) Tahap Pra-operasional (2-7th) Tahap Operasional Konkrit (7-11th) Tahap Operasional Formal (11-15th)

1. Tahap Sensorimotor (0-2th) Bayi membangun suatu pemahaman tentang dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman-pengalaman sensoris dengan tindakan-tindakan motorik fisik Inteligensi anak baru tampak dalam bentuk aktivitas motorik sebagai reaksi dari stimulasi sensoris Bayi baru lahir memiliki banyak pola-pola refleks. Anak bergerak selalu atas dasar tingkah laku refleks murni Belum ada diferensiasi antara subjek dengan objek Pada akhir tahapan, anak berusia 2 tahun memiliki pola-pola sensorimotor yg kompleks dan mulai beroperasi dengan simbolsimbol Pada akhir periode ini tampak diferensiasi jelas antara subjek dengan objek. Contoh yg paling jelas dari arah perkembangan ini adalah permanensi objek Bagi anak usia ± 8 bulan, objek tidak ada eksistensinya lagi bila misalnya disembunyikan di belakang layar. Baru sekitar 9-12 bulan anak mampu untuk menemukan kembali objek-objek yang disembunyikan. Anak pada usia ini hanya mencarinya di tempat objek tadi disembunyikan pertama kali. Baru pada usia sekitar 18 bulan timbul pengertian pada anak untuk juga melihat di bawah bantal B.

Video tentang Refleks Bayi

Video Permanensi Objek

2. Tahap Praoperasional (2-7 tahun) Anak-anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata atau gambar-gambar Anak mampu untuk berbuat pura-pura, artinya dapat menimbulkan situasi-situasi yang tidak langsung ada Anak dapat melakukan antisipasi, misalnya ia sekarang dapat mengatakan bahwa menaranya belum selesai, karena ia tahu menara yang bagaimana yang akan dibuatnya Cara berfikir pra-operasional masih sangat egosentris Berfikir pra-operasional adalah tidak dapat dibalik (ir-rever-sable). Anak belum mampu untuk meniadakan suatu tindakan dengan memikirkan tindakan tersebut dalam arah yang sebaliknya. Contoh: Totok memiliki saudara bernama Mita. Jika anak ditanya apakah Mita punya saudara, dia akan menjawab tidak

Tahap Praoperasional Cara berfikir pra-operasional sangat memusat (centralized). bila anak dikonfrontasi dengan situasi yang multi-dimensional, maka ia akan memusatkan perhatiannya hanya pada satu dimensi saja dan mengabaikan dimensi-dimensi yang lain dan akhirnya juga mengabaikan hubungannya antara dimensi-dimensi ini Konservasi Befikir pra operasional adalah terarah statis. Bila situasi A beralih ke situasi B, maka anak hanya memperhatikan situasi A, kemudian B. Ia tidak akan memperhatikan perpindahannya A ke B.

Video Konservasi A typical 4.5-year-old on Piagetian conservation tasks: number, length, liquid, mass, and area.

3. Tahap Operasional Konkrit (7-11 tahun) Pada tahap ini, anak-anak dapat melakukan operasi dan penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh pemikiran dapat dierapkan ke dalam contoh-contoh yg spesifik atau konkret Cara berfikir anak operasional konkrit kurang egosentris. Ditandai oleh desentrasi yang besar, artinya anak sekarang sudah mampu memperhatikan lebih dari satu dimensi sekaligus dan juga untuk menghubungkan dimensi-dimensi ini satu sama lainnya Mampu melakukan tugas konservasi

Tahap Operasional Konkrit Contoh: Sebuah bola dari tanah liat yang dibentuk dengan bentuk yang berbeda akan tetap memiliki berat yang sama Anak dalam tahap operasional konkrit belum mampu untuk memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa ada

4. Tahap operasional formal (11-15 tahun) Individu sudah melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman berfikir konkret dan berfikir secara abstrak dan lebih logis Misal: anak remaja sudah mampu membanding2kan orangtua ideal seperti apa, mulai mempersiapkan kemungkinan2 bagi masa depan Dalam memecahkan masalah lebih sistematis, mengembangkan hipotesis tentang mengapa sesuatu hal bs menjadi seperti itu, kemudian mampu menguji hipotesis ini secara deduktif

Tahap Operasional formal Berfikir operasional formal mempunyai dua sifat yang penting yaitu: Sifat deduktif-hipotesis Bila anak pada tahap operasional konkrit dihadapkan pada suatu masalah, maka ia langsung memasuki masalahnya. Ia akan mencoba beberapa penyelesaian secara konkrit dan hanya melihat akibat langsung usaha-usahanya untuk menyelesaikan masalah itu. Sedangkan pada tahap operasional formal, anak akan memikirkan alternatif penyelesaian masalah. Ia akan memikirkan dulu secara teoretis. Ia menganalisis masalahnya dengan penyelesaian berbagai hipotesis yang mungkin ada Berfikir operasional formal juga berfikir kombinatoris Sifat ini merupakan kelengkapan sifat yang pertama dan berhubungan dengan cara bagaimana dilakukan analisisnya. Contohnya jika seorang anak diberikan lima buah gelas berisi cairan tertentu. Suatu kombinasi cairan ini membuat cairan tadi berubah warna. Anak akan mencari kemungkinan-kemungkinan kombinasi tadi secara tidak sistematis, secara trial dan error secara kebetulan ia menemukan kombinasi tersebut

Tiga proses yang terkait dengan perkembangan kognitif Piaget Organisasi Adaptasi Equilibrasi kecenderungan menciptakan struktur kognitif (Skema) yang lebih rumit Asimilasi: memasukkan tahapan baru dan menggabungkannya ke dalam struktur kognitif yang sudah ada Upaya terus menerus untuk keseimbangan yang stabil menandai peralihan dari asimilasi ke akomodasi skema yaitu pola-pola perilaku teratur yang digunakan oleh seseorang untuk berpikir dan bertindak dalam suatu situasi Akomodasi: menyesuaikan struktur kognitif seseorang agar sesuai dengan informasi baru Asimilasi dan akomodasi bekerja bersama-sama untuk menghasilkan ekuilibrium merupakan daya pendorong pertumbuhan kognitif

Poin penting Teori Piaget Anak-anak melewati tahapan-tahapan tersebut dengan kecepatan yang berbeda-beda sehingga Piaget tidak terlalu memperhatikan batasanbatasan usia yang dilekatkan pada tiap-tiap tahapan Piaget juga menemukan bahwa anak-anak selalu melewati tahapantahapan ini dengan urutan yang tidak pernah berubah dan dengan keteraturan yang sama Piaget tidak melihat tahapan-tahapannya ditentukan secara genetis. Sebaliknya, mereka hanya mempresentasikan cara-cara berfikir yang semakin komprehensif

4 hal yang berpengaruh terhadap perkembangan mental anak: 1. Pemasakan tumbuhnya struktur-struktur fisik secara berangsur-angsur mempunyai akibat pada perkembangan kognitif anak. Misal pertumbuhan pusat susunan otak

2. Pengalaman atau kontak dengan lingkungan Terdapat dua macam ciri. Pertama adalah pengalaman fisik, misalnya bunga berbau harum, objek satu lebih berat dari lainnya. Pengalaman logiko-matematik, pengalaman yang diperoleh dari koordinasi internal perilaku individu. Misalnya anak bermain dengan sejumlah balok, dihitungnya berkali-kali, diatur begini, begitu. Dengan demikian anak akan memperoleh pelajaran tidak mengenai balokbaloknya sendiri, melainkan mengenai perilaku menghitung dan mengatur sendiri, melainkan ia akan mengerti bahwa perilakunya itu tidak mempunyai akibat apa-apa terhadap jumlah balok-balok tadi

3. Transmisi sosial Anak hidup dalam dunia sosial; maka melalui sekolah, media massa, dan lain-lain anak memperoleh informasi yang berpengaruh terhadap perkembangan kognitifnya.

4. Ekuilibrasi Dalam perjalanan perkembangan dan dalam pergaulan yang berulang-ulang dan bermacam-macam dengan lingkungan anak sering berhadapan dengan situasi-situasi konflik. Dalam situasi konflik maka keseimbangan yang telah dicapai anak sebelumnya menjadi terganggu. Anak sekarang berusaha untuk mengatasi situasi konflik tadi dengan menemukan keadaan seimbang kembali yang biasanya juga mempunyai nilai yang lebih tinggi

Sumbangsih Teori Piaget Pikiran anak bukanlah miniatur pikiran orang dewasa Mengetahui bagaimana anak-anak berfikir mempermudah orangtua dan guru utk memahami dan mengajari mereka Dapat digunakan oleh para pendidik untuk merancang kurikulum yg tepat pada berbagai tingkat perkembangan

Kritik terhadap teori Piaget Fokus piaget terhadap logika formal sebagai puncak perkembangan kognitif terlalu sempit karena tidak mempertimbangkan munculnya kemampuan yang sudah matang seperti pemecahan masalah praktis, kebijaksanaan dan kapasitas untuk berhadapan dengan situasi-situasi ambigu dan kebenaran yang saling bertentangan Cenderung menganggap pemikiran anak-anak khususnya tahapan pra-operasional sebagai tahapan yang negatif dan pesimistik dimana ia hanya menyoroti kelemahan-kelemahan anak; mereka dianggap gagal melakukan konservasi, tidak dapat mengklasifikasikan objek, egosentris dsb.

Neo-Piagetian Berfokus pada berbagai konsep, strategi dan keterampilan yang spesifik, seperti konsep angka serta perbandingan lebih, dan kurang anak-anak berkembang secara kognitif dengan menjadi lebih efisien dalam pemrosesan informasi. Karena penekanannya pada pemrosesan informasi, penjelasan kaum Neo-Piagetian membantu menjelaskan berbagai perbedaan individual dalam kemampuan kognitif dan untuk perkembangan yg tidak merata pada berbagai ranah

Daftar Pustaka Crain, William. (2007). Teori perkembangan: Konsep dan aplikasi Edisi ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Monks, F.J., Knoers, A.M.P., Haditomo, S.R. (2002). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Papalia, D.E., Old, S.W., Feldman, R.D. (2008). Human development 9th ed. Jakarta: Kencana. Santrock, J.W. (2002). Life-span development 5h ed. Jakarta: Erlangga.

Terima Kasih Rizki Dawanti, M.Psi., Psikolog.