2014 ANALISIS KOORDINASI SETTING OVER CURRENT RELAY

dokumen-dokumen yang mirip
KOORDINASI SISTEM PROTEKSI OCR DAN GFR TRAFO 60 MVA GI 150 KV JAJAR TUGAS AKHIR

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Pada sistem penyaluran tenaga listrik, kita menginginkan agar pemadaman tidak

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan teknologi kelistrikan yang menyentuh kehidupan sehari-hari maupun

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

TUGAS AKHIR. SETTING KOORDINASI OVER CURRENT RELAY PADA TRAFO 60 MVA 150/20 kv DAN PENYULANG 20 kv

BAB IV ANALISIA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Koordinasi Proteksi Pada Gardu Induk Wonosobo. Gardu induk Wonosobo mempunyai pengaman berupa OCR (Over Current

RANCANG BANGUN SIMULATOR PROTEKSI ARUS HUBUNG SINGKAT FASA KE TANAH PADA SISTEM DISTRIBUSI MENGGUNAKAN RELAI TIPE MCGG

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

Analisa Koordinasi Over Current Relay Dan Ground Fault Relay Di Sistem Proteksi Feeder Gardu Induk 20 kv Jababeka

ANALISA SETTING RELAI PENGAMAN AKIBAT REKONFIGURASI PADA PENYULANG BLAHBATUH

BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK. Gambar 2.1 Gardu Induk

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menyalurkan energi listrik dengan gangguan pemadaman yang minimal.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

STUDI PENGARUH SETTING RELE PENGAMAN UNTUK MEMINIMALKAN GANGGUAN SYMPATHETIC TRIP PADA PENYULANG BUNISARI - SUWUNG

BAB IV PEMBAHASAN. Gardu Induk Godean berada di jalan Godean Yogyakarta, ditinjau dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

EVALUASI KOORDINASI RELE PENGAMAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI GARDU INDUK GARUDA SAKTI, PANAM-PEKANBARU

BAB 1 PENDAHULUAN. Tahun-tahun belakangan ini, terjadi peningkatan penggunaan komponen

SIMULASI OVER CURRENT RELAY (OCR) MENGGUNAKAN KARATERISTIK STANDAR INVERSE SEBAGAI PROTEKSI TRAFO DAYA 30 MVA ABSTRAK

2.2.6 Daerah Proteksi (Protective Zone) Bagian-bagian Sistem Pengaman Rele a. Jenis-jenis Rele b.

Jurnal Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN :

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN. Laptop/PC yang di dalamnya terinstal software aplikasi ETAP 12.6 (Electric

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III SISTEM PROTEKSI DENGAN RELAI JARAK. terutama untuk masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Kebutuhan tenaga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. c. Memperkecil bahaya bagi manusia yang ditimbulkan oleh listrik.

dalam sistem sendirinya dan gangguan dari luar. Penyebab gangguan dari dalam

TUGAS AKHIR SETTING KOORDINASI ARUS DAN WAKTU RELAI ARUS LEBIH (OCR) PADA TRAFO DAYA DAN PENYULANG BAWAH GARDU INDUK PEGANGSAAN

BAB III GANGGUAN SIMPATETIK TRIP PADA GARDU INDUK PUNCAK ARDI MULIA. Simpatetik Trip adalah sebuah kejadian yang sering terjadi pada sebuah gardu

Analisis Koordinasi Rele Arus Lebih Pda Incoming dan Penyulang 20 kv Gardu Induk Sengkaling Menggunakan Pola Non Kaskade

BAB I PENDAHULUAN. yang menjadi salah satu penentu kehandalan sebuah sistem. Relay merupakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terhadap kondisi abnormal pada operasi sistem. Fungsi pengaman tenaga listrik antara lain:

PUSPA LITA DESTIANI,2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Analisis Sympathetic Trip pada Penyulang Ungasan dan Bali Resort, Bali

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STUDI ANALISIS SETTING BACKUP PROTEKSI PADA SUTT 150 KV GI KAPAL GI PEMECUTAN KELOD AKIBAT UPRATING DAN PENAMBAHAN SALURAN

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Distribusi Tenaga Listrik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Listrik merupakan salah satu komoditi strategis dalam perekonomian

BAB 1 PENDAHULUAN. kualitas dan kehandalan yang tinggi. Akan tetapi pada kenyataanya terdapat

Studi Analisis Koordinasi Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) pada Recloser di Saluran Penyulang Penebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat penting dalam

Ground Fault Relay and Restricted Earth Faulth Relay

KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DI GARDU INDUK BUKIT SIGUNTANG DENGAN SIMULASI (ETAP 6.00)

Analisis Sympathetic Trip pada Penyulang Ungasan dan Bali Resort, Bali

KOORDINASI SETTING RELAI ARUS LEBIH PADA INCOMING 2 KUDUS TERHADAP OUTGOING KUDUS 5 DAN 6 YANG MENGGUNAKAN JARINGAN DOUBLE CIRCUIT DI GI 150 KV KUDUS

BAB IV. ANALISA SETTING RELAI JARAK 150 kv GARDU INDUK KELAPA GADING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) DAN GARDU DISTRIBUSI Oleh : Rusiyanto, SPd. MPd.

ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI PADA PT.PLN (PERSERO) GARDU INDUK WONOSOBO MENGGUNAKAN SOFTWARE APLIKASI ETAP TUGAS AKHIR

Analisa Relai Arus Lebih Dan Relai Gangguan Tanah Pada Penyulang LM5 Di Gardu Induk Lamhotma

Kata kunci hubung singkat, recloser, rele arus lebih

ANALISA SETTING RELE ARUS LEBIH PADA PENYULANG KURMA DI GARDU INDUK BOOM BARU PT. PLN (PERSERO)

Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. Transmisi, dan Distribusi. Tenaga listrik disalurkan ke masyarakat melalui jaringan

Analisa Penggunaan Recloser Untuk Pengaman Arus Lebih Pada Jaringan Distribusi 20 kv Gardu Induk Garuda Sakti

BAB III PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

BAB III SISTEM PROTEKSI TEGANGAN TINGGI

ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN KERJA SISTEM PROTEKSI PADA GARDU AB

Praktikum SISTEM PROTEKSI

Gambar 2.1 Skema Sistem Tenaga Listrik (3)

Dielektrika, [P-ISSN ] [E-ISSN X] 77 Vol. 4, No. 2 : 77-84, Agustus 2017

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN LAMPIRAN

BAB IV ANALISA PERHITUNGAN SETTING RELAI JARAK SUTET 500. kv KRIAN - GRESIK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

TUGAS AKHIR ANALISA DAN SOLUSI KEGAGALAN SISTEM PROTEKSI ARUS LEBIH PADA GARDU DISTRIBUSI JTU5 FEEDER ARSITEK

FEEDER PROTECTION. Penyaji : Ir. Yanuar Hakim, MSc.

ANALISA SETTING GROUND FAULT RELAY (GFR) TERHADAP SISTEM PENTANAHAN NETRAL PENYULANG PANDEANLAMPER 06 JTM 20 KV SEMARANG

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III GANGGUAN PADA JARINGAN LISTRIK TEGANGAN MENENGAH

ANALISA PENYETELAN RELAI GANGGUAN TANAH (GFR) PADA PENYULANG TRAFO 2 30 MVA 70/20 KV DI PT. PLN (PERSERO) GARDU INDUK BOOM BARU PALEMBANG

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN

Analisis Rele Pengaman Peralatan dan Line Transmisi Switchyard GITET Baru 500kV PT PLN (PERSERO) di Kediri

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS... PERSYARATAN GELAR... LEMBAR PENGESAHAN... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRACT...

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. mentransmisikan dan mendistribusikan tenaga listrik untuk dapat dimanfaatkan

ABSTRAK Kata Kunci :

BAB III PENGAMANAN TRANSFORMATOR TENAGA

Makalah Seminar Tugas Akhir. Judul

ANALISA KOORDINASI RECLOSER DAN OCR (OVER CURRENT RELAY) UNTUK GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG 3 DISTRIBUSI 20 KV GI JAJAR

BAB IV SISTEM PROTEKSI GENERATOR DENGAN RELAY ARUS LEBIH (OCR)

Setting Relai Gangguan Tanah (Gfr) Outgoing Gh Tanjung Pati Feeder Taram Pt. Pln (Persero) Rayon Lima Puluh Kota

STUDI PERENCANAAN KOORDINASI RELE PROTEKSI PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI GARDU INDUK GAMBIR LAMA - PULOMAS SKRIPSI

20 Teknologi Elektro, Vol. 16, No. 02, Mei - Agustus I Gede Krisnayoga Kusuma 1, I Gede Dyana Arjana 2, I Wayan Arta Wijaya 3

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat melalui jaringan distribusi. Jaringan distribusi merupakan bagian

BAB II KAJIAN PUSTAKA

14 Teknologi Elektro, Vol. 16, No. 02, Mei - Agustus Z 2eq = Impedansi eqivalen urutan negatif

KOORDINASI RELAY ARUS LEBIH DAN RECLOSER PADA TRAFO 60 MVA GARDU INDUK PANDEAN LAMPER SEMARANG DENGAN SIMULASI ETAP

STUDI ANALISIS SISTEM KOORDINASI PROTEKSI OVER CURRENT RELAY (OCR) DAN GROUND FAULT RELAY (GFR) PADA GARDU INDUK GODEAN

BAB I PENDAHULUAN. merupakan sebuah kesatuan interkoneksi. Komponen tersebut mempunyai fungsi

BAB I PENDAHULUAN. interkoneksi dan beberapa sistem terisolir. Sistem interkoneksi merupakan suatu

KOORDINASI PROTEKSI ARUS LEBIH PADA JARINGAN DISTRIBUSI MENGGUNAKAN SOFTWARE EDSA Sujito

PEMASANGAN DGR ( DIRECTIONAL GROUND RELE

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Alat proteksi pada STL (Sistem Tenaga Listrik) merupakan bagian yang penting di bidang ketenagalistrikan seperti pada PT. PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P3JB) region Jawa Barat UPT Bandung Barat. GI Cigereleng yang berada di Jl.Mohamad Toha Km 04 komplek GI cigereleng Bandung. Gardu Induk cigereleng menggunakan 7 buah trafo yang memasok beberapa penyulang salah satunya penyulang CBU oleh karena itu diperlukan penyetelan relay yang baik agar relay dapat memproteksi peralatan-peralatan listrik yang lain dari arus gangguan hubung singkat dan beban lebih. Permasalahan yang sering dijumpai pada sistem ditribusi tenaga listrik pada penyulang 20 kv adalah gangguan hubung singkat. Jika penyetelan over current relay atau ground fault relay yang berada di out going feeder kurang baik, gangguan hubung singkat dapat memutuskan relay yang berada di incoming feeder sehingga menyebabkan pemadaman seluruh penyulang. Jika pada salah satu feeder terjadi hubung singkat feeder yang lain ikut trip (simpatetik trip), Ini karena setting relay kurang baik. sehingga menyebabkan relay yang berada pada incoming feeder padam dan otomatis akan trerjadi pemadaman pada seluruh penyulang. Oleh karena itu keamanan yang handal pada suatu penyulang perlu untuk mendapatkan nilai setting yang tepat (sesnsitif dan selektif). Pada feeder sering terjadi kasus trip PMT padahal arus setting relay belum terlampaui. Ada beberapa kemungkinan penyebab hal ini terjadi diantaranya : perubahan kaearakteristik relay, perubahan impedansi saluran, perubahan karakteristik beban, atau kurang tepat analisa hubung singkat pada saat awal setting. Apabila terjadi gangguan, sebagai contoh over load atau beban lebih, hubung singkat antara fasa dengan fasa, hubung singkat antara fasa dengan tanah maka sistem

2 proteksi akan bekerja sesuai fungsinya sebagai pengaman, sehingga stabilitas tenaga listrik akan berlangsung. Misalkan terjadi gangguan dipenyulang 20 KV yang mengakibatkan tripnya PMT (Pemutus Tenaga) incoming 20 KV atau pun sisi PMT 150 KV trafo sehingga mengakibatkan usia atau kinerja trafo menurun dan pemadaman yang luas. Untuk menghindari kejadian gangguan tersebut dan juga untuk mencegah kerusakan transformator maka perlu dilakukan koordinasi proteksi, baik sisi penyulang 20 KV, sisi incoming 20 KV dan sisi 150 KV trafo. Sebelum sistem proteksi diimplementasikan, diperlukan perhitungan agar setting relay dimaksudkan untuk memberikan batas minimum dari besaran ukur relay agar bekerja. Analisa setting koordinasi relay pada sistem tenaga listrik cukup rumit jika dikerjakan secara perhitungan manual, maka diperlukan alat bantu berupa software untuk mempermudah kita melakukan perhitungan koordinasi relay. Salah satunya Electrical Transient Analizer Program (ETAP). Software ini salah satunya digunakan untuk menyelesaikan perhitungan arus hubung singkat. Koordinasi dari peralatan pengaman bertujuan untuk melokalisir gangguan dengan cepat. Peralatan tersebut harus dikoordinasi untuk memastikan bahwa peralatan yang berada dititik terdekat dengan gangguan harus dioprasikan terlebih dahulu (proteksi utama). Kegagalan pada proteksi utama harus di backup dengan proteksi cadangan. Proteksi cadangan ini memiliki perlambatan waktu (time delay). Hal ini memberikan kesempatan kepada proteksi utama bekerja terlebih dahulu, dan jika proteksi utama gagal baru proteksi cadangan yang beroprasi. Dengan demikian hanya bagian yang mengalami gangguan yang diisolir dari sisitem tersebut. Agar masalah menjadi jelas dan tidak banyak menyimpang dari topik yang akan dibahas, maka dalam penulisan skripsi ini penulis menentukan, bahwa hal yang akan dibahas adalah hanya penyulang CBU di GI Cigereleng, berapa besar nilai setting relay arus lebih dan gangguan tanah, berapa waktu kerja relay terhadap gangguan

3 serata melihat koordinasi antar relay tersebut. Dalam skripsi ini penulis tidak menghitung beban pucak yang terjadi pada penyulang CBU. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti mengidentifikasi beberapa Permasalahan yang sering dijumpai pada sistem ditribusi tenaga listrik pada penyulang 20 kv adalah gangguan hubung singkat. Jika penyetelan over current relay atau ground fault relay yang berada di penyulang kurang baik, gangguan hubung singkat dapat meumutuskan relay yang berada di incomming feeder sehingga menyebabkan pemadaman seluruh penyulang. Peralatan harus dikoordinasi untuk memastikan bahwa peralatan yang berada dititik terdekat dengan gangguan harus dioprasikan terlebih dahulu (proteksi utama), Kegagalan pada proteksi utama harus di backup dengan proteksi cadangan. C. Rumusan Masalah Merujuk pada Identifikasi masalah di atas maka dapat di identifikasi beberapa masalah yang berkaitan dengan Latar belakang diatas : 1. Bagaimana cara melakukan perhitungan Gangguan hubung singkat antar fasa dan fasa ke tanah pada penyulang 20 kv? 2. Bagaimana menentukan nilai setting relay arus lebih dan Gangguan Tanah? 3. Bagaimana cara menghitung dan menganalisis koordinasi dan setting relay Arus Lebih dan Gangguan Tanah? D. Tujuan Penelitian Tujuan umum penelitian ini adalah Koordinasi nilai setting relay relay arus lebih dan Gangguan Tanah pada GI Cigereleng. sedangkan Tujuan khusus penelitian ini bertujuan untuk :

4 1. Menganalisis Gangguan hubung singkat yang terjadi pada penyulang yang CBU. 2. Menentukan nilai setting relay arus lebih dan Gangguan tanah di GI Cigereleng. 3. Mengetahui waktu kerja relay terhadap titik gangguan serta melihat koordinasi antar relay tersebut dan membandingkan hasil perhitungan terhadap realisasi dilapangan. E. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian dari penelitian ini adalah dapat berguna untuk : 1. Dapat mengetahui sekilas mengenai sistem proteksi serta peralatan yang digunakan untuk memproteksi peralatan-peralatan listrik dalam suatu sistem tenaga listrik. 2. bagi para pembaca dapat menambah pengetahuan di bidang kelistrikan dalam melakukan koordinasi setting relay sangat perlu memperhatikan sistem pengamanan yang digunakan. 3. Analisis tugas akhir ini dapat menjadi refferensi bagi yang akan mengambil analisa setting koordinasi relay pada trafo 150/20 kv. F. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan pemahaman isi dari laporan tugas akhir ini, maka laporan ini dibagi dalam 5 (Lima) bab. Adapun kelima bab tersebut adalah : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan tentang latar belakang, manfaat, tujuan penulisan, rumusan masalah, batasan masalah dan sistematika penulisan BAB II STUDI PUSTAKA Bab ini berisikan tentang teori koordinasi setting over current relay. BAB III PEMBAHASAN

5 Bab ini berisi metodologi-metodologi penelitian atau langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan penelitian ini serta berisi data-data yang diperoleh dari observasi dan studi literatur yang akan digunakan dalam proses analisis yang akan dibahas dalam bab selanjutnya BAB IV HASIL DAN ANALISIS Bab ini berisikan tentang hasil pengamatan perhitungan arus hubung singkat pada relay arus lebih dan relay gangguan tanah dan menentukan setting relay arus lebih yang baik berdasarkan hasil perhitungandan membandingkan dengan realita di lapangan. BAB V PENUTUP Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran.