Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
PERENCANAAN OPTIMALISASI KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (STUDI KASUS: PT. YUANSA ABADI LESTARI)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PT. BANDAR BUNDER IRA RUMIRIS HUTAGALUNG

BAB I PENDAHULUAN. semakin ketat. Dengan meningkatnya persaingan antar perusahaan, pelanggan

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. jumlah yang sesuai. Produk-produk dari lingkungan make to stock biasanya

BAB I PENDAHULUAN. biaya simpan, serta mampu mengirimkan produk pada waktu yang disepakati.

BAB I PENDAHULUAN 2.6. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Dalam hal ini, perusahaan sering dihadapkan pada masalah masalah yang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Biaya Perencanaan Agregat Metode-Metode Perencanaan Agregat Linear Programming Pengertian Linear

Penggunaan Material Requirement Planning (MRP) Untuk Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Pada PT. XYZ

BAB V ANALISA HASIL. periode April 2015 Maret 2016 menghasilkan kurva trend positif (trend meningkat)

PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PT XYZ

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan. Perkembangan bisnis dan industri sejalan dengan persaingan yang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1. BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. signifikan pada beberapa tahun terakhir. Menurut data Euromonitor, nilai

PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN CAPACITY REQUIREMENT PLANNING (CRP) DI PT. SINAR UTAMA NUSANTARA TUGAS SARJANA

Optimasi Produksi Produk KDT di PT. XYZ Menggunakan Programa Dinamik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam suatu perusahaan terdapat sebuah organisasi yang kegiatannya

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. di bidang produksi atau pembuatan kertas rokok (cigarette paper). Produk kertas

PERANCANGAN SISTEM PPIC AIR MINERAL DI PT. X

REZAFANI ALFIN NPM

PEMILIHAN KONTRAKTOR PERBAIKAN ROTOR DI PEMBANGKIT LISTRIK PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING

BAB 1 Pendahuluan. Tabel 1.1 Jumlah Perusahaan di Sektor Industri Makanan di Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN UNTUK MENGOPTIMUMKAN PESANAN DAN PERSEDIAAN BARANG PADA CV. GARUDA LANGIT BERLIAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

PERAMALAN (Forecast) Disajikan oleh: Bernardus Budi Hartono. Teknik Informatika [Gasal ] FTI - Universitas Stikubank Semarang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN KEMEJA PADA TOKO G & N DI BEKASI

ANALISIS PERAMALAN PENDAPATAN JASA WARUNG INTERNET KALFIN.NET NAMA : IMAN ARIF HIDAYAT NPM :

BAB I PENDAHULUAN. Pada sebuah industri manufaktur, proses perencanaan dan pengendalian produksi

PERAMALAN PENJUALAN TIKET PESAWAT PADA CV. VIDO JAYA TOUR DAN TRAVEL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

OPTIMASI PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU CAPROLACTAM

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KEBUTUHAN KAPASITAS UNTUK MEMENUHI PENYELESAIAN ORDER DI PT. APINDOWAJA AMPUH PERSADA

BAB I PENDAHULUAN. yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan

TEKNIK PERAMALAN KUANTITATIF (TEKNIK STATISTIK) Astrid Lestari Tungadi, S.Kom., M.TI.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. dari UD. Wingko Babat Pak Moel sebagai berikut: a. Data permintaan wingko pada tahun 2016.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Fluktuasi penjualan mobil terlaris seluruh PT. Ciwangi Berlian Motors Sumber : PT. Ciwangi Berlian Motors

PENENTUAN METODE PERAMALAN SEBAGAI DASAR PENENTUAN TINGKAT KEBUTUHAN PERSEDIAAN PENGAMAN PADA PRODUK KARET REMAH SIR 20

BAB I PENDAHULUAN. faktor-faktor produksi, untuk menyediakan barang-barang dan jasa bagi masyarakat,

Kata kunci: tenaga kerja musiman, permintaan konsumen, alokasi waktu lembur dan produksi periode sebelumnya.

BAB I PENDAHULUAN. antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi,

ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN JASA PADA BENGKEL SERVICE MOTOR

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini sedang mengalami pertumbuhan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN MOTTO

BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan kapasitas produksi dan ketersediaan bahan.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di perusahaan global penghasil peralatan listrik

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. yang disesuaikan dengan jumlah order yang dimiliki oleh suatu industri, sehingga

Transkripsi:

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi dengan sangat cepat membawa dampak beragam pada kegiatan ekonomi dan industri.salah satunya yaitu persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat, perusahaan-perusahaan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan menjadi pilihan utama konsumen.persaingan tidak hanya terjadi antara perusahaan lokal, namun juga terjadi persaingan perusahaan secara global. Indonesia adalah Negara berkembang yang memiliki jumlah populasi terbanyak nomor 4 di dunia (sumber: finance.detik.com). Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar yang sangat menjanjikan bagi banyak bisnis, baik bisnis lokal maupun bisnis dari luar Indonesia.Industri di Indonesia harus terus berusaha untuk mengembangkan diri agar tidak kalah dalam persaingan secara global.menurut data yang dikeluarkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2014, indeks rataan produksi industri secara tahunan di Indonesia cukup berfluktuatif.hal tersebut berarti tingkat produksi industri di Indonesia belum stabil dan mengalami kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun. Berikut adalah tabel yang menggambarkan indeks rataaan produksi industri tahunan selama beberapa tahun terakhir: Tabel 1.1 Indeks Rataan Produksi Industri Tahunan Tahun Indeks Rataan Tahunan Produksi Industri Besar dan Sedang 2007 5.57% 2008 3.01% 2009 1.34% 2010 4.45% 2011 5.56% 2012 4.12% 2013 5.85% Sumber: Badan Pusat Statistik, diakses tanggal 4 Mei 2014 1

2 Salah satu industri yang cukup penting di Indonesia yaitu industri karet dan barang dari karet dan barang dari plastik.konsumsi produk plastik di Indonesia masih cukup besar, terlebih lagi karena di dorong oleh pertumbuhan industri makanan dan minuman dan FMCG (Fast Moving Consumer Good) di Indonesia yang hampir selalu membutuhkan plastik sebagai packagingnya. Menurut Mentri Perindustrian MS Hidayat, saat ini struktur industri plastik di Indonesia cukup baik, namun masih ada tantangan dalam keterbatasan kapasitas produksi akibat sebagian besar bahan baku pembuatan plastik masih diimpor (sumber: kemenprin.go.id). Indonesia juga masih melakukan impor plastik jadi akibat jumlah kebutuhan konsumsi plastik di Indonesia lebih tinggi dibanding jumlah plastik yang dapat di produksi oleh pabrik-pabrik plastik yang ada di Indonesia. Tingkat konsumsi plastik di Indonesia selama semester pertama tahun 2013 mencapai 1,9 juta ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 22,58% dari tahun sebelumnya yang hanya 1,55 juta ton. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, importasi plastik dan barang dari plastik selama Januari sampai April 2013 naik 11,7% secara year on year menjadi US$ 2,48 miliar. Adapun impor di periode sebelumnya tahun 2012 sebesar US$ 2,22 miliar. Sedangkan impor plastik bulan April 2013 sebesar US$ 688,9 juta, naik 9% dari impor Maret 2013 yang tercatat sebesar US$ 631,6 juta. Melihat dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasar Indonesia untuk produk plastik masih terbuka sangat luas.permintaan untuk produk plastik dan barang jadi dari plastik cukup tinggi sehingga dibutuhkan jumlah produksi plastik yang memadai agar Indonesia tidak perlu lagi mengimpor produk plastik dari luar Negeri.Dengan jumlah pabrik penghasil plastik di Indonesia yang cukup banyak, penting bagi setiap perusahaan untuk memiliki competitive advantage agar tidak kalah bersaing dengan perusahaan lainnya.ada beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan perusahaan dalam industri.ada faktor eksternal, seperti kondisi ekonomi, teknologi, dan hukum, serta faktor internal, seperti sistem dan management yang ada dalam perusahaan.untuk dapat memenangkan persaingan, Perusahaan harus memiliki sistem operasi yang terencana dan terkontrol dengan baik. Operasional merupakan kegiatan yang sangat penting dalam perusahaan selain kegiatan finance dan marketing. Kegiatan operasional perusahaan harus terlebih dahulu direncanakan dengan baik agar dapat berjalan dengan baik.salah satu cara perencanaan kapasitas produksi adalah dengan pendekatan RCCP (Rough Cut

3 Capacity Planning). RCCP adalah suatu pendekatan perencanaan kapasitas produksi untuk jangka menengah dan jangka panjang.rccp mengalokasikan kebutuhankebutuhan kapasitas untuk departemen-departemen kerja, individu, atau work centerberdasarkan data beban kerja di masa lalu. Teknik ini digunakan untuk menjelaskan/ verifikasi kapasitas pada setiap work center dimana dilakukan perbandingan antara beban mesin yang dibutuhkan dengan kapasitas yang tersedia pada setiap work center. PT. Yuansa Abadi Lestari merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam industri pembuatan plastik.perusahaan yang beroperasi sejak Maret 1994 ini berlokasi di Jl. Ciherang Sawah No. 79 RT.003, Ciherang Dramaga, Bogor.Jenis plastik yang diproduksi oleh perusahaan ini adalah plastik polyethylene atau yang umumnya disebut sebagai plastik bening.plastik jenis ini biasanya digunakan sebagai pembungkus, baik untuk pembungkus makanan-minuman, onderdil kendaraan, maupun benda-benda lainnya.saat ini, PT. Yuansa Abadi Lestari masih hanya melakukan bisnis dengan sistem B2B (Business to Business) dimana produk plastik yang dihasilkannya hanya disuplai ke beberapa perusahaan yang sudah menjalin kerjasama.pilihan jenis plastik yang disediakan oleh PT. Yuansa Abadi Lestari ini dapat disesuaikan dengan keinginan konsumen.plastik dapat dicetak dengan ketebalan, ukuran, bentuk, dan printing yang sesuai dengan permintaan konsumen. Berdasarkan wawancara awal yang dilakukan dengan kepala pabrik PT. Yuansa Abadi Lestari, Bapak Ukas, diketahui bahwa perusahaan sering mengalami kendala untuk menentukan jumlah produksi yang optimum karena jumlah permintaaan yang berfluktuasi.akhirnya perusahaan jadi kesulitan untuk memenuhi jumlah permintaan dari konsumen ketika jumlah permintaan melonjak tinggi dan tidak sebanding dengan kapasitas produksi perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

4 Tabel 1.2 Jumlah Produksi dan Permintaan PT. Yuansa Abadi Lestari Bulan Permintaan (Kg) Jumlah Produksi (Kg) Selisih (Kg) Januari 2013 27391 27334-57 Februari 2013 37925 27629-10296 Maret 2013 30396 29405-991 April 2013 30459 28941-1518 Mei 2013 38234 28074-10160 Juni 2013 34995 28374-6621 Juli 2013 30003 26250-3753 Agustus 2013 32658 28056-4602 September 2013 37804 27537-10267 Oktober 2013 27961 26925-1036 November 2013 38108 27083-11025 Desember 2013 25064 24112-952 Januari 2014 32750 29361-3389 Februari 2014 30695 28583-2112 Maret 2014 31581 27021-4560 April 2014 31447 26451-4996 Mei 2014 37504 28259-9245 Juni 2014 32772 29458-3314 Juli 2014 38991 29413-9578 Agustus 2014 39432 27352-12080 September 2014 35029 26480-8549 Total 701199 582098-119101 Sumber: PT. Yuansa Abadi Lestari (2014) Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa dalam 21 bulan terakhir, jumlah permintaan plastik pada PT. Yuansa Abadi Lestari selalu melebihi jumlah produksinya. Untuk memudahkan membandingkan tabel, berikut adalah grafik yang menggambarkan perbedaan jumlah produksi dan jumlah permintaan pada PT. Yuansa Abadi Lestari:

5 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Perbandingan Jumlah Produksi dan Jumlah Permintaan Januari 2013 Februari 2013 Maret 2013 April 2013 Mei 2013 Juni 2013 Juli 2013 Agustus 2013 September 2013 Oktober 2013 November 2013 Desember 2013 Januari 2014 Februari 2014 Maret 2014 April 2014 Mei 2014 Juni 2014 Juli 2014 Agustus 2014 September 2014 Jumlah Produksi Permintaan Sumber: PT. Yuansa Abadi Lestari (2014) Gambar 1.1 Jumlah Produksi dan Permintaan PT. Yuansa Abadi Lestari Selain karena perusahaan belum menerapkan metode peramalan untuk memprediksi jumlah permintaan pada periode berikutnya, kesulitan memenuhi permintaan perusahaan ini juga dikarenakan oleh masalah proses produksi seperti keterbatasan bahan baku, kekurangan tenaga kerja, kapasitas mesin danperencanaan kerja yang belum terstruktur. Perusahaan sering kali terlambat memenuhi pesanan atau bahkan menolak pesanan plastik dari konsumen.hal tersebut mengakibatkan perusahaan tidak dapat memperoleh keuntungan sesuai dengan yang di harapkan.perusahaan juga menjadi sulit untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen.jika masalah tersebut tidak diselesaikan dan terus berlanjut, akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Dengan mengacu pada permasalahan tersebut, PT. Yuansa Abadi Lestari membutuhkan solusi untuk perencanaan jumlah produksi dan alternatif produksi yang dapat meningkatkan keefektifan dan keefisienan aktivitas produksi perusahaan.tujuan dari perencanaan dan alternatif produksi tesebut adalah untuk meminimalkan biaya produksi dan mengoptimalkan jumlah produksi berdasarkan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan agar perusahaan dapat memenuhi permintaan plastik dari konsumen serta memaksimalkan keuntungan perusahaan.

6 Dari uraian latar belakang masalah di atas, peneliti menilai perlu di lakukan penelitian mengenai cara mengoptimalkan jumlah produksi dengan kapasitas produksi yang dimiliki dengan cara mengalokasikan sumber daya yang dimiliki secara tepat sehingga dapat meminimalkan biaya produksi dan juga dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen dengan baik pada PT. Yuansa Abadi Lestari. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan rough cut capacity planning sebagai metode perencanaan produksi yang dinilai peneliti dapat membantu menyelesaikan masalah kekurangan kapasitas produksi pada PT. Yuansa Abadi Lestari. Dengan demikian, penelitian ini akan di beri judul Perencanaan Optimalisasi Kapasitas Produksi dengan Metode Rough Cut Capacity Planning (Studi Kasus: PT. Yuansa Abadi Lestari). 1.2 Formulasi Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka masalah yang akan diteliti dalam skripsi ini adalah: 1. Metode peramalan apa yang paling tepat digunakan untuk menentukan jumlah permintaan plastik yang harus dipenuhi oleh PT. Yuansa Abadi Lestari pada periode mendatang? 2. Apa masalah yang menyebabkan PT. Yuansa Abadi Lestari sulit untuk memenuhi jumlah permintaan plastik konsumen? 3. Rekomendasi alternatif strategi apa yang paling tepat untuk mengatasi masalah produksi pada PT. Yuansa Abadi Lestari? 1.3 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dari penelitian ini adalah pada proses perencanaan produksi untuk mengoptimalkan kapasitas produksi sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan produksi dan meminimalkan biaya produksi pada PT. Yuansa Abadi Lestari. Peneliti memberi usulan perencanaan kapasitas produksi untuk PT. Yuansa Abadi Lestari dengan mempertimbangkan berbagai hal dalam perusahaan.data yangakan diolah antara lain:data kebijakan perusahaan, data sumber daya perusahaan, data biaya, dan data permintaan historis. Data yang digunakan adalah data untuk keseluruhan produk, tanpa membedakan ukuran, berat maupun bentuk produk. Di dalam peneliti ini akan dilakukan peramalan untuk permintaan konsumen

7 untuk periode mendatang menggunakan data permintaan di masa lalu sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan kapasitas, kemudian dilanjutkan dengan melakukan perencanaan kapasitas produksi dengan metode rough cut capacity planning untuk memilih alternatif strategi perencanaan yang tepat untuk mengoptimalkan kapasitas produksi dan menekan biaya produksi. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Menentukan metode peramalan yang paling tepat digunakan untuk menentukan jumlah permintaan plastik yang harus dipenuhi oleh PT. Yuansa Abadi Lestari pada periode mendatang. 2. Mengetahui masalah yang menyebabkan PT. Yuansa Abadi Lestari sulit untuk memenuhi jumlah permintaan plastik konsumen. 3. Menentukan alternatif strategi yang paling tepat untuk mengatasi masalah produksi pada PT. Yuansa Abadi Lestari. 1.5 Manfaat Penelitian Melalui penelitian ini, peneliti mengharapkan manfaat-manfaat sebagai berikut: a. Bagi PT. Yuansa Abadi Lestari Hasil penelitian dapat digunakan untuk mengetahui jumlah produksi yang optimal dan meminimalisasi biaya produksi dengan mengalokasikan sumber daya yang dimiliki perusahaan secara efektif dan efisien sehingga dapat menyelesaikan permasalahan kapasitas produksi pada perusahaan serta dapat menjadi bahan masukan bagi perusahaan dalam proses pengambilan keputusan sehingga perusahaan dapat terus bertumbuh. b. Bagi Pembaca Untuk memberikan gambaran umum pengaplikasian perencanaan kapasitas produksi dengan metode rought cut capacity planning dalam kegiatan produksi untuk mengatasi masalah kekurangan kapasitas produksi serta menjadi tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan yang baru bagi pembaca.

8 c. Bagi Peneliti Peneliti dapat menambah ilmu dan wawasan mengenai ilmu management perencanaan produksi serta dapat mengaplikasikan teori yang pernah didapat selama proses perkuliahan kedalam penelitian secara langsung. 1.6 State of the Art Berikut adalah hasil penelitian sebelumnya atau artikel terdahulu yang berasal dari jurnal ilmiah yang dirangkum dalam bentuk tabel: Tabel 1.3 State of the Art No Judul Jurnal Pengarang Hasil 1. K-th Moving, Tsokos, Chris Weighted, P. Exponential Moving Average for Time Series Forecasting Models; European Journal of Pure and Applied Mathematics. Vol. 3, No. 3, 2010, p.406-416 2. Monthly Load Forecasting Model Considering Seasonal Decomposition and Calendar Effects; The International Conference on Electrical Engineering. 2009. Zhang, Ning; Kang, Chongqing; Xia, Qing Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi keefektifan dari pengembangan model peramalan dari realisasi nonstasionari ekonomi menggunakan k- th moving average, k-th weighted moving average, dan k-th exponential weighted moving average process. Pada seluruh kasus percobaan, model baru memberikan hasil peramalan jangka pendek yang lebih baik dibandingkan dengan model ARIMA. Musiman dan efek kalender adalah faktor umum yang menghasilkan kesalahan peramalan, namun hal itu sering kali tidak dianggap penting sehingga mengurangi keakuratan hasil peramalan. Studi ini mengembangkan metode baru yang mempertimbangkan dekomposisi musiman dan regresi efek kalender. Penelitian ini mengadopsi pendekatan moving average dan least-square regression. Hasil akhirnya adalah kombinasi dari seluruh hasil peramalan.

9 Tabel 1.4 Lanjutan State of the Art No Judul Jurnal Pengarang Hasil 3. The Capacity Planning Problem in Make-to-Order Enterprises. Mathematical and Computer Modelling. 50, 2009, p.1461-1473 4. Decision Support System (DSS) for Capacity Planning: A Case Study. International Journal of Advance Research in Computer Science and Management Studies. Vol. 1, Issue 4, September 2013. Chen, Chin- Sheng; Mestry, Siddharth; Damodaraan, Purushothaman; Wang, Chao Angalakuditi, Jawahar Babu dan Kurnool, Rajagopal Penelitian ini mempelajari mengenai masalah perencanaan kapasitas jangka pendek pada lingkungan operasi make-to-order. Dengan keterbatasan kapasitas yang dimiliki pada setiap tipe sumber daya, penelitian ini berusaha untuk mengoptimalkan rencana kapasitas sesuai dengan kebutuhan untuk sepanjang waktu perencanaan. Dalam penelitian ini dikemukakan bahwa proses perencanaan kapasitas adalah proses menentukan kebutuhan orang, mesin, dan sumber daya fisik untuk mencapai tujuan produksi perusahaan. Dengan adanya kekurangan kapasitas atau kelebihan kapasitas, keuntungan dari sistem perencanaan dan kontrol manufaktur yang efektif tidak akan terpenuhi. Untuk itu diperlukan adanya Master Production Schedule (MPS). Rough Cut Capacity Planning digunakan untuk menguji MPS yang ditawarkan pada work center, departemen, dan mesin yang penting.

10 Tabel 1.5 Lanjutan State of the Art No Judul Jurnal Pengarang Hasil 5. Perencanaan Hutagalung, Penelitian ini mengenai perencanaan Kebutuhan Ira Rumiris; kapasitas produksi dengan metode Kapasitas Produksi Rambe, A. Rough Cut Capacity Planning (RCCP) pada PT. XYZ. E- Jabbar M.; pada PT. XYZ yang memproduksi Journal Teknik Nazlina peralatan rumah tangga dari bahan Industri FT USU. Vol.2, No.1, Mei 2013, p.15-23 stainless steel. Perusahaan ini sering tidak mampu memenuhi permintaan konsumen karena jumlah produk jadi dan jumlah permintaan tidak sesuai. Setelah diolah dengan RCCP, diperoleh bahwa ada 3 work center yang mengelami kekurangan kapasitas produksi. Kemudian diusulkan alternatif perencanaan kapasitas produksi pada work center yang bermasalah tersebut yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan sebesar 31.06%.