PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK GIFTED DI INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
KONSEPSI PENDIDIKAN ANAK BERBAKAT

PERANAN ORANGTUA DAN PENDIDIK DALAM MENGOPTIMALKAN POTENSI ANAK BERBAKAT AKADEMIK (ABA)

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan termasuk memperoleh pelayanan pendidikan. Hak untuk. termasuk anak yang memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Masa usia sekolah dasar merupakan masa akhir kanak-kanak yang. berkisar antara enam tahun sampai dua belas tahun, dimana anak mulai

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. hidup sehingga pendidikan bertujuan menyediakan lingkungan yang memungkinkan

MENCERMATI RUUSPN DIKAITKAN DENGAN MASA DEPAN PENDIDIKAN BANGSA. Oleh Rochmat Wahab

BAB V PENUTUP. 1. Layanan Konseling Individual Bagi Siswa Kelas Akselerasi. a. Guru bimbingan dan konseling dalam layanan konseling individual

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi

PENGERTIAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN adalah tugas - tugas yang harus dilakukan oleh seseorang dalam masa-masa tertentu sesuai dengan norma-norma masyar

Manajemen program akselerasi belajar: studi kasus di SMA Negeri 3 Jombang / Iva Faradiana

1. Sekolah khusus Yaitu semua siswa yang belajar di sekolah ini adalah siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa

Rita Eka Izzaty Staf Pengajar FIP-BK-UNY

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Etika Khaerunnisa, 2013

BAB 1 PENDAHULUAN. education). Pendidikan sangat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. potensi intelektual dan sikap yang dimilikinya, sehingga tujuan utama

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah internasional adalah sekolah yang melayani siswa yang berasal dari sejumlah

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT

2016 PROGRAM PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSI SISWA BERBAKAT DI KELAS AKSELERASI SMA X MEDAN

2014 PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE KUIS TIM UNTUK ENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN SELF-CONFIDENCE SISWA SMP

BAB II KAJIAN TEORETIS. A. Deskripsi Konseptual Dan Subfokus Penelitian 1. Pengertian Layanan Bimbingan dan Konseling Belajar

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan atau skill yang dapat mendorongnya untuk maju dan terus

Sikap Mental Wirausaha (Inovatif, Kreatifitas, Motivasi, Efektif dan Efisien) Kuliah 3

I. PENDAHULUAN. oleh pihak yang mengelola pelaksanaan pendidikan dalam hal ini adalah sekolah.

MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI DUKUNGAN ORANGTUA PADA SISWA SMA SKRIPSI

KEBIJAKAN UNIVERSITAS TENTANG PENYELENGGARAAN KELAS INTERNASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan perilaku maupun sikap yang diinginkan. Pendidikan dapat

1 Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang harus. dikembangkan sejak dini agar dapat berkembang secara optimal.

BAB I PENDAHULUAN. No. Daftar 1 : 185/S/PGSD-Reg/8/Agustus/2014

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi suatu bangsa. Dengan adanya

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi. manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya

BAB V PENUTUP. a. Bahwa Kepemimpinan Transformasional yang berlangsung pada. Kepala Madrasah menjadi pemimpin yang kharismatik.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rini Restu Handayani, 2013

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia dari masa ke

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

JURNAL PENDIDIKAN AKUNTANSI INDONESIA Vol. VI. No. 2 Tahun 2008 Hal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi

I. PENDAHULUAN. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal, yang masih

PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI KEBIJAKAN LEADER CLASS DI DAERAH CILACAP. Oleh : Ma rifani Fitri Arisa

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Peran pendidikan sangat dibutuhkan dalam mempersiapkan dan

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era globalisasi yang terjadi saat ini ditandai dengan adanya

BAB I PENDAHULUAN. pilar yaitu, learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live

BAB 1 PENDAHULUAN. perlu untuk ditingkatkan dan digali sebesar-besarnya karena hal tersebut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tingkat pekerjaan yang sesuai. Serta mengimplementasikan pilihan karir

BAB I PENDAHULUAN. kata, mahasiswa adalah seorang agen pembawa perubahan, menjadi seorang

STANDARDISASI KOMPETENSI PROFESI KONSELOR ISLAMI DI SEKOLAH/MADRASAH. Oleh ROCHMAT WAHAB Dosen FIP Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. menumbuhkembangkan kemampuan dan pribadi siswa yang sejalan dengan tuntutan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB V PEMBAHASAN. Pada bab ini diuraikan tentang: a) pengaruh kreativitas mengajar guru SKI

ISU-ISU PENDIDIKAN DIY Oleh Dr. Rochmat Wahab, MA

A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

2015 MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN LOGIS MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP MELALUI LEARNING CYCLE 5E DAN DISCOVERY LEARNING

BAB I PENDAHULUAN. dilepaskan dari proses belajar mengajar di sekolah, sebab sekolah. Dalam pembelajaran atau proses belajar mengajar di sekolah

BAB I PENDAHULUAN. dimana individu mengalami perubahan dari masa kanak-kanak menuju. dewasa. Dimana pada masa ini banyak terjadi berbagai macam

BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik

PENDAHULUAN Latar Belakang

Permasalahan Anak Berbakat Di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. adalah selalu ingin terjadi adanya perubahan yang lebih baik. Hal ini tentu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. melibatkan berbagai pihak yang terkait secara bersama-sama dan bersinergi

BAB II LANDASAN TEORI. bekerja yang ditandai secara khas dengan adanya kepercayaan diri, motivasi diri

ORGANISASI INOVATIF. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa kanak-kanak dapat dikatakan sebagai masa yang penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pembelajaran memungkinkan siswa bersosialisasi dengan. menghargai perbedaan (pendapat, sikap, dan kemampuan prestasi) dan

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah individu yang selalu belajar. Individu belajar berjalan, berlari,

BAB I PENDAHULUAN. bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi, misi, tujuan dan strategi agar sesuai

1 Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pendidikan yang dilakukan pemerintah saat ini sangatlah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan bagi bangsa. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dalam segi

BAB I PENDAHULUAN. Deasy Yunika Khairun, Layanan Bimbingan Karir dalam Peningkatan Kematangan Eksplorasi Karir Siswa

Akselerasi 05/23/11. A. Konsep Cerdas Istimewa

Standar Mahasiswa & Pengelolaan Alumni STIKES HARAPAN IBU

PERSEPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FISE UNY TERHADAP PROFESIONALITAS GURU BERDASARKAN UNDANG- UNDANG GURU DAN DOSEN NO 14 TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Masa akhir anak-anak berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba

APA KOMPETENSI DOSEN SEBAGAI PENDIDIK? Sunaryo Kartadinata

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. diabaikan, yang jelas disadari bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor

Transkripsi:

PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK GIFTED DI INDONESIA Oleh : Rochmat Wahab Staf Pengajar Jurusan PLB FIP UNY

PENGANTAR PENGALAMAN REFORMASI PENDIDIKAN AS SEBAGAI RESPON TERHADAP PRESTASI RUSIA YANG MELUNCURKAN SPUTNIK KEMAJUAN IPTEKS MALAYSIA, SINGAPURA, DAN NEGARA ASIA LAINNYA MENGGELITIK BANGSA INDONESIA UNTUK BANGKIT DARI KONDISI NATION AT RISK UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL. PERHATIAN TERHADAP ANAK GIFTED YANG LEBIH SERIUS DAN MELUAS TELAH MENEMUKAN HASIL YANG RELATIF MEMBANGGAKAN MELALUI PROGRAM AKSELERASI DI SEMUA JENJANG, WALAU MASIH JAUH DARI MEMUASKAN UNTUK DAPAT MENYELAMATKAN BANGSA INDONESIA KE DEPAN, KIRANYA PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK GIFTED PERLU DIKEMBANGKAN LEBIH MELUAS LAGI.

MAKNA KEBERBAKATAN (GIFTEDNESS) PEMAHAMAN MAKNA KEBERBAKATAN DIPENGARUHI OLEH KONTEKS SOSIAL-BUDAYA. KEBERBAKATAN LEBIH BERSIFAT MULTI FACETS DAN DAPAT EKSIS DALAM SATU ATAU BEBERAPA BIDANG KEMAMPUAN. SISWA GIFTED MENUNJUKKAN KEMAMPUAN LUAR BIASA PADA FASE-FASE PERKEMBANGANNYA YANG BERBEDA DAN KEMAMPUAN INI DAPAT DISERTAI OLEH KOMITMEN AKAN TUGAS DAN KREATIVITAS. KEBERBAKATAN BERSIFAT DEVELOPMENTAL DAN MENJADI NAMPAK PADA FASE KEHIDUPAN YANG BERBEDA. SETIAP INDIVIDU MEMILIKI KUALITAS YANG SPESIFIK (BERSIFAT UNIK), SEMENTARA KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK UMUM DAPAT DIIDENTIFIKASI. SISWA GIFTED DAPAT DITEMUKAN DI SEMUA KELOMPOK SOSIOEKONOMIK, KULTURAL, DAN KECACATAN. BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POTENSI SISWA, DIANTARANYA: PENGHARGAAN DARI BUDAYA SENDIRI, KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN PRESTASI, PENGEMBANGAN KONSEP DIRI YANG POSITIF, DAN DUKUNGAN KELUARGA, MASYARAKAT, DAN SEKOLAH.

KEMAMPUAN DI ATAS RATA-RATA KREATIVITAS KOMITMEN AKAN TUGAS YANG MEMBUAT KEBERBAKATAN (RENZULLI, 1986)

KEMAMPUAN DI ATAS RATA-RATA KEMAMPUAN UMUM (KECERDASAN): Tingkat berpikir abstrak yang tinggi, penalaran numerikal, hubungan spasial, ingatan, kelancaran kata. verbal dan Adaptasi terhadap dan pembentukan situasi baru dalam lingkungan eksternal. Automatisasi pemrosesan informasi. KEMAMPUAN SPESIFIK (BAKAT): Aplikasi berbagai kombinasi kemampuan umum di atas terhadap bidang-bidang yang lebih spesifik (Mis. Matematika, Sain, Seni, kepemimpinan) Kemampuan memperoleh dan membuat penggunaan yang tepat sejumlah pengetahuan formal, teknik, dan strategi di dalam menyelesaikan masalah-masalah tertentu. Kemampuan untuk memilih informasi yang relevan dan tak relevan dengan problem atau bidang studi tertentu

KOMITMEN AKAN TUGAS KEMAMPUAN UNTUK TINGKAT TINGGI TERHADAP MINAT, ANTUSIASME DAN KETERLIBATAN DENGAN SUATU PROBLEM ATAU BIDANG STUDI TERTENTU. KETEKUNAN, DAYA TAHAN, KETETAPAN HATI, KERJA KERAS, DAN PENGABDIAN. KEPERCAYAAN DIRI, ADANYA KEYAKINAN MAMPU MELAKSANAKAN PEKERJAAN YANG PENTING, BEBAS DARI RASA INFERIOR, KEINGINAN KUAT UNTUK BERPRESTASI. KEMAMPUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI MASALAH- MASALAH DI BIDANG-BIDANG TERTENTU. MENETAPKAN STANDAR YANG TINGGI TERHADAP PEKERJAAN; MEMELIHARA KETERBUKAAN DIRI DAN KRITIK EKSTERNAL; MENGEMBANGKAN RASA ESTETIS, KUALITAS DAN KEUNGGULAN TENTANG PEKERJAANNYA SENDIRI DAN PEKERJAAN ORANG LAIN.

KREATIVITAS KELANCARAN, KELUWESAN, DAN KEASLIAN DALAM BERPIKIR KETERBUKAAN TERHADAP PENGALAMAN; RESEPTIF TERHADAP APA YANG BARU DAN BERBEDA DALAM PIKIRAN, TINDAKAN, DAN PRODUK DIRINYA SENDIRI DAN ORANG LAIN. INGIN TAHU, SPEKULATIF, DAN BERPETUALANGAN; KEINGINGINAN UNTUK MENGHADAPI RESIKO BAIK DALAM PIKIRAN MAUPUN TINDAKAN. SENSITIF TERHADAP KARAKTERISTIK IDE DAN SESUATU YANG RINCI DAN ESTETIK; KEINGINAN UNTUK BERTINDAK DAN BEREAKSI TERHADAP STIMULASI EKSTERNAL, IDE-IDE DAN PERASAANNYA SENDIRI.

PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK GIFTED KESAMAAN (EQUITY) BAGI ANAK GIFTED ANAK BERBAKAT MEMERLUKAN DUKUNGAN KHUSUS ANAK BERBAKAT MEMPEROLEH KEUNTUNGAN DAN KEPUASAN. MASYARAKAT, BANGSA, DAN MANUSIA SECARA KESELURUHAN MEMPEROLEH KEUNTUNGAN DAN KEPUASAN. ANAK GIFTED MEMERLUKAN SISTEM PENDIDIKAN TERSENDIRI UNTUK BERKEMBANG OPTIMAL.

PENDIDIKAN ANAK GIFTED DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HISTORIS 1970-AN PEMBERIAN BEASISWA BAGI ANAK BERPOTENSI DAN PENERAPAN CONTIOUS PROGRESS 1980-AN PERIODE PERINTISAN LAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK GIFTED AKADEMIK 1982-1986 1990-AN PERIODE PERLUASAN KONSEP DAN PRAKTEK DENGAN BERDIRINYA SEKOLAH-SEKOLAH UNGGUL. 2000-AN PERIODE PENGEMBANGAN LAYANAN BAGI ANA GIFTED AKADEMIK MELALUI PROGRAM AKSELERASI

PROGRAM PERCEPATAN BELAJAR (AKSELERASI) SEBAGAI MODEL ALTERNATIF Efisiensi belajar meningkat. Efektivitas belajar meningkat. Pengakuan dan penghargaan terhadap kemampuan dan prestasi. Pilihan eksplorasi akademik meningkat. Dimungkinkannya siswa mendapatkan kelompok teman sebaya yang baru. Waktu untuk karirnya meningkat. Produktivitasnya meningkat.

ARGUMENTASI BAGI PENENTANG Kebosanan yang dihasilkan dari kurangnya tantangan dapat dieliminasi dengan cara yang lain dan lebih baik, yaitu dengan cara pemnfaatan waktu di kelas pengayaan. Siswa-siswa yang lebih muda secara intelektual matang, tetapi secara sosial dan emosional tidak diuntungkan, sehingga ada kecenderungan kesempatan untuk kepemimpinan di bidang non akademik lainnya mungkin saja ditolak, karena ketidakmatangan bidang fisik dan sosial. Karena kecepatan kematangan berbeda, perkembangan anak mungkin berhenti. Karena itu dia mungkin tidak siap mengikuti kemajuan yang cepat di dalam beberapa bidang perkembangan. Kesenjangan yang serius dapat menyebabkan penampilan yang lebih lambat. Anak-anak akan dirampok masa kekanak-kanakan dan mereka mungkin akan mati sebelum menyelesaikan sekolahnya. Akselerasi tidak dilihat sebagai program bagi anak gifted. Ini meninggalkan siswa sebagai seorang penerima ilmu yang pasif daripada sebagai pembuat keputusan yang aktif jika siswa tidak diberi kesempatan mengatakan apa yang dipelajari dan bagaimana pengetahuan dipelajari, tetapi hanya membuat keputusan yang mengasumsikan beban kerja tambahan. Beberapa siswa memiliki gaya pribadi dan belajar yang lebih cocok dengan pengayaan daripada percepatan.

REALITAS PROGRAM AKSELERASI DAN PROBLEMATIKANYA SECARA FAKTUAL TELAH TERJADI PRAKTEK PROGRAM AKSELERASI SECARA INFORMAL MELALUI LOMPAT KELAS, MASUK SD LEBIH AWAL, MAJU BERKELANJUTAN, DSB. SECARA FORMAL ADA PROGRAM AKSELERASI DENGAN PEMADATAN KURIKULUM. PRO: PROGRAM AKSELERASI MERUPAKAN SUATU CONDITIO SINE QUA NON, SEBAGAI KONSEKUENSI POTENSI YANG DIMILIKI KONTRA: PROGRAM AKSELERASI DAPAT MENJADIKAN ANAK EGOSI, MASA REMAJA HILANG. ALTERNATIF SOLUSI: PERLUNYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI DAN SOSIAL.

MODEL ALTERNATIF LAIN UNTUK PENGELOLAAN ANAK GIFTED MODEL PENGAYAAN SBG ALTERNATIF UNTUK TINGKAT SD DAN SM DAPAT DIKEMBANGKAN: (1) Belajar mandiri (independent study), (2) kesempatan untuk belajar cepat dan melakukan tes lebih awal, sehingga waktunya bisa digunakan untuk mempelajari unit yang sama lebih mendalam dan matari lain yang diminati, (3) menerapkan proses berpikir tingkat yang lebih tinggi, (4) menghadirkan pembicara tamu, (5) menjadi mentor sebaya, (6) memberikan materi untuk tingkat yang lebih tinggi. SEMENTARA ITU UNTUK SEKOLAH MENENGAH DAPAT DIKEMBANGKAN JUGA: (1) sumber-sumber materi untuk tingkat perguruan tinggi, (2) pendidikan karir berbasis masyarakat, (3) program pertukaran, dan (4) The International Baccaloureate yang merupakan program standar internasional.

SEKIAN TERIMA KASIH