E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

dokumen-dokumen yang mirip
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI BERMAIN PANCING ANGKA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN BOLA BOCCE PADA ANAK AUTIS DI SLB INSAN MANDIRI DLINGO JURNAL SKRIPSI

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1 SAMPAI 10 MELALUI MEDIA KALUNG BERANGKA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VB MELALUI PENDEKATAN PAILKEM DI SDN 29 GANTING UTARA KOTA PADANG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka 1 Sampai 5 Melalui Media Power Point bagi Anak Down Syndrom (Single Subject Research

,, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas BungHatta

Pendahuluan. Keywords: Mastery Learning, Student Activities, Result Of Learning

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SEKILAS DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PREVIEW, READ, REVIEW (P2R) SISWA KELAS IV SD KARTIKA 1-10 PADANG

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS II PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENDEKATAN TEMATIK DI SDN 16 SINTUK TOBOH GADANG PADANG PARIAMAN

PENINGKATAN AKTIVITAS BERTANYA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS VA SD PERTIWI 3 PADANG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP DI SDN 07 GURUN LAWEH NANGGALO PADANG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK DENGAN PERMAINAN ULAR TANGGA DI KB ABC BLORONG

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SDN 20 PASAMAN

Joyful Learning Journal

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Eksperimen Di SD. OLEH ERMALINDA Abstrak

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT DI MI AL ISLAM KALISALAK KECAMATAN SALAMAN KABUPATEN MAGELANG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES SISWA KELAS II B

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS VI SDN PURO PAKUALAMAN ARTIKEL SKRIPSI

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KERTAS ORIGAMI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI SDN 11 PINANG SINAWA KABUPATEN SOLOK SELATAN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MEDIA GRAFIS JURNAL. Oleh AZKA FALAIH RIZQIYANA SARENGAT DARSONO

PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS TEKS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh ADE ISLAMIATI NPM:

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL MELALUI MEDIA HURUF KERTAS AMPELAS BAGI ANAK DWON SYNDROME DI SLB SABILUNA PARIAMAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS III SD

PENINGKATAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK MELALUI TARI KE SAWAH DI TAMAN KANAK-KANAK TOYIBAH TALAWI

Penggunaan Media Gambar PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

Program Studi PGSD, Universitas Sebelas Maret

PENERAPAN MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN TAMAN 3 MADIUN

Joyful Learning Journal

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARASI MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT SENTENCE JURNAL. Oleh ENDANG SRI JAYANTI SUWARJO SITI RACHMAH S

PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA BAHASA INGGRIS MELALUI BERNYANYI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 BULUKUMBA

Model Cooperative Learning Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG CERITA MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR

PENERAPAN METODE FUN LEARNING PADA PEMBELAJARAN PKn UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN 20 KUMANIS KABUPATEN SIJUNJUNG

PENGGUNAAN MEDIA VISUAL PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU JURNAL. Oleh FENTI MIFTAHUL JANNAH ASMAUL KHAIR RAPANI

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI ISI CERITA MELALUI METODE DISKUSI SISWA KELAS IV SDN NO. 2 TIBO KEC. SINDUE TOMBUSABORA

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS IV MELALUI MODEL COMPLETE SENTENCE DI SDN 46 KOTO PANJANG PADANG

Nikmatu Rohma Universitas Negeri Malang

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SD NEGERI I NGERANGAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION

Key Words: map board media, social science learning achievement, ethnic and culture diversity in Indonesia

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS V-A PADA PEMBELAJARAN PKn DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT DI SDN 01 KOTO BALINGKA

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA CD. Ustadiyatun Program Pascasarjana PIPS Universitas PGRI Yogyakarta

PREZI INNOVATION USAGE TO INCREASE 10 TH BOGA CLASS STUDENT LEARNING MOTIVATION IN SANITATION, HYGIENE & SAFETY LEARNING SUBJECT IN SMKN 4 SURAKARTA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMATIK MODE PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING SISWA KELAS II SD NEGERI TEBING TINGGI

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS III SDN GRENDEN 02 PUGER JEMBER

PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA TEMA KEGIATAN SEHARI-HARI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Yusliana 1) 1 SDN 18 Lembah Melintang. Keywords: Interest in Learning, Teaching PE, learning model demonstration

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI KELAS IV SDN 01 PAYAKUMBUH BALAI GADANG.

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh: CICILIA CIKITA ABSES NPM

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI MODEL KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE KELAS III SD

Murniati 1,sainab 2. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, IPA Terpadu, Model Pembelajaran Aktif, dan Quiz Team

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN PKn DENGAN METODE QUANTUM TEACHING DI SD NEGERI 32 LUBUK ALUNG. Erni, Nurharmi, Yulfia Nora

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KREATIF PRODUKTIF UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA JURNAL. Oleh

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGRAAN

Kata Kunci: Media Powerpoint, Pembelajaran IPA, Paket B

METODE BUZZ GROUP DISERTAI MEDIA KELERENG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SD NEGERI BINJAI UTARA

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE BRAINSTORMING JURNAL OLEH SEPTI WULANDARI SUGIYANTO SYAIFUDDIN LATIF

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERYLEARNING UNTUK MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGARANG MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SLB B KARNNAMANOHARA YOGYAKARTA

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE CO-OP CO-OP DI SDN 33 PASAMAN

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN MANUKAN KULON SURABAYA Sudarmadji

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD N 16 PADANG BESI DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN

Darmawati, Imam Mahadi dan Ria Syafitri Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau Pekanbaru ABSTRACT

Transkripsi:

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK AUTIS DALAM MENGENAL JENIS-JENIS PEKERJAAN MELALUI MEDIA POWER POINT (Penelitian tindakan Kelas di SLB Autis Harapan Bunda Padang) Oleh: NURLENI Abstract. This research aim to the 1) Description of execution of study improve to recognize work types by using power point of medium at autis of child SLB Autis Harapan Bunda Padang. 2) Please prove that media of power point can imporove ability recognize work type by using power point medium autis of child in SLB Autis Harapan Bunda Padang. This research by using method classroom action research collaboration with coleage. Data collected by observatin and tes technique, later than analysed qualitative and quantitative. Result of research indicate that 1) study process recognize work type with two cycle. Cycle one seven times meeting which early with activity of planning, final activity and execution. Cycle two the four of times. 2) Result of study recognize work type with power point of medium tes early value A (10) while I still (0). Cycle I assess ability recognize type work of child mount namely: both child (A dan I) obtaining 70. While cycle II increase to mount A obtaining (100) and I obtaining (90) from five tested work type. Thereby, can be concluded taht media of power point can improve ability recognize w ork type to autis of child class D.III SLB Autis Harapan Bunda Padang. Kata kunci: Anak autis; jenis-jenis pekerjaan; media power point. PENDAHULUAN Anak autis merupakan anak yang mengalami gangguan dalam perkembangan. Anak autis merupakan suatu dimensi kepribadian disadari dengan tingkah laku nonkonformis (tidak beradaptasi dengan lingkungan), tidak menyesuaikan diri, tidak praktis, dan sifat yang cenderung memisahkan diri. menurut Leo Kenner dalam Rudi Sutadi (2003:9) mendefenisikan autism adalah gejala yang didapat pada masa kanak-kanak dengan menggambarkan kesendirian, keterlambatan dalam perkembangan bahasa, menghafalkan sesuatu tanpa berfikir, melakukan aktifitas spontan terbatas, strotip. Akibat keuatisan anak tersebut menurut Hadis (2006:46) mempunyai masalah pada: komunikasi, interaksi sosial, gangguan sensoris, gangguan pola main, gangguan prilaku dan emosi. Anak autis ini seakan-akan ia hidup dalam dunianya sendiri. Gangguan yang dialami anak autis ini menyebabkan anak membutuhkan pendidikan dan layanan khusus supaya mereka dapat mencapai suatu tingkat perkembangan yang utuh dalam kehidupannya. Salah satu materi pembelajaran kelas D.III dalam Kurikulum KTSP mata pelajaran IPS dengan Standar Kompetensi Memahami Jenis Pekerjaan dan Penggunaan Uang, Kompetensi Dasar Mengenal jenis-jenis Pekerjaan serta indikator yang akan dicapai Nurleni Jurusan PLB FIP UNP 338

Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, diberikan pembelajaran agar anak memahami dan mengenal beberapa jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat yang ditemui anak dalam kehidupan sehari-hari misalnya: dokter, guru, nelayan, petani dan sebagainya. Berdasarkan studi pendahuluan dari pengalaman penulis mengajar anak autis kelas D.III SLB Autis Harapan Bunda tanggal 10 Oktober sampai dengan tanggal 13 Oktober 2011 penulis menemukan beberapa masalah diantaranya anak belum dapat menyebutkan, menunjukkan, dan belum dapat membedakan jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat. Hal ini terlihat dari hasil tes yang diberikan kepada anak, misalnya: anak sering salah dalam menyebutkan jenis pekerjaan, pengetahuan anak tentang jenis pekerjaan anak masih sedikit sehingga hasil belajar anak rendah. Kadang anak hanya tahu hasil pekerjaan tapi tidak mengenal nama pekerjaan itu misalnya: anak hanya tahu yang dihasilkan oleh nelayan adalah ikan. Di samping itu, dari hasil asesmen dan pengamatan yang telah dilakukan terhadap anak ketahanan duduknya sudah bagus, dan sudah bisa berkomonikasi dua arah, ketika proses balajar sedang berlangsung siswa (I) lebih banyak bermenung seperti orang berhayal, pandangan suka menerawang (tidak fokus) dan keras hati. Sedangkan siswa yang satu lagi berinisial (A), umur 10 tahun jenis kelamin laki-laki, ketahanan duduk sudah bagus dan sudah bisa berkomonikasi dua arah, ketika proses pembelajaran sedang berlangsung siswa (A) tidak percaya diri dalam menjawab pertanyaan guru sekalipun jawaban dia tersebut benar, ketika proses belajar sedang berlangsung siswa A harus diawasi secara terus-menerus sebab kalau tidak siswa (A) tidak mau melanjutkan apa yang di perintahkan guru dan suka menganggu temanya sendiri. Sehingga anak kurang dapat menyebutkan jenis-jenis pekerjaan. Kerena pada saat pembelajaran berlangsung anak kurang fokus dan harus diawasi terus menerus serta anak cepat bosan. Selama ini guru dalam mengajarkan jenis-jenis pekerjaan dengan media puzle, media gambar. Namun hasilnya belum mencapai tujuan yang diharapkan. Mengatasi permasalahan yang dihadapi anak dalam mengenal jenis-jenis pekerjaan, maka hasil diskusi peneliti dengan teman sejawat ingin mencoba menggunakan media power point dengan program komputer yang biasa digukan untuk presentasi. Menurut Lusi Endang dan Bayu Pratama (2008:5) power point atau microsoft office powerpoint adalah sebuah program computer untuk presentasi yang dikembangkan oleh mikrosoft di dalam paket aplikasi. Power point Nurleni Jurusan PLB FIP UNP 339

dipilih karena penyajian dalam computer dapat menarik perhatian anak baik bentuk, warna maupun lay-outnya bisa dibuat semenarik mungkin, di samping itu power point bisa menampilkan kata-kata dan gambar-gambar, bisa dibentuk dan ditampilkan kapan saja sesuai keinginan. Media power point digunakan untuk mengajarkan jenis-jenis pekerjaan dengan tujuan agar anak lebih cepat mengerti. Karena media sebagai alat bantu guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Cara kerja menggunakan power point sangat mudah bagi guru dan dapat ditampilkan gambar-gambar dan kata-kata yang menarik. Dari hasil pengamatan, anak berminat pada hal-hal yang baru dan menarik. Media power point dapat digunakan dengan mudah, dengan menambah penjelasan secara lisan diharapkan dapat menarik perhatian dan meningkatkan motivasi anak dalam belajar mengenal jenis-jenis pekerjaan. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik mengadakan tindakan dengan menggunakan media power point dengan judul penelitian Meningkatkan Kemampuan Anak Autis Dalam Mengenal Jenis-Jenis Pekerjaan Melalui Power Point di SLB Autis Harapan Bunda Padang. Rumusan permasalahan penelitian yaitu Bagaimanakah meningkatkan kemampuan mengenal jenis-jenis pekerjaan melalui media power point pada anak autis di SLB Autis Harapan Bunda Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan mengenal jenis-jenis pekerjaan melalui media power point pada anak autis di SLB Autis Harapan Bunda Padang dan 2) membuktikan bahwa media power point dapat meningkatkan kemampuan mengenal jenis-jenis pekerjaan pada anak autis di SLB Autis Harapan Bunda Padang. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang penulis digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)) penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa autis dalam mengenal jenis-jenis pekerjaan melalui power point. Variabel pada penelitian ini terdiri dari dua yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan mengenal jenis pekerjaan yakni (bertani, nelayan, guru, dokter dan sopir) dan variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah media power point. Subjek penelitian adalah dua orang anak autis kelas D.III di SLB autis Harapan Bunda yang berinisial I seorang anak laki-laki umur 10 tahun dan A usia 11 tahun jenis kelamin laki-laki serta satu orang guru. Suharsimi Arikunto dalam Nurleni Jurusan PLB FIP UNP 340

penelitian tindakan kelas (2006) penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 rangkaian kegiatan yaitu, perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes. Teknik analisis data yang penulis gunakan bersifat kualitatif dan kuantitatif. Analisis secara kualitatif yang digunakan dengan cara reduksi data, menyajikan dan penarikan kesimpulan. Sedangkan analisis data kuantitatif yaitu berkaitan dengan hasil belajar siswa. Teknik analisa data kuantitatif digunakan persentase, menurut Suharsimi (2007:19) ditentukan sebagai berikut: Jumlah skor yang diperoleh (sudah dibobot) Nilai (%) = --------------------------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal HASIL PENELITIAN 1. Pelaksanaan Siklus I Siklus I dilakukan pada 19 Maret 2012 sampai tanggal 9 April 2012 dengan tujuh kali pertemuan. Pelaksanaan dilakukan melalui alur siklus yakni: 1) Perencanaan I melakukan: menyusun rancangan pembelajaran (RPP), format observasi, format penilaian, merancang pengelolaan kelas dan memotivasi siswaa. 2) Tindakan dilakukan sebanyak tujuh kali pertemuan, setiap pertemuan dilakukan kegiatan awal; inti (membelajaran dengan media power point) dan kegiatan akhir. Setiap pertemuan dilakukan tes. 3) Observasi I: a) Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I berlangsung telah sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Bila anak tidak bisa, maka diberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan anak. b) Segi anak, sudah ada peningkatan tapi belum sempurna. 4) Refleksi data, anak masih kelihatan belum mengerti dan masih kaku dan ragu dalam mengucapkan jenis pekerjaan yang ditanyakan kepada anak. Hal ini disebabkan karena sifat anak autis ini terkadang terfokus dan terkadang acuh terhadap pembelajaran yang diajarkan kepadanya. Oleh sebab itu maka perlu dilanjutkan ke siklus II. 2. Pelaksanaan Siklus II Siklus II dilakukan pada 16 April 2012 sampai tanggal 30 April 2012 dengan lima kali pertemuan. Pelaksanaan dilakukan melalui alur siklus yakni: 1) Perencanaan II Nurleni Jurusan PLB FIP UNP 341

melakukan: menyusun rancangan pembelajaran (RPP), format observasi, format penilaian, merancang pengelolaan kelas dan memotivasi siswaa. 2) Tindakan dilakukan sebanyak lima kali pertemuan, setiap pertemuan dilakukan kegiatan awal; inti (membelajaran dengan media power point) dan kegiatan akhir. Setiap pertemuan dilakukan tes. 3) Observasi II: a) Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II berlangsung telah sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Bila anak tidak bisa, maka diberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan anak. b) Segi anak, sudah ada peningkatan sesuai kemampuan anak. 4) Refleksi data, anak sudah mampu mengenal jenis pekerjaan yang adai di lingungan anak yang diujikan kepadanya. Maka peneliti dan kolaborator sepakat untuk mengakhiri tindakan pada siklus II ini. 3. Analisis Data Hasil Penelitian Hasil analisis data kemampuan anak dalam mengenal jenis-jenis pekerjaan dapat dilihat bahwa hasil asesmen ternyata dari lima jenis pekerjaan yang ada di diujikan, anak autis ini (A) baru memperoleh nilai 10 yakni baru satu jenis pekerjaan (guru) yang dikenal anak dengan bantuan. Sedangkan (I) masih belum ada yang dikenal anak memperoleh nilai (0). Hasil siklus I kemampuan mengenal jenis-jenis pekerjaan anak digambarkan sebagai berikut: Nilai kemampuan mengenal jenis pekerjaan 80 60 40 20 0 20 10 1 2 3 4 5 6 7 Pertemuan 70 A I Grafik 1. Rekapitulasi nilai kemampuan mengenal jenis pekerjaan anak autis setelah diberikan siklus I Berdasarkan grafik A dan I pada akhir pertemuan VII siklus I ini memperoleh nilai paling tinggi yaitu berbagi sama (70). Sebelum diberikan tindakan nilai A dalam Nurleni Jurusan PLB FIP UNP 342

mengenal jenis pekerjaan adalah (10). Sedangkan I saat asesmen nilainya (0). Sedangkan nnilai dari kemampuan mengenal jenis-jenis pekerjaan anak autis pada siklus II ini dapat dilihat sebagai berikut: Nilai kemampuan mengenal jenis pekerjaan 100 80 60 40 20 0 100 80 90 90 1 2 3 4 5 Pertemuan A I Grafik 2. nilai kemampuan mengenal jenis pekerjaan anak autis setelah diberikan siklus II Berdasarkan grafik di atas diketahui bahwa A pada akhir pertemuan V siklus II ini memperoleh nilai paling tinggi yaitu (100), artinya anak sudah mengenal kelima jenis pekerjaan yang diujikan kepadanya. Sedangkan A dalam mengenal jenis pekerjaan adalah akhir siklus II memperoleh nilai (90). PEMBAHASAN Membelajarkan anak autis dibutuhkan suatu strategi atau harus menggunakan media yang menarik perhatian anak agar anak dapat dibelajarkan dengan maksimal. Karena, akibat keterbatasannya anak lebih terfokus dan dunianya sendiri. Karena tidak terfokus maka anak sulit diajak untuk memahami atau mengenal sesuatu. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh menurut Leo Kenner dalam Rudi Sutadi (2003:9) mendefenisikan autism adalah gejala yang didapat pada masa kanak-kanak dengan menggambarkan kesendirian, keterlambatan dalam perkembangan bahasa, menghafalkan sesuatu tanpa berfikir, melakukan aktifitas spontan terbatas, strotip. Artinya, anak autisme masih bisa memperoleh pengetahuan dan dibelajarkan dengan baik. Namun, kunci utamanya adalah mampu mengalihkan perhatian atau konsentrasi anak dan focus dalam belajar. Untuk itu perlu digunakan media yang menarik perhatian anak. Oleh karena itu anak dalam hal ini pembelajaran jenisjenispekerjaan terhadap anak autis ini diggunakan media power point. Nurleni Jurusan PLB FIP UNP 343

Media secara umum merupakan suatu sarana atau alat komunikasi baik itu bersifat sumber informasi maupun alat untuk mendapatkan informasi, media sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat dalam berinteraksi sesama mereka karena tampa masyarakat tidak akan bisa mengetahui perkembangan yang terjadi di luar lingkungan mereka bahkan di belahan dunia lain. Menurut Lusi Endang dan Bayu Pratama (2008:5) powerpoint atau microsoft office powerpoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh mikrosoft di dalam paket aplikasi. Dengan demikian, media power point ini dirancang sedemikian rupa semenarik mungkin sehingga anak tertarik dan termotivasi untuk belajar. Menggunakan media global dalam hal ini dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang telah ditetapkan yakni: menggunakan klu atau petunjuk /penjelasan yang berhubungan dengan jenis-jenis pekerjaan tersebut dengan kata-kata dan kemudian diperlihatkan gambar atau atribut yang berhubungan jenis pekerjaan yang dimaksud. Anak diharapkan dapat mengenaaal jenis pekerjaannya dengan memahami petunjuk dan gambar yang ditampilkan dalam power point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan mengenal jenis-jenis pekerjaan setelah diberikan dengan menggunakan media power point. Hal ini terbukti dari hasil siklus II anak (A) ternyata telah semua jenis pekerjaan yang diujikan dapat dikenal anak dengan baik dan benar berdasarkan petunjuk atau atribut yang melekat dari jenis pekerjaan tersebut. Hal ini berarti baahwa power point dapat menarik perhatian anak sehingga anak dapat dibelajarkan secara maksimal. Ini sesuai dengan yang dikemukakan Lusi Endang (2008:6) power point mempunyai kelebihan antara lain: a) Penyajiannya menarik kanena ada permainan warna, huruf dan animasi, baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto. b) Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh nformasi tentang bahan ajar yang tersaji. c) Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik. d) Tenaga pendidik tidak perlu banyak menerangkan bahan yang sedang disajikan. e) Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan, dan dapat dipakai secara berulang-ulang dan f) dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnet. (CD/disket/flasdisk), sehingga praktis untuk dibawa ke mana-mana. Meningkatnya hasil belajar mengenal jenis-jenis pekerjaan dengan menggunakan media power point, namun dalam penelitian ini anak yang dijadikan subjek penelitian ini memiliki perbedaan kemampuan. Dengan demikian, setelah diberikan perlakuan yang sama hasil merekapun ternyata berbeda. Nurleni Jurusan PLB FIP UNP 344

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran membaca jenis-jenis pekerjaan dengan menggunakan media power point dilakukan terlebih dahulu dengan menerangkan tujuan dari mengenal jenis pekerjaan tersebut. Selanjutnya tindakan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan dalam media power point yakni: memperlihatkan jenis pekerjaannya, memberikan klu/petunjuk atau penjelasan yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut, menampilkan gambar atau atribut yang melekat dalam jenis pekerjaan yang dimaksud. Selama proses pelaksanaan tindakan, peneliti memperhatikan setiap bunyi yang dikeluarkan anak sambil terus diberikan bimbingan dan motivasi agar perhatian berulang-ulang. Hal ini bertujuan agar agar perhatian anak tetap fokus terhadap pelajaran dan setiap langkah yang diberikan dapat dikuasai anak. Pelaksanaan kegiatan ini selalu diakhir dengan penilaian hasil kerja anak dan hasilnya dimasukkan dalam format penilaian yang telah dibuat sebelumnya. Namun pada akhirnya yang di tes adalah kemampuan anak dalam mengenal jenis-jenis pekerjaan (bertani, nelayan, guru, dokter dan sopir). Berdasarkan hasil tes kemampuan awal dan hasil tes setelah diberikan tindakan, serta hasil diskusi dengan kolaborator terlihat adanya peningkatan kemampuan pekerjaan dengan menggunakan media power point membaca anak autis. Hal ini terbukti dari kelima jenis pekerjaan yang diujikan kepada anak ternyata ada anak mampu mengenalnya dengan baik dan benar secara jelas dan utuh. Saran Berdasarkan hasi penelitian di atas maka dapat disarankan sebagai berikut: 1) Bagi guru; guru hendaknya lebih memperhatikan karakteristik anak dan membantunya dalam mengatasi kesulitan. Dalam pembelajaran untuk anak autis harus menggunakan media yang lebih menarik, salah satunya media power point. 2) Bagi orangtua di rumah atau keluarga anak hendaknya membantu anak berlatih mengenal lingkungan di sekitar anak agar anak bisa hidup bermasyarakat. 3) Bagi calon peneliti yang ingin melakukan penelitian, sehubungan dengan penelitian ini maka untuk membelajarkan anak autis hendaknya menggunakan media yang lebih menarik perhatian anak. Nurleni Jurusan PLB FIP UNP 345

DAFTAR RUJUKAN A Hadis. 2006. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Autistik. Bandung: PT. Alfa Beta Andri Priyatna. (2010). Anak Autisme. Jakarta. Arief Sadiman. 2008. Media Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Azhar Arsyad. 1997. Media Pengajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Chaplin. 2002. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Pers. Djaja Raharja. 2006.Pengantar Pendidikan Luar Biasa. Jakarta:Persada Handojo. 2003. Autisma: Petunjuk Praktis dan Pedoman Materi untuk Mengajar Anak Normal dan Perilaku Lain. Jakarta: Buana Ilmu Populer. Harton Paul. 1996. Sosiologi. Jakarta: Erlangga. Jaquelyn Mc.Candless. 2003. Children with Starving Brain. Jakarta: Grasindo. Gusfeni Helmi. 2009. Perbedaan Profesi dan Pekerjaan. Melalui (http//google.co.id). [11 Nopember 2011] Lexy J. Meleong. 1998. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda Karya Muhammad Nazir. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Darssalam Grafika Nurul Zuriah. 2003. Penelitian Tindakan Kelas dalam Bidang Pendidikan dan Sosial, Malang: Bayumedia. Rudi Sutadi. 1998. Penelitian Tatalaksana Perilaku oada Oenyandang Autisme. Tanggal 11 Juni 1998. jakarta: YAI. Syadias. (2011). Jenis-jenis Pekerjaan. Online: http://syadiashare.com/jenis-jenispekerjaan.html. Diakses: 25 Februari 2012. Suharsimi Arikunto. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara ---------------. (2007). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Surjawanto. 2005. Terapi Okupasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Tri Gunadi. 2011. Mereka Bisa Sukses. Jakarta: Penebar Plus Tim Pelatih Proyek PGSM. 1999. Bahan pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara Zul Fajri. 2008. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia: Jakarta: Gramedia Nurleni Jurusan PLB FIP UNP 346