E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
|
|
|
- Ivan Sudirman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBEDAK MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG Oleh : Imna Delwita Abstract. Intention of this research is 1) Description process execution of study to increase ability of have powder and 2) Proving do approach of co-operative can improve ability of have powder to child of tunagrahita class is D.III /C1 in SLB Syech Muhammad Saad Limapuluh Kota. Type Research the used is classroom action research. Data obtained to through and observation of tes. Later then analysed qualitative and is quantitative. Result of research indicate that 1) study process in improving ability of have powder by approach of co-operative with two cycle. Each cycle early with activity of planning, execution (activity early, nucleus;core and is final), observation, analysis and and refleksi 2) Result of from study with approach of co-operative to ability of have powder to mount. Matter is proven: before treatment of ability of have child powder namely: Wt equal to ( 30,6%), ability of Fn ( 27,8%), ability of Mn ( 16,7%). Cycle of I have mounted namely Wt equal to ( 72,2%), Fn equal to ( 66,7%) and Mn is ( 55,6%). While at cycle of II progressively mount, where Wt ( 94,4%), Fn ( 86,1%). Thereby, can be concluded that approach of co-operative can assist to improve ability of have tunagrahita child of powder. Suggesting on the side of school, researcher and teacher hereinafter to be able to use approach of co-operative in improving other ability Kata kunci: Kemampuan berbedak; pendekatan kooperatif; tunagrahita sedang PENDAHULUAN Sekolah sebagai lembaga yang membantu mempersiapkan masa depan anak melalui kurikulum Pendidikan Menolong Diri Sendiri (PMDS) umum bagi anak-anak kelas rendah di dalamnya ada keterampilan memakai Bedak. Berbedak termasuk dalam pembelajaran bina diri. Maria J. Wantah (2007:192) pendidikan menolong diri sendiri diantaranya tentang kebersihan yaitu (mandi, gosok gigi, mencuci pakaian), kerapian (menyisir rambut dan berpakaian) dan merias wajah (make up dan berbedak). Dalam penelitian ini akan dilihat kemampuan anak dalam berbedak. Memakai bedak bertujuan agar ia mampu mengenal, memakai dan mewaratnya sehingga kelak dia bisa mengaktualiasasikan dirinya secara patut di tengah-tengah kehidupan keluarga dan masyarakat. Anak tunagrahita sedang merupakan merupakan bagian dari anak berkebutuhan khusus yang mengalami keterbelakangan mental yang memiliki intelektual di bawah ratarata berkisar antara Menurut Sutjihati Somantri (2006:107) mengatakan bahwa: Anak tunagrahita sedang disebut juga embisil, yang bisa mencapai perkembangan Mental Age-nya sampai + 7 tahun. Mereka dapat dididik mengurus diri sendiri, melindungi diri Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 161
2 sendiri dari bahaya seperti menghindari kebakaran, berjalan di jalan raya, berlindung dari hujan dan sebagainya. Mereka memiliki keterbatasan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan, tidak mampu memikirkan hal yang abstrak dan yang sulit-sulit Akibat dari keterbelakangan ini, anak tunagrahita sedang memiliki keterbatasan menerima pelajaran karena perhatiannya mudah beralih, kemampuan motorik yang kurang, perkembangan penyesuaian diri yang terbatas dan sebagainya. Dengan keadaan di atas, anak tunagrahita sedang juga memiliki keterbatasan dalam kemampuan merawat diri sendiri. Meskipun begitu, anak tunagrahita sedang masih bisa dilatih mengurus diri sendiri, melindungi diri sendiri dari bahaya dan lain sebagainya. Hal ini seperti yang diungkapkan Moh. Efendi (2009:90) bahwa kemampuan anak mampu latih yang perlu diberdayakan yaitu: 1) belajar mengurus diri sendiri, 2) belajar menyesuaikan di lingkungan, 3) mempelajari kegunaan ekonomi di rumah atau lembaga kursus. Artinya, anak tunagrahita mampu latih hanya dapat dilatih untuk mengurs diri sendiri melalui aktivitas sehari-hari serta melakukan fungsi sosial kemasyarakatan menurut kemampuannya. Untuk melatih anak tunagrahita sedang ini pada Sekolah Luar Biasa adalah termasuk mata pelajaran Bina Diri. Melalui pembelajaran bina diri, diberikan pendidikan dan bimbingan khusus untuk mengembangkan kemampuan yang masih mereka miliki sehingga ketergantungan anak tunagrahita sedang pada orang lain bisa dikurangi atau dihilangkan. Berdasarkan hasil pengamatan di SLB Syech Muhammad Saad Mungka Limapuluh Kota, ditemukan tiga orang anak tunagrahita (Wt, Mn dan Fn) kelas D.III yang kemampuan merias diri sangat kurang. Hasil pengamatan terhadap anak diketahui bahwa: Wn datang ke sekolah dengan memakai bedak suka agak tebal tapi sering tidak rata, menumpuknumpuk di bagian pipi saja. Sedangkan Mn malah kebalikannya, ia memakai bedak sangat tipis seperti tidak pakai bedak, tapi tidak rata juga. Tetapi kalau Fn, ia datang ke sekolah biasanya datang ke sekolah dengan bedak yang rapi setiap hari. Hasil pengamatan selanjutnya, ternyata Wt dan Mn di rumahpun anak kurang diperhatikan oleh orangtuanya. Sekali-sekali anak ada berbedak dengan rapi, itupun karena dibantu oleh orangtuanya. Sedangkan Fn sering berbedak dengan rapi ternyata ia dibantu oleh orangtua atau keluarga lainnya. Dengan demikian ketiga anak ini belum bisa memakai bedak dengan baik dan rapi. Saat asesmen awal kemampuan berbedak anak dengan tes perbuatan; anak diberi beralatan berias (bedak dan kaca) anak disuruh berbedak. Ternyata hasilnya memang acakacakan, bedak anak bertumpuk di pipi saja. Bila dilihat keadaan motorik anak: fungsi mata Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 162
3 anak bagus, motorik halus anak (Wt dan Fn agak baik) tapi Mn masih agak kaku. Ketiga anak sudah bisa memegang bedak dan berkaca. Tangan bisa digerakkan namun masih lambat. Sebenarnya anak masih punya rasa keindahan, hal ini terlihat kalau ada yang membedakinya dia biarkan saja malah kelihatan senang. Namun karena tidak bisa berbedak sendiri, sehingga kalau tidak ada bantuan orangtua atau orang lain, terkesan dia acuh tak acuh terhadap berhias diri terutama berbedak. Pengamatan peneliti di lapangan terlihat bahwa dalam proses belajar mengajar materi keterampilan berhias diri selama ini masih terpaku dengan menggunakan pendekatan individual dan klasikal. Hasilnya belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk memenuhi harapan dari tujuan pendidikan terhadap anak kebutuhan di atas dan hasil yang diperoleh anak selama ini dalam pembelajaran peneliti diskusi dengan teman sejawat mencarikan solusinya. Pada kesempatan ini peneliti akan melakukan penelitian tindakan kelas ingin mencoba menggunakan pendekatan kooperatif dalam membelajarkan berbedak pada anak tunagrahita sedang. Pembelajaran kooperatif menurut Kunandar (2008:359) adalah Pembelajaran secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. Sedangkan Menurut Etin (2007:5) pembelajaran kooperatif mendorong peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan dalam pembelajaran karna siswa bekerja sama dalam merumuskan alternatif pemecahan masalah terhadap materi yang dihadapi. Pembelajaran secara kooperatif ini dipilih, sebab keterampilan dalam berbedak memerlukan ketelitian agar diperoleh hasil yang baik. Oleh sebab itu hasil berbedak yang telah dilakukan anak perlu dinilai oleh orang lain. Untuk itu dibutuhkan pembelajaran dengan koordinasi suatu kerjasama antar mereka (anak tunagrahita sedang) yang saling membantu, menilai, saling menjaga sehingga pelaksanaan pembelajaran secara bersama-sama. Semua kondisi ini pelaksanaan (kerjasama) oleh anak di bawah bimbingan guru. Dengan pembelajaran kooperatif, mengembangkan interaksi yang saling asah, silih asih, dan silih asuh. Pembelajaran koperatif cocok untuk mengajarkan suatu keterampilan, karena pada pembelajaran kooperatif anak dalam belajar saling bekerjasama dan membantu. Di samping itu, ketiga anak ini memiliki rasa kebersamaannya dan solidaritas sesamanya cukup tinggi. Di saat Wt dan Wn ditertawakan oleh teman di kelas lain karena memakai bedak acak-acakan, mereka saling bantu dan menghapus bedak yang tidak rata tadi di wajah temannya. Metode Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 163
4 demonstrasi dalam pembelajaran yang kooperatif ini memungkinkan anak tidak hanya belajar meniru dari peraga guru, tapi juga belajar untuk saling membantu. Bagaimana cara memakai bedak dengan rapi, mana hasil yang sudah rapi dan mana yang belum. Sehingga dengan mengkombinasikan lisan dengan suatu perbuatan serta kerjasama diantara mereka diharapkan akan lebih mudah memahami penjelasan lisan dan peraga dari guru, diharapkan kemampuan berhias wajah terutama berbedak anak bisa lebih baik. Dimana dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif, anak dikondisikan dan didorong untuk bekerja sama melakukan tugas (berbedak) yang diberikan guru. Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis mengangkat sebuah penelitian tindakan dengan judul Meningkatkan Kemampuan Berbedak melalui Pendekatan Kooperatif pada Anak Tunagrahita Sedang Kelas D.III/C1 di SLB Syech Muhammad Saad Mungka Kabupaten Limapuluh Kota. Rumusan masalah pada penelitian ini bagaimana upaya meningkatkan kemampuan berbedak menggunakan spon melalui pendekatan kooperatif pada anak tunagrahita sedang kelas D.III/C1 di SLB Syech Muhammad Saad Limapuluh Kota?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) Mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbedak menggunakan spon melalui pendekatan kooperatif pada anak tunagrahita sedang kelas D.III/C1 di SLB Syech Muhammad Saad Limapuluh Kota dan 2) Membuktikan apakah pendekatan kooperatif dapat meningkatkan kemampuan berbedak menggunakan spon pada anak tunagrahita sedang kelas D.III/C1 di SLB Syech Muhammad Saad Limapuluh Kota. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas (Classroom action research). Subjek penelitian adalah anak tunagrahita sedang kelas D.III/C1 di SLB Syech Muhammad Saat Limapuluh Kota. Anak ini adalah anak didikan penulis yang mengalami kesulitan merias wajah terutama berbedak. Anak ini berjenis kelamin perempuan dengan inisial Wt berusia 10 tahun, Mn berusia 11 tahun dan Fn juga 11 tahun. Sesuai dengan bentuk penelitian, peneliti berkolaborasi dengan satu orang teman sejawat yang sama-sama mengajar di SLB Syech Muhammad Saad Limapuluh Kota. Variabel penelitian ini terdiri atas dua variabel yaitu variabel bebas dan variable terikat. Variabel bebas dari penelitian ini adalah pendekatan kooperatif dan variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan berbedak. Alur kerja penelitian tindakan kelas menurut Lewin, Kimmis dan Mc Taggart dalam Rochiati Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 164
5 Wiriaatmadja (2007:66) adalah terdiri atas komponen perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes perbuatan. Kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif terdiri dari tiga jalur kegiatan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan analisis data kuantitatif berupa persentase kemampuan dalam bentuk visual grafis. HASIL PENELITIAN 1. Pelaksanaan Siklus I Siklus I dilakukan mulai tanggal 5 Maret 2012 sampai tanggal 29 Maret 2012 dengan delapan kali pertemuan 1) Perencanaan I melakukan: menyusun rancangan pembelajaran (RPP), format observasi, format penilaian, merancang pengelolaan kelas dan memotivasi siswaa. 2) Tindakan dilakukan sebanyak lima delapan pertemuan, setiap pertemuan dengan langkan kegiatan awal; inti (pembelajaran dengan pendekatan kooperatif) dan kegiatan akhir. Setiap pertemuan dilakukan tes. 3) Observasi I: a) Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I berlangsung telah sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Bila anak tidak bisa, maka diberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan anak. b) Segi anak, aktivitas anak dalam kegiatan pembelajaran siklus I ini terlihat masih belum maksimal, anak terlihat belum mengikuti pembelajaran dengan baik. Anak masih kelihatan bingung dan salah dalam melakukan kegiatan dalam langkah-langkah berbedak. 4) Refleksi data, masih ada anak yang belum bisa dan masih banyak yang perlu bantuan dalam melakukan langkah berbedak tersebut. Oleh sebab itu, dari kesepatakan (diskusi) antara peneliti dan kolaborator direfleksikan agar dilanjutkan pada siklus II 2. Pelaksanaan Siklus II Berdasarkan refleksi pada siklus I, maka dilakukan siklus II yang dilakukan mulai tanggal 2 April sampai tanggal 17 April 2012 dengan lima kali pertemuan. Alur pelaaaksanaan siklus sebagai berikut: 1) Perencanaan II melakukan: menyusun rancangan pembelajaran (RPP), format observasi, format penilaian, merancang pengelolaan kelas dan memotivasi siswaa. 2) Tindakan dilakukan sebanyak lima kali pertemuan, setiap pertemuan dengan langkah kegiatan awal; inti dan kegiatan akhir. Setiap pertemuan dilakukan tes. 3) Observasi II: a) Aktivitas guru dalam kegiatan Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 165
6 pembelajaran telah sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Anak lebih dibimbing untuk mandiri dan saling bekerjasama. b) Segi anak, anak sudah terlihat mulai meningkat kemampuan berbedak anak, sudah banyak yang bisa dilakukan anak sesuai dengan langkah yang telah ditetapkan. 4) Refleksi data, pada umumnya kemampuan anak dalam berbedak sudah ada peningkatan maka penelitian dihentikan. 3. Analisis Data Hasil Penelitian Hasil penelitian terhadap kemampuan berbedak diantaranya: hasil asesmen kemampuan anak dalam berbedak dapat digambarkan sebagai berikut: Persentase kemaampuan berbedak Wt Mn 16.7 Fn Grafik 1. Kemampuan anak tunagrahita sedang dalam berbedak sebelum diberikan tindakan Hasil asesmen dapat dilihat diketahui dari 18 langkah keterampilan berbedak memperoleh: Wt sebesar (30,6%), kemampuan Fn (27,8%), kemampuan Mn (16,7%). Setelah siklus I kemampuan anak tunagrahita sedang dalam berbedak dapat juga digambarkan sebagai berikut: Persentase kemampuan berbedak Wt Fn Sebelum Mn Grafik 2. Kemampuan anak tunagrahita sedang dalam berbedak Sebelum tindakan dan setelah diberikan tindakan (sikluss I) Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 166
7 Dari hasil nilai yang diperoleh dari delapan pertemuan di atas dapat diketahui bahwa kemampuan berbedak anak setelah diberikan perlakuan yaitu menerapkan pendekatan kooperatif semakin meningkat. Pada akhir pertemuan di sikluss I ini ternyata kemampuan Wt dalam berbedak sebesar (72,2%), sedangkan sebelum diberikan tindakan kemampuan Wt hanya (30,6%). Pada Fn, kemampuannya dalam berbedak setelah siklus I sebesar (66,7%), sedangkan sebelum diberikan tindakan kemampuan Fn hanya (27,8%). Begitu juga dengann Mn persentase kemampuan pada akhir pertemuan di siklus ini adalah (55,6%), sedangkan saat asesmen kemampuan berbedak Mn baru (16,7%). Berdasarkan data yang diperoleh, maka peningkatan kemampuan berbedak masingakhir siklus I masing anak adalah: untuk Wt peningkatannya dari hasil asesmen dan adalah (41,6%), Fn (38,9%), Mn juga sebesar (38,9%). Berarti dari hasi ini dapat diketahui bahwa peningkatan yang terbesar adalah pada Wt dibanding kedua anak yang lainnya. Hasil tes dari kemampuan berbedak masing-masing anak tunagrahitaa sedang pada siklus II dapat digambarkan sebagai berikut: Persentase kemampuan tle Wt Fn Mn Siklus I Siklus II Grafik 3. Kemampuan anak tunagrahita dalam berbedak setelah diberikan perlakuan siklus I dan II Berdasarkan grafik di atas maka dapat diketahui bahwa pada siklus III ini Wt pada akhir pertemuan siklus II kemampuannya sudah sangat meningkat yakni (94,4%). Kategori persentase paling tinggi adalah 100% dari 18 item langkah berbedak yang telah ditetapkan. Di samping itu nilai kemampuan untuk Fn sampai akhir pertemuan siklus II ini memperoleh (86,1%), kemampuan Mn (80,6%). Berdasarkan hasil akhir siklus I Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 167
8 sampai pada siklus II terjadi peningkatan yang pesat. Hasil akhir siklus II Wt pada umumnya anak sudah bisa berbedak (walaupun ada langkah yang belum sempurna dilakukan anak), namun peningkatan dari siklus I sebesar (22,2%). Peningkatan kemampuan Fn dari siklus I adalah (19,6%). Untuk Mn peningkatannya (25%). Berarti meskipun Wt memperoleh hasil yang tinggi, namun peningkatan dari siklus I ke siklus II yang tertinggi adalah Mn. Dari hasil yang diperoleh, dimana anak tunagrahita sedang kelas D.III sudah mulai bisa berbedak sendiri, maka penelitian dihentikan pada siklus II ini. PEMBAHASAN Pada pelaksanaan pembelajaran berbedak melalui pendekatan kooperatif peneliti sudah berupaya menjadi seorang guru yang dapat melaksanakan proses pembelajaran semaksimal mungkin sesuai langkah-langkah yang telah direncanakan. Namun peneliti merasa bahwa kemampuan anak dalam berbedak belumlah sempurna, masih dapat kekurangannya dan membutuhkan waktu yang panjang. Anak tunagrahita sedang meskipun punya keterbatasan intelegensi dan kemampuan secara akademik namun masih bisa dididik dan dilatih menguasai keterampilan untuk menolong dirinya sendiri. Oleh sebab itu, untuk menguasai atau kemampuan berbedak pada penelitian ini digunakan pendekatan kooperatif yang lebih mengarahka anak belajar dengan bekerjasama yang saling membantu melakukan langkah-langkah berbedak secara bergantian daan berulang-ulang dan dari yang sederhana baru ke yang lebih kompleks sampai keterampilan itu mampu dilakukan anak secara mandiri. Proses pembelajaran berbedak dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah yang telah ditetapkan yakni: 1)Mengenal peralatan memakai bedak; 2) Duduk di depan cermin, 3) Membuka tempat bedak, 4) Memegang spons, 5) Menekan spons yang dipegang di atas bedak, 6) Meletakkan bedak di pipi sebelah kanan;7) Meletakkan bedak pada pipi sebelah kiri, 8) Meletakkan bedak bagian kening, 9) Meletakkan bedak bagian hidung, 10) Meletakkan bedak bagian dagu, 11) Meratakan daerah pipi sebelah kanan, 12) Meratakan daerah pipi sebelah kiri, 13) Meratakan daerah kening, 14) Meratakan daerah hidung. 15) Meratakan daerah dagu, 16) Meratakan daerah bagian bawah hidung, 17) Meletakkan spons kembali dan 18) Menutup tempat bedak. Langkah- Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 168
9 langkah ini diurut berdasarkan urutan kerja dalam berbedak yang telah ditetapkan sebelumnya. Proses pembelajarannya dilakukan dengan peraga dan bertahap. Padaa pendekaatan kooperatif proses pembelajaran berbedak diberikan dengan peraga sekaligus dengan penjelasan yang dapat dilihat dan didengar anak sehingga dapat dicontoh anak cara melakukan keterampilan tersebut, sehingga latihan berulang-ulang maka pengetahuan atau keterampilan dapat dimiliki. Hal ini berdasarkan pembelajaran kooperatif menurut Kunandar (2008:359) adalah Pembelajaran secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang menginginkan adanya kerjasama dalam proses pembelajaran, di mana setiap anak mempunyai tingkat kemampuan intelektual yang berbeda (tinggi, sedang, dan rendah), begitu juga keterampilan dalam berhias diri (berbedak). Perbedaan kemampuan ini dapat disituasikan untuk dapat saling bekerja sama dalam mencari solusi permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatann kemampuan berbedak anak tunagrahita sedang yang diberikan melalui pendekatan kooperatif. Hal ini terlihat bahwa anak sudah mampu berbedak sendiri sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Kemampuan berbedak anak sudah meningkat secaranyata seperti yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Persentase kemampuan berbedak Wt Fn Mn Asesmen Siklus I Siklus II Grafik 4. Kemampuan anak tunagrahita dalam berbedak Sebelum tindakan, hasil siklus I dan II Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 169
10 Anak yang dijadikan subjek penelitian ini memiliki perbedaan kemampuan. Hasil penelitian menunjukkan meningkatan kemampuan berbedak juga berbeda, namun dari setiap tindakan mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat sampai pada akhir pertemuan siklus II Wt pada akhir pertemuan siklus II kemampuannya sudah sangat meningkat yakni (94,4%). Kategori persentase paling tinggi adalah 100% dari 18 item langkah berbedak yang telah ditetapkan. Di samping itu nilai kemampuan untuk Fn sampai akhir pertemuan siklus II ini memperoleh (86,1%), kemampuan Mn (80,6%). Dari hasil nilai yang diperoleh pada siklus II yang pada umumnya bertujuan adalah untuk mengulang materi yang belum bisa dan memantapkan hasil pada siklus diketahui bahwa kemampuan anak dalam berbedak setelah diberikan perlakuan yaitu melalui pendekaatan kooperatif semakin meningkat. Namun demikian, secara sederhana dan untuk keperluannya sendiri mereka sudah mampu berbedak sendiri. Hal ini terbukti bahwa meskipun anak tunagrahita anak yang mengalami keterbatasan dalam intelegensi, seperti yang dikemukakan Djadja Raharja (2006:52) tunagrahita adalah kelainan yang ditandai dengan adanya keterbatasan yang signifikan dalam aspek fungsi intelektual dan pelaku adaptif yang diekspresikan dalam bentuk konseptual, sosial dan keterampilan adaptif. Namun di sisi lain Sutjihati Somantri (2006:107) mengemukakan bahwa mereka masih bisa dididik mengurus diri sendiri, melindungi diri sendiri dari bahaya dan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian, dilakukan pendekatan kooperatif atau kerjasama dalam pembelajaran berbedak. Karena pendekatan kooperatif mempunyai keunggulan, menurut Yustiarini (2009:5) antara lain: 1) Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir, 2) Membantu siswa mengevaluasi logika dan bukti-bukti bagi posisi dirinya atau posisi yang lain, 3) Memberikan kesempatan pada siswa untuk memformulasikan penerapan suatu prinsip, 4) Membantu siswa mengenali adanya suatu masalah dan memformulasikannya dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari bacaan atau ceramah, 5) Menggunakan bahan-bahan dari anggota lain dalam kelompoknya, dan 6) Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik. Dengan demikian pendekatan kooperatif dapat meningkatkan kemampuan berbedak anak tunagrahita sedang kelas D.III/C1 SLB Syech Muhammad Saad Mungka Limapuluh Kota. Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 170
11 PENUTUP Kesimpulan Proses pelaksanaan pembelajaran berbedak anak tunagrahita sedang dengan menggunakan pendekatan kooperatif dilakukan dengan dua siklus. Masing-masing siklus yang dilakukan adalah: a) perencanaan diantaranya: membuat RPP, mempersiapkan media, format observasi dan format penilaian. b) Pelaksanaan, yakni melaksanakan pembelajaran berbedak berdasarkan langkah-langkah yang telah ditetapkan dengan pendekatan kooperatif. Kegiatan yang dilakukan antara lain: kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir serta evaluasi. c) Pengamatan, yakni mengamati segala kegiatan yang terjadi saat proses pembelajaran baik yang dilakukan guru maupun anak. d) Refleksi, yakni memberikan gambaran tentang hasil yang diperoleh dari pengamatan. Baik yang telah dicapai atau yang masih belum terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil tes kemampuan awal dan hasil tes setelah diberikan tindakan, serta hasil diskusi dengan kolaborator terlihat adanya peningkatan kemampuan anak dalam berbedaak. Namun peningkatan kemampuan ini sesuai dengan tingkat kemampuan anak masing-masing. Dari pengolahan kemampuan anak diperoleh hasil akhir siklus II sebagai berikut: siklus II Wt pada akhir pertemuan siklus II kemampuannya sudah sangat meningkat yakni (94,4%). Kategori persentase paling tinggi adalah 100% dari 18 item langkah berbedak yang telah ditetapkan. Di samping itu nilai kemampuan untuk Fn sampai akhir pertemuan siklus II ini memperoleh (86,1%), kemampuan Mn (80,6%). Dengan demikian pendekatan kooperatif dapat meningkatkan kemampuan berbedak tunagrahita sedang kelas D.III/C1 SLB Syech Muhammad Saad Mungka Limapuluh Kota. Saran Berdasarkan hasi penelitian di atas maka dapat disarankan sebagai berikut: 1) Bagi guru, hendaknya lebih memperhatikan karakteristik anak dan membantu kesulitan dalam pembelajaran keterampilan khususnya yang dibutuhkan anak sehari-hari (berbedak). Walaupun mereka terbatas dari segi akademik namun diharapkan anak ini mampu melakukan keterampilan yang ada dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk keterampilan dapat diberikan dengan kerjasama yang saling membantu agar apa yang diajarkan anak dapat melihat cara pelaksanaannya dan dilatih secara berulang-ulang. 2) bagi orangtuaatau keluarga anak hendaknya membantu anak membimbing menguasai keterampilan yang bisa Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 171
12 dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari. Jangan selalu memberikan bantuan tapi hendaknya berikan bimbingan cara melakukannya. 3) Bagi calon peneliti yang ingin melakukan penelitian sehubungan dengan penelitian ini dapat disarankan untuk menggunakan pendekatan kooperatif melakukan penelitian pada bidang keterampilan yang lain yang dibutuhkan anak tunagrahita dalam kehidupannya sehari-hari. DAFTAR RUJUKAN Ahmad Sudrajat. (2008). Cooperatif Learning. Online: wordpress.com/2008/07/31/cooperative-learning-teknik-jigsaw/. Diakses: 23 Januari Astati. (1995). Terapi Okupasi Bermain untuk Anak Tunagrahita. Bandung: Depdikbud. Depdikbud. (1996). Pedoman Guru Pendidikan Kegiatan Kehidupan Sehari-hari untuk Anak Tunagrahita Ringan. Jakarta: Depdikbud (1984). Pedoman Guru Khusus Usaha Pengembangan Kemampuan Menolong Diri Sendiri Pembinaan Sekolah Dasar. Jakarta: Depdikbud. Djoko Winarno. (1989). Dasar-dasar Make Up dan tata Rias Rambut. Surabaya: Karya Anda. Kunandar. (2008). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: bina Aksara Maria J. Wanta (2007). Pengembangan Kemandirian Anak Tunagrahita Mampu Latih. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendidikan Tinggi. Moh. Amin (1995). Ortopedagogik Anak Tunagrahita. Jakarta: Depdikbud. Moh. Efendi. (2009). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara. Nurul Zuriah (2003), Penelitian Tindakan Kelas dalam Bidang Pendidikan dan Sosial, Malang: Bayumedia. Roestiyah N.K. (1998). Metode-metode pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Rochiati Wiriatmaja (2005). Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Remaja Rosdakarya. Sri yushartisyam ). Pendidikan Menolong Diri Sendiri. Padang. Sutjihati Somantri (2006). Psikologi Anak Luar Biasa, Bandung: Refika Aditama. Suharsimi Arikunto (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:Bumi Aksara Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara (1995). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Suhairi. (1992). Pendidikan Anak Terbelakang Mental. Jakarta: Depdikbud. Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 172
13 Syaiful Bahri Djamarah (1991). Metode Belajar Mengajar : Jakarta Undang-Undang RI. Tahun Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:Depdiknas W.J.S. Poerwadarminta. (1986). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Wina Sanjaya Strategi Pembelajaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Yusti Arini. (2009). Model Pembelajaran Kooperatif. Online: com/2009/08/model-pembelajaran-kooperatif.html. Diakses 23 Januaari Imna Delwita Jurusan PLB FIP UNP 173
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYETRIKA PAKAIAN ANAK TUNAGRAHITA SEDANG Oleh: Saptunar Abstract. The purpose of this study are: 1) Describe the process of improving the implementation of learning in improving
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN TULISAN BRAILLE MELALUI SISTEM MENGGOLD BAGI ANAK TUNANETRA Oleh : BAINAL ISNAINI Abstract: The purpose of this study were: 1) to describe the implementation of
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI BERMAIN PANCING ANGKA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI BERMAIN PANCING ANGKA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Oleh: Afnita Usti Abstract. The purpose of this research is to improve the ability to recognize numbers
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1 SAMPAI 10 MELALUI MEDIA POHON BILANGAN BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Oleh : Netti Hartati Abstract: The purpose of this study was to: 1) Know the process
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYISIR RAMBUT MELALUI TEKNIK MODELING Oleh : Desi Yanova Abstract : The research aimed to efectivitas modelling technic to icrease be able hair comb at the child embisil (X) class
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MELALUI MEDIA PENGGARIS BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Oleh : Junaidi. As Abstract: This research aim to to: 1) describe the learning
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu ABSTRAK Nina Herliana (2016) : Meningkatkan Keterampilan Membuat Nasi Goreng Melalui
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
olume 1 Nomor 3 MENINGKATKAN PENGENALAN BANGUN DATAR SEDERHANA MELALUI MEDIA PUZZLE BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Oleh : Elfawati Abstract Latar belakang penelitian ini berawal dari anak tunagrahita ringan
PENINGKATAN KEMAMPUAN BINA DIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II SEMESTER 2 DI SLB
PENINGKATAN KEMAMPUAN BINA DIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II SEMESTER 2 DI SLB Yulianti Wiwik Dwi Hastuti Saichudin Jurusan Pendidikan Luar Biasa
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMOTONG KUKU MELALUI METODE DEMONSTRASI BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Oleh : Yusfidarwati Abstract This research aim to to increase cross cut skill of nail to child of Tunagrahita
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT RAK DARI KARDUS PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :770-781 MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT RAK DARI KARDUS PADA ANAK TUNAGRAHITA
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SDN 20 PASAMAN
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SDN 20 PASAMAN Rivi Dona Fitri 1, Pebriyenni 1, Hendrizal 1 1 Program Studi Pendidikan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SEKILAS DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PREVIEW, READ, REVIEW (P2R) SISWA KELAS IV SD KARTIKA 1-10 PADANG
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SEKILAS DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PREVIEW, READ, REVIEW (P2R) SISWA KELAS IV SD KARTIKA 1-10 PADANG Isnaini Diah Purnama 1, Syofiani 2, Gusnetti 2 1) Program Studi Pendidikan
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN PENGENALAN ANGGOTA TUBUH BAGIAN ATAS MELALUI BERNYANYI PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG Oleh: Yetti Suheri Abstract This research of class activity purpose to know and to make the result of study
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT KERIPIK KENTANG MELALUI METODE LATIHAN BAGI ANAK TUNARUNGU Oleh : Aspuriyah Abstract. This study aimed to: 1) Determine the implementation process in improving skills
,, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas BungHatta
PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA TEMA SEHAT ITU PENTING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR DI SDN 12 PISANG KECAMATAN PADANG,, Pendidikan Guru
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGENALAN WARNA DASAR MELALUI PERMAINAN LINGKAR WARNA (Classroom
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK AUTIS DALAM MENGENAL JENIS-JENIS PEKERJAAN MELALUI MEDIA POWER POINT (Penelitian tindakan Kelas di SLB Autis Harapan Bunda Padang) Oleh: NURLENI Abstract. This research aim
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS D3/C MELALUI MEDIA KARTU SUKU KATA. (PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SLB AL HIDAYAH MAEK PAYAKUMBUH) Oleh Yelni Eva Roza Abstract: The
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE SCRIPT
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE SCRIPT DI SDN 11 RAWANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Indriani 1, Yusrizal 1, Hendrizal 1 1 Program
Oleh: Eni Musrifah SLB Setya Darma Surakarta ABSTRAK
JRR Tahun 24, Nomor 2, Desember 2015, hal 113-120 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR METEMATIKA MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA HITUNG CAMPURAN BAGI SISWA TUNAGRAHITAKELAS IX DI
PENERAPAN METODE FUN LEARNING PADA PEMBELAJARAN PKn UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN 20 KUMANIS KABUPATEN SIJUNJUNG
PENERAPAN METODE FUN LEARNING PADA PEMBELAJARAN PKn UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN 20 KUMANIS KABUPATEN SIJUNJUNG Zartika Darna Sulita 1, Nurharmi 2, Hendrizal 1 1 Program
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III Bainen, Syamsiati, Suryani PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak Email : [email protected] Abstrak:
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS IV MELALUI MODEL COMPLETE SENTENCE DI SDN 46 KOTO PANJANG PADANG
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS IV MELALUI MODEL COMPLETE SENTENCE DI SDN 46 KOTO PANJANG PADANG Sri Wahyuni 1, Marsis 1, Hidayati Azkiya 1 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATAN KEMAMPUAN OPESI PENGURANGAN DENGAN TEKNIK MEMINJAM MELALUI MEDIA BENDA ASLI BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI TANJUNGPINANG Oleh : Sri Suwarti. Abstract Increasing the
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS II PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENDEKATAN TEMATIK DI SDN 16 SINTUK TOBOH GADANG PADANG PARIAMAN
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS II PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENDEKATAN TEMATIK DI SDN 16 SINTUK TOBOH GADANG PADANG PARIAMAN Ratnawilis 1, Pebriyeni 2, Hasnul Fikri 2 1 Mahasiswa Pendidikan
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENJAHIT ROK MELALUI TEKNIK BANTUAN GARIS BAGI ANAK TUNARUNGU (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VIII SMP-LB Panti) Oleh : Esrawati Abstract: This research aim to to 1) knowing
MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG
MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG Novi Harista Putri 1, M. Nursi 2, Hendrizal 1 1 Program
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV A PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL SCRAMBLE DI SDN 03 KOTO PULAI PESISIR SELATAN.
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV A PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL SCRAMBLE DI SDN 03 KOTO PULAI PESISIR SELATAN Oleh: RINDA ZURYUNITA NPM. 1210013411115 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUAT BUNGA DARI STOCKING MELALUI PEMBELAJARAN INDIVIDUAL BAGI
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS V SDN 09 GUNUNG TULEH
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS V SDN 09 GUNUNG TULEH Dewi taria 1, Yusrizal 1, Edrizon 1 1 Program Studi Pendidikan Guru Seko Dasar
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI GAMBAR BERSERI BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS D III YAPEM TARUSAN PESISIR SELATAN Oleh: SUHAIMI Abstract Abstrak:This research is originated from the
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MACTH DI KELAS IV SDN 16 LUBUK BEGALUNG PESISIR SELATAN Oleh MELIKA ROZI NPM. 1110013411734
ARTIKEL PENELITIAN. Oleh: FEBRI MAYENTI NPM
ARTIKEL PENELITIAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS IVA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF JIGSAW DI SD NEGERI 26 JATI UTARA PADANG Oleh: FEBRI
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1 SAMPAI 10 MELALUI MEDIA KALUNG BERANGKA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1 SAMPAI 10 MELALUI MEDIA KALUNG BERANGKA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Oleh : Rosnita ABSTRACT Against the background of this research by the findings in
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT SAPU LIDI MELALUI METODE LATIHAN PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS D.V
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :863-875 MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT SAPU LIDI MELALUI METODE LATIHAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
2 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap Warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan. Hak dalam pendidikan diatur sesuai dengan UUD 1945 pasal 31 yang menyatakan bahwa Setiap warga
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DI SDN 05 TARAM KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Oleh: PRIMA YULITA NPM: 1110013411128 PROGRAM
MENINGKATKAN KETAHANAN DUDUK BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS I MELALUI PLANNED HUMOR MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN (SSR di SLB Negeri 1 Padang)
Volume Nomor September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 160-168 MENINGKATKAN KETAHANAN DUDUK BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS I MELALUI
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG Widya Danu Fadilah 1, Edrizon 1, Hendra Hidayat 1 1
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP ARTIKEL PENELITIAN OLEH : SUCI SEKARWATI NIM F15111030 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN
ARTIKEL PENELITIAN. Oleh: RAHMA DONA NPM
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KEPALA BERNOMOR TERSRUKTUR DI SDN 46 KOTO PANJANG PADANG
UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014
UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014 UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII/D SMP N 1 KRETEK BANTUL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIK MELALUI MODEL KOOPERATIFTEKNIKBERTUKAR PASANGAN DI SDN 26 PADANG TAE
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIK MELALUI MODEL KOOPERATIFTEKNIKBERTUKAR PASANGAN DI SDN 26 PADANG TAE Febria Wulandari 1, Zulfa Amrina 1, Fazri Zuzano 1
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI KELAS IV SDN 01 PAYAKUMBUH BALAI GADANG.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI KELAS IV SDN 01 PAYAKUMBUH BALAI GADANG Oleh Kurniawan Ade Eka Saputra Email : [email protected]
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 199-211 MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI PENGURANGAN MELALUI METODE DRILL
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE SCRIPT PADA SISWA KELAS V SD N KARANGMOJO BANTUL
112 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 2 Tahun ke-6 2017 PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE SCRIPT PADA SISWA KELAS V SD N KARANGMOJO BANTUL IMPROVING
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 188-198 MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN BILANGAN MELALUI MEDIA MESIN
METODOLOGI PENELITIAN
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS MELALUI METODE BERMAIN JAWABAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS III SDN 04 SUNGAI GERINGING KECAMATAN SUNGAI GERINGING KABUPATEN PADANG PARIAMAN Dedi Putra Tanjung
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOORDINASI MATA DAN TANGAN PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG Oleh : Tasnila Abstract. This research aim to to: proving technique efectivity baste comisole improve ability of eye movements
BAB I PENDAHULUAN. mudah bosan, sulit memecahkan suatu masalah dan mengikuti pelajaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus salah satu tujuannya adalah agar anak dapat mengurus diri sendiri dan tidak tergantung pada orang lain. Agar dapat mengurus
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGANYAM SARANG KETUPAT MELALUI TEKNIK TOKEN EKONOMI PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SMPLB PERWARI PADANG Oleh :Eri Susanti Abstract The research is motivated in learning the
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI MODEL KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE KELAS III SD
Peningkatan Keterampilan Menulis... (Nur Endah Pratiwi) 2.519 PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI MODEL KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE KELAS III SD IMPROVING THE WRITING ESSAY SKILLS
PENINGKATAN PEMBELAJARAN DENGAN METODE EKSPERIMEN IPA DI KELAS IV SDN 20 GUNUNG TULEH PASAMAN BARAT
PENINGKATAN PEMBELAJARAN DENGAN METODE EKSPERIMEN IPA DI KELAS IV SDN 20 GUNUNG TULEH PASAMAN BARAT Yuliatri 1,Erman Har 1, Hendrizal 1 1 Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI KEGIATAN MENCETAK PADA ANAK USIA 3 4 TAHUN
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI KEGIATAN MENCETAK PADA ANAK USIA 3 4 TAHUN Nur Lailatul Choiriyah Dewi Komalasari PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang
Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang [email protected] Abstract The purpose of this research is to improve science learning
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PAKEM PADA PEMBELAJARAN
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PAKEM PADA PEMBELAJARAN PKn KELAS I SDN 10 SUMPUR KUDUS KABUPATEN SIJUNJUNG Oleh: WIKE DENI WISKA NPM. 1110013411683 PROGRAM
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR AKUNTANSI
Implementasi Model Pembelajaran... (Vira Juwita R) 1 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR AKUNTANSI THE IMPLEMENTATION OF NUMBERED
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 1 Maret 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :85-96 MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN BILANGAN MELALUI MEDIA PAPAN BILAH
Fika Yunifa Efrianingrum, Triwahyudianto, Rofi ul Huda Universitas Kanjuruhan Malang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII E MTsN KEPANJEN
Universitas Bung Hatta Abstract
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA TEMA I BENDA-BENDA DI LINGKUNGAN SEKITAR DENGAN MODEL THE LEARNING CELL DI SDN 26 JATI PADANG Rani Eka Putri 1, Marsis 2, Muhammad Sahnan 2 1
IMPROVING COMPREHENSION READING SKILL THROUGH PICTURE STORIES FOR ELEMENTARY STUDENTS
Peningkatan Keterampilan Membaca... (Kernius Anggat) 223 PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA CERITA BERGAMBAR DI SEKOLAH DASAR IMPROVING COMPREHENSION READING SKILL THROUGH
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Dwi Kuncorowati SMA Negeri 1 Trenggalek Email: [email protected] Jl. Soekarno-Hatta 13 Trenggalek
ARIE WANGI CHANDRA NPM.
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERKIRIM SALAM DAN SOAL UNTUK SDN 10 SANGKIR LUBUK BASUNG Oleh
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
ABSTRAK Nike Novita Sari. (2015). Meningkatkan Keterampilan Memasang Baju Melalui Metode Modeling Pada Anak Tunagrahita Sedang Di SLB Al- Azhar Bukittinggi (Single Subject Research). Skripsi Jurusan Pendidikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini memaparkan data proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan pra menulis melalui media tiga
Penggunaan Media Kartu Bilangan untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Penjumlahan pada Anak Tunagrahita Ringan
Riser Penggunaan Media Kartu Bilangan Nunung Susilawati Penggunaan Media Kartu Bilangan untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Penjumlahan pada Anak Tunagrahita Ringan Nunung Susilawati SLB At-Taqwa Cisurupan
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) MENINGKATKAN MOTORIK HALUS MELALUI KETERAMPILAN MEMBUAT KALUNG PADA ANAK TUNAGRAHITA
PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP
PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP MUHAMMAD IDRIS Guru SMP Negeri 3 Tapung [email protected] ABSTRAK Penelitian ini
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SDN 34 KOTO RAWANG PESISIR SELATAN
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SDN 34 KOTO RAWANG PESISIR SELATAN Feni Hasnita 1, Edrizon 1, Yulfia Nora 1 1) Program Studi Pendidikan
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VB MELALUI PENDEKATAN PAILKEM DI SDN 29 GANTING UTARA KOTA PADANG
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VB MELALUI PENDEKATAN PAILKEM DI SDN 29 GANTING UTARA KOTA PADANG Ismarina Rosida 1, Zulfa Amrina 1, Ira Rahmayuni Jusar 1 1 Program Studi
PENINGKATAN AKTIVITAS BERTANYA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS VA SD PERTIWI 3 PADANG
PENINGKATAN AKTIVITAS BERTANYA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS VA SD PERTIWI 3 PADANG Hasanatul Fitri 1, Dra. Gusmaweti, M.Si 2, Drs. H. Asrul Thaher,
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 59-71 EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA Puzzle RUMAH ANGKA UNTUK PEMAHAMAN ANGKA
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA Susilawati SD Negeri 054931 Batu Melenggang, kab. Langkat Abstract: This classroom action
PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA PADA POKOK BAHASAN PERKALIAN
PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA PADA POKOK BAHASAN PERKALIAN Oleh: Widhi Astuti, Rusdiana Indianto PLB FKIP UNS ABSTRACT The purpose is this
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DI SDN 26 JATI UTARA PADANG Modika Hadmi Julanda
Rustam Effendi dan Hendra
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE ROLE PLAYING KOMBINASI DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) SISWA KELAS V SDN ULU BENTENG 1 KABUPATEN BARITO KUALA Rustam Effendi
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
OPEN ACCESS MES (Journal of Mathematics Education and Science) ISSN: 2579-6550 (online) 2528-4363 (print) Vol. 2, No. 2. April 2017 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW)
Model Pembelajaran Koperatif Tipe Listening Team dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ekologi Hewan
SP-009-006 Proceeding Biology Education Conference (ISSN: 2528-5742), Vol 13(1) 2016: 498-502 Model Pembelajaran Koperatif Tipe Listening Team dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ekologi Hewan Cooperative
MENINGKATKAN KEMAMPUAN TOILET TRAINING MELALUI ANALISIS TUGAS PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 268-279 MENINGKATKAN KEMAMPUAN TOILET TRAINING MELALUI ANALISIS TUGAS PADA
Suparmi SMP Negeri 25 Pekanbaru
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS VII-1 SMPN 25 PEKANBARU 0823-8848-1697 SMP Negeri 25 Pekanbaru 98
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG Farraz Putri Febriani, Suminah PP3 Jalan Ir. Soekarno No. 1 Blitar
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 2 Juni 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) ABSTRAK Indria Syafitri.2016. Strategi Kooperatif Learning Merupakan Salah Satu Alternatif
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MODEL CIRCUIT LEARNING DI KELAS V SD KANISIUS JOMEGATAN BANTUL ARTIKEL JURNAL
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MODEL CIRCUIT LEARNING DI KELAS V SD KANISIUS JOMEGATAN BANTUL ARTIKEL JURNAL Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL MODELLING THE WAY
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL MODELLING THE WAY PADA SDN 09 SURAU GADANG PADANG Oleh: POVY ANDRIANI NPM.
Jurusan Pedidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jl. Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya )
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DENGAN BANTUAN MEDIA POWERPOINT PADA KONSEP EKOSISTEM (Penelitian
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD N 16 PADANG BESI DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD N 16 PADANG BESI DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN Emi Susanti 1), Wince Hendri 2), Erwinsyah Satria 3) 1) Program Studi Pendidikan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA MANIK-MANIK BAGI ANAK TUNANETRA KELAS D-4 SLB TUNANETRA PAYAKUMBUH
Volume 4 Nomor 2 Juni 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :28-39 MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA MANIK-MANIK
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN 1 SAMPAI 10 MELALUI METODE VAKT BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG Oleh: Zulkifli Abstract Children's mental retardation moderate grade IV had difficulty in recognizing
