Metode Produksi Grafika

dokumen-dokumen yang mirip
REPRODUKSI GRAFIKA FDSK Desai Produk

Metode Produksi Grafika

BAB II TINJAUAN TEORITIS

Metode Produksi Grafika

FOTOGRAFI merupakan SAINS dan SENI Kata PHOTOGRAPHY berasal dari bahasa Yunani, yang berarti MENULIS DGN SINAR. Aspek Sains Fotografi mengandung arti

Metode Produksi Grafika

Metode Produksi Grafika

Metode Produksi Grafika

BAB X REPRODUKSI PETA & REVISI PETA

KAJIAN PENGARUH WARNA DAN JARAK LAMPU PENGAMAN TERHADAP HASIL RADIOGRAF

KAJIAN PENGARUH WARNA DAN JARAK LAMPU PENGAMAN TERHADAP HASIL RADIOGRAF

Sunglasses kesehatan mata

30. MELAKUKAN PRAKTIK PENGEMBANGAN FILM Bahan Ajar C2.DDK.030

Melalui kegigihan George Eastman, dunia fotografi mengalami perkembangan yang lebih pesat. Beliau menciptakan rol film yang memberikan banyak

BAB IV HASIL DAN EVALUASI

BAB III METODE PENCIPTAAN

BAB III METODE KERJA PRAKTEK

PERTEMUAN KE 4 (50 MENIT)

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

04FDSK. Metode Produksi Grafika C AM E R A R E P R ODUKSI & PE M OT R E TAN. Sudarman SA, ST AMd graf. Hapiz Islamsyah. Modul ke: Fakultas

PENGOLAHAN FILM RADIOGRAFI SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN AUTOMATIC X-RAY FILM PROCESSOR MODEL JP-33

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

BAB III METODE KERJA PRAKTEK. Kerja praktek dilaksanakan di : Nama perusahaan : CV. Petemon Grafika. : Bagian Pracetak

Gambar 1. Teteasan air dan Kristal es di dalam awan menghamburkan spectrum cahaya tampak kesegala arah

RADIOLOGI KEDOKTERAN GIGI. Ghita Hadi Hollanda, drg

Jurnal PrintPack Vol. 1 No. 1 Februari 2017

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN PERSIAPAN GRAFIKA

BAB III METODOLOGI. A. Metodologi Penelitian

TEKNIK GRAFIKA DAN INDUSTRI GRAFIKA JILID 2

Tujuan Instruksional Umum : Tujuan Instruksional Khusus :

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1 Intensitas. 1.2 Luminansi. 1.3 Lightness. 1.4 Hue. 1.5 Saturasi

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Pengolahan Citra Warna 1 Semester Genap 2010/2011. Dr. Fitri Arnia Multimedia Signal Processing Research Group (MuSig) Jurusan Teknik Elektro-UNSYIAH

29. MELAKUKAN PEMOTRETAN MODEL GARIS Bahan Ajar C2.DDK.029

PENGINDERAAN JAUH D. SUGANDI NANIN T

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Alat Alat Adapun alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah: Alat-alat Gelas.

GEOGRAFI. Sesi PENGINDERAAN JAUH : 1 A. PENGERTIAN PENGINDERAAN JAUH B. PENGINDERAAN JAUH FOTOGRAFIK

TUGAS PRAKARYA: SABLON

Lithografi ditemukan oleh aloys Senefelder (1798) Munich. Sebagai medium artistik dan alat reproduksi gambar.

DASAR DASAR FOTOGRAFI & TATA CAHAYA

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE KERJA PRAKTEK. : Surat Kabar Harian Radar Tarakan. Tempat : Jalan Mulawarman ( Depan Bandara Juwata Tarakan )

LAJU FOTOSINTESIS PADA BERBAGAI PANJANG GELOMBANG CAHAYA. Tujuan : Mempelajari peranan jenis cahaya dalam proses fotosintesis.

BAB III METODE KERJA PRAKTEK

ANION TIOSULFAT (S 2 O 3

GRA. PRA.011. Membuat Plate Offset Lithography

Grafika Komputer Pertemuan Ke-14. Pada materi ini akan dibahas tentang pencahayaan By: I Gusti Ngurah Suryantara, S.Kom., M.Kom

1. Grafis Bitmap Dan Vektor 2. Konsep Warna Digital 3. Gambar Digital 4. Editing Gambar Photoshop 5. Membuat Kop Web

Mengenal Stuktur Warna CMYK dan RGB

Pengolahan citra. Materi 3

- Rakel dengan lebar sesuai kebutuhan. - Penggaris pendek atau busur mika untuk meratakan emulsi afdruk;

I. Produk Sablon Kertas

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan September 2013 sampai bulan Maret 2014

LAPORAN KIMIA ANALITIK KI 3121 Percobaan modul 2 PENETAPAN ANION FOSFAT DALAM AIR

III. METODE PENCIPTAAN

A. SIFAT-SIFAT CAHAYA

Mesin foto copy adalah suatu alat untuk menyalin kembali dokumen atau ilustrasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN DAN DESAIN

Bab 1 Pendahuluan. I. Landasan Teori

BUKU TEKNIK ELEKTRONIKA TERBITAN PPPPTK/VEDC MALANG

PROPORSI BIDANG CETAK

SIFAT-SIFAT CAHAYA. 1. Cahaya Merambat Lurus

Cahaya sebagai media Fotografi. Syarat-syarat fotografi. Cahaya

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG Cahaya

Hasil dan Pembahasan

BAB III METODE PENCIPTAAN

PENGANTAR APLIKASI KOMPUTER

WARNA PERSIAPAN GRAFIKA GRAPHIC DESIGN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

ANALISA PENGARUH ph TERHADAP PERUBAHAN NILAI DENSITAS OPTIK (OPTICAL DENSITY) PADA FILM DENGAN VARIASI JENIS DEVELOPER

Ni Luh Putu Kurniawati, S.Kom. SMK PGRI 2 Badung Jurusan Multimedia 2011

ACARA I SIMULASI PENGENALAN BEBERAPA UNSUR INTERPRETASI

PHOTOGRAPHY PHOTOGRAPHY

Elyas Narantika NIM

MAKALAH Spektrofotometer

II. DESKRIPSI PROSES

GEOGRAFI. Sesi PENGINDERAAN JAUH : 3 A. CITRA NONFOTO. a. Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset Kimia Jurusan Pendidikan

Metode Produksi Grafika. Modul ke: 12FDSK FLEXOGRAFI PRINTING. Fakultas. Program Studi DESAIN PRODUK Sudarman SA, ST. AMd graf.

BAB III METODE KERJA PRAKTEK. Nama perusahaan : PT. Krisanthium Offset Printing. : Jl. Rungkut Industri III/19 Surabaya Jawa Timur.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2012 di Laboratorium. Fisika Material, Laboratorium Kimia Bio Massa,

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - GELOMBANG ELEKTROMAGNET - G ELO MB ANG ELEK TRO M AG NETIK

TIRAI PUTIH PENUTUP LAMPU FOTOTERAPI DAN PENUTUP INKUBATOR. A. Pengertian Inovasi ( Tirai warna putih) :

PENENTUAN KADAR CuSO 4. Dengan Titrasi Iodometri

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM ANORGANIK PERCOBAAN 1 TOPIK : SINTESIS DAN KARAKTERISTIK NATRIUM TIOSULFAT

JENIS CITRA

BAB II LANDASAN TEORI

LOGO. Analisis Kation. By Djadjat Tisnadjaja. Golongan V Gol. Sisa

BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN

Spektrofotometer UV /VIS

Kaca & Keramik. Kaca. TKS 4406 Material Technology I 3/16/2017

METODE KERJA PRAKTEK. dari tanggal 16 Januari sampai dengan 16 Maret 2011.selama 2 bulan

Zat Urine Rambut Darah. Alkohol 6-24 jam Hingga 90 hari jam. Amfetamin (kecuali met) 1-3 hari Hingga 90 hari 12 jam

PENYEHATAN MAKANAN MINUMAN A

BAB III METODOLOGI. Metodologi penelitian ini meliputi penyiapan dan pengolahan sampel, uji

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH. Studi Lapangan. Identifikasi Masalah. -Penanggulangan Cacat Bintik. Pengumpulan Data.

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 1 / 2 / PBI/1999 TENTANG PENGELUARAN DAN PENGEDARAN UANG KERTAS BARU PECAHAN RP TAHUN EMISI 1999

Transkripsi:

Modul ke: Metode Produksi Grafika FILM & PRINTING PLATE Fakultas Teknik Perencanaan Dan Desain Program Studi Desain Grafis Sudarman SA, ST. AMd graf Ir. Gatot Sigiarto Ir. Kamil Rusdi A, M.Si.

Film grafika disebut juga bahan peka cahaya adalah bahan utama untuk keperluan dalam pemotretan (pembuatan film) Dalam pengerjaan pada kamera reproduksi adalah untuk mendapatkan film negatif dari dengan proses pengembangan sebagai hasil reproduksi sebuah original/model Untuk mendapatkan positif film diproses melalui pengontakan dan pengembangan guna membuat acuan cetak tinggi (leterpress), cetak datar (offset), cetak dalam (rotogravuur) dan cetak saring (silk screen) Pengembangan ( merubah dari laten image ke image terbaca )

MEMPERSIAPKAN FILM & PRINTING PLATE Printing Plate B C M Y Original Copy Camera reproduksi Film Scanner Plate Making Frame

LAPISAN EMULSI YANG PEKA TERHADAP CAHAYA 1 2 3 4 5 Lapisan pelindung Lapisan emulsi Lapisan perekat Lapisan dasar plastik Lapisan anti halo

Lapisan pelindung dan stress Emuisi peka cahaya Lapisan perekat Bagian landasan bawah plastik Lapisan perekat Lapisan anti halo dan anti kesut

Lapisan tipis ini berfunsi untuk melindungi emulsi dari kerusakan mekanis ( gesekan / goresan ). Fungsi lain untuk mencegah timbulnya newtone ring akibat kelmbaban relatif yang terlampau tinggi ditempat penyimpanan atau dalam kamar gelap sehingga film tertekan dan menimbulkan hampa udara.

Lapisan substansi peka terhadap cahaya dan terbuat dari perak halogenida. Butir-butir perak halogenida dalam gelatin membentuk campuran yang dikenal sebagai emulsi. Susunan peraknya bervariasi dan tergantung dengan besar kecilnya butir-butir yang dikandungnya, makin besar butir perak, makin peka emulsinya. Perak ini bila kena cahaya, maka susunan kimianya mengalami perubahan yang disebabkan efek foto kimia.

Fungsinya untuk merekatkan emulsi dengan lapisan dasar dan lapisan dasar dengan lapisan punggung (anti halo).

Umumnya terbuat dari bahan Triasetat atau Polyester. Bahan triasetat sangat terbatas terhadap ukuran dan stabilitas pemuaian, tapi sangat baik untuk pengerjaan hitam putih. Berbeda dengan Polyester yang mempunyai stabilitas dan kemantapan ukuran pemuaian. Oleh karena itu sangat disukai pemakai khususnya bagi pekerjaan reproduksi warna dengan mesin prosessor.

PUNGSI LAPISAN ANTI HALO Adalah bahan warna tertentu yang mempunyai sifat spektrum pilihan. Hal ini membuat sinar yang menembus emulsi dapat diserap dengan baik dan tidak dipantulkan lagi guna mencegah terbentuknya bayangan rangkap ( halo ). Tapi bahan ini dapat larut, dan hilang seluruhnya pada saat pencucian.

Film beremulsi ini peka terhadap cahaya. kepakaan terhadap cahaya ini mempunyai distribusi energi spektrum yang berbeda-beda bagi masingmasing film. Perbedaan terhadap berbagai warna spektrum inilah yang menentukan pilihan bagi pemakai yang didasari oleh kebutuhan yang digunakan pengerjaan foto reproduksi.

Yang dapat dilihat dengan mata Dan yang tidak dapat dilihat dengan mata TIDAK DAPAT DILIHAT TIDAK DAPAT DILIHAT 380 DAPAT DILIHAT 700

1. Film peka terhadap biru (Blue sensitive) Meskipun peka terhadap biru, tetapi juga peka terhadap ultra ungu dimana lintasan spektrum berada pada panjang gelombang antara 370 s/d 490 nm VIOLET 2. Film Orthochromatic BLUE GREEN YELLOW Film ini peka terhadap ultra ungu, ungu, biru, hijau dan sedikit kuning dimana lintasan spektrum berada pada panjang gelombang antara 380 s/d 600 nm RED 3. Film Panchromatic Film ini peka terhadap semua warna cahaya. Penggunaan warna ini dikhususkan pada pengerjaan pemisahan warna konvensional yang dilakukan kodisi lampu gelap total. 380 nm 490 nm 600 nm 700 nm

1. Film peka terhadap biru (Blue sensitive) VIOLET BLUE GREEN YELLOW RED 2. Film Orthochromatic 3. Film Panchromatic GELAP TOTAL 380 nm 490 nm 600 nm 700 nm

1. Developer (cairan pengembangan) Dever biasanya terdiri dari concentrates A + B yang dikeluarkan langsung dari pabriknya. Penggunaannya A & B masing-masing dicampur air 1 : 2 diaduk dengan rata. Dicampur bila saat menggunakannya 2. Stopbath (air penghenti) Menghentikan reaksi kimia saat pengembangan. Selain itu menetralkan development agent, agar tidak terjadi hitam keruh mengkabut pada fixer 3. Fixer (cairan pelarut) Melarutkan semua perak halogenida yang tidak terkena sinar. Bagian ini sesungguhnya masih peka terhadap cahaya dan apabila tidak kena fixer akan terjadi pengkabutan 4. Air (pembersih) Digunakan air yang bersih dalam keadaan mengalir.

DEVELOPER Developer adalah cairan untuk pengembangan suatu film yang telah dipotret, atau minimbulkan image setelah direndam dengan cairan developer. FIXER Fixer mempunyai tujuan untuk melarutkan semua perak Halogenida yang tidak memantulkan sinar pada saat pemotretan.

Film Processing Schematic Film Guides Drive Rollers Film Supply Cassette Dev. Section Fix. Section Wash Section Dryer Section Film Section

External Drum Imagesetter Laser Beam Doctor Rollers Laser Head Unloading Rollers Media Supply Media Collection Loading Rollers Film Guides Film Supply Cassette Drive Rollers Dev. Section Fix. Section Wash Section Dryer Section

Internal Drum Imagesetter Media Film Supply Media Collection Transport Rollers Laser Beam Transport Rollers Punch Film Guides Drive Rollers Film Supply Cassette Dev. Section Fix. Section Wash Section Dryer Section

Development process 1 2 3 4

Mencuci bersih film yang telah melalui developer dan fixer dianjurkan mencuci pada air yang mengalir. Agar tidak terjadi contaminasi dengan sisa chemical developer dan fixer.

A. Developing Developing adalah melakukan pengembangan terhadap film yang telah dipotret. Pada film ini belum kelihatan wujud gambarnya dan masih merupakan gambar bayangan tersembunyi ( Latin Image ). Developer adalah bahan kimia untuk foto reproduksi yang disebut juga developer lith. Biasanya untuk pengerjaan reproduksi terdiri dari concentrates A + B ( liquid and powder ) dalam kemasan galon plastik. Concentrates A dan B dicampur pada saat akan digunakan.

LARUTAN A DAN B Natrium sulfit ( bebas air ) Asam borat Hidrosenon Kalium bromid Air A B Kalium metabisulfit Natrium sulfit Paraformaldehida Air

PENGGUNAAN LARUTAN A & B Larutan A dan B masing-masing dicamput dengan air dalam perbandingan 1 : 2. Kemudian setelah diaduk dengan rata dapat disatukan kedalam baki atau Tray untuk pengerjaaan secara manual. Pencampuran ini dilakukan pengadukan atau diaduk kembali dengan rata dan didiamkan sesaat sebelum digunakan.

Menghentikan reaksi kimia pada film yang sedang didevelop. Selama pengembangan sebaiknya melakukan stopbath guna pengontrolan lebih lanjut Menetralkan developing agent yang aktif pada film agar tidak terjadi hitam keruh mengkabut/dechroicfoq pada fixer.

Fixing mempunyai tujuan disaat melarutkan perak halogenida yang tidak terrefleksi waktu pemotretan. Bagian-bagian ini sebenarnya masih peka terhadap sinar dan apabila tidak difixer akan terjadi pengkabutan bahkan akan hitam menutup gambar (dichroic fog)

Fixer Fixer ini terdiri dari larutan natrium tiosulfat atau disebut juga natruim hiposulfit yang biasa disingkat dengan hipo saja. Concentrates liquid fixer terdiri dari satu bagian saja/tidak ada campuran lain kecuali hardner. Pencampuran dengan air 1 : 4 ditambah cairan hardner (pengeras) kurang lebih 1%. Pembentukan garam-garam komplek dari perak natrium selama di fixer dapat dihilangkan dengan merendamnya dalam air mengalir.

1 2

Process penyinaran adalah pemindahan image dari film ke prnting plate dengan menggunakan alat plate maker. Penyinaran menggunakan lampu ngkalkulasi exposu 1. Metal Halide Mercury 417 nm 2. Broad Spectrum 360 420 nm Bersih di no. 3-4 360 417 nm video 700 nm 30

1. 2. 3. 4.. Plate di develop dengan developer Plate dibersihka dengan air Plate dilapisi dengan gum pelindung Gum dikeringkan plate siap dicetak

VIDEO 12.mpg Cara Mendevelop Printing plate Hand developing Mashine developing Tank developing

Pemasangan plate kemesin Pemasangan blanket Perisapan tinta cetak C,M,Y,K. easyplate gesamt_pm52.wmv b Shaft Less - C Persiapan air pembasah Persiapan kertas ClicadTitle Penyetelan mesin Pencetakan

Jangan Lupa Belajar

Terima Kasih

Judul Sub Bahasan Template Modul Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan