SEJARAH BIMBINGAN KARIR

dokumen-dokumen yang mirip
KONSEP KARIER. Pengembangan Karir

PELAKSANAAN BIMBINGAN KARIR BAGI SISWA SMA SEBAGAI PERSIAPAN AWAL MEMASUKI DUNIA KERJA 1 Oleh: Sitti Rahmaniar Abubakar 2

MENJADI KONSELOR PROFESIONAL : SUATU PENGHARAPAN Oleh : Eva Imania Eliasa, M.Pd

Kajian Bimbingan dan Konseling di SD. Khairul Fahmi Hadi Dosen Pengampu mata kuliah Bimbingan dan Konseling : Arie Rakhmat Riyadi M.

ARAH PENGEMBANGAN MATERI KURIKULUM : Program Pendidikan Sarjana (S-1) BK Program Pendidikan Profesi Konselor (PPK)

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR

KOMPETENSI KONSELOR. Kompetensi Konselor Sub Kompetensi Konselor A. Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani

BAB I PENDAHULUAN. terpenting dalam kehidupan manusia dewasa yang sehat, di mana pun dan kapan

LANDASAN HISTORIS BK. Diana Septi Purnama

BAB VI PENUTUP Praktek Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Matauli Pandan mampu membangun interaksi komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. Tuntutan masa depan pembangunan bangsa mengharapkan penduduk yang

MANAJEMEN KARIR. Retno Djohar Juliani *) Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. maupun informal. Keberhasilan pendidikan akan terjadi bila ada interaksi antara

MAKALAH KAJIAN TEKNOLOGI DAN VOKASI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI BIMBINGAN KARIR

LAPORAN OBSERVASI DAN WAWANCARA SMK MUHAMADIYAH SLAWI

BAB I PENDAHULUAN. hidup (life skill atau life competency) yang sesuai dengan lingkungan kehidupan. dan kebutuhan peserta didik (Mulyasa, 2013:5).

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan karir merupakan salah satu aspek yang penting dalam. perkembangan karir individu. Kecakapan dalam mengambil keputusan,

BAB I PENDAHULUAN. mempelajari pengetahuan dan ketrampilan baru sehingga dapat diperoleh

PEDOMAN BIMBINGAN DAN KONSELING MAHASISWA

BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM Disampaikan oleh HARTONO Program Studi BK FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sebagai hukum dasar, UUD 1945 merupakan sumber hukum tertulis,

BAB I PENDAHULUAN. Dunia sedang memasuki zaman informasi, bangsa-bangsa yang belum maju ada

BAB 1 PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia pada tingkat satuan menengah atas saat ini di

PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING DI ERA DISRUPSI: PELUANG DAN TANTANGAN

Pemetaan kompetensi dan sub kompetensi guru secara fomal seperti. berikut: SUB KOMPETENSI. PEDAGOGIK 1. Menguasai teori dan praksis pendidikan

PENGAYAAN DALAM PEMBELAJARAN IPA

BAB I PENDAHULUAN. Deasy Yunika Khairun, Layanan Bimbingan Karir dalam Peningkatan Kematangan Eksplorasi Karir Siswa

Pendidikan Nasional Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia Indonesia baik secara fisik maupun intelektual

BAB II KAJIAN TEORI. industri. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance (prestasi kerja). Kinerja

PRINSIP PENGEMBANGAN KARIR BIDAN

BAB I PENDAHULUAN. Wardati dan Muhammad Jauhar, Implementasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Prestasi Putrakaraya, Jakarta, 2011, hlm. 137.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul

BAB I PENDAHULUAN. masa depan. Hal tersebut diamanatkan dalam Pasal 27 Peraturan Pemerintah

KODE ETIK PSIKOLOGI. Mistety Oktaviana, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi PSIKOLOGI.

BAB II LANDASAN TEORI. bekerja yang ditandai secara khas dengan adanya kepercayaan diri, motivasi diri

LANDASAN HISTORIS BK Diana Septi Purnama

BAB I PENDUHULUAN. masa depan bangsa, seperti tercantum dalam Undang-Undang RI. No 20 Tahun

BAB I PENDAHULUAN. Orientasi karir merupakan salah satu bagian penting dalam upaya untuk membantu siswa

PEDOMAN WAWANCARA PERENCANAAN KARIR. Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Instrumen dan Media Bimbingan Konseling

DWI KUSTIANTI A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENGARUH PEMBERIAN BIMBINGAN KARIR TERHADAP KEINGINAN SISWA UNTUK STUDI LANJUT SISWA KELAS X TSM SMK KARTANEGARA KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. Masalah pendidikan Indonesia ibarat benang kusut yang terus bertambah.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dunia pendidikan merupakan kehidupan yang penuh dengan tantangan

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Hasanah Ratna Dewi, 2015

BAB I PENDAHULUAN. itu kebutuhan fisik maupun psikologis. Untuk kebutuhan fisik seperti makan,

BAB I PENDAHULUAN. yang berkaitan dengan eksistensi guru itu sendiri. meningkatkan pendidikan nasional ternyata masih banyak yang harus di

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di manapun dan kapanpun mereka berada.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

PENGARUH KEMAMPUAN DASAR GURU DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH SURUH TAHUN AJARAN 2008/2009

BAB I PENDAHULUAN. Bimbingan dan Konseling memiliki peranan yang sangat menentukan

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. juga diharapkan dapat memiliki kecerdasan dan mengerti nilai-nilai baik dan

BAB 1 PENDAHULUAN. mencapai segala sesuatu yang telah dicita-citakannya. Seorang individu

2014 PENYELENGGARAAN PROGRAM PARENTING BERBASIS E-LEARNING D ALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEND ID IK ANAK

Seminar Internasional, ISSN Peran LPTK Dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia

PENGEMBANGAN SKALA PSIKOLOGI BIDANG KARIR

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Novita Kostianissa, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah hal yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.

BAB I PENDAHULUAN. lengkap ada apabila diinginkan agar pendidikan di sekolah dapat berjalan optimal. 1

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu permasalahan besar yang dihadapi oleh. umumnya dan dunia pendidikan khususnya adalah merosotnya moral peserta

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. pengawasan orang tua terhadap kehidupan sosial anak, kondisi lingkungan anak

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk paling unik di dunia. Sifat individualitas manusia

Kata Kunci: Bimbingan Konseling, Manajemen Berbasis sekolah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Pendidikan merupakan usaha sadar agar manusia dapat mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan (Saiman, 2009:22). Masalah pengangguran telah menjadi momok

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan

IRRA MAYASARI F

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Orang tua yang penuh perhatian tidak akan membiarkan anak untuk

BAB I PENDAHULUAN. lapangan pekerjaan sehingga mengakibatkan sebagian orang tidak memiliki

II. TINJAUAN PUSTAKA. kepribadian individunya dan kegunaan masyarakatnya, yang diarahkan demi

BAB I PENDAHULUAN. ahlinya. 1 Secara umum para lulusan dari sekolah/madrasah dan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi

BAB I PENDAHULUAN. Abad 21 yang sedang berlangsung menjadikan kehidupan berubah dengan

BAB I PENDAHULUAN. hakekatnya merupakan segala situasi hidup yang mempengaruhi perkembangan

2014 EFEKTIVITAS KONSELING KARIR TRAIT AND FACTOR UNTUK MEREDUKSI KESULITAN MEMBUAT KEPUTUSAN KARIR PESERTA DIDIK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP SEJARAH

BAB I PENDAHULUAN. menghadapi perkembangan ini dan harus berfikiran lebih maju. Ciri-ciri

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. Banyaknya para pencari kerja di Indonesia tidak di imbangi dengan

BAB I PENDAHULUAN. diupayakan dan dikembangkan seiring dengan perkembangan jaman.

Teori Belajar Aliran Latihan Mental dalam Pembelajaran Matematika di SD

BAB 1 PENDAHULUAN. mahasiswa dituntut memiliki kemampuan (skill) dan pengetahuan (knowledge)

BAB I PENDAHULUAN. berkarakter dalam mengisi kemerdekaan. Namun, memunculkan jiwa yang

BAB I PENDAHULUAN. martabat manusia. Salah satu upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat

Konsep Dasar Mutu Sistem Manajemen Layanan dan Bimbingan. Kuliah XIV / 2007

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian prasyarat Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Kewarganegaraan ROSY HANDAYANI A.

USAHA YANG DILAKUKAN SISWA DALAM MENENTUKAN ARAH PILIHAN KARIR DAN HAMBATAN-HAMBATAN YANG DITEMUI (Studi Deskriptif terhadap Siswa SMA N 3 Payakumbuh)

Transkripsi:

SEJARAH BIMBINGAN KARIR Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah : Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar Dosen Pengampu : Dr. Purwati, MS,Kons/Dewi Liana Sari, S.Pd Disusun Oleh : 1. Cinde Arum Asmarani (12.0305.0176) 2. Imroati Mukharomah (12.0305.0205) 3. Lina Lestari (12.0305.0167) 4. Feni Yuni Lestari (12.0305.0186) 5. Dodo Prastyoko (12.0305.0170) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG 2014 I

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tujuan disusunnya makalah dengan judul : Sejarah Bimbingan Karir ini adalah guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah Bimbingan Dan Konseling di SD. Terselesainya penulisan makalah ini tak lepas dari bantuan serta dorongan dari berbagai pihak, oleh karena itu ucapan terima kasih kami haturkan kepada : 1. Dr. Purwati, MS,Kons/Dewi Liana Sari, S.Pd,selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dalam penulisan makalah ini. 2. Rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dan motivasi. 3. Kepada semua pihak yang turut membantu dalam penulisan makalah ini yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tentu masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran kami harapkan untuk perbaikan yang akan datang. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi semua pembaca pada umumnya. Magelang, 12 Mei 2014 Penyusun II

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL I KATA PENGANTAR II DAFTAR ISI III BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah. 1 C. Tujuan 1 BAB II PEMBAHASAN 2 A. Pengertian Sejarah 2 B. Istilah Yang Berhubungan Dengan Bimbingan Karir 2 C. Sejarah Bimbingan Karir 3 D. Kedudukan Bimbingan Karir. 5 E. Makna Bimbingan Karir 6 F. Masalah Dan Jalur Bimbingan Karir 7 BAB III PENUTUP 8 A. Kesimpulan 8 B. Saran 9 DAFTAR PUSTAKA 10 III

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman dengan munculnya berbagai teknologi yang canggih, belum lagi dengan adanya berbagai macam pekerjaan yang sadar tidak disadari ini menjadi sebuah tantangan hidup sebuah insan di dunia yang memerlukan pemahaman dan kesadaran akan adanya hal tersebut. Dengan ini perlu adanya sebuah pemahaman, pengarahan dan menumbuhkan kesadaran pada peserta didik di SD/MI yang harus dilakukan oleh seorang guru karena betapa pentingnya kesadaran akan kemajuan zaman dan berbagai macam kegiatan atau pekerjaan disekitar lingkungan peserta didik yang nantinya akan memicu pada sebuah karir yang paling tidak menjadi sebuah cita dari peserta didik. Pemikiran inilah menjadi latar belakang betapa pentingnya seorang guru mampu memahami dari bimbingan karir yang kemudian dapat dijadikan sebuah transformasi kepada peserta didik di SD/MI untuk memunculkan kesadaran akan pentingnya hal tersebut. B. Rumusan Masalah 1. Apa Pengertian Sejarah? 2. Apa saja Istilah Yang Berhubungan Dengan Bimbingan Karir? 3. Bagaimana Sejarah Bimbingan Karir? 4. Apa Saja Kedudukan Bimbingan Karir? 5. Apa Makna Bimbingan Karir? 6. Bagaiamana Masalah Dan Jalur Bimbingan Karir? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian sejarah 2. Untuk mengetahui apa saja istilah-istilah yang berhubungan dengan bimbingan karir 3. Untuk mengetahui sejarah bimbingan karir 4. Untuk mengetahui kedudukan bimbingan karir 5. Untuk mengetahui makna bimbingan karir 6. Untuk mengetahu masalah dan jalur bimbingan karir 1

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Sejarah Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab :شجرة) šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (.(تاريخ Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting. B. Istilah Yang Berhubungan Dengan Bimbingan Karir Istilah karir mungkin sering dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan. Untuk itu ada baiknya dikenali beberapa istilah khusus yang berkaitan dengan bimbingan karir, yaitu : a. Karir : keseluruhan pekerjaan yang dialami seseorang dalam keseluruhan hidupnya. Secara lebih terbatas karir diartikan sebagai pengalaman kerja di dalam suatu bidang pekerjaan tertentu. b. Jabatan (occupation, Vocational); suatu pekerjaan khusus atau kegiatan kerja tertentu. c. Perkembangan karir : keseluruhan perkembangan individu yang menekankan kepada proses persiapan, memasuki dan kemajuan dalam dunia pekerjaan. d. Pendidikan karir : kegiatan yang direncanakan untuk memberikan pengalaman pendidikan kepada individu yang akan memberikan kemudahan perkembangan karir. 2

Istilah bimbingan karir tidak hanya merujuk kepada program orientasi pekerjaan tetapi juga menyangkut : a. Keterlibatan antara konselor dengan klien. b. Keterlibatan partisipasi aktif klien dalam mengambil keputusan karir terhadap informasi. c. Proses penyesuaian pribadi bahkan lebih jauh merupakan proses psikoterapi. C. Sejarah Bimbingan Karir 1. Bimbingan Karir Bermula dari Bimbingan Jabatan Istilah bimbingan karir bermula dari Isitilah vocational guidance,istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Frank Pearson pada tahun1908 ketika ia berhasil membentuk suatu lembaga yang bertujuanuntuk membantu anak-anak muda dalam memperoleh pekerjaan.pada awalnya penggunaan istilah vocational guidance lebih merujukpada usaha membantu individu dalam memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan, termasuk didalamnya berupaya mempersiapkan kemampuan yang diperlukan untuk memasuki suatu pekerjaan. Konsep bimbingan yang bermula di Amerika Serikat ini dilatari oleh berbagai kondisi obyektif pada waktu itu, diantaranya : 1. keadaanekonomi 2. keadaan sosial, seperti urbanisasi 3. kondisi ideologis,seperti adanya kegelisahan untuk membentuk kembali danmenyebarkan pemikiran tentang kemampuan seseorang dalam rangkameningkatkan kemampuan diri dan statusnya 4. perkembanganilmu (scientific), khususnya dalam bidang ilmu psiko-fisik dan psikologi eksperimantal, Atas desakan kondisi tersebut, maka muncullah gerakan vocational guidance yang kemudian tersebar keseluruh Negara, termasuk ke Indonesia.Pada tahun 1951, para ahli mengadakan perubahan pendekatan dari model okupasional occupational ke model karir (career ). Kedua model ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar, terutama dalam landasan individu untuk memilih jabatan. Pada model okupasional lebih menekankan pada kesesuaian antara bakat dengan tuntutan dan persyaratan pekerjaan. Sedangkan pada model karir, tidak hanya sekedar memberikan penekanan tentang pilihan pekerjaan, namun mencoba pula menghubungkannya dengan konsep perkembangan dan tujuan-tujuan yang lebih jauh sehingga nilai-nilai pribadi, konsep diri, rencanarencana pribadi dan semacamnya mulai turut dipertimbangkan. 3

Bimbingan karir tidak hanya sekedar memberikan respon kepada masalah-masalah yang muncul, akan tetapi juga membantu memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan. Penggunaan istilah karir didalamnya terkandung makna pekerjaan dan jabatan sekaligus rangkaian kegiatan dalam mencapai tujuan hidup seseorang. Hattari (1983) menyebutkan bahwa istilah bimbingan karir mengandung konsep yang lebih luas. Bimbingan jabatan menekankan pada keputusan yang menentukan pekerjaan tertentu, sedangkan bimbingan karir menitik beratkan pada perencanaan kehidupan seseorang dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dengan lingkungannya agar ia memperoleh pandangan yang lebih luas tentang pengaruh dari segala peranan positif yang layak dilaksanakannya dalam masyarakat. Berikut adalah poin-poin sejarah dari perkembangan bimbingan karir : 1. Tahun 1898 : Jessie B. Davis dengan mendirikan Educational Career Conna Control dikota Detroit. 2. Tahun 1907 : Eli Weaver, menerbitkan buku yang berjudul : Choosing a Career pada tahun 1908. 3. Tahun 1908 : Frank Parsons, mendirikan the Boston Vocational Bereau, untuk membantu para pemuda memilih pekerjaan dan melatih guru-guru sebagai konseler pekerjaan. 4. Tahun 1909 : Parsons menerbitkan buku Choosing a Vocational Parsons menjelaskan bahwa dalam memilih pekerjaan itu harus diperhatikan 3 faktor terpenting, yaitu : 1) Pengertian yang jelas tentang dirinya sendiri seperti bakat kemampuan, minat, ambisi, keuntungan, hambatan yang dimiliki 2) Pengetahuan tentang persyaratan jabatan dan kondisi untuk keberhasilan, keuntungan dan kerugian kompensasi, kesempatan dan prospek dan suatu jabatan 3) Penalaran yang benar terhadap hubungan dari kedua kelompok fakta tersebut diatas. 5. Tahun 1920-1930, bimbingan diterima disekolah-sekolah, tidak hanya masalah jabatan saja tetapi juga masalah pendidikan dari sosial. 4

6. Pada akhir 1930 masalah bimbingan jabatan menjadi sangat penting lantaran timbulnya masalah pengangguran, penempatan, perubahan teknologi, mobilitas dan perkembangan jabatan. 7. Tahun 1910 1940, gerakan pengukuran inteligensi dan bakat khusus. 2. Bimbingan Karir pada Persekolahan di Indonesia Di Indonesia sendiri program ini masuk dan diadopsi oleh lembaga pendidikan pada tahun 1950, yang kemudian terwadahi dalam layanan bimbingan dan penyuluhan, yang kini disebut bimbingan dan konseling. Ini diawali dari kebutuhan penjurusan peserta didik pada jenjang pendidikan menengah atas.selanjutnya, pada tahun 1984 bersamaan dengan diberlakukannya Kurikulum 1984, bimbingan karir cukup terasa mendominasi dalam layanan bimbingan dan penyuluhan, dan pada tahun 1994, bersamaan dengan perubahan nama bimbingan penyuluhan menjadi bimbingan dan konseling, bimbingan karir ditempatkan sebagai salah bidang bimbingan.sampai dengan sekarang ini bimbingan karir tetap masih merupakansalah satu bidang bimbingan, yang diintergrasikan dalam konsteks Kecakapan Hidup (Life Skill). Beberapa penjabaran materi bidang bimbingan karir pada jalur pendidikan formal diarahkan pada : 1.Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan; 2.Pemantapan orientasi dan informasikarir pada umumnya dan karir yang hendak dikembangkan padakhususnya 3.Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja danusaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dantuntutan hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara 4.Pengenalan berbagai lapangan kerja yang dapat dimasuki 5.Orientasi dan informasi terhadap pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan. D. Kedudukan Bimbinngan Karir kedudukan bimbingan karir adalah sebagai berikut : 1. Mengaplikasikan pandangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual, bermoral, sosial, individual, dan berpotensi. 2. Menghargai dan mengembangkan potensi positif individu. 3. Peduli terhadap kemaslahatan manusia pada umumnya dan klien pada khususnya. 4. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya. 5. Toleran terhadap permasalahan individu. 6. Bersikap demokratis. 5

E. Makna Bimbingan Karir Secara terminology karir itu diartikan sebuah wacana tertentu saja oleh sebagai kalangan awam yang menganggap wacana tersebut hanya tertentu pada seseorang yang mempunyai suatu posisi, jabatan atau yang berkaitan dengan suatu pekerjaan.sebenarnya banyak prespektif dalam pemaknaan karir dan juga banyak tokoh pemikir yang mendefinisikan karir dalam artian yang berbeda namun tujuannya sama, tergantung satu individu tersebut dari mana mengartikannya karena hal itu memiliki arti yang sangat luas. Namun sejatinya karir itu mempunyai artian luas seperti halnya urutan okupasi, job dan posisi-posisi yang diduduki disepanjang pengalaman kerja seseorang. Sedangkan bimbingan karir itu sendiri diartikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk memberikan dorongan dan untuk memberikan kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan dan kemudahan meniti karir dalam kehidupannya. Banyak berbagai definisi dari karir namun yang terpenting dapat disimpulkan dalam satu pengertian karir yaitu karir merupakan perwujudan diri yang bermakna melalui serangkaian aktivitas dan mencakup seluruh aspek kehidupan diantaranya peran hidup, lingkungan kehidupan, yang terwujud karena adanya kekuatan inner person. Perwujudan diri ini akan bermakna dikala adanya kepuasan atau kebahagiaan diri dan lingkungan. Kesuksesan individu dalam berkarir yang tampak dikarenakan adanya ketenangan, kenyamanan, kestabilan dan kepuasan dalam bekerja. Bimbingan karir inipun juga banyak prespektif dalam pengartiannya, dikarenakan bimbingan karir ini sulit dipisahkan dari konsep vocational guidance atau bimbingan jabatan yang kemudian berubah menjadi carrer guidance atau bimbingan karir yang diartikan sebagai proses untuk membantu dalam memilih pekerjaan, mempersiapkan, memasuki dan memperoleh kemajuan di dalamnya. Namun selang beberapa tahun kemudian pengertian bimbingan karir ini direfisi sebagai suatu proses bantuan terhadap individu untuk menerima dan mengembangkan diri serta perannya secara terpadu dalam dunia kerja, mengklarifikasikan konsepnya dengan realita dalam lingkungan yang berujung pada kepuasan diri dan masyarakat. Rochman natawidjadja menyimpulkan pengertian bimbingan karir sebagai proses untuk membantu seseorang untuk mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia atau 6

lingkungannya, mempertemukan gambaran diri tersebut dengan dunia kerja yang kemudian atau pada akhirnya dapat memilih bidang pekerjaan, memasukinya dan membina karir dalam bidang tersebut. F. Masalah Dan Jalur Bimbingan Karir Sadar tidak disadari dalam kehidupan kita pasti ada yang namanya sebuah tantangan, begitupula dalam meniti sebuah karir inipun masih tidak dapat jauh dari sebuah masalah atau sebuah tantangan. Tantangan dan masalah ini sebenarnya muncul dari diri, yang terletak dari kekurangmampuan dalam membuat planning sebuah karir. Menentukan keputusan akhir dan menentukan karir ini membutuhkan suatu ketrampilan dan sebuah proses yang dilatarbelakangi pemahaman individu terhadap dirinya atau jati dirinya dan pengenalan terhadap lingkungan pekerjaan yang ada di sekitarnya serta memadukan keduanya secara tepat. Banyak para ahli yang telah mendeskripsikan beberapa gejala dalam bimbingan karir ini, diantaranya adalah Williamson yang membagi gejala bimbingan karir menjadi empat bagian, yakni individu tidak dapat memilih atau merasa tidak ada pilihan, karena tidak mampu membedakan secara memadai atas pilihan karir dan komitmen terhadap pilihan itu (no choice), individu tidak merasa yakin atau dia merasa bimbang atas pilihan karirnya (uncertain choice), ketidakseleraan antara bakat atau minat individu dengan pilihan karirnya (unwise choice) dan ketidakseleraan minat dengan bakat individu (discrepancy). Namun sebenarnya masih banyak lagi berbagai gejala atau masalah dalam bimbingan karir yang perlu dicermati oleh seorang guru terutama dalam kaitannya upaya membantu perencanaan karir peserta didik. Selama menempuh dunia pendidikan, individu berusaha untuk sebisa mungkin mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang nantinya pasti akan dibutuhkan ketika mulai mencari kerja, secara asumtif dari proses ini akan berlangsung biasanya sampai dengan usia 20 tahun. Dalam konteks lain bimbingan karir dapat ditempuh melalui jalur pendidikan, pekerjaan, jabatan, profesi, hobi dan social pribadi. Sejumlah kompetensi dan potensi individu yang memadai menjadi penentu berhasil tidaknya sebuah karir baik kompetensi ataupun juga potensi dari fisik, pribadi, social, intelektual, moral begitu juga spiritualnya. 7

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting poin-poin sejarah dari perkembangan bimbingan karir : Tahun 1898 : Jessie B. Davis dengan mendirikan Educational Career Conna Control dikota Detroit. Tahun 1907 : Eli Weaver, menerbitkan buku yang berjudul : Choosing a Career pada tahun 1908. Tahun 1908 : Frank Parsons, mendirikan the Boston Vocational Bereau, untuk membantu para pemuda memilih pekerjaan dan melatih guru-guru sebagai konseler pekerjaan. Tahun 1909 : Parsons menerbitkan buku Choosing a Vocational Parsons menjelaskan bahwa dalam memilih pekerjaan itu harus diperhatikan 3 faktor terpenting, yaitu : a. Pengertian yang jelas tentang dirinya sendiri seperti bakat kemampuan, minat, ambisi, keuntungan, hambatan yang dimiliki b. Pengetahuan tentang persyaratan jabatan dan kondisi untuk keberhasilan, keuntungan dan kerugian kompensasi, kesempatan dan prospek dan suatu jabatan c. Penalaran yang benar terhadap hubungan dari kedua kelompok fakta tersebut diatas. Tahun 1920-1930, bimbingan diterima disekolah-sekolah, tidak hanya masalah jabatan saja tetapi juga masalah pendidikan dari sosial. Pada akhir 1930 masalah bimbingan jabatan menjadi sangat penting lantaran timbulnya masalah pengangguran, penempatan, perubahan teknologi, mobilitas dan perkembangan jabatan. Tahun 1910 1940, gerakan pengukuran inteligensi dan bakat khusus. 8

B. Saran Batapa pentingnya kita sebagai calon Guru SD harus mampu memahami Bimbingan Karir yang kemudian dapat kita jadikan sebagai transformasi kepada peserta didik, yaitu dengan memberikan sebuah pemahaman, pengarahan dan menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik di SD dikarenakan betapa pentingnya kesadaran akan kemajuan zaman dan berbagai macam kegiatan atau pekerjaan di sekitar lingkungan peserta didik yang nantinya akan memicu pada sebuah karir yang paling tidak menjadi sebuah cita-cita dari peserta didik. 9

DAFTAR PUSTAKA Muslihudin, dkk. 2004. Bimbingan dan Konseling (Makalah). Bandung : LPMP Jawa Barat http://soviabintangaurora.blogspot.com/2012/12/sejarah-bimbingankarier.html#.u2g2s1zeniuwsdvvj Resume. Bimbingan Konseling. Bimbingan Karir. TUGAS. http://bukanmilikandini.blogspot.com/2012/10/sejarah-dan-pengertian-bimbingan-karir.html A.Muri Yusuf, (2006). Konseling Karier dalam Satuan Pendidikan dan Praktik Pribadi, (Makalah). Padang, Universitas Negeri Padang 10