PENGARUH CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

dokumen-dokumen yang mirip
Sriningsih Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya,

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN PARADIGMA. bersifat membentuk atau merupakan suatu efek.

IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Fitriana Rahmawati STKIP PGRI Bandar Lampung. Abstrak. n 1 +n 2 2

BAB II KAJIAN PUSTAKA

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING

BAB I PENDAHULUAN. Nasional Pendidikan pasal 19 dikatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan

Nuria Ulpa Rambe

Gayus Simarmata FKIP Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar

PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Pendekatan Kontekstual (CTL) dalam KTSP pada Pembelajaran di SD

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan IPA diharapkan menjadi wahana bagi peserta didik untuk

: Model Pembelajaran Kontekstual (CTL), KeaktifanSiswa

TINJAUAN PUSTAKA. Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PRAKTEK BUKTI TRANSAKSI TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMA BINA MULYA GADINGREJO

Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol. 2 No. 2 Tahun 2017

Risna Cahyani

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMK DI KOTA CIMAHI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL PADA BAHAN AJAR GEOMETRI DAN PENGUKURAN DI SEKOLAH DASAR. Oleh TITA ROSTIAWATI 1 MAULANA 2 ABSTRAK

Miftakhul Jannah. Guru IPA SMP Negeri 2 Pringapus Desa Jatirunggo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang ABSTRAK

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMPULKAN HASIL PENGAMATAN GERAK BENDA PADA SISWA KELAS III SDN MRICAN 1 KOTA KEDIRI SKRIPSI

APLICATION CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TO IMPROVE THE RESULT OF SCIENCE STUDY OF STUDENTS OF SD NEGERI 001 SEIKIJANG BANDAR SEIKIJANG DISTRICT

FAKULTAS EKONOMI UNNES

BAB IV. Penelitian ini menggunakan design penelitian quasi. experiment pre dan post test with control group. Penelitian ini ingin

Furry Aprianingsih, Elsje Theodore Maasawet, Herliani Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Mulawarman Samarinda

Lailly Ramadhani dan Tri Harsono. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan.Jl.Willem Iskandar Pasar V Medan ABSTRAK

Jurnal Dialog: Volume III, Maret 2016 ISSN:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nur Inayah, 2013

Kata kunci: Pendekatan konstruktivisme, hasil belajar matematika

Kelebihan Kelemahan Model Belajar Kontekstual

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning. suatu pendekatan metode dan teknik pembelajaran.

Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IA SMA Negeri 3 Watansoppeng

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII

Pengaruh Metode Karyawisata Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII SMP Swasta Yapendak Tinjowan Tahun Pembelajaran 2013/2014

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MTs

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN GI (Studi Pada SMA NEGERI 14 BandarLampung)

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAN PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD

BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Belajar Menurut Teori Konstruktivisme. penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Belajar merupakan aktivitas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI KARANGJATI

PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PENGUASAAN KONSEP-KONSEP FISIKA. M. Gade ABSTRAK

KeyWords :Guided Inquiry, student achievement, salt hydrolysis.

BAB IV DESKRIPSI HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

PENGARUH PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CTL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 10 KOTA JAMBI

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL

Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gaya Magnet di Kelas V SDN 2 Labuan Lobo Toli-Toli

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE BENAR ATAU SALAH BESERTA ALASAN

Oleh : Yeyen Suryani dan Sintia Dewiana. Abstrak

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 TUNTANG

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN STRATEGI DISCOVERY- INQUIRY. Abstrak

Oleh Adelita Purba Dra. Rosmaini, M.Pd

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ESKPLANASI SISWA KELAS XI SMA SWASTA BUDISATRYA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016

(Penelitian Tindakan Kelas) SKRIPSI. Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERPIMPIN TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GIRI BANYUWANGI TAHUN AKADEMIK 2009/2010

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN

Perbandingan Peningkatan Keterampilan Generik Sains Antara Model Inquiry Based Learning dengan Model Problem Based Learning

PENGARUH PEMBELAJARAN SCAFOLDING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP INTEGRAL MAHASISWA. Satrio Wicaksono Sudarman 1), Nego Linuhung 2)

HASIL BELAJAR. Persyaratan. Disusun Oleh: A

Ruiyati, Samsurizal M. Suleman, dan Lestari MP Alibasyah

III METODE PENELITIAN. digunakan adalah eksperimen semu. Eksperimen semu dilakukan karena keadaan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMATIK MODE PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING SISWA KELAS II SD NEGERI TEBING TINGGI

Pengaruh Model Pembelajaran dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Kimia Peserta Didik Kelas XI IPA SMAN 1 Tinambung

Eva Nuraisah 1, Riana Irawati 2, Nurdinah Hanifah 3. Program Studi PGSD Kelas UPI Kampus Sumedang Jl. Mayor Abdurachman No.

JURNAL SAINTIFIK VOL.2 NO.2, JULI Kata kunci: Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Tim Kuis, Eksperimen

BAB V PEMBAHASAN. A. Terdapat Pengaruh Pendekatan CTL Terhadap Hasil Belajar. Setelah analisis data penelitian selesai, langkah selanjutnya adalah

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan salah satu pilar upaya

DASAR FILOSOFI. Manusia harus mengkontruksikan pengetahuan pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

BAB I PENDAHULUAN. Menengah Kejuruan (SMK). Posisi SMK menurut UU Sistem Pendidikan. SMK yang berkarakter, terampil, dan cerdas.

Pembelajaran Membaca Pemahaman Dengan Menggunakan Pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning) Pada Siswa Kelas V di SDN 2 Neglasari

BAB II KAJIAN PUSTAKA

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PGSD OLEH:

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF LEARNING STARTS WITH A QUESTION (LSQ)

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (Depdiknas, 2008), efektivitas berasal dari

PENGARUH CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Peer Instruction Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Sigi

PENGARUH PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS I SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG. Yenny Anwar*) Abstrak

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) 1. Pengertian Contextual Teaching And Learning (CTL)

ARTIKEL. Disusun dan Diajukan oleh. Monalisa Frince S. Pembimbing Skripsi, Drs. H. Sigalingging, M.Pd

PROSIDING SINDHAR Vol: 1 - ISSN: Penerbit: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bosowa

Universitas Negeri Makassar, Jl. Dg Tata Raya Makassar, Makassar

Transkripsi:

PENGARUH CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TEKNIK PRAKTEK JUAL BELI TERHADAP KEMAMPUAN MAHASISWA MEMAHAMI AKUNTANSI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI UM METRO Heri Supranoto Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Metro heri_supranoto@yahoo.com Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh contextual teaching and learning (CTL) teknik praktek jual beli terhadap kemampuan memahami akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian True Experimental Design, bentuk Pretest-control Group Design. yang dilakukan pada mahasiswa semester genap, mata kuliah Telaah Ekonomi SMA pada materi akuntansi, pembahasan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang UM Metro. Analisis data menunjukkan rataan skor postes kemampuan memahami akuntansi mahasiswa untuk kelas eksperimen sebesar 71,80 dan kelas kontrol sebesar 66,26. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,007 lebih kecil dari nilai α = 0,05, sehingga H 0 ditolak. Hasil ini berarti kedua kelas memiliki kemampuan memahami akuntansi yang berbeda secara signifikan. Kemampuan memahami akuntansi mahasiswa yang mendapat pembelajaran pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih tinggi dari pada mahasiswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap memahami akuntansi mahasiswa. Kata kunci: Contextual Teaching And Learning (CTL), Kemampuan Memahami. PENDAHULUAN Peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami akuntansi sangatlah rendah. Hal itu terbukti dari hasil wawancara yang peneliti lakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro. Kurangnya pembelajaran secara praktek langsung dan anggapan yang sudah melekat sebelumnya pada mahasiswa bahwa akuntansi adalah pelajaran yang sulit dikuasai menjadi masalah serius yang harus segera terselesaikan oleh para pendidik. Model pembelajaran merupakan faktor penting keberhasilan siswa dalam memahami materi. Walaupun tidak semua, terdapat dosen yang dalam pembelajaranya masih berbentuk ceramah (lecturing). Pada saat mengikuti kuliah atau mendengarkan ceramah, mahasiswa sebatas memahami sambil membuat catatan. Dosen menjadi pusat peran dalam pencapaian hasil pembelajaran dan seakan-akan menjadi satu-satunya sumber ilmu. Pola pembelajaran dosen aktif dengan mahasiswa pasif ini mempunyai efektivitas pembelajaran yang rendah. Karena itu metode pembelajaran saat ini belum dapat mengasah kemampuan analisis mahasiswa, 36 JURNAL PROMOSI

kepekaan terhadap permasalahan, melatih pemecahan masalah serta kemampuan mengevaluasi permasalahan secara holistik. Padahal mahasiswa membutuhkan sesuatu yang berbeda dalam proses pembelajaran, yang akan menjadikan mahasiswa mampu menguasai materi dan mengaplikasikannya kedalam dunia kerja, dan salah satunya adalah dengan penerapan model pembelajaran yang menarik dan memungkinkan mahasiswa untuk menerapkan secara langsung ilmu yang didapatkannya, salah satunya yaitu medel pembelajaran (Contextual Teaching and Learning). Pendapat tersebut didukung oleh Nurhadi dalam Mundilarto (2004: 70) contextual teaching and learning merupakan konsep pembelajaran yang membantu dosen mengaitkan antara materi yang diajarkan di kelas dengan situasi dunia nyata mahasiswa dan mendorong mahasiswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupannya sebagai individu, anggota keluarga, dan masyarakat. Sebagai dosen pendidikan ekonomi penulis menemukan ada masalah yang terjadi di proses pembelajaran tersebut. Pembelajaran akuntansi yang sering dipraktikkan sehari-hari dan sebenarnya sangat menarik, rupanya menjadi kesulitan tersendiri bagi beberapa mahasiswa. Akibatnya, banyak mahasiswa yang kurang tertarik pada mata kuliah ini dan pada gilirannya mengakibatkan kurang optimalnya capaian prestasi mereka dalam menguasai kompetensi akuntansi. Padahal di sisi lain, penguasaan terhadap kompetensi mata pelajaran akuntansi dapat menjadi bekal yang cukup bagi lulusan perguruan tinggi dalam memenangkan persaingan di dunia kerja nantinya. Fakta ini ternyata disebabkan kurangnya kemampuan mahasiswa mengaitkan hasil belajar akuntansi dengan menggunakan praktek dalam kehidupannya. Pentingnya pengalaman langsung terhadap proses belajar telah dikaji oleh Kolb (1984) dan Wallace (1994, dalam Millrood, 2001). Kolb mengatakan bahwa pembelajaran orang dewasa akan lebih efektif jika pembelajar lebih banyak terlibat langsung daripada hanya pasif menerima dari pengajar. Berangkat dari keprihatinan itulah, penulis mencoba memperbarui cara mempelajari akuntansi. Dari cara belajar di kelas dengan transaksi perusahaan secara teori menjadi praktik dengan transaksi yang seolah-olahnya nyata. KAJIAN PUSTAKA 1. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Menurut Kunandar, (2007 : 295) pembelajaran kontekstual adalah suatu konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan isi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan siswa sebagai anggota keluarga, masyarakat, dan pekerja serta meminta ketekunan belajar. Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yakni: kontruktivisme, bertanya, inkuiri, JURNAL PROMOSI 37

masyarakat belajar, pemodelan dan penilaian autentik (Trianto, 2008:20). Sedangkan menurut Sanjaya (2008:255), berpendapat bahwa CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual adalah konsep pembelajaran yang membantu dosen mengaitkan antara materi yang diajarkan di kelas dengan situasi dunia nyata mahasiswa yang bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami materi pelajaran. 2. Karakteristik pembelajaran kontekstual Pembelajaran kontekstual menurut Muslich (2009 : 42), mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik, yaitu pembelajaran yang diarahkan pada ketercapaian keterampilan dalam konteks kehidupan nyata atau pembelajaran yang dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (learning in real life setting). b. Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningful learning). c. Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing). d. Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman (learning in a group). e. Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan, bekerja sama, dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam (learning to know each other deeply). f. Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together). g. Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan (learning as an enjoy activity). Terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL menurut Sesep (2010), yaitu: a. Pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge) b. Pembelajaran ntuk memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge) c. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge) d. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knomledge) e. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) 3. Penilaian Pembelajaran Kontekstual Menurut Enoh (2004: 23) dijelaskan bahwa evaluasi dalam pembelajaran kontekstual dilakukan tidak terbatas pada evaluasi hasil (ulangan harian, cawu, tetapi juga berupa kuis, tugas kelompok, tugas individu, dan ulangan akhir semester) tetapi juga dapat dilakukan evaluasi proses. Dengan demikian akan diketahui 38 JURNAL PROMOSI

kecepatan belajar mahasiswa, walau akhirnya akan dibandingan dengan standar yang harus dicapai. Menurut Brooks dan Brooks dalam Johnson (dalam Iksan, 2010), bentuk penilaian seperti ini lebih baik dari pada menghafalkan teks, siswa dituntut untuk menggunakan keterampilan berpikir yang lebih tinggi agar dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 4. Perbedaan Pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan Konvensional Pembelajaran kontekstual berbeda dengan pembelajaran konvensional, Departemen Pendidikan Nasional (2002:5) mengemukakan perbedaan antara pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dengan pembelajaran konvensional sebagai berikut: Tabel 1. Perbedaan Pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan Konvensional Contextual Teaching and Learning (CTL) Pemilihan informasi kebutuhan individu mahasiswa; Konvensional Pemilihan informasi ditentukan oleh dosen; Cenderung Cenderung mengintegrasikan beber terfokus pada apa bidang (disiplin); satu bidang (disiplin) tertentu; Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan awal yang telah dimiliki mahasiswa; Memberikan tumpukan informasi kepada mahasiswa sampai pada saatnya Menerapkan penilaian autentik melalui melalui penerapan praktis dalam pemecahan masalah; diperlukan; Penilaian hasil belajar hanya melalui kegiatan akademik berupa ujian/ulang 5. Pengaruh Pendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning /CTL) Terhadap Pemahaman Mahasiswa Pendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu dosen mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata mahasiswa dan mendorong mahasiswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Faridah (2002:04) Banyak manfaat yang dapat diambil oleh mahasiswa dalam pembelajaran kontekstual yaitu terciptanya ruang kelas yang di dalamnya mahasiswa akan menjadi peserta aktif bukan hanya pengamat yang pasif, dan mereka akan lebih bertanggung jawab dengan apa yang mereka pelajari. Pembelajaran akan menjadi lebih berarti dan menyenangkan. Mahasiswa akan bekerja keras untuk mencapai tujuan pembelajaran, mereka menggunakan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya untuk membangun pengetahuan baru. Faridah (2002:05). Menurut Zahorik (dalam Mulyasa 2006:219) ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam pembelajaran JURNAL PROMOSI 39

kontekstual yaitu (1) Pembelajaran harus memperhatikan, pengetahuan yang sudah dimiliki oleh peserta didik; (2) Pembelajaran dimulai dari keseluruhan menuju bagian-bagiannya secara khusus; (3) Pembelajaran harus ditekankan pada pemahaman, dengan cara : menyusun konsep sementara, melakukan sharing untuk memperoleh masukan dan tanggapan dari orang lain, merevisi dan mengembangkan konsep; (4) Pembelajaran ditekankan pada upaya mempraktekkan secara langsung apa-apa yang dipelajari; (5) Adanya refleksi terhadap strategi pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang dipelajari. 6. Kemampuan Memahami Akuntansi Menurut Djamarah (2006: 113), faktor yang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi adalah faktor Guru, Menurutnya Guru memegang peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya berperan sebagai model atau teladan bagi siswa yang di ajarnya, tetapi juga sebagai pengelola pengajaran. Keberhasilan implementasi suatu pembelajaran akan tergantung pada kepiawaian guru dalam menggunakan metode, strategi, teknik dan taktik pembelajaran. Misalnya pemilihan metode, guru tidak boleh asal memakai metode namun harus mempertimbangkan materi yang akan di ajarkan dan pastinya di sesuaikan dengan karakteristik siswanya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Selain itu latar belakang sosial, latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar dan sifat guru juga merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. METODE Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain penelitian True Experimental Design, bentuk Pretestcontrol Group Design. Metode eksperimen yang dimaksud untuk mencari tahu ada tidaknya pengaruh atau akibat dari penerapan sesuatu yang dikenakan pada subjek selidik (Arikunto, 2005;207). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan tes. Analisis data pada penelitian ini dilakukan setelah proses tahap persiapan dan pelaksanaan selesai dan peneliti memperoleh skor dari proses pembelajaran yang telah dilakukan di kelas eksperimen dan kelas control. Sebelum dilakukan analisis data, maka dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Selanjutnya, dapat dilakukan uji perbedaan dua rataan posttest dengan menggunakan uji-t atau independent sample t-test, pada taraf signifikansi = 0,05. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Skor minimum dan maksimum skor postes untuk kelas yang memperoleh pembelajaran Dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah 54 dan 90 dengan Standar Deviasi 9,96, sedangkan skor minimum dan maksimum skor postes untuk kelas yang memperoleh pembelajaran konvensional adalah 50 dan 85 dengan Standar 10,50. Selanjutnya, rataan skor postes kemampuan memahami akuntansi mahasiswa untuk kelas eksperimen sebesar 71,80 dan kelas kontrol sebesar 66,26. 40 JURNAL PROMOSI

Selanjutnya, berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas skor postes kelas eksperimen dan control diperoleh nilai Sig. > α, yaitu.200 * dengan kriteria pengujian adalah dengan α = 0,05. Jika nilai Sig. > α, maka H 0 diterima. sehingga, skor postes kelas ekperimen dan kontrol untuk kemampuan berpikir kritis berdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan uji homogenitas skor postes kelas eksperimen dan control memperlihatkan bahwa skor postes memiliki Sig. lebih besar dari α = 0,05 yaitu 0,391, sehingga H 0 diterima. Hal ini berarti, skor postes kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berasal dari varians yang sama. Selanjutnya pada uji perbedaan postes menggunakan Independent sample t-test. Hasil uji perbedaan rataan postes kemampuan memahami akuntansi dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Uji Perbedaan Rataan Skor Kemampuan Memahami Akuntansi t-test for Equality of Means Keterangan T df Sig. (2-tailed) 2,792 58 0,007 H 0 Ditolak Berdasarkan hasil uji perbedaan rataan postes kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut diketahui bahwa nilai Sig. (2- tailed) yaitu 0,007 lebih kecil dari nilai α = 0,05, sehingga H 0 ditolak. Hasil ini berarti kedua kelas memiliki kemampuan memahami akuntansi yang berbeda secara signifikan. Kemampuan memahami akuntansi mahasiswa yang mendapat pembelajaran pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih tinggi dari pada mahasiswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap memahami akuntansi mahasiswa. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan landasan teori dan didukung oleh analisis data hasil uji instrumen penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh contextual teaching and learning (CTL) teknik praktek jual beli terhadap kemampuan mahasiswa memahami akuntansi. Berdasarkan hasil penelitian kemajuan yang diperoleh, maka saran yang dapat diberikan peneliti sebagai bahan bahan pertimbangan untuk perbaikan proses pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)dapat meningkatkan pemahaman akuntansi mahasiswa. Oleh karena itu sebaiknya pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa. 2. Sebaiknya pada saat proses pembelajaran berlangsung, mahasiswa dapat lebih meningkatkan keaktifan dan antusiasmenya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal. DAFTAR RUJUKAN Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Depdiknas. 2007. Panduan Pembelajaran Kontekstual Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Depdiknas. JURNAL PROMOSI 41

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2006. Strategi Pembelajaran cet. Ke- 3. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Faridah T. 2002. Pembelajaran berdasarkan pendekatan kontekstual. Sulawesi Selatan: LPMP Iksan, Khairul. 2009. Peningkatan Proses Pembelajaran Melalui Strategi Pembelajaran Kontekstual. http://my.opera.com/khairul11/blog/ 2009/ 03/12/peningkatan-prosesbelajar-mengajar Kunandar. 2007. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Mundilarto. 2004. Cakrawala Pendidikan: Pendekatan kontekstual dalam Pembelajaran Sains. Yogyakarta: Lembaga Pengambdian Masyarakat UNY. Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientai StandarProses Pendidikan. Jakarta: Kencana Sesep. 2010. Strategi Pembelajaran Kontekstual.http://s3s3p.wordpress.c om/2010/03/10/strategipembelajaran -kontekstual Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktifvistil. Jakarta: Prestasi Pustaka Mochamad Enoh. 2004. Implementasi Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Geografi SMU/MA. Jurnal Ilmu Pendidikan.11 (1).17-29. Mulyasa. 2006. Menjadi guru profesional menciptakan pembelajaran kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya Muslich, Masnur. 2009. Pembelajaran Berbasis Kompetensi Dan Kontekstual. Jakarta : Bumi Aksara. 42 JURNAL PROMOSI