SINDROM DOWN HIPERBILIRUBINEMIA

dokumen-dokumen yang mirip
BAYI BARU LAHIR DARI IBU DM OLEH: KELOMPOK 14

HIPERBILIRUBINEMIA PADA NEONATUS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Hal ini tanpa melihat mempertimbangkan penggunaan insulin atau adanya gangguan

BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan umur bayi atau lebih dari 90 persen.

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAYI DARI IBU DIABETES

DIABETES MELLITUS I. DEFINISI DIABETES MELLITUS Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. dimana 75% berasal dari penghancuran eritrosit dan 25% berasal dari

HUBUNGAN USIA GESTASI DAN JENIS PERSALINAN DENGAN KADAR BILIRUBINEMIA PADA BAYI IKTERUS DI RSUP NTB. Syajaratuddur Faiqah

HUBUNGAN ANTARA INSIDEN IKTERUS NEONATORUM DENGAN PERSALINAN SECARA INDUKSI

HUBUNGAN BERAT LAHIR DENGAN KEJADIAN IKTERIK PADA NEONATUS TAHUN 2015 DI RSUD. DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN

Diabetes Melitus Gestasional. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

BAB I PENDAHULUAN. kurang 347 juta orang dewasa menyandang diabetes dan 80% berada di negara-negara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pencernaan, perkembangan otak dan pertumbuhan bayi. 9

DIABETES MELITUS GESTASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. Bilirubin merupakan produk samping pemecahan protein hemoglobin di

ABSTRAK INSIDENSI DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO IKTERUS NEONATORUM DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2005

II. TINJAUAN PUSTAKA. Seseorang dengan katarak akan melihat benda seperti tertutupi kabut, lensa mata

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Metabolisme bilirubin meliputi sintesis, transportasi, intake dan konjugasi serta

Kuning pada Bayi Baru Lahir: Kapan Harus ke Dokter?

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam darah atau hiperglikemia. Kemampuan tubuh pada orang dengan diabetes

BAB I PENDAHULUAN. Bayi menurut WHO ( World Health Organization) (2015) pada negara

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis. yang telah menjadi masalah global dengan jumlah

BAB I PENDAHULUAN. Hiperbilirubinemia merupakan peningkatan kadar plasma bilirubin 2 standar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. lemak, dan protein. World health organization (WHO) memperkirakan prevalensi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berat badan pada neonatus cenderung menurun secara fisiologis karena

BAB I PENDAHULUAN. Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan dari hasil sekresi kelenjar payudara ibu.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di Amerika Serikat, dari 4 juta neonatus yang lahir setiap

HIPERTIROID DALAM KEHAMILAN

HUBUNGAN INSIDEN IKTERUS NEONATORUM DENGAN PERSALINAN SECARA VAKUM EKSTRAKSI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dipantau selama 3,5 tahun mempunyai kompliksai yang paling sering adalah

PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH PADA WANITA PENGGUNA KONTRASEPSI ORAL DAN PADA WANITA HAMIL TRIMESTER III

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Bilirubin merupakan produk dari sejumlah destruksi normal dari sirkulasi eritrosit dimana

Metabolisme Bilirubin di Hati 1. Pembentukan bilirubin Langkah oksidase pertama adalah biliverdin yang dibentuk dari heme dengan bantuan enzim heme

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Angka kematian bayi di negara-negara ASEAN seperti Singapura

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Hormon tiroid disintesis dan disekresi oleh kelenjar tiroid, sintesis dan sekresi

(FACTOR ANALYSIS - FACTORS RELATED TO THE INCIDENT HIPERBILLIRUBIN) Lilis Fatmawati*, Sumiati** ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. absolute atau relatif. Pelaksanaan diet hendaknya disertai dengan latihan jasmani

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terbentuk akibat terbukannya cincin karbon- dari heme yang berasal dari

FAKTOR-FAKTOR PADA IBU BERSALIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERBILLIRUBIN PADA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT DUSTIRA CIMAHI TAHUN 2009

BAB IV PEMBAHASAN A. PENGKAJIAN PERTAMA (11 JUNI 2014) obyektif serta data penunjang (Muslihatun, 2009).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hiperglikemia / tingginya glukosa dalam darah. 1. Klasifikasi DM menurut Perkeni-2011 dan ADA

BAB I PENDAHULUAN. dunia mengalami preeklampsia (Cunningham, 2010). Salah satu penyulit dalam

METABOLISME BILIRUBIN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ikterus neonatorum merupakan masalah yang sering dijumpai pada perawatan bayi baru lahir normal, khususnya di

BAB I PENDAHULUAN. Kematian Bayi (AKB) dalam suatu negara. Angka Kematian Bayi (AKB)

BAB I PENDAHULUAN. yang terdiri dari dataran tinggi atau pegunungan. Gangguan Akibat. jangka waktu cukup lama (Hetzel, 2005).

TATALAKSANA FOTOTERAPI PADA BAYI KURANG BULAN. Roro Kurnia Kusuma W

C. Pengaruh Sinar Fototerapi Terhadap Bilirubin Pengaruh sinar terhadap ikterus pertama sekali diperhatikan dan dilaporkan oleh seorang perawat di

Pencegahan Tersier dan Sekunder (Target Terapi DM)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolisme dengan. yang disebabkan oleh berbagai sebab dengan karakteristik adanya

HIPERTIROID DALAM KEHAMILAN

BAB I PENDAHULUAN. dicapai dalam kemajuan di semua bidang riset DM maupun penatalaksanaan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. diabetes, penyakit lupus, atau mengalami infeksi. Prematuritas dan berat lahir

BAB I PENDAHULUAN. Angka kematian bayi di negara ASEAN dan SEARO tahun 2009 berkisar 2

ANAK. DIVISI ENDOKRINOLOGI ANAK FKUSU/RSHAM Dr. HAKIMI, SpAK Dr. MELDA DELIANA, SpAK Dr. SISKA MAYASARI LUBIS,SpA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pola penyakit yang diderita masyarakat telah bergeser ke arah. penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Hemoglobin pada manusia terdiri dari HbA 1, HbA 2, HbF( fetus)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Taufik Hidayat, 2013

INOVASI TERKAIT HIPERBILIRUBINEMIA

I. PENDAHULUAN. masalah utama dalam dunia kesehatan di Indonesia. Menurut American. Diabetes Association (ADA) 2010, diabetes melitus merupakan suatu

ASUHAN HIPERBILIRUBIN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Menurut kamus kedokteran tahun 2000, diabetes melitus (DM) adalah

KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL, BERSALIN, DAN NIFAS. Ante Partum : keguguran, plasenta previa, solusio Plasenta

BAB I PENDAHULUAN. bahwa, penderita diabetes mellitus di Indonesia pada tahun 2013 yang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bulan, 80% anak meninggal terjadi saat umur 1-11 bulan. 1 Menurut profil

PATOFISIOLOGI DAN IDK DM, TIROID,PARATIROID

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I. Pendahuluan. diamputasi, penyakit jantung dan stroke (Kemenkes, 2013). sampai 21,3 juta orang di tahun 2030 (Diabetes Care, 2004).

Gastrointestinal Disorder in Infant Born with Small for Gestational Age

DIAGNOSIS DM DAN KLASIFIKASI DM

BAB I PENDAHULUAN. Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit dimana terjadi gangguan

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN IKTERUS DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

BAYI DARI IBU DENGAN DIABETES MELLITUS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat

I. PENDAHULUAN. usia harapan hidup. Dengan meningkatnya usia harapan hidup, berarti semakin

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. yaitu 98 kematian per kelahiran hidup. Tingginya angka kematian bayi

Journal of Diabetes & Metabolic Disorders Review Article

Daun Yakon Studi Efek Antidiabetes

BAB 1 PENDAHULUAN. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit. degenerative, akibat fungsi dan struktur jaringan ataupun organ

BAB I PENDAHULUAN. secara efektif. Diabetes Melitus diklasifikasikan menjadi DM tipe 1 yang terjadi

Transkripsi:

RESPONSI KASUS NICU SINDROM DOWN HIPERBILIRUBINEMIA OLEH Oleh: Ni Wayan Suanita Kusumawardani H1A006031 Pembimbing: dr. Hj. Artsini Manfaati, Sp.A DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITRAAN KLINIK DI SMF ANAK RSUP NTB FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM 2012

DAFTAR PERMASALAHAN 1. Hiperbilirubinemia pada neonatus yang dilahirkan dari ibu dengan DM 2. Hubungan hipotiroid dengan terjadinya hiperbilirubinemia neonatus 3. Gangguan minum dapat menyebabkan terjadinya hiperbilirubinemia neonatus ANALISA KASUS 1. Hiperbilirubinemia pada neonatus yang dilahirkan dari ibu dengan DM Insidensi diabetes melitus gestasional terjadi 3%-12% pada populasi ibu hamil. Komplikasi yang muncul pada janin yaitu terjadinya makrosomia, trauma persalinan, hiperbilirubinemia, hipoglikemia, hipokalsemia, polisitemia, hiperbilirubinemia neonatal, sindroma distress respirasi. Bayi dengan ibu diabetes memiliki resiko terjadinya ikterus, dengan 19% menjadi hiperbilirubinemia nonfisiologis. Pada pasien ini tidak terjadi makrosomia yang biasanya paling sering terjadi namun terjadi komplikasi hiperbilirubinemia. Diketahui bahwa kehamilan dengan diabetes ditandai adanya resintesi insulin dan hiperinsulinemia, resistensi ini berasal dari hormon diabetogenik hasil sekresi plasenta yang terdiri atas growth hormone, corticotropin releasing hormone, plancental lactogen dan progesterone. Jika fungsi pancreas tidak cukup untuk mengatasi resistensi insulin maka akan terjadi diabetes selama kehamilan. Kadar glukosa yang meningkat pada ibu menyebabkan produksi insulin janin meningkat sehingga terjadi hipoglikemia, selain itu terjadi pembesaran organ seperti hepar, kelenjar adrenal dan jantung. Bayi dengan hiperbilirubinemia terjadi akibat keterlambatan maturasi organ hepar akibat kontrol hiperglikemia pada ibu yang buruk. Fungsi hepar yang belum sempurna mengakibatkan metabolisme bilirubin indirek menjadi direk terganggu sehingga bilirubin indirek menumpuk. Pada pasien ini tidak ditemukan pembesaran organ hepar, namun fungsi hepar dapat terganggu yang ditandai adanya hiperbilirubinemia patologis. Ibu hamil dengan diabetes melitus yang tidak terkontrol akan meningkatkan resiko keguguran atau bayi lahir mati selain itu janin juga beresiko memiliki kelainan kongenital yang tampak pada pasien ini. 2. Hubungan hipotiroid dengan terjadinya hiperbilirubinemia neonatus Hiperbilirubinemia indirek dapat menjadi tanda dari hipotiroid kongenital, yang tampak dalam beberapa minggu. Tanda lainnya juga yaitu gangguan minum

menetap, konstipasi dan hipotonia. Pada pasien ini didapatkan tanda-tanda tersebut sehingga faktor hipotiroid belum bisa disingkirkan. Hiperbilirubinemia indirek berkepanjangan berkaitan dengan terjadinya keterlambatan maturasi aktivitas enzim hepatic uridine diphosphate glucoronyl transferase (UDPGT). Hal tersebut dikarenakan hormon tiroid yang mempengaruhi konsentrasi dan aktivitas enzim di semua jaringan berkurang. Selain itu, mempengaruhi metabolisme subtrat, vitamin dan mineral, metabolisme basal atau kalorigenesis. 3. Gangguan minum dapat menyebabkan terjadinya hiperbilirubinemia neonatus Keberhasilan proses menyusui ditentukan oleh faktor ibu dan bayi. Hambatan pada proses menyusui dapat terjadi karena produksi ASI yang tidak cukup, atau ibu kurang sering memberikan kesempatan pada bayinya untuk menyusu. Pada beberapa bayi dapat terjadi gangguan menghisap seperti tampak pada pasien ini. Hal ini mengakibatkan proses pengosongan ASI menjadi tidak efektif. ASI yang tertinggal di dalam payudara ibu akan menimbulkan umpan balik negatif sehingga produksi ASI menurun. Pada ibu pasien terjadi pengurangan produksi ASI sehingga pasien diberikan tambahan susu formula. Hiperbilirubinemia yang berhubungan dengan pemberian ASI dapat berupa breastfeeding jaundice (BFJ) dan breastmilk jaundice (BMJ). Bayi yang mendapat ASI eksklusif dapat mengalami hiperbilirubinemia yang dikenal dengan BFJ. Penyebab BFJ adalah kekurangan asupan ASI. Biasanya timbul pada hari ke-2 atau ke-3 pada waktu ASI belum banyak. Breastfeeding jaundice tidak memerlukan pengobatan dan tidak perlu diberikan air putih atau air gula. Breastmilk jaundice mempunyai karakteristik kadar bilirubin indirek yang masih meningkat setelah 4-7 hari pertama. Kondisi ini berlangsung lebih lama daripada hiperbilirubinemia fisiologis dan dapat berlangsung 3-12 minggu tanpa ditemukan penyebab hiperbilirubinemia lainnya. Penyebab BMJ berhubungan dengan pemberian ASI dari seorang ibu tertentu dan biasanya akan timbul pada setiap bayi yang disusukannya. Semua bergantung pada kemampuan bayi tersebut dalam mengkonjugasi bilirubin indirek (bayi prematur akan lebih berat ikterusnya). Penyebab BMJ belum jelas, beberapa faktor diduga telah berperan sebagai penyebab terjadinya BMJ. Breastmilk jaundise diperkirakan timbul akibat terhambatnya uridine diphosphoglucoronic glucoronyl transferase (UDPGT) oleh hasil metabolisme progesteron yaitu pregnane-3-alpha 20 beta-diol yang ada dalam ASI ibu ibu tertentu.

jaundice Pada pasien ini, tidak diberikan ASI eksklusive sehingga adanya breastfeeding (BFJ) belum bisa dikatakan sebagai penyebab utama terjadi hiperbilirubinemia pada pasien ini. Riwayat kuning pada saudara pasien lainnya juga tidak ditemukan sehingga breastmilk jaundice (BMJ) masih bisa disingkirkan. Kesimpulannya bahwa hiperbilirubinemia dan kelainan kongenital pada pasien ini diduga berkaitan dengan latar belakang ibu hamil dengan DM, walaupun penyebab hipotiroid masih belum bisa disingkirkan.

DAFTAR PUSTAKA Brandon et al. 2002. The Johns Hopkins Manual of Gynecology and Obstetrics 2nd edition. Michigan: Lippincott Williams & Wilkins Publishers. Kayiran and Gurakan. 2010. Correlation of Third Day TSH and Thyroxine Values with Bilirubin Levels Detected by a Neonatal Screening System. Medical Journal of Bakırköy, Volume 6, Number 3, 2010. Rohsiswatmo, Rinawati. 2009. Indikasi Terapi Sinar pada Bayi Menyusui yang Kuning. Availbale from: http://idai.com Wiknjosastro, Hanifa. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka