5.2. Implikasi penelitian Implikasi teori Implikasi terapan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pengelolaan pendidikan membuat keberadaan komite sekolah yang mampu

I. PENDAHULUAN. dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri.

BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan temuan penelitian sebagaimana disajikan pada bab IV, dapat

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 36 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH WALIKOTA YOGYAKARTA

BAB III METODE PENELITIAN

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

PERAN SERTA MASYARAKAT/ STAKE HOLDERS DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 044/U/2002 TENTANG DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. Di era persaingan global, Indonesia memerlukan sumber daya manusia

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

MEMBERDAYAKAN KOMITE SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN. Oleh : Alpres Tjuana, S.Pd., M.Pd

BAB I PENDAHULUAN. keinginan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Paradigma baru manajemen

BAB I PENDAHULUAN. mengamanatkan bahwa pemerintah daerah, yang mengatur dan mengurus

BAB I PENDAHULUAN. desentralisasi kewenangan ke tingkat sekolah.

DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian tentang peran komite

BAB I PENDAHULUAN. cukup mendasar, terutama setelah diberlakukannya Undang-Undang Republik

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur dan

BAB I PENDAHULUAN. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan, salah satunya adalah

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

PELAKSANAAN FUNGSI KOMITE SEKOLAH PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. yang bernama komite sekolah (SK Mendiknas Nomor 044/U/2002). karena pembentukan komite sekolah di berbagai satuan pendidikan atau

BAB IV ANALISIS PENGELOLAAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SD ISLAM AL AZHAR 29 SEMARANG

MASYARAKAT/STAKE HOLDERS DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF

BAB I PENDAHULUAN. dan pemerintah. Dapat dikatakan pada saat ini tanggung jawab masing masing

FUNGSI KOMITE SEKOLAH DALAM PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH DI SD NEGERI 19 KOTA BANDA ACEH

KUESIONER TENTANG PERAN KOMITE SEKOLAH

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PEDOMAN WAWANCARA Pedoman Pertanyaan untuk Komite Sekolah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR AL FALAAH SIMO BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Disampaikan oleh Ketua Dewan Pendidikan Kota Depok Oktober 2016

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dunia pendidikan merupakan kehidupan yang penuh dengan tantangan

BAB I PENDAHULUAN. akan terwujud dengan baik apabila didukung secara optimal oleh pola. upaya peningkatan pola manajerial sekolah.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. sekolah, pembentukan komite sekolah, peran komite sekolah, fungsi komite

BAB I PENDAHULUAN. bahwa pendidikan juga merupakan cara yang efektif sebagai proses nation and

PARTISIPASI KOMITE SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SD NEGERI SE-KECAMATAN MUNTILAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sekolah,ketua komite sekolah, orang tua siswa maupun guru-guru, diperoleh gambaran

RINGKASAN PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN TATA KELOLA DAN AKUNTABILITAS PENDIDIKAN DASAR DI SULAWESI SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia. Pendidikan yang bermutu akan diperoleh pada sekolah yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), oleh karena itu

1. Pendahuluan June, Volume 1 Number 1 Efektivitas Kinerja Komite Sekolah di SMP Negeri 1 Banjarsari. Sunardi

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah,

Kinerja Dewan Pendidikan di Kota Salatiga

BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah berdirinya Mts Tarbiyatul Banin Banat

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR62 TAHUN 2009 TENTANG DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH BUPATI PURWOREJO,

BAB V PENUTUP. pada landasan teori yang berkaitan dengan implementasi kurikulum terpadu

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

PARTISIPASI KOMITE SEKOLAH DALAM PENYUSUNAN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS) DI SMA SE-KABUPATEN SLEMAN

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan. Salah satu upaya untuk meningkatkan peluang berpartisipasi tersebut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

MANAJEMEN PARTISIPASI MASYARAKAT

TINGKAT PARTISIPASI STAKEHOLDER DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MENENGAH

KOMITE SEKOLAH SESUAI PERMENDIKBUD NO. 75 TAHUN 2016 INSPEKTORAT JENDERAL KEMENDIKBUD

BAB I PENDAHULUAN. yang mengutamakan perluasan pengetahuan. Diharapkan pendidikan dapat

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu komponen untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah

KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DENGAN KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TENTANG

BAB VI KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Jurnal SAP Vol. 1 No. 2 Desember 2016 ISSN: X PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH: KAJIAN KONSEP DAN IMPLEMENTASINYA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI 2 GEMEKSEKTI KEBUMEN SKRIPSI

BUPATI MADIUN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG

BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan

Indikator Empirik Penjabaran Sub Peran dan Fungsi Komite Sekolah KOMITE SEKOLAH. pada satuan pendidikan dalam. program. satuan

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DAN DEWAN PENDIDIKAN UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. sekolah,perguruan,lembaga diklat, dalam masyarakat serta berbagai satuan lingku

AD ART Komite Sekolah

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 89 B. TUJUAN 89 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 90 D. UNSUR YANG TERLIBAT 90 E. REFERENSI 90 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 91

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI SMA KRISTEN 2 SALATIGA

PERATURAN ORGANISASI

MENGENAL KOMITE SEKOLAH DAN PERANANNYA DALAM PENDIDIKAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Peran komite sekolah di SMA Negeri 1 Temon sebagai badan

LAPORAN KEGIATAN DEWAN PENDIDIKAN KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2014

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG PROGRAM WAJIB SEKOLAH 12 TAHUN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. Nasional (PROPENAS) Tahun Dalam BAB VII PROPENAS. ini memuat tentang Pembangunan Pendidikan, dimana salah satu arah

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dibidang peningkatan mutu pendidikan sangat diperlukan tertutama

Transkripsi:

BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kinerja Komite Sekolah antara SD Negeri dan SD Swasta, Kecamatan Tingkir Salatiga sebagai badan pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol dan juga badan penghubung. Secara keseluruhan kinerja Komite Sekolah di SD Swasta sebagai badan pendukung, pengontrol, dan mediator berjalan lebih baik daripada di SD Negeri. Hal ini tidak terlepas karakteristik dari sekolah Swasta dimana pembiayaan pendidikan bersumber dari wali murid, sehingga kinerja Komite Sekolah sangat diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif untuk pengembangan sekolah dan adanya kepedulian dari Komite Sekolah dan stakeholder pendidikan untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Dalam kinerja Komite Sekolah sebagai badan pertimbangan, di SD Negeri berjalan lebih baik daripada di SD Swasta. Hal ini diduga karena 121

terbatasnya pemahaman anggota Komite Sekolah mengenai tugas dan fungsi Komite Sekolah sebagai badan pertimbangan di SD Swasta dan adanya keterlibatan yayasan sebagai pemilik sekolah sehingga dalam pengambil kebijakan sekolah harus disepakati dan disetujui oleh pihak yayasan. 5.2. Implikasi penelitian 5.2.1. Implikasi teori Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kinerja Komite Sekolah di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta. Oleh karena itu hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Suratman (2011), Hendarmoko dan Samsudin (2008) dan Faridatus (2008) yang menemukan adanya perbedaan signifikan antara kinerja Komite Sekolah di sekolah negeri dan swasta. 5.2.1. Implikasi terapan Dari keseluruhan uraian dan kesimpulan yang telah dirumuskan dalam penelitian ini, beberapa saran yang perlu diperhatikan kepada pihak terkait, antara lain: 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Komite Sekolah di SD Swasta 122

sebagai badan pertimbangan lebih rendah daripada SD Negeri. Oleh karena itu diperlukan koordinasi yang baik dan pemahaman dari anggota Komite Sekolah mengenai peran, fungsi dan tugas Komite Sekolah sebagai badan pertimbangan agar peran Komite Sekolah diharapkan tidak hanya mampu mendukung baik yang berwujud secara financial saja, tetapi dapat juga dilakukan dalam bentuk pemikiran, aspirasi, ide, atau gagasan tanpa mengurangi kewenangan yang dimiliki oleh Komite Sekolah. Bagi Komite Sekolah di SD Negeri yang dalam melaksanakan perannya sebagai badan pendukung, badan pengontrol dan badan mediator belum menjalankannya secara optimal diharapkan adanya komitmen dan dedikasi kepedulian terhadap pendidikan sesuai dengan pedoman peran Komite Sekolah dari Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 seperti menggalang dana yang berasal dari stakeholder pendidikan sehingga kebutuhan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dapat terpenuhi dengan mengingat bahwa keberhasilan 123

dalam penyelenggaraan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. 2. Bagi Kepala Sekolah di SD Negeri dan SD Swasta diharapkan agar tetap membuka diri untuk menerima sumbang saran, rekomendasi, arahan dan kritikan yang diberikan oleh pihak Komite Sekolah, mengingat bahwa Kepala Sekolah bukanlah figur satu-satunya dalam menentukan kebijakan sekolah. Selain itu, diharapkan baik Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dapat mempertimbangkan kompetensi calon anggota dan melakukan reorganisasi dalam kepengurusan Komite Sekolah. 3. Bagi Dewan Pendidikan di Kabupaten/Kota diharapkan agar terus dapat memberikan sosialisasi kepada semua pengurus Komite Sekolah di satuan pendidikan tentang tugas, peran dan fungsinya dalam manajemen berbasis sekolah agar kinerjanya dapat berjalan dengan optimal. Setelah menggunakan pedoman acuan operasional dan indikator kinerja Komite Sekolah dalam Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan 124

Dasar dan Menengah (2005) sebagai instrument dalam penelitian ini, bagi peneliti lain yang nantinya ingin mengadakan penelitian serupa diharapkan agar dapat mempertimbangkan kembali instrument yang akan digunakan atau dapat membuat instrument sendiri, mengingat bahwa acuan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sekolah yang ada. 5.3. Implikasi Penelitian Lanjutan Keterbatasan penelitian ini hanya dilakukan terhadap Komite Sekolah di tingkat sekolah dasar, oleh karena itu tidak dapat digeneralisasikan ketepatan atau penerapannya untuk satuan pendidikan lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan dalam kinerja Komite Sekolah antara SD Negeri dan SD Swasta. Oleh karena itu, bagi peneliti lain yang tertarik untuk mengadakan penelitian serupa dapat dilakukan dengan mencari tahu adakah pengaruh kinerja Komite Sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. 125