ASPEK HUKUM DALAM BISNIS

dokumen-dokumen yang mirip
Mata Kuliah - Kewirausahaan II-

Bab 2 Badan usaha dalam kegiatan bisnis. MAN 107- Hukum Bisnis Semester Gasal 2017 Universitas Pembangunan Jaya

HUKUM BISNIS (Perusahaan) Oleh : Asnedi, SH, MH

PERUSAHAAN MENURUT MAHKAMAH AGUNG (HOGE RAAD) : PERUSAHAAN ADALAH SESEORANG YG MEMPUNYAI PERUSAHAAN JIKA IA BERHUBUNGAN DGN KEUNTUNGAN KEUANGAN DAN

Oleh : Arie.Muhyiddin. SH., MH

BAB V PENUTUP. penelitian yang dilakukan beserta dengan pembahasan yang telah diuraikan, dapat

B A B II TINJAUAN PUSTAKA. Secara khusus badan usaha Perseroan Terbatas diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007

Peraturan Perundang-undangan lainnya yang terkait Peraturan Pelaksanaan (PP dst.)

BENTUK-BENTUK PERUSAHAAN

Pengantar Hukum Bisnis Persekutuan Firma dan Persekutuan Komanditer

BENTUK-BENTUK PERUSAHAAN

BADAN-BADAN USAHA. PT sudah definitif

STIE DEWANTARA Subyek Hukum Bisnis

MANUSIA TIDAK BISA HIDUP SENDIRI, HARUS HIDUP BERSAMA DALAM MASYARAKAT YANG TERORGANISASI UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA

BAB II ASPEK HUKUM MENGENAI PERSEROAN TERBATAS DAN PENERAPAN ASAS PIERCING THE CORPORATE VEIL ATAS TANGGUNG JAWAB DIREKSI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA nomor 1 tahun 1995 tentang PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENUNJUK UNDANG-UNDANG PERSEROAN TERBATAS

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Sosialisasi Rancangan Undang-undang Tentang Usaha Perseorangan dan Badan Usaha Bukan Badan Hukum

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERSEROAN TERBATAS. Copyright by dhoni yusra. copyright by dhoni yusra 1

Aspek Hukum Perusahaan. Pengaturan, Pengertian, Bentukbentuk perusahaan, Kepemilikan, Perbuatan dan pertanggungjawaban perusahaan

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 1 TAHUN 1995 (1/1995) Tanggal: 7 MARET 1995 (JAKARTA)

Subyek Hukum Dagang BADAN USAHA NON-BADAN HUKUM BADAN USAHA TIDAK BERBADAN HUKUM PERUSAHAAN DAGANG PERORANGAN 11/8/2014. Dlm Hk Dagang : Perusahaan

Sosialisasi Rancangan Undang-undang Tentang Persekutuan Perdata, Persekutuan Firma dan Persekutuan Komanditer

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERSEKUTUAN PERDATA, PERSEKUTUAN FIRMA, DAN PERSEKUTUAN KOMANDITER

PENGERTIAN PERUSAHAAN

BADAN USAHA. Copyrigt by dhoni yusra

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN. TENTANG PERSEKUTUAN PERDATA, PERSEKUTUAN FIRMA, DAN PERSEKUTUAN KOMANDITER

BAB I PENDAHULUAN. bertumbuh pesat. Menurut Peneliti terbukti dengan sangat banyaknya

Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HUKUM TENTANG PERSEROAN TERBATAS. Dr. Budi S. Purnomo, SE., MM., MSi.

HUKUM DAGANG ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI, ANISAH SE.,MM.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG USAHA PERSEORANGAN DAN BADAN USAHA BUKAN BADAN HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SYARAT-SYARAT SAHNYA PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS (PT) DI INDONESIA 1 Oleh : Nicky Yitro Mario Rambing 2

BAB I PENDAHULUAN. Mengenai definisi perusahaan dapat ditemukan dalam Undang-Undang Nomor. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan.

Pengertian Aspek Hukum

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEWRAUSAHAAN, ETIKA PROFESI dan HUKUM BISNIS

ASPEK HUKUM DALAM BISNIS

Lex Privatum, Vol. IV/No. 7/Ags/2016

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N YANG DIRUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2004

PEMBUATAN AKTA PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS

perubahan Anggaran Dasar.


AKIBAT HUKUM TERHADAP PERBUATAN-PERBUATAN PENDIRI SEBELUM PERSEROAN MEMPEROLEH PENGESAHAN BADAN HUKUM Oleh: Adem Panggabean BAB I PENDAHULUAN

TANGGUNG JAWAB YURIDIS PENYELENGGARAAN DAFTAR PEMEGANG SAHAM MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN1995

Sekretari

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 16 TAHUN 2001 (16/2001) TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERORANGAN DAN BADAN USAHA NON BADAN HUKUM

Bentuk-Bentuk. Badan Usaha. Kuliah ke 9, 12 November 2009 Erry Sukriah, MSE

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERKUMPULAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEWIRAUSAHAAN, ETIKA. Perseroan Terbatas. Dr. Achmad Jamil M.Si. Modul ke: 15Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Magister Akuntansi

PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Modul ke: Pengantar Bisnis

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Bentuk-Bentuk Usaha. Dosen : Anna Fitria

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Mulyati, SE, M.T.I PERBEDAAN KOPERASI DENGAN BENTUK BADAN USAHA LAIN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2005 TENTANG PENDIRIAN, PENGURUSAN, PENGAWASAN, DAN PEMBUBARAN BADAN USAHA MILIK NEGARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2005 TENTANG PENDIRIAN, PENGURUSAN, PENGAWASAN, DAN PEMBUBARAN BADAN USAHA MILIK NEGARA

Badan Usaha Agribisnis. Rikky Herdiyansyah SP., MSc

BAB II PERSEROAN TERBATAS SEBAGAI BADAN HUKUM PRIVAT. Dari kata Perseroan Terbatas dapat diartikan bahwa, kata Perseroan

Kompilasi UU No 28 Tahun 2004 dan UU No16 Tahun 2001

BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 1998 TENTANG PENGGABUNGAN, PELEBURAN, DAN PENGAMBILALIHAN PERSEROAN TERBATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) DAMRI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

6. Saham dengan hak suara khusus tidak ada, yang ada hanyalah saham dengan hak istimewa untuk menunjuk Direksi/Komisaris;

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

B A B I PENDAHULUAN. Sasaran utama pembangunan ekonomi nasional diarahkan pada pengingkatan

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGGABUNGAN, PELEBURAN, DAN PENGAMBILALIHAN PERSEROAN TERBATAS BAB I KETENTUAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 1998 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Saham Perseroan dikeluarkan atas nama pemiliknya. Persyaratan kepemilikan saham dapat ditetapkan dalam anggaran dasar dengan memperhatikan

BAB II PERAN NOTARIS DALAM PERUBAHAN PERUSAHAAN BERBENTUK PERSEROAN KOMANDITER MENJADI PERSEROAN TERBATAS

Definisi Perseroan Terbatas menurut Pasal 1 angka 1 UUPT adalah sebagai

TINJAUAN PUSTAKA. Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba (Pasal 1 Undang-Undang No. 3

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) DAMRI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II PEMBUBARAN DAN TANGGUNGJAWAB LIKUDIATOR

PERANAN HUKUM DALAM KEGIATAN EKONOMI

A. PENDAHULUAN. persekutuan firma terhadap yang mempunyai satu atau beberapa orang sekutu komanditer.

Transkripsi:

1 ASPEK HUKUM DALAM BISNIS PENGAJAR : SONNY TAUFAN, MH. JURUSAN MANAJEMEN BISNIS INDUSTRI POLITEKNIK STMI JAKARTA MINGGU Ke 6

HUBUNGAN HUKUM PERUSAHAAN DENGAN HUKUM DAGANG DAN HUKUM PERDATA 2 Bila hukum perusahaan diartikan sebagai komlek hukum yang mengatur organisasi dan kegiatan perusahaan untuk mencari keuntungan, maka secara paradigma dapat digambarkan sbb: - Hubungan hukum perusahaan dengan hukum dagang adalah : Lex Specialis Derogat Lex Generalis - Hubungan hukum dagang terhadap hukum perdata adalah : Lex Specialis Derobat Lex Generalis

Sebagai bahan bukti dapat dilihat 3 Pasal 1 KUHD : Ketentuan-ketentuan KUH Perdata berlaku pula bagi KUHD, kecuali jika KUHD sendiri mengaturnya secara khusus. Pasal 1319 KUH Perdata Semua Perjanjian yang bernama atau tidak bernama tunduk pada titel 1 dan 2 Buku III KUH Perdata.

Hukum Perusahaan dalam praktek diatur dalam : 4 KUH Perdata KUH Dagang Peraturan lain diluar KUH Perdata dan KUHD mis: UU No. 40 Tahun 2007 Tentang PT; UU Pasar Modal; Kebiasaan-kebiasaan yang berlaku

Bentuk Perusahaan: 5 I. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) - Perusahaan Jawatan - Perusahaan Umum - Perusahaan Perseroan II. Badan Usaha Milik Swasta - Perusahaan Perorangan; - Perkumpulan, terbagi atas ; a. Persekutuan Orang ( Personens Venootshap) 1). Persekutuan Perdata 2). Persekutuan Firma 3). Persekutuan Komanditer b. Persekutuan Modal (Capital Venootshap) 1. Perseroan Terbatas (UU No.40 /2007) 2. Koperasi (UU No.25/1992) 3. Yayasan (UU No. 16/2001 jo No.28/2004) 4. Dana Pensiun (UU No.22/1922)

Bentuk perusahaan secara garis besar dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 6 1. Dilihat dari Jumlah Pemilik, terdiri dari : Perusahaan perseorangan yaitu suatu perusahaan yang dimiliki oleh perseorangan atau seorang pengusaha, Perusahaan persekutuan yaitu suatu perusahaan persekutuan yang dimiliki oleh beberapa orang pengusaha yang bekerja sama dalam satu persekutuan. 2. Dilihat dari Status Pemilik, diklasifikasikan menjadi : Perusahaan Swasta merupakan perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha swasta, Perusahaan Negara merupakan perusahaan yang dimiliki oleh negara yang disebut dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 3. Dilihat dari Bentuk Hukum, terdiri dari : Perusahaan Berbadan Hukum, selalu berupa persekutuan, Perusahaan Bukan Badan Hukum, dapat berupa perusahaan perseorangan dan perusahaan persekutuan.

7 PERSEKUTUAN PERDATA Dasar hukum: Ps.1618 1652 KUH Perdata

8 DEFINISI: Suatu persetujuan dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukan sesuatu dalam persekutuan dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karena nya.

UNSUR-UNSURNYA: 9 Adanya lebih dari satu pihak/subyek hk. Adanya kehendak bersama membagi keuntungan. Utk mencapai tujuan tertentu. Adanya kerja sama. Memasukan sesuatu (inbreng). INBRENG 1. Uang 2. Barang, atau benda-benda lain, misal: rumah, kendaraan, good-will, hak pakai, dsb 3. Tenaga kerja, baik tenaga fisik maupun tenaga pikiran.

10 PERSEKUTUAN PERDATA DIDIRIKAN BDR PERJANJIAN SECARA TERTULIS ATAU KONSENSUS Bagian yang hrs dimasukan oleh tiap-tiap peserta dalam perseroan. Hak dan Kewajiban masing2 anggota Cara bekerja. Pembagian keuntungan. Tujuan kerja sama. Lama (waktunya). Hal-hal lain yang dianggap perlu.

PEMBAGIAN KEUNTUNGAN 11 Asas Keseimbangan (Ps.1623 KUHPdt) : Apabila tidak ada perjanjian sebelumnya,maka keuntungan dibagikan berdasarkan besar kecilnya pemasukan (Inbreng). Thd pesero yang memasukan kerajinan/pengetahuan/pengalaman, tenaganya, bagian keuntungannya disamakan dengan bagian pesero yang memasukan uang atau barang yang paling sedikit. Semua sekutu yang memasukkan tenaga kerja mendapatkan keuntungan sama rata.

Penuntutan Terhadap Peseroan 12 Kreditur hanya dpt menuntut piutangnya atas harta yang merupakan bagian dr anggota debitur,dan tidak dpt menuntut piutangnya atas harta perseroan. Penuntutan piutang atas harta perseroan hanya dpt dilakukan: Jika para anggota lainnya telah memberi kekuasaan penuh kpd angota yang bertindak atas tanggungan perseroan. Jika tindakan anggota tersebut memberi keuntungan untuk perseroan.

Hubungan Intern Para Persero 13 Ps.1630 KUHPdt : setiap anggota harus menanggung penggantian kerugian kpd perseroan apabila terjadi kerugian itu terjadi karena salahnya sendiri. Ps.1633 KUHPdt: keuntungan dan kerugian dibagi menurut perbandingan besar kecilnya modal yang disetor,kecuali diperjanjikan sebelumnya. Ps.1639 KHUPdt: Semua anggota boleh menyelenggarakan pemeliharaan perseroan,kecuali sdh disepakati bahwa hanya seorang dr mereka yang diserahi kewajiban itu.

14 PERSEKUTUAN FIRMA Dasar Hukum Ps. 16-35 KUHD Ps. 1618 1652 KUH Pdt

15 DEFINISI Peserikatan perdata untuk menjalankan perusahaan dengan nama bersama dan dalam mana setiap sekutu bertanggung jawab secara pribadi dan untuk seluruhnya bagi persekutuan (Ps.16 & 18 kuhd). FIRMA BUKAN SUATU BADAN HUKUM

KEKHUSUSAN FIRMA 16 FORMIL : 1. Menjalankan perusahaan 2. Memakai nama bersama MATERIIL: Pertanggungan jawab setiap peserta secara pribadi dan utk seluruhnya bagi perjanjian2/perikatan2 persekutuan. UNSUR MENJALANKAN PERUSAHAAN 1. TERANG TERANGAN. 2. TERUS MENERUS. 3. MENCARI UNTUNG

17 Pertanggungan jawab secara pribadi utk keseluruhan adl kekayaan pribadi disamping utk memenuhi kewajiban-kewajiban dari firma juga akibat dari perbuatan melanggar hukum. Walaupun dalam akte pendirian suatu firma pertanggungan jawab pribadi itu ditiadakan, maka pertanggungan jawab tsb tetap ada,krn merupakan unsur mutlak. Pendirian firma tidak terikat oleh suatu bentuk tertentu artinya firma boleh didirikan secara lisan atau tertulis,dengan akte dibawah tangan atau akte autentik. Firma dianggap ada dengan adanya konsensus antar pendiri. Akta autentik kegunaanya adalah untuk membuktikan para sekutu terhadap pihak ketiga bahwa ia sbg firmant.

FIRMA DIMUKA PENGADILAN 18 Firma dapat menggugat. Firma dapat digugat, pihak ketiga boleh memilih gugatan ditujukan kepada firma, salah seorang atau beberapa orang firmant nya.

19 COMMANDITAIRE VENNOOTSCHAP (CV) Dasar Hukum: Ps 19 KUHD

20 DEFINISI Seorang atau lebih yang mempercayakan uang/barang untuk dipergunakan dalam perniagaan/perusahaan kepada seorang/lebih lainnya yang menjalankan perniagaan itu atas pembiayaan bersama.

PIHAK PADA CV 21 1. SEKUTU KOMANDITER/PASIF Sekutu yg berkewajiban memasukan sesuatu (inbreng) pada persekutuan. Tidak boleh mencapuri urusan sekutu komplementer. Tanggung jawab terbatas pada modal yang disetor. Berhak mengawasi jalannya perusahaan. 2. SEKUTU KOMPLEMENTER/AKTIF. Aktif menjalankan perusahaan. Berhubungan dan bertanggung jawab kpd pihak ketiga. Tanggung jawabnya pribadi untuk keseluruhan.

22 Status hk CV: bukan sbg badan hukum. Pendirian CV tidak mengharuskan bentuk tertentu. Kepailitan CV merupakan kepailitan sekutu komplementer. JENIS-JENIS CV: 1. CV diam diam : persekutuan yang nampak dari luar adalah firma tetapi sebenarnya di dalamnya ada sekutu komanditer. 2. CV terang terangan 3. CV dengan saham.

23 PERSEROAN TERBATAS (PT)

24 DASAR HUKUM PT: Dulu tidak secara eksplisit dinyatakan sbg badan hk,pt diakui sbg badan hk hanya dpt disimpulkan dr Ps 40, 43, 45 KUHD. UU No.1 th.1995 Pasal 1 PT adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian yang melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yg seluruhnya dibagi dlm saham. Uu no. 40 th 2007 Pasal 1 ayat (1) PT adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam UU serta peraturan pelaksananya.

Status Badan Hukum 25 Perseroan memperoleh status badan hukum setelah akta pendiriannya disahkan oleh Menteri Hukum & HAM RI (dh. Menteri Kehakiman) dan pengesahan diberikan paling lama 60 hari setelah permohonan diterima secara lengkap dan memenuhi persyaratan. Setelah akta tersebut disahkan, wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dan diumumkan dalam Berita Negara RI.

Pemegang Saham 26 Pemegang saham perseroan harus lebih dari 1 (satu) orang, karena pada dasarnya sebagai badan hukum perseroan dibentuk berdasarkan perjanjian. Apabila perseroan kemudian hanya dimiliki oleh seorang, dalam waktu 6 (enam) bulan pemegang saham harus menjual sahamnya, apabila tidak maka tanggungjawab menjadi pribadi dan atas permohonan pihak yang berkepentingan Pengadilan Negeri dapat membubarkan perseroan.

Organ Perseroan 27 Organ perseroan adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Direksi dan Komisaris. Untuk menjadi Direksi dan Komisaris diharuskan memenuhi persyaratan tertentu yang pada intinya harus mempunyai akhlak dan moral yang baik dilihat dari pengembangan suatu usaha. Di dalam UUPT diatur secara tegas tata cara pemanggilan RUPS, sahnya RUPS dan quorum, sehingga apabila dalam penyelenggaraan RUPS halhal tersebut tidak dipenuhi, RUPS menjadi tidak sah

Tugas organ perseroan 28 DIREKSI bertugas melakukan pengurusan perseroan demi kepentingan dan tercapainya tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. KOMISARIS bertugas mengawasi kebijaksanaan Direksi, memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan perseroan. RUPS merupakan organ perseroan yang mempunyai kekuasaan paling tinggi dalam perseroan dan memegang segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi dan Komisaris.

PT sbg badan hukum/subyek hukum 29 Mempunyai eksistensi sendiri sebagai penyandang hak dan kewajiban terpisah dari para pemegang saham. Dapat memiliki harta kekayaan, mengikat perjanjian, menjadi debitor atau kreditor dalam lalu lintas hukum. Pemegang saham tidak bertanggungjawab secara pribadi atas perikatan yang dibuat atas nama perseroan dan tidak bertanggungjawab atas kerugian perseroan melebihi saham yg dimiliki.

CARA MENDIRIKAN PT 30 PT didirikan dengan akta autentik yang memuat anggaran dasar. PT harus mepunyai modal dasar paling sedikit Rp.50.000.000,- dimana pada saat pendirian paling sedikit 25% dr modal dasar harus telah ditempatkan.

M o d a l 31 Dalam UU PT pengaturan mengenai jenis modal, yaitu terdiri dari : Modal Dasar ( min. 50 Juta ) Modal Ditempatkan ( min. 25 % dari modal dasar ) Modal Disetor ( min 50 % dari modal ditempatkan )

32 PENGESAHAN Para pendiri datang kekantor notaris untuk minta dibuatkan akta pendirian yg memuat anggaran dasar. PEMBUATAN AKTA PENDIRIAN Para pendiri bersama-sama atau kuasanya (notaris) mengirimkan akta pendirian tsb kepada kepala direktorat perdata Kementerian Hukum dan HAM utk memperoleh pengesahan dari menteri Hukum dan HAM.

PENDAFTARAN 33 Para pendiri atau kuasanya (direksi) membawa akta pendirian dan surat keputusan pengesahan itu utk didaftarkan di daftar perusahaan (Ps.21 ayat (1) ). Pendaftaran wajib dilakukan paling lambat 30 hari. Akta pendirian yang telah disahkan Menteri Hukum & HAM RI wajib didaftarkan oleh Direksi dalam Daftar Perusahaan dan wajib diumumkan dalam Berita Negara & Tambahan Berita Negara RI.

34 PENGUMUMAN Para pendiri atau kuasanya membawa akta pendirian surat keputusan pengesahan dan surat pendaftaran kekantor percetaan negara utk diumumkan dlm tambahan berita negara RI(Ps.22 ayat (1)). Pengumuman ini (PN. Percetakan Negara) supaya perseroan terbatas yang telah disahkan dapat berperan secara sempurna sebagai suatu badan hukum sebagaimana yang diharapkan oleh para pendiri tanpa membebani direksi dengan tanggungjawab renteng apabila mereka melakukan segala tindakan hukum untuk kepentingan perseroan.

PERTANGGUNGAN JAWAB PRIBADI PEMEGANG SAHAM 35 Persyaratan PT sebagai badan hukum belum atau tidak tepenuhi. Pemegang saham baik langsung maupun tidak langsung dengan itikad tidak baik memanfaatkan PT untuk kepentingan pribadi. Pemegang saham terlibat dalam perbuatan melawan hukum yg dilakukan oleh PT. Pemegang saham baik langsung maupun tidak langsung secara melawan hukum menggunakan kekayaan perseroan yg mengakibatkan kekayaan PT menjadi tidak cukup untuk melunasi hutang.

36 Perlindungan terhadap pemegang saham minoritas : satu orang pemegang saham atau lebih mewakili 1/10 dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dapat meminta kepada Direksi atau Komisaris untuk menyelenggarakan RUPS. Pemegang saham atas nama sendiri atau atas nama perseroan yang mewakili 1/10 dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dapat mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri untuk dilakukan pemeriksaan terhadap perseroan. Setiap pemegang saham dapat mengajukan gugatan terhadap perseroan kepada Pengadilan Negeri apabila merasa dirugikan.

PERTANGGUNGAN JAWAB PRIBADI DIREKSI 37 Apabila PT belum didaftarkan dan diumumkan (Ps.30) Apabila dokumen perhitungan tahunan tidak benar atau menyesatkan (Ps.60). Direksi tidak menjalankan menjalankan tugasnya dengan itikad tidak baik (Ps.85). Apabila bersalah dan lali menjalankan tugasnya (Ps.85 ay.2). Apabila PT pailit yg disebabkan kesalahan dan kelalaian direksi. Apabila PT belum mendapatkan pengesahan dari menteri kehakiman(ps.11), pendaftaran dan pengumuman.

ANGGARAN DASAR PT MEMUAT SEKURANG KURANGNYA 38 Nama dan tempat kedudukan perseroan. Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha PT. Jangka waktu berdirinya PT. Besarnya jumlah modal dasar, modal yg ditempatkan, dan modal setor. Jumlah saham, klasifikasi saham, hak yg melekat pd saham, nilai nominal saham. Susunan, jumlah dan nama anggota direksi dan komisaris. Penetapan tempat dan tata cara RUPS. Tata cara pemilihan,pengangkatan,penggantian dan pemberhentian anggota direksi dan komisaris. Tata cara penggunaan laba dan pembagian deviden.

39 SEKIAN