Pengontrolan Akses pada Web Server

dokumen-dokumen yang mirip
Mengenal Apache Web Server

Ada beberapa aspek yang perlu diterapkan dalam mengamankan web server, antara lain:

MENGANALISA WEBSITE K E A M A N A N S I S T E M E R W I E N T J I P T A W I J A Y A, S T., M. K O M

Ada beberapa aspek yang perlu diterapkan dalam mengamankan web server, antara lain:

Maka akan tampil jendela Internet Information Services (IIS) Manager. Kemudian klik Web Sites Membuat folder data

LAMPIRAN. Lampiran Halaman Depan Web Hosting. Menu Hosting L-1

Ditulis oleh Tutor TKJ CLUB Senin, 09 Januari :37 - Pemutakhiran Terakhir Senin, 09 Januari :41

Choirul Amri. I. Pendahuluan.

dapat menambahkan beberapa kode kedalam file htaccess. Berikut beberapa tips security yang dapat kita gunakan dengan file htaccess:

INSTALASI WEB SERVER PADA MICROSOFT WINDOWS

BAB III IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI WEB LOG

Linux. Tatas Fachrul Arta Aditya. How to make Proxy server based on Ubuntu Operating System. Code name Precise

KONFIGURASI PROXY & MAIL SERVER DENGAN DEBIAN 5 BERBASIS VMWARE

Konfigurasi DNS & Web Server

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

Web Server A. DASAR TEORI

FIREWALL: SEKURITI INTERNET

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Setelah melalui proses perancangan dan pengkodean program, maka

METODE PENELITIAN. B. Pengenalan Cisco Router

Admin Jaringan Komputer APACHE WEB SERVER

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

MODUL 7 NAT dan PROXY

BAB III Firewall Sebagai Pelindung dalam Jaringan Komputer

DATABASE SERVER WEB SERVER SUBDOMAIN

Keamanan Sistem WWW. Sejarah WWW

Keamanan Sistem WWW. WWW security

Satu Physical Network dengan host yang banyak

WEB DATABASE ( WEB SERVER dan DATABASE )

Instalasi Cacti Network Monitoring System. Pada Centos 6.5

Langkah Langkah Membuat Blog Secara Offline Menggunakan Wordpress

Petunjuk Memulai Telepon Rakyat

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Praktikum 2, DHCP ( Dynamic Host Control Protocol ) 1. Pengertian DHCP

MODUL PRAKTIKUM SISTEM DAN JARINGAN KOMPUTER WEBSERVER. Oleh : Muhammad Riza Hilmi, ST.

Panduan Menggunakan RoundCube Webmail dengan ISPConfig 3 pada Debian 7. Oleh: Anthony WIjaya

MEMBUAT WEB DENGAN JOOMLA TANPA MENGHAPUS CONTENT XAMPP

VINCENSIUS YUDHISTIRA LINDUNG SETIYANA. FB : Blog :

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Web wizard akan ditempatkan pada server yang merupakan sebuah proxy server

LAPORAN TUGAS BESAR PRAKTIKUM SISTEM OPERASI

KONFIGURASI DHCP DEBIAN LENNY DI VIRTUALBOX

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

FTP SERVER MAIL SERVER WEBMAIL

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

KONFIGURASI MAIL SERVER PADA DEBIAN 5

REMOTE ACCES. 2.2 DASAR TEORI IP Address

Instalasi Joomla 1.7

Mengamankan Sistem Informasi. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom

BERBAGAI KOMPONEN INTERNET

LAMPIRAN A. instalan pada folder htdocs dengan mengakses alamat melalui

Firewall. Pertemuan V

LANGKAH-LANGKAH MENJALANKAN PROGRAM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

Sistem Monitoring Di Debian 6

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

Koneksi PHP -ODBC Persiapan

BAB IV KONFIGURASI DAN PENGUJIAN. Setelah melakukan perancangan jaringan pc cloning pada Laboratorium

IP Subnetting dan Routing (1)

Mengakses Server Melalui SSH Menggunakan PuTTY di Windows

Setup DNS di Debian 7.x.x

WEB SERVER LINUX DEBIAN 8.5

TUGAS RESUME PAPER KEAMANAN KOMPUTER IDENTITAS PAPER ANALISIS PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI FIREWALL DAN TRAFFIC FILTERING MENGGUNAKAN CISCO ROUTER

MEMBUAT MAIL SERVER DENGAN WINDOWS SERVER 2003

Pertemuan 11 Pengenalan DBMS dan MySQL

Cara Membuat Server VPN di Komputer Windows 8 Tanpa Instalasi Software

WEB SERVER MODULE & VIRTUAL HOST. Exp : Admin Server Kelas : XII TKJ B. No. Exp : 6 2. Trimans Yogiana

Mikrotik V5.20 Sebagai Proxy Server

PETUNJUK PEMAKAIAN SOFTWARE

Panduan Pengelolaan Hosting

Ainul Fuad Farhan

Installasi Web Server Pada Linux Debian (GUI) Nama : Abdul Rohman Wahid Kelas : XI TKJ A No / NIS : 01 / 13986

Rima Hidayati. Lisensi Dokumen:

DNS SERVER. Jaringan Komputer

M. Choirul Amri

ADMINISTRASI SERVER KELAS 11

Pelatihan Penggunaan Aplikasi E-Learning Moodle 1

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Written by Administrator Wednesday, 15 June :49 - Last Updated Thursday, 20 December :10

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM DAN PENGUJIAN. meliputi pembahasan mengenai proses perekaman gambar berdasarkan interval

DHCP SERVER DENGAN MENGGUNAKAN CLIENT WINDOWS XP 1. KONFIGURASI TCP/IP PADA WINDOWS 2000 SERVER

Lebih kompatibel dengan Windows karena memang IIS adalah keluaran Microsoft.

Beberapa Cara Upload Website ke Hosting Server

Tutorial Pembuatan Toko Online dengan OpenCart

LAPISAN APLIKASI DNS DAN TELNET. Budhi Irawan, S.Si, M.T

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

Firewall. Pertemuan V

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. adalah CD/DVD IPCop dan komputer yang digunakan tehubung dengan

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Server dan Web Server

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan alat/device yang dipasang (attached) secara langsung, seperti cardreader

1. Konfigurasi Ip address. (misalnya ip yang ingin digunaka adalah ) nano /etc/network/interfaces

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ADMINISTRASI SERVER DEB-003 STRUKTUR MODUL ADMINISTRASI LINUX DEBIAN SQUEEZE DASAR-DASAR JARINGAN DEB.

Luqman Sungkar


Modul 8 INSTALL DAN KONFIGURASI MAIL DAN WEBMAIL SERVER

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

INSTALASI ACTIVE DIRECTORY

Transkripsi:

Pengontrolan Akses pada Web Server Di internet, pada saat kita membuat suatu Web Server berarti kita memberikan akses kepada orang lain untuk melihat dan memanfaatkan dokumen yang disajikan di dalamnya. Pada saat memberikan akses ini tidak tertutup kemungkinan bagi orang lain untuk memanfaatkan akses yang diberikan untuk kegiatan yang tidak diharapkan. Sebagai contoh yang baru-baru ini cukup ramai dibicarakan adalah ketika web server badan pemerintahan kita yang telah dimasuki oleh para Cracker dari Portugis, mengacak-acak dan melakukan perubahan terhadap dokumen di beberapa server Web di Indonesia. Dalam artikel ini ada dua hal yang akan dibicarakan yaitu mengenai pengaturan akses orang terhadap web server dan keamanan dari web server. Jika kita dengan senang hati memberikan akses yang tidak terbatas untuk orang lain terhadap web server kita maka bagian yang mengenai pengaturan akses, tidak perlu untuk dibaca akan tetapi perlu untuk memperhatikan bagian yang selanjutnya yang menjelaskan bagaimana mengatur keamanan dalam sistem tempat web server dijalankan. Bagaimana Cara Mengontrol Akses? Untuk mengontrol akses seseorang terhadap sebuah web server dapat dilakukan melalui dua hal yaitu melalui alamat internet user dan autentifikasi user. Web server akan menerima atau menolak suatu permintaan hubungan dari user melalui web browsernya, berdasarkan pada alamat internet user tersebut. Jika alamat internet seorang user telah tercantum dalam daftar 'black list' web server, maka user tersebut tidak akan dapat mengakses web server tersebut kecuali dengan mengganti alamat internetnya dengan alamat lain yang tidak termasuk dalam daftar 'black list'. Pada pengontrolan akses dengan menggunakan autentifikasi, user diminta untuk melakukan autorisasi dengan memasukin nama user dan password. Nama user dan passwordnya ini harus telah terdaftar pada server tersebut, jika gagal maka otomatis web server akan menutup hak akses user tersebut, dan user tersebut harus mengulang kembali autorisasi sampai berhasil agar dapat mengakses web server. Pengaturan akses juga dapat digunakan dengan menggunakan kombinasi dari kedua metoda ini. Dengan Apa Akses Dikontrol? Di dalam web server terdapat suatu file yang dapat digunakan untuk mengontrol akses terhadap web server. File tersebut dikenal dengan Access Control File atau ACF. Ada dua buah ACF yang dapat digunakan yaitu ACF secara global yang memiliki nama file access.conf dan ACF yang digunakan untuk direktori, dengan nama file.htaccess. Nama kedua file ini sebenarnya dapat diatur sesuai dengan keinginan, namun secara default nama keduanya adalah seperti itu. Nama kedua file tersebut dapat diatur melalui file konfigurasi web server, srm.conf. Hampir semua perangkat lunak untuk web server memiliki bentuk file-file ACF yang sama, baik itu Apache, NCSA, CERN, maupun yang lain-lainnya. Berikut ini adalah contoh umum dari file ACF, access.conf dan.htaccess :

Gambar 1. Isi file access.conf Gambar 2. Isi file.htaccess File access.conf digunakan untuk mengontrol akses secara luas terhadap web server dan dapat juga digunakan untuk mengatur akses terhadap suatu direktori. Dalam memasang web server perlu untuk memperhatikan file ini, bahkan semua perangkat lunak untuk web server mewajibkan administrator untuk mengedit terlebih file ini untuk menyesuaikan dengan layanan yang diinginkan. Jika diinginkan untuk mengatur akses terhadap direktori yang ada secara khusus, maka dapat digunakan.htaccess. Gunakanlah.htaccess ini untuk membagi pengaturan akses dan mendelegasikannya pada masing-masing bagian, sebagai contoh adalah jika server yang dimiliki menangani berbagai divisi, dan untuk setiap divisi diinginkan untuk mengatur aksesnya masing-masing. File.htaccess harus diletakan pada masing-masing direktori. Pengaturan akses terhadap file tidak tersedia, oleh karena itu file tersebut harus diletakan dalam sebuah direktori. Mengatur Akses berdasarkan Alamat Internet. Dengan berdasarkan dari alamat internet, administrator dapat memperbolehkan atau melarang seseorang untuk mengakses web server, tanpa memperhatikan nama usernya. Dan ini akan bekerja dengan baik pada semua web browser, tidak seperti fasilitas autentifikasi user. Pengaturan akses dalam file ACF terdapat pada bagian yang dibatasi dengan <Directory> dan </Directory>, sedangkan untuk bagian perintahnya terdapat pada bagian yang dibatasi dengan <Limit> dan </Limit>. Berikut ini adalah perintah yang dapat digunakan untuk mengatur akses : order Digunakan untuk menentukan urutan pembacaan perintah allow dan deny. Defaultnya adalah deny,allow. alow,deny Perintah allow dievaluasi terlebih dahulu sebelum deny deny,allow Perintah deny dievaluasi terlebih dahulu sebelum allow allow Menentukan alamat internet yang memperoleh hak akses. allow from host (host1 host2 host3 ) deny Menentukan alamat internet yang dilarang untuk mengakses. deny from host (host1 host2 host3 ) host domainname Hanya host yang memiliki domain tersebut yang ditutup / diberi akses di web server. Contoh : itb.ac.id Hostname Nama host. Contoh : xxx.itb.ac.id ip address IP address dari sebuah host. Contoh : 167.205.22.108

Bagian dari ip address all 1-3 byte pertama dari IP address untuk menunjukan subnet yang diberi / ditutup aksesnya di web server. Contoh : 167.205.22 Artinya semua host ditutup aksesnya di web server Diluar bagian Limit tetapi dalam bagian Directory terdapat perintah Options dan AllowOverride. Options digunakan untuk mengatur fasilitas lebih lanjut yang diperbolehkan dalam web server sedangkan AllowOverride digunakan untuk menentukan apakah.htaccess dapat mengesampingkan access.conf atau tidak. Berikut ini adalah contoh file access.conf : Pada bagian Limit berarti : a. Perintah order digunakan untuk memberitahu httpd untuk mengevaluasi terlebih dahulu perintah deny sebelum allow, dan melakukan pengecualian pada bagian allow. b. Deny from all, berarti menutup akses terhadap semua host. c. Allow from ITB.ac.id, berarti mengubah dari all menjadi semua domain kecuali ITB.ac.id. Jika web server diharapkan dapat diakses oleh beberapa domain maka tinggal menambahkan nama domain yang diinginkan ke dalam perintah allow Deny from all Allow from ac.id net.id co.id Artinya memperbolehkan siapa saja dari ketiga domain ini untuk mengakses web server tetapi menutup akses untuk orang dari domain lainnya. Autentifikasi User Dengan cara ini, setiap kali user akan mengakses suatu direktori maka ia akan dihadapkan dengan 2 pertanyaan nama user dan passwordnya. Database untuk nama dan password ini tidak ada hubungannya dengan account user di server tersebut, sehingga untuk autentifikasi di web server orang tidak perlu memiliki account pada server tersebut. Tidak semua web server memiliki fasilitas autentifikasi user. Salah satu perangkat lunak untuk web server yang memiliki fasilitas tersebut adalah web server NCSA. Untuk konfigurasi dasar, source untuk autentifikasi user ini tidak disertakan, oleh karena itu perlu untuk mengambil source dari web server NCSA secara lengkap. Source untuk autentifikasi user ini adalah htpasswd.c yang terletak di direktori support Namun perlu diperhatikan bahwa web browser yang digunakan harus mendukung autentifikasi user. Jika tidak maka user tidak dapat melakukan autorisasi. Hampir sebagian besar web browser sekarang telah mendukung autentifikasi user, termasuk lynx yang jalan di unix. Database nama user dan passwordnya terletak dalam suatu file hypertext yang secara defaultnya bernama.htpasswd. Nama file ini dapat diganti dengan

nama lain yang sesuai dengan keinginan. Berikut ini adalah contoh isi file dari.htpasswd : File.htpasswd dibuat dengan menggunakan htpasswd, dengan sintaks seperti ini : htpasswd c.htpasswd nama_user Options c digunakan jika file.htpasswd masih belum ada, untuk selanjutnya tidak perlu untuk menggunakan options tersebut. Setelah perintah tersebut dijalankan maka akan diminta untuk memasukan password dari user tersebut. Berikut ini adalah isi dari file access.conf yang telah mengalami perubahan untuk menangani autentifikasi user ini. Konfigurasi seperti ini dapat digunakan pada ACF untuk direktori,.htaccess, jika memang diinginkan secara autentifikasi secara khusus terhadap direktori. Keterangan untuk perintahperintah di atas adalah sebagai berikut : Authuserfile Untuk menentukan letak dan nama file database user/password Authgroupfile Untuk menentukan letak dan nama file group dari user Authname Adalah bentuk prompt yang akan diberikan untuk autentifikasi Authtype Perintah ini untuk menentukan tipe autorisasi yang digunakan Require Pada bagian Limit, allow dan deny digantikan dengan require. Bagian ini untuk memberitahu httpd bahwa hanya nama yang termasuk dalam daftar yang dapat mengakses direktori ini. Konfigurasi di atas adalah ditujukan untuk autentifikasi perorangan. Perhatikan bagian AuthGroupFile yang diarahkan ke /dev/null, dalam standar unix ini berarti file tersebut tidak ada. Jika ingin membuat autentifikasi secara group maka harus ditentukan suatu file yang berisi keterangan mengenai group dari user dan harus disebutkan dalam ACF. Berikut ini adalah contoh access.conf yang telah dimodifikasi untuk kepentingan autentifikasi secara group.

AuthGroupFile telah berubah dari /dev/null menjadi sebuah file yang bernama.htgroup dan terletak didirektori /usr/local/httpd/conf. Isi dari file.htgroup adalah seperti berikut : nama_group1: user1 user2 user3 user-n nama_group2: user_a user_b user_c user-n Pengaturan akses melalui alamat internet dan autentifikasi user dapat digabung menjadi satu, bisa dilihat pada contoh konfigurasi access.conf di bawah ini :