BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak yang cukup besar

Ciri Khas Materi Genetik

Paramita Cahyaningrum Kuswandi* FMIPA UNY 2012

MAKALAH BIOLOGI PERBEDAAN DNA DAN RNA

PENGENALAN BIOINFORMATIKA

BAB I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

Bimbingan Olimpiade SMA. Paramita Cahyaningrum Kuswandi ( FMIPA UNY 2012

REKAYASA GENETIKA. By: Ace Baehaki, S.Pi, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan dan teknologi. Hal ini tak bisa lepas dari peran berbagai cabang ilmu

BAB II DASAR TEORI. 2.1 DNA (Deoxy-Ribonucleic Acid)

Kromosom, gen,dna, sinthesis protein dan regulasi

SINTESIS PROTEIN. Yessy Andriani Siti Mawardah Tessa Devitya

Struktur. Ingat: basa nitrogen, gula pentosa, gugus fosfat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SIFAT FISIK DAN KIMIA DNA NUNUK PRIYANI. Progran Studi Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN

REPRESENTASI GEOMETRI DARI HIMPUNAN KODON

M A T E R I G E N E T I K

Pensejajaran Rantai DNA Menggunakan Algoritma Dijkstra

Pengantar Komputasi Modern

BAB IV APLIKASI MODEL HIDDEN MARKOV DISKRET PADA DNA

Gambar 1. Contoh Double helix

Oleh : Muhammad Arif M. S.Pi

Nur Hidayat Lab. Bioindustri, Jur Teknologi Industri Pertanian FTP - UB

KOMPUTASI EVOLUSIONER Algoritma Genetik, Pemrograman Genetik, dan Pemrograman Evolusioner Oleh : Thomas Sri Widodo

Kasus Penderita Diabetes

SUBSTANSI HEREDITAS. Dyah Ayu Widyastuti

KATAPENGANTAR. Pekanbaru, Desember2008. Penulis

BIO306. Prinsip Bioteknologi

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL 28 SEPTEMBER 2015

BIOTEKNOLOGI PERTANIAN TEORI DASAR BIOTEKNOLOGI

replikasi akan bergerak melebar dari ori menuju dua arah yang berlawanan hingga tercapai suatu ujung (terminus).

DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... i ABSTRACT... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR GAMBAR... vi DAFTAR TABEL... vii DAFTAR LAMPIRAN... viii

Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.

Penerapan Model Markov Tersembunyi untuk Mengetahui Persentase Kecocokan dari Deoxyribonucleic Acid pada Pohon Filogenetik Ursidae (Beruang)

Adalah asam nukleat yang mengandung informasi genetik yang terdapat dalam semua makluk hidup kecuali virus.

dan leukemia-associated tyrosine kinase fusion (TEL-PDGFbR) (Chen, et al., 2004). Dibandingkan dengan terapi menggunakan antibodi, pembuatan sediaan

Silabus Olimpiade BOF XI Soal SMP

adalah proses DNA yang mengarahkan sintesis protein. ekspresi gen yang mengodekan protein mencakup dua tahap : transkripsi dan translasi.

Struktur Gen Manusia Secara Menyeluruh

Asam Nukleat Kuliah Biokimia ke-5

POKOK BAHASAN I PENDAHULUAN Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan pendahuluan mahasiswa dapat: 1. Memahami ruang lingkup

DYNAMMIC PROGRAMMING DALAM MENENTUKAN ARTI URUTAN UNTAIAN GEN

Polimerase DNA : enzim yang berfungsi mempolimerisasi nukleotidanukleotida. Ligase DNA : enzim yang berperan menyambung DNA utas lagging

Penggunaan Graf pada Pemetaan Genetik dan Integrasi Peta Genetik

DNA FINGERPRINT. SPU MPKT B khusus untuk UI

STRUKTUR KIMIAWI MATERI GENETIK

BAB XIII. SEKUENSING DNA

Aulia Dwita Pangestika A2A Fakultas Kesehatan Masyarakat. DNA dan RNA

Organisasi DNA dan kode genetik

SUBSTANSIGENETIK 1. KROMOSOM 2. GEN - DNA

MAKALAH BIOLOGI PERBEDAAN ANTARA DNA dengan RNA

Bioinformatika. Aplikasi Bioinformatika dalam Virologi

Ada 2 kelompok basa nitrogen yang berikatan pada DNA yaitu

I. PENGENALAN NATIONAL CENTRE FOR BIOTECHNOLOGY INFORMATION (NCBI)

BAB II KONSEP DAN TEORI DASAR. Pada bab ini akan dibahas beberapa konsep dan teori dasar yang. digunakan untuk membahas bab-bab selanjutnya.

BERANDA SK / KD INDIKATOR MATERI LATIHAN UJI KOMPETENSI REFERENSI PENYUSUN SELESAI. psb-psma rela berbagi iklas memberi

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN BIOLOGI BAB III KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM. Dra. Ely Rudyatmi, M.

DNA DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) merupakan tempat penyimpanan informasi genetik.

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA

PENYAJIAN SECARA GEOMETRI HIMPUNAN PEMBENTUK DNA

Komponen Kimia penyusun Sel (Biologi) Ditulis pada September 27, 2012

RANCANG BANGUN APLIKASI KEAMANAN BERBASIS DNA PADA JARINGAN GPRS DAN 3G SKRIPSI

PENERAPAN RANTAI MARKOV PADA POLA MUTASI ASAM DEOKSIRIBOSA NUKLEAT MITOKONDRIA TUGAS AKHIR

Dasar Biologi Molekuler Kromosom Gen DNA. INDONESIAN-GERMAN-NETWORK for TEACHING, TRAINING & RESEARCH COLLABORATIONS

BAB II LANDASAN TEORI

Topik 4 DNA Sebagai Bahan Genetik

BAB III Efek Radiasi Terhadap Manusia

REKAYASA GENETIKA. Genetika. Rekayasa. Sukarti Moeljopawiro. Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

STRUKTUR DNA MERUPAKAN MOLEKUL LINIER DENGAN BERAT MOLEKUL SANGAT TINGGI. MOLEKUL-MOLEKULNYA MERUPAKAN RANTAI POLINUKLEOTIDA YANG PANJANG.

BAB II LANDASAN TEORI

KIMIA KEHIDUPAN, BIOLOGI SEL, GENETIKA, DAN BIOLOGI MOLEKULAR

PENDAHULUAN. Latar Belakang

Sejarah Dan Teori Pendukung Genetika

BAB II KONSEP DASAR PENYEJAJARAN DUA BARISAN DNA. DNA merupakan salah satu pembawa informasi genetik dari makhluk

2015 ISOLASI DNA PARSIAL GEN

REVERSE TRANSKRIPSI. RESUME UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Genetika I Yang dibina oleh Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd. Oleh

EVOLUSI. Pengertian evolusi - Bukti adanya evolusi - Mekanisme evolusi

HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN...

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA

MALAIKAT MEMILIKI FUNGSI SEBAGAI DATABASE TEMPAT MENYIMPAN PERBUATAN MANUSIA. Ahmad Sudirman

1. Sel sangat kompleks namun teratur. 3. Sel mampu memperbanyak diri. 5. Sel melakukan berbagai reaksi kimiawi

TINJAUAN TENTANG HIV/AIDS

NUCLEAR GENOME & CHROMOSOME PACKAGING

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA SILABI

MUTASI C825T GEN katg ISOLAT L5 MULTIDRUG RESISTANT Mycobacterium tuberculosis TESIS RINA BUDI SATIYARTI NIM: Program Studi Kimia

Victoria Henuhili, MSi, Jurdik Biologi FMIPA UNY

MATERI GENETIK A. KROMOSOM

Penerapan Algoritma Pencocokan String Boyer-Moore dan Knuth-Morris-Pratt (KMP) dalam Pencocokkan DNA

SIMULASI IDENTIFIKASI DAERAH CODING PADA DEOXYRIBONUCLEIC ACID DENGAN MENGGUNAKAN DISCRETE FOURIER TRANSFORM

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Studi Arkeologis dan Genetik Masyarakat Bali

KISI-KISI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU BIDANG STUDI BIOLOGI

II. Tinjauan Pustaka A. Papua

MATERI GENETIK. Oleh : TITTA NOVIANTI, S.Si., M. Biomed.

BAB II LANDASAN TEORI. Tahun 2001 pemilik CV. Tunas Jaya membuka usaha di bidang penjualan dan

BAB I PENDAHULUAN. secara luas. Selain memiliki peran yang sangat penting dalam bidang ekologi,

SISTEMATIKA DAN FILOGENETIKA MOLEKULER

Penerapan Graf dalam Pemetaan Susunan DNA

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum keseluruhan penelitian yang telah dilakukan. Penjelasan mengenai latar belakang, tujuan, ruang lingkup penelitian dan metodologi penelitian. Pada bab ini juga dijelaskan mengenai sistematika penulisan laporan tugas akhir ini. I.1. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan genetika menghasilkan informasi yang lebih rinci mengenai makhluk hidup melalui DNA (deoxyribonucleic acid). DNA adalah sebuah materi pembentuk kehidupan yang memuat banyak informasi biologis. DNA terdiri dari empat buah basa penyusunnya yaitu: T (thymine), C (cytosine), A (adenine) dan G (Guanin). Model DNA pertama kali dikenalkan oleh Watson dan Crick pada 1953 [WAT53]. Walaupun hanya terdiri dari empat macam, namun kombinasi keempatnya dapat menghasilkan kombinasi yang sangat kompleks dalam memuat informasi genetik makhluk hidup. Keseluruhan DNA pada satu makhluk hidup yang telah dipetakan disebut dengan genom. Rantai genom dapat memberikan gambaran utuh sebuah makhluk hidup. Pertama kali genom yang berhasil dipetakan adalah sebuah bakteri bernama Haemophilus influenzae pada tahun 1995[KOO03]. Berikutnya, pada tahun 2003, proyek pemetaan genom manusia (human genome project) telah berhasil memetakan Genom manusia. Genom terdiri dari rantai DNA yang sangat besar, mulai dari beberapa juta pasang pada prokariotes hingga miliaran pada eukariotes. Sebagai contoh, genom Wolbachia, sebuah bakteri yang tentunya sangat kecil ternyata memiliki 126 juta pasang DNA. Arabidopsis thaliana, a sebuah tumbuhan memiliki 120 juta pasang DNA, dan genom manusia memiliki 3,2 Miliar pasang DNA. Dalam mengatur informasi yang kompleks dalam makhluk hidup tersebut dibutuhkan sebuah teknologi. Teknologi tersebut dipelajari dalam sebuah bidang ilmu baru yang disebut bioinformatika. Bioinformatika adalah sebuah ilmu yang mempelajari mengenai aplikasi berbasis teknologi komputer untuk mengatur informasi biologi [JEN09]. Bioinformatika saat ini dalam proses tahap awal 1

2 menggabungkan atau mengintegrasikan banyak aspek dan ilmu dalam berbagai macam bidang seperti biologi, kedokteran, ilmu komputer, teknik industri, kimia, fisika dan matematika. Bioinformatika memiliki ruang lingkup permasalahan yang sangat luas untuk dipelajari lebih lanjut. Menurut Jena et al [JEN09], beberapa permasalahan tersebut diantaranya: Perbandingan dan alignment rantai DNA, RNA dan protein. Pemetaan gen dalam kromosom. Pencarian gen dan identifikasi promoter dari rantai DNA. Interpretasi dari ekspresi gen dan data micro-array Pembuatan pohon phylogenetic untuk mempelajari hubungan evolusi. Prediksi struktur DNA. Prediksi struktur RNA. Prediksi struktur protein dan klasifikasinya. Salah satu permasalahan yang disebutkan adalah perbandingan rantai DNA, RNA dan protein. Hal ini dibutuhkan sebagai dalah satu cara untuk menggali informasi yang terkandung dalam DNA. Besarnya data yang dibuat oleh rantai DNA menjadikan hal ini merupakan tantangan yang tidak mudah untuk melakukan analisis. Data DNA memiliki sifat ketidakpastian yang cukup tinggi. Tingkat ketidakpastian ini dapat dipecahkan dengan pendekatan logika fuzzy. Beberapa penelitian mengenai pengukuran kesamaan dan perbedaan rantai DNA dengan pendekatan berbasis himpunan fuzzy telah dilakukan. Dr. Sadegh-Zadeh memperkenalkan representasi rantai DNA sebagai himpunan fuzzy [SAD00]. Teori pengukuran kemiripan dan perbedaan antara dua rantai DNA berdasarkan himpunan fuzzy diperkenalkan oleh Nieto et al [TOR02, NIE06]. Kemudian perdebatan dari metode perbandingan yang dilakukan oleh Nieto et al [SAD07, TOR07].

3 I.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disampaikan, Beberapa rumusan masalah dibuat untuk pelaksanaan tugas akhir ini. Beberapa rumusan masalah itu yakni: 1. Ciri-ciri apa saja yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kemiripan atau perbedaan rantai DNA? 2. Bagaimana menghitung tingkat kemiripan dari dua buah rantai DNA yang dibandingkan? 3. Dapatkah pengukuran kemiripan DNA menjadi salah satu acuan untuk klasifikasi jenis organisme? I.3. Tujuan Tujuan penelitian tugas akhir yang dilakukan yaitu: 1. Mendapatkan sebuah metode yang dapat mengukur nilai kemiripan dua rantai DNA. 2. Mengembangkan sebuah sistem sederhana yang mengimplementasikan metode untuk mengukur kemiripan dua rantai DNA. I.4. Ruang Lingkup Penelitian tugas akhir yang dilakukakan dibatasi dalam ruang lingkup sebagai berikut: 1. Teknologi pengambilan DNA atau anekaragam cara tes mendapatkan DNA tidak dalam bagian penelitian ini. Data yang didapatkan dianggap sudah valid. 2. Kesaman fungsi dari struktur DNA yang mirip tidak menjadi bahasan dalam penelitian ini. 3. Nilai kesamaan dua buah rantai dilihat dari komposisi nukleotida penyusun rantai tersebut. 4. DNA yang dibandingkan hanya mengambil single strand dari DNA, tidak memperhatikan susunan double helix.

4 I.5. Metodologi Penelitian Metodologi yang digunakan melalui beberapa tahapan penelitian. Tahapan penelitian yang dilakukan dalam menyelesaikan tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Tahap pertama yaitu mempelajari penelitian terkait. Beberapa penelitian terkait yang mempelajari pemberian nilai kesamaan pada rantai DNA dipelajari. 2. Tahapan kedua mengumpulkan dan mempelajari data. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan merujuk pada penelitian-penelitian yang berfokus pada bioinformatik. Analisis struktur data yang digunakan dilakukan terhadap data yang telah berhasil dikumpulkan. 3. Tahap ketiga yaitu pengembangan sistem untuk melakukan eksperimen. Pengembangan sistem berpedoman pada data yang dimiliki, kebutuhan yang dimiliki dan hasil yang ingin dicapai. 4. Tahapan keempat melakukan eksperimen dengan sistem yang telah dibuat dan data yang tersedia. 5. Tahapan kelima yang merupakan tahapan terakhir melakukan analisis terhadap hasil uji coba, serta melakukan evaluasi terhadap metode yang digunakan. I.6. Sistematika Penulisan Laporan Laporan ini disusun dalam beberapa bab, diantaranya: Bab I. Pendahuluan Bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum keseluruhan penelitian yang telah dilakukan. Penjelasan mengenai latar belakang, tujuan, ruang lingkup penelitian dan metodologi penelitian. Pada bab ini juga dijelaskan mengenai sistematika penulisan laporan tugas akhir ini. Bab II Landasan Teori Bab ini menjelaskan tentang berbagai teori yang digunakan untuk melakukan penelitian ini. Penjelasan meliputi teori himpunan fuzzy, pengukuran fuzzy, DNA

5 sebagai himpunan fuzzy serta perhitungan ruang vektor polinukleotida. Selain itu, bab ini menjelaskan pengenalan mengenai DNA. Bab III Implementasi Dalam bab ini dijelaskan mengenai implementasi sistem yang dikembangkan untuk melakukan percobaan terhadap metode yang diteliti. Penjelasan meliputi perangkat keras, perangkat lunak, alur kerja sistem dan implementasi sistem pengukuran kemiripan DNA. Bab IV Uji Coba dan Analisis Bab ini menjelaskan hasil uji coba yang dilakukan dengan menggunakan sistem yang dibuat. Penjelasan meliputi data yang digunakan, skenario uji coba dan hasil uji coba beserta analisis dari hasil uji coba yang telah dilakukan. Bab V Penutup Bab ini menjelaskan kesimpulan dan saran. Pada bagian kesimpulan dijelaskan hasil yang diperoleh dari tugas akhir ini. Bagian saran berisikan saran-saran yang dapat digunakan untuk pengembangan lebih lanjut penelitian ini.