PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH 2016

dokumen-dokumen yang mirip
PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH SEMESTER I

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN II

EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN I-2016 TUMBUH 4,58 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I-2015


PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TAHUN 2016

BPS PROVINSI LAMPUNG PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2015

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan

PERTUMBUHAN EKONOMI LAMPUNG TRIWULAN I-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN II-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TRIWULAN II-2017 EKONOMI BENGKULU (5,04 PERSEN) TUMBUH MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN II-2016 (Y-ON-Y)

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TAHUN 2016 Ekonomi Gorontalo Tahun 2016 Tumbuh 6,52 Persen

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA UTARA TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TRIWULAN I Ekonomi Gorontalo Triwulan I-2015 Tumbuh 4,69 Persen Melambat Dibanding Triwulan I-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2015

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI NTT TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN III TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TAHUN 2014 Ekonomi Gorontalo Tahun 2014 Tumbuh 7,29 Persen

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN III/2016

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN II-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN I/2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT TRIWULAN III-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2017

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN III-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGGARA

PERTUMBUHAN EKONOMI LAMPUNG TRIWULAN II-2016 EKONOMI PROVINSI LAMPUNG TRIWULAN II-2016 TUMBUH 5,21 PERSEN MENGUAT DIBANDINGKAN TRIWULAN II-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN II-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN II-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN II-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TRIWULAN I-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN I-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN II-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI TRIWULAN I-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI LAMPUNG TRIWULAN II-2015 EKONOMI PROVINSI LAMPUNG TRIWULAN II-2015 TUMBUH 5,07 PERSEN, MENGUAT DIBANDINGKAN TRIWULAN II-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2016

Transkripsi:

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH EKONOMI ACEH SELAMA TAHUN DENGAN MIGAS TUMBUH 3,31 PERSEN, TANPA MIGAS TUMBUH 4,31 PERSEN. Perekonomian Aceh Tahun yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp137,3 triliun atau sebesar US$10,32 milyar. Sementara itu PDRB tanpa migas adalah sebesar Rp133,2 triliun atau sebesar US$10,01 milyar. Ekonomi Aceh tahun bila dibandingkan dengan tahun 2015 (c-to-c) dengan migas tumbuh sebesar 3,31 persen. Sementara itu, pertumbuhan tanpa migas sebesar 4,31 persen, sedikit meningkat dari tahun 2015 yang sebesar 4,27 persen. Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Konstruksi sebesar 12,81 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi ada di komponen pengeluaran Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yaitu sebesar 8,13 persen. Ekonomi Aceh triwulan IV- bila dibandingkan dengan triwulan IV-2015 (y-on-y) dengan migas tumbuh sebesar 4,30 persen, lebih baik dari periode yang sama pada tahun 2015 yang sebesar 1,02 persen. Sementara itu, pertumbuhan tanpa migas pada Triwulan IV- adalah sebesar 4,80 persen. Ekonomi Aceh secara triwulanan (q-to-q) tumbuh 0,77 persen dengan migas, sedangkan tanpa migas tumbuh 1,49 persen dibandingkan dengan triwulan III-. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Pendidikan (P) mengalami pertumbuhan paling tinggi sebesar 9,51 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 69,89 persen. A. PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA Pertumbuhan Ekonomi Kumulatif Tahun (c-to-c) Grafik 1. Pertumbuhan Kumulatif Beberapa Lapangan Usaha Tahun (c-to-c) 12,81 9,79 9,85 9,75 9,99 3,88 4,31 3,13 3,31 A B C D F G H K O P -0,70-5,74 Kategori Migas Ekonomi Aceh secara kumulatif hingga Triwulan IV- dengan migas tumbuh 3,31 persen (cto-c). Dengan mengeluarkan migas, pertumbuhan ekonomi Aceh secara kumulatif adalah sebesar 4,31 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian (B), Industri Pengolahan (C), dan Transportasi dan Pergudangan (H). Kategori Konstruksi (F) merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 12,81 persen, berturut-turut diikuti Jasa Non Migas -13,27 Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 1

A B C D E F G H K M,N O P R,S,T,U Pendidikan (P) sebesar 9,99 persen, dan Jasa Keuangan (K) sebesar 9,85 persen di urutan ketiga. Pertumbuhan Konstruksi tertinggi didukung dengan masih berjalannya proyek multiyears fly over Simpang Surabaya dan Masjid Raya Baiturrahman serta berbagai proyek pembangunan lainnya yang sedang berjalan di Provinsi Aceh. Kategori Jasa Pendidikan juga meningkat selama tahun karena meningkatnya anggaran pendidikan dan adanya gaji ke-14. Pertambangan dan Penggalian (B) masih mengalami kontraksi sehingga menghambat pertumbuhan, sektor yang paling berpengaruh adalah pertambangan batubara, berdasarkan fenomena yang terjadi menurunnya produksi pertambangan batubara disebabkan karena cuaca buruk dan permintaan harga yang tidak stabil. Lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan (H) juga masih mengalami penurunan karena turunnya jumlah penumpang angkutan darat di beberapa terminal besar, meskipun jumlah penumpang angkutan laut dan udara terus tumbuh. Secara umum, bencana banjir dan cuaca buruk yang terjadi di sepanjang tahun merupakan salah satu faktor melambatnya pertumbuhan pada beberapa Lapangan Usaha khususnya Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (A). Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- terhadap Triwulan IV-2015 (y-on-y) 5,71 4,80 1,65 4,30 Grafik 2. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulan IV- (y-on-y) -2,88 5,68 11,84 2,71 6,50-2,30-2,95 8,18 7,02 9,99 9,57 Kategori Migas Non Migas Ekonomi Aceh pada triwulan IV- bila dibandingkan triwulan IV-2015 (y-on-y) dengan migas tumbuh sebesar 4,30 persen. Dengan mengeluarkan migas, pertumbuhan ekonomi Aceh year on year triwulan IV- adalah sebesar 4,80 persen. Pertumbuhan terjadi di semua lapangan usaha, kecuali Industri Pengolahan (C), Transportasi dan Pergudangan (H) dan Jasa Keuangan (K). Pengadaan Air (E) tumbuh paling tinggi sebesar 11,84 persen, diikuti oleh Jasa Pendidikan (P) sebesar 9,99 persen dan Jasa Lainnya (R,S,T,U) sebesar 9,57 persen. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- terhadap Triwulan III- (q-to-q) Perekonomian Aceh Triwulan IV- secara q-to-q tumbuh 0,77 persen dengan migas lebih rendah dari pertumbuhan tanpa migas yang sebesar 1,49 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (A) sebesar -0,13 persen, Pertambangan dan Penggalian (B) sebesar -1,91 persen, Industri Pengolahan (C) sebesar -12,30 persen dan Jasa Keuangan (K) sebesar -14,22 persen. Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (A) mengalami kontraksi pada Triwulan IV, hal ini disebabkan oleh puso padi yang menimpa sekitar 1200 Ha lahan sawah sehingga berkurangnya produksi padi. Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 2

Pada Triwulan IV ini, pertumbuhan paling tinggi dapat dilihat dari kategori Jasa Pendidikan (P) sebesar 9,51 persen dibandingkan pada triwulan III yang lalu sempat mengalami kontraksi sebesar -6,20 persen. Pertumbuhan diikuti oleh kategori Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang (E) sebesar 9,36 persen, meskipun beberapa kali mengalami mati listrik, produksi air PDAM masih mengalami peningkatan. Secara umum pola pertumbuhan PDRB triwulanan (q-to-q) tanpa migas tiap tahunnya biasanya memiliki tren yang sama dari triwulan I hingga triwulan IV karena faktor musiman. Kategori Pertanian tumbuh agak tinggi di triwulan I dan III karena panen raya padi dan beberapa komoditas perkebunan yang dominan di Aceh. Kategori Administrasi Pemerintahan (O) dan Konstruksi (F) biasanya mengalami penurunan pada triwulan I dan mulai tumbuh seiring meningkatnya realisasi anggaran pemerintah pada triwulan-triwulan berikutnya, namun ada hal yang sedikit berbeda untuk tahun ini khususnya untuk kategori Administrasi Pemerintahan (O) yaitu melambatnya pertumbuhan pada triwulan IV yaitu hanya sebesar 0,18 persen. Hal ini disebabkan karena adanya kebijakan tentang penghematan dan pemotongan anggaran serta beberapa kontrak yang tidak dapat diselesaikan hingga menjelang akhir tahun. 40,00 Grafik 3. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Q1 2013 sampai Q4 (q-to-q) 30,00 20,00 10,00,00-10,00-20,00 Pertanian Konstruksi Perdagangan Adm. Pemerintahan Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 3

B. PDRB MENURUT PENGELUARAN Pertumbuhan Ekonomi Kumulatif Tahun (c-to-c) 3,32 Ekonomi Aceh selama tahun tumbuh sebesar 3,31 persen dibanding tahun 2015. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut didorong oleh tumbuhnya beberapa komponen yang cukup signifikan. Pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) tumbuh sebesar 3,32 persen dan masih menjadi komponen utama dalam perekonomian Aceh dengan kontribusi sebesar 62,38 persen. Penginapan dan Hotel serta Transportasi/ Angkutan merupakan sub-komponen yang tumbuh cukup tinggi masing-masing sebesar 7,03 persen dan 5,23 persen. Pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) tumbuh cukup signifikan di tahun yaitu sebesar 8,13 persen. Meningkatnya kegiatan dari partai politik dan lembaga politik yang sudah memasuki masa kampanye pilkada 2017 serta banyaknya bantuan sosial dari lembaga sosial, ormas dan LSM terkait bencana gempa di Pidie Jaya, mampu mendorong pengeluaran konsumsi LNPRT. Meskipun demikian, kontribusi dari konsumsi LNPRT masih relatif rendah yaitu sebesar 2,03 persen. Grafik 5. Pertumbuhan PDRB c-to-c dan Distribusi PDRB Menurut Pengeluaran 62,38 Kons. Rumah Tangga 8,13-6,07 Sejalan dengan konsumsi LNPRT, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh cukup signifikan di tahun yaitu sebesar 6,92 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya nilai PMTB bangunan yaitu sebesar 9,14 persen. Banyaknya proyek pembangunan multiyears yang dikerjakan di Aceh selama tahun seperti pembangunan jalan, jembatan, landscape masjid, pasar, tugu, hotel, taman dan sarana umum lainnya, serta penambahan bus transkutaraja dan sarana pendukungnya mampu meningkatkan nilai PMTB. Komponen PMTB juga memiliki kontribusi terbesar kedua setelah PKRT yaitu sebesar 37,38 persen. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) di tahun mengalami penurunan yang cukup tinggi yaitu sebesar minus 6,07 persen. Penurunan tersebut terjadi baik pada konsumsi kolektif maupun konsumsi individu. Penghematan anggaran yang diberlakukan baik pada APBN maupun APBD menjadi penyebab turunnya konsumsi pemerintah di. Konsumsi pemerintah berkontribusi pada perekonomian Aceh sebesar 24,89 persen. Pertumbuhan C-to-C Distribusi PDRB 2,03 24,89 Kons. LNPRT Kons. Pemerintah 6,92 37,38 PMTB -38,92 Ekspor Luar Negeri 1,12 1,69-44,64 Impor Luar Negeri 3,31 Ekspor luar negeri Aceh juga terlihat belum menggembirakan di tahun. Komponen ekspor luar negeri turun sebesar 38,92 persen. Penurunan tersebut terjadi terutama pada ekspor barang yaitu sebesar 55,98 persen. Tidak adanya ekspor migas dan menurunnya ekspor barang non migas terutama pada komoditi Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 4

bahan bakar mineral dan bahan kimia anorganik selama tahun menjadi penyebab menurunnya nilai ekspor luar negeri Aceh. Impor luar negeri Aceh yang merupakan komponen pengurang dalam PDRB pengeluaran menurun sebesar 44,64 persen selama. Penurunan impor terjadi baik pada impor barang maupun jasa terutama pada komoditi gandum-ganduman dan mesin-mesin. Penurunan impor merupakan hal yang positif dalam neraca perdagangan luar negeri. Ekspor dan Impor luar negeri Aceh masih memiliki kontribusi yang relatif rendah dalam perekonomian Aceh, yaitu masing-masing sebesar 1,12 persen dan 1,69 persen. 1,73 Grafik 6. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran 1,64 1,16 1,65 0,37 0,76 2014 2015 2,33 1,89-1,29 Kons. Rumah Tangga Kons. Pemerintah PMTB Bila dilihat dari sumber penciptaan pertumbuhan ekonominya, komponen PMTB dan pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan komponen yang berperan tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi di Aceh tahun, dimana masing-masing komponen memiliki sumber pertumbuhan sebesar 2,33 persen dan 1,89 persen. Sedangkan konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan sumber pertumbuhan yang negatif yaitu sebesar minus 1,29 persen. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- Terhadap Triwulan IV-2015 (y-on-y) Kons. Rumah Tangga 2,75 Kons. LNPRT 11,58 Grafik 7. Pertumbuhan PDRB y-on-y Menurut Pengeluaran Kons. Pemerintah -10,22 Pertumbuhan Y-on-Y PMTB 2,76 Ekspor Luar Negeri -11,38 PDRB Impor Luar Negeri -33,06 Pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan IV- dibandingkan triwulan IV-2015 (y-on-y) juga mampu tumbuh sebesar 4,30 persen. Seperti halnya pada pertumbuhan kumulatif, pertumbuhan secara year on year didorong oleh tumbuhnya komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga, konsumsi LNPRT dan PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 2,75 persen, 11,58 persen dan 2,76 persen. Pertumbuhan tertinggi pada konsumsi rumah tangga terjadi di sub-komponen rekreasi dan budaya serta penginapan dan hotel. Pengeluaran konsumsi pemerintah menurun sebesar 10,22 persen dibanding triwulan IV-2015. Penurunan tersebut masih terkait dengan penghematan anggaran baik pada APBN maupun APBD. Ekspor luar negeri Aceh juga menurun sebesar 11,38 persen. Penurunan ekspor barang masih menjadi penyebab menurunnya nilai ekspor luar negeri Aceh sedangkan ekspor jasa masih tumbuh positif. 4,30 Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 5

Impor luar negeri Aceh menurun sebesar 33,06 persen di triwulan IV- dibanding triwulan IV- 2015. Ini menunjukkan berkurangnya konsumsi dari masyarakat Aceh terhadap barang dan jasa luar negeri dan merupakan hal positif dalam neraca perdagangan. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- Terhadap Triwulan III- (q-to-q) 80 60 40 20 0-20 -40-60 Grafik 8. Pertumbuhan PDRB q-to-q Menurut Pengeluaran I-16 II-16 III-16 IV-16 Kons. Rumah Tangga Kons. Pemerintah Ekspor Luar Negeri PDRB Pertumbuhan ekonomi secara triwulanan (q-to-q) lebih banyak dipengaruhi oleh faktor musiman (seasonal). Pertumbuhan ekonomi Aceh triwulan IV- jika dibandingkan dengan triwulan III- tumbuh sebesar 0,77 persen. Hampir seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif, pengeluaran konsumsi pemerintah dan ekspor luar negeri menjadi komponen yang mengalami pertumbuhan paling tinggi secara triwulanan yaitu masing-masing sebesar 46,78 persen dan 69,89 persen. Tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah di triwulan IV- merupakan pola musiman yang biasa terjadi di akhir tahun. Realisasi anggaran pemerintah mencapai nilai optimal di triwulan IV- dibanding triwulan-triwulan sebelumnya. Sementara itu, meningkatnya ekspor luar negeri Aceh didorong oleh tumbuhnya ekspor barang terutama pada komoditi kopi, teh, rempah-rempah serta buah-buhan dan bahan bakar mineral. Komponen konsumsi rumah tangga, konsumsi LNPRT dan PMTB juga meningkat yaitu masingmasing sebesar 0,54 persen, 3,67 persen dan 3,84 persen. Meningkatnya bantuan sosial dan aktifitas partai politik dan lembaga politik pada masa kampanye menjadi faktor pendorong pada konsumsi LNPRT sedangkan pada PMTB peningkatan terjadi baik pada PMTB bangunan maupun non-bangunan. Neraca perdagangan luar negeri Aceh di triwulan IV- juga menunjukkan hal positif, dimana selain tumbuhnya nilai ekspor luar negeri, nilai impor luar negeri juga berkurang sebesar 6,65 persen dibanding triwulan sebelumnya. Kons. LNPRT PMTB Impor Luar Negeri Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 6

Pertumbuhan Ekonomi Regional Sumatera Grafik 9. Pertumbuhan PDRB c-to-c se-sumatera 5,30 5,26 5,18 5,15 5,03 5,03 4,37 4,11 Bengkulu Sumatra Barat Sumatra Utara Lampung Kepulauan Riau Pertumbuhan C-to-C Sumatra Selatan Jika dilihat berdasarkan pertumbuhan ekonomi regional se- Sumatera, secara kumulatif (c-to-c) pertumbuhan ekonomi Sumatera tahun tumbuh sebesar 4,29 persen. Bengkulu merupakan Provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera selama tahun yaitu sebesar 5,30 persen, diikuti oleh provinsi Sumatera Barat sebesar 5,26 persen. Riau menjadi Provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi terendah selama tahun yaitu sebesar 2,23 persen. Aceh sendiri berada pada urutan ke-dua terendah setelah Riau dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,31 persen selama tahun. 3,31 2,23 Jambi Kep. Babel Aceh Riau Sumatera 4,29 Grafik 10. Distribusi PDRB se-sumatera Kep. Riau 7,77 Sumbar 7,02 Jambi 6,16 Lampung 10,08 Aceh 4,92 Kep. Babel 2,34 Bengkulu 1,99 Sumsel 12,74 Riau 24,47 Sumut 22,53 Jika ditinjau berdasarkan kontribusi dari PDRB masing-masing Provinsi di wilayah regional Sumatera terhadap PDRB total se- Sumatera, Riau dan Sumatera Utara merupakan Provinsi dengan kontribusi tertinggi yaitu masing-masing sebesar 24,47 persen dan 22,53 persen. Kontribusi terkecil terhadap PDRB Sumatera adalah Provinsi Bengkulu yaitu sebesar 1,99 persen. PDRB Aceh sendiri memiliki kontribusi sebesar 4,92 persen terhadap PDRB Sumatera selama tahun. Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 7

Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 8

Tabel 1 PDRB Aceh Menurut Lapangan Usaha (Triliun Rupiah) Lapangan Usaha Tahun- 2015 Harga Berlaku Triw IV- Tahun- Tahun- 2015 Harga Konstan Triw IV- (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 37.59 10,42 40,37 31,16 8,23 32,36 Tahun- B Pertambangan dan Penggalian 7,34 1,53 6,15 9,33 2,03 8,09 C Industri Pengolahan 7,72 1,80 7,36 6,49 1,47 6,11 D Pengadaan Listrik, Gas 0,15 0,04 0,17 0,16 0,04 0,17 E Pengadaan Air 0,05 0,02 0,06 0,03 0,01 0,04 F Konstruksi 12,33 3,86 14,09 10,78 3,31 12,16 G Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 20,34 5,93 22,41 17,75 4,74 18,31 H Transportasi dan Pergudangan 10,20 2,46 9,76 8,93 2,23 8,87 I Penyedia Akomodasi dan Makan Minum 1,63 0,50 1,87 1,28 0,36 1,39 J Informasi dan Komunikasi 4,10 1,07 4,22 4,08 1,07 4,20 K Jasa Keuangan 2,40 0,65 2,70 1,80 0,47 1,97 L Real Estate 4,90 1,37 5,33 4,18 1,15 4,51 M,N Jasa Perusahaan 0,76 0,22 0,83 0,69 0,19 0,73 O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 11,65 3,34 13,19 9,07 2,51 9,95 P Jasa Pendidikan 2,90 0,92 3,38 2,49 0,73 2,74 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 3,25 0,92 3,54 3,00 0,83 3,24 R,S,T,U Jasa Lainnya 1,67 0,48 1,83 1,45 0,40 1,55 PDRB (DENGAN MIGAS) 128,98 35,54 137,28 112,66 29,80 116,39 PDRB (NONMIGAS) 124,10 34,59 133,22 106,52 28,63 111,12 Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 9

Tabel 2 PDRB Perkapita Aceh Tahun Dasar 2010 Tahun 2014- Uraian 2014 2015 (1) (2) (3) (4) PDRB Per kapita Atas Dasar Harga Berlaku - Nilai dengan Migas (Juta rupiah) 26,07 25,79 26,94 - Nilai tanpa Migas (Juta Rupiah) 23,43 24,81 26,14 - Nilai dengan Migas (US$) 2.196,0 1.925,3 2.204,4 - Nilai tanpa Migas (US$) 1.973,7 1.852,5 1.964,4 Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 10

Tabel 3 Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Aceh Menurut Lapangan Usaha (Persen) Lapangan Usaha Triw III- Q to Q Triw IV- Sumber Pertumbuhan Triw III- Y on Y Triw IV- Sumber Pertumbuhan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 4,11-0,13-0,04 1,91 5,71 1,56 3,88 C to C B Pertambangan dan Penggalian 21,84-1,91-0,13-12,90 1,65 0,12-13,27 C Industri Pengolahan 17,14-12,30-0,70-2,30-2,88-0,15-5,74 D Pengadaan Listrik, Gas -3,63 3,66 0,01 3,36 5,68 0,01 9,79 E Pengadaan Air -0,21 9,36 0,00 4,61 11,84 0,00 9,31 F Konstruksi 6,26 7,28 0,76 18,10 2,71 0,31 12,81 G Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 1,74 3,09 0,48 0,34 6,50 1,01 3,13 H Transportasi dan Pergudangan 0,29 0,32 0,02-2,06-2,30-0,18-0,70 I Penyedia Akomodasi dan Makan Minum 2,19 2,16 0,03 8,69 8,02 0,09 8,39 J Informasi dan Komunikasi 0,77 1,48 0,05 2,57 2,88 0,10 2,88 K Jasa Keuangan 12,37-14,22-0,26 19,46-2,95-0,05 9,85 L Real Estate 0,16 2,07 0,08 7,01 7,79 0,29 7,79 M,N Jasa Perusahaan 6,10 1,65 0,01 9,93 8,18 0,05 6,93 O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib -8,65 0,18 0,02 7,01 7,02 0,58 9,75 P Jasa Pendidikan -6,20 9,51 0,21 4,21 9,99 0,23 9,99 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial -8,39 7,22 0,19 2,43 7,72 0,21 7,72 R,S,T,U Jasa Lainnya 2,56 3,17 0,04 8,90 9,57 0,12 6,70 PDRB (DENGAN MIGAS) 3,33 0,77 0,77 2,52 4,30 4,30 3,31 PDRB (NONMIGAS) 2,49 1,49 1,49 3,68 4,80 4,80 4,31 Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 11

Tabel 4 Distribusi Persentase PDRB Aceh Menurut Lapangan Usaha (Persen) Lapangan Usaha Tahun 2015 Tahun Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 29,15 29,48 29,32 29,41 B Pertambangan dan Penggalian 5,69 4,62 4,32 4,48 C Industri Pengolahan 5,98 5,75 5,07 5,36 D Pengadaan Listrik, Gas 0,11 0,12 0,12 0,12 E Pengadaan Air 0,04 0,04 0,05 0,04 F Konstruksi 9,56 10,22 10,86 10,27 G Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 15,77 16,20 16,68 16,33 H Transportasi dan Pergudangan 7,91 7,00 6,93 7,11 I Penyedia Akomodasi dan Makan Minum 1,27 1,37 1,41 1,37 J Informasi dan Komunikasi 3,18 3,01 3,02 3,08 K Jasa Keuangan 1,86 2,14 1,83 1,97 L Real Estate 3,80 3,82 3,86 3,88 M,N Jasa Perusahaan 0,59 0,62 0,62 0,61 O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 9,03 9,49 9,40 9,61 P Jasa Pendidikan 2,25 2,37 2,58 2,46 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 2,52 2,43 2,59 2,58 R,S,T,U Jasa Lainnya 1,29 1,32 1,35 1,33 PDRB (DENGAN MIGAS) 100,00 100,00 100,00 100,00 PDRB (NONMIGAS) 96,22 96,94 97,32 97,05 Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 12

Tabel 5 PDRB Menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2010 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2010 Komponen Triw III- Triw IV- Triw III- Triw IV- (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 21,84 21,88 85,64 16,67 16,76 66,34 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0,71 0,74 2,78 0,54 0,56 2,13 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 8,14 11,50 34,17 5,28 7,75 22,51 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 13,12 13,77 51,31 10,32 10,72 40,51 5. Perubahan Inventori 0,01 0,01 0,04 0,01 0,01 0,03 6. Ekspor Luar Negeri 0,27 0,49 1,54 0,19 0,32 1,07 7. Dikurangi Impor Luar Negeri 0,56 0,54 2,32 0,32 0,30 1,37 8. Net Ekspor Antar Daerah -8,46-12,30-35,88-3,12-6,02-14,83 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 35,08 35,54 137,28 29,57 29,80 116,39 Tabel 6 Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Konstan 2010 Komponen Triw IV- Terhadap Triw IV-2015 (y-on-y) Triw IV- Terhadap Triw III- (q-to-q) 2014 2015 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2,75 0,54 3,19 3,01 3,32 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 11,58 3,67 16,77-4,35 8,13 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah -10,22 46,78 1,80 3,74-6,07 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 2,76 3,84 5,28 3,61 6,92 5. Perubahan Inventori -1.493,04-38,88-205,22-359,81-132,46 6. Ekspor Luar Negeri -11,38 69,89-24,46-64,59-38,92 7. Impor Luar Negeri -33,06-6,65 26,66 57,66-44,64 8. Net Ekspor Antar Daerah -16,67 92,76 6,64 4,16 1,89 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 4,30 0,77 1,55-0,73 3,31 Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 13

Tabel 7 Distribusi dan Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Tahun 2014- Distribusi Sumber Pertumbuhan Komponen 2014 2015 2014 2015 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 58,00 61,91 62,38 1,73 1,65 1,89 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,89 1,93 2,03 0,26-0,08 0,14 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 24,60 27,28 24,89 0,37 0,76-1,29 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 33,76 35,72 37,38 1,64 1,16 2,33 5. Perubahan Inventori 0,03-0,09 0,03 0,06-0,11 0,10 6. Ekspor Luar Negeri 5,83 1,65 1,12-1,43-2,81-0,60 7. Impor Luar Negeri 1,69 2,74 1,69 0,30 0,80-0,98 8. Net Ekspor Antar Daerah -22,43-25,66-26,14-0,78-0,51-0,24 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 100,00 100,00 100,00 1,55-0,73 3,31 Tabel 8 PDRB ADHB, Distribusi PDRB ADHB dan Laju Pertumbuhan Regional Sumatera Provinsi Regional Sumatera PDRB ADHB (Triliun Rupiah) Distribusi PDRB ADHB Laju Pertumbuhan Triwulan IV c-to-c y-on-y q-to-q (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 137,28 4,92 3,31 4,30 0,77 Sumatera Utara 628,39 22,53 5,18 5,25 0,07 Sumatera Barat 195,68 7,02 5,26 4,86 0,69 Riau 682,35 24,47 2,23 2,22 2,93 Jambi 171,71 6,16 4,37 6,35 2,63 Sumatera Selatan 355,42 12,74 5,03 5,15-3,26 Bengkulu 55,40 1,99 5,30 5,56 2,19 Lampung 281,11 10,08 5,15 5,01-8,59 Kepulauan Bangka Belitung 65,13 2,34 4,11 4,92 2,01 Kepulauan Riau 216,58 7,77 5,03 5,24 1,24 SUMATERA 2.789,06 100 4,29 4,49-0,23 Berita Resmi Statistik No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 14