Manual SACS - Pembebanan

dokumen-dokumen yang mirip
Manual SACS - Analysis Inplace

BAB 4 STUDI KASUS 4.1 UMUM

5 Pemodelan Struktur

4 Analisis Inplace BAB Kombinasi Pembebanan (Load Combination)

DAFTAR LAMPIRAN. L.1 Pengumpulan Data Struktur Bangunan 63 L.2 Perhitungan Gaya Dalam Momen Balok 65 L.3 Stressing Anchorage VSL Type EC 71

Manual SACS - Properti

BAB IV LANGKAH PEMODELAN DI SACS. Gambar Tampilan awal SACS dan new model options

1. Bagaimana cara melakukan perancangan fixed platform dengan bracing yang berbeda?

Perancangan Dermaga Pelabuhan

Menghitung Jembatan Baja dengan SAP 2000 V.14

APA SAJA PEKERJAAN PROCESS DESIGN ENGINEER? Oleh: Fadhli Halim Anggota Milis Migas Indonesia

SIDANG P3 TUGAS AKHIR ALLISSA SUWONDO P

By SUGITO Call :

ANALISA KEKUATAN ULTIMAT PADA KONSTRUKSI DECK JACKET PLATFORM AKIBAT SLAMMING BEBAN SLAMMING GELOMBANG

LAMPIRAN. Universitas Kristen Maranatha

PEMODELAN DERMAGA DENGAN SAP 2000

STUDI ANALISIS PERTEMUAN BALOK KOLOM BERBENTUK T STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG DENGAN PEMODELAN STRUT-AND- TIE ABSTRAK

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Untuk mempermudah perancangan Tugas Akhir, maka dibuat suatu alur

Perancangan Struktur Jacket dantopside Anjungan Lepas Pantai Ditinjau dari Analisis Inplace

DAFTAR LAMPIRAN. L.1 Denah Tampak Depan Struktur Dermaga 59 L.2 Denah Tampak Samping Struktur Dermaga 60 L.3 Denah Pembalokan Struktur Dermaga 61

Andreas Susanto Y. NRP : Pembimbing : Daud R. Wiyono, Ir., M.Sc. Ko Pembimbing : Anang Kristianto, ST., MT.

ANALISA STOKASTIK BEBAN-BEBAN ULTIMATE PADA SISTEM TAMBAT FPSO SEVAN STABILIZED PLATFORM

BAB I PENDAHULUAN I. 1 LATAR BELAKANG

Langkah-langkah pengerjaan analisis dengan menggunakan software etabs: 1. Membuka program dengan mengklik icon atau diambil dari start program

Jl. Banyumas Wonosobo

Pertemuan 4 DEFINE, ASSIGN & ANALYZE

ANALISIS DESAIN MOBILE STAND VOLVO FH16-SST45 MENGGUNAKAN CATIA V5

KAJIAN PEMANFAATAN KABEL PADA PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BATANG KAYU

ANALISIS DESAIN MOBILE STAND VOLVO FH16-SST45 MENGGUNAKAN CATIA V5

BAB 3 DESKRIPSI KASUS

TUTORIAL PORTAL 3 DIMENSI

PENGARUH PENINGKATAN KAPASITAS AIR TERHADAP KEKUATAN STRUKTUR BAK SEDIMENTASI PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR

1. Project Management Awareness

PERANCANGAN GEDUNG STRUKTUR BAJA GEDUNG 5 LANTAI MENGGUNAKAN PROGRAM SAP 2000

3.3. BATASAN MASALAH 3.4. TAHAPAN PELAKSANAAN Tahap Permodelan Komputer

LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

5 Analisis Seismic BAB 5

Anton Susanto NRP : Pembimbing : Ir. Djoni Simanta, MT FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG ABSTRAK

ANALISIS STRUKTUR FRAME-SHEAR WALL

MODEL PORTAL 3 DIMENSI

Analisis Perilaku Struktur Pelat Datar ( Flat Plate ) Sebagai Struktur Rangka Tahan Gempa BAB III STUDI KASUS

(SNI , pasal ) Rasio tulangan minimum dibatasi sebesar : 3.3 Perhitungan Penulangan Berdasar Hasil Analisa

Pertemuan 10 DESAIN BETON BERTULANG 1

LAMPIRAN A. Perhitungan Beban Gempa Statik Ekivalen

2.10 Caesar II. 5.10Pipe Strees Analysis

BAB IV DATA SISTEM PERPIPAAN HANGTUAH

BAB IV POKOK PEMBAHASAN DESAIN. Perhitungan prarencana bertujuan untuk menghitung dimensi-dimensi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Rangka atap digunakan pipa baja diameter 114,3 mm dengan tebal pipa 4,5

EVALUASI JEMBATAN BAILEY MOLINTOGUPO PASCA PENGGANTIAN GIRDER DAN LANTAI KENDARAAN

Pertemuan 5 INTERPRETASI REAKSI PELETAKAN DAN GAYA DALAM

Analisis Dinamik Struktur dengan Respon Spektrum berdasarkan SNI 1726:2012 menggunakan SAP2000

PERHITUNGAN PILECAP JEMBATAN PANTAI HAMBAWANG - DS. DANAU CARAMIN CS

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut : Document/Drawing Number. 2. TEP-TMP-SPE-001 Piping Desain Spec

BAB IV ALTERNATIF DESAIN DAN ANALISIS PERKUATAN FONDASI

CHECKLIST PEMERIKSAAN STRUKTUR

II. KONSEP DESAIN. A. Pembebanan Beban pada struktur dapat berupa gaya atau deformasi sebagai pengaruh temperatur atau penurunan.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN START. Pengumpulan data. Analisis beban. Standar rencana tahan gempa SNI SNI

KONSTRUKSI RANGKA BATANG

MODIFIKASI PERENCANAAN JEMBATAN KALI BAMBANG DI KAB. BLITAR KAB. MALANG MENGGUNAKAN BUSUR RANGKA BAJA

Presented by Nugroho Suparmadi PRESENTASI FIELD PROJECT

Bab VII PEMBAHASAN TINJAUAN KHUSUS

BAB 5 ANALISIS Elemen yang Tidak Memenuhi Persyaratan Kekuatan API RP 2A WSD

BAB III METODOLOGI. 3.1 Dasar-dasar Perancangan

PENGGAMBARAN DIAGRAM INTERAKSI KOLOM BAJA BERDASARKAN TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG (SNI ) MENGGUNAKAN MATLAB

OPTIMASI BERAT STRUKTUR RANGKA BATANG PADA JEMBATAN BAJA TERHADAP VARIASI BENTANG. Heavy Optimation Of Truss At Steel Bridge To Length Variation

DAFTAR PUSTAKA. Analisis Harga Satuan Pekerjaan Kota Bandung. Dinas Tata Kota Propinsi Jawa Barat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sebagai salah satu komoditi strategis didalam pembangunan tidak dapat

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS DAN DESAIN DINDING GESER TAHAN GEMPA UNTUK GEDUNG BERTINGKAT TINGGI

BAB I PENDAHULUAN. dan efisien.pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian. dari sistem kerja dari alat yang akan digunakan seperti yang ada

PERHITUNGAN SLAB LANTAI JEMBATAN

Pertemuan 8 KUBAH TRUSS BAJA

Analisis Struktur Dermaga Deck on Pile Terminal Peti Kemas Kalibaru 1A Pelabuhan Tanjung Priok

PENGANTAR SAP2000. Model Struktur. Menu. Toolbar. Window 2. Window 1. Satuan

BAB IV ANALISA DATA DAN PERHITUNGAN

Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. melakukan perancangan sistem perpipaan dengan menggunakan program Caesar

TRANSFORMASI SUMBU KOORDINAT

Susunan Lengkap Laporan Perancangan

BAB 4 STUDI KASUS. Sandi Nurjaman ( ) 4-1 Delta R Putra ( )

STUDI PERBANDINGAN ANALISIS PELAT KONVENSIONAL DAN PELAT PRACETAK ABSTRAK

PERANCANGAN ALAT UJI IMPAK METODE CHARPY DAN IZOD

ANALISIS PYLON TINGGI BETON BERTULANG PADA JEMBATAN CABLE STAYED TERHADAP BEBAN ANGIN

ANALISIS DAN DESAIN DINDING GESER GEDUNG 20 TINGKAT SIMETRIS DENGAN SISTEM GANDA ABSTRAK

Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton

Kajian Buoyancy Tank Untuk Stabilitas Fixed Offshore Structure Sebagai Antisipasi Penambahan Beban Akibat Deck Extension

EVALUASI STRUKTUR ATAS JEMBATAN GANTUNG PEJALAN KAKI DI DESA AEK LIBUNG, KECAMATAN SAYUR MATINGGI, KABUPATEN TAPANULI SELATAN

BAB VII PENUTUP Perancangan bejana tekan vertikal separator

BAB III METODE PENELITIAN

SIMULASI PENGUJIAN TEGANGAN MEKANIK PADA DESAIN LANDASAN BENDA KERJA MESIN PEMOTONG PELAT

DESAIN STRUKTUR BETON BANGUNAN RUKO TIPIKAL UNTUK DAERAH SULAWESI SELATAN SESUAI SNI DAN SNI

Oleh : Fadhila Sahari Dosen Pembimbing : Budianto, ST. MT.

Analisis Pertemuan Balok-Kolom Struktur Rangka Beton Bertulang Menggunakan Metode Strut And Tie. Nama: Budi Piyung Riyadi NRP :

BAB III MODELISASI STRUKTUR

Susunan Beban Hidup untuk Penentuan Momen Rencana

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN

ANALISA OVER STRESS PADA PIPA COOLING WATER SYSTEM MILIK PT. XXX DENGAN BANTUAN SOFTWARE CAESAR II

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN. dilakukan setelah mendapat data dari perencanaan arsitek. Analisa dan

ANALISA UJI BEBAN PADA PETI KEMAS MILIK PT. PATRA SUPPLIES & SERVICES

Transkripsi:

Manual SACS - Pembebanan Sebelum memasukkan pembebanan, maka langkah yang harus dilakukan adalah membuat label untuk pembebanan. Isi sesuai dengan nomor pembebanannya, dan pilih define untuk memberi nama jenis pembebanannya.

Berikut adalah jenis contoh pembebanan pada suatu platform. Dicipline of loads Condition Loading name Description Structural 1 Structural self weight 2 Structural appurtenance Live 3 Live load Piping Dry 4 Piping dry weight Operating 5 Piping operating content Test 6 Piping hydrotest content Mechanical Dry 7 Mechanical dry weight Operating 8 Mechanical operating content weight Electrical 9 Electrical weight Instrument 10 Instrumentation weight Monorail & Davit Operating 11 Monorail & davit operating lifting weight 12 Pile missalignment Current 101 Current load at 0 degree 102 s/d 107... 108 Current load at 315 degree Wind Normal 201 Normal wind load at 0 degree 202 s/d 207... 208 Normal wind load at 315 degree Storm 301 Storm wind load at 0 degree 302 s/d 307... 308 Storm wind load at 315 degree Masukkan semua load label pada program sesuai data yang ada, agar mudah pada saat mendefinisikan masing-masing jenis pembebanannya. Untuk langkah awal hanya loading name dan description. Sedangkan untuk dicipline loads dipakai untuk klasifikasi beban yang terletak diatas platform, ini terdapat pada gambar DECK LOADING DIAGRAM. Adapun condition seperti pada mechanical yang terdapat 2 macam yaitu dry dan operating, penerapan condition pada saat memberi beban pada member (load members) masukkan pada load ID. Contoh : untuk equipment vessel V-41050 = VA dalam keadaan dry = 0 dan operating = 1 sehingga load ID nya VA1, Contoh : untuk equipment vessel V-41010 = VB dalam keadaan dry = 0 dan operating = 1 sehingga load ID nya VB0 untuk dry dan VB1 untuk operating.

a. Loading type structural self weight (Load condition 1) Pembebanan jenis structural self weight, program sacs mempunyai perhitungan berat sendiri setelah member struktur telah didefinisikan atau diketahui jenis dan ukuran materialnya. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut :

b. Loading type structural appurtenance (Load condition 2) Kemudian dilanjutkan untuk pembebanan pada member akibat beban structural appurtenance (beban sekunder; pelat, tangga, las, dll). Pilih semua member yang ada pada pelat 1, member yang dipilih akan berubah warna. Dan pada bagian windows yang lain menunjukkan nomor member yang dipilih Untuk pembebanan pada pelat dapat digunakan 2 cara: 1. Menggunakan Distributed total (kn) artinya bahwa beban dibagi merata oleh SACS sendiri sesuai member yang dipilih 2. Menggunakan Distributed (kn/m) artinya bahwa beban dibagi merata dengan cara manual kemudian kita menentukan member yang menerima beban

Untuk pembebanan pada struktur akibat beban pelat maka langkah awal yang harus dilakukan adalah menghitung berat pelat itu sendiri. STRUCTURAL APPURTENANCE Tebal pelat (mm) = 8 P Density baja (kg/m 3 ) = 7850 Q Gravitasi (m/s 2 ) = 10 R PLATE Panjang (m) A Lebar (m) B Luas (m 2 ) A x B = C Density (kg/m 2 ) Q x P = D Berat (kg) C x D = E Berat (kn) E x R 1000 PL1 3.75 0.80 3.00 62.8-188.40-1.88 PL2 3.75 6.85 25.69 62.8-1613.18-16.13 PL3 3.75 5.30 19.88 62.8-1248.15-12.48 PL4 3.75 4.85 18.19 62.8-1142.18-11.42 PL5 3.75 6.85 25.69 62.8-1884.00-18.84... PL12 2.00 8.00 16 62.8-1004.80-10.04 Untuk distributed load maka berat dapat langsung dimasukkan nilainya, sedangkan untuk distributed berat yang diperoleh harus dibagi dengan panjang member struktur yang menahan beban pelat tersebut. Misalkan panjang struktur = 15 m, menerima beban = -1.88 kn, maka kita dapat menggunakan distributed total dengan memasukkan nila total applied load-kn = -1.88, atau dengan load type = distributed, nilai nya adalah -1.88 15 = -0.125

Untuk beban merata yang terletak pada jarak tertentu dari titik awal, atau sebagian dapat digunakan load type = distributed, sedangkan beban terpusat dapat digunakan load type = concentrated. Untuk equipment tertentu seperti halnya piping, memiliki beban pada saat dry, operating, dan hydrotest. Perlu diperhatikan bahwa nilai yang ada pada saat operasi merupakan nilai penjumlahan antara berat material kering ditambah dengan minyak, dan hydrotest merupakan hasil penambahan antara pipa dengan air (biasanya pada saat commissioning). Pada input nilai beban operasi untuk piping terlebih dahulu dikurangi berat kering material, dan hal ini juga berlaku untuk input nilai beban hydrotest. c. Loading type live load (Load condition 3) Untuk live load usahakan melihat pada gambar deck loading diagram. Dimana digambarkan dengan bentuk arsir, untuk area yang terdapat beban hidup. Jadi untuk area yang tidak diarsir, tidak ada live load. Live load diatas frame deck juga bervariasi, pada gambar akan tertera legenda yang menyatakan nilai load sesuai bentuk arsirnya.

12 13 14 15 10 11 16 8 9 5 6 7 1 2 3 4 17 18 19 Load Combination Oleh : Dian Sunandar Anggota Milis Migas Indonesia