Sekretariat DPU. Website KTM

dokumen-dokumen yang mirip
KATA PENGANTAR. Sekretariat DPU. Website KTM

ANGGARAN DASAR PERSEKUTUAN MAHASISWA KRISTEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

BUKU PEGANGAN PROGRAM PEMBINAAN ANGGOTA TAHAP I

KELUARGA KATOLIK INDONESIA HOUSTON

MENGORGANISASI, MENGGABUNGKAN, MEMBUBARKAN JEMAAT DAN PERKUMPULAN MENGORGANISASI JEMAAT PELAJARAN 10

PANDUAN PENGURUS LINGKUNGAN PAROKI SANTO YUSUP - GEDANGAN STASI SANTO IGNATIUS - BANJARDAWA SEMARANG

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI

PEMBEKALAN PENGURUS LINGKUNGAN PAROKI ST. YAKOBUS. Jakarta, Agustus-September 2010

BAB V : KEPEMIMPINAN GEREJAWI

PROGRAM KERJA DEWAN PASTORAL Paroki Ratu Rosari Kesatrian - Malang

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN PERSEKUTUAN GEREJA KRISTEN PERJANJIAN BARU

PANDUAN Pengurus Lingkungan Paroki Santo Yusup - Gedangan Stasi Santo Ignatius - Banjardawa Semarang

KELUARGA DAN PANGGILAN HIDUP BAKTI 1

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN

PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 002 TAHUN 2015

DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG TENTANG PERMUSYAWARATAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BUPATI MUSI RAWAS

PELAYANAN ANAK. PELAYANAN ANAK Sesi 1: Menjangkau Anak-anak

RENUNGAN HARIAN S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT

SPIRITUALITAS EKARISTI

D. Jumlah Peserta Tiap

IBADAT PEMBERKATAN PERTUNANGAN

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI

DPN APPEKNAS ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PENGUSAHA PELAKSANA KONTRAKTOR DAN KONSTRUKSI NASIONAL

TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH

Tahun C Pesta Keluarga Kudus : Yesus, Maria, Yusuf LITURGI SABDA. Bacaan Pertama 1 Sam. 1:

Pertemuan Pertama. Allah Yang Murah Hati

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 1959 TENTANG PERATURAN TATA TERTIB DEWAN PERANCANG NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Luk 24:49)

DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR. SURAT KETETAPAN No. 003/TAP SI/DPM-H IPB/II/2014

SOP/UJM-L/LM/002 AUDIT MUTU INTERNAL

POKOK POKOK PERATURAN (P2P) MAMRE GBKP

MAHKAMAH MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

PENDAHULUAN. Manjilala

5. Pengantar : Imam mengarahkan umat kepada inti bacaan, liturgi yang akan dirayakan saat itu.

TATA IBADAH MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA Minggu, 22 Oktober

RENUNGAN HARIAN S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN SARJANA KATOLIK INDONESIA SANCTUS ALBERTUS MAGNUS. BAB I Lambang dan Atribut Organisasi

LAPORAN DAFTAR INFORMASI PUBLIK

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI. Yohanes Bosco, yang merupakan bagian dari Paroki Katedral Hati Kudus Yesus.

KELUARGA KATOLIK: SUKACITA INJIL

PARA PENDETA DAN PARA PELAYAN JEMAAT LAINNYA PELAJARAN 9

ANGGARAN RUMAH TANGGA INDONESIA MAX OWNERS (IMO) BAB I PRINSIP DASAR DAN KODE KEHORMATAN. Pasal 2 Kode Kehormatan

HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 28 Tahun : 2013

KALENDAR KEGIATAN BPK PKK-KAJ 2017 KALENDAR KEGIATAN BPK PKK-KAJ 2017

S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT. Sembah Puji (20 Menit) 2 Lagu Pengagungan; 2 Lagu sesuai tema Firman Tuhan (silakan pilih 2 lagu berikut):

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1964 TENTANG PERATURAN TATA TERTIB DPR-GR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

dibacakan pada hari Sabtu-Minggu, 1-2 Maret 2014

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA (AIPTKMI) BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 BAB II KEANGGOTAAN

Komite Audit Pasak. 1. Tujuan. 2. Organisasi. Dokumen ini menguraikan tujuan, organisasi, tugas- tugas, dan pertanggungjawaban

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 30 JULI 2017 (MINGGU BIASA) POLA HIDUP KERAJAAN ALLAH

PERATURAN KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK NOMOR 1/PKPAP/2014 TENTANG TATA TERTIB RAPAT KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

FORMULIR PENDAFTARAN CALON MAHASISWA BARU STT BEREA

KEPUTUSAN SENAT UNIVERSITAS BAITURRAHMAH No. 329/F/ UNBRAH/VI/2013. Tentang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

11 LEMBARAN DAERAH Oktober KABUPATEN LAMONGAN 7/E 2006 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 1959 TENTANG PERATURAN TATA TERTIB DEWAN PERANCANG NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KATA PENGANTAR. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas akademik di Jurusan Sistem Informasi.

MOOC UNAIR 2018 Pusat Inovasi Pembelajaran dan Sertifikasi (PIPS)

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 24 JUNI 2018 (MINGGU BIASA - HIJAU) DALAM BADAI TUHAN BERTINDAK

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI BAB I PENGERTIAN UMUM

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

Laporan Rapat Tinjauan Manajemen 20 Juni 2012

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL KELUARGA ALLAH

BAB I PENDAHULUAN. Katolik, Hindu, dan Budha. Negara menjamin kebebasan bagi setiap umat bergama untuk

03 DESEMBER 2017 S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT

02 APRIL 2017 SKEMA PERJALANAN ROHANI JEMAAT KELUARGA ALLAH

KERANGKA ACUAN KERJA PENGANUGERAHAN TANDA JASA KEPADA PNS PROV. JAWA TENGAH DAN PNS KAB. /KOTA SE JAWA TENGAH TAHUN 2017

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BANDUNG,

1. Gerakan Roh Allah terjadi disini 2. Biarlah roh mu menyala- nyala 3. Kami berkumpul Tuhan 4. FirmanMu Tuhan, tiada berubah

BERIMAN CERDAS, TANGGUH, DAN MISIONER BERSAMA

ANGGARAN DASAR FORUM LINGKAR PENA. Pasal 1 Nama, Kedudukan dan Wilayah Gerak. Pasal 2 Azas. Pasal 3 Waktu Berdiri

ANGGARAN RUMAH TANGGA

RENUNGAN HARIAN S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT

MENDENGAR SUARA TUHAN

PANDUAN ATURAN PELAKSANAAN TUGAS SARJANA

1. Sambut Sang Raja 2. FirmanMu Tuhan, pelita bagi kakiku 3. Bri puji, b ri hormat 4. FirmanMu Tuhan, tiada berubah

PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 001 TAHUN 2015

Pertanyaan Alkitabiah Pertanyaan Bagaimanakah Orang Yang Percaya Akan Kristus Bisa Bersatu?

KERANGKA ACUAN PENYEGARAN DAN PEMBENAHAN KEMBALI KEGIATAN PELAYANAN LITURGI PAROKI se KAJ

GERAKAN BETA SAPA & GERAKAN MAKAN SIANG NATAL

9 JULI 2017 S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT

ANGGARAN DASAR (AD) ASOSIASI PENGELOLA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI (SPAMS) PERDESAAN

13 AGUSTUS 2017 S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA

PERINTAH YESUS DITURUTI (KISAH 2) contoh orang yang secara tepat menuruti pengaturan Yesus.

KERANGKA ACUAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

Tujuan/Motto/Perjanjian/Peraturan Pathfinder

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG BADAN PERWAKILAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Bekerja Dengan Para Pemimpin

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 18 JUNI 2017 (MINGGU BIASA) BERSEDIA DIPILIH DAN DIUTUS

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA

Evaluasi Kuesioner Pembangunan Jemaat GKI Blimbing

08 APRIL 2018 S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT

- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM

Transkripsi:

Sekretariat DPU Jl. RC Veteran 2 no 17-G (Depot MC Batavia) Jakarta Selatan 12330 Email: sekretariatdpujkt@gmail.com Telp/Sms/WA: 0852 8747 2570 Telp/Sms: 0856 9352 3924 Website KTM www.holytrinitycarmel.com Info akun untuk akses menu Download username: anggota4ktm password: setia1987 Halaman 1

KATA PENGANTAR Selamat melayani dalam Komunitas Tritunggal Mahakudus! Buku Panduan Pelayan KTM ini disusun untuk semua Pelayan Sel, Pelayan Wilayah, Pelayan Distrik dan Pelayan Provinsi KTM dan secara resmi mulai digunakan pada tanggal 1 Januari 2015. Setiap pelayan wajib memiliki, membaca dan mengisi buku ini. Tujuan pembuatan buku ini adalah untuk melengkapi Buku Statuta KTM sebagai pegangan dan penjelasan bagi semua pelayan KTM dalam menjalankan tugas pelayanannya di dalam komunitas. Jadi buku ini merupakan pelengkap Buku Statuta. Semoga buku ini berguna bagi semua pelayan di dalam KTM. Tuhan memberkati kita semua. Vivit Dominus in Cuius Conspectu Sto! Jakarta, 1 Desember 2014 Fransiskus Hardianto Atmadja Pelayan Umum KTM Halaman 2

DAFTAR ISI 1. SEL... 5 1.1. Pembentukan Sel baru... 5 1.1.1. Syarat dan Cara Pembentukan... 5 1.1.2. Pemilihan Nama Sel... 6 1.1.3. Jalur Komunikasi Antar Anggota... 6 1.2. Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel... 7 1.2.1. Syarat Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel... 7 1.2.2. Pemilihan Pelayan Sel... 7 1.2.3. Tugas dan Kewajiban Pelayan Sel... 8 1.2.4. Berakhirnya Jabatan Seorang Pelayan Sel... 9 1.3. Pembelahan Sel... 9 1.3.1. Syarat Pembelahan Sel... 9 1.3.2. Cara Pembelahan Sel... 9 1.4. Penggabungan / pembubaran Sel... 10 1.5. Keuangan Sel... 10 1.6. Sel Dewasa dan Sel Muda Mudi... 10 1.7. Sel Keluarga... 11 1.8. Laporan Sel... 11 2. WILAYAH... 13 2.1. Pembentukan Wilayah baru... 13 2.2. Dewan Pelayan Wilayah... 13 2.2.1. Syarat Dewan Pelayan Wilayah... 13 2.2.2. Pemilihan Dewan Pelayan Wilayah... 13 2.2.3. Tugas dan Kewajiban Pelayan Wilayah... 13 2.3. Pembelahan Wilayah... 14 2.3.1. Syarat Pembelahan Wilayah... 14 2.3.2. Cara Pembelahan Wilayah... 14 2.4. Penggabungan / Pembubaran Wilayah... 15 2.5. Kegiatan Wilayah... 15 2.6. Keuangan Wilayah... 16 2.7. Laporan Wilayah... 16 2.8. Moderator Wilayah... 17 3. DISTRIK... 18 Halaman 3

3.1. Pembentukan Distrik baru... 18 3.2. Dewan Pelayan Distrik... 18 3.2.1. Syarat Dewan Pelayan Distrik... 18 3.2.2. Pemilihan Pelayan Distrik... 18 3.2.3. Tugas dan Kewajiban Pelayan Distrik... 18 3.2.4. Konsultor Distrik... 19 3.3. Pembelahan Distrik... 20 3.3.1. Syarat Pembelahan... 20 3.3.2. Cara Pembelahan... 20 3.2 Penggabungan / Pembubaran Distrik... 20 3.3 Kegiatan Distrik... 21 3.4 Keuangan Distrik... 21 3.5 Laporan Distrik... 22 3.6 Moderator Distrik... 22 4. PROVINSI... 23 4.1. Pembentukan Provinsi baru... 23 4.2. Dewan Pelayan Provinsi... 23 4.2.1. Syarat Dewan Pelayan Provinsi... 23 4.2.2. Pemilihan Pelayan Provinsi... 23 4.2.3. Tugas dan Kewajiban Pelayan Provinsi... 23 4.2.4. Konsultor Provinsi... 24 4.2 Kegiatan Provinsi... 25 4.3 Keuangan Provinsi... 25 4.4 Laporan Provinsi... 25 4.5 Moderator Provinsi... 26 5. Format Laporan... 27 5.1. Format Laporan Sel... 27 5.2. Format Laporan Wilayah... 31 5.3. Format Laporan Distrik dan Provinsi... 33 5.4. Penilaian Laporan... 34 Halaman 4

1. SEL PANDUAN PELAYAN KOMUNITAS TRITUNGGAL MAHAKUDUS (KTM) 1.1. Pembentukan Sel baru 1.1.1. Syarat dan Cara Pembentukan Para Pelayan Sel bersama dengan sel-sel yang sudah cukup lama berdiri dapat membantu pendirian sebuah sel baru dengan cara sebagai berikut: Memberikan penjelasan kepada peminat tentang apa dan bagaimana sel dan komunitas Mengundang peminat untuk hadir dalam salah satu pertemuan sel yang dekat dengan tempat tinggalnya Bila di daerah tersebut sama sekali tidak ada sel maka dapat dilakukan cara pembentukan sebagai berikut: Kumpulkan calon peminat minimal 4 orang Jelaskan apa itu KTM dan sel komunitas. Setelah itu ditanya apakah calon peminat tersebut masih ingin mencoba masuk ke dalam komunitas Dari yang ingin masuk langsung dikelompokkan dalam 4-7 orang per kelompok berdasarkan tempat tinggal yang berdekatan, atau bisa juga untuk kelompok satu profesi, berdekatan tempat kerja, kampus yang sama, teman-teman sehobi (misal: sama-sama dari klub basket) Dengan didahului oleh doa bersama kemudian dipilih koordinator dan wakilnya sebagai pelayan sementara dalam sel tersebut Kelompok sel kemudian menentukan bersama tempat pertemuan, hari dan jam pertemuan dan nama sel tersebut. Halaman 5

Sel baru ini berada di bawah bimbingan minimal 2 anggota KTM Komitmen Tetap yang ditunjuk oleh Pelayan Wilayah. Jika belum ada anggota KTM Komitmen Tetap, maka maka Pelayan Wilayah dapat menunjuk anggota KTM lainnya yang dinilai mampu mendampingi. Setelah jangka waktu tertentu dimana semua anggota berminat untuk komit dalam komunitas maka sel tersebut dapat mengadakan pemilihan pelayan dan wakil pelayan sel. Penerimaan anggota baru/peminat dapat dilakukan setiap saat. Seseorang juga bisa bergabung dengan sel yang sudah ada dengan cara menghubungi Pelayan Wilayah / Sel di daerah tersebut. 1.1.2. Pemilihan Nama Sel Seluruh anggota dapat memilih nama sel masing-masing yang sesuai. Nama sel dianjurkan mengambil dari nama Orang Kudus yang berlatar belakang spiritualitas Karmel tapi tidak terbatas pada hal tersebut. Pemilihan nama hendaknya dimulai dengan doa bersama dan setelah dipilih disetujui oleh seluruh anggota sel. Nama sel ini bersifat tetap selama sel tersebut ada. 1.1.3. Jalur Komunikasi Antar Anggota Semua anggota komunitas adalah saudara dan saudari yang bersama-sama dipanggil untuk mengejar kesucian hidup dan mewartakan Injil. Untuk itu tiap anggota hendaknya saling mengenal satu sama lain dan saling berbagi informasi yang berguna bagi kehidupan rohaninya. Di sini Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel berperan agar setiap anggota dapat saling mengenal dengan lebih baik dan bertumbuh bersama dalam iman dan persaudaraan. Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel hendaknya Halaman 6

menginformasikan kepada seluruh anggotanya mengenai acara-acara komunitas, pengajaran dan retret yang berguna bagi setiap anggotanya. 1.2. Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel 1.2.1. Syarat Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel Seorang Pelayan Sel hanya boleh menjadi pelayan di dalam satu sel saja. Pelayan Sel dianjurkan untuk tidak menerima tanggung jawab dalam organisasi lain. Bila dia menerimanya, maka sebaiknya ia melepaskan jabatannya sebagai Pelayan Sel dan dapat menjadi anggota biasa. Keterangan lebih lengkap dapat dibaca di Buku Statuta No 16. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Pelayan Sel didampingi seorang Wakil Pelayan Sel. Pelayan Sel yang baik harus membagi tugas dengan wakilnya. Wakil Pelayan Sel bekerja di bawah otoritas Pelayan Sel. 1.2.2. Pemilihan Pelayan Sel Pelayan Sel dapat dipilih dari anggota-anggota sel dan disetujui oleh seluruh anggota sel. Pemilihan harus dengan doa bersama mohon bimbingan Roh Kudus (saran: menyanyikan lagu Veni Creator Spiritus). Lebih baik lagi jika diawali dengan Novena dan/atau puasa bersama seluruh anggota sel. Setelah berdoa bersama seluruh anggota sel dapat mengajukan nama calon pelayan yang dianggapnya layak dan kemudian diadakan pemilihan Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel. Nama calon sebaiknya sudah ditentukan beberapa nominasi sehingga yang berhalangan atau belum dapat melayani tidak diajukan untuk dipilih. Pelayan dan wakil yang terpilih menerima sepenuhnya Halaman 7

tugas dan tanggung jawab sebagai Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel. Jika terjadi kesulitan dalam pemilihan Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel maka Pelayan Wilayah dapat membantu dan membimbing proses pemilihan tersebut. Pelayan Sel dan Wakilnya diangkat untuk masa jabatan 2 tahun dan dapat diangkat kembali secara berturut-turut sesuai kebijakan Pelayan Wilayah dan Dewannya. 1.2.3. Tugas dan Kewajiban Pelayan Sel Pelayan Sel dan wakilnya bertanggung jawab terhadap kesejahteraan, perkembangan dan kemajuan anggota sel. Tugas Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel: Memimpin pertemuan sel. Memimpin pertemuan sel tidaklah sama dengan memimpin pujian selama pertemuan itu. Membuat jadwal pertemuan sel Mengatur tugas doa, pujian, pengajaran dan pemusik dalam pertemuan sel Menghadiri pertemuan sel inti wilayah Mengadakan pembinaan untuk anggota tahap peminat di selnya. Menjadi seorang gembala bagi semua orang dalam lingkungan sel. Membimbing anggota sel dalam semangat doa dan persaudaraan Membuat laporan tepat pada waktunya Bersama Pelayan Wilayah menentukan kenaikan tahap keanggotaan setiap anggota selnya Menyiapkan kader-kader untuk menjadi Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel berikutnya, serta mendampingi mereka setelah terpilih. Halaman 8

1.2.4. Berakhirnya Jabatan Seorang Pelayan Sel Seorang Pelayan Sel dapat melepaskan jabatannya karena masa jabatannya sudah lewat atau karena kasus tertentu. Misalnya dianggap tidak mampu atau ia sendiri merasa tidak mampu menjalankan tugas pelayanannya. Seorang Pelayan Sel dapat juga diberhentikan dari tugasnya karena pelanggaran yang dilakukan dan setelah melalui berbagai teguran dari Pelayan Wilayah dan Pelayan Distrik namun tetap tidak berubah. 1.3. Pembelahan Sel 1.3.1. Syarat Pembelahan Sel Bila jumlah anggota sudah mencapai 16 orang dan di dalamnya terdapat sejumlah anggota yang komit, maka sel tersebut harus dibelah menjadi dua sel dengan potensi untuk bertumbuh dan berkembang lagi. 1.3.2. Cara Pembelahan Sel Prosedur pembelahan sel adalah sebagai berikut: Sel melakukan doa untuk memohon bimbingan Tuhan dalam pembagian anggota dan pemilihan pelayan Pembagian anggota bisa dilakukan melalui beberapa cara: 1. Berdasarkan daerah tempat tinggal yang saling berdekatan satu dengan yang lain 2. Berdasarkan pilihan, pertimbangan dan kebijaksanaan Pelayan Sel dan wakilnya demi kelancaran pertumbuhan sel di kemudian hari. Acara pembelahan sel harus dihadiri oleh Pelayan Wilayah atau utusan Dewan Pelayan Wilayah. Setelah terbelah menjadi 2 sel maka Pelayan Sel yang lama dapat tetap menjadi pelayan di sel pertama, sedangkan wakilnya menjadi Pelayan Sel di Halaman 9

sel yang kedua. Bisa juga diadakan pemilihan Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel yang baru untuk masingmasing sel ini. 1.4. Penggabungan / pembubaran Sel Sebuah sel yang sehat ditandai oleh semangat yang tinggi dari para anggotanya untuk menghadiri pertemuan-pertemuan komunitas dan melakukan pelayanan bersama. Sangat diharapkan semua sel dalam komunitas bertumbuh menjadi sel-sel yang sehat. Apabila terdapat sel yang tidak sehat/efektif hal ini merupakan tanggung jawab seorang Pelayan Sel dan Dewan Pelayan Wilayah untuk berusaha memperbaikinya. Salah satu caranya adalah menggabungkan sel yang satu dengan yang lainnya sesuai pertimbangan dan kebijaksanaan Pelayan Wilayah dan Wakil Pelayan Wilayah. Apabila usaha ini gagal maka Pelayan Wilayah berhak membubarkan sel tersebut dengan persetujuan Pelayan Distrik dan Dewannya. 1.5. Keuangan Sel Penjelasan mengenai Kolekte Sel dan Persembahan Kasih (PK) bisa dibaca di buku Panduan Anggota. 1.6. Sel Dewasa dan Sel Muda Mudi Demi pertumbuhan sel, maka jenis sel KTM dikategorikan menjadi 3 sebagai berikut: Sel KTM Kids: berumur < 13 tahun Sel KTM Muda Mudi: berumur 13-35 tahun atau belum menikah Sel KTM Dewasa: berumur > 35 tahun atau sudah menikah. Halaman 10

1.7. Sel Keluarga Anggota sel komunitas yang berlainan sel dan akhirnya menikah sebaiknya tergabung dalam satu sel. Kesepakatan apakah akan tergabung dalam sel suami atau istri diserahkan pada masing-masing pasutri sesuai pertimbangan lokasi, waktu pertemuan sel atau hal lainnya. Perpindahan sel suami/istri dapat dilaporkan kepada Pelayan Wilayah yang bersangkutan. Apabila anggota sel menikah dengan yang bukan anggota komunitas sebaiknya mengajak suami/istrinya untuk tergabung dalam komunitas sehingga dapat terbentuk sel keluarga. Apabila sepasang suami istri yang tergabung dalam sel mempunyai anak maka sebaiknya anak tersebut juga diajak dan diperkenalkan dalam hidup berkomunitas sejak dini. Adanya anak-anak dalam pertemuan sel pada awalnya mungkin akan sedikit merepotkan dan berpengaruh pada kualitas pujian, sharing atau hal teknis lainnya seperti lamanya pertemuan, tempat pertemuan dan lain-lain. Setiap sel dapat mengaturnya sesuai situasi dan kondisi masing-masing. Anak-anak tersebut dapat diajak ikut dalam pertemuan sel sejak puji-pujian awal sampai dengan penyembahan. Jika jumlah anak-anak cukup banyak maka pada saat sharing dan pengajaran mereka dapat dipisah untuk berkelompok dengan aktivitas yang lain, seperti: pengajaran Kitab Suci, membuat prakarya benda-benda yang bersifat rohani dan lain-lain. Diperlukan kreativitas dan semangat para orang tua agar hidup rohani anak-anak dalam komunitas juga terpupuk dan berkembang sejak dini. 1.8. Laporan Sel Untuk mengetahui apakah sel berjalan dan bertumbuh dengan baik serta untuk membantu sel itu sendiri bila Halaman 11

ada persoalan, maka setiap sel diminta membuat laporan dan evaluasi tahunan. Selain itu laporan ini diperlukan juga untuk keperluan pengucapan komitmen anggota. Format Laporan Sel terdapat dalam Bab 5 yang terdiri dari: 5.1.1: Daftar Hadir Sel 5.1.2: Evaluasi Sel 5.1.3: Persembahan Kasih 5.1.4: Kolekte Sel Yang bertanggung jawab membuat laporan adalah Pelayan Sel bersama Wakil Pelayan Sel, dibantu oleh Bendahara Sel (bila ada). Laporan diserahkan kepada Pelayan Wilayah masing-masing dan arsip sel sendiri. Diharapkan satu bulan sebelum pengucapan komitmen, Pelayan Sel hendaknya sudah mempersiapkan namanama anggota selnya yang tahun itu akan mengucapkan komitmen. Nama-nama tersebut dilaporkan ke Pelayan Wilayah untuk kemudian diteruskan ke Dewan Pelayan Distrik. Halaman 12

2. WILAYAH 2.1. Pembentukan Wilayah baru Apabila dalam sebuah kota atau daerah terdapat 3-5 sel maka dapat dibentuk sebuah wilayah baru. Satu wilayah dilayani oleh Pelayan Wilayah dan Wakil Pelayan Wilayah. 2.2. Dewan Pelayan Wilayah 2.2.1. Syarat Dewan Pelayan Wilayah Yang dapat dipilih menjadi Pelayan Wilayah dan Dewannya adalah Anggota Komitmen Tetap, kecuali bila situasi dan kondisi belum memungkinkan misalnya di daerah yang baru. Dewan Pelayan Wilayah terdiri dari Pelayan Wilayah, Wakil Pelayan Wilayah merangkap Sekretaris dan seorang Bendahara Wilayah. 2.2.2. Pemilihan Dewan Pelayan Wilayah Masing-masing Pelayan Sel mengajukan usulan nama orang yang dipilihnya untuk menjadi Dewan Pelayan Wilayah dan selanjutnya usulan ini diajukan ke distrik. Dewan Pelayan Wilayah dipilih oleh Pertemuan Pleno Wilayah untuk masa jabatan 2 tahun dan dapat dipilih kembali untuk 4 periode berturut-turut Bila yang terpilih menjadi Pelayan Wilayah atau Wakil Pelayan Wilayah ternyata sudah menjadi Pelayan Sel maka demi kepentingan yang lebih besar hendaknya sel tersebut mengadakan pemilihan Pelayan Sel yang baru. 2.2.3. Tugas dan Kewajiban Pelayan Wilayah Tugas Pelayan Wilayah dan Wakil Pelayan Wilayah: Halaman 13

Bertanggung jawab atas terselenggaranya sel inti dan berbagai pertemuan wilayah Mengadakan pembinaan untuk anggota tahap Pemula ke atas, sesuai dengan kebijaksanaan Pelayan Distrik Mengingatkan Pelayan Sel untuk mengirimkan laporan perkembangan sel secara berkala Mengadakan kunjungan ke sel-sel yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap sel paling tidak harus dikunjungi setiap 3 bulan sekali. Memberikan bimbingan atas seluruh komunitas yang berada di wilayahnya Membuat dan menyerahkan laporan hal-hal yang penting yang terjadi di wilayahnya ke Dewan Pelayan Distrik. Jika belum ada Distrik di atasnya maka laporan langsung diserahkan ke Dewan Pelayan Umum Bekerja sama dan membina hubungan baik dengan moderator Wilayah. Menyiapkan kader-kader untuk menjadi Pelayan Wilayah dan Wakil Pelayan Wilayah berikutnya, serta mendampingi mereka setelah terpilih. 2.3. Pembelahan Wilayah 2.3.1. Syarat Pembelahan Wilayah Bila jumlah sel dalam 1 wilayah sudah mencapai minimal 6 sel yang berkembang secara sehat dan efektif, maka wilayah tersebut harus dibelah menjadi dua wilayah dengan potensi untuk bertumbuh dan berkembang lagi. 2.3.2. Cara Pembelahan Wilayah Dewan Pelayan Distrik mengatur pembagian sel dalam 2 wilayah dengan pertimbangan lokasi atau kelompok umur atau pertimbangan lainnya. Halaman 14

Acara pembelahan wilayah harus dihadiri oleh utusan Dewan Pelayan Distrik atau utusan Dewan Pelayan Umum bagi yang belum memiliki Distrik. Untuk wilayah baru hasil pembelahan, diadakan pemilihan Dewan Pelayan Wilayah 2.4. Penggabungan / Pembubaran Wilayah Apabila terdapat wilayah yang tidak sehat/efektif hal ini merupakan tanggung jawab Dewan Pelayan Wilayah dan Dewan Pelayan Distrik untuk berusaha memperbaiki dan mengembangkannya. Jika tidak berhasil maka dapat ditempuh cara dengan menggabungkan wilayah yang satu dengan yang lainnya sesuai pertimbangan dan kebijaksanaan Pelayan Distrik dan wakilnya. Apabila usaha ini gagal maka Pelayan Distrik berhak membubarkan wilayah tersebut. 2.5. Kegiatan Wilayah Kegiatan dalam satu wilayah antara lain: Pertemuan Sel Inti Sel Inti ini mengadakan pertemuan sel satu kali dalam sebulan dengan format pertemuan seperti pertemuan sel pada umumnya dengan ditambahkan sharing/evaluasi keadaan sel masing-masing. Sel Gabungan Wilayah Seluruh anggota sel dalam satu wilayah hendaknya mengadakan pertemuan minimal 3 bulan sekali. Pertemuan ini diberikan prioritas lebih tinggi daripada pertemuan sel. Jadi apabila jadwalnya bentrok dengan pertemuan sel maka diharapkan memprioritaskan acara Sel Gabungan Wilayah. Pembinaan Anggota Program Pembinaan Anggota Tahap Pemula hendaknya diadakan dalam lingkup wilayah dengan Halaman 15

pengajar-pengajar dalam wilayah atau distrik yang bersangkutan. Kegiatan lainnya dalam satu wilayah dapat diadakan atas inisiatif Pelayan Wilayah dan Wakil Pelayan Wilayah tanpa menggantikan acara pertemuan sel dan pertemuan sel inti. 2.6. Keuangan Wilayah Wilayah mendapatkan setengah dari hasil kolekte sel-sel di dalam wilayahnya. Dari hasil tersebut setengahnya disetorkan kepada Distrik di atasnya. Hasil kolekte yang didapat ini digunakan untuk kegiatan operasional dalam wilayah. Untuk menambah kas wilayah diperbolehkan jika ada kolekte di dalam sel inti atau dalam pertemuan sel gabungan wilayah dan kegiatan lainnya. 2.7. Laporan Wilayah Setiap wilayah diwajibkan untuk membuat evaluasi dan laporan wilayah untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan di dalam wilayahnya. Evaluasi dibuat berdasarkan laporan yang diberikan oleh sel-sel. Format Laporan Wilayah terdapat dalam Bab 5 yang terdiri dari 5.2.1: Agenda dan Evaluasi Wilayah 5.2.2: Kolekte Wilayah Yang bertanggung jawab membuat laporan adalah Pelayan Wilayah bersama Wakilnya, dibantu oleh Bendahara Wilayah (bila ada). Laporan diserahkan kepada Pelayan Distrik masing-masing dan arsip wilayah sendiri. Jika belum ada Distrik di atasnya maka laporan langsung diserahkan ke Dewan Pelayan Umum. Halaman 16

2.8. Moderator Wilayah Moderator Wilayah diusulkan oleh anggota-anggota Sel Inti dari antara para imam yang bersimpati terhadap KTM dan harus disetujui oleh Ordinarius setempat. Bila terjadi penyimpangan, Moderator Wilayah berhak mengambil tindakan-tindakan disipliner yang diperlukan, bahkan membekukan aktivitas Pelayan Wilayah dan Dewannya, tetapi tidak berhak membubarkannya. Itu adalah hak Pimpinan KTM yang lebih tinggi. Moderator Wilayah juga harus menghormati Statuta KTM dan tidak dapat bertindak berlawanan dengan Statuta. Halaman 17

3. DISTRIK 3.1. Pembentukan Distrik baru Apabila dalam sebuah daerah terdapat 3 wilayah atau lebih maka dapat dibentuk sebuah distrik baru. 3.2. Dewan Pelayan Distrik 3.2.1. Syarat Dewan Pelayan Distrik Yang dapat dipilih menjadi Pelayan Distrik dan Dewannya adalah Anggota Komitmen Tetap. Dewan Pelayan Distrik terdiri dari Pelayan Distrik, Wakil Pelayan Distrik, 3 orang Konsultor, seorang Sekretaris Distrik dan seorang Bendahara Distrik. 3.2.2. Pemilihan Pelayan Distrik Pelayan Distrik dan Wakil Pelayan Distrik dipilih oleh Sidares Distrik untuk masa jabatan 2 tahun dan dapat dipilih kembali untuk 4 periode berturut-turut. Para Konsultor Distrik dipilih oleh Sidares Distrik untuk masa jabatan 2 tahun dan dapat dipilih kembali untuk 5 periode berturut-turut. Sekretaris dan Bendahara Distrik dipilih oleh Sidang Pleno Dewan Pelayan Distrik untuk masa jabatan 2 tahun dan dapat dipilih kembali. Bila yang terpilih menjadi Pelayan atau Wakil Pelayan Distrik ternyata sudah menjadi Pelayan Wilayah atau Pelayan Sel maka demi kepentingan yang lebih besar hendaknya wilayah atau sel tersebut mengadakan pemilihan Pelayan Wilayah atau Pelayan Sel yang baru. 3.2.3. Tugas dan Kewajiban Pelayan Distrik Tugas Pelayan Distrik dan Wakil Pelayan Distrik: Halaman 18

Bertanggung jawab atas terselenggaranya berbagai pertemuan Distrik Mengadakan pembinaan untuk anggota tahap Pemula ke atas, dapat di tingkat wilayah maupun di tingkat distrik. Mengingatkan Pelayan Wilayah untuk mengirimkan laporan perkembangan wilayah secara berkala Memberikan bimbingan atas seluruh komunitas yang berada di distriknya Membuat dan menyerahkan laporan hal-hal yang penting yang terjadi di distriknya ke Dewan Pelayan Provinsi atau ke Dewan Pelayan Umum jika belum ada Provinsi di atasnya. Bekerjasama dan membina hubungan baik dengan Moderator Distrik. Bekerjasama dan membina hubungan baik dengan keuskupan setempat. Menyiapkan kader-kader untuk menjadi Pelayan Distrik dan Wakil Pelayan Distrik berikutnya, serta mendampingi mereka setelah terpilih. 3.2.4. Konsultor Distrik Konsultor Distrik adalah anggota Dewan Pelayan Distrik yang dipilih bersama dengan Pelayan Distrik dan Wakil Pelayan Distrik untuk menjalankan tugas pelayanan bersama-sama. Konsultor bukan penasihat yang kedudukannya di atas Pelayan Distrik, melainkan di bawah dan bertanggung jawab pada Pelayan Distrik dan Wakil Pelayan Distrik. Tugas Konsultor Distrik: Membantu Pelayan Distrik dan Wakil Pelayan Distrik dalam membuat, menjalankan dan mengevaluasi program kerja distrik Halaman 19

Memantau perkembangan komunitas di distrik yang bersangkutan, mengkaji permasalahan yang ada dan membantu mencarikan solusi masalah tersebut. Konsultor dapat mewakili Pelayan Distrik atau Wakil Pelayan Distrik bila berhalangan. Jika berhubungan dengan pihak luar komunitas maka Konsultor Distrik tidak mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan distriknya, tetapi harus membahasnya dahulu dengan Dewan Pelayan Distrik. 3.3. Pembelahan Distrik 3.3.1. Syarat Pembelahan Bila jumlah wilayah dalam 1 distrik sudah mencapai minimal 6 wilayah yang berkembang secara sehat dan efektif, maka distrik tersebut harus dibelah menjadi dua distrik dengan potensi untuk bertumbuh dan berkembang lagi. 3.3.2. Cara Pembelahan Dewan Pelayan Provinsi (atau Dewan Pelayan Umum bila belum ada provinsi) mengatur pembagian wilayah dalam 2 distrik dengan pertimbangan lokasi atau kelompok umur atau pertimbangan lainnya. Acara pembelahan distrik harus dihadiri oleh dihadiri oleh utusan Dewan Pelayan Provinsi atau utusan Dewan Pelayan Umum bagi yang belum memiliki Provinsi. Untuk distrik baru hasil pembelahan, diadakan pemilihan Dewan Pelayan Distrik. 3.2 Penggabungan / Pembubaran Distrik Dewan Pelayan Provinsi (atau Dewan Pelayan Umum apabila belum ada provinsi) bertanggung jawab untuk memantau apabila terdapat distrik yang tidak Halaman 20

sehat/efektif. Hal ini merupakan tanggung jawab Dewan Pelayan Provinsi untuk berusaha memperbaiki dan mengembangkannya. Jika tidak berhasil maka dapat ditempuh cara dengan menggabungkan distrik yang satu dengan yang lainnya sesuai pertimbangan dan kebijaksanaan Dewan Pelayan Provinsi. 3.3 Kegiatan Distrik Kegiatan dalam satu Distrik antara lain: Pertemuan Distrik Pertemuan Distrik merupakan Dewan Pelayan Distrik dengan seluruh Pelayan Wilayah dan Wakilnya dalam distrik tersebut. Diadakan minimal 3 bulan sekali Sel Gabungan Distrik Pertemuan seluruh anggota sel dalam satu distrik hendaknya diadakan minimal 1 tahun sekali Pembinaan Anggota Program Pembinaan Anggota Tahap Pemula, Komitmen Sementara dan Komitmen Tetap hendaknya diadakan dalam lingkup distrik dengan pengajar-pengajar distrik yang bersangkutan. Cacah jiwa anggota KTM dalam 1 distrik diadakan setiap tahunnya pada bulan Maret untuk keperluan acara pelantikan anggota. Kegiatan lainnya dalam satu distrik dapat diadakan atas inisiatif Pelayan Distrik dan Wakil Pelayan Distrik untuk tujuan kemajuan dan perkembangan distrik. 3.4 Keuangan Distrik Distrik mendapatkan setengah dari hasil kolekte wilayahwilayah di dalam distriknya. Hasil kolekte yang didapat ini digunakan untuk kegiatan operasional dalam distrik. Untuk menambah kas distrik diperbolehkan jika ada Halaman 21

kolekte di dalam pertemuan sel gabungan distrik dan kegiatan lainnya. 3.5 Laporan Distrik Setiap distrik diwajibkan untuk membuat evaluasi dan laporan distrik untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan di dalam distriknya. Evaluasi dibuat berdasarkan laporan yang diberikan oleh wilayahwilayah. Format laporan distrik terdapat dalam Bab 5 (5.3.1: Agenda dan Evaluasi Distrik/Provinsi). Yang bertanggung jawab membuat laporan adalah Pelayan Distrik bersama Wakil Pelayan Distrik. Laporan diserahkan kepada Pelayan Provinsi (atau Pelayan Umum bila belum ada provinsi) masing-masing dan arsip distrik sendiri. 3.6 Moderator Distrik Moderator Distrik diusulkan oleh Dewan Pelayan Distrik dari antara para imam yang dikenal bijaksana dan baik hati, serta bersimpati terhadap KTM dan diangkat oleh Ordinarius setempat. Bila terjadi penyimpangan, Moderator Distrik, dengan persetujuan Ordinarius setempat, berhak mengambil tindakan-tindakan disipliner yang diperlukan, bahkan membekukan aktivitas Pelayan Distrik dan Dewannya, tetapi tidak berhak membubarkannya. Itu adalah hak Pimpinan KTM yang lebih tinggi. Moderator Distrik juga harus menghormati Statuta KTM dan tidak dapat bertindak berlawanan dengan Statuta. Halaman 22

4. PROVINSI 4.1. Pembentukan Provinsi baru Dalam satu keuskupan hanya boleh ada satu provinsi. Tapi satu provinsi boleh mencakup dua keuskupan atau lebih. Bila anggotanya berkembang banyak hendaknya dibentuk Koordinator Distrik. Jabatan ini dapat dirangkap oleh seorang Pelayan Distrik atau anggota Dewan Pelayan Provinsi. Satu Provinsi terdiri dari minimal 3 Distrik dan dilayani oleh Pelayan Provinsi dan Wakil Pelayan Provinsi. 4.2. Dewan Pelayan Provinsi 4.2.1. Syarat Dewan Pelayan Provinsi Yang dapat dipilih menjadi Pelayan Provinsi dan Dewannya adalah anggota komitmen tetap. Dewan Pelayan Provinsi terdiri dari Pelayan Provinsi beserta Staf Inti, Wakil Pelayan Provinsi, 3 orang anggota Dewan, seorang Sekretaris Provinsi dan seorang Bendahara Provinsi. 4.2.2. Pemilihan Pelayan Provinsi Pelayan Provinsi dan Wakil Pelayan Provinsi dipilih oleh Sidares Provinsi untuk masa jabatan 4 tahun dan dapat dipilih kembali untuk 2 periode berturut-turut. Para Konsultor Provinsi dipilih oleh Sidares Provinsi untuk masa jabatan 4 tahun dan dapat dipilih kembali untuk 3 periode berturut-turut. Sedangkan Sekretaris dan Bendahara Provinsi dipilih oleh Sidang Pleno Dewan Pelayan Provinsi untuk masa jabatan 4 tahun dan dapat dipilih kembali. 4.2.3. Tugas dan Kewajiban Pelayan Provinsi Tugas Pelayan Provinsi dan Wakil Pelayan Provinsi: Halaman 23

Bertanggung jawab atas terselenggaranya berbagai pertemuan provinsi Mengingatkan Pelayan Distrik untuk mengirimkan laporan perkembangan distrik secara berkala Memberikan bimbingan atas seluruh komunitas yang berada di provinsinya Membuat dan menyerahkan laporan hal-hal yang penting yang terjadi di provinsinya ke Gembala Umum dan Dewan Pelayan Umum Bekerjasama dan membina hubungan baik dengan Moderator Provinsi Bekerjasama dan membina hubungan baik dengan keuskupan setempat Menyiapkan kader-kader untuk menjadi Pelayan Provinsi dan Wakil Pelayan Provinsi berikutnya, serta mendampingi mereka setelah terpilih. 4.2.4. Konsultor Provinsi Konsultor Provinsi adalah Anggota Dewan Pelayan Provinsi yang dipilih bersama dengan Pelayan Provinsi dan Wakil Pelayan Provinsi untuk menjalankan tugas pelayanan bersama-sama. Konsultor bukan penasihat yang kedudukannya di atas Pelayan Provinsi, melainkan di bawah dan bertanggung jawab pada Pelayan Provinsi dan Wakil Pelayan Provinsi. Tugas Konsultor Provinsi: Membantu Pelayan Provinsi dan Wakil Pelayan Provinsi dalam membuat, menjalankan dan mengevaluasi program kerja provinsi. Memantau perkembangan komunitas di provinsi yang bersangkutan, mengkaji permasalahan yang ada dan membantu mencari solusi masalah tersebut. Halaman 24

Konsultor Provinsi dapat mewakili Pelayan Provinsi atau Wakil Pelayan Provinsi bila berhalangan. Jika berhubungan dengan pihak luar komunitas maka Konsultor Provinsi tidak mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan provinsinya, tetapi harus membahasnya dahulu dengan Dewan Pelayan Provinsi. 4.2 Kegiatan Provinsi Kegiatan dalam satu Provinsi antara lain: Sidang Dewan Pelayan Provinsi Dewan Pelayan Provinsi dengan seluruh Pelayan Distrik wajib mengadakan sidang setahun sekali. Sidang ini untuk membicarakan segala persoalan dan rencana-rencana bersama dalam lingkup provinsi. Kegiatan lainnya dalam satu provinsi dapat diadakan atas inisiatif Pelayan Provinsi dan Wakil Pelayan Provinsi untuk tujuan kemajuan dan perkembangan provinsi. 4.3 Keuangan Provinsi Keuangan Provinsi akan didukung oleh distrik-distrik dibawahnya sesuai dengan kebutuhan. 4.4 Laporan Provinsi Setiap provinsi diwajibkan untuk membuat evaluasi dan laporan provinsi untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan di dalam provinsinya. Evaluasi dibuat berdasarkan laporan yang diberikan oleh distrik-distrik. Format laporan Provinsi terdapat dalam Bab 5 (5.3.1: Agenda dan Evaluasi Distrik/Provinsi). Yang bertanggung jawab membuat laporan adalah Pelayan Provinsi bersama Wakil Pelayan Provinsi. Laporan diserahkan kepada Gembala Umum dan Dewan Halaman 25

Pelayan Umum serta arsip provinsi sendiri. Laporan ini juga harus diberikan kepada Uskup setempat dan Moderator Provinsi. 4.5 Moderator Provinsi Moderator Provinsi diusulkan oleh Dewan Pelayan Provinsi dari antara para imam yang dikenal bijaksana serta bersimpati terhadap KTM dan diangkat oleh Uskup setempat untuk masa jabatan 4 tahun dan dapat diangkat kembali. Bila terjadi pelanggaran-pelanggaran yang merugikan nama baik Gereja atau KTM dan harus ada tindakan cepat, Moderator Provinsi, dengan persetujuan Uskup setempat, dapat mengambil tindakan-tindakan disipliner yang diperlukan, bahkan membekukan aktivitas Pelayan Provinsi dan Dewannya, tetapi tidak berhak membubarkannya. Itu adalah hak Pelayan Umum dan Dewannya yang harus segera diberi tahu tentang hal itu dan Pelayan Umum harus segera mengambil tindakan. Dalam hal ini Moderator Provinsi juga harus menghormati Statuta KTM dan tidak dapat bertindak berlawanan dengan Statuta. Halaman 26

5. Format Laporan Format laporan yang ada merupakan contoh. File asli dapat didownload di website KTM menu Download 1 5.1. Format Laporan Sel Laporan sel terdiri dari: 5.1.1. Daftar Hadir Sel Daftar hadir ini diisi tiap minggunya sesuai dengan kehadiran anggota. Formulir ini penting mengingat salah satu syarat kenaikan anggota adalah persentasi kehadiran di sel. Daftar Hadir Sel Agustinus No Nama Tanggal 01-Jan 08-Jan 15-Jan 22-Jan 29-Jan % 1 Petrus Alimin V V V V V 2 Edward Sanjaya V V V V 3 Sianiwati Budi Susanto V V 4 Angeline Hastuti V V V 5 FX Matius V V V V V 6 Gianto Gondosaputro V V V V 7 Lianatawardana V V 8 Husein Jatmiko V V V V 9 10 11 12 13 14 15 16 Pemimpin Pujian Petrus Angeline Edward Husein Pemusik Matius Liana Matius Liana Pengajar Husein Gianto Siani Angelin * Form ini diisi setiap kali diadakan pertemuan sel, dengan memberi tanda centang "v" pada anggota sel yang hadir Contoh pengisian formulir Daftar Hadir Sel 1 Alamat website & username ada di hal. 1 Halaman 27

5.1.2. Evaluasi Sel Laporan ini diisi oleh Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel mengenai evaluasi kondisi selnya terkait kriteria-kriteria terkait, hal yang dirasa menjadi kebutuhan sel beserta rencana perbaikan atau pengembangan ke depannya. Laporan ini sebaiknya digunakan sebagai bahan diskusi bersama dengan Dewan Pelayan Wilayah saat sel inti wilayah. No Kriteria Evaluasi Kondisi Kebutuhan Rencana ke Depan 1 Suasana pertemuan secara umum Evaluasi Sel Agustinus Periode Januari-Maret 2015 Walaupun termasuk sel baru (5 bulan terbentuk), namun sel Agustinus secara keseluruhan baik 2 Pujian dan Penyembahan Anggota masih kebingungan mengenai cara memilih lagu dan cara untuk membawakan pertemuan sel - - Pengajaran mengenai pujian penyembahan 3 Manifestasi karunia Roh Kudus Cukup baik, beberapa anggota belum retret Retret awal untuk awal sehingga belum memiliki karunia beberapa anggota Bahasa Roh 4 Pengajaran / renungan Baik, tiap anggota mau bergantian membawakan pengajaran. Ada 1 anggota terlihat sangat tertarik dalam mengajar 5 Sharing Baik, tiap anggota cukup terbuka dalam - - sharing. Hanya kadang waktu kepanjangan 6 Doa Syafaat Baik - - Minta tolong tim distrik untuk menyediakan pengajaran/workshop terkait pujian penyembahan Retret awal bersama sekitar bulan Desember - Menanyakan kepada wilayah/distrik mengenai pembinaan pengajar, untuk memfasilitasi 1 anggota yang tertarik dan memiliki talenta dalam hal ini 7 Pelayanan ke dalam KTM Karena masih sel baru, sebagian besar anggota masih ragu untuk melayani, terutama dalam acara distrik 8 Kasih persaudaraan antar anggota Ada kecenderungan untuk berkelompok sesuai dengan teman masing-masing yang sudah akrab Aktif dalam pelayanan Acara keakraban bersama untuk lebih saling mengenal 9 Kepemimpinan sel Baik - - Untuk acara distrik di bulan Agustus, rencananya sel Agustinus akan berpartisipasi sebagai panitia Acara keakraban sel yaitu wisata bersama. Rencana diadakan di bulan Juni. 10 Menjalankan komitmen KTM Baik, ada 2 peminat dan 2 anggota pemula yang sudah secara bertahap belajar melakukan komitmen KTM 11 Lain-lain 1 anggota sebelumnya aktif di pelayanan mendoakan orang sakit dan mengajak anggota sel juga untuk bersama-sama melayani mendoakan orang sakit * diisi oleh Pelayan Sel dan Wakil Pelayan Sel - Lebih disemangati dalam menjalankan komitmen. Rencana pengakuan dosa bersama tiap 2 bulan - Rutin melayani dalam pelayanan mendoakan orang sakit tiap Jumat minggu ke-2 di RS ABC. Contoh pengisian formulir Evaluasi Sel Halaman 28

5.1.3. Persembahan Kasih Formulir ini digunakan oleh Pelayan Sel atau Bendahara Sel untuk mencatat pemberian Persembahan Kasih (PK) tiap anggota di selnya pada tiap bulannya, beserta jumlah dan tanggal transfer/penyetoran ke Bendahara DPU. Persembahan Kasih Sel Agustinus Wilayah 1 Distrik X Tahun 2015 Pelayan Sel : Petrus Alimin No Nama Komitmen/bln Persembahan (Rp) Jan Feb Mar Apr May Jun 1 Petrus Alimin 30.000 v v v 2 Edward Sanjaya 100.000 v v v 3 Sianiwati Budi Susanto 20.000 v v v 4 Angeline Hastuti 50.000 v v v 5 FX Matius 10.000 v v v 6 Gianto Gondosaputro 25.000 v v v 7 Lianatawardana 50.000 v v v 8 Husein Jatmiko 20.000 v v v 9 10 11 12 13 14 15 Total (Rp) 305.000 305.000 305.000 Tanggal Setor 05-Feb 07-Mar 03-Apr * diisi setiap pertemuan sel oleh bendahara sel, dan direkap setiap bulan pada saat pengiriman ke Bendahara DPU Contoh pengisian formulir Persembahan Kasih Halaman 29

5.1.4. Kolekte Sel Formulir ini digunakan oleh Pelayan Sel atau Bendahara Sel untuk mencatat jumlah kolekte sel tiap minggunya dan jumlah kolekte tiap bulannya. Di bulan berikutnya, setengah (50%) dari jumlah kolekte yang didapat sel akan diberikan kepada Bendahara Wilayah untuk operasional wilayah. Catatlah jumlah yang diberikan kepada Bendahara Wilayah beserta tanggal transfer/penyetoran. Kolekte Sel Agustinus Wilayah 1 Tahun 2015 Pelayan Sel : Petrus Alimin No HP : Email : Bendahara Sel : Angeline Hastuti No HP : Email : Bulan Tanggal Jumlah Kolekte Bulan Tanggal Jumlah Kolekte Bulan Tanggal Jumlah Kolekte Bulan Tanggal Jumlah Kolekte 1-Jan-15 100.000 5-Feb-15 120.000 8-Jan-15 120.000 12-Feb-15 90.000 JAN FEB MAR APR 15-Jan-15 80.000 19-Feb-15 100.000 22-Jan-15 100.000 26-Feb-15 80.000 29-Jan-15 75.000 TOTAL 475.000 TOTAL 390.000 TOTAL TOTAL Kirim ke Wilayah (50%) 237.500 Kirim ke Wilayah (50%) 195.000 Kirim ke Wilayah (50%) Kirim ke Wilayah (50%) Tanggal Kirim 5-Feb-14 Tanggal Kirim 7-Mar-15 Tanggal Kirim Tanggal Kirim Bulan Tanggal Jumlah Kolekte Bulan Tanggal Jumlah Kolekte Bulan Tanggal Jumlah Kolekte Bulan Tanggal Jumlah Kolekte MEI JUN JUL AGT TOTAL Kirim ke Wilayah (50%) Tanggal Kirim TOTAL TOTAL TOTAL Kirim ke Wilayah (50%) Kirim ke Wilayah (50%) Kirim ke Wilayah (50%) Tanggal Kirim Tanggal Kirim Tanggal Kirim Bulan Tanggal Jumlah Kolekte Bulan Tanggal Jumlah Kolekte Bulan Tanggal Jumlah Kolekte Bulan Tanggal Jumlah Kolekte SEP OKT NOV DES TOTAL TOTAL TOTAL TOTAL Kirim ke Wilayah (50%) Kirim ke Wilayah (50%) Kirim ke Wilayah (50%) Kirim ke Wilayah (50%) Tanggal Kirim Tanggal Kirim Tanggal Kirim Tanggal Kirim * diisi setiap pertemuan sel oleh bendahara sel, dan direkap setiap bulan pada saat pengiriman ke bendahara wilayah Contoh pengisian formulir Kolekte Sel Halaman 30

5.2. Format Laporan Wilayah Laporan wilayah terdiri dari beberapa hal, yaitu: 5.2.1. Agenda dan Evaluasi Wilayah Tiap wilayah merencanakan kegiatan wilayah ke depannya (meliputi sel inti, acara pembinaan, sel gabungan, dll) di form ini, beserta dengan hasil/evaluasi kegiatan tersebut, beserta dengan rangkuman kondisi tiap sel dan saran bagi tiap sel. Agenda dan Evaluasi Kegiatan Wilayah Wilayah Distrik No Tanggal Rencana Kegiatan Bentuk Kegiatan Tanggal Pelaksanaan Kegiatan Evaluasi 1 17-Jan-15 Misa HUT KTM 17-Jan-15 Acara berjalan dengan baik, Moderator Wilayah datang dan mengajak KTM lebih terlibat dalam pelayanan paroki 2 08-Feb-15 Sel inti wilayah 09-Feb-14 4 sel dalam wilayah 1 dalam kondisi baik. 1 sel yaitu sel X mengalami kesulitan dalam hal menjaring anggota baru 3 22-Feb-15 PPAT 1 Bab 1 22-Feb-15 Dihadiri oleh 18 orang tahap peminat. Pengajar dari anggota wilayah yang sudah mengikuti program Binus 4 15-Mar-15 Sel inti wilayah 15-Mar-15 5 05-Apr-15 Sel gabungan wilayah 12-Apr-15 Sel gabungan wilayah dengan bentuk acara Praise and Worship. Dihadiri oleh 40 orang. Para anggota sel bisa saling mengenal satu dengan yang lain No Sel Kondisi Saran/Kebutuhan 1 Agustinus Kesulitan dalam pengajaran yang berakibat sharing Sel Agustinus membutuhkan menjadi tidak terarah pengajaran dan workshop dalam hal pujian penyembahan. Butuh diskusi dengan tim distrik apakah memungkinkan untuk diadakan workshop 2 Teresa Avila Dalam kondisi baik, seluruh acara sel berjalan lancar 3 Yohanes Salib Ada pemusik namun tidak terlalu mengerti bagaimana cara mengiringi pertemuan sel Meminta tolong si A dari Sel Agustinus untuk membantu mengajari bagaimana mengiringi musik dalam pertemuan sel Contoh pengisian formulir Agenda dan Evaluasi Kegiatan Wilayah Halaman 31

5.2.2. Kolekte Wilayah Formulir ini digunakan oleh Bendahara Wilayah untuk mencatat jumlah kolekte yang didapat wilayah tiap bulannya. Di bulan berikutnya, setengah (50%) dari jumlah kolekte yang didapat wilayah akan diberikan kepada Bendahara Distrik untuk operasional distrik. Catatlah jumlah yang diberikan kepada Bendahara Distrik beserta tanggal transfer/penyetoran. Contoh pengisian formulir Kolekte Wilayah Halaman 32

5.3. Format Laporan Distrik dan Provinsi Tiap distrik merencanakan kegiatan distrik ke depannya (meliputi acara pembinaan, sel gabungan, dll) di form ini, beserta dengan hasil/evaluasi kegiatan tersebut. Agenda dan Evaluasi Kegiatan Distrik/Provinsi No Tanggal Rencana Kegiatan Bentuk Kegiatan 1 11-Jan-15 Pelantikan anggota tahap Pemula, Komitmen Sementara dan Komitmen Tetap Tanggal Pelaksanaan Kegiatan 11-Jan-15 Evaluasi Sebanyak 40 anggota dilantik sebagai anggota tahap pemula, 30 anggota komitmen sementara dan 13 anggota komitmen tetap. 2 15-Feb-15 PPAT 2 Bab 1 dan 2 15-Feb-15 PPAT 2 diadakan di tingkat distrik. Usul dari anggota untuk mulai diadakan PPAT 3 dikarenakan banyak anggota yang sudah lulus PPAT 2 3 08-Mar-15 Pelayanan umum: Adorasi 08-Mar-15 Petugas dari wilayah 1 dan 2. Acara dihadiri oleh 30 anggota KTM dan 20 non-ktm. Beberapa umat menanyakan apakah ada pelayanan doa oleh KTM. Untuk ke depannya akan ada pelayanan doa sesudah adorasi 4 10-Mei-15 Pertemuan distrik 10-Mei-15 Pertemuan distrik oleh DPD dan seluruh DPW membahas kondisi wilayah dan sel. Dibahas juga mengenai wacana beberapa anggota KTM yang mampu dan sudah mendapatkan pembinaan Binus untuk membawakan materi retret awal bagi anak-anak SMU Katolik XYZ. 5 05-Apr-15 Sel gabungan wilayah 12-Apr-15 Sel gabungan wilayah dengan bentuk acara Praise and Worship. Dihadiri oleh 40 orang. Para anggota sel bisa saling mengenal satu dengan yang lain 6 17-Mei-15 PPAT 2 Bab 3 dan 4 7 14-Jun-15 Pelayanan Umum: Praise and Worship Contoh pengisian formulir Agenda dan Evaluasi Kegiatan Distrik/Provinsi Halaman 33

5.4. Penilaian Laporan Laporan sel dievaluasi oleh jajaran di atasnya sehingga pada akhirnya bisa dikategorikan bahwa sebuah sel dalam kondisi baik bila: Anggota bertambah Frekuensi pertemuan sel minimal 75% Laporan wilayah dan distrik dievaluasi oleh jajaran di atasnya sehingga pada akhirnya wilayah atau distrik disebut baik bila: Jumlah sel bertambah Kegiatan berjalan minimal 75% dari perencanaan Pembinaan berjalan minimal 75% dari perencanaan Halaman 34

Catatan Halaman 35