BAB 4 IMPLEMENTASI & EVALUASI

dokumen-dokumen yang mirip
Dalam aplikasi pendeteksi penyakit pada tanaman kopi dengan layanan berbasis. pengguna. Adapun penjelasan tahapan tahapan sebagai berikut :

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Implementasi sistem merupakan tahap meletakan sistem agar dapat siap untuk

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL RANCANGAN Hardware 1. Processor : Intel Dual Core CPU 2.0GHz 2. Memory (RAM) : 1 GB 3. Hardisk : 80 GB

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Kebutuhan Perangkat Keras Mobile. perangkat keras yang memiliki spesifikasi sebagai berikut:

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

PERANCANGAN SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT PADA TANAMAN KOPI DENGAN LAYANAN BERBASIS LOKASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sistem yang dibangun merupakan sistem yang berbasis web. Untuk dapat

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Dalam merancang dan membangun aplikasi sabak digital pada smartphone

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. Dalam merancang dan membangun aplikasi virtual store menggunakan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB VI IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. sistem yang telah dibuat. Agar dapat terlaksananya implementasi sistem dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

BAB IV HASIL RANCANGAN


Bab 4. Implementasi dan Evaluasi. Seperti yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya, aplikasi yang dibuat

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV. HASIL DAN Uji Coba

BAB IV IMPLEMENTASI APLIKASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IIMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. Implementasi merupakan tahap pengembangan dimana hasil analisis dan

4. Halaman Keranjang. Gambar 4.41 Halaman Keranjang ( pelanggan) Pada halaman keranjang pelanggan dapat melihat barang apa saja

Bab 4. Hasil dan Pembahasan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

Aplikasi Event Portal dapar diakses melalui web dan mobile application. 1. Prosedur Penggunaan Aplikasi Berbasis Website

BAB 4 IMPLEMENTASI. dirancang, spesifikasi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. telah dibuat pada tahap tiga. Adapun kebutuhan software (perangkat lunak) dan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL RANCANGAN

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN APLIKASI. implementasi. Implementasi sistem adalah suatu tahap penerapan atau

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. dimengerti oleh komputer. Analisa dan perancangan akan diterjemahkan kedalam


BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM. analisis dan perancangan dijadikan acuan dalam pembuatan kode program. Pada

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN


BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Kebutuhan Sistem

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN. produsen. Kopi sangat penting dalam bidang ekonomi dan politik di negaranegara

1. Pendahuluan Perangkat Internet dan mobile dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini disebabkan karena k

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sistem yang dibangun pengembang adalah berbasis web. Untuk dapat

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu

Transkripsi:

BAB 4 IMPLEMENTASI & EVALUASI 4.1. Spesifikasi Sistem Dalam melakukan implementasi pada aplikasi di perangkat mobile dan aplikasi berbasis web, perlu diperhatikan spesifikasi perangkat keras dan lunak yang digunakan. Spesifikasi ini bertujuan agar aplikasi dapat berjalan secara baik dan maksimal. 4.1.1. Spesifikasi Perangkat Keras Untuk menjalankan aplikasi pendeteksi penyakit pada tanaman kopi dengan layanan berbasis lokasi, dibutuhkan spesifikasi perangkat keras minimal pada perangkat mobile sebagai berikut : 1. Perangkat mobile berbasis Android dengan fitur GPS dan mendukung Google Maps serta minimum versi OS Android 2.3 2. Memory dengan kapasitas 200Mb 500Mb 3. RAM sebesar 128Mb 256 Mb 4. Resolusi layar 480 x 800 Untuk menjalankan aplikasi pendeteksi penyakit pada tanaman kopi dengan layanan berbasis lokasi pada emulator Android dan aplikasi pendeteksi penyakit pada tanaman kopi dengan layanan berbasis lokasi untuk web administrator pada komputer PC, dibutuhkan spesifikasi minimal sebagai berikut: 205

206 1. CPU Dual Core 2. Harddisk dengan kapasitas 80Gb 500Gb 3. RAM sebesar 1Gb 4.1.2. Spesifikasi Perangkat Lunak Untuk menjalankan aplikasi pendeteksi penyakit pada tanaman kopi dengan layanan berbasis lokasi, dibutuhkan spesifikasi perangkat lunak sebagai berikut : 1. Software Eclipse versi Indigo 2. SQLite 3. Web Browser (Google Chrome, Mozilla Firefox, Internet Explorer dan lainlain) 4. Software XAMPP (Untuk menjalankan web server dan database server secara lokal pada komputer mencakup Apache Web Server untuk menjalankan PHP dan MySQL) 5. Android System Development Kit (SDK) yang terdiri dari Development Tools dan Virtual Device 6. CodeIgniter Framework.

207 4.2 Implementasi Perancangan Layar 4.2.1. Implementasi Perancangan Layar pada Aplikasi Mobile Dalam aplikasi pendeteksi penyakit pada tanaman kopi dengan layanan berbasis lokasi pada perangkat mobile, ada beberapa tahapan-tahapan yang harus ditempuh oleh pengguna. Adapun penjelasan tahapan tahapan sebagai berikut : 1. Halaman Opening Gambar 4. 1 Tampilan Halaman Opening Halaman yang pertama kali ditampilkan ketika aplikasi dijalankan adalah halaman opening yang berisi splash screen logo aplikasi selama 5 detik.

208 2. Halaman Login Gambar 4. 2 Tampilan Halaman Login Halaman login akan muncul setelah halaman opening. Halaman login berisi 2 field yaitu Email dan Password yang harus diisi oleh pengguna untuk dapat mengakses menu utama aplikasi pada seperti yang tertera pada gambar 4.2. Gambar 4. 3 Tampilan Pesan Error Halaman Login

209 Sebelum melakukan proses login, pengguna harus terlebih dahulu melakukan proses registrasi. Apabila pengguna belum pernah melakukan proses registrasi, maka pengguna harus melakukannya dengan menekan tombol Tidak Memiliki Akun? Silahkan Mendaftar Disini. Apabila terjadi kesalahan pada proses login, maka akan muncul pesan error pada aplikasi seperti yang tertera pada gambar 4.3. 3. Halaman Register Gambar 4. 4 Tampilan Halaman Register Sebelum melakukan proses login, pengguna harus terlebih dahulu melakukan proses registrasi. Halaman register berisi 3 field yaitu Full Name, Email dan Password yang harus diisi oleh pengguna untuk melakukan proses login aplikasi pada seperti yang tertera pada gambar 4.3. Apabila pengguna telah

210 melakukan proses registrasi sebelumnya, maka pengguna dapat menuju halaman login dengan menekan tombol Sudah Memiliki Akun? Login Disini. 4. Halaman Menu Utama Gambar 4. 5 Tampilan Halaman Menu Utama Apabila pengguna telah melakukan proses login dan sukses, maka pengguna dapat mengakses halaman menu utama aplikasi. Halaman ini berisi tombol-tombol menu untuk mengakses masing-masing fitur pada aplikasi seperti Diagnosa, Statistik, Peta Distribusi dan Pusat Informasi seperti yang tertera pada gambar 4.5.

211 Gambar 4. 6 Tampilan Tombol Menu Lain pada Menu Utama Apabila pengguna telah menekan tombol menu pada perangkat mobile, maka pada bagian bawah akan muncul menu tambahan. Menu tersebut adalah histori dan logout seperti yang tertera pada gambar 4.6. Gambar 4. 7 Konfirmasi Exit

212 Apabila pengguna menekan tombol exit di menu tambahan pada menu utama, maka akan muncul konfirmasi untuk keluar dari aplikasi. Apabila menekan tombol ya maka sistem akan menutup aplikasi dengan sendirinya. Sedangkan apabila menekan tombol tidak maka akan kembali pada halaman utama. 5. Halaman Histori Gambar 4. 8 Tampilan Halaman Histori Halaman histori berisi tentang daftar historis pengguna apabila pengguna telah melakukan proses diagnosa sebelumnya. Halaman ini berisi informasi tentang tanggal dan waktu terakhir, nama penyakit dan status data.

213 6. Halaman Menu Diagnosa Gambar 4. 9 Tampilan Pertanyaan pada Halaman Diagnosa Halaman diagnosa berisi tentang daftar pertanyaan dengan field jawaban berupa radio button berupa Ya dan Tidak seperti tertera pada gambar 4.9. Pada halaman diagnosa dilakukan kegiatan mendiagnosa sebuah penyakit pada tanaman kopi. Pengguna diwajibkan menjawab keseluruhan pertanyaan yang diberikan oleh sistem. Ketika pengguna telah menjawab pertanyaan dan ingin melanjutkan ke pertanyaan berikutnya, maka pengguna harus menekan tombol Selanjutnya. Apabila ingin kembali ke pertanyaan berikutnya maka pengguna harus menekan tombol Sebelumnya. Apabila pengguna belum menginput jawaban maka akan muncul pesan error seperti yang tertera pada gambar 4.10.

214 Gambar 4. 10 Tampilan Pesan Error pada Halaman Diagnosa Gambar 4. 11 Tampilan Submit Diagnosa Apabila pengguna telah menjawab keseluruhan pertanyaan maka akan dilanjutkan halaman submit diagnosa. Halaman ini mewajibkan pengguna melaporkan dimana lokasi pengguna berada agar sistem mendapatkan posisi latitude dan longitude pengguna di GPS seperti tertera pada gambar 4.11. Kemudian pengguna menekan tombol Berikan Lokasi Anda dan Submit

215 Diagnosa agar sistem dapat melacak lokasi pengguna dan mengirim seluruh jawaban dan lokasi pengguna serta ID pengguna ke server agar dapat diproses untuk mendapatkan hasil diagnosa penyakit. Gambar 4. 12 Halaman Hasil Diagnosa Halaman hasil diagnosa menampilkan informasi tentang hasil diagnosa penyakit pada tanaman kopi. Halaman ini merupakan proses setelah menjawab keseluruhan pertanyaan yang diberikan oleh sistem pada perangkat mobile. Informasi didapat dari aplikasi web, yang dikirim melalui web service dan kemudian ditampilkan pada aplikasi mobile. Format data yang dikirim dari web berupa JSON.

216 Informasi berisi tentang hasil diagnosa penyakit, dugaan penyakit pada tanaman kopi secara detail dan bagaimana cara penanggulangannya seperti yang tertera pada gambar 4.12. 7. Halaman Statistik Gambar 4. 13 Halaman Statistik Halaman statistik berisi tentang grafik berupa statistik jumlah penyakit dari seluruh pengguna yang melaporkan apabila pengguna telah melakukan proses diagnosa sebelumnya. Halaman ini berisi informasi tentang jumlah dan nama penyakit dalam grafik statistik seperti yang tertera pada gambar 4.13. Data diambil dari aplikasi web dengan menggunakan web service yang telah diolah sebelumnya. Format data yang dikirim dari web berupa JSON.

217 8. Halaman Peta Penyebaran Gambar 4. 14 Halaman Peta Penyebaran Halaman peta penyebaran berisi tentang informasi peta penyebaran penyakit tanaman kopi yang dilaporkan oleh pengguna dari hasil diagnosa yang telah dilakukan seperti yang tertera pada gambar 4.14. Untuk menampilkan peta penyebaran pada perangkat mobile menggunakan Google Maps API yang telah disediakan sebelumnya pada Android System Developmen Kit (SDK). Data didapat dari aplikasi web. Data diambil dari aplikasi web dengan menggunakan web service yang telah diolah sebelumnya. Format data yang dikirim dari web berupa JSON.

218 Gambar 4. 15 Keterangan Informasi dalam Pop-up Screen Apabila pengguna menekan tombol Marker pada peta penyebaran maka sistem akan menampilkan pop-up screen yang berisi informasi nama pengguna yang melaporkan, nama penyakit, ID history pengguna dan tanggal diagnosa penyakit. 9. Halaman Pusat Informasi Gambar 4. 16 Halaman Pusat Informasi

219 Halaman pusat informasi berisi tentang informasi-informasi penyakit penting pada tanaman kopi. Informasi ditampilkan dalam bentuk list atau daftar penyakit. Pada daftar penyakit berisi tentang nama penyakit dan istilah dalam bahasa latin seperti yang tertera pada gambar 4.16. Data diambil dari aplikasi web dengan menggunakan web service yang telah diolah sebelumnya. Format data yang dikirim dari web berupa JSON. Apabila menekan salah satu list pada halaman pusat informasi, maka akan ditampilkan detail informasi mengenai penyakit pada tanaman kopi seperti yang tertera pada gambar 4.17. Gambar 4. 17 Halaman Detail Pusat Informasi

220 4.2.2 Implementasi Perancangan Layar pada Aplikasi Web 1. Halaman Login Gambar 4. 18 Halaman Login Halaman login akan muncul pertama kali ketika aplikasi web diakses. Halaman login berisi 2 field yaitu Username dan Password yang harus diisi oleh web administrator untuk dapat mengakses menu utama aplikasi pada seperti yang tertera pada gambar 4.18. 2. Halaman Dashboard Gambar 4. 19 Halaman Dashboard

221 Halaman dashboard akan muncul ketika web administrator sudah melakukan login. Pada halaman ini terdapat informasi tentang aplikasi dan web administrator dapat mengakses menu utama seperti yang tertera pada gambar 4.19. 3. Halaman Manajemen Data Gambar 4. 20 Halaman Manajemen Data Halaman manajemen data kopi berisi tentang daftar informasi mengenai tanaman kopi seperti yang tertera pada gambar 4.20. Pada halaman ini web administrator dapat memasukkan informasi tentang jenis tanaman kopi beserta deskripsi dengan menekan tombol Tambah Data. Web administrator dapat memasukkan informasi mengenai jenis tanaman kopi seperti pada field yang telah disediakan dan tertera pada gambar 4.21.

222 Gambar 4. 21 Halaman Tambah Data Ketika web administrator menekan tombol ikon pensil pada halaman manajemen data kopi, maka web administrator dapat melakukan perubahan informasi tentang tanaman kopi sesuai dengan index yang telah dipilih apabila terdapat kesalahan informasi tentang tanaman kopi seperti yang tertera pada gambar 4.22. Gambar 4. 22 Halaman Sunting Data

223 Ketika web administrator menekan tombol ikon tong sampah pada halaman manajemen data kopi, maka sistem akan memberikan konfirmasi kepada web administrator untuk menghapus data tanaman kopi sesuai index yang dipilih seperti pada gambar 4.23. Apabila web administrator menekan tombol ok maka data akan dihapus sedangkan apabila menekan tombol cancel maka data batal dihapus oleh sistem. Gambar 4. 23 Konfirmasi Hapus Data 4. Halaman Manajemen Data Penyakit Gambar 4. 24 Halaman Manajemen Data Penyakit

224 Halaman manajemen data penyakit kopi berisi tentang daftar informasi mengenai penyakit tanaman kopi seperti yang tertera pada gambar 4.24. Pada halaman ini web administrator dapat memasukkan informasi tentang jenis penyakit tanaman kopi beserta deskripsi dengan menekan tombol Tambah Data Penyakit. Web administrator dapat memasukkan informasi mengenai jenis penyakit tanaman kopi seperti pada field yang telah disediakan dan tertera pada gambar 4.25. Gambar 4. 25 Halaman Tambah Data Penyakit Ketika web administrator menekan tombol ikon pensil pada halaman manejemen data penyakit kopi, maka web administrator dapat melakukan perubahan informasi tentang penyakit tanaman kopi sesuai dengan index yang telah dipilih apabila terdapat kesalahan informasi tentang penyakit tanaman kopi seperti yang tertera pada gambar 4.26.

225 Gambar 4. 26 Halaman Sunting Data Penyakit Ketika web administrator menekan tombol ikon tong sampah pada halaman manajemen data penyakit kopi, maka sistem akan memberikan konfirmasi kepada web administrator untuk menghapus data penyakit tanaman kopi sesuai index yang dipilih seperti pada gambar 4.27. Apabila web administrator menekan tombol ok maka data akan dihapus sedangkan apabila menekan tombol cancel maka data batal dihapus oleh sistem. Gambar 4. 27 Konfirmasi Hapus Data Penyakit

226 5. Halaman Manajemen Data Gejala Penyakit Gambar 4. 28 Halaman Manajemen Data Gejala Penyakit Halaman manajemen data gejala penyakit kopi berisi tentang daftar informasi mengenai gejala penyakit tanaman kopi seperti yang tertera pada gambar 4.28. Pada halaman ini web administrator dapat memasukkan informasi tentang gejala penyakit tanaman kopi beserta deskripsi dengan menekan tombol Tambah Data Gejala. Web administrator dapat memasukkan informasi mengenai gejala penyakit tanaman kopi seperti pada field yang telah disediakan seperti yang tertera pada gambar 4.29. Gambar 4. 29 Halaman Tambah Data Gejala Penyakit

227 Ketika web administrator menekan tombol ikon pensil pada halaman manajemen data gejala penyakit kopi, maka web administrator dapat melakukan perubahan informasi tentang gejala penyakit tanaman kopi sesuai dengan index yang telah dipilih apabila terdapat kesalahan informasi tentang gejala penyakit tanaman kopi seperti yang tertera pada gambar 4.30. Gambar 4. 30 Halaman Sunting Gejala Penyakit Ketika web administrator menekan tombol ikon tong sampah pada halaman manajemen data gejala penyakit kopi, maka sistem akan memberikan konfirmasi kepada web administrator untuk menghapus data penyakit tanaman kopi sesuai index yang dipilih seperti pada gambar 4.31. Apabila web administrator menekan tombol ok maka data akan dihapus sedangkan apabila menekan tombol cancel maka data batal dihapus oleh sistem.

228 Gambar 4. 31 Konfirmasi Hapus Data Gejala Penyakit 6. Halaman Manajemen Web Administrator Gambar 4. 32 Halaman Manajemen Web Administrator Halaman manajemen web administrator berfungsi mengelola data web administrator yang diberikan akses untuk mengelola aplikasi web. Apabila web administrator menekan tombol ikon pensil pada halaman manajemen web administrator, maka web administrator dapat melakukan perubahan informasi tentang data informasi mengenai web administrator lainnya dengan index yang telah dipilih apabila terdapat kesalahan informasi seperti yang tertera pada gambar 4.33.

229 Gambar 4. 33 Halaman Sunting Data Web Administrator Ketika web administrator menekan tombol ikon tong sampah pada halaman manajemen web administrator, maka sistem akan memberikan konfirmasi kepada web administrator untuk menghapus data web administrator sesuai index yang dipilih seperti pada gambar 4.34. Apabila web administrator menekan tombol ok maka data akan dihapus sedangkan apabila menekan tombol cancel maka data batal dihapus oleh sistem. Gambar 4. 34 Konfirmasi Hapus Data Web Administrator

230 7. Halaman Manajemen Akun Pengguna Gambar 4. 35 Halaman Manajemen Akun Pengguna Halaman manajemen akun pengguna berfungsi mengelola data web administrator yang diberikan akses untuk mengelola akun pengguna mobile. Ketika web administrator menekan tombol ikon tong sampah pada halaman manajemen akun pengguna, maka sistem akan memberikan konfirmasi kepada web administrator untuk menghapus data akun pengguna sesuai index yang dipilih seperti pada gambar 4.36. Apabila web administrator menekan tombol ok maka data akan dihapus sedangkan apabila menekan tombol cancel maka data batal dihapus oleh sistem. Hal ini dilakukan jika terdapat kejadian dan kebijakan yang menyebabkan pengguna tersebut harus dihapus sebagai konsekuensi.

231 Gambar 4. 36 Konfirmasi Hapus Data User Account 8. Halaman Manajemen Histori User Halaman manajemen histori user berfungsi untuk melihat informasi tentang daftar pengguna yang telah melakukan proses diagnosa pada aplikasi mobile seperti yang tertera pada gambar 4.37. Apabila web administrator menekan tombol valid atau tidak valid maka akan mengubah status pada data valid atau tidak valid. Apabila status valid maka data histori pengguna akan ditampilkan pada peta penyebaran pada aplikasi mobile dan web. Gambar 4. 37 Halaman Manajemen Histori User

232 9. Halaman Statistik Halaman statistik dapat diakses dari menu utama. Pada halaman ini kita dapat melihat jumlah penyebaran penyakit melalui grafik dari data yang didapat dari pengguna, sehingga dapat melihat frekuensi jenis penyakit yang menjadi epidemic. 10. Halaman Peta Penyebaran Gambar 4. 38 Halaman Statistik Halaman peta penyebaran dapat diakses dari menu utama. Pada halaman ini kita dapat melihat peta persebaran penyakit di beberapa tempat. Pada halaman ini mengandung data yang di laporkan dari para pengguna aplikasi jika menekan tanda berupa marker pada peta penyebaran seperti yang tertera pada gambar 4.39.

233 4.3 Pengujian Gambar 4. 39 Halaman Peta Penyebaran Aplikasi Sistem Pakar Tabel 4. 1 Tabel Pengujian Sistem Pakar Penguji 1 Penguji 2 Jenis Varietas Diagnosa Sampel Specimen pada Gambar (Dengan Sistem (Tanpa Sistem Pakar) Pakar) - Daun menguning. Lini S 795 - Daun kusam, (Dalam layu, dan Jamur Akar Jamur Akar Pot) menggantung. Putih Putih Arabika - Memiliki anyaman jamur berwarna putih. Lini S 795 (Dalam Pot) Arabika - Daunnya berwarna hitam. - Ada serangga semut yang berada di sekeliling daun. Tidak Terdeteksi Embun Jelaga

234 - Daun menguning. - Daun kusam, Lini S 795 Arabika layu dan menggantung. - Ketika digali Jamur Akar Putih Jamur Akar Putih akarnya terdapat anyaman jamur berwarna putih - Daun layu atau Anungsari Arabika gugur pada pucuk ranting bagian atas - Terdapat Tidak Terdeteksi Hama Ulat Penggerek serangga penggerek - Daunnya Anungsari Arabika berwarna hitam - Ada serangga semut yang berada di Tidak Terdeteksi Embun Jelaga sekeliling daun - Daun menguning K. Timor Arabika bercak menyebar Karat Daun Karat Daun bercak kuning kecoklatan

235 bercak daun berwarna orange - Daun menguning Lini S 795 bercak daun kuning Bercak Daun Bercak Arabika kecoklatan Daun - Daun timbul bercak membentuk Halo - Daun menguning Lokal bercak daun kuning Bercak Daun Bercak Arabika kecoklatan Daun - Daun timbul bercak membentuk Halo - Daun menguning Kartika (Segresi) Arabika bercak menyebar Karat Daun Karat Daun bercak kuning kecoklatan

236 bercak daun berwarna orange - Daun menguning Kartika (Segresi) Arabika bercak menyebar bercak kuning kecoklatan Karat Daun Karat Daun bercak daun berwarna orange - Daun menguning Robusta Bandung bercak menyebar bercak kuning kecoklatan, Karat Daun Karat Daun Daun memiliki bercak daun berwarna orange - Daun menguning Lini S 795 Bandung Arabika bercak menyebar Karat Daun Karat Daun bercak kuning kecoklatan

237 bercak daun berwarna orange tebal - Daun menguning Lokal Sumedang Arabika bercak menyebar bercak kuning kecoklatan Karat Daun Karat Daun bercak daun berwarna orange - Daun menguning Lokal bercak menyebar Campuran Karat Daun Karat Daun Sumedang bercak kuning Arabika kecoklatan bercak daun berwarna orange

238 - Daun menguning Ateng Arabika - Daun mudah sekali gugur Nematoda Nematoda - Akar Busuk dan Putus - Daun menguning Kartika Garut Arabika bercak menyebar bercak kuning kecoklatan Karat Daun Karat Daun bercak daun berwarna orange - Daun menguning Robusta - Buah mengalami nekrosis (bagian jaringan Jamur Upas Jamur Upas tanaman mati dan membusuk)

239 - Daun menguning bercak menyebar Lini S 28 bercak kuning Karat Daun Karat Daun kecoklatan bercak daun berwarna orange - Daun menguning - Batang Robusta mengalami nekrosis (bagian jaringan Jamur Upas Jamur Upas tanaman mati dan membusuk) - Daun menguning Lini S 795 bercak menyebar Karat Daun Karat Daun Arabika bercak kuning kecoklatan

240 bercak daun berwarna orange Dari beberapa contoh specimen yang diambil secara acak dari berbagai varietas tanaman kopi robusta dan arabika maka diperoleh tingkat presentase : - Sampel specimen acak dari beberapa varietas tanaman kopi robusta dan arabika (Lini S 795, Ateng, Lini S 28, Lokal Campuran, Robusta Bandung, Kartika (segresi), Lokal Sumedang, Lokal Campuran Sumedang, Anungsari, Kartika Garut dan K.Timor) sebanyak 20 buah sampel. - Dari 20 sampel acak yang diambil, 17 sampel specimen dapat dideteksi oleh sistem pakar. - Dari 20 sampel acak yang diambil, 3 sampel specimen yang tidak dapat dideteksi oleh sistem pakar. - Sistem pakar dapat mendeteksi beberapa penyakit pada tanaman kopi yaitu Karat Daun, Bercak Daun, Jamur Upas, Nematoda, Jamur Akar Hitam, Jamur Akar Putih dan Jamur Akar Coklat. - Dari 20 sampel specimen yang diambil terdeteksi 5 dari 7 penyakit penting pada tanaman kopi yaitu Karat Daun, Bercak Daun, Jamur Upas, Nematoda dan Jamur Akar Putih. - Dari 20 sampel specimen yang diambil, 3 sampel tidak terdeteksi oleh sistem pakar, karena disebabkan oleh gejala lain seperti terserang Hama Ulat Penggerek dan Embun Jelaga. - Tingkat presentase yang diperoleh dari hasil pengujian

241 (Jumlah sampel yang dapat dideteksi sistem pakar / Total keseluruhan sampel yang diambil secara acak ) x 100% = (17 / 20) x 100% = 0,85 x 100 % = 85 % 4.4 Evaluasi Berdasarkan Jurnal Tabel 4. 2 Tabel Evaluasi Berdasarkan Jurnal Nama Jurnal Metode yang digunakan Penerapan pada Aplikasi Dr. Wheat : A Web-based Expert System for Diagnosis of Diseases and Pests in Untuk metode sistem pakar yang digunakan ialah IF-THEN rules Sudah menggunakan IF THEN rules untuk penyusunan pernyataan- Pakistani Wheat mencakup forward dan pernyataan berdasarkan backward chaining. fakta dan data yang diperoleh. Image Based Rapeseed- Klasifikasi hierarkis dan Menggunakan metode Mustard Disease Expert campuran dari deskripsi klasifikasi hierarkis System Expert System for Diagnosis of Diseases in Rice Plant teks dan citra / gambar artistik pada knowledge base. Untuk metode sistem pakar yang digunakan ialah IF-THEN rules mencakup forward dan dengan decision tree. Sudah menggunakan IF THEN rules untuk penyusunan pernyataanpernyataan berdasarkan backward chaining. fakta dan data yang

242 diperoleh. Implementation of Location Pengimplementasian fitur Sudah menggunakan fitur Based Services in Android Assisted Global Global Positioning using GPS and Web Services Positioning System (A- GPS) pada sistem operasi Android dengan Google Maps API. System (GPS) pada aplikasi dengan sistem operasi Android dengan Google Maps API. Location Based Services using Implementasi beberapa Sudah Android Mobile Operating komponen penting dalam mengimplementasi fitur System pengembangan aplikasi Graphical Information location based service seperti LBS Application, LBS Middleware, GIS System (GIS) pada sistem operasi Android dengan Google Maps API. Provider, Location Collection Service dan Google Maps API. Location Based Services in Implementasi elemen- Sudah Android elemen utama dalam mengimplementasi fitur location based service Graphical Positioning pada Google Maps API seperti Location Manager, System (GPS) pada sistem operasi Android

243 Location Provider dan Location Control. dengan Google Maps API. Dari evaluasi jurnal pada tabel 4.2, maka aplikasi pendeteksi penyakit pada tanaman kopi telah menerapkan beberapa metode sebagai berikut : o Penggunaan metode IF-THEN rules untuk penyusunan pernyataanpernyataan berdasarkan fakta dan data yang diperoleh. o Penggunaan metode klasifikasi hierarkis dengan decision tree dan analisa sistem pakar dengan metode logika fuzzy. o Penggunaan fitur Global Positioning System (GPS) pada aplikasi dengan sistem operasi Android dengan Google Maps API. o Implementasi fitur Graphical Information System (GIS) pada sistem operasi Android dengan Google Maps API.

244 4.5 Evaluasi Berdasarkan Aplikasi Sejenis Tabel 4. 3 Tabel Evaluasi Berdasarkan Aplikasi Nama Aplikasi Kelebihan Aplikasi Penerapan pada Aplikasi A&L Plant - Diagnosa penyakit - Diagnosa penyakit Diseases tanaman yang langsung dilakukan oleh sistem Diagnosis dilakukan oleh peneliti pakar atau pakar - Terdapat fitur - Adanya fitur tracking location pengguna dan fitur take sample picture untuk tracking location pengguna untuk mengetahui keberadaan pengguna sehingga dapat meningkatkan keakuratan mendukung tingkat data kevalidan data Maps - Fitur yang - Terdapat fitur mendukung pencarian tracking location pengguna sebuah lokasi, tracking location untuk kebutuhan untuk mengetahui keberadaan pengguna pengguna - Metode pencarian lokasi dengan pilihan - Tampilan tatap muka yang memudahkan

245 pengguna Eventbrite for - Fitur yang - Antarmuka Android mendukung pencarian pengguna yang baik sebuah lokasi atau event yang berada di daerah jangkauan pengguna - Fitur pencarian lokasi dengan kata kunci - Antarmuka pengguna yang baik Dari evaluasi aplikasi sejenis pada tabel 4.3, maka aplikasi pendeteksi penyakit pada tanaman kopi telah menerapkan beberapa metode sebagai berikut: o Diagnosa penyakit langsung dilakukan oleh sistem pakar. o Terdapat fitur tracking location pengguna untuk mengetahui keberadaan pengguna sehingga dapat meningkatkan keakuratan data. o Antarmuka pengguna yang baik.