Minggu-5 Pengukuran Variabel, Definisi Operasional Dan Skala

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian. Jenis dan Metode Penelitian Deskriptif / Survey. Deskriptif / Studi kasus

Hanif Fakhrurroja, MT

BAB 6 SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN. Teknik pengukuran merupakan aturan dan prosedur yang digunakan

ANALISIS DATA DAN INTERPRETASI

Pengukuran dan Penetapan Skala DOSEN : DIANA MA RIFAH

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga dapat melakukan analisis. Berikut. Jenis dan Metode. pelanggan.

Minggu 11. Pengambilan Sampel. Metode Penelitian. By : Dra. Ai Lili Yuliati, MM

BAB III METODE PENELITIAN. hasilnya, secara umum data yang di peroleh dari penelitian dapat di gunakan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB VIII PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

1 R i m a R a c h m a w a t i

LECTURE NOTES Measurement and Scaling Concepts

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i ABSTRACT... ii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR PUSTAKA... xvi

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Minggu-14. Product Knowledge and Price Concepts

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN...

BAB IV METODE PENELITIAN. dayanya dengan baik. Rancangan penelitian adalah rencana dari struktur

Minggu-2. Metode Penelitian. Identifikasai Bidang Masalah Yang Luas Pengumpulan Data Awal, Definisi Masalah (langkah 1 sampai 3)

MODUL PERKULIAHAN STATISTIKA BISNIS. Pokok Bahasan: Pengertian Statistika dan Skala Pengukuran. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

BAB IV KONSEP-KONSEP DASAR YANG MELANDASI IBM SPSS

A. Tujuan Penelitian 1. Studi eksplorasi ( exploration study

Lingkungan (setting) studi

DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN Latar Belakang... 1

LAMPIRAN. Uji Validitas Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted. Scale Variance if Item Deleted

BAB 3 METODE PENELITIAN

STATISTIKA. Pendahuluan 3 SKS. Hugo Aprilianto, M.Kom. - Pengertian Statistik - Jenis - Karakteristik - Kegunaan - Skala Pengukuran - Sumber Data

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. mencapai tujuan. Nazir (1983 : 52) menyatakan bahwa Metode penelitian adalah

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. dengan pendapat Sugiyono (2003:58) pengertian objek penelitian sebagai berikut:

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Restoran BMC (Bandoengsche Melk

PERTEMUAN 11 PENGUKURAN VARIABEL

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, penulis

BAB III METODE PENELITIAN. yang berlokasi di Jalan H. Muhtar Raya AMD X Petukangan Utara, Jakarta

PRESENTASI SIDANG PENULISAN ILMIAH ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN JASA LAUNDRY PLACE LAUNDRA PUTRI SEKAR GERDANIA

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pada Restaurant Bumbu Desa Cabang Laswi Bandung, penulis melakukan

BAB III METODE PENELITIAN. Peneliti berasumsi bahwa mayoritas pendengar acara tersebut adalah muda-mudi

KUISIONER KUISIONER. Sub Topik. Tipe Pertanyaan Kuisioner

BAB III METODE PENELITIAN. yang hati hati, teratur dan terus menerus, sedangkan untuk mengetahui bagaimana

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODELOGI PENELITIAN

Peranan Statistika. Disusun oleh Putriaji Hendikawati, S.Si., M.Pd., M.Sc. Dr. Scolastika Mariani, M.Si.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian. Dalam penelitian ini subjeknya adalah nasabah yang menerima fasilitas

SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN PERTEMUAN KE 6

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian komparatif dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, jenis penelitiannya bersifat asosiatif. Dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. rangka memperoleh data-data yang berkaitan dengan permasalahan yang

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii

METODE PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah Unit Satuan Kerja Rumah Sakit PKU

BAB 2 LANDASAN TEORI

Oleh: Hendry Wijaya, SE., M.Si.

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengungkapkan tentang keputusan pembelian konsumen di

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kompetensi sumber daya manusia dan penerapan standar akuntansi pemerintahan

BAB III METODE PENELITIAN. budaya kerja, komitmen dan kinerja aparatur. Sedangkan penelitian verifikatif

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen sumber daya manusia,

BAB III METODE PENELITIAN. Menteng Raya No.29, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta

Modul 1 STATISTIK BISNIS. Desmizar,SE,MM.

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu

BAB I PENDAHULUAN. dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena sumber daya manusia itu sendiri

Kuisioner KUISIONER. Bab 6

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Menurut Singarimbun&Efendi

DATA DAN VARIABEL PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian ditujukan untuk meneliti objek-objek yang terlibat dalam

PENDAHULUAN. Dasar Statistika & Pengumpulan Data

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sekaran (2006) subyek ialah satu dari anggota dari sampel,

KLASIFIKASI PENELITIAN KUANTITATIF

Nama : Jenis kelamin : Tempat/ Tanggal lahir : Lama Bekerja : Jabatan yang disandang saat ini :

Kegunaan Data : 3/28/2012

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kuantitatif dimana

BAB III METODE PENELITIAN. sampel auditor internal pada perusahaan perusahaan tersebut. Penelitian

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Akhir yang berjudul Analisis Product Positioning Pada Clothing Arena

Pertemuan Kelima Rancangan Riset. METODE RISET Dr. Muhamad Yunanto, MM. Fak. Ekonomi Universitas Gunadarma

Bab III. Metodologi Penelitian. dalam melakukan sebuah penelitian. Desain penelitian memberikan serangkaian prosedur

BAB III METODE PENELITIAN

BERKAS PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) FAKULTAS SEMUA FAKULTAS SEMUA PROGRAM STUDI. Program Studi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup faktor stres kerja terhadap turnover intention

1. Sekumpulan angka untuk menerangkan sesuatu, baik angka yang belum tersusun maupun angka angka yang sudah tersusun dalam suatu daftar atau grafik.

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

Metode Penelitian Minggu-5 Pengukuran Variabel, Definisi Operasional Dan Skala By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Further Information : Mobile : 08122035131 08112345541 ailili1955@gmail.com 1

Topik Bahasan Definisi Operasional: Dimensi Dan Elemen. Contoh Mengoperasionalkan Konsep (Variabel) menjadi Dimensi, Elemen, Alat Ukur. Pengertian Skala. Empat tipe Skala (Scale). Contoh penggunaan Skala Nominal, Ordinal, Interval dan Rasio. Sifat Masing-masing Skala. www.themegallery.com

Proses Penelitian 1 PENGAMATAN Mengidentifikasi minat bidang penelitian yang luas 2 PENGUMPULAN DATA AWAL 3 DEFINISI MASALAH Menentukan masalah penelitian 4 KERANGKA TEORITIS Mengidentifikasi dan menguraikan variabel dengan jelas 5 PENYUSUNAN HIPOTESIS 6 DESAIN PENELITIAN ILMIAH 7 PENGUMPULAN, ANALISI, DAN INTERPRESTASI DATA Wawancara, Survey literatur 8 DEDUKSI Hipotesis diterima? Pertanyaan penelitian terjawab? Tidak Ya 9 Penulisan laporan 10 Presentasi laporan 11 Pengambilan keputusan Manajerial 3

PERNYATAAN MASALAH Bentuk Desain Penelitian (Rancangan Penelitian) RINCIAN STUDI PENGUKURAN Tujuan Studi Eksplorasi Deskriptif Pengujian Hipotesis Analisis study Kasus Jenis investigasi Membuktikan: Hubungan Kausal Korelasional Perbedaan kelompok, Peringkat, dsb. Tingkat Intervensi Peneliti Minimal: Mempelajari peristiwa sebagaimana adanya. Manipulasi dan/ atau kontrol dan/ atau simulasi Konteks Studi Direncanakan Tidak Direncanakan Pengukuran dan Ukuran Definisi Operasional Item (ukuran) Skala Kategori Sandi ANALISA DATA 1. Feel for Data Unit Analisis (Populasi yang diteliti) Individu Pasangan Kelompok Organisasi Mesin Dsb. Desain Sampel Probabilitas/ Non Probabilitas Ukuran Sampel (n) Horizon Waktu Satu kali (one-shot) atau Lintas Bagian (crosssectional) Longitudinal) Metode Pengumpulan Data Pengamatan Wawancara Kuesioner Pengukuran fisik 2. Goodness of Data 3. Pengujian Hipotesis 4

Rumusan Masalah Desain Penelitian Memilih Teknik Pengukuran (measurement) Mendesain Instrumen Penelitian Teknik Pengukuran : Aturan dan prosedur yang digunakan untuk menjembatani antara apa yang ada di dunia konsep dengan apa yang ada di dunia nyata Misalnya : Jika peneliti ingin mengukur kepuasan kerja karyawan Perumka, teknik pengukuran akan berusaha meyakinkan bahwa tingkat kepuasan kerja benar-benar dapat diukur dengan skala pengukuran tertentu. 5

Tujuan Pengukuran Untuk menterjemahkn karakteristik data empiris ke dalam bentuk yang dapat dianalisis oleh peneliti Titik fokus pengukuran adalah pemberian angka terhadap data empiris berdasarkan kejadian empiris berdasarkan sejumlah aturan/prosedur tertentu yang disebut proses pengukuran. Proses pengukuran berkaitan dengan desain instrumen (kuesioner). 6

Proses Pengukuran Mengisolasi kejadian empiris Mengembangkan konsep kepentingan (concept of interest). Mendefinisikan secara konstitutif dan operasional. Mengembangkan skala pengukuran. Mengevalusai skala berdasarkan reliabilitas dan validitasnya. kejadian empiris dirangkum dalam bentuk konsep/konstruksi yang berkaitan dengan masalah penelitian. definisi konstitutif, mendefinisikan konsep dengan konsep lain sehingga melandasi konsep kepentingan Definisi operasional, merinci aturan pemetaan dan alat dimana variabel akan diukur dalam kenyataan. Pemberian angka berdasarkan dengan sifatsifat kejadian yang ingin diukur Penggunaan skala. 7

Tiga Komponen Yang Dibutuhkan Dalam Setiap Pengukuran (1) Kejadian empiris. (sejumlah ciri-ciri dari objek, individu atau kelompok yang dapat diamati). Contoh : Bila peneliti ingin meneliti hubungan antara jenis kelamin administrator dan kepuasan kerja bawahan-bawahannya, maka langkah pertama adalah harus mengidentifikasi unit analisis, yaitu obyek, individu atau kelompok (konsep) yang akan diamati. unit analisis adalah individu administrator dan bawahannya. ciri-ciri (konsep) yang menjadi pusat perhatian yaitu jenis kelamin administrator dan tingkat kepuasan kerja bawahannya. Penggunaan angka untuk menggambarkan kejadian tersebut. ( angka adalah numerik atau simbol-simbol lain yang digunakn untuk mengidentifikasi. Tujuan pemberian angka untuk memberi arti bagi ciri-ciri yang menjadi pusat perhatian) 8

Tiga Komponen Yang Dibutuhkan Dalam Setiap Pengukuran (2) Sejumlah aturan pemetaan. (pernyataan yang menjelaskan arti angka terhadap kejadian empiris). Contoh : Jenis kelamin administrator memberikan angka 1 bila pria, dan angka 2 bila wanita. Kepuasan kerja bawahan, -2 bila sangat tidak puas, -1 bila tidak puas, 0 bila netral, 1 bila puas, dan 2 bila sangat puas 9

Definisi Operasional: Dimensi Dan Elemen Mengoperasionalkan, atau secara operasional mendefinisikan sebuah konsep (Variabel) untuk membuatnya bisa diukur. Dilakukan dengan melihat pada dimensi perilaku, aspek, atau sifat yang ditunjukkan oleh konsep. Selanjutnya diterjemahkan ke dalam elemen yang dapat diamati dan diukur sehingga menghasilkan suatu indeks pengukuran konsep. www.themegallery.com

Proses Operasional Variabel Konsep/variabel Dimensi/karakteristik utama ( perilaku, aspek, sifat) Elemen/unsur-unsur Alat Ukur (pernyataan/pertanyaan) Skala pengukuran (Nominal, Ordinal, Interval, Rasio) 11

Contoh Mengoperasionalkan Konsep Motivasi Pencapaian Menjadi Dimensi Karakteristik khusus dari Motivasi Pencapaian ditunjukkan oleh hal-hal sebagai berikut (disebut sebagai Dimensi atau Dimension) : 1. Mereka akan digerakkan oleh pekerjaan; yaitu bekerja hampir sepanjang waktu untuk memperoleh kepuasan mencapai dan menyelesaikan. 2. Banyak dari mereka pada umumnya tidak memiliki hasrat untuk bersantai dan mengarahkan perhatiannya pada aktivitas yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Konsep Motivasi Pencapaian Menjadi Dimensi 3. Karena mereka selalu ingin mencpai dan menyelesaikan, mereka akan lebih memilih untuk bekerja sendiri dibanding dengan orang lain. 4. Dengan pikiran dan hati yang tertuju pada prestasi dan pencapaian, mereka akan lebih menyuki pekerjaan menantang dibanding yang mudah. Tetapi, mereka tidak mau mengambil pekerjan yang terlalu menantang karena harapan kemungkinan prestasi, dan pencapaian dalam pekerjan semacam itu rendah. www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Konsep Motivasi Pencapaian Menjadi Dimensi 5. Mereka selalu ingin mengetahui bagaimana kemajuan mereka dalam pekerjaan, yaitu, suka menerima umpan balik yang langsung dari atasan, kolega, dan pada waktu tertentu bahkan dari bawahan, untuk mengetahui bagaimana kemajuan mereka. www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Dimensi Motivasi Pencapaian Menjadi Elemen Dimensi 1 : Perilku seseorang yang digerakkan oleh pekerjaan. Elemen : a. Terus menerus bekerja. b. Sangat enggan untuk tidak bekerja karena alasan apapun. c. Bertekun mesti gagal. www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Dimensi Motivasi Pencapaian Menjadi Elemen Dimensi 2 :Ketidak inginan untuk bersantai. Elemen : a. Memikirkan pekerjaan bahkan saat berada di rumah. b. Tidak memiliki hobi. www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Dimensi Motivasi Pencapaian Menjadi Elemen Dimensi 3 : Tidak sabar dengan ketidak efektifan. Elemen : a. Memarahi orang bahkan untuk kesalahan kecil. b. Tidak senang bekerja dengan orang yang lamban atau tidak efisien. www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Dimensi Motivasi Pencapaian Menjadi Elemen Dimensi 4 : Mencari tantangan yang moderat. Elemen : a. Memilih pekerjaan yang menantang dibanding dengan yang rutin. b. Memilih pekerjaan yang moderat dibanding dengan yang tidak terjangkau. www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Dimensi Motivasi Pencapaian Menjadi Elemen Dimensi 5 : Butuh Umpan Balik. Elemen : a. Meminta umpan balik mengenai bagaimana pekerjaan telah dilakukan. b. Tidak sabar menunggu umpan balik. www.themegallery.com

Digerakan oleh Kerja E Terus menerus bekerja D E Sangat enggan untuk tidak bekerja karena alasan apapun Contoh : Konsep (K) Dimensi (D) dan Elemen (E) dari Motivasi Pencapaian E Bertekun meski gagal E Memikirkan Pekerjaan bahkan saat di rumah D Tidak dapat rilek Memarahi orang bahkan untuk keslahan kecil Motivasi Pencapaian Tidak sabar dengan ketidakefektifan Tidak senang bekerja dengan orang yang lamban atau tidak efisien E E K E D Tidak memiliki hobi E D Memilih pekerjaan yang menantang dibanding yang rutin Mencari tantangan moderat Meminta umpan balik mengenai bagaimana pekerjaan telah dilakukan E Butuh Umpan Balik Memilih tantangan yang moderat dibanding yang tidak terjangkau E D E Tidak sabar menunggu umpan balik yang segera www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Elemen Motivasi Pencapaian Menjadi Alat Ukur (pertanyaan) Elemen a, (Dimensi 1) : Terus menerus bekerja Alat Ukur : Menurut anda sampai tingkat apa memaksakan diri sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu? Elemen b, (Dimensi 1) : Sangat enggan untuk tidak bekerja karena alasan apapun. Alat Ukur : Seberapa sering anda mengabaikan hal-hal pribadi karena asyik dengan pekerjaan? www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Elemen Motivasi Pencapaian Menjadi Alat Ukur (pertanyaan) Elemen c, (Dimensi 1) : Bertekun mesti gagal. Alat Ukur : Seberapa sulit bagi anda untuk terus melakukan pekerjaan ketika menghadapi kegagalan pada awalnya atau hasil yang mengecewakan? www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Elemen Motivasi Pencapaian Menjadi Alat Ukur Elemen a, (Dimensi 2) : Memikirkan pekerjaan bahkan saat berada di rumah. Alat Ukur : Seberapa sering anda memikirkan pekerjaan ketika berada di rumah? www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Elemen Motivasi Pencapaian Menjadi Alat Ukur Elemen b, (Dimensi 2) : Tidak memiliki hobi. Alat Ukur : Seberapa jauh anda menikmati hobi? Seberapa kecewa anda jika gagal mencapai tujuan pribadi? Seberapa banyak anda berkonsentrasi untuk mencapai tujuan? www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Elemen Motivasi Pencapaian Menjadi Alat Ukur Elemen a, (Dimensi 3) : Memarahi orang bahkan untuk kesalahan kecil. Alat Ukur : Seberapa terganggu anda ketika berbuat kesalahan? www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Elemen Motivasi Pencapaian Menjadi Alat Ukur Elemen b, (Dimensi 3) : Tidak senang bekerja dengan orang yang lamban atau tidak efisien. Alat Ukur : Seberapa ingin anda memilih bekerja dengan seorang kolega yang ramah tapi tidak kompeten, dibanding seseorang yang sulit namun kompeten? Seberapa ingin anda bekerja sendirian dibanding bekerja dengan orang lain? www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Elemen Motivasi Pencapaian Menjadi Alat Ukur (pertanyaan) Elemen a, (Dimensi 4) : Memilih pekerjaan yang menantang dibanding dengan yang rutin. Alat Ukur : Seberapa ingin anda memilih pekerjaan yang sulit namun menantang dibanding pekerjaan yang mudah dan rutin? Elemen b, (Dimensi 4) : Memilih pekerjaan yang moderat dibanding dengan yang tidak terjangkau. Alat Ukur : Seberapa ingin anda memilih tugas yang sangat sulit dibanding pekerjaan yang cukup menantang? www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Elemen Motivasi Pencapaian Menjadi Alat Ukur Elemen a, (Dimensi 5) : Meminta umpan balik mengenai bagaimana pekerjaan telah dilakukan. Alat Ukur : Selama 3 bulan terakhir, seberapa sering Anda mencari umpan balik dari atasan mengenai seberapa baik kinerja Anda? Seberapa sering Anda berusaha memperoleh umpan balik mengenai kinerja dari rekan kerja dalam 3 bulan terakhir? Seberapa sering dalam 3 bulan terakhir anda menguji dengan bawahan bahwa apa yang anda lakukan adalah tidak sebanding dengan kinerja mereka yang efisien? www.themegallery.com

Contoh Mengoperasionalkan Elemen Motivasi Pencapaian Menjadi Alat Ukur Elemen b, (Dimensi 5) : Tidak sabar menunggu umpan balik. Alat Ukur : Seberapa jauh rasa prustasi anda jika orang lain tidak memberi umpan balik mengenai kemajuan anda? www.themegallery.com

Contoh Operasionalisasi Konsep (Variabel) Konsep (Variabel) Dimensi Elemen (Indikator) Pertanyaan (Alat ukur) Motivasi Pencapaian 1. Digerakkan oleh Kerja a. Terus menerus bekerja Menurut anda sampai tingkat apa mendesak diri sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu? b. Sangat enggan untuk tidak bekerja karena alasan apapun Seberapa sering anda mengabaikan hal-hal pribadi karena asik dengan pekerjaan?

Contoh Operasionalisasi Konsep (Variabel) Contoh Operasionalisasi Konsep (Variabel) Konsep (Variabel) Dimensi Elemen (Indikator) Pertanyaan (Alat ukur) c. Bertekun mesti gagal Seberapa sulit bagi anda untuk terus melakukan pekerjaan ketika menghadapi kegagalan pada awalnya atau hasil yang mengecewakan?

Contoh Operasionalisasi Konsep (Variabel) Konsep (Variabel) Dimensi Elemen (Indikator) Pertanyaan (Alat ukur) 2. Tidak dapat Rileks a. Memikirkan pekerjaan bahkan saat di rumah Seberapa sering anda memikirkan pekerjaan ketika berada di rumah? b. Tidak memiliki hobi Seberapa jauh anda menikmati hobi? Seberapa kecewa anda jika gagal mencapai tujuan pribadi? Seberapa banyak anda berkonsentrasi untuk mencapai tujuan?

Contoh Operasionalisasi Konsep (Variabel) Konsep (Variabel) Dimensi Elemen (Indikator) Pertanyaan (Alat ukiur) 3. Tidak sabar dengan ketidakefektifan a. Memarahi orang bahkan untuk kesalahan kecil b. Tidak senang bekerja dengan orang yang lamban atau tidak efisien Seberapa terganggu anda ketika berbuat kesalahan? Seberapa ingin anda memilih bekerja dengan seorang kolega yang ramah tapi tidak kompeten, dibanding seseorang yang sulit namun kompeten? Seberapa ingin anda bekerja sendirian dibanding bekerja dengan orang lain?

Contoh Operasionalisasi Konsep (Variabel) Konsep (Variabel) Dimensi Elemen (Indikator) Pertanyaan (Alat ukur) 4. Mencari Tantangan moderat a. Memilih pekerjaan yang menantang dibanding yang rutin Seberapa ingin anda memilih pekerjaan yang sulit namun menantang dibanding pekerjaan yang mudah dan rutin? b. Memilih tantangan yang moderat dibanding yang tidak terjangkau Seberapa ingin anda memilih tugas yang sangat sulit dibanding pekerjaan yang cukup menantang?

Contoh Operasionalisasi Konsep (Variabel) Konsep (Variabel) Dimensi Elemen (Indikator) Pertanyaan (Alat ukur) 5. Butuh umpan balik a. Meminta umpan balik mengenai bagaimana pekerjaan telah dilakukan Selama 3 bulan terakhir, seberapa sering Anda mencari umpan balik dari atasan mengenai seberapa baik kinerja Anda? Seberapa sering Anda berusaha memperoleh umpan balik mengenai kinerja dari rekan kerja dalam 3 bulan terakhir?

Contoh Operasionalisasi Konsep (Variabel) Konsep (Variabel) Dimensi Elemen (Indikator) Pertanyaan (Alat ukur) Seberapa sering dalam 3 bulan terakhir anda menguji dengan bawahan bahwa apa yang anda lakukan adalah tidak sebanding dengan kinerja mereka yang efisien?

Contoh Operasionalisasi Konsep (Variabel) Konsep (Variabel) Dimensi Elemen (Indikator) Pertanyaan (Alat ukur) b. Tidak sabar menunggu umpan balik yang segera Seberapa jauh rasa prustasi anda jika orang lain tidak memberi umpan balik mengenai kemajuan anda?

Operasinal Variabel (konsep) Pengukuran Skala (scale) 38

Apa Yang Disebut Skala (scale)? Skala (Scale), yaitu instrumen atau mekanisme untuk membedakan individu berkaitan dengan variabel yang akan diteliti. www.themegallery.com

Empat Tipe Skala (Scale) Skala Nominal (nominal scale) Skala Ordinal (ordinal scale) Skala Interval (interval scale) Skala Rasio (ratio scale) 40

Skala Nominal (nominal scale) Digunakan untuk : Menempatkan subjek pada kategori atau kelompok tertentu. Memperoleh data pribadi seperti gender atau departemen tempat seseorang bekerja, dimana pengelompokkan individu atau objek diperlukan. Memberikan suatu informasi yang bersifat dasar, kategorikal, dan mentah. Contohnya : Terkait dengan variabel gender, responden dibagi ke dalam dua kategori yaitu pria dan Wanita. 41

Contoh Skala Nominal 1. Jenis Kelamin Anda. Pria. Wanita. 2. Departemen Anda. Produksi. Penjualan. Akuntansi. Keuangan. Personalia. Litbang. Lainnya (sebutkan). www.themegallery.com

Skala Ordinal (ordinal scale) Tidak hanya mengkategorikan variabel-variabel untuk menunjukkan perbedaan diantara berbagai kategori, tetapi juga mengurutkannya ke dalam beberapa cara. Digunakan untuk memeringkat preferensi atau kegunaan beragam jenis produk oleh konsumen dan untuk mengurutkan tingkatan individu, objek, atau peristiwa. Contoh: Dari terbaik sampai ke terburuk, dari pertama sampai terakhir dengan diberi nomor 1, 2 dan seterusnya. 43

Contoh Skala Ordinal 1. Urutkan komputer pribadi berikut ini terkait dengan penggunaannya di kantor Anda, berikan angka 1 untuk sistem yang paling banyak digunakan, 2 untuk terbanyak kedua, dan seterusnya. Bila suatu sistem sama sekali tidak digunakan, beri angka 0 pada kolom yang disediakan Appel Hawlett Packard Compaq IBM Comp USA Packard Bell Del Computer Sony Gateway Toshiba Lainnya sebutkan www.themegallery.com

Contoh Skala Ordinal 2. Urutkan kota-kota dibawah ini yang menurut Anda yang paling sesuai untuk pembukaan sebuah pabrik baru. Kota yang paling dianggap paling sesuai diberi angka 1, berikutnya 2, dan seterusnya Cincinnati Detroit Des Moines Houston Milwaukee Pittsburgh St. Louis www.themegallery.com

Contoh Contoh Skala Ordinal Skala Ordinal 3. Urutkan karakteristik dalam suatu pekerjaan berikut ini yang terkait dengan seberapa penting karakteristik tersebut bagi anda. Anda harus mengurutkan item yang paling penting sebagai 1, kedua terpenting sebagai 2, dan seterusnya hingga anda selesai mengurutkan semuanya sebagai 1,2,3,4, atau 5 Urutan Karakteristik pekerjaan Kepentingan Peluang yang disediakan oleh pekerjaan untuk : 1. Berinteraksi dengan orang lain 2. Menggunakan sejumlah keterampilan berbeda 3. Menyelesaikan seluruh tugas dari awal sampai akhir 4. Melayani orang lain 5. Bekerja secara bebas www.themegallery.com

Skala Interval (interval scale) Tidak hanya mengelompokkan individu menurut kategori tertentu dan menentukan urutan kelompok, namun juga dapat mengukur besaran perbedaan preferensi antar individu. Digunakan jika respons untuk beragam item yang mengukur suatu variabel bisa dihasilkan dengan skala lima poin (tujuh poin atau lainnya), yang kemudian dapat diterapkan pada seluruh item. Contoh : Lebih penting memiliki beragam keterampilan dalam pekerjaan dibanding menyelesaikan sebuah tugas dari awal sampai akhir Lebih penting melayani orang dibanding bekerja secara independen dalam pekerjaan 47

Contoh Skala Interval Tunjukkan tingkat kesetujuan anda terhadap pernyataan berikut dalam kaitannya dengan pekerjan anda, dengan melingkari nomor yang sesuai pada masingmasing pertanyaan, dengan menggunakan skala yang diberikan dibawah ini Sangat Tidak Sangat Tidak Tidak setuju Berpendapat Setuju setuju Setuju 1 2 3 4 5 Peluang berikut yang diberikan oleh pekerjaan adalah sangat penting bagi saya: a. Berinteraksi dengan orang lain 1 2 3 4 5 b. Menggunakan sejumlah 1 2 3 4 5 keterampilan berbeda c. Menyelesaikan sebuah 1 2 3 4 5 tugas dari awal sampai khir d. Melayani orang lain 1 2 3 4 5 e. Bekerja secara bebas 1 2 3 4 5

Contoh Skala Interval Dengan menggunakan skala di bawah ini, berikan respons terhadap setiap item yang ada dengan melingkari angka yang paling tepat menurut Anda Sangat Tidak Sangat Tidak Tidak setuju Berpendapat Setuju setuju Setuju 1 2 3 4 5 Peluang berikut yang diberikan oleh pekerjaan adalah sangat penting bagi saya: a. Pekerjaan saya memberi peluang untuk 1 2 3 4 5 menguji diri dan kemampuan lain b. Menguasai pekerjaan ini sangat berarti 1 2 3 4 5 bagi saya c. Melakukan pekerjaan ini dengan baik 1 2 3 4 5 adalah penghargaan tersendiri bagi saya d. Berdasarkan waktu yang dihabiskan 1 2 3 4 5 e. untuk pekerjaan, saya merasa sepenuhnya akrab dengan tugas dan kewajiban 1 2 3 4 5

Skala Rasio (ratio scale) Skala rasio memiliki titik nol absolut yang merupakan titik pengukuran yang berarti Tidak hanya mengukur besaran perbedaan antar titik pada skala, namun juga menunjukkan proporsi dalam perbedaan ini Digunakan dalam penelitian organisasi ketika angka pasti dari faktor-faktor objektif (sebagai lawan subjektif) diperlukan 50

Skala Rasio (ratio scale) Beberapa contoh skala rasio adalah hal yang berkaitan dengan usia aktual, penghasilan, dan jumlah organisasi Skala rasio merupakan yang tertinggi dari keempat skala, karena mencakup semua sifat dari ketiga skala lainnya Contohnya: Seseorang dengan berat badan 50 kg adalah dua kali berat badan seseorang dengan berat 25 kg. 51

Contoh Skala Rasio 1. Berapa banyak organisasi lain di mana Anda pernah bekerja sebelum bergabung bersama perusahaan kami? 2. Sebutkan jumlah anak yang Anda miliki dalam tiap kategori berikut : dibawah usia 3 tahun antara 3 dan 6 tahun lebih dari 6 tahun, dibawah 12 tahun 12 tahun ke atas 3. Berapa banyak toko ritel yang Anda operasikan? www.themegallery.com

54

Latihan 1. Buatlah Operasionalisasi Variabel dalam bentuk tabel dimulai dari Definisi Variabel/konsep Dimensi Elemen Alat Ukur, untuk konsep dibawah ini dan pilih salah satu : a. Kualitas Pelayanan. b. Konsep Stres. 2. Buatlah skala ordinal untuk preferensi konsumen terhadap merek bir yang berbeda. www.themegallery.com