BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMPN 3 Tegineneng pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013: 107) metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan fokus telaahan dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi

Metode penelitian adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam. suatu penelitian, dimana langkah-langkah tersebut meliputi pengumpulan,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian ini merupakan urutan kegiatan yang ditempuh

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam suatu penelitian meliputi pengumpulan, penyusunan dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SDN Gegerkalong KPAD yang tepatnya terletak

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang terdiri dari variabel independen yaitu pemberian reward dan variabel

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI semester ganjil

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen

METODE PENELITIAN. membandingkan kelompok (Emzir, 2008: 102). Sugiyono (2013: 114) Desain penelitian yang digunakan adalah Counterbalanced Design atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2012:3) Metode penelitian pada dasarnya merupakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yaitu VIII A, VIII B, VIII C, dan VIII D.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMPN 12 Bandung, di Kota Bandung

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. perhitungan serta pengukuran terhadap variabel dan pengujian terhadap hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. direncanakan dan dilaksanakan oleh peneliti untuk mengumpulkan bukti-bukti

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) yaitu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Mohammad Ali (1992:140) menjelaskan bahwa :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diperoleh akan diolah dengan menggunakan teknik kuantitatif yaitu

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Al-azhar 3

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan pre-test dan post-test with control group. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 6 kelas dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode adalah cara teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMPN

III. METODE PENELITIAN. data dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Metode yang akan

Tabel 3.1 Populasi Penelitian No Kelas Jumlah Siswa 1 VIII A 29 siswa 2 VIII B 28 Siswa 3 VIII C 28 Siswa 4 VIII D 28 Siswa

III. METODE PENELITIAN

Kelas Eksperimen : O X O

BAB 3 METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 12 Bandar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian lebih lanjut dari penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen (quasi

BAB III METODE PENELITIAN

4Tabel 3.1 Pedoman Penskoran Rubrik Tes Kemampuan Koneksi Matematis Tabel 3.2 Pedoman Penskoran Rubrik... 46

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam mencapi satu tujuan. Penetapan metode yang digunakan merupakan hal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tales, Satu Gugus Depan yang beralamatkan di Kp. Ranca Tales Desa

DAFTAR ISI Hal. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... viii

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian menurut Sugiyono (2012: 3) adalah cara ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN. sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui

BAB III METODE PENELITIAN

Keterangan: 0 = Tes awal (pre test) / Tes Akhir (post test) X = pembelajaran dengan Metode Inkuiri Model Alberta

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN Metode yang akan diambil dari rancangan permasalahan dalam penelitian ini adalah metode quasi-eksperimen. Pada penelitian ini, akan dibuat perancangan kelompok yang diamati menjadi dua bagian yaitu kelompok kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan rancangan sebagai berikut, A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sample Penelitian. Penelitian ini direncanakan akan dilakukan di TK Sejahtera Ujungberung, Bandung. Dengan melibatkan siswa TK di semester ganjil. Pemilihan tadi dilandasi oleh beberapa pertimbangan seperti, 1. TK Sejahtera Ujungberung merupakan TK yang diharapkan dapat menjadi wahana penelitian dan pengembangan konsep dan praktek keilmuan pendidikan di TK. 2. TK Sejahtera Ujungberung terdiri dari siswa yang memiliki beberapa kemiripan baik dari latarbelakang sosial maupun gambaran awal kreativitas dan kemampuan komunikasi mereka. 3. Pembagian kelompok dilakukan mengikuti desain pra dan posteksperimen dengan berdasarkan pada pencapaian yang ditunjukan anak pada saat pre-test. B. Desain dan Metode Penelitian Melalui kerangka penelitian quasi-eskperimen, penelitian dirancang mengikuti desain pra dan post-eksperimen. Setelah berbagai perangkat penelitian dapat ditetapkan, dilakukan observasi dan pengukuran terkait variabel yang ditetapkan. Kemudian melalui Quota Sample yang ada, ditetapkanlah pembagian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada desain akhir penelitian, akan diberikan post-test yang juga diikuti oleh dua Mohamad Helmi Ismail, 2013 Penerapan Metode Bermain Konstruktif Melalui Media Seni Rupa Dalam Upaya Peningkatan Kreativitas Dan Kemampuan Komunikasi Pada Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

61 kelompok tadi. Sebelum diberikan tes akhir, kelompok eksperimen akan berikan beberapa tindakan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kerangka teoritis yang diambil dalam penelitian. Dengan membandingkan hasil yang diperoleh dari pre test dan post test, akan diketahui seberapa besar perubahan yang terjadi sebagai tanda keberhasilan tindakan yang diberikan dalam penelitian. Rancangan metode penelitian yang akan diterapkan pada penelitian ini mengadaptasi rancangan penelitian ekperimental dari McMillan & Schumacher (2001) seperti, Kelompok Pre-test Tindakan Post-test A O1 X1 O2 B O1 O2 Keterangan; O1 : Pretest O2 : Post test X1 : Metode Bermain Konstruktif A : Kelompok Eksperimen B :Kelompok Kontrol Jangka waktu GAMBAR 1.2. DESAIN PENELITIAN

62 Sedangkan langkah-langkah yang dirancang dalam melakukan penelitian ini diuraikan dalam alur penelitian seperti berikut ini. Identifikasi Masalah Penerapan Metode Bermain Konstruktif melalui Media Seni Rupa dalam Upaya Peningkatan Kreativitas dan Kemampuan Komunikasi Anak Usia Dini. Penentuan subjek, sample penelitian, dan kelompok Kelompok Eksperimen Pre-Test Kelompok kontrol Bermain Konstruktif melalui Media Seni Rupa Post-Test Observasi Kegiatan Pengambilan, Pengolahan, dan analisis data Kesimpulan GAMBAR 1.3. ALUR FIKIR PENELITIAN

63 Berdasarkan pada design lengkah-langkah penelitian yang dirancang, akan dilaksanakan beberapa tahap kegiatan sebagai berikut, 1. Melakukan identifikasi permasalahan yang ada dilapangan, 2. Melakukan pengkajian teori tentang bermain konstruktif, kemampuan kreatif dan kemampuan komunikasi. 3. Menentukan subjek penelitian. 4. Melakukan obeservasi terhadap kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan gambaran awal tentang kemampuan kreatif dan kemampuan komunikasi anak TK. 5. Melakukan pre-test untuk mengetahui tingkat kemampuan kreatif dan kemampuan komunikasi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum dilakukan treatment. 6. Bersama guru menyepakati beberapa batas dan anjuran tentang kegiatan bermain konstruktif dengan media seni rupa. 7. Memberikan pengenalan tentang langkah-langkah pembelajaran berdasarkan pada model pengembangan kemampuan kreatif menurut Treffinger. 8. Menerapkan metode bermain konstruktif dengan menggunakan media seni rupa terhadap kelompok eksperimen. 9. Meberikan test akhir kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 10. Melakukan analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji-t terhadap pencapaian nilai rata-rata yang diperoleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

64 No. Kegiatan TABEL 1.1. JADWAL KEGIATAN PENELITIAN Keterangan 1. Uji Instrument TK. Sejahtera, Bandung 2 Pengenalan dan pelatihan Guru kelas 3 Pre-test Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 4 Penerapan Metode Bermain Konstruktif Melalui Kelompok eksperimen Media Seni Rupa dalam Upaya Peningkatan Kreativitas Dan Kemampuan Komunikasi pada anak TK. 5 Post-test Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol C. Definisi Operasional Definisi operasional ini ditujukan untuk membangun pemaknaan terkait variable penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Dari pendefinisian dan perumusan masalah yang telah dilakukan sebelumnya, dapat diuraikan beberapa definisi operasional pada penelitian ini seperti, 1. Metode Bermain Konstruktif melalui Media Seni Rupa. Bermain konstruktif erat kaitannya dengan berbagai upaya penciptaan karya seni. Melalui kegiatan bermain konstruktif, anak dipacu kemampuan kreatifnya untuk merangkaikan berbagai simbol bentuk yang diwakili oleh benda-benda bahan permainan konstruktif. Pada pelaksanaannya, penelitian ini menerapkan pendekatan proyek dimana anak dibimbing untuk merangkaikan suatu bentuk baru yang mencerminkan kemampuan kreatif mereka dari beberapa bagian bahan mainan konstruktif yang disediakan. Alat mainan itu sendiri dibagi menjadi empat kelompok yaitu,

65 a. Alat mainan utama yang merupakan bahan utama yang akan dibentuk oleh anak. b. Rincian bagian alat permaian yang merupakan bagian-bagian potongan kecil dari alat permainan utama. c. Bagian asesoris merupakan rincian bagian lain yang bersifat sebagai pelengkap. Bagian ini diwakili oleh warna, striping dll. d. Alat permainan tambahan, merupakan alat permainan yang tidak dirancang secara khusus dalam bagian alat mainan utama. Alat ini dapat ditemui anak di lingkungan TK ataupun alat mainan yang telah disediakan secara terpisah. 2. Kreativitas Kajian kreativitas jika dirunutkan hampir semuanya berawal dari beberapa contoh definisi kemampuan berfikir secara divergen. Berawal dari pemikiran tersebut, penelitian dikhususkan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kreativitas anak dari segi kemampuan anak untuk berfikir fleksibel, kemampuan anak untuk berfikir elaboratif, dan juga kemampuan anak untuk dapat menghadirkan dan mengkonstruksi karyanya secara orijinal dan unik. 3. Kemampuan komunikasi Pada penelitian yang dilakukan, rancangan kemampuan komunikasi yang hendak dikembangkan tidak hanya terbatas pada kegiatan tanya-jawab yang dilakukan oleh anak. Kemampuan komunikasi yang dikembangkan melingkupi kemampuan anak untuk memberikan sikap afirmatif, berdiskusi, serta menghargai temannya yang dirancang dalam kelompok kecil.

66 4. Model pengembangan kreativitastreffinger. Model pengembangan kreativitas ini merupakan model pengembangan yang cukup lengkap dimana anak tidak hanya dipicu dari segi kognitifnya saja tapi juga dari segi afektif. Selain itu, beberapa langkah penerapan yang ada mirip dengan project-based play. Pada Munandar (2009:172) menguraikan pengembangan kreativitas melalui model ini meliputi tiga tahap pengembangan, a. Pengembangan Tingkat I, berkisar pada pembangunan kemampuan berfikir divergen. Stimulasi tidak hanya dilakukan pada sisi kognitifnya saja tapi juga mencoba memberikan dorongan agar segi afektif anak dapat tergerak dan memberikan termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan yang kita programkan. b. Pengembangan Tingkat II, merupakan penerapan lanjutan dari hasil pemikiran divergen yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini anak mencoba untuk melakukan analisa, evaluasi dan pengandaian dari ide sebelumnya. c. Pengembangan Tingkat III, anak diberi kesempatan untuk berhadapan langsung dengan masalah kongkrit yang membutuhkan pemecahan masalah.

67 D. Variable Penelitian Penelitian ini melibatkan beberapa unsur variable yang terdiri dari variable bebas dan variable terikat. Variable yang menjadi variable bebas atau patokan utama dalam penelitian ini adalah beragam permainan konstruktif yang dirancang untuk meningkatkan unsure yang terdapat pada variable terikat. Sedangkan variabel yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan kreatif anak usia dini beserta kemampuan komunikasi anak. a. Variable Bebas (X), merupakan metode bermain konstruktif b. Variable Terikat (Y1), Peningkatan kemampuan kreatif anak. c. Variable Terikat (Y2), Peningkatan kemampuan komunikasi anak. E. Teknik Pengumpulan Data Populasi yang diambil pada penelitian ini terdiri dari semua siswa kelas TK Sejahtera Ujungberung, Bandung yang rata-rata umurnya sekitar 5-6 tahun baik itu anak laki-laki maupun perempuan. Semua siswa tadi kemudian dibagi kedalam dua kelompok, yang kemudian diberikan perlakuan berbeda. Kelompok pertama melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan menerapkan metode bermain konstruktif melalui media sini sedangakan kelompok ke dua, melakukan kegiatan belajar-mengajar seperti apa yang telah dilakukan sebelumnya. Sebelum penelitian dimulai, akan dilakukan uji coba instrument penelitian dengan tujuan untuk menguji kelayakan instrument yang akan digunakan. Instrument tadi terdiri dari beberapa materi kegiatan yang berkaitan dengan kreatif dan kemampuan komunikasi anak. Setelah dilakukan uji coba instrument, anak akan diberikan tes awal untuk melihat kemampuan awal anak sebelum diberikan tindakan. Sedangkan untuk pelaksanaanya, penelitian ini direncanakan akan dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan dan setelah itu akan diberikan tes akhir untuk mengukur kemampuan anak setelah diberikan tindakan. Untuk memenuhi kebutuhan penelitian, akan dilakukan pengumpulan data melalui beberapa teknik evaluasi berupa tes dan non-tes seperti berikut ini

68 a. Tes Performance Untuk mengumpulkan data yang diperlukan, akan dilakukan tes kemampuan komunikasi dan kemampuan kreatif anak dengan menggunakan membuat beberapa karya dan kegiatan seni rupa yang sesuai dalam kerangka pembelajaran di PAUD melalui tes penampilan anak dalam selama melakukan permainan konstruktif. TABEL 1.2. KISI-KISI KEMAMPUAN KREATIF ANAK USIA DINI No Variable Sub-variable Indikator Tes Responden Item 1. Kemampu an kreatif (daya fikir/cipta) 1.Dapat menciptakan berbagai bentuk dengan menggunaka n berbagai benda. 2. Menciptakan suatu bentuk dari kepingankepingan bentuk geometris atau bentuk lainnya. 3. Menyusun kembali kepingan menjadi bentuk utuh atau bentuk baru. 1. Memodifikasi Alat mainan utama. 2. Memodifikasi rincian bentuk. 3. Memodifikasi asesoris mainan. 4. Memodifikasi alat tambahan 1. Memodifikasi Alat mainan utama. 2. Memodifikasi rincian bentuk. 3. Memodifikasi asesoris mainan. 4. Memodifikasi alat tambahan 1. Memodifikasi Alat mainan utama. 2. Memodifikasi rincian bentuk. 3. Memodifikasi asesoris mainan Tes Anak TK 1 Tes Anak TK 1 sampai 16 sampai 16 Tes Anak TK 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12

69 b. Observasi Observasi dilakukan untuk melihat kemampuan komunikasi anak dengan cara mengobservasi secara sistematis kemunculan prilaku dan kemampuan anak yang menunjang pada kemampuan kreatif anak selama melakukan permainan konstruktif. Sub variable TABEL 1.2. KISI-KISI KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK USIA DINI Indikator Reaksi Menyetujui positif Memberikan semangat kepada temannya. Memberikan semangat kepada temannya secara non-verbal Memberikan persetujuan terhadap ide-upaya teman Memberikan persetujuan terhadap ide-upaya teman secara non-verbal Menunjukan kepedulian terhadap kesulitan yang dialami temannya Menunjukan kepedulian terhadap kesulitan yang dialami temannya secara non-verbal Pertanyaan Meminta Informasi Meminta informasi tentang apa saja yang harus dibongkar dari objek mainan Meminta informasi tentang apa saja yang harus dimodifikasi. Teknik pengumpulan data Observasi Observasi Keterangan Ya Tidak

70 Jawaban Meminta informasi tentang pemasangan benda maian Meminta informasi tentang penempatan rincian tambahan dari objek maian. Memberi Informasi Memberi Informasi tentang apa saja yang harus dibongkar dari objek mainan Memberi Informasi tentang apa saja yang harus dimodifikasi. Memberi Informasi tentang penempatan dan memasangkan Memberi Informasi tentang penempatan rincian tambahan dari benda mainan. Observasi c. Dokumentasi Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui cara dokumentasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan bukti konkrit dari penelitian yang dilakukan. Dokumentasi yang dilakukan dapat menggunakan beberapa cara seperti photo, video dan catatan dokumen lainnya terkait garis besar penelitian yang dilakukan.

71 F. Teknik Analisis Data Ragam data yang diperoleh untuk keperluan penafsiran dalam penelitian diolah secara kuantitatif. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, dilakukan juga uji normalitas dan homogenitas dengan menggunakan berdasarkan pada teknik Smirnov-Kolmogrof dan Uji variansi berdasarkan pada Independent T- Test sample, serta Paired T-Test sampel untuk mengetahui perkembangan yang dialami anak dari awal menjalani pre-test dan perubahan yang mereka tunjukan pada data yang didapat dari hasil post-test dengan menggunakan SPSS 18.0 dan MS-Excel. a. Penyusunan Alat Tes Instrumen peneitian terdiri dari tes kemampuan kreativitas dan komunikasi yang digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian kemampuan anak sebelum dan sesudah tindakan. Tes bertujuan mendapatkan gambaran signifikansi perbedaan hasil belajar pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tes yang digunakan disusun berdasarkan pada kisi-kisi yang terdapat pada kurikulum pendidikan anak usia dini yang berlaku. Alat tes yang dirancang akan di uji validitas dan realibilitasnya sebelum digunakan untuk melihat kemampuan dan ketepatan pengukuran terhadap perkembangan kemampuan kreatif dan komunikasi anak. Validitas instrument terdiri dari validitas teoritis yang hanya berdasarkan pada pertimbangan logika dari para ahli yang bersangkutan meliputi, validitas umum, validitas isi, yang digunakan untuk mencocokan tiap butir tes dengan kisi-kisi yang disusun berdasarkan standar isi yang berlaku. Kejelasan bahasa dan validitas empiris atau validitas kriteria, untuk menghitung koefisien korelasi antara tes uji dengan tes lain sebagai kriteria standarnya. b. Uji coba alat tes Uji coba akan dilakukan anak-anak TK kelas B di TK Sejahtera Ujungberung. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui koefisien korelasi

72 skor hasil tes uji dengan tes penelitian, koefisien reliabilitas, koefisien korelasi tiap butir dengan skor total, daya pembeda, tingkat kesukaran dan efektivitasnya. c. Analisis hasil Uji coba Analisis hasil uji coba dilakukan untuk mengetahui kualitas tes uji coba yang akan digunakan, yang meliputi, 1. Analisis Validitas Tes Uji validitas dilakukan untuk mengukur sampai sejauh mana validitas suatu instrument yang akan diterapkan dalam penelitian. Instrumen yang baik seharusnya memiliki nilai validitas yang tinggi, dan sebaliknya jika instrument tersebut memiliki nilai yang rendah maka dapat dikatakan instrument tersebut memiliki tingkat validitas yang rendah. Uji validitas akan dilakukan dengan menggunakan program SPSS, dengan kriteria validitas seperti, rxy = { }{ } N = Jumlah Subjek Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment (pearson) dengan angka kasar, kriteria untuk menafsirkan koefisien korelasi: 0,800 1, 00 = Sangat Tinggi 0, 600 0, 800 = Tinggi 0, 400 0, 600 = Cukup 0, 200 0, 400 = rendah 0,00 0, 200 = sangat rendah (Arikunto, 2002 : 78)

73 2. Analisis Reablilitas Tes Rumus untuk menghitung koefisien reliabilitas instrument dengan menggunakan Cronbach Alpha adalah sebagai berikut: Keterangan; Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna Jika alpha antara 0,70 0,90 maka reliabilitas tinggi Jika alpha antara 0,50 0,70 maka reliabilitas moderat Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah (Sutanto, 2012)