BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 LANDASAN TEORI. beberapa yang digunakan saja yang akan dibahas. bahasa dimana kata-kata dan aturannya berfokus pada penggambaran sistem

BAB III ANALISIS PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 METODOLOGI 3.1 Analisis Permasalahan Wawancara Dengan Pakar

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. mengetahui penyakit yang diderita. - Pasien kesulitan jika ingin mencari racikan obat tradisional

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

SISTEM PAKAR ANALISA PERMASALAHAN MESIN BAGI SEPEDA MOTOR BEBEK 4TAK SISTEM CDI (NON PLATINA) BERBASIS WEB

IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR PENDETEKSIAN JENIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR HONDA MATIC DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

APLIKASI DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR BEBEK 4 TAK DENGAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN PADA MOBIL TOYOTA DENGAN BEST FIRST SEARCH BERBASIS WAP

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

Sistem Pakar untuk Mendeteksi Kerusakan Sepeda Motor Berbasis Android

LAMPIRAN A Pohon Keputusan

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Sistem Berbasis Pengetahuan. Program Studi Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Diagnosa Kerusakan Mobil Suzuki Carry Dengan Metode Forward Chaining

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pendahuluan

Lampiran 1 Pohon Keputusan

Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses. deteksi adanya viskositas darah dalam tubuh adalah sebagai berikut :

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. 125 pada tahun 2005 untuk menggantikan Honda Karisma. Honda Supra X

PERAWATAN FORKLIFT FD20ST-3

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR NON MATIC

Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Kerusakan Mobil Isuzu Panther Menggunakan Metode Backward Chaining Berbasis Android

DAFTAR ISI. Abstraksi... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Gambar... Daftar Lampiran... BAB I PENDAHULUAN...

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM PAKAR ANALISA KERUSAKAN KOMPONEN MESIN PADA MOBIL NISSAN GRAND LIVINA. Dosen Pengampu : Betha Nurina Sari, M. Kom.

Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya), Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian)

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM


SISTEM PAKAR DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE BASE MENGGUNAKAN PROBABILITAS BAYES DAN MESIN INFERENSI FORWARD CHAINING

BAB 1 PENDAHULUAN. Keunggulan manusia dibanding makhluk lainnya terletak pada kecerdasannya.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TIPS MUDIK DARI YAMAHA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR DENGAN METODE FORWARD CHAINING UNTUK MENDIAGNOSIS GEJALA KERUSAKAN PADA MOTOR MATIC TUGAS AKHIR

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

REPRESENTASI PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) BERBASIS RULE (RULE-BASED) DALAM MENGANALISA KEKURANGAN VITAMIN PADA TUBUH MANUSIA

BAB II LANDASAN TEORI. tubuh. Bagi tubuh, kulit mempunyai fungsi yang sangat penting dan fungsi ini

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Untuk menghasilkan aplikasi sistem pakar yang baik diperlukan

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN. Studi Literatur. Penyediaan Alat dan Bahan. Perancangan Prototipe sistem rem dan geometri roda

SISTEM PAKAR KERUSAKAN SEPEDA MOTOR 4T (STROKE) DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan

overacting dan menyerang organ tubuh sendiri. Lupus juga mengenai banyak organ tubuh dan memiliki gejala klinis yang sangat bervariasi sehingga dikena

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, dempster shafer.

BAB I PENDAHULUAN. Kendaraan adalah alat trasportasi yang di ciptakan oleh manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. cara berpikir manusia yang disebut sebagai artificial intelligence atau lebih

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Mobil Toyota Kijang LSX Menggunakan Metode Forward Chaining

PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN PADA KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN PENDEKATAN PROBABILITAS BAYES

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan perangkat mobile saat ini, sehingga perangkat mobile semakin

APLIKASI SISTEM PAKAR DETEKSI KERUSAKAN MOTOR MATIC MENGGUNAKAN METODE FOWARD CHAINING. Agustan Latif

UKDW BAB I PENDAHULUAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. kesempatan- kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK

1. EMISI GAS BUANG EURO2

DIAGNOSA PENYAKIT TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN (THT) PADA ANAK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE ANDROID

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sangatlah pesat, ini dapat dilihat dari kemunculan berbagai aplikasi-aplikasi yang

Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: XX/XX/XXXX

TUGAS KELOMPOK SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN PADA MESIN KENDARAAN BERMOTOR

APLIKASI ANALISA MASALAH MESIN MOTOR BEBEK MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN PADA KENDARAN SEPEDA MOTOR MATIC

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nicholas Cugnot Kart Benz

1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH )

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. salah satu cabang dari AI yang membuat pengguna secara luas knowledge. pakar dengan sebuah sistem pakar antara lain (Tabel 1):

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Pemasalahan Tingkat kecelakaan mobil yang semakin banyak terjadi di Indonesia sudah pasti memberikan kerugian secara materi maupun non-materi kepada pihak-pihak yang mengalaminya. Hal itu disebabkan berbagai macam faktor seperti human error dan tidak luput juga kondisi mobil yang kurang perawatan ditengarai menjadi faktor utama penyebab kecelakaan. Sebagai contoh, kecelakaan bus di sekitaran Taman Safari, Puncak beberapa waktu lalu yang dikarenakan sistem pengereman tidak bekerja dengan baik sehingga menyebabkan banyak kerugian. Kerusakan pada mobil seperti rem blong merupakan kerusakan yang berakibat sangat fatal, bukan tidak mungkin jika nyawa menjadi taruhannya. Kondisi bengkel yang sering penuh dengan antrian membuat pengguna mobil malas membawa mobilnya ke bengkel untuk perawatan mengingat kesibukan yang terjadi di masyarakat. Penelitian dan pengembangan sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada mobil dapat dijadikan suatu solusi yang baik mengingat permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pengguna mobil. Dengan menyerap kemampuan dari seorang pakar di bidang kerusakan mobil dan menyimpannya ke dalam suatu basis pengetahuan lalu mengaplikasikannya ke dalam program komputer maka kepakarannya itu dapat digunakan setiap orang yang memiliki sistem pakar ini. Hal ini tentu saja menguntungkan dari segi efisiensi waktu dan efektivitas kerja. 37

38 Metode perhitungan bayes juga diterapkan pada sistem pakar ini untuk menghitung nilai kemungkinan yang terjadi dari setiap gejala kerusakan yang ditunjukan oleh mobil. Dengan adanya nilai kemungkinan akhir dari gejala-gejala yang ada diharapkan pengguna sistem pakar ini dapat mengambil keputusan yang terbaik dari solusi yang ditawarkan sistem pakar ini. Sistem pakar dirancang dan diaplikasikan hanya dalam ruang lingkup yang sempit karena kepakaran itu hanya dalam hal tertentu saja dan tidak bisa menangani hal yang bersifat umum (Giarratano dan Riley, 2005: p5). Dengan mengambil ruang lingkup kerusakan yang terjadi pada mobil dan didukung datadata spesifik mengenai ruang lingkup ini, yang bertujuan agar sistem pakar ini dapat bekerja secara optimal dan memberikan solusi yang akurat. 3.1.1 Wawancara Dengan Pakar Pada penelitian dan pengembangan sistem pakar ini, terlebih dahulu dilakukan wawancara dengan seorang pakar bernama bapak Gito Wardhono. Beliau adalah seorang ahli di bidang kerusakan mobil yang sudah banyak menangani permasalahan-permasalahan pada mobil. Dalam wawancara ini, kami membahas mengenai kerusakan-kerusakan yang terjadi di mobil berdasarkan gejala-gejala yang ada, dan juga nilai-nilai kemungkinan dari setiap gejala yang timbul terhadap bagian-bagian tertentu yang menjadi peyebab kerusakan mobil. 3.1.2 Analisis Kuesioner Analisis kusioner dilakukan untuk mengetahui prosentase kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan sistem pakar ini. Kuesioner ini disebarkan ke 20

39 orang pengguna mobil yang ada di Jakarta. Adapun hasil kuesioner tersebut dapat dilihat dibawah ini : 1. Dalam beraktifitas sehari-hari seberapa sering anda menggunakan mobil? a) 1-2 kali seminggu b) 3-5 kali seminggu c) 6-7 kali seminggu Gambar 3.1 Diagram Jawaban Survei 1 2. Sudah berapa lama anda memiliki mobil yang dipakai sekarang? a) < 2 tahun b) 2-5 tahun c) > 5 tahun Gambar 3.2 Diagram Jawaban Survei 2

40 3. Apakah anda sering merasakan adanya gejala kerusakan yang tidak terduga selama perjalanan? a) Ya, sering b) Jarang c) Tidak pernah Gambar 3.3 Diagram Jawaban Survei 3 4. Jika mobil anda rusak apakah langsung dibawa ke bengkel? o Ya, langsung o Tidak, nanti saja kalau saya tidak malas Gambar 3.4 Diagram Jawaban Survei 4

41 5. Apakah anda merasa bahwa ke bengkel memakan waktu yang lama hanya untuk mendiagnosa kerusakan mobil anda? a) Ya, sangat lama b) Ya, cukup lama c) Tidak, cukup cepat Gambar 3.5 Diagram Jawaban Survei 5 6. Pernahkah bengkel yang anda datangi melakukan kesalahan diagnosa terhadap kerusakan mobil anda? a) Ya, pernah b) Tidak pernah Gambar 3.6 Diagram Jawaban Survei 6

42 7. Menurut anda apakah sudah tersedia alat bantu yang menunjang untuk mendeteksi kerusakan pada mobil? a) Sudah b) Belum Gambar 3.7 Diagram Jawaban Survei 7 8. Menurut anda perlukah alat yang bisa memprediksi kerusakan mobil? a) Ya, perlu b) Tidak perlu Gambar 3.8 Diagram Jawaban Survei 8

43 9. Jika perlu, dalam bentuk apa alat bantu tersebut? a) Software b) Hardware Gambar 3.9 Diagram Jawaban Survei 9 10. Jika perlu, apakah sistem pakar cocok diterapkan disini? a) Ya, sangat cocok b) Saya tidak tau apa itu sistem pakar c) Tidak perlu Gambar 3.10 Diagram Jawaban Survei 10

44 3.2 Solusi yang Diusulkan Dari analisis permasalahan yang ada, maka kami mengusulkan merancang suatu sistem yang dapat mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada mobil dengan menyerap ilmu-ilmu dari seorang pakar di bidang ini lalu memasukannya kedalam basis pengetahuan dan terakhir mengaplikasikannya kedalam suatu program komputer. Sistem yang dibangun ini merupakan suatu sistem yang berbasis sistem pakar yang bertujuan untuk mendiagnosa kerusakan pada mobil dan membantu pengguna aplikasi ini untuk mengambil keputusan untuk melakukan perbaikan pada mobilnya berdasarkan nilai kemungkinan yang didapat dari perhitungan probabillitas bayes. 3.2.1 Akuisisi Pengetahuan Untuk mengembangkan sistem pakar ini, perlu terlebih dahulu menyerap kemampuan dari seorang pakar. Untuk itu kami melakukan wawancara dengan seorang pakar bernama bapak Gito Wardhono yang masih bekerja di perusahaan X. Beliau adalah seorang ahli di bidang kerusakan mobil yang sudah banyak menangani permasalahan-permasalahan pada mobil. Kami juga melakukan studi literatur untuk melengkapi informasi dan data yang dibutuhkan. 3.2.2 Representasi Pengetahuan Dalam pengembangan aplikasi sistem pakar ini, maka perlu dijelaskan mengenai hubungan antara kerusakan pada mobil dengan gejala-gejala yang menyertainya. Oleh karena itu, maka dibuatlah tabel yang menerangkan hubungan kerusakan mobil dengan gejalanya dan juga nilai kemungkinan dari setiap gejala yang ada untuk menyatakan peluang kerusakan ada pada bagian yang dimaksud

45 sehingga sistem pakar yang sedang dibangun ini bisa memberikan gambaran yang terbaik dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut disajikan dalam tabel 3.1 Tabel 3.1 Tabel Gejala Kerusakan dan Nilai Kemungkinannya. Kerusakan Gejala Nilai Kemungkian Fuel pump (p =0.5) - Mobil sukar menyala 0.7 - mesin tiba-tiba mati 0.2 Injector atau Karburator (p=0.33) - kinerja mesin berkurang 0.4 - mesin tiba-tiba mati 0.2 - mesin sukar menyala 0.7 Mesin knocking/ngelitik (p=0.33) - Terdapat bunyi ngelitik dari mesin 0.8 - Bbm boros 0.5 - kinerja mesin berkurang 0.4 Oli bocor (p=0.33) - ada rembesan oli 0.9 - indikator oli menyala 0.8 - suara mesin tidak stabil 0.4 Radiator (p=0.33) - mesin panas 0.9 - air di tabung reservoir berkurang 0.5 - air di radiator berkurang 0.6 Thermostat (p=0.5) - mesin dingin walau sudah berjalan jauh 0.8 - kinerja mesin berkurang 0.4 Selang radiator (p=0.33) - mesin panas 0.9 - Air di radiator berkurang 0.6

46 - Ada rembesan air di kolong mobil 0.5 Tutup radiator (p=0.33) - mesin panas 0.9 - Air di radiator berkurang 0.6 - Air di tabung reservoir melebihi 0.5 Kipas Radiator (p=0.5) batas penuh - Mesin bertambah panas saat mobil dalam keadaan macet (stationer) 0.9 Booster rem (p=0.5) - rem tidak pakem 0.5 - rem perlu diinjak dalam agar mobil 0.6 Sepatu rem (p=0.5) Master Rem (p=0.5) berhenti - timbul bunyi berdecit saat pedal rem ditekan -Terdapat perbedaan tekanan saat menginjak pedal yang pertama dengan yang kedua 0.7 0.8 - Rem tidak pakem 0.5 Shockbreaker (p=0.25) - terdapat suara gemuruh saat mobil melaju - mobil berayun saat melewati polisi tidur - terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak 0.2 0.4 0.8 - Mobil tidak dapat menampung 0.7

47 Bearing (p=0.5) Tie Rod (p=0.5) beban banyak - terdapat suara gemuruh saat mobil melaju - mobil tidak berayun saat melewati polisi tidur - ketika membelokan setir terdengar bunyi kasar 0.2 0.6 0.7 Velg (p=0.5) - setir mobil terasa goyang 0.9 Bushing Stabilizer (p=0.5) Plat Kopling (p=0.33) - setir suka membelok dengan sendirinya - gigi tidak bisa masuk saat mesin menyala 0.4 0.7 - Pedal kopling masih ada tekanan 0.2 - masih terdapat minyak transmisi 0.6 Laher Kopling (p=0.5) Master kopling (p=0.33) pada master kopling - saat pedal kopling diinjak mengeluarkan suara seperti besi beradu - pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak 0.8 0.7 - tidak terdapat minyak transmisi 0.4 - gigi tidak bisa masuk saat mesin 0.7 menyala

48 Baterai/Accu (p=0.33) - Mesin sukar menyala 0.7 - lampu redup/mati tiba-tiba 0.4 - suara klakson melemah 0.6 Perkabelan (p=0.5) - bagian-bagian kelistrikan lainnya tidak berfungsi normal 0.8 Dinamo Starter (p=0.5) - mesin sukar menyalak 0.7 - jika mesin sudah menyala lalu 0.6 dimatikan, maka sukar untuk menyala kembali. 3.3 Perancangan Sistem Perancangan sistem pakar ini akan dibagi menjadi beberapa subsistem yaitu : 1. Perancangan Use Case Diagram 2. Perancangan Sequence Diagram 3. Perancangan Class Diagram 4. Perancangan Basis Pengetahuan 5. Perancangan Bayes 6. Perancangan Antarmuka 3.3.1 Perancangan Use Case Diagram Diagram use case yang digunakan pada sistem pakar diagnosa kerusakan pada mobil terdiri dari dua aktor, yaitu pengguna sistem pakar ini dan program itu sendiri.

49 Gambar 3.11 Use Case Diagram 3.3.1.1 Definisi Aktor Berikut adalah table definisi aktor yang menjelaskan siapa saja yang terlibat di dalamnya Tabel 3.2 Definisi Aktor No Aktor Deskripsi 1. Pemilik Kendaraan (pengguna) Pemilik kendaraan (pengguna) adalah orang yang menggunakan aplikasi sistem

50 pakar ini dimana ia akan memilih gejala apa yang dialaminya yang disediakan oleh sistem pakar yang sedang dibuat. 2. Program Program disini bertindak sebagai penjelas dari jalannya aplikasi ini dari awal gejala di pilih pengguna sampai hasil diagnosa sistem pakar keluar. 3.3.1.2 Definisi Use Case Berikut adalah definisi use case yang menjelaskan apasaja yang dilakukan oleh sistem Tabel 3.3 Definisi Use Case No Use Case Deskripsi 1. Pengolahan Data Gejala Use Case Pengolahan Data dan gejala adalah use case yang dilakukan oleh pengguna saat memillih gejala dan dilakukan oleh program saat gejala dipilih. 2. Pengolahan Data Kerusakan Use Case Pengolahan Data Kerusakan dilakukan oleh program untuk mengolah data dan informasi kerusakan 3. Pengolahan Knowledge Use Case ini dilakukan oleh

51 Base (Basis Aturan) program untuk mengolah basis pengetahuan 4. Diagnosa Use Case Diagnosa adalah Use Case yang dilakukan oleh pengguna saat memperoleh hasil diagnosa dan program saat mengolah hasil diagnosa sistem pakar 3.3.2 Perancangan Sequence Diagram Gambar 3.12 Sequence Diagram Pengguna yang akan melakukan diagnosa kerusakan mobil akan memasukan gejala yang akan diolah oleh basis aturan. Setelah itu basis aturan akan memberikan informasi kerusakannya dan nilai kemungkinan kebenaran hasil diagnosa sistem pakar kepada pengguna.

52 3.3.3 Perancangan Class Diagram Gambar 3.13 Class Diagram 3.3.4 Perancangan Basis Pengetahuan Dalam membangun suatu sistem pakar ini, perlu dilakukan pembuatan basis pengetahuan dan mesin inferensi. Basis pengetahuan merupakan sekumpulan dari pengetahuan yang dihubungkan dengan suatu permasalahan yang digunakan dalam sistem kecerdasan buatan. Basis pengetahuan berisi kaidah-kaidah yang akan

53 digunakan untuk penarikan kesimpulan. Dalam perancangan basis pengetahuan ini digunakan kaidah produksi sebagai sarana untuk representasi pengetahuan. Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk pernyataan JIKA [premis] MAKA [konklusi]. Pada perancangan basis pengetahuan sistem pakar ini premis adalah gejala-gejala yang terjadi pada mobil dan konklusi adalah kerusakan yang terjadi pada mobil, sehingga bentuk pernyataannya adalah JIKA [gejala] MAKA [kerusakan]. Bagian premis dalam aturan produksi dapat memiliki lebih dari satu proposisi yaitu berarti pada sistem pakar dengan domain ini dalam satu kaidah dapat memiliki lebih dari satu gejala. Gejala-gejala tersebut dihubungkan dengan menggunakan operator logika DAN. Bentuk pernyatannya adalah : JIKA [gejala 1] DAN [gejala 2] DAN [gejala 3] MAKA [kerusakan] Adapun contoh beberapa kaidah produksi untuk kerusakan mobil adalah sebagai berikut : Kaidah 1 : JIKA Mobil sukar menyala tetapi tidak terdengar lemah MAKA Fuel Pump rusak Kaidah 2 : JIKA Mobil sukar menyala tetapi tidak terdengar lemah DAN Mesin tiba-tiba mati MAKA Fuel Pump rusak Kaidah 3 :

54 JIKA Mesin tiba-tiba mati MAKA Fuel Pump rusak Kaidah 4 : JIKA Mobil sukar menyala tetapi tidak terdengar lemah DAN kinerja mesin berkurang MAKA Injector atau Karburator rusak Kaidah 5 : JIKA Mesin mati tiba-tiba DAN kinerja mesin berkurang MAKA Injector atau Karburator rusak Kaidah 6 : JIKA kinerja mesin berkurang MAKA Injector atau Karburator rusak Kaidah 7 : JIKA Mobil sukar menyala tetapi tidak terdengar lemah DAN Mesin tiba-tiba mati DAN kinerja mesin berkurang MAKA Injector atau Karburator rusak Kaidah 8 : JIKA Terdapat bunyi ngelitik dari mesin MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 9 : JIKA Terdapat bunyi ngelitik dari mesin

55 DAN BBM boros MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 10 : JIKA Kinerja mesin berkurang DAN BBM boros MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 11 : JIKA BBM boros MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 12 : JIKA Terdapat bunyi ngelitik dari mesin DAN BBM boros DAN Kinerja mesin berkurang MAKA Mesin Knocking/Ngelitik Kaidah 13 : JIKA Indikator oli menyala MAKA Oli Bocor Kaidah 14 : JIKA Indikator oli menyala DAN Ada rembesan oli MAKA Oli Bocor Kaidah 15 : JIKA Indikator oli menyala

56 DAN Suara mesin kasar MAKA Oli Bocor Kaidah 16 : JIKA Ada rembesan oli DAN Suara mesin kasar MAKA Oli Bocor Kaidah 17 : JIKA Ada rembesan oli MAKA Oli Bocor Kaidah 18: JIKA Suara mesin kasar MAKA Oli Bocor Kaidah 19 : JIKA Indikator oli menyala DAN Ada rembesan oli DAN Suara mesin kasar MAKA Oli Bocor Kaidah 20 : JIKA Mesin panas MAKA Radiator rusak Kaidah 21 : JIKA Mesin panas DAN Air di radiator berkurang MAKA Radiator rusak

57 Kaidah 22 : JIKA Mesin panas DAN Air di reservoir berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 23 : JIKA Air di radiator berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 24 : JIKA Air di radiator berkurang DAN Air di reservoir berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 25 : JIKA Air di reservoir berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 26 : JIKA Mesin panas DAN Air di radiator berkurang DAN Air di reservoir berkurang MAKA Radiator rusak Kaidah 27 : JIKA Mesin tetap dingin walau sudah berjalan jauh MAKA Thermostat rusak Kaidah 28 : JIKA Kinerja mesin berkurang

58 MAKA Thermostat rusak Kaidah 29 : JIKA Mesin tetap dingin walau sudah berjalan jauh DAN Kinerja mesin berkurang MAKA Thermostat rusak Kaidah 28 : JIKA Air di radiator selalu berkurang MAKA Selang Radiator bocor Kaidah 29 : JIKA Terdapat rembesan air di kolong mobil MAKA Selang Radiator bocor Kaidah 30 : JIKA Air di radiator selalu berkurang DAN Terdapat rembesan air di kolong mobil MAKA Selang Radiator bocor Kaidah 31 : JIKA Mesin panas DAN Air di tabung reservoir terisi penuh MAKA Tutup radiator rusak Kaidah 32 : JIKA Air di radiator berkurang DAN Air di tabung reservoir terisi penuh MAKA Tutup radiator rusak Kaidah 33 :

59 JIKA Air di tabung reservoir terisi penuh MAKA Tutup radiator rusak Kaidah 34 : JIKA Mesin panas DAN Air di radiator berkurang DAN Air di tabung reservoir terisi penuh MAKA Tutup radiator rusak Kaidah 35 : JIKA Mesin menjadi panas saat macet MAKA Kipas Radiator rusak Kaidah 36 : JIKA Rem tidak pakem MAKA Booster Rem rusak Kaidah 37 : JIKA Rem perlu diinjak dalam agar mobil berhenti MAKA Booster Rem rusak Kaidah 38 : JIKA Rem tidak pakem DAN Rem perlu diinjak dalam agar mobil berhenti MAKA Booster Rem rusak Kaidah 39 : JIKA Timbul bunyi berdecit saat direm MAKA Sepatu Rem sudah aus Kaidah 40:

60 JIKA Terdapat perbedaan tekanan saat injakan pedal rem pertama dengan kedua MAKA Master Rem rusak Kaidah 41 : JIKA Terdapat perbedaan tekanan saat injakan pedal rem pertama dengan kedua DAN Rem tidak pakem MAKA Master Rem rusak Kaidah 42 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju MAKA Bearing rusak Kaidah 43 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil berayun saat melewati polisi tidur MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 44 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 45 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak

61 MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 46 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 47 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 48 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 49 : JIKA Mobil berayun saat melewati polisi tidur MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 50 : JIKA Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 51 : JIKA Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak

62 MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 52 : JIKA Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 53 : JIKA Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 54 : JIKA Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 55 : JIKA Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 56 : JIKA Terdapat suara gemuruh saat mobil melaju DAN Mobil berayun saat melewati polisi tidur DAN Terdapat suara gluduk-gluduk saat melewati jalan rusak DAN Mobil tidak dapat menampung beban banyak MAKA Shockbreaker rusak Kaidah 57: JIKA Ketika membelokan setir terdengar bunyi kasar

63 MAKA Tie Rod rusak Kaidah 58 : JIKA Setir goyang MAKA Velg harus di balancing Kaidah 59 : JIKA Setir suka membelok dengan sendirinya MAKA Bushing Stabilizer rusak Kaidah 60 : JIKA Gigi sukar masuk saat mesin menyala MAKA Plat Kopling rusak Kaidah 61 : JIKA Gigi sukar masuk saat mesin menyala DAN Pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak MAKA Master Kopling rusak Kaidah 62 : JIKA Gigi sukar masuk saat mesin menyala DAN Tidak terdapat minyak transmisi MAKA Master Kopling rusak Kaidah 63 : JIKA Pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak MAKA Master Kopling rusak Kaidah 64 : JIKA Pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak DAN Tidak terdapat minyak transmisi

64 MAKA Master Kopling rusak Kaidah 65 : JIKA Tidak terdapat minyak transmisi MAKA Master Kopling rusak Kaidah 66 : JIKA Gigi sukar masuk saat mesin menyala DAN Pedal kopling tidak memberikan tekanan saat diinjak DAN Tidak terdapat minyak transmisi MAKA Master Kopling rusak Kaidah 67 : JIKA Pedal kopling saat diinjak mengeluarkan suara seperti besi beradu MAKA Laher Kopling rusak Kaidah 68: JIKA Mesin susah menyala dan terdengar lemh MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 69: JIKA Mesin susah dinyalakan DAN Lampu redup MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 70: JIKA Mesin susah dinyalakan DAN Suara klakson lemah MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 71:

65 JIKA Lampu redup MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 71: JIKA Lampu redup DAN Suara klakson lemah MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 71: JIKA Suara klakson lemah MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 72: JIKA Mesin susah dinyalakan DAN Lampu redup DAN Suara klakson lemah MAKA Baterai/Accu rusak Kaidah 73 : JIKA Saat mesin dimatikan lalu dinyalakan lagi mesin tidak mau menyala MAKA Dinamo Starter rusak Kaidah 74 : JIKA Mesin susah dinyalakan DAN Saat mesin dimatikan lalu dinyalakan lagi mesin tidak mau menyala MAKA Dinamo Starter rusak

66 3.3.5 Perancangan Bayes Untuk dapat memberikan suatu nilai kemungkinan bahwa solusi yang diberikan itu benar, maka sistem pakar ini juga dilengkapi dengan perhitungan probabilitas bayes. 3.3.6 Perancangan User Interface Dalam pembuatan sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada mobil, terdapat satu halaman utama dimana semua kegiatan yang terjadi pada proses diagnosa kerusakan mobil ada pada halaman tersebut. List gejala List gejala List gejala List gejala List gejala Hasil diagnosa Nilai Bayes Gambar 3.14 Rancangan User Interface 3.4 Pendekatan yang Digunakan 3.4.1 Perhitungan Dengan Teorema Bayes

67 Dimana : p(hi E ) adalah probabilitas hipotesis (Hi) benar jika diberikan evidence (fakta) E. p(e Hi) adalah probabilitas munculnya evidence (fakta) E jika diketahui hipotesis Hi benar. p(hi) adalah probabilitas hipotesis Hi tanpa memandang evidence (fakta) apapun. n adalah jumlah hipothesis yang mungkin Contoh 1: Jika sebuah mobil mengalami gejala mesin panas. Dan sistem pakar ini menghitung nila kemungkinan bahwa radiator yang rusak dengan cara : Kemungkinan mesin panas jika radiator yang rusak p(mesin panas radiator) = p(mp R) = 0.9 Kemungkinan terkena radiator tanpa memandang gejala apapun p(radiator) = p(r) = 0.33 Kemungkinan air di tabung reservoir berkurang jika radiator rusak p(air di tabung reservoir radiator) = p(aresk SR) = 0.5 Kemungkinan terkena selang radiator tanpa memandang gejala apapun p(radiator) = p(r) = 0.33 Kemungkinan air radiator berkurang jika radiator rusak

68 p(air radiator berkurang radiator) = p(aradk R) = 0.6 Kemungkinan tutup radiator rusak tanpa memandang gejala apapun p(radiator) = p(r) = 0.33 Kemungkinan radiator yang rusak karena mesin panas adalah : P(radiator mesin panas) = = = Angka ini memberi arti bahwa kerusakan di bagian radiator dengan keyakinan 0.45 dalam skala 0-1. Setelah pengamatan lebih lanjut, ternyata ditemukan gejala baru, yaitu air di tabung reservoir berkurang., maka perhitungannya menjadi : Kemungkinan radiator yang rusak karena mesin panas dan air di tabung reservoir berkurang adalah: P(radiator mesin panas, air di tabung radiator berkurang) = = = Dan setelah pengamatan yang lebih lanjut lagi, didapat gejala/bukti baru, yaitu air di radiator berkurang. Maka perhitungannya menjadi :

69 Kemungkinan radiator yang rusak karena mesin panas dan air di tabung reservoir berkurang dan air radiator berkurang adalah: P(radiator mesin panas, air di tabung reservoir berkurang, air di radiator berkurang) = = = Dengan melihat gejala-gejala yang ada dan dari hasil tersebut terlihat bahwa kerusakan memang benar terjadi pada bagian radiator. Hal ini memberikan tingkat kepercayaan bahwa bagian radiator yang rusak sebesar 100%.