RENCANA UMUM ENERGI DAERAH (RUED)

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEMATIKA PENYUSUNAN RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL, RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROVINSI, DAN RENCANA UMUM ENERGI DAERAH KABUPATEN/KOTA

Pengantar. i h a l a m a n

SISTEMATIKA PENYUSUNAN RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL, RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROVINSI, DAN RENCANA UMUM ENERGI DAERAH KABUPATEN/KOTA

PRE SI DEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENT ANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL

Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) di Indonesia : Fasilitasi Penyusunan RUED di Propinsi Riau dan Kalimantan Tengah

Rencana Kegiatan Pembinaan Penyusunan RUED

BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL

PERSIAPAN SUMATERA UTARA DALAM MENYUSUN RENCANA UMUM ENERGI DAERAH (RUED)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN ENERGI NASIONAL

2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 300,

BAB I PENDAHULUAN. manajemen baik dari sisi demand maupun sisi supply energi. Pada kondisi saat ini

BAB II PERENCANAAN KINERJA

PEDOMAN PENYUSUNAN RAD-GRK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Balangan

GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

Daya Mineral yang telah diupayakan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah pada periode sebelumnya.

DEWAN ENERGI NASIONAL RANCANGAN RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL

Bab I Pendahuluan. Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Strategi Sanitasi Kabupaten Malaka

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

1.1. Latar Belakang. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Mandailing Natal Tahun I - 1

LEMBARAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2014

STRATEGI SANITASI KOTA KAB. SIDENRENG RAPPANG

1.1 Latar Belakang I - 1. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2010

IMPLEMENTA IMPLEMENT S A I S IRENCANA RENCAN A AKSI AKSI NAS NA I S O I NA N L PENURU PENUR NA N N EMISI EMISI GAS RUMA M H H KACA

Ringkasan Eksekutif INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2009

Modul PENGENDALIAN DAN EVALUASI

ANALISIS PENERAPAN KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL TERHADAP PERMINTAAN ENERGI DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK LEAP

RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROVINSI (RUED-P) JAWA BARAT

1.1. Latar Belakang. Proses penyusunan dan penetapan Renstra SKPD tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada mekanisme perencanaan

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR SULAWESI TENGGARA

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN I Latar Belakang

PETA REGULASI KONSERVASI ENERGI

SURAKARTA KOTA BUDAYA, MANDIRI, MAJU, DAN SEJAHTERA.

Coffee Morning dengan Para Pemangku Kepentingan Sektor Ketenagalistrikan

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karawang Tahun merupakan tahap ketiga dari

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Pengantar

PEMERINTAH KABUPATEN MELAWI

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 185 TAHUN 2014 TENTANG PERCEPATAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL Berdasarkan PP KEN 79/2014

KEBIJAKAN PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK

KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN CILACAP TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROVINSI BENGKULU DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI BENGKULU

Pendahuluan. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAEAH KOTA BINJAI TAHUN LATAR BELAKANG

MEMASUKI ERA ENERGI BARU TERBARUKAN UNTUK KEDAULATAN ENERGI NASIONAL

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENGESAHAN RENCANA USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK (RUPTL) PT PLN (PERSERO)

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR BALI TANGGAL 25 MEI 2015 NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI BALI TAHUN 2016

Sambutan Endah Murniningtyas Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Balikpapan, Februari 2012

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBANGUNAN ENERGI

[ BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI ] 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN I - 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BADAN GEOLOGI PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN BAB I PENDAHULUAN

Pulau Ikonis Energi Terbarukan sebagai Pulau Percontohan Mandiri Energi Terbarukan di Indonesia

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA AKSI DAERAH PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAD-GRK)

Rangkuman visi, misi, tujuan, sasaran, dan arah penahapan sesuai yang telah ditetapkan.

BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUKAMARA (REVISI)

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

BAB 1 PENDAHULUAN LAPORAN AKHIR 1-1

RANCANGAN RENCANA INDUK RISET NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Plan), Rencana Kinerja (Performace Plan) serta Laporan Pertanggungjawaban

IKU Pemerintah Provinsi Jambi

Kebijakan Pemerintah Di Sektor Energi & Ketenagalistrikan

PP NO. 70/2009 TENTANG KONSERVASI ENERGI DAN MANAGER/AUDITOR ENERGI

PENDAHULUAN Latar Belakang 1-1

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Medan Tahun BAB 1 PENDAHULUAN

Transkripsi:

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA RENCANA AKSI PENYUSUNAN RENCANA UMUM ENERGI DAERAH (RUED) By: TIM P2RUED-P

Pedoman Penyusunan dan Petunjuk Teknis RUED Penjelasan

Pokok-Pokok Penyusunan RUED-P Landasan hukum Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. PP Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). PerPres Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). PerPres tentang RUEN Pemerintah provinsi menyusun rancangan RUED-P dengan mengacu pada RUEN Penyusunan RUED-P dilaksanakan oleh SKPD provinsi dengan menyertakan Pemerintah Pemkab/Pemkot Pemangku kepentingan lainnya

Pokok-Pokok Penyusunan RUED-P Rancangan RUED-P paling sedikit memuat: Kondisi energi saat ini dan masa mendatang. Penetapan visi, misi, tujuan dan sasaran energi daerah berupa target yang ditetapkan dan target yang akan dicapai. Kebijakan dan strategi pengelolaan energi daerah yang menjabarkan kebijakan, strategi, kelembagaan, instrument kebijakan, dan program pengembangan energi daerah RUED-P ditetapkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Provinsi.

Kondisi Energi Saat Ini Melakukan inventarisasi dan verifikasi data pengelolaan energi daerah saat ini (tahun dasar pemodelan) sesuai KEN dan RUEN, yang mencakup antara lain: Indikator sosial ekonomi: PDB menurut lapangan usaha, pendapatan per kapita, jumlah penduduk, jumlah tenaga kerja, jumlah kendaraan bermotor, tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan; Indikator energi: potensi dan pemanfaatan energi, bauran energi, rasio elektrifikasi, elastisitas energi, intensitas energi, pasokan dan kebutuhan energi, konsumsi energi per kapita, konsumsi listrik per kapita, dan cadangan energi; Indikator lingkungan: emisi CO2 per kapita dan emisi CO2 per PDB.

Kondisi Energi Masa Mendatang Berisikan proyeksi kondisi energi daerah di masa mendatang untuk mencapai target-target yang ditetapkan dalam KEN, RUEN, RUED-P atau RUED-Kabupaten/ Kota. Langkah-langkah simulasi pemodelan, sebagai berikut: Menyusun struktur model dengan 2 (dua) modul utama: Kebutuhan energi: rumah tangga, transportasi, industri, komersial, lainnya, dan non energi; Penyediaan energi: tenaga listrik, minyak dan gas bumi, batubara, dan energi baru dan energi terbarukan. Menyusun dan menetapkan asumsi dasar dan skenario: Asumsi dasar, meliputi: Pertumbuhan penduduk yang akan dicapai daerah dalam RUEN-P, dan RUED-Kabupaten/ Kota disesuaikan dengan target KEN; Pertumbuhan PDB yang akan dicapai daerah dalam RUED-P dan RUED Kabupaten/Kota disesuaikan dengan target KEN Skenario Dasar dan Skenario RUED-P atau RUED Kabupaten/Kota mengacu program yang ditetapkan dalam RUEN Menjalankan model dengan menggunakan perangkat lunak yang menerapkan metode dari atas ke bawah (top down) dan dari bawah ke atas (bottom up) dalam perencanaan energi.

Visi, Misi, Sasaran, dan Tujuan Energi Daerah Visi: Visi yang terdapat di dalam RUED-P atau RUED Kabupaten/Kota adalah terpenuhinya kebutuhan energi secara berkelanjutan, berkeadilan dan optimal dalam rangka mencapai ketahanan, sinergitas dengan daerah lain dan kemandirian energi daerah Misi: menjamin ketersediaan energi daerah memaksimalkan potensi daerah berupa sumber daya alam (terutama EBT) dan sumber daya manusia untuk mencapai kemandirian energi sinergitas infrastruktur energi antar wilayah Kabupaten/Kota/Provinsi meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan energi dengan harga terjangkau kepada seluruh masyarakat mengakselerasikan pemanfaatan energi baru, energi terbarukan, dan konservasi energi dengan mempertimbangkan keekonomiannya mengoptimalkan peningkatan nilai tambah penggunaan energi mendorong pengelolaan energi yang berwawasan lingkungan

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Energi Daerah Tujuan: Tujuan adalah untuk menyusun dan mengimplementasikan berbagai kebijakan, strategi dan program pengembangan energi untuk mencapai target-target yang ditetapkan dalam KEN, RUEN, RUED-P, atau RUED Kabupaten/Kota Sasaran: Sasaran adalah target-target yang harus dicapai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan di dalam KEN, RUEN, atau RUED-P, atau RUED Kabupaten/Kota

Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Energi Daerah Kebijakan: Menjabarkan hal-hal yang ditetapkan dan ditargetkan dalam KEN atau RUEN yang mencakup kebijakan utama maupun kebijakan pendukung energi daerah untuk mencapai target yang telah ditetapkan Strategi: Menjelaskan strategi sesuai dengan arah kebijakan daerah Kelembagaan: Pengelolaan energi daerah melibatkan instansi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing antara lain: Dinas ESDM, Bappeda, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian, Badan Lingkungan Hidup Daerah, Dinas Kehutanan, Dinas Perdagangan, BUMD dan Asosiasi Sektor Energi di daerah

Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Energi Daerah Instrumen Kebijakan: Instrumen kebijakan merupakan perangkat peraturan perundangundangan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang diperlukan terkait dengan pengelolaan energi yang ditetapkan RUEN, RUED-P, atau RUED Kabupaten/Kota Program Pengembangan: Program utama merupakan kegiatan utama pemerintah pusat/ daerah dan/ atau swasta nasional/asing untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif yang berskala besar. Program pendukung merupakan kegiatan/proyek pemerintah pusat/daerah dan/atau swasta nasional/asing yang berskala kecil.

Tahapan Penyusunan RUED-P

Persiapan

Hal-Hal Terkait Persiapan Tim penyusun RUED-P terdiri dari tim lintas satuan kerja oleh SKPD bidang energi, transportasi, industri, tata ruang, lingkungan hidup dan kehutanan, serta BPS, BUMN/BUMD energi dan Perguruan Tinggi dan Tim Teknis Penyusun RUED-P. Pembentukan tim ini ditunjuk melalui Surat Keputusan Gubernur atau surat keputusan lainnya yang bersifat mengikat. Kebutuhan tim berupa jumlah pertemuan, penambahan anggota tim serta beban kerja tim agar penyusunan RUED-P tepat waktu Para pemangku kepentingan sektor energi di daerah juga perlu diidentifikasi seperti para pakar energi, pelaku usaha, universitas serta asosiasi professional. Hal ini terkait dengan kemungkinan konsultasi atau permintaan data serta konsultasi publik. Perlu untuk melakukan inventarisasi dokumen perencanaan yang telah ada, agar RUED-P dapat sejalan dan sinergi dengan perencanaanperencanaan tersebut Jenis dokumen perencanaan yang dapat dikumpulkan antara lain: RPJP Daerah, RPJMD, Renstra SKPD, Rencana Tata Ruang Wilayah dan rencana-rencana lain yang relevan.

Pengumpulan, Pengolahan Data, Pemodelan dan Analisis Hasil

Pengumpulan dan Pengolahan Data Pengumpulan dan pengolahan data membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan. Pemerintah Pusat melalui Tim P2RUED-P akan memberikan bimbingan dan pendampingan Tim Penyusun RUED-P dalam pengumpulan dan pengolahan data. Untuk membantu tim teknis penyusun RUED-P Provinsi, Tim P2RUED-P menyiapkan starter kit berisi data dasar yang diperlukan untuk permodelan RUED-P dan struktur permodelan untuk masingmasing provinsi Secara umum data yang diperlukan adalah Data social ekonomi (statistic BPS) Data produksi dan konsumsi energy (Pertamina, PLN, PGN, dll) Data potensi sumber daya energy (ESDM Pusat, Provinsi, Kabupaten) Renstra, Roadmap, rencana pengembangan kapasitas, dll

Pemodelan Pemodelan energi atau pemodelan sistem energi adalah proses membangun model komputer dari sistem energi untuk menganalisis system energy tersebut.

Pemodelan Permodelan dalam RUED-P dilakukan untuk mengetahui kondisi energi di daerah dalam kurun waktu tertentu menggunakan asumsi pertumbuhan di daerah, serta asumsi pertumbuhan tambahan berdasarkan skenario-skenario yang dikembangkan daerah yang dapat disimulasikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi spesifik daerah. Model yang digunakan dalam RUED-P dipilih dapat dikonsultasikan dengan Tim P2RUED-P. Model yang dipilih untuk keperluan RUED-P sedapat mungkin mudah diakses, tidak memerlukan data yang rumit serta dapat dipelajari, misal LEAP

Proyeksi kebutuhan dan pasokan energi hingga tahun 2050 Neraca energi daerah Proyeksi emisi gas rumah kaca di daerah dari sektor energi Tim P2RUED-P akan menyiapkan struktur model yang akan menjadi acuan setiap provinsi dalam menyusun model RUED-P. Tim P2RUED-P juga akan melakukan sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas SDM di daerah dalam melakukan permodelan RUED-P dan analisis kebijakan energi Keluaran Model

Analisis Hasil Setelah pemodelan dilakukan, hasil yang diperoleh dari model tersebut di analisis untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi energi daerah di masa mendatang. Tim Kelompok Kerja (Pokja) diharapkan untuk mampu menerjemahkan hasil model menjadi bahan input diskusi dan dikoordinasikan dengan tim. Hasil permodelan sedapat mungkin disajikan dalam bahasa yang sederhana disertai analisis kebijakan dan dapat dimengerti oleh para pengambil keputusan di daerah, sehingga program serta kegiatan yang disusun dalam RUED-P merefleksikan kondisi energi daerah di masa mendatang.

Penyusunan Program Kegiatan Hasil analisis dituangkan dalam bentuk program kegiatan. Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan program kegiatan adalah Pemetaan kegiatan energi di daerah Program yang dimasukkan dalam RUED-P tidak hanya program yang ada dalam ranah Dinas Energi di daerah, namun program-program Dinas Industri, Dinas Perhubungan, Badan Lingkungan Hidup, atau pemangku daerah lain yang terkait penggunaan maupun pasokan energi harus dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam RUED-P Penyusunan program dan pendanaan Program-program energi yang telah disusun dari berbagai rencana pemangku kepentingan daerah selanjutnya disusun dalam bentuk matriks kegiatan yang dilengkapi dengan perkiraan anggaran dan sumber pendanaannya.

Penyusunan Program Kegiatan Konsultasi Publik dan finalisasi draft RUED-P Masukan-masukan dari para pemangku kepentingan terkait RUED-P menjadi masukan bagi Tim Pokja dalam melakukan finalisasi draft RUED-P. Sinkronisasi dan Integrasi Energi Nasional Pada tahap ini akan dilakukan rekapitulasi hasil pemodelan RUED-P untuk disinkronkan dan diintegrasikan dengan target RUEN oleh Tim P2RUED-P

Organisasi Penyusunan RUED-P Tim Koordinasi terdiri atas: Penanggung jawab : Kepala Daerah Ketua 1 : Kepala Bappeda Ketua 2 : Kepala Dinas yang membidangi Energi Sekretaris : Sekretaris Daerah Anggota : Kepala SKPD Terkait Nama Pokja Tanggung Jawab Komposisi Pokja Data dan Permodelan Pokja Program dan Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data Pemodelan energi daerah Analisa rencana-rencana daerah terkait energi Penyusunan program dalam RUED-P Pokja Hukum Penyusunan ranperda Mengawal proses RUED-P hingga menjadi Perda Ketua: Dinas Energi/SKPD terkait Energi Anggota: Bappeda, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian, BLHD/Bappedalda, PLN Wilayah, Universitas, LSM. Ketua: Bappeda Anggota: Dinas Energi, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian, BLHD/Bappedalda, PLN Wilayah, organisasi profesi, Universitas, LSM. Ketua: Sekretaris Daerah Anggota: Dinas Energi, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian

Jadwal Penyusunan RUED-P No Kegiatan Bulan ke- 1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 11-12 Persiapan 1 Pembentukan tim penyusun RUED-P 2 Sidang pleno tim penyusun 3 Identifikasi kebutuhan tim 4 Identifikasi pemangku kepentingan 5 Pengumpulan dokumen pendukung 6 Penyusunan jadwal kerja 7 Sosialisasi penyusunan RUED-P Pengumpulan dan pengolahan data 8 Pengumpulan data 9 Pengolahan data Permodelan 10 Proyeksi energi dan skenario 11 Analisa hasil dan konsolidasi hasil Penyusunan Program Kegiatan 12 Pemetaan kegiatan energi daerah 13 Penyusunan program 14 Identifikasi sumber pendanaan program 15 Konsultasi publik 16 Finalisasi draft RUED-P Penetapan RUED-P 17 Draft naskah perda RUED-P 18 Penetapan RUED-P 19 Sosialisasi RUED-P

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA TERIMA KASIH..