HASIL TRACKING KELOMPOK 8

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENILITIAN. Lokasi penelitian mengambil daerah studi di Kota Gorontalo. Secara

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

Gambar 3. Peta Orientasi Lokasi Studi

III. METODE PENELITIAN

Gambar 2 Peta lokasi penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

I. Pendahuluan Tanah longsor merupakan sebuah bencana alam, yaitu bergeraknya sebuah massa tanah dan/atau batuan menuruni lereng akibat adanya gaya

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

METODE. Waktu dan Tempat

METODE PENELTIAN. Penelitian tentang keberadaan populasi kokah (Presbytis siamensis) dilaksanakan

Sistem Informasi Geografis (SIG) Geographic Information System (SIG)

D3 TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN

METODE PENELITIAN. Sumber: Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Depok (2010) Gambar 9. Peta Orientasi Wilayah Kecamatan Beji, Kota Depok

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III TINJAUAN WILAYAH

3. METODOLOGI PENELITIAN. Rajawali Kecamatan Bandar Surabaya Kabupaten Lampung Tengah.

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

BAB III METODE PENELITIAN

Gambar 3. Peta lokasi penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus

BAB IV METODE PENELITIAN

MEMBACA DAN MENGGUNAKAN PETA RUPABUMI INDONESIA (RBI)

BAB III. Penelitian inii dilakukan. dan Danau. bagi. Peta TANPA SKALA

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

MEMBACA PETA RBI LEMBAR SURAKARTA MATA KULIAH KARTOGRAFI DASAR OLEH : BHIAN RANGGA J.R NIM : K

Pengumpulan dan Integrasi Data. Politeknik elektronika negeri surabaya. Tujuan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

LAPORAN IMPLEMENTASI PROGRAM INTERPRETASI LENSA AGROFORESTRY: PENDIDIKAN DAN EDUKASI WISATA AGROFORESTRY SENTUL ECO-EDU TOURISM FOREST

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Warisan Budaya Tak Benda (Nilai Tradisi, Kampung Adat Wae Rebo, Kab. Manggarai, NTT)


5.1 PETA TOPOGRAFI. 5.2 GARIS KONTUR & KARAKTERISTIKNYA

5.1 Peta Topografi. 5.2 Garis kontur & karakteristiknya

BAB 4 ANALISIS PELAKSANAAN PERENCANAAN ALUR PELAYARAN

PENENTUAN LOKASI (Route Location)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB II GEOMORFOLOGI 2. 1 Fisiografi Regional Jawa Tengah

3 METODE PENELITIAN. Waktu dan Lokasi

Gambar 1. Lokasi Penelitian

BAB IV GEOMORFOLOGI DAN TATAGUNA LAHAN PERKEBUNAN

BAB I PENDAHULUAN. geologi secara detail di lapangan dan pengolahan data di studio dan laboratorium.

IV. METODOLOGI. Gambar 14. Peta Orientasi Lokasi Penelitian.

KONTUR ILMU UKUR TANAH II. DIII Jurusan Survei dan Pemetaan Universitas Indo Global Mandiri

HASIL DAN PEMBAHASAN Luas DAS Cileungsi

Gambar 4.15 Kenampakan Satuan Dataran Aluvial. Foto menghadap selatan.

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Fisiografi

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB IV GEOMORFOLOGI DAN TATA GUNA LAHAN

Geologi dan Analisis Struktur Daerah Cikatomas dan Sekitarnya, Kabupaten Lebak, Banten. BAB I PENDAHULUAN

3.2 Alat. 3.3 Batasan Studi

Geologi Daerah Perbukitan Rumu, Buton Selatan 19 Tugas Akhir A - Yashinto Sindhu P /

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gambar 7. Lokasi Penelitian

Gambar 2. Peta Batas DAS Cimadur

Karena tidak pernah ada proyek yang dimulai tanpa terlebih dahulu menanyakan: DIMANA?

BAB 1 PENDAHULUAN I-1

Kabupaten Mojokerto secara topografis terletak di sepanjang Sungai Brantas hingga dataran tinggi di lereng Pegunungan Penanggungan dan Welirang dan

BAB I PENDAHULUAN. Tugas Akhir merupakan mata kuliah wajib dalam kurikulum pendidikan

KRIDA NAVIGASI DARAT N

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di blok koleksi tumbuhan Taman Hutan Raya Wan Abdul

BAB II TINJAUAN UMUM

Geologi Daerah Tumpuktengah dan Sekitarnya, Kecamatan Talawi, Kotamadya Sawahlunto, Sumatera Barat BAB I PENDAHULUAN

BAB IV ANALISIS. 4.1 ANALISIS FUNGSIONAL a) Organisasi Ruang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

III. BAHAN DAN METODE

METODOLOGI. Gambar 14. Peta Lokasi Penelitian (Sumber: Data Kelurahan Kuin Utara) Peta Kecamatan Banjarmasin Utara. Peta Kelurahan Kuin Utara

FORMULIR PENDAFTARAN:

BAB IV ANALISIS 4.1 Analisis Terhadap Citra Satelit yang digunakan 4.2 Analisis Terhadap Peta Rupabumi yang digunakan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di Resort Pemerihan Taman

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

III. BAHAN DAN METODE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

KEJADIAN GERAKAN TANAH DAN BANJIR BANDANG PADA TANGGAL 20 APRIL 2008 DI KECAMATAN REMBON, KABUPATEN TANA TORAJA, PROVINSI SULAWESI SELATAN

ANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN WAY KRUI TAHUN 2015 (JURNAL) Oleh. Catur Pangestu W

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI

REGISTRASI PETA TUTORIAL I. Subjek Matter: 1.1 GEOFERENSING 1.2 COORDINAT GEOMETRIK (COGO)

GEOGRAFI TEKNIK Untuk SMA Kelas XII Sistem KTSP 2013/2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III METODOLOGI. Gambar 1. Peta Lokasi penelitian

3/30/2012 PENDAHULUAN PENDAHULUAN METODE PENELITIAN

Semarang, 24 Agustus Tim menikmati santap malam di Tanjung Mas, Semarang. Tim tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang

3 METODE Jalur Interpretasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dasar yang ada di Kabupaten Boalemo dengan jumlah sekolah 141 unit.

Mekanisme Persetujuan Peta untuk RDTR. Isfandiar M. Baihaqi Diastarini Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Badan Informasi Geospasial

BAB IV STUDI LONGSORAN

Kuliah Pengantar Surveying

BAB II Geomorfologi. 1. Zona Dataran Pantai Jakarta,

BAB 3 GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. diperbarui adalah sumber daya lahan. Sumber daya lahan sangat penting bagi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB IV PENGAMATAN PERILAKU

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PEMETAAN WILAYAH PEMUKIMAN WARGA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI DI KOTA TANGERANG YANG TERKENA DAMPAK BANJIR

III. METODOLOGI PENELITIAN

GERAKAN TANAH DI KAMPUNG BOJONGSARI, DESA SEDAPAINGAN, KECAMATAN PANAWANGAN, KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT

BAB III NAVIGASI MAHASISWA PECINTA ALAM SUNAN AMPEL (MAPALSA) UIN SUNAN AMPEL DALAM MENENTUKAN ARAH KIBLAT

Transkripsi:

HASIL TRACKING KELOMPOK 8 BACK 2 TRACK Rabu, 16 Maret 2016

PENDAHULUAN Pada kegiatan Workshop dan Fasilitasi Pengelolaan Data Spasial (Trekking Satuan Pendidikan) yang diselenggarakan oleh Pusat Data Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK), bertempat di Wisma Depdiknas Arga Mulya, Bogor Jawa Barat. Sebelum memulai kegiatan trekking panitia membentuk kelompok untuk diberikan tugas mencari titik koordinat berdasarkan peta lokasi, kami dari kelompok 8 yang beranggotakan 6 (enam) orang, yaitu : TEGUH (ketua kelompok) ALEXANDER JAMLEAN (Wakil Ketua) SUPRIYATNO IHSAN MUSTAFA EVA SOFYA, DAN TINA RATIH Dengan berbekal GPS, peta dan camera digital, kami kelompok 8 memulai perjalanan, kegiatan dimulai dari Wisma Depdiknas Arga Mulya, pada jam 8.00 WIB. Gambar: Sesaat setelah panitia membagi kelompok trekking Gambar: Pengenalan alat GPS oleh panitia bersama kelompok 8

PENCARIAN LOKASI PERTAMA Seperti yang dikemukaan sebelumnya perjalanan kami kelompok 8, dimulai di Wisma Depdiknas Arga Mulya, pada jam 8.30 WIB, menuju lokasi pertama (koodinat 1 (titik 20) dengan posisi koordinat -6.69795 dan 106.98223. Awalnya kami kesulitan menemukan lokasi dimaksud, karena letaknya tidak tepat ditepi jalan, tetapi harus menelusuri jalan setapak, jalan terjal sampai menyeberangi anak sungai dengan kondisi jalan yang tentunya juga tidak begitu baik. Kondisi jalan dilapangan basah dengan kontur tanah liat dan berbatu, kadang-kadang anggota kami hampir terpeleset. Beginilah awal perjalanan kami dari kelompok 8 pada saat dimulai dari tempat tujuan ke lokasi koordinat 1 (titik 20) : Gambar: Saat persiapan menuju lokasi pertama. Gambar: Perjalanan menuju lokasi pertama

Suasana selama perjalanan mencari titik koordinat 1 (titik 20): Gambar saat-saat kelompok kami mencari lokasi pertama

Suasana setelah menemukan titik koordinat 1 (titik 20): Lokasi koordinat 1 (titik 20) Saat menuju lokasi titik 20 Foto lokasi titik 20 saat ditemukan oleh kelomppok 8 Koordinat titik 20 ditemukan pada Jam 21.50, posisi 06.69795 dan 106.98223

PENCARIAN LOKASI KEDUA Pencarian lokasi kedua dimulai dari titik koordinat pertama (titik 20), pada jam 10.00 WIB, dengan posisi koordinat -6.70623 dan 106.97929. Saat pencarian titik koordinat lokasi kedua, kami mengalami kesulitan karena jalur yang tidak searah dengan jalur pertama. Kesulitan lain yang kami temui di lapangan yaitu kontuur tanah berbukit dan untuk mencapai lokasi harus melalui.perkebunan the warga di area lereng bukit yang cukup terjal dan berbatu. Beginilah suasana saat pertama kali memulai pencarian titik koordinat kedua di lapangan : Gambar saat-saat kelompok kami memulai pencarian lokasi kedua

Suasana selama perjalanan mencari titik koordinat 2 (titik 16): Gambar saat-saat kelompok kami memulai pencarian titik koordinat lokasi kedua.

Suasana selama perjalanan mencari titik koordinat 2 (titik 16): Saat menuju lokasi titik 16 Lokasi koordinat 2 (titik 16) Foto lokasi titik 16 saat ditemukan oleh kelomppok 8 Koordinat titik 16 ditemukan pada Jam 10.15, posisi 06.70623 dan 106.97929

PENCARIAN LOKASI KETIGA Pencarian lokasi ketiga dimulai dari titik koordinat kedua (titik 13), pada jam 11.33 WIB, dengan posisi koordinat -6.70761 dan 106.98508. Saat pencarian titik koordinat lokasi ketiga, walaupun tidak begitu jauh dari titik koordinat sebelumnya, namun lokasinya lebih terjadl kami mengalami kesulitan karena selain jalur yang tidak searah dengan jalur kedua, Kesulitan lain yang kami temui di lapangan yaitu kontuur tanah berbukit dan untuk mencapai lokasi harus melalui area lereng bukit yang dengan kontur tanah yang becek dan licin. Kelompok kami saat mencari lokasi ketiga sempat terhalang oleh jurang sehingga kelompok kami harus mencari jalan memutar. Beginilah suasana saat pertama kali memulai pencarian titik koordinat kedua di lapangan :

Suasana selama perjalanan mencari titik koordinat 3 (titik 13): Saat menuju lokasi titik 13 Saat menuju lokasi titik 13 Saat menuju lokasi titik 13

Suasana selama perjalanan mencari titik koordinat 3 (titik 16): Foto lokasi titik 13 saat ditemukan oleh kelomppok 8 Foto lokasi titik 13 saat ditemukan oleh kelomppok 8 Koordinat titik 16 ditemukan pada Jam 12.02, posisi 06.70761 dan 106.98087

PENUTUP Kegiatan trekking kelompok 8 berakhir pada pukul 1.11 siang, bertempat di titik awal memulai kegiatan trekking, yaitu Wisma Depdiknas Arga Mulya. Saat tiba langsung lapor tiba pada panitia. Salah satu anggota kelompok 8 melakukan lapor tiba pada paniitia sesaat setelah tiba. Kelompok 8 saat tiba di tempat awal Kelompok 8 saat tiba di tempat awal