dokumen-dokumen yang mirip
Profil PSY-5 scales dari MMPI-2 adaptasi Indonesia pada mahasiswa Semester 1 TA 2013/2014 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Heidy Palempung L. F. J. Kandow B. H. R. Kairupan. Maladjustment Scales, Anxiety Scales, Post-Traumatic Stress Dissorder Scales, dan Hostility Scales.

1 Andre Simanjuntak 2 Barnabas H. R. Kairupan 3 Neni Ekawardani 2 Christofel Elim

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI PADA MAHASISWA SISTEM PERKULIAHAN TRADISIONAL DENGAN SISTEM PERKULIAHAN TERINTEGRASI

TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ANGKATAN 2013

BAB I PENDAHULUAN. Kecemasan dan ketakukan adalah sinyal peringatan. dan bertindak sebagai peringatan atas ancaman dari dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Dalam penelitian

Keywords: Students, MMPI-2, Personality Psychopatology Five Scales, Restructured Clinical Scales

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi. 1 Menurut

DERAJAT DAN FAKTOR PENYEBAB DEPRESI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ANGKATAN 2008 PERIODE SEPTEMBER 2009 DESEMBER

Santu Joseph Sinamo Dicky S. Suak Herdy Munayang. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

PROFIL MINNESOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY-2

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA SISWA KELAS VIII SMP NAWA KARTIKA ISLAMIC BOARDING SCHOOL DENGAN SMP NEGERI 1 WONOGIRI SKRIPSI

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENCABUTAN GIGI PADA MASYARAKAT KELURAHAN KOMBOS BARAT BERDASARKAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN

Indah Puspasari Kiay Demak*, Suherman** ABSTRACT


Abstrak. Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Semester Satu di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Tahun 2014.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan rancangan penelitian case control, yaitu untuk mempelajari

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA SEMESTER ENAM ANGKATAN

GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN MULUT SISWA SD KATOLIK ST. AGUSTINUS KAWANGKOAN

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENGAN SINDROM PREMENSTRUASI PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN ANGKATAN 2014 FAKULTAS KEDOKTERAN UNS SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DISERTASI HUBUNGAN STRES, KEPRIBADIAN, KADAR DOPAMIN TRANSPORTER DAN SEROTONIN TRANSPORTER DENGAN KECANDUAN INTERNET PADA SISWA SMA DI KOTA PADANG

GAMBARAN PENGETAHUAN PENCABUTAN GIGI SISWA SMA NEGERI 1 SANG TOMBOLANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2011

BAB I PENDAHULUAN. Prevalensi depresi di dunia diperkirakan 5-10% per tahun dan life time prevalence

HUBUNGAN FREKUENSI OLAHRAGA DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ANGKATAN 2011, 2012, DAN 2013.

GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA KELAS XII SMA NEGERI 7 MANADO TENTANG KATARAK.

Keywords: Personality Type, Learning Motivation, Learning

BAB I PENDAHULUAN. Gangguan jiwa adalah gangguan dalam cara berfikir (cognitive),

Hubungan Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Tindakan Merokok Siswa Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung

GAMBARAN SKOR MMSE, CDT, TMT A DAN TMT B PADA LANSIA DI PANTI WERDHA AGAPE TONDANO

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Kesehatan merupakan hal penting yang diinginkan. setiap manusia. Menurut World Health Organization (WHO)

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi noneksperimental

GAMBARAN STRES KELUARGA DENGAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA DI POLI JIWA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVSU MEDAN


Keywords: Anemia, Social Economy

GAMBARAN STRES DAN STRATEGI KOPING IBU BEKERJA YANG MEMILIKI ANAK DIASUH ASISTEN RUMAH TANGGA. Abstrak.

1 Indah J. Larete 2 Liesbeth F. J. Kandou 2 Herdy Munayang.

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI KELAS 2 SMA X KOTA BANDUNG TAHUN 2015

GAMBARAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. Oleh: CAROLIN

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT UMUM DAN MAHASISWA TERHADAP BAHAYA MEROKOK DAN KANKER PARU DI KOTA MEDAN OLEH: PRISHA JAGADISH UDANI

DAFTAR ISI BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. dengan rancangan penelitian cross sectional untuk menentukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PERBEDAAN PREVALENSI DEPRESI PADA KO-ASISTEN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA DAN KO-ASISTEN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WARMADEWA

BAB I PENDAHULUAN survei rutin yang dilakukan rutin sejak tahun 1991 oleh National Sleep

BAB III METODE PENELITIAN. penulis memilih untuk menggunakan rancangan cross sectional dimana variabel bebas

ABSTRAK. (Kata kunci : College adjustment ) Universitas Kristen Maranatha

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup disiplin ilmu penelitian adalah ilmu kedokteran jiwa.

HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN ORGANISASI DENGAN REGULASI DIRI PADA REMAJA : STUDI KASUS DI SMA N 2 NGAWI

TINGKAT PENGETAHUAN PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) TERHADAP KESEHATAN MATA DI KOTA MEDAN. Oleh KUHAPRIYA SELVARAJAH NIM :

GAMBARAN TINGKAT SINDROM DEPRESI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2012/2013

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN KEJADIAN SKIZOFRENIA PADA USIA DEWASA MUDA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROJO MAGELANG SKRIPSI

PERBEDAAN PROPORSI JUMLAH SISWA KELAS XII SMA AL ISLAM

BAB I PENDAHULUAN. adalah penulisan tugas akhir (Iswidharmanjaya, 2006).

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini meliputi bidang ilmu kesehatan jiwa.

Patria Asda STIKES Wira Husada Yogyakarta ABSTRACT

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup ilmu kedokteran jiwa. Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA-SISWI SD. NEGERI NO SUKA MAKMUR KECAMATAN SIBOLANGIT KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2011

HUBUNGAN DUKUNGAN ORANGTUA DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2013

D I A N A FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

SKRIPSI. TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA SEMESTER V DAN VII FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNAIR SURABAYA TAHUN 2015 (berdasarkan alat ukur Hamilton)

PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

KARYA TULIS ILMIAH. Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kedokteran USU. Semester I VII Tentang Pola Nutrisi Seimbang Tahun 2013

SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai pemenuhan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran.

Abstract. Healthy Tadulako Journal 11. Hubungan antara pendampingan persalinan...( Abd. Halim, Fajar, Nur)

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DIET PENURUNAN BERAT BADAN DENGAN PERILAKU DIET PENURUNAN BERAT BADAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 7 SURAKARTA SKRIPSI

Abstrak. Kata kunci : Self-compassion, mahasiswa, keperawatan

BAB I PENDAHULUAN. (Fidianty & Noviastuti, 2010). Menurut Taylor (2006) kecemasan adalah suatu

Prevalensi Ansietas Menjelang Ujian Tulis pada Mahasiswa Kedokteran Fk Unand Tahap Akademik

HUBUNGAN LAMA TINGGAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA AGAPE TONDANO

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT AWAM TERHADAP PENDERITA HIV/AIDS DI KELURAHAN PETISAH TENGAH TAHUN 2009 KARYA TULIS ILMIAH.

KONTRIBUSI STRATEGI MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI ALINEA BATAHAN KABUPATEN PASAMAN BARAT. Oleh R U S T O N BP. 99.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Universitas Bina Nusantara yang sedang mengerjakan skripsi. Penyebaran

Hubungan pengetahan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada pemulung di tempat pembuangan akhir Sumompo Manado

EFEKTIVITAS DANCE/MOVEMENT THERAPY

TINGKAT STRES PADA CAREGIVER PASIEN GANGGUAN JIWA PSIKOTIK LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

TESIS. Oleh MARIA POSMA HAYATI /IKM

Differences in Stress Level Between First-Year and Second-Year Medical Students in Medical Faculty of Lampung University

DUKUNGAN DENGAN BEBAN KELUARGA MENGIKUTI REGIMEN TERAPEUTIK ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI HALUSINASI

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Februari 2018

BAB I PENDAHULUAN. berkelanjutan terhadap golongan pelajar ini dapat menyebabkan pola tidur-bangun. berdampak negatif terhadap prestasi belajarnya.

TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROFESI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI RSGMP UNSRAT MANADO

DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KELUARGA DALAM PENYEMBUHAN PASIEN NAPZA DI RUMAH SAKIT JIWA PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

HUBUNGAN PENGGUNAAN LAPTOP DAN FUNGSI PENGLIHATAN MAHASISWA ANGKATAN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

BAB 1 PENDAHULUAN. Stres merupakan bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan. 1 Setiap

BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan

ABSTRAK TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG HEPATITIS B PADA DOKTER GIGI DI DENPASAR UTARA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKATAN STRES PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK TAHUN 2015

FAKTOR RISIKO AKNE VULGARIS DI KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ANGKATAN 2009, 2010, DAN 2011 KARYA TULIS ILMIAH

1 BAB I PENDAHULUAN. Mood disorders atau gangguan emosional merupakan. salah satu gangguan mental yang umum terjadi. Sekitar 3

Transkripsi:

PROFIL SKALA KLINIS DAN SUBKLINIS MMPI-2 ADAPTASI INDONESIA PADA MAHASISWA SEMESTER 5 TAHUN AKADEMIK 2012/2013 FAKULTAS KEDOTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 1 Reni Ch. Ibrahim 2 Herdy Munayang 2 Barnabas H. R. Kairupan 1 Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado 2 Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email: reni_christiani@yahoo.com Abstract: Students often deal with many internal or external demands. These conditions can lead to some academic and non-academic problems which influence their mental health. Depression and anxiety are the most common disorders experienced by students. This was a descriptive study with a cross sectional survey design. This study aimed to obtain the mental status of students of the academic year 2012/2013 Faculty of Medicine University of Sam Ratulangi Manado based on clinical and subclinical scales MMPI-2 Indonesian adapatation. Data were analyzed by using a univariate analysis of the SPPS 20 version. The results showed that of a hundred respondents the majority of them, in terms of socio-demographic data, were females (53%), age 20 (90%), origins of ethnicity and residences outside North Sulawesi (56% and 66%), two siblings and the second born (38%), while the parents occupations as civil servants (46% fathers and 49% mothers). The distribution of MMPI-2 clinical scales showed high profiles with the percentages as follow: Si (28%), D (27%), Pt (18%), Hs and Sc (12%), Hy (10%), Pd (7%), and Mf and Ma (2%). The greatest proportions of each subclinical scale based on the highest clinical scale scores were: D 1 (88.9%), Si 1 (82.1%), D 4 (81.5%), and D 5 (63%). Conclusion: Depression and social introversion scales were found as the highest and most predominant scales. Each student who showed a high scale profile should be paid more attention to from the Faculty council in order to prevent them from developing mental disorders. Keywords: profile, clinical scales, subclinical scales, MMPI-2, students. Abstrak: Mahasiswa hampir selalu diperhadapkan dengan banyak tuntutan internal dan atau eksternal yang dapat menimbulkan masalah-masalah akademis maupun non-akademis. Setiap masalah tersebut dapat memengaruhi kesehatan mentalnya. Depresi dan kecemasan merupakan gangguan mental yang paling umum dialami oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan status mental mahasiswa semester 5 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado TA 2012/2013 berdasarkan skala klinis dan sub-klinis MMPI-2 adaptasi Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan survei dan cross sectional design. Analisis data berupa analisis univariat dengan menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari 100 responden distribusi mahasiswa berdasarkan sosio-demografik terbanyak pada perempuan (53%), usia 20 (90%), yang berasal dari daerah dan suku di luar Sulawesi Utara (56% dan 66%), 2 bersaudara dan anak ke-2 dalam keluarga (38%), serta pekerjaan ayah dan ibu sebagai PNS (46% dan 49%). Distribusi skala klinis MMPI-2 pada mahasiswa dari semua skala menunjukkan profil yang tinggi dengan persentase berturut-turut dari tinggi ke rendah yaitu: Si (28%), D (27%), Pt (18%), Hs dan Sc (12%), Hy (10%), Pd (7%), serta Mf dan Ma (2%). S105

S106 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 5, Nomor 1, Suplemen, Maret 2013, hlm. S105-110 Hasil yang menonjol pada skala subklinis berdasarkan skor tinggi skala klinis berturut-turut D 1 (88,9%), Si 1 (82,1%), D 4 (81,5%), dan D 5 (63%). Simpulan: Berdasarkan skala klinis dan sub-klinis MMPI-2 adaptasi Indonesia, pada mahasiswa semester 5 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado TA 2012/2013 skala yang tinggi dan skala yang menonjol ialah depression dan social introversion. Setiap mahasiswa dengan profil skala yang tinggi seharusnya mendapat perhatian dari pimpinan fakultas untuk mencegah timbulnya gangguan mental. Kata kunci: profil, skala klinis, subklinis, MMPI-2, mahasiswa. Manusia ialah subjek sekaligus objek, serta makhluk individual sekaligus sosial. Masa perkembangan manusia biasanya digambarkan dalam periode-periode tertentu. 1,2 Mahasiswa digolongkan sebagai remaja akhir dan dewasa awal, yaitu usia 18-21 tahun dan 22-24 tahun. Masa peralihan yang dialami oleh mahasiswa mendorong mahasiswa untuk menghadapi berbagai tuntutan dan tugas perkembangan baru, yang muncul akibat adanya perubahan pada beberapa aspek fungsional individu, yaitu fisik, psikologis, dan sosial. 3 Erikson membagi perkembangan dalam delapan stadium. Mahasiswa termasuk dalam stadium intimacy versus selfabsorbtion or isolation. Bila resolusi stadium tersebut tidak berhasil maka hal tersebut dapat mencerminkan kegagalan dalam bentuk maladaptive (penyesuaian diri), delinquent (kenakalan), dan deviant (perilaku menyimpang), 4 yang berlanjut sebagai masalah kesehatan mental. Mahasiswa hampir selalu diperhadapkan dengan banyak tuntutan internal dan atau eksternal yang dapat menimbulkan masalah-masalah akademis maupun nonakademis. Masalah-masalah akademis terutama disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan permasalahan non-akademis, terutama berasal dari tekanan sosial yang dialami mahasiswa sehari-hari. 5 Menurut data WHO, prevalensi gangguan mental pada populasi penduduk dunia pada tahun 2000 sebesar 12%, dan pada tahun 2001 meningkat menjadi 13%. Di Indonesia, hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007memperlihatkan prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk Indonesia yang berusia >15 tahun sebesar 11,6%. Studi di Tufts University School of Medicine, Burlington menunjukkan bahwa 27% dari anak-anak usia kuliah mengalami gangguan kesehatan mental. 6-8 Jenis gangguan mental paling umum dikalangan remaja dan dewasa muda seperti mahasiswa ialah depresi dan gangguan kecemasan, bahkan sampai stres. 9 Minnesota Multiphasic Personality Inventory-5 (MMPI-2) ialah tes kepribadian yang paling banyak digunakan secara luas dalam penelitian dan penilaian instrumen dalam psikologi. 9,10 Skala klinis merupakan skala dengan penilaian objektif, yaitu bagaimana orang lain menilai individu tersebut. Struktur MMPI-2 yang terdiri dari 567 pertanyaan yang dijawab benar atau salah membutuhkan sekitar 60-90 menit untuk diselesaikan. Tes MMPI-2 dirancang untuk usia 18 tahun keatas. 11 METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan survei dan cross sectional design. Penelitian dilaksanakan pada periode Desember 2012-Januari 2013 yang bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Populasi penelitian yaitu seluruh mahasiswa semester 5 TA 2012/2013 Fakultas Kedokteran yang masih aktif kuliah dengan jumlah total 281 mahasiswa. Sampel sebesar 74 responden diperoleh dengan menggunakan metode simple random sampling (acak sederhana). Pada penelitian ini telah ditetapkan menggunakan sampel penelitian sebanyak 100 orang untuk mengantisipasi adanya sampel penelitian yang tidak memenuhi syarat skala validitas MMPI-2.

Ibrahim, Munayang, Kairupan; Profil Skala Klinisdan SubklinisMMPI-2... S107 Variabel penelitian ini ialah skala klinis dan subklinis MMPI-2, serta sosiodemografik. Instrumen penelitian yang digunakan ialah informed consent, kuesioner sosio-demografik, dan kuesioner MMPI-2. Analisis data berupa analisis univariat yaitu mendeskripsikan setiap variabel penelitian dalam frekuensi dan persentase yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Untuk data berdasarkan skala klinis MMPI- 2 diserahkan pada psikolog atau psikiater yang telah menerima pelatihan ektensif dalam mengintrepretasi MMPI-2. Untuk analisis data sosio-demografik dan data hasil analisis program MMPI-2 digunakan program SPSS 20. HASIL PENELITIAN Sejumlah 100 responden penelitian telah berespon baik dalam menyelesaikan kuesioner yang diberikan. Distribusi sosio-demografik pada Tabel 1 memperlihatkan responden perempuan (53%) lebih banyak dari laki-laki (47%). Usia responden berkisar 18-23 tahun, dengan persentase tertinggi pada usia 20 tahun (90%). Responden yangberasal dari daerah dan suku di luar Sulawesi Utara (56% dan 66%) berjumlah lebih banyak dibandingkan dari Sulawesi Utara (44% dan 34%). Persentase terbanyak ditemukan pada jumlah bersaudara 2 orang dan anak ke-2 dalam keluarga (38%). Distribusi mahasiswa berdasarkan pekerjaan ayah dan ibu memperlihatkan persentase terbanyak sebagai PNS (46% dan 49%) (Tabel 1). Tabel 2 menunjukkan sebagian besar jalur masuk kuliah yang dipilih responden ialah melalui jalur khusus (53%). Persentase IPK tertinggi pada responden ialah yang memiliki IPK sedang (2,76-3,50) yaitu sebanyak 73%, dan sebagian besar responden tidak menerima beasiswa saat berkuliah (84%). Tabel 3 memperlihatkan persentase tertinggi pada responden yang bertempat tinggal di kos (59%) dan yang terendah ialah yang bertempat tinggal di rumah saudara (5%). Tabel 1. Distribusi mahasiswa berdasarkan sosio-demografik. Variabel (%) Jenis kelamin Laki-laki 47,0 Perempuan 53,0 Usia (tahun) 20 90,0 >20 10,0 Asal daerah Sulawesi Utara 44,0 Luar Sulawesi Utara 56,0 Suku Sulawesi Utara 34,0 Luar Sulawesi Utara 66,0 Jumlah bersaudara 1 7,0 2 38,0 3 32,0 4 15,0 5 7,0 6 1,0 Anak ke- Anak tunggal 7,0 1 32,0 2 38,0 3 13,0 4 7,0 5 2,0 6 1,0 Pekerjaan ayah Tidak bekerja 2,0 Dokter 10,0 PNS 46,0 Wiraswasta 31,0 Pensiunan PNS 8,0 Petani 1,0 POLRI 1,0 Pelaut 1,0 Pekerjaan ibu Ibu Rumah Tangga (IRT) 28,0 Dokter 4,0 PNS 49,0 Wiraswasta 14,0 Perawat 2,0 Pendeta 1,0 Pensiunan PNS 2,0 Tabel 3 juga menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami masalah saat berkuliah yaitu tidak mengalami masalah keluarga (88%), tidak kesulitan dalam bergaul (96%), tidak mengalami masalah

S108 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 5, Nomor 1, Suplemen, Maret 2013, hlm. S105-110 Tabel 2. Distribusi mahasiswa berdasarkan karakteristik akademis. Variabel (%) Jalur masuk kuliah SNMPTN 12,0 T2 35,0 Jalur khusus 53,0 IPK Rendah 2,0 Cukup 17,0 Sedang 73,0 Tinggi 8,0 Beasiswa saat berkuliah Ya 16,0 Tidak 84,0 dengan dosen (96%), tidak tertekan oleh senior (94%), dan tidak mengonsumsi obatobatan (94%). Sebagian besar responden penelitian memiliki kendaraan pribadi ke kampus (46%). Tabel 3. Distribusi Mahasiswa Berdasarkan Karakteristik Non-Akademis. Variabel (%) Tempat tinggal sekarang Kos 59,0 Rumah sendiri 36,0 Rumah saudara 5,0 Permasalahan saat berkuliah Masalah keluarga Ya 12,0 Tidak 88,0 Kesulitan bergaul Ya 4,0 Tidak 96,0 Masalah dengan dosen Ya 4,0 Tidak 96,0 Tertekan oleh senior Ya 6,0 Tidak 94,0 Konsumsi obat-obatan Ya 6,0 Tidak 94,0 Kendaraan ke kampus Kendaraan pribadi 46,0 Kendaraan umum 39,0 Jalan kaki 15,0 Analisis skala validitas menunjukkan bahwa semua sampel memberikan hasil yang konsisten, akurat, dan dapat dipercaya (valid). Tabel 4 memperlihatkan skala klinis dengan hasil yang tinggi bervariasi berturut-turut dari tinggi ke rendah: Si (28%), D (27%), Pt(18%), Hs dan Sc (12%), Hy (10%), Pd (7%), serta Mf dan Ma (2%). Persentase skala klinis dengan hasil yang rendah berturut-turut ialah: Hs (53%), D (18%), Hy (44%), Pd (53%), Mf (47%), Pa (40%), Pt (41%), Sc (51%), Ma (65%), dan Si (13%). Tabel 4. Distribusi mahasiswa berdasarkan status mental menurut skala klinis. Skala klinis (%) Skala 1 Hs (Hypochondriasis) Tinggi 12,0 Rendah 53,0 Skala 2 D (Depression) Tinggi 27,0 Rendah 18,0 Skala 3 Hy (Hysteria) Tinggi 10,0 Rendah 44,0 Skala 4 Pd (Psycophatic Deviate) Tinggi 7,0 Rendah 53,0 Skala 5 Mf (Maculinity-Femininity) Tinggi 2,0 Rendah 47,0 Skala 6 Pa (Paranoia) Tinggi 10,0 Rendah 40,0 Skala7 Pt (Psychastenia) Tinggi 18,0 Rendah 41,0 Skala 8 Sc (Schizophrenia) Tinggi 12,0 Rendah 51,0 Skala 9 Ma (Hypomania) Tinggi 2,0 Rendah 65,0 Skala 0 Si (Social Introversion) Tinggi 28,0 Rendah 23,0 Tabel 5 menunjukkan bahwa dari beberapa mahasiswa dengan persentase skala klinis yang tinggi, didapatkan skor

Ibrahim, Munayang, Kairupan; Profil Skala Klinisdan SubklinisMMPI-2... S109 tinggi pada skala subklinis. Empat skala yang paling menonjol pada skala subklinis berturut-turut ialah: D 1 (88,9%), Si 1 (82,1%), D 4 (81,5%), dan D 5 (63%). Tabel 5. Distribusi mahasiswa berdasarkan status mental menurut skala subklinis. Skala Klinis D (27%) Hy (10%) Pd (27%) Pa (10%) Sc (12%) Ma (2%) Si (28%) BAHASAN Skala Subklinis n (%) D 1 24 88,9 D 2 8 29,6 D 3 13 48,1 D 4 22 81,5 D 5 17 63,0 Hy 1 1 10,0 Hy 2 - - Hy 3 8 80,0 Hy 4 5 50,0 Hy 5 - - Pd 1 4 57,1 Pd 2 1 14,3 Pd 3 - - Pd 4 3 42,9 Pd 5 4 57,1 Pa 1 9 90,0 Pa 2 3 30,0 Pa 3 - - Sc 1 7 58,3 Sc 2 5 41,7 Sc 3 8 66,7 Sc 4 11 91,7 Sc 5 5 41,7 Sc 6 3 25,0 Ma 1 - - Ma 2 - - Ma 3 - - Ma 4 1 50,0 Si 1 23 82,1 Si 2 12 42,9 Si 3 12 42,9 Dalam bahasan ini, peneliti membatasi pada skala klinis dengan hasil yang tinggi. Skala klinis yang paling menonjol dari semua skala yaitu skala klinis Si (social introversion) yang mempunyai persentase tinggi (28%) dengan interpretasi skor tinggi individu tampak sangat menarik diri, pemalu, introver, dan pesimis. Skala klinis D (depression) juga menunjukkan hasil yang tinggi (27%) dengan interpretasi skor tinggi memperlihatkan perasaan depresi, tidak bahagia, pesimis tentang masa depan, kurang percaya diri, sering merasa bersalah, serta mudah lelah dan pasif. 11 Hasil penelitian ini lebih rendah dibandingkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Singh et al. 12 yang mendapatkan 34,4% mahasiswa kedokteran tahun ketiga masa perkuliahan memiliki gejala depresi. Skala subklinis dapatdi intrepretasikan jika skala klinis menunjukkan hasil yang tinggi. Empat skala subklinis dengan skor tinggi yang paling menonjol ialah: D 1 sebanyak 24 orang (88,9%) dengan interpretasi skor tinggi menunjukkan perasaan depresi, tidak bahagia, tidak percaya diri, dan rasa bersalah; Si 1 sebanyak 23 orang (82,1%) dengan interpretasi skor tinggi tampak pemalu dan tidak nyaman dalam situasi sosial; D 4 sebanyak 22 orang (81,5%) dengan interpretasi skor tinggi menunjukkan individu mengalami gangguan konsentrasi, memori, dan kebijakan; dan D 5 sebanyak 17 orang dengan interpretasi skor tinggi individu merasa hidup tak ada artinya. 11 SIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan skala klinis dan sub-klinis MMPI-2 adaptasi Indonesia, pada mahasiswa semester 5 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado TA 2012/2013 skala yang tinggi dan skala yang menonjol ialah depression dan social introversion. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih ditujukan kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah menumbuhkan ide dan gagasan pada penulis. DAFTAR PUSTAKA 1. Sunaryo. Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC, 2002; p.1.

S110 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 5, Nomor 1, Suplemen, Maret 2013, hlm. S105-110 2. Santrock JW. Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga, 2003; p.25-6. 3. Gunawati R, Hartati S, Listiara A. Hubungan antara efektivitas komunikasi mahasiswa-dosen pembimbing utama skripsi dengan stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro. 2006;3(2):93-115. 4. Kaplan HI, Sadock BJ, Grebb JA. Sinopsis Psikiatri: Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis Jilid I. Jakarta: Binarupa Aksara; 2010. 5. Hidayat DR. Permasalahan mahasiswa. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta; c2011[cited 2012 Oct 21]. Available from: http://www.kopertis3.or.id/ html/wp-content/uploads/2011/04/per masalahan-mahasiswa-2.pdf. 6. Liza RG. Gangguan Mental Emosional pada Ibu Pasien Skizofrenia yang Berobat ke Poliklinik Psikiatri BLUD RSJ Provinsi Sumatera Utara [Tesis]. Medan; Universitas Sumatera Utara; 2012. 7. Lestari DR. Penggunaan Electronic Patient Record pada Pelayanan Keperawatan Jiwa [refarat]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2011. Available from: http://www.fik.ui.ac.id/pkko/files/uts_ SIM.Dhian%20Ririn%20Lestari.S2Jiw a.ok.pdf 8. Illiades C. College Illness aren t Always Physical.c2011 [updated 2011 Apr 27; cited 2012 Oct 21]. Available from: http://www.everydayhealth.com/college -health-pictures/ college-illnesses-arentalways-physical.aspx. 9. Eisenberg D, Golberstein E, Hunt J. Mental Health and Academic Success in College. B.E. Journal of Economic Analysis & Policy. 2009;9(1):1-40. 10. Butcher JN. MMPI-2 (Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2). c1989 [updated 2009; cited 2012 Oct 30]. Available from: www.pearson assessments.com/mmpi2.aspx 11. Kasan H. Buku Panduan Workshop MMPI-2 (Advanced) Professional Training Center WNL. Jakarta. 2008. 12. Singh A, Lal A, Sheckhar. Prevalence of depression among medical students of a private Medical College in India. Online Journal of Health and Allied Sciences. 2010;9(4):8.