MEMBUKA BIDAN PRAKTEK MANDIRI

dokumen-dokumen yang mirip
PERSYARATAN PRAKTIK BIDAN


KOP DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK BERITA ACARA PEMERIKSAAN PRAKTIK BIDAN MANDIRI


BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Praktik Bidan. Penyelenggaraan.

DAFTAR PERINCIAN ALAT / BAHAN / SARANA MEDIK DAN PENUNJANG MEDIK

ISBN:

( Ely Puspita ) ( Responden )

Lampiran III Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 900/MENKES/SK/VII/2002 Tanggal : 25 Juli 2002

a. bahwa balai pengobatan dan rumah bersalin merupakan pelayanan kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh swasta;

DAFTAR TILIK ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) PETUNJUK

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 900/MENKES/SK/VII/2002 TENTANG REGISTRASI DAN PRAKTIK BIDAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK BIDAN

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 900/MENKES/SK/VII/2002 TENTANG REGISTRASI DAN PRAKTIK BIDAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

TINDAKAN PEMBEDAHAN SOP. 1. Pengertian. 2. Tujuan. 3. Kebijakan

PEDOMAN UPAYA KESEHATAN IBU ANAK DAN KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS PASAR IKAN BAB I PENDAHULUAN

NOMOR 900/MENKES/SK/VII/2002 TENTANG

PROGRAM BIDAN DELIMA PENDEKATAN INOVATIF KUALITAS PELAYANAN BIDAN

NOMOR DPA SKPD DOKUM EN P ELAKSANAAN ANGGAR AN DPA - SKPD SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH 2

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

II. DAFTAR ISIAN Pendidikan bidan dan tahun kelulusan a. PPBA Tahun... b. PPBB Tahun... c. PPBC Tahun... d. D III Bidan Tahun... e. D IV Bidan Pendidi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ASUHAN BAYI BARU LAHIR DAN NEONATUS

Perawat instrument (Scrub Nurse) dan perawat sirkuler di kamar operasi.

Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Klinik Pada Penyelenggaraan Poliklinik Kesehatan Desa Di Kabupaten Batang

Kewenangan bidan dalam pemberian obat pada kehamilan dan proses kelahiran dan aspek hukumnya

AKADEMI KEBIDANAN BAKTI INDONESIA BOGOR

Standar Pelayanan Kesehatan Dasar di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA

A. Daftar pertanyaan untuk Kepala Puskesmas Negeri Lama I. Data Umum : dr. Hj. Hariaty. Pendidikan Terakhir : Dokter Umum (S1)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMERIKSAAN IBU HAMIL / ANTENATAL CARE STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ASUHAN IBU HAMIL KUNJUNGAN AWAL / PERTAMA

SOP PERTOLONGAN PERSALINAN NORMAL

Karakteristik Responden. 2. Lama Bertugas / pengalaman bekerja. 3.Mengikuti pelatihan APN ( Asuhan persalinan Normal)

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,

Standar Ponkesdes 91

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 9 TAHUN 2017 TENTANG

LAPORAN KAJI BANDING TIM AKREDITASI PUSKESMAS CIBUGEL KE PUSKESMAS CIMALAKA

BAB II KLINIK BIDAN PRAKTIK SWASTA MANDA. Untuk mencapai ke klinik bidan praktik swasta MANDA, penulis harus masuk dari

SOP PERAWATAN LUKA GANGREN

PERATURAN BUPATI REJANG LEBONG NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG

DAFTAR INVENTARIS ALAT-ALAT MEDIS

TENTANG. dan Jaminan

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PONDOK KESEHATAN DESA DI JAWA TIMUR

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PEMANFAATAN DANA JAMINAN PERSALINAN PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu program

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 27 TAHUN 2008

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN IZIN PRAKTIK BIDAN DAN BIDAN MADYA

BAB 1 PENDAHULUAN. suatu komplikasi atau penyulit yang perlu mendapatkan penanganan lebih

BAB I PENDAHULUAN. kematian ibu maupun perinatal (Manuaba 2010:109). Perlunya asuhan

BAB I PENDAHULUAN. anak. Setiap prosesnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan kondisi

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT

BAB 1 PENDAHULUAN. terdapat kemungkinan suatu keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan

4. Terlaksananya tugas-tugas yang diberikan oleh atasan

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,

No Upaya Kesehatan Kegiatan Tujuan. menyediakan informasi bagi masyarakat tentang kegiatan puskesmas. 1 Loket meja Informasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Langkah I : Pengumpulan/penyajian data dasar secara lengkap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konsepsi oleh ibu. Proses ini dimulai dengan kontraksi persalinan sejati, yang

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

BAB I PENDAHULUAN. kematian. Setiap kehamilan dapat menimbulkan risiko kematian ibu,

BAB 1 PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG. Definisi kematian maternal menurut WHO adalah kematian seorang

6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

Aspirasi Vakum Manual (AVM)

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBAGIAN JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK BIDAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KERANGKA ACUAN POSTNATAL CARE (PNC)

panduan praktis Pelayanan Kebidanan & Neonatal

SOP/ PROTAP PENGUKURAN TEKANAN DARAH

PROGRAM KERJA RUANG BERSALIN DI RUMAH SAKIT MUNYANG KUTE REDELONG TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu Kebidanan atau Obstetri ialah bagian Ilmu Kedokteran yang

DAFTAR PERTANYAAN PEMANDU WAWANCARA DENGAN KETUA IBI KOTA SEMARANG

BUPATI KARANGASEM PERATURAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PENGGUNAAN DANA JAMINAN PERSALINAN DI KABUPATEN KARANGASEM

DAFTAR INVENTARIS ALAT LABORATORIUM KEBIDANAN PADA BULAN OKTOBER S/D DESEMBER 2014 STIKES MEGA REZKY MAKASSAR TAHUN AJARAN

2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pelayanan Kesehatan adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian

1 PEMBERIAN NEBULIZER 1.1 Pengertian

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 24

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG

JARINGAN NASIONAL PELATIHAN KLINIK KESEHATAN REPRODUKSI PUSAT PELATIHAN KLINIK PRIMER (P2KP) KABUPATEN POLEWALI MANDAR. ( Revisi )

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

keselamatan ibu dan bayi. Upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) perlu didukung upaya untuk mencapai universal coverage pelayanan

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

ASPEK PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BIDAN DI KOMUNITAS

suplemen Informasi Jampersal

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal serta melindungi anak dari

UNIVERSAL PRECAUTIONS Oleh: dr. A. Fauzi

BAB I PENDAHULUAN. hamil sehingga dapat membahayakan ibu dan janin jika mengalami

BUPATI MALUKU TENGGARA PERATURAN BUPATI MALUKU TENGGARA NOMOR 7.K TAHUN 2013 TENTANG

PROSEDUR STANDAR Tanggal Terbit : / /200

BAB 1 PENDAHULUAN. keadaan keluarga dan sekitarnya secara umum. Penilaian status kesehatan dan

INDIKATOR DAN TARGET SPM. 1. Indikator dan Target Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat

KUESIONER PENELITIAN

Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian neonatus, yaitu : 1. Hipotermia 2. Asfiksia

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 99 TAHUN : 2009 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 4 TAHUN 2009

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 9 TAHUN 2012

BAB 1 PENDAHULUAN. sehat (Pantikawati dan Saryono,2010:1). Namun, dalam prosesnya terdapat

Lampiran 1. Informed Consent. Penjelasan prosedur

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN. Universitas Muhammadiyah Ponorogo, bermaksud

Transkripsi:

Persiapan Membuka BPM MEMBUKA BIDAN PRAKTEK MANDIRI. 1. Pengertian BPM Bidan Praktek Mandiri ( BPM ) merupakan bentuk pelayanan kesehatan di bidang kesehatan dasar. Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga dapat menjalankan praktek pada saran kesehatan atau program. (Imamah, 2012:01) Bidan Praktek Mandiri memiliki berbagai persyaratan khusus untuk menjalankan prakteknya, seperti tempat atau ruangan praktek, peralatan, obat obatan. Namun pada kenyataannya BPM sekarang kurang memperhatikan dan memenuhi kelengkapan praktek serta kebutuhan kliennya. Di samping peralatan yang kurang lengkap tindakan dalam memberikan pelayanan kurang ramah dan bersahabat dengan klien. Sehingga masyarakat berasumsi bahwa pelayanan kesehatan bidan praktek mandiri tersebut kurang memuaskan. ( Rhiea, 2011 : 01) Praktek pelayanan bidan mandiri merupakan penyedia layanan kesehatan, yang memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Supaya masyarakat pengguna jasa layanan bidan memperoleh akses pelayanan yang bermutu, perlu adanya regulasi pelayanan praktek bidan secara jelas persiapan sebelum bidan melaksanakan pelayanan praktek seperti perizinan, tempat, ruangan, peralatan praktek, dan kelengkapan administrasi semuanya harus sesuai dengan standar. 2. Persyaratan Pendirian Bidan Praktek Mandiri 1. Menjadi anggota IBI 2. Permohonan Surat Ijin Praktek Bidan selaku Swasta Perorangan 3. Surat Keterangan Kepala Puskesmas Wilayah Setempat Praktek

4. Surat Pernyataan tidak sedang dalam sanksi profesi/ hukum. 5. Surat Keterangan Ketua Ranting IBI Wilayah 6. Persiapan peralatan medis dan medis usaha praktek bidan secara perorangan dengan pelayanan pemeriksaan pertolongan persalinan dan perawatan. 7. Membuat Surat Perjanjian sanggup mematuhi perjanjian yang tertulis. 8. Bidan dalam menjalankan praktek harus : a. Memiliki tempat dan ruangan praktek yang memenuhi persyaratan kesehatan. b. Menyediakan tempat tidur untuk persalinan minimal 1 dan maksimal 5 tempat tidur. c. Memiliki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan prosedur tetap (protap) yang berlaku. d. Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang berlaku. 9. Bidan yang menjalankan prakytek harus mencantumkan izin praktek bidannya atau foto copy prakteknya diruang praktek, atau tempat yang mudah dilihat. 10. Bidan dalam prakteknya memperkerjakan tenaga bidan yang lain, yang memiliki SIPB untuk membantu tugas pelayanannya 11. Bidan yang menjalankan praktek harus harus mempunyai peralatan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan peralatan harus tersedia ditempat prakteknya. 12. Peralatan yang wajib dimilki dalam menjalankan praktek bidan sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan. 13. Dalam menjalankan tugas bidan harus serta mempertahankan dan meningkatkan keterampilan profesinya antara lain dengan : a. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar informasi dengan sesama bidan. b. Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun oleh organisasi profesi.

c. Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktek agar tetap siap dan berfungsi dengan baik. 3. Selain itu harus memenuhi persyaratan bangunan yang meliputi : a. Papan nama 1. Untuk membedakan setiap identitas maka setiap bentuk pelayan medik dasar swasta harus mempunyai nama tertentu, yang dapat diambil dari nama yang berjasa dibidang kesehatan, atau yang telah meninggal atau nama lain yang sesuai dengan fungsinya. 2. Ukuran papan nama seluas 1 x 1,5 meter. 3. Tulisan blok warna hitam, dan dasarnya warna putih. 4. Pemasangan papan nama pada tempat yang mudah dan jelas mudah terbaca oleh masyarakat. b. Tata ruang 1. Setiap ruang priksa minimal memiliki diameter 2 x 3 meter. 2. Setiap bangunan pelayanan minimal mempunyai ruang priksa, ruang adsministrasi/kegiatan lain sesuai kebutuhan, ruang tunggu, dan kamar mandi/wc masing-masing 1 buah. 3. Semua ruangan mempunyai ventilasi dan penerangan/pencahayaan. c. Lokasi 1. Mempunyai lokasi tersendiri yang telah disetujui oleh pemerintah daerah setempat (tata kota), tidak berbaur dengan kegiatan umum lainnya seperti pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan sejenisnya. 2. Tidak dekat dengan lokasi bentuk pelayanan sejenisnya dan juga agar sesuai fungsi sosialnya yang salah satu fungsinya adalah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. d. Hak dan Guna Pakai 1. Mempunyai surat kepemilikan (Surat hak milik / surat hak guna pakai)

2. Mempunyai surat hak guna (surat kontrak bangunan) minimal 2 tahun. 4. Menerapkan Analisis SWOT a. Strength (Kekuatan) Telah menyelesaikan program SI Kebidanan Pengetahuanbaiktekhnismaupun non tekhnis, anatara lain : 1. Asuhan persalinan normal 2. LSS 3. Diklat jarak jauh bidan 4. Keluarga berencana 5. Insersi IUD 6. Pemasangan AKBK 7. Pelatihan penanganan HIV AIDS 8. Pelatihan isu gender 9. Pelatian kesehatan reproduksi Memiliki wajah yang menarik Memiliki solidaritas yang tinggi Pandai bersosialisasi Memiliki rasa humor Kreatif dan inovatif Ramah dan santun b. Weakness (Kelemahan) Sensitif Berbicara spontan apa adanya, terkadang tanpa mempedulikan perasaan orang lain Pelupa c. Opportunities (peluang)

Bidan praktek swasta yang ada relatif sedikit Setelah dianalisis pelayanan sebagian bidan di daerah itu kurang memuaskan khususnya dalam bidang kepuasan pelanggan Bidan-bidan senior kurang bisa meningkatkan kreatifitas sehingga terlihat monoton d. Threats (ancaman) Adanya persaingan yang tidak sehat Persyaratan menurut KEPMENKES RI NO. 900/MENKES/SK/VII/2002 1. Bidan dalam menjalankan prakteknya harus: Memiliki tempat dan ruangan praktek yang memenuhi persyaratan kesehatan Menyediakan tempat tidur untuk persalinan, minimal 1 dan maksimal 5 tempat tidur Memilki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan prosedur tetap (protap) yang berlaku. Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang berlaku 2. Bidan yang menjalankan praktek harus mencantumkan izin praktek bidannya atau fotocopy izin prakteknya di ruang praktek, atau tempat yang mudah dilihat. 3. Bidan dalam prakteknya menyediakan lebih dari 5 tempat tidur, harus memperkerjakan tenaga bidan yang lain, yang memiliki SIPB untuk membantu tugas pelayanannya. 4. Bidan yang menjalankan praktek harus mempunyai peralatan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan harus tersedia di tempat prakteknya 5. Peralatan yang wajib dimiliki dalam menjalankan praktek bidan sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan 6. Dalam menjalankan tugas bidan harus senantiasa mempertahankan dan meningkatkan keterampilan profesinya antara lain dengan: Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar informasi dengan sesama bidan Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh organisasi profesi Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktek agar tetap siap dan berfungsi dengan baik

5. Memiliki Surat Perijinan SIPB dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang seterusnya akan disampaikan laporannya kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat dengan tembusan kepada organisasi profesi setempat. 6. Kelengkapan Administrasi, Peralatan, Sarana dan Prasarana BPM 1. Administrasi a. Memiliki papan nama bidan praktek swasta b. Mempunyai SIPB dan masih berlaku c. Ada visi dan misi d. Ada falsafah e. Memiliki buku standar pelayanan kebidanan f. Ada buku pelayanan KB g. Ada buku standar pelayanan kebidanan neonatal h. Ada buku register pasien i. Ada format catatan medic 1) Antenatal 2) Persalinan 3) Nifas 4) Bayi Baru Lahir 5) Keluarga Berencana 6) Bayi Sehat 7) Rujukan 8) Laporan 9) Surat Kelahiran 10) Surat Kematian 11) Partograf 12) Informed Consent 13) Formulir Permintaan Darah 2. Peralatan dan Obat Obatan a. Peralatan Tidak Stseril Tensimeter

Stetoskop biokuler Stetoskop monokuler Timbangan dewasa Timbangan bayi Pengukuran panjang bayi Thermometer Oksigen dalam regulator Ambu bag dengan masker resusitasi (ibu+bayi) Penghisap lendir Lampu sorot Penghitung nadi Sterilisator Bak instrument dengan tutup Reflek Hammer Alat pemeriksaan Hb (Sahli) Set pemeriksaan urine (protein + reduksi) Pita pengukur Plastik penutup instrument steril Sarung tangan karet untuk mencuci alat Apron / celemek Masker Pengaman mata Sarung kaki plastik Infus set Standar infuse Semprit disposable Tempat kotoran / sampah Tempat kain kotor Tempat plasenta Pot Piala ginjal / bengkok Sikat, sabun dan tempatnya

Kertas lakmus Semprit glyserin Gunting verband Spateln lidah IUD kit Implant kit Covis Suction Gergaji implant b. Peralatan Steril Klem pean Klem ½ kocher Korentang Gunting tali pusat Gunting benang Gunting episiotomy Kateter karet / metal Pinset anatomis Pinset chirurgic Speculum vagina Mangkok metal kecil Pengikat tali pusat Pengisap lendir Tampon tang dan tampon vagina Pemegang Jarum Jarum kulit dan otot Sarung tangan Benang suter + catgut Doek steril c. Bahan Habis Pakai Kapas Kain kasa

Plester Handuk Pembalut wanita d. Formulir Yang Disediakan Formulir Informed Consent Formulir ANC Partograf Formulir persalinan / nifas dan KB Formulir rujukan Formulir surat kelahiran Formulir permintaan darah Formulir kematian e. Obat - Obatan Roborantia Vaksin Syok anafilak - Adrenalin 1:1000 - Anti histamine - Hidrokortison - Aminophilin 230 mg / 10ml - Dopamine Sedatife Antibiotik Uterotonika Antipiretika Koagulantika Anti kejang Glyserin Cairan infuse Obat luka Cairan desinfektan Obat penanganan asphiksia pada BBL

3. Sarana Dan Prasarana Asuhan Rooming-In / Rawat Gabung a. Media Penyuluhan Kesehatan 1. Ada poster di dinding - Pesan-pesan ASI Ekslusif - Pesan Immunisas - Pesan Vitamin A - Persalinan - Tanda Bahaya 2. Ada leaflet 3. Ada booklet 4. Ada majalah bidan 5. dan lainnya b. Sarana 1. Rumah terbuat dari tembok 2. Lantai keramik 3. Ruang tempat periksa 4. Ruang perawatan 5. Dapur 6. Kamar mandi 7. Ruang cuci pakaian/alat 8. Ruang tunggu 9. Wastafel 10. Tempat sampah 11. Tempat parker 7. Pelayanan yang Diberikan Bidan Praktek Mandiri Dalam bidan praktek mandiri memberikan pelayanan yang meliputi : 1. Penyuluhan Kesehatan 2. Konseling KB

3. Antenatal Care (senam hamil, perawatan payudara) 4. Asuhan Persalinan 5. Perawatan Nifas (senam nifas) 6. Perawatan Bayi 7. Pelayanan KB ( IUD, AKBK, Suntik, Pil ) 8. Imunisasi ( Ibu dan Bayi ) 9. Kesehatan Reproduksi Remaja 10. Perawatan Pasca Keguguran.