Prosiding Farmasi ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Aktivitas Antibakteri Minyak Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmanni Nees Ex Bl.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes

Prosiding Farmasi ISSN:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

pertumbuhan dengan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang tampak pada Rf = 0, 67 dengan konsentrasi mulai 3% untuk Escherichia coli dan 2%

BAB 1 PENDAHULUAN. tanaman kayu manis (Cinnamomum burmanni). Kandungan kimia kayu. Minyak atsiri banyak terdapat di bagian kulit kayu manis.

Prosiding Farmasi ISSN:

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA MINYAK ATSIRI YANG BERSIFAT ANTIBAKTERI DARI TUMBUHAN SEMBUKAN

ABSTRAK. EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SECARA IN VITRO

Skripsi. Oleh : Komang Ardipa Saputra NIM

APPLICATION OF STAR ANISE

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ANALISIS KOMPONEN KIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BUNGA TEMBELEKAN (Lantana camara L) SKRIPSI YULIA SHARA BR SEMBIRING

BAB 1 PENDAHULUAN. lainnya sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Angka kejadian masalah

ABSTRAK. Pembimbing I : Widura, dr., MS. Pembimbing II : Yenni Limyati, dr., Sp.KFR., S.Sn., M.Kes. Selly Saiya, 2016;

ABSTRAK. AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT SECARA IN VITRO

NILA PENGEMBANGAN FORMULA KRIM PROPOLIS DAN MINYAK LAVENDER SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ISOLASI, IDENTIFIKASI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA MINYAK ATSIRI SEREH WANGI ( Cymbopogon winterianus Jowitt )

menghasilkan minyak atsiri adalah bunga cengkeh yang mengandung eugenol (80-90%), eugenol asetat (2-27%), β- kariofilen (5-12%), metil salisilat,

PENGHAMBATAN EKSTRAK BUBUK TEH HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI YOGURT DAN BAKTERI PATOGEN SKRIPSI

PENENTUAN KOMPONEN SENYAWA/MINYAK ATSIRI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI

BAB I PENDAHULUAN. Bahan-bahan alam banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan, termasuk dalam

INTISARI. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma Heyneana Val) TERHADAP PERTUMBUHAN Shigella Dysentriae SECARA IN VITRO

BAB I PENDAHULUAN. gula oleh bakteri pembentuk nata yaitu Acetobacter xylinum. Bakteri nata dalam

SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK ETANOL BIJI DAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ANGGUR HITAM

Prosiding SNaPP2016 Kesehatan pissn eissn Jurusan Farmasi, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.

Uji In Vitro Efek Ekstrak Etanol Biji Kakao (Theobroma cacao) sebagai Antibakteri terhadap Propionibacterium acnes

BAB I PENDAHULUAN. serta pemulihan kesehatan. Hal ini disebabkan karena tanaman banyak

ANALISIS KOMPONEN KIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L) SKRIPSI IREKHA RAMOT OLIVIA PARAPAT

FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT MINYAK ATSIRI KULIT BATANG KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.2 No.2 (2013)

ABSTRAK. Kata Kunci : Streptococcus mutans, avokad, in vitro.

BAB I PENDAHULUAN. virus, bakteri, dan lain-lain yang bersifat normal maupun patogen. Di dalam

BAB I PENDAHULUAN. (Uta, 2003). Jerawat terjadi ketika pori-pori kulit dipenuhi oleh minyak, sel kulit

Hasil penelitian sebelumnya diketahui bahwa minyak atsiri dari daun cengkeh yang diperoleh dengan destilasi alat Stahl mempunyai aktivitas terhadap

Oleh Metta Padmalia NIM: SKRIPSI

minyak mimba pada konsentrasi 32% untuk bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, 16% untuk bakteri Salmonella typhi dan 12,5% terhadap

mampu menghambat pertumbuhan bakteri.

I. PENDAHULUAN. mempublikasi kegunaan dan segala hal yang berkaitan dengan kefir ini berasal

BAB I PENDAHULUAN. Minyak atsiri adalah minyak eteris (essential oils) atau minyak terbang

UJI DAYA HAMBAT PERASAN BUAH JERUK PURUT CITRUS Hytrix TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO

atsiri yang dihasilkan adalah minyak daun cengkeh. Tanaman cengkeh (Eugenia caryophyllata) dapat digunakan untuk menghasilkan minyak cengkeh (clove

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI DESAIN MIKROEMULSI MINYAK ATSIRI KAYU MANIS

I. PENDAHULUAN. Bentuk jeruk purut bulat dengan tonjolan-tonjolan, permukaan kulitnya kasar

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ABSTRAK AKTIVITAS ANTIMIKROBA MADU IN VITRO TERHADAP ISOLASI BAKTERI DARI LUKA

:Minyak Atsiri, Acorus calamus Linn, Fusarium solani, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) iii

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG [1] Tidak diperkenankan mengumumkan, memublikasikan, memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PEMBUATAN SEDIAAN MASKER TEPUNG BERAS ORGANIK DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii Nees ex Bl) UNTUK MENGOBATI KULIT PADA WAJAH BERJERAWAT ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. diramu sendiri dan memiliki efek samping merugikan yang lebih kecil

PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni) DALAM MENURUNKAN PERTUMBUHAN Streptococcus mutans SECARA In Vitro

ABSTRAK. AKTIVITAS ANTIMIKROBA AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP Escherichia Coli SECARA IN VITRO

BAB I PENDAHULUAN. pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti mycobacterium, staphylococcus,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL BUAH MAHKOTA DEWA

PENGARUH SEDUHAN TEH HIJAU (Camellia sinensis) TERHADAP HAMBATAN PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus SKRIPSI

UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SAWO (Manilkara zapota) TERHADAP BAKTERI Eschericia coli, dan Staphylococcus aureus SKRIPSI

ABSTRAK. EFEK INHIBISI EKSTRAK ETANOL BATANG KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella Typhi SECARA In Vitro

ABSTRAK. EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP Escherichia coli DAN Bacillus subtilis SECARA IN VITRO

BAB I. A. Latar Belakang Masalah. baik bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan. Tanaman obat

ABSTRAK. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN CABAI MERAH (Capsicum annuum) TERHADAP Staphylococcus aureus IN VITRO

BAB 1 PENDAHULUAN. mengandung kelenjar sebasea seperti: muka, dada dan punggung ( kelenjar/cm). 1,2 Acne

BAB I PENDAHULUAN. Propionibacterium acnes adalah bakteri anaerob Gram positif yang

BAB I PENDAHULUAN UKDW. untuk meningkat setiap tahun (Moehario, 2001). tifoid dibandingkan dengan anak perempuan (Musnelina et al., 2004).

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah. Streptococcus sanguis merupakan bakteri kokus gram positif dan ditemukan

FORMULASI SABUN CAIR MINYAK ATSIRI DAUN JERUK PURUT (Citrus Hystrix) SEBAGAI ANTIJERAWAT terhadap Propionibacterium Acnes

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sumberdaya hayati Indonesia sangat berlimpah dan beranekaragam.

BAB 1 PENDAHULUAN. Akne vulgaris (AV) atau jerawat merupakan suatu penyakit. keradangan kronis dari folikel pilosebasea yang ditandai dengan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. antara lain: disebabkan oleh penyakit infeksi (28,1 %), penyakit vaskuler

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu bagian tanaman pepaya yang dapat dimanfaatkan sebagai obat

BAB 1 PENDAHULUAN. dipisahkan dari kesehatan umum (Ramadhan dkk, 2016). Kesehatan gigi dan

AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK BUAH CEREMAI (Phyllanthus acidus (L.) Skeels TERHADAP Candida albicans dan Trichophyton rubrum

BAB 1 PENDAHULUAN. 2008). Tanaman ini sudah banyak dibudidayakan di berbagai negara dan di

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit periodontal adalah penyakit yang umum terjadi dan dapat ditemukan

ANALISIS KOMPONEN KIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUNPINUS (Pinus merkusii Jungh.et devries)dari KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI

KATA PENGANTAR Perbandingan Aktivitas Antibakteri antara Ekstrak Metanol, Etanol dan Etil Asetat dari Kulit Buah Manggis ( Garcinia mangostana

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS

OPTIMASI KONSENTRASI KITOSAN MOLEKUL TINGGI DALAM SABUN TRANSPARAN ANTIBAKTERI SKRIPSI NURUL IMAYUNI

BAB I PENDAHULUAN. punggung bagian atas. Jerawat terjadi karena pori-pori kulit. terbuka dan tersumbat dengan minyak, sel-sel kulit mati, infeksi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya dengan tumbuhan berkhasiat, sehingga banyak dimanfaatkan dalam bidang

PENGUJIAN DAYA ANTIBAKTERI DESTILAT CARYOPHYLLI FOLIUM TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN STREPTOCOCCUS MUTANS

BAB I PENDAHULUAN. Dari catatan sejarah dapat diketahui bahwa fitoterapi atau terapi menggunakan

UJI DAYA ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAN AIR SISA DESTILASI KAEMPFERIAE RHIZOMA TERHADAP ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS

BAB I PENDAHULUAN. lebih banyak dibandingkan dengan Negara maju. Indonesia dengan kasus

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Mencapai derajat Sarjana Kedokteran Gigi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Transkripsi:

Prosiding Farmasi ISSN: 2460-6472 Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmanni Nees ex Bl.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Jerawat Antibacterial Test of Cinnamon Oil (Cinnamomum burmanni Nees ex Bl.) againt Staphylococcus aureus 1 Marsha Betari Aqmarina, 2 Sani Ega Priani, 3 Amila Gadri 1,2,3 Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 email: 1 aqmarina_1994@yahoo.com, 2 egapriani@gmail.com, 3 amilagadriapt@gmail.com Abstract. Acne is a chronic inflammatory process pilosebaceous glands characterized by comedones, papules, pustules, and nodules. One of the causes of acne is the existence of skin bacteria Staphylococcus aureus, where these bacteria cause the appearance of pustules and nodules. cinnamon oil (Cinnamomum burmanni Nees ex Bl.) contains compounds known sinamaldehid efficacious as antifungal and antibacterial. The purpose of this study was to determine the content of the compounds in cinnamon oil that is used to test the antibacterial activity against Staphylococcus aureus. Testing compounds of sinamaldehid conducted using GC-MS. Antibacterial activity test performed by the agar diffusion method. The results showed cinnamon oil contains sinamaldehid amounted to 61.53%. Cinnamon oil has antibacterial activity with a diameter value inhibition 18.773 ± 0.574 mm at a concentration of 0.1%. Keywords: cinnamon oil, sinamaldehid, acne activity, Staphylococcus aureus. Abstrak. Jerawat adalah suatu proses peradangan kronik kelenjar-kelenjar polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustule, dan nodul. Salah satu faktor penyebab jerawat adalah keberadaan dari bakteri kulit Staphylococcus aureus, dimana bakteri ini menyebabkan munculnya pustul dan nodul. Minyak kayu manis (Cinnamomum burmanni Nees ex Bl.) diketahui mengandung senyawa sinamaldehid yang diketahui memiliki aktivitas antifungi dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa dalam minyak kayu manis yang digunakan dengan menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Pengujian kandungan senyawa sinamaldehid dilakukan dengan metode KG-SM. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan minyak kayu manis mengandung sinamaldehid 61,53%. Minyak kayu manis memiliki aktivitas antibakteri dengan nilai diameter hambat 18,773 ± 0,574 mm pada konsentrasi 0,1%. Kata Kunci: Minyak kayu manis, sinamaldehid, jerawat, Staphylococcus aureus. 433

434 Marsha Betari Aqmarina, et al. A. Pendahuluan Jerawat adalah suatu proses peradangan kronik kelenjar-kelanjar polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul dan nodul. Selain karena faktor hormonal, kebersihan sampai dengan faktor makanan yang memicu pertumbuhan jerawat diwajah. Adapula faktor penyebab jerawat lainnya yaitu keberadaan dan aktivitas dari bakteri kulit Staphylococcus aureus, dimana bakteri ini menyebabkan munculnya pustul dan nodul (Leelapornpisid et al., 2005) Minyak atsiri dapat digunakan sebagai terapi dalam pengobatan jerawat. Dimana Minyak atsiri merupakan sumber potensial senyawa antimikroba baru terutama terhadap bakteri patogen (Prabuseenivasan et al., 2006). Cinnamomum burmanii merupakan jenis kayu manis yang berasal dari Indonesia. Kandungan kimia yang terdapat dalam minyak atsiri kayu manis sebagian besar berfungsi sebagai antifungi dan antibakteri. Senyawa yang paling penting didalam minyak atsiri kayu manis merupakan sinamaldehid (60-70%) dan eugenol (5-10%) yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri (Daud et al., 2013) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa dalam minyak kayu manis yang digunakan dengan menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. B. Landasan Teori Kayu Manis Gambar 1. Kayu manis (Cinnamomum burmanni Nees ex Bl.) 1. Klasifikasi Kayu Manis Klasifikasi dari tanaman kayu manis ( Cinnamomum burmanni Nees ex Bl.) adalah sebagai berikut (Rismunandar dan Paimin, 2001): Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Anak kelas : Magnoliidae Bangsa : Laurales Suku : Lauraceae Marga : Cinnamomum Jenis : Cinnamomum burmanni Nees ex Bl Volume 2, No.2, Tahun 2016

Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Kayu Manis 435 2. Kandungan Minyak Kayu Manis Minyak atsiri kayu manis mengandung senyawa kimia seperti kamfer, safrol, sinamaldehid, sinamil asetat, terpen sineol, sitral, sitronela, polifenol dan benzaldehid. Komponen terbesar adalah sinamaldehid 55%-65% dan eugenol 4%-8%, beberapa jenis aldehida, benzil benzoat dan felandren yang terdapat dalam kulit batangnya (Inna et al., 2010). 3. Khasiat dan Penggunaan Minyak Kayu Manis Sebagian besar senyawa yang terkandung dalam kulit batang tumbuhan kayu manis adalah minyak atsiri yang dilaporkan memiliki khasiat antibakteri karena adanya kandungan sinamaldehid, eugenol p-cimene, α pinen, sinamal asetat, kariofilen dan benzil benzoate (Nisa, 2014). Minyak atsiri kulit batang kayu manis dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa (Dwijayanti, 2011). Jerawat Jerawat adalah penyakit peradangan menahun folikel polisebaseus yang disebabkan karena adanya peningkatan produksi sebum, penyumbatan keratin di saluran polisebaseus, abnormalitas mikroorganisme di saluran pilosebaseus, serta adanya proses inflamasi yang disebabkan oleh bakteri. Staphylococcus aureus Staphylococcus aureus merupakan suatu bakteri gram positif berbentuk bulat dan berkelompok seperti anggur. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan jerawat apabila bakteri ini melekat pada kulit atau pada folikel rambut, dapat menyebabkan nekrosis jaringan atau kematian jaringan sehingga bakteri ini menghasilkan sifat koagulase (penggumpalan) yang mampu mengkoagulase fibrin di sekitar lesi sehingga pada bagian tengah lesi terjadi pencairan jaringan nekrotik serta terjadi abses (Clorinda, 2012). C. Metodologi Penelitian Tahap awal dilakukan pengumpulan bahan berupa minyak kayu manis, selanjutnya dilakukan karakterisasi untuk mengetahui kandungan minyak kayu manis dengan menggunakan Kromatografi Gas Spektrofotometri Massa (KG-SM). Minyak kayu manis dibuat dalam beberapa konsentrasi (0,1; 0,2; 0,5; dan 1%) untuk selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil yang didapat menjadi dasar untuk selanjutnya digunakan dalam pembuatan sediaan mikroemulsi gel. D. Hasil Penelitian Pada penelitian ini,minyak kayu manis diperoleh dari daerah Subang, Jawa Barat. Minyak kayu manis diperoleh dengan cara destilasi uap air. Hasil karakterisasi untuk mengetahui kadar kandungan sinamaldehid pada minyak kayu manis dengan metode KG-MS diperoleh nilai sebesar 61,53%. Kadar sinamaldehid memenuhi persyaratan SNI (06-3734-2006) yakni lebih besar dari 50%. Kandungan sinamaldehid dalam minyak kayu manis berkhasiat sebagai antibakteri. Sinamaldehid bekerja dengan cara menghambat biosintesis enzim pada bakteri, Farmasi, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

436 Marsha Betari Aqmarina, et al. mengikat protein membran bakteri dan menghambat sintesis peptidoglikan yang merupakan komponen penting penyusun dinding sel. Struktur sinamaldehid dapat dilihat pada Gambar 1., hasil penentuan kadar sinamaldehid dengan KG-SM dapat dilihat pada Gambar 2., berikut : Gambar 1. Struktur Sinamaldehid Gambar 2. Hasil karakteristik kandungan sinamaldehid metode KG-SM Penentuan aktivitas antibakteri minyak kayu manis dilakukan dengan metode difusi agar dengan berbagai konsentrasi minyak kayu manis yang telah dilarutkan pada pelarut yang sesuai yakni DMSO. Dengan adanya zona bening disekitar sumur yang diuji menandakan adanya kemampuan bahan uji untuk menghambat bakteri. Dari hasil pengujian diketahui bahwa minyak kayu manis masih memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 0,1% dengan diameter hambat sebesar 18,773 ± 0,574 mm. Hasil dapat dilihat pada Tabel 1. berikut: Volume 2, No.2, Tahun 2016

Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Kayu Manis 437 Tabel 1. Hasil Pengujian Sampel uji Diameter Hambat (mm) Minyak kayu manis 0,1% 18,773 ± 0,574 Minyak kayu manis 0,2% 22,496 ± 0,850 Minyak kayu manis 0,5% 26,206 ± 0,332 Kontrol negatif (DMSO) - Kontrol positif (klindamisin) (400 ppm) 16,586 ± 1,567 E. Kesimpulan Gambar 3. Hasil uji aktivitas antibakteri minyak kayu manis Minyak kayu manis memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab jerawat pada konsentrasi 0,1 % dengan diameter hambat 18,773 ± 0,574 mm. Mikroemulsi gel minyak kayu memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan diamater hambat sebesar 16 ± 0,785 mm. Daftar Pustaka Clorinda, R. (2012). Uji Kemampuan Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa) Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Universitas Jember: Jawa Timur Daud, F. Et al. (2013). A Study of Antibacterial Effect of Some Selected Essential Oils and Medicinal Herbs Against Acne Causing Bacteria. International Journal of Pharmaceutical Science Invention 27-34. Dwijayanti, R. (2011). Daya Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Batang K ayu Manis Terhadap Streptococcus aureus Penyebab Karies Gigi. Universitas Sanata Dharma:Yogyakarta. Inna, M. et al. (2010). Potential Use of Cinnamomum burmanii Essential Oil -based Chewing Gum as Oral Antibiofilm Agent. Journal of Dentistry Indonesia Vol. 17(3): 80-86. Lakshmi, J. Et al. (2013). Investigation of Microemulsion as a Potential Carrier for Advanced Transdermal Delivery: On Overview. International Journal of Farmasi, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

438 Marsha Betari Aqmarina, et al. Pharmaceutical Sciences Review and Research 20 (2) : 51-59. Leelapornpisid, P. Et al (2005). Antimicrobial Activity of Herbal Extracts on Staphylococcus aureus and Propionibacterium acnes. Faculty of Pharmacy Chiang Mai University. 5: 97-104. Nisa, L. (2014). Aktivitas Antibakteri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanni) Dengan Cara Ekstraksi yang Berbeda Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Prabuseenivasan, S. Et al. (2006). In vitro antibacterial activity of some plant essential oils. BMC Complementary Altern. Med. Rismunandar dan Farry B. Paimin, (2001). Kayu Manis Budidaya dan Pengolahan. Penebar Swadaya: Jakarta. Shah, N. Et al. (2013). Formulation, Design And Characterization Of Microemulsion Based System For Topical Delivery Of Antipsoriatic Drug. Worls Journal Of Pharmacy And Pharmacy And Pharmaceutical Sciences. 3(2): 1464-1480. Volume 2, No.2, Tahun 2016