Bimafika, 2016, 8, 20 24 PECAPAIA HASIL BELAJAR FISIKA DA PERILAKU BERKARAKTER SISWA KELAS IX SMP. SATU ATAP OKI BARU MATERI TATA SURYA MEGGUAKA MODEL PROBLEM BASED ISTRUCTIO Rsita Lestaluhu 1 1 Pengajar SMP egeri 3 Salahutu Email: Diterima 23092016 ; diterbitk 21112016 ABSTRACK Peneliti ini bertuju untuk mengetahui pencapai hl belajar fisika d perilaku berkarakter siswa yg diajark deng menggunak mdel prblem bad instructin. Hl peneliti pada kelas IX 1 SMP. Satu Atap Oki Baru menunjukk bahwa perbeda telah diajark deng menggunak mdel prblem Bad Instructin materi tata surya dari 25 siswa yaitu (16%) sgat baik 4 siswa, (80%) baik 20 siswa d (4%) cukup 1 siswa memiliki nilai tuntas yaitu memenuhi nilai KKM berbeda deng belum diajark deng menggunak mdel prblem bad instructin materi tata surya dari 25 siswa yg tuntas hya 6 siswa yaitu (8%) baik 2 siswa, (16%) cukup 4 siswa d (76%) gagal 19 siswa tidak memenuhi nilai KKM dgk pada hl respn siswa tehadap perilku berkarakter terkait materi tata surya menggunak mdel prblem bad instructin menunjuk bahwa hlnya sgat baik (88%) d baik (12%) pada lembar gket terdapat (54%) sgat tuju d (45%) tuju. Kesimpul dari peneliti ini adalah deng pencapai hl belajar fisika d perilaku berkarakter siswa menggunak mdel prblem bad instructin dapat meningkatk hl belajar d mewujudk perilaku yg sgat baik d baik. Keywrds: Mdel Prblem Bad Instructin, Hl Belajar fisika, Perilaku berkarakter siswa PEDAHULUA Menurut Dimyati d Mudjin (2006:39) hl belajar adalah hl yg dicapai dalam bentuk gkagka atau skr telah diberik tes hl belajar pada tiap akhir pembelajar. ilai yg diperleh siswa menjadi acu untuk melihat penguasa siswa dalam menerima materi pelajar. Secara derha, pendidik karakter dapat didefinisik bagai gala usaha yg dapat dilakuk untuk mempengaruhi karakter siswa. Menurut Thmas Lickna (2001:12) menyatak bahwa pengerti pendidik karakter adalah suatu usaha yg dingaja untuk membtu rg hingga ia dapat memahami, memperhatik, d melakuk nilainilai etika yg inti. Pentingnya perilaku berkarakter dalam pencapai hl belajar dikarenak perilaku berkarakter merupak sifat atau bawa kepribadi siswa yg berisik nilainilai etika yaitu Jujur, Tlera, Disiplin, Bekerja Keras, Kreatif, Mdiri, Demkratis, Kmunikatif, Rasa Ingin Tahu d Tggung Jawab. Sehingga dari pada itu deng mudah dapat membtu peneliti/guru dalam aspek penilai yaitu aspek kgnitif, afektif d Psikmtr d juga perilaku berkarakter pada mngmng siswa dapat mempengaruhi kemampu berfikir, kesimpulnya bahwa perilaku berkarakter yg baik pada siswa ak menghlk kemampu berfikir yg maksimal dalam pencapai hl belajar siswa. Bertlak dari permasalah tersbut diperluk buah mdel pembelajar yg dapat membgkitk minat d mtiv siswa hingga ntinya diharapk dapat meningkatk perilaku berkarakter. Mtiv benarnya dapat digali deng menghadapk siswa pada suatu masalah yg perlu dicari slusinya. Masalah dapat dihadirk deng berpedm dari pengetahu awal yg dimiliki siswa, pembelajar hendaknya lgsung menghadapk siswa pada kenyata, dapat memberik inisiatif untuk bertya, maupun menjawap pertya cara mdiri, siswa dapat menemuk knp materi yg diajark melalui rgkay kegiat penyelidik d penalar lebih
ljut, hingga dapat menciptak pembelajar bermakna. Salah satu cara untuk menciptak pembelajar yg bermakna deng menerapk mdel prblem bad instructin (PBI) di kelas. Mdel pembelajar PBI dircg untuk membtu siswa memngembgk kemampu berfikir, pemecah masalah, d keterampil intelektual. Adapun tutju ini dari hl belajar yg dicapai deng mdel pembelajar PBI menurt ur (2011:6) yaitu keterampil berfikir d pemecah masalah, dalam pemerleh infrm d pengembag pemaham tentg tpiktpik, siswa blajar bagai ma mengkntruksi kergka masalah, mengrgisk d menginvestig masalah, mengumpulk d mengalisis data, menyusun fakta, mengkntruksin argument mengenai pemecah masalah, bekerja cara indifidual atau klabr dalam pemecah masalah. Prblem bad instructin (PBI) adalah suatu mdel pembelajatr deng pendekat pembelajar siswa pada masalal autentik. Masalah autentik dapat diartik bagai suatu masalah yg ring ditemuk siswa dalam kehidup harihari. Deng metde prblem bad instructin (PBI) siswa dapat dilatih ndiri menyusun pengetahunya, mengembgk pengetahu pemecah masalah, mdiri rta meningkatk kepercaya diri. Selain itu deng pemberi masalah autentik, siswa dapat membentuk makna dari bah pembelajar melalui prs belajar d menyimpnya dalam ingat hingga waktuwaktu dapat digunak lagi (urhadi, 2004:26). METODE PEELITIA Peneliti ini merupak peneliti deskriptif yaitu tipe peneliti yg bertuju menggambark hl belajar d perilaku berkarakter siswa telah mereka mengikuti belajar mengajar deng menggunak mdel prblem bad instructin. Peneliti ini bertempat di SMP egeri Satu Atap Desa Oki Baru Kecamat amrle Kabupaten Buru Selat (BURSEL). Sampel dalam peneliti ini adalah satu kelas yaitu kelas IX 1 yg jumlahnya 25 rg dipilih cara rdm sampilng. Data yg diperleh adalah data afektif, psikmtr, tes akhir, nilai akhir d gket karekter siswa. Seljutnya data yg diperleh dalam peneliti ini ak dialisis cara deskriptif, Pada alisis deskriptif dilakuk deng cara bagai berikut : a. Menurut (Anaktta, 2009 : 6). Data dari peneliti dapat dilah deng menggunak alisis statistik deskriptif, d alisis ini di gunak untuk mengukur tingkat pemaham yg diteliti deng prenta. Untuk mengukur tingkat pemaham siswa d skr perleh maka rumus yg diperleh adalah : ilai Akhir = x 100 Menurut (Smal Asmii.2015:9). Sedgk untuk skr yg diperleh siswa lewat hl tes akhir, hl lahnya dalam bentuk prenta pencapai dibut X dgk hl lah data skr perleh pencapai kgnitif, afektif d penilai psikmtr menjadi prenta pencapai di but Y. Untuk mencari nilai akhir (A) suai deng rumus : A = ( ) ( ) Keterg : X = penilai tes akhir lama prs pembelajar Y = penilai prs, didapat dari skr perleh penilai kgnitif, afektif d psikmtr menjadi prenta pencapai. A = ilai Akhir b. Respn Siswa Terhadap Perilaku Berkarakter Respn ditunjuk melalui gket yg diberik kepada siswa pada akhir kegiat prs pembelajar. Data yg diperleh dari lembar gket respn siswa ini, dialisis deng tuju untuk mengetahui respn siswa terhadap perilaku berkarakter. Analisis ini dapat dilakuk deng menggunak rumus : ilai akhir = x 100 Analisis deskriptif digunak untuk mengetahui tingkat penguasa siswa berpatk pada pedm penilai acu patk (PAP). 21
Tabel Siswa Klfik < 60 Sgat baik HASIL DA PEMBAHASA Penilai Afektif Aspek afektif yaitu sikap siswa yg dinilai lama prs pembelajar yg dilihat dari minat, kerius d stun berbicara dalam menjawab pertya dari guru rta menjaga ketertib di dalam kelas deng baik lama prs belajar mengajar. Pada pertemu hl ratarata afektif kelas IX 1 dinlai bagi besar sgat berminat pada pelaksa pembelajar ta rius d stun dalam myampaik atau menjawab pertya deng baik. Dapat dilihat pada table Tabel Data Penilai Afektif Siswa Setelah Diterapk Mdel Prblem Bad Instructin 8 14 3 Prenta 32% 56% 12% Sgat Penilai Psikmtr Hl pengamat ratarata psikmtr siswa yg dinilai lama prs pembelajar ditujuk tabel 3 bagai berikut. Tabel Data Penilai Psikmtr Siswa Setelah Diterapknya Mdel Prblem Bad Instructin. 5 16 4 Prenta 20% 64% 16% Hl Tes Akhir (Pst Test) Sgat Tes akhir atau ter frmatif yaitu tes yg dilakuk telah prs akhir kegiat pembelajar d bertuju untuk mengetahui sampai dimakah pencapai siswa terhadap materi yg telah diajark deng diterapknya mdel prmblem bad instructin. Tes frmaif yg diberik kepada siswa terdiri dari 10 sal pilihn gda (PG) yg dima sal ini merupak akhir dari materi yag telah dipelajari leh siswa lama prs pembelajar berlgsung, apakah dari tes frmatif ini mengalami peningkat atau penurun, ternyata hnya lebih meningkat dari tes belumnya. Karena tidak ditemuk lagi permasalahpermasalah dalam materi yg telah di pelajari hingga dapat membtu siswa lebih mudah mengerjak salsal tes d Keberhl ini tentunya dilihat dari tingkat penguasa materi leh siswa lama mereka mengikuti prs belajar mengajar.data hl tingkat penguasa siswa dapat dilihat pada tabel Tabel Deskripsi Siswa Hl Tes Akhir (Pst Test) Prenta 5 13 7 20% 52% 28% ilai Akhir (A) Sgat Hl belajar siswa pada nilai akhir (A) yg diperleh dari dmain aspek kgnitif, afektif d psikmtr yg diambil menggunak tingkat penguasa nilai prs (Y) kemudi ditambah deng tingkat penguasa siswa pada tes akhir (pst test) (X) ljutnya dibagi deng ratus. Dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Deskripsi Hl Belajar Siswa Pada ilai Akhir (A) 4 20 1 Prenta 16% 80% 4% Sgat Pada tabel 5. Menunjuk bahwa nilai akhir yg diperleh dari hl belajar yg diperleh dari mngmng siswa pada kelas IX 1 memiliki nilai tuntas yaitu dima 22
deng kualifik sgat baik 4 siswa (16%), kemudi hl belajar deng kualifik baik 20 siswa (80%), d hl belajar deng kualifik cukup 1 siswa (4%), dgk hl belajar deng kualifik gagal tidak ada. Hal ini dapat disimpulk bahwa hl belajar siswa deng menggunak mdel Prblem Bad Instructin dapat membuat siswa bisa memecahk masalah rta membuat siswa lalu termtiv untuk belajar fisika d dapat dikatak bahwa pembelajar deng menggunak mdel Prblem Bad Instructin berhl dilaksak. Respn Siswa Terhadap Pertya Angket Perilaku Berkarakter. Diakhir pembelajar peneliti memberik pertya gket yg diberik pada siswa. Hl respn siswa terhadap pertya gket terkait perilaku berkarakter menggunak mdel Prblem Bad Instructin dapat dilihat pada tabel 6. Pertya nmr Mdel Prblem Bad Instuctin membuat saya mampu Bekerja Keras dalam menghadapi kesulit pada pelajar fisika. Petya nmr 5. Belajar deng mdel prblem bad instructin membuat saya lebih Kreatif pada materi tata surya dalam belajar fisika. Pertya nmr 6. Pembelajar deng mdel prblem bad instructin membuat saya bisa Mdiri mengerjak ndiri tugastugas fisika. Pertya 7. Mdel Prblem bad instructin membuat saya dapat melakuk Demkratis atau memilih ketua kelmpk berdasark suara terbyak pada pembelajar fisika. Pertya nmr 8. Belajar deng mdel prblem bad instructin membuat saya bisa Bersahabat/Kmunikatif deng baik dalam belajar fisika. Pertya nmr 9. Deng menggunak mdel Prblem Bad Instructin membuat saya memiliki rasa ingin tahu untuk bertya kepada guru tentg materi tata surya dalam pembelajar dikelas. Pertya nmr 10. Belajar deng mdel prblem bad Tabel 6. Hl Respn Siswa Terhadap Pertya Angket Perilaku Berkarakter Prenta Pertya SS S R TS STS SS S R TS STS 1 Angket n 1 13 12 52% 48% 2 Angket n 2 13 12 52% 48% 3 Angket n 3 14 11 56% 44% 4 Angket n 4 13 12 52% 48% 5 Angket n 5 15 10 60% 40% 6 Angket n 6 7 18 28% 72% 7 Angket n 7 14 11 56% 44% 8 Angket n 8 15 10 60% 40% 9 Angket n 9 12 13 48% 52% 10 Angket n 10 19 6 76% 24% Angket yg dityak dalam peneliti ini byak 10 pertya terkait perilaku berkarakter yaitu pada pertya nmr Deng mdel prblem bad instructin membuat saya bisa belajar menjadi Jujur yaitu tidak menyntek d menjadi plagiat dalam mengerjak tiap tugas tentg materi tata surya dalam belajar fisika. Pertya nmr Pembelajar deng mdel prblem bad instructin membuat saya bisa Bertlera atau menghrmati tem yg berbeda pendapat d adat istiadat dalam belajar fisika. Pertya nmr Deng mdel prblem bad instructin membuat saya Disiplin hingga dapat mengikuti pembelajar fisika tepat waktu. instructin membuat saya mempunyai rasa tgung jawab dalam belajar fisika. Deng menggunak mdel Prblem bad Instructin yg diterapk peneliti telah pres pembelajar berakhir. Dari hl respnden siswa terhadap gket terdapat (54%) sgat tuju d tuju (46%) dgk raguragu, tidak tuju d sgat tidak tuju tidak ada. Dapat disimpulk bahwa deng diterapknya mdel Prblem Bad Instructin dalam prs pembelajar dapat mewujudk perilaku berkarkter yg sgat baik d baik d hlnya memenuhi nilai (KKM). Dari puluh pertya gket terkait perilaku berkarakter yg paling dmin yaitu Bertggug jawab terdapat 19 siswa sgat tuju (76 %) d 6 siswa tuju (24 23
%) dgk yg dikit dmin yaitu mdri terdapat 7 siswa sgat tuju (28 %) d 18 siswa tuju (72 %). KESIMPULA Berdasark hl peneliti d alisis data leh siswa kelas IX 1 SMP egeri Satu Atap Oki Baru yg telah dibahas pada BAB IV. Dapat diambil kesimpul bagai berikut : Hl belajar lama prs pembelajar yg dilaksak dikelas IX 1 SMP. Satu Atap Oki Baru pada materi tata surya deng menggunak mdel Prblem Bad Instrutin hlnya tercapai d memenuhi KKM yg sudah ditentuk yaitu memiliki nilai tuntas (T) > 60. Perilaku berkarakter siswa telah prs pembelajar deng menggunak mdel Prblem Bad Instructin yg dilaksak dikelas IX 1 pada materi tata surya hlnya sgat baik d baik yg diperleh dari dmain hl belajar yg terdiri dari aspek kgnitif, afektif d psikmtr yaitu deng 22 siswa sgat baik (88%) d 3 siswa baik (12%) yg diisi leh mngmng siswa menggunak lembar gket terdapat (54%) sgat tuju d (45%) tuju. SARA Berdasark hl yg diperleh pada peneliti d kesimpul diatas, maka peneliti dapat memberik sarsar bagai berikut : Diharapk deng adya peneliti ini dapat menjadi buah inspir d bah masuk untuk klah d para peneliti berikutnya. Untuk para guru diklah kirya dapat menerapk mdel pembelajar deng menggunak mdel Prblem Bad Instructin untuk lebih meningkatk hl belajar d mewujudk perilaku berkarakter yg baik kedepnya bagi siswa, bab tpa bimbing dari guru dikelas tidak ak bisa membuat siswa lebih aktif dalam prs pembelajar. Dalam pembelajar fisika guru harus lebih kreatif dalam menggunak mdelmdel pembelajar agar susasa dikelas lebih aktif d membuat siswa bermgat untuk belajar hingga mata pelajar fisika tidak diggap sulit. Untuk itu mdel Prblem Bad Instructin ini juga menjadi salah satu alternatif yg dapat digunak bagai media pembelajar diklah. DAFTAR PUSTAKA [1]. Arikunt, Suharsimi, 200 Prdur Peneliti. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. [2]. Dimyati d Mujin, 2006. Belajar D Pembelajar, Jakarta : Rineka Cipta. [3]. Gagne, Dimyati d Mujin, 2006. Belajar d Pembelajar, Jakarta : Rineka Cipta. [4]. Sudja. (2005). DasarDasar Prs Belajar Mengajar. Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta. [5]. Sjaya, 2008. Prs Kegiat Pembelajar. Bumi Aksara [6]. Slamet. (2003). Belajar d Faktr Faktr yg Mempengaruhinya. Rev. Jakarta: PT Rineka Cipta. [7]. Wenn, I. H, 201 Peneliti Pendidik D Teknik Analisa Data. UPATTI PRESS 24