BAB 2 DATA & ANALISA

dokumen-dokumen yang mirip
1. Solid Drawing. 2. Timing & Spacing

ANIMATION = illusion of motion ( image statis yang ditampilkan secara berurutan )

12 PRINSIP ANIMASI FILM ALADDIN. Matakuliah Dasar Animasi

3 Kegiatan Belajar 3 :Prinsip prinsip Dasar Animasi

BAB III. DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

Pengertian Animasi. Jean Ann Wright

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 METODE/PROSES PERANCANGAN (METODOLOGI)

BAB II LANDASAN TEORI

AKTING UNTUK ANIMASI. Sesi 1 PENDAHULUAN. Lecturer: M. MIFTAKUL AMIN, S.KOM., M.ENG.

III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB II LANDASAN TEORI. gadis bernama Rarang. Rarang adalah anak terakhir (bungsu) dari tujuh

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Animasi

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

BAB IV KONSEP. ini adalah untuk mengajar dan berhati-hati pada isu sosial yang signifikan. Berdasarkan data yang diambil dari Wikipedia, iklan layanan

BAB IV KONSEP. Walt Disney. Prinsip-prinsip ini digunakan untuk membantu produksi dan. animasi karakter kartun yang digambar manusial.

LANDASAN PERANCANGAN

COLOR TEHORY. Ir Wahyu Catur Wibowo, M.Sc, Ph.D

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Teori Prinsip Dasar Film Animasi 1. Stretch and Squash 2. Anticipation 3. Staging

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PEMBAHASAN

Warna Perancangan Ruang Dalam 2015/2016

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Prinsip Dasar Animasi

BAB II DATA DAN ANALISA

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Prinsip Dasar Animasi

PENERAPAN PRINSIP ANIMASI DALAM PEMBUATAN ANIMASI 2 DIMENSI BERDASARKAN CERITA KOMIK R.

PERANCANGAN ANIMASI 3 DIMENSI LILO MENGGUNAKAN TEKNIK TOON SHADER NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Eva Wahyu Fitriana

BAB II LANDASAN TEORI. kesenjangan. Serta pengertian Digital Audio Workstation.

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Dasar 12 Prinsip Animasi

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

ANALISIS DAN PERANCANGAN ANIMASI 3 DIMENSI SEBAGAI MEDIA PROMOSI MENGGUNAKAN 3D MAX 2009 DAN ARCHICAD 13 PADA PERUMAHAN GRIYA ABDI KENCANA

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Prinsip Animasi Thomas Johnston A. Arcs B. Solid Drawing

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Teori Animasi 1. Pose to pose 2. Timing and Spacing 3. Stretch and Squash 4.

BAB 4 KONSEP DESAIN Landasan Teori / Metode

BAB 4. KONSEP DESAIN

ANALISIS VIDEO ANIMASI FILM PENDEK MORIENDO KARYA ANDREY PRATAMA

BAB IV KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Teori Animasi

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL FILM DOKUMENTER ANIMASI SANTO FILIPUS NERI

Perancangan Komunikasi Visual Animasi Serial "Dark Blood (Princess Odyssey)"

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan teori

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL IKLAN LAYANAN MASYARAKAT ABORSI

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 2 DATA DAN ANALISA

ARTIKEL Tehnik Pecah Warna dalam Pembelajaran IPA

Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013

BAB III KONSEP PERANCANGAN

Universitas Krisnadwipayana Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur 3D Animasi Arsitektur - 1

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori / Metode

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL ANIMASI FILM PENDEK CAPTAIN SUGENG

DIMENSI WARNA. DEDDY AWARD WIDYA LAKSANA, M.Pd

BAB 4 METODE PERANCANGAN

BAB II METODOLOGI. State of the art pada istilah ini merujuk pada makna keaslian atau orisinalitas karya yang akan di buat.

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BAB 4 KONSEP DESAIN. Untuk menemukan rujukan yang tepat sebelum melakukan pendekatan desain

05. MEMBUAT CERITA KOMIK. KOMIK 04 MEMBUAT CERITA KOMIK / Hal. 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN ANIMASI

Dirangkum oleh: Mawan A. Nugroho, S.Kom, M.Kom

TEORI WARNA. Ir Wahyu Catur Wibowo, M.Sc, Ph.D

BAB II LANDASAN TEORI

STIKOM SURABAYA BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Banyaknya masyarakat miskin di Indonesia menjadikan Indonesia negara

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

KOMPOSISI WARNA Semester Ganjil DKV - UNINDRA PGRI Dra. Winny Gunarti, M.Ds.

: Ainul Khilmiah, Ella yuliatik, Anis Citra Murti, Majid Muhammad Ardi SMART?: SEBUAH TAFSIR SOLUSI IDIOT ATAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL FILM ANIMASI PENDEK MACAN PEREDAM BAHAYA TUGAS AKHIR. Oleh. Erwin Janssen / Kelas : 08 PDU

MENU UTAMA UNSUR PROSA FIKSI PENGANTAR PROSA FIKSI MODERN

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Karya Tugas Akhir dengan judul Pembuatan Film Animasi 2D Berjudul The

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL ANIMASI PENDEK BRAVE TOY SOLDIER. Reyhan. Jl. Pasar no 22/24, Bogor

Kriteria Penilaian Skrip CVC

DIMENSI WARNA. DEDDY AWARD WIDYA LAKSANA, M.Pd

DAFTAR ISTILAH. Animisme: kepercayaan akan benda yang memiliki jiwa. Anticipation: antisipasi;lihat prinsip animasi

BAB IV METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Seminar Nasional BOSARIS III Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Prinsip Dasar Animasi. Ada berbagai macam teori dan pendapat tentang bagaimana seharusnya

DESAIN GRAFIS. Salah satu kriteria penting dari sebuah antar muka adalah tampilan yang menarik.

BAHAN PELATIHAN PROSA FIKSI

UKA 2015 MATA PELAJARAN / PROGRAM KEAHLIAN ANIMASI

BAGIAN III W A R N A

UNSUR DRAMATIK SINEMATOGRAFI

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah

Aplikasi Warna dalam Tipografi, Pedoman Penggunaan huruf secara Efektif

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 4 KONSEP DESAIN Premise Penyesalan seorang anak atas apa yang telah dilakukannya terhadap ibunya.

KEMAMPUAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN SISWA DI SMP NEGERI 17 KOTA JAMBI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Laporan tugas akhir pada BAB IV akan dijelaskan mengenai beberapa proses

BAB II DASAR PEMIKIRAN. Film disebut juga gambar hidup (motion pictures), yaitu serangkaian gambar

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori. Landasan teori yang saya ambil untuk mengembangkan penyelesaian masalah pada. desain saya adalah:

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Transkripsi:

BAB 2 DATA & ANALISA 2.1 Data dan Literatur Dalam perancangan short animation ini, penulis melakukan riset untuk memperoleh data yang mendukung tema dan referensi visual yang sesuai. Beberapa metode yang telah dilakukan diantaranya adalah: literatur internet, literature internet dan referensi video. 2.1.1 Literatur Buku Penulis merancang short animation ini dengan mempelajari beberapa literature buku juga e-book, baik untuk memperdalam pengertian penulis akan tema dan juga sebagai referensi style animasi. Berikut beberapa judul buku dan e- book yang penulis gunakan: 1. The Illusion of Life: Disney Animation 2. Ideas for the Animated Short : Finding and Building Stories 2.1.2 Literatur Video 1. Carn 2. The Judge 2.1.3 Literatur Internet 1. http://www.pikiranrakyat.com/cetak/2007/022007/24/99forumguru.html 2. http://en.wikipedia.org/wiki/gray_wolf 3. http://www.filmsite.org/dramafilms.html 4. http://www.archiepaint.com/2012/07/brewster-color-theory.html 5.http://smashingmagazine.com/2010/01/28/color-theory-for-designers-part-1-themeaning-of-color/ 3

4 2.2 Data Umum 2.2.1 Definisi Short Animation / Animasi Pendek Karen Sulivan (2008) menyatakan bahwa definisi Short Animation berdasarkan dalam lama atau panjangnya cerita Short Animation juga mempunyai format termasuk bermacam-macam jajaran atau barisan dari jenis-jenis dan gaya visual dari cerita. Karakteristik Animasi Pendek : 1.Animasi Pendek biasanya berdurasi singkat (dibawah 24 menit) 2. Mempunyai 1 alur cerita (linear) Short Story mempunyai elemen drama. Strukturnya : eksposisi (pembukaan dari setting, situasi, dan tokoh utama). Masalah, Menaikkan aksi dalam cerita, Klimax, dan terakhir Resolusi atau moral. 2.1.2 Definisi Film Drama Tim Dirks (1996) menyatakan bahwa film drama adalah ragam film yang sebagian besar tergantung pada pengembangan mendalam karakter realistis yang berurusan dengan tema emosional. Tema drama seperti alkoholisme, kecanduanobat, perselingkuhan, dilema moral, prasangka rasial, intoleransi agama, seksualitas, kemiskinan, pembagiankelas, kekerasan terhadap perempuan dan korupsi yang menempatkan karakter dalam konflik dengan diri mereka sendiri, orang lain, masyarakat dan bahkan fenomena alam. Drama adalah yang paling luas dari genre film dan termasuk subgenre seperti drama romantis, film olahraga, drama periode, drama ruang pengadilan, dan kejahatan. Di pusat drama biasanya satu karakter atau lebih yang bertentangan pada saat yang genting dalam hidup mereka. Mereka sering berputar di sekitar keluarga; film yang menggali kehidupan sehari-hari untuk mengajukan pertanyaan besar dan menyentuh emosi terdalam dari orang-orang normal. Drama sering, namun tidak selalu, memiliki resolusi tragis atau setidaknya menyakitkan dan menyangkut kelangsungan hidup dalam melewati beberapa krisis tragis, seperti kematian anggota keluarga, atau perceraian. Beberapa penampilan layar terhebat datang dari drama, karena adanya kesempatan yang luas bagi aktor untuk meregangkan diri ke dalam peran dimana

5 genre lain tidak mampu. Film drama sering dinominasikan untuk penghargaan film, lebih sering dari genre film lainnya. Drama memiliki fungsi sebagai hiburan dan dapat memberikan sesuatu pada penikmatnya, berupa pengetahuan atau penerangan dll. Seni drama dan teater, selain berfungsi sebagai sarana pendidikan dan hiburan juga berfungsi sebagai media komunikasi, penerangan dan informasi. Dalam sebuah skenario drama, terdapat nilai emosional yang disampaikan untuk dirasakan oleh penonton dan nilai intelektual yang disampaikan untuk dimengerti. Gabungan kedua nilai tersebut akan menampilkan nilai lain yang menyebabkan drama tadi akan dapat membangkitkan kesedihan atau kegembiraan lewat keindahan, Nilai ini disebut nilai abstrak. Dan nilai dramatik yang merupakan nilai-nilai yang menimbulkan suatu konflik. 2.1.3 Data Umum tentang Karakter Serigala Menurut (Clasqm, 2001)Serigala abu abu atau serigala adalah binatan g mamalia karnivora. Serigala abu abu mempunyai asal usul yang sama denga n anjing luar negeri dari keluarga Canis Lupus melalui bukti pengurutan DNA dan penyelidikan genetika. Beberapa jenis anjing juga memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan serigala, contoh anjing jenis Siberian Husky dan Samoyed. Secara umum, serigala mempunyai tinggi sekitar 60cm sampai 80cm (26-32 inci) dan berat sekitar 23-59 kilogram.serigala,sering berburu di malam hari. Serigala sering melolong pada malam hari Sebagai binatang, serigala penyendiri adalah serigala yang hidup secara mandiri dan bukan dengan sejenisnya sebagai kawanan. Dalam dunia hewan, serigala penyendiri biasanya serigala tua yang dikucilkan dari kawanan, mungkin oleh pejantan pengembang, atau dewasa muda yang sedang mencari wilayah baru. Banyak serigala muda antara usia 1 dan 4 tahun meninggalkan keluarga mereka untuk mencari kawanan mereka sendiri (ini memiliki efek sebagai pencegahan inbreeding), seperti dalam kawanan serigala hanya ada satu pasang dalam kawanan tersebut. Beberapa.

6 serigala hanya akan tetap serigala tunggal; dengan demikian, serigala tunggal ini mungkin lebih kuat, lebih agresif dan jauh lebih berbahaya daripada serigala rata-rata yang merupakan anggota kawanan. Namun, serigala tunggal mengalami kesulitan berburu, sebagai mangsa favorit serigala, ungulates besar, hampir tidak mungkin untuk serigala tunggal untuk menjatuhkannya sendiri. Sebaliknya, serigala tunggal umumnya akan berburu binatang kecil dan mengais bangkai Meskipun serangan serigala memang terjadi, frekuensi mereka bervariasi dengan lokasi geografis dan periode sejarah. Serangan serigala abu-abu yang berbahaya tidak hanya bagi para korban, tetapi juga yang menyerang, yang sering kemudian dibunuh, atau bahkan punah akibat reaksi orang-orang. Akibatnya, serigala saat ini cenderung hidup sebagian besar jauh dari orang-orang atau telah mengembangkan kecenderungan dan kemampuan untuk menghindari mereka. Negara dengan catatan sejarah yang paling luas adalah Perancis, di mana hampir 7,600 serangan mematikan didokumentasikan dalam 1200-1920. Di zaman modern, mereka paling sering di India dan negara-negara tetangga terjadi. Ada beberapa catatan sejarah atau kasus modern serangan serigala di Amerika Utara. Dalam setengah abad hingga 2002, ada delapan serangan mematikan di Eropa dan Rusia, tiga di Amerika Utara, dan lebih dari 200 di Asia. Gambar 1 Serangan predator pada anak, seperti yang digambarkan pada 1914 edisi Le Petit Journal

7 (sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/file:petit_journal_janvier_25_1914_loup_%26 _Enfant.jpg ) 2.1.4 Referensi Karakter Gambar 2 Salah satu jenis serigala : Canis Lupus (sumber : https://encryptedtbn1.gstatic.com/images?q=tbn:and9gcqmmdyt9z9ycpfx1f0vfsvhmpu ydc2ekm7vbnhkgk1n1alij_ba) 2.1.5 Pembanding dan Referensi/ Study Existing Cerita a. The Judge Sebuah film layar lebar yang mengisahkan tentang seorang pengacara kota besar yang kembali ke kampung halamannya dimana sang ayah yang dia benci diduga sebagai pelaku pembunuhan. Dia harus menemukan kebenaran dan menjalin hubungan kembali dengan keluarga yang pernah ia tinggalkan.

8 Gambar 3 poster film The Judge (sumber ; http://www.welovemoviesmorethanyou.com/wpcontent/uploads/2014/09/the-judge.jpg) Visual a. Carn Penulis ingin menggunakan visual Carn sebagai referensi dikarenakan visual kelam yang dipakai di animasi pendek ini sangat terasa kelam dan menggambarkan inti cerita yang ingin disampaikan yaitu mengenai tragedi Gambar 4 Screenshot Short Animation Carn (sumber : https://www.youtube.com/watch?v=j7txfzrrdmc)

9 b. Limbo Penulis menggunakan Limbo sebagai referensi dikarenakan desain karakter yang terkesan misterius yang mendukung mood cerita yang kelam Gambar 5 Screenshot Video Game Limbo (sumber : http://fc06.deviantart.net/fs71/i/2012/060/8/3/limbo_by_skoolmunkeed4renrm.jpg) 2.3 Sinopsis Film Animasi Pendek "Sorrow" Menceritakan kisah seorang anak yang membenci ayahnya. Anak ini menyalahkan ayahnya atas kematian ibunya. Sang ayah yang merasa bersalah larut dalam kesedihan dan mabuk-mabukan. Pada suatu hari sang anak tidak tahan melihat kelakuan ayahnya dan berkata kepada ayahnya bahwa dia sudah muak tinggal bersama dengan ayahnya dan memutuskan untuk pergi dari rumah. Ayah berusaha mencegah anaknya untuk pergi dari rumah namun ragu karena dia takut membuat anaknya semakin membenci dirinya. Setelah anaknya pergi sang ayah baru sadar bahwa dia salah dan berniat untuk menyusul anaknya untuk meminta maaf. Sementara itu sang anak tidak sadar bahwa dia telah diintai oleh seekor serigala. Melihat anak tersebut lengah serigala tersebut melompat kearah anak dan siap menerkam. Tak disangka ayahnya datang kemudian ia mendorong sang anak ke tepian. Sang ayah berhadapan dengan serigala tersebut namun sang ayah tidak bisa menghindar dan akhirnya serigala tersebut menerkam sang ayah. Ayah segera mengambil ranting pohon yg tajam dan menancapkannay ke badan serigala hingga tewas. Melihat kejadian tersebut sang anak berlari kea rah ayah. Sesampainya disana ayahnya telah sekarat. Ayahnya berkata kepada anaknya bahawa dia telah menyesal menjadi ayah yang tidak baik dan meminta pengampunan kepada anaknya dan

10 mengatakan bahwa dia selalu menyayangi anaknya. Si anak merasa menyesal kenapa selama ini dia membenci ayahnya dan hanya bisa menagisi kepergian ayahnya. 2.4Landasan Teori 2.4.1 Teori Element Cerita Naufa El Hakim (2013) menyebutkan bahwa sebuah cerita biasanya mempunyai 5 element utama yaitu character, plot, conflict dan resolution. Kelima unsur ini yang menentukan jalan cerita dalm sebuah teks narative 1. Character Character adalah tokoh yang terlibat dalam cerita tersebut. Seorang penulis cerita harus memperkenalkan tokoh yang yang telibat didalm cerita itu dengan ulasan yang cukup, dimana setiap pembaca bisa menangkap siapa dan bagaimana si tokoh ceritanya. aksinya 2. Setting ( Penerapan Situasi Cerita) Setting adalah tempat dari aksi pelaku cerita. Penulis cerita harus menggambarkan lingkungan dimana cerita itu tejadi dengan detil sehingga pembaca bisa merasakan suasana cerita itu. 3. Plot (Alur Cerita) Plot adalah lakon sebenarnya dalam keseluruhan cerita. Sebuah plot cerita yang baik diyakini harus mempunyai awalan (beginning), lakon di tengan cerita (middle), dan akhiran ( end) yang jelas. Dengan dibumbuhi suspense (kejutan) disana sini, pembaca akan semakin tertarik untuk menuntaskan membaca dan mengetahui jalur cerita tersebut. 4.Conflict (Timbulnya Permasalahan) Setiap cerita harusnya mempunyai sebuah conflict (permasalahan) untuk dipecahkan. Alur cerita akan mengacu pada unsur Conflict ini dimana para pelku peristiwa dalam cerita berusaha memecahkan permasalahan

11 tersebut. Puncak dari conflict ini adalah apa yang kita kenal dengan istilah "climax" dimana menjadi bagian yang paling menari, menegangkan, menyentuh, sekaligus kadang menjegkelkan sebelum menuju ke sebuah penyelesaian. 5. Resolution ( Pemecahan Masalah) Resolution adalah cara bagaimana para pelaku cerita mengarkhir dan menemukan solusi atau pemecahan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam cerita narratice, resolution tidak la harus bermakna berhasil memecahkan masalah tapi juga bisa gagal dalam menghadapinya 2.4.2 Drama Tragedi Heather Carroll (2014) menyebutkan bahwa drama tragedi adalah drama yang dimana karakternya mengalami suatu bentuk penderitaan. Sebuah drama tragedi itu lebih dari hanya sekedar drama yang mengisahkan tentang kesengsaraan. Aristoteles menjelaskan bahwa plot di sebuah cerita tragedi itu lebih dari cerita itu sendiri; itu adalah penyusunan akan musibah, atau reaksi sebab akibat suatu kejadian. Plot adalah bagian penting dari suatu tragedi dan menurut Aristoteles plot haruslah memiliki awalan, pertengahan, dan akhir. Plot tragedi menurut aristoteles harus memiliki : 1. Kejadian yang menjadi titik awal, atau momen dimana dimulainya hubungan reaksi dari sebab-akibat dari suatu kejadian 2. Pembalikan, yang kadang disebut peripeteia, adalah pembalikan sebuah keadaan menjadi semakin buruk 3. Klimaks, seperti di plot standar, yang merupakan puncak dari cerita 4. Pengakuan atau yang disebut dengan anagnorisis, adalah ketika karakter sadar akan penemuan penting dalam hidupnya. 5. Bencana / malapetaka, yang menandakan puncak dari kesengsaraan tokoh utama, yang kadang mencakup hingga kematiannya 6. Resolusi yang dimana karakter lain hanya bisa meratapi kehilangan akan karakter utama, tapi melihat adanya hal positif dari kematiannya

12 2.4.3 Teori Warna (Archie Paint : Brewster Color Theory, 2012) menyebutkan bahwa Teori Brewster adalah teori yang menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna. Keempat kelompok warna tersebut, yaitu: warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral. Teori ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1831 1. Warna primer Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warnawarna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning. 2. Warna sekunder Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru. 3. Warna tersier Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga. Warna coklat merupakan campuran dari ketiga warna merah, kuning dan biru. 4. Warna netral Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam. Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari ungu kemerahan hingga hijau.

13 Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat. Sementara warna dingin sebaliknya. Suatu karya seni disebut memiliki komposisi warna harmonis jika warna-warna yang terdapat di dalamnya menghasilkan efek hangat-sedang. Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna brewster mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad. 1. Kontras komplementer Adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180 ) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru. 2. Kontras split komplementer Adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180 ). Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan. 3. Kontras triad komplementer Adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60. 4. Kontras tetrad komplementer Disebut juga dengan double komplementer. Adalah empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90 ). Cameron Chapman (2010) mengungkapkan bahwa penggunaan warna dalam suatu desain sangatlah subjektif. Reaksi seseorang dengan yang lain akan sedikit berbeda. Kadang-kadang hal ini dikarenakan referensi personal, dan hal lain karena latar belakang budaya. Teori warna mempelajari bagaimana warna bisa mempengaruhi orang lain, baik itu individu atau kelompok. Bahkan hal simple seperti merubah hue dan saturation sebuah warna dapat membuat suatu perasaan yang berbeda.

14 Penggunaan warna netral biasa digunakan sebagai background suatu desain. Mereka biasanya dikombinasikan dengan warna yang lebih terang. Tetapi warna netral ini juga bisa digunakan sendiri, dan bisa membuat layout yang kompleks. Arti dan kesan dari warna netral lebih dipengaruhi oleh warna disekitarnya daripada warna hangat atau warna yang dingin. Contoh dari warna netral adalah: 1. Hitam Hitam adalah warna yang paling kuat diantara warna netral. Dalam sisi positif, warna hitam biasa diasosiasikan dengan kekuatan, elegan, dan formalitas. Di sisi negatifnya warna hitam biasa diasosiasikan dengan jahat, kematian, dan misteri. Warna hitam adalah warna tradisi yang melambangkan berduka cita di negaranegara barat, warna hitam juga dilambangkan dengan pemberontakan di budaya tertentu, dan juga biasa diasosiasikan dengan Hallowen dan sekte-sekte tertentu 2. Putih Putih adalah kebalikan dari warna hitam, tetapi seperti warna hitam, warna putih bisa dikombinasikan baik dengan warna apapun. Di dalam desain, warna putih biasa digunakan sebagai warna background netral yang biasa membuat warna lain menjadi dominan. Warna putih juga bisa membantu dalam menyampaikan kesan bersih dan kesederhanaan, populer juga dalam desain yang minimalis. Warna putih dalam desain juga bisa menggambarkan musim dingin atau panas, tergantung dari warna disekelilingnya. 3. Abu-abu Abu-abu adalah warna netral, biasa dianggap sebagai akhir dari spectrum warna. Warna abu-abu juga biasa dianggap sebagai warna yang membuat depresi. Warna abu-abu muda biasa digunakan sebagai pengganti putih, dan abu-abu tua sebagai pengganti warna hitam.

15 Warna abu-abu biasa dianggap sebagai warna yang kaku dan formal, tetapi juga bisa sebagai warna modern. Warna abu-abu kadang dianggap sebagai warna duka cita. 2.4.4 Teori 12 Prinsip Animasi Menurut Ollie Johnston dan Frank Thomas (1981) dengan bukunya yang berjudul Disney Animation: The Illusion of Life bahwa animasi harus didasarkan pada 12 prinsip animasi yang mereka tentukan tersebut. Tujuan utama dari prinsip tersebut adalah untuk menghasilkan ilusi karakter yang mengikuti dasar dari hukum fisika, dan juga prinsip tersebut bisa dipakai untuk menghadapi hal yang lebih abstrak, seperti timing emosional dan daya tarik suatu karakter. 12 prinsip tersebut adalah sebagai berikut 1. Solid Drawing Seorang animator harus memiliki kepekaan terhadap anatomi, komposisi, berat, keseimbangan, pencahayaan, dan sebagainya yang dapat dilatih melalui serangkaian observasi dan pengamatan, dimana dalam observasi itu salah satu yang harus dilakukan adalah: menggambar 2. Timing & Spacing Grim Natwick - seorang animator Disney pernah berkata, Animasi adalah tentang timing dan spacing. Timing adalah tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan, sementara spacing adalah tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacam-macam jenis gerakan 3. Squash & Stretch Squash and strecth adalah upaya penambahan efek lentur (plastis) pada objek atau figur sehingga seolah-olah memuai atau menyusut sehingga memberikan efek gerak yang lebih hidup. 4. Anticipation Anticipation boleh juga dianggap sebagai persiapan / awalan gerak

16 atau ancang-ancang. Seseorang yang bangkit dari duduk harus membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum benar-benar berdiri. Pada gerakan memukul, sebelum tangan maju harus ada gerakan mundur dulu dan sejenisnya 5. Slow In and Slow Out Sama seperti spacing yang berbicara tentang akselerasi dan deselerasi. Slow In dan Slow Out menegaskan kembali bahwa setiap gerakan memiliki percepatan dan perlambatan yang berbeda-beda. Slow in terjadi jika sebuah gerakan diawali secara lambat kemudian menjadi cepat. Slow out terjadi jika sebuah gerakan yang relatif cepat kemudian melambat 6. Arcs Dalam animasi, sistem pergerakan tubuh pada manusia, binatang, atau makhluk hidup lainnya bergerak mengikuti pola/jalur (maya) yang disebut Arcs. Hal ini memungkinkan mereka bergerak secara smooth dan lebih realistik, karena pergerakan mereka mengikuti suatu pola yang berbentuk lengkung (termasuk lingkaran, elips, atau parabola). Pola gerak semacam inilah yang tidak dimiliki oleh sistem pergerakan mekanik/ robotik yang cenderung patah-patah 7. Secondary Action Secondary action adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih realistik. Secondary action tidak dimaksudkan untuk menjadi pusat perhatian sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari gerakan utama. Kemunculannya lebih berfungsi memberikan emphasize pada memperkuat gerakan utama 8. Follow Through and Overlapping Action Follow through adalah tentang bagian tubuh tertentu yang tetap bergerak meskipun seseorang telah berhenti bergerak. Misalnya, rambut yang tetap bergerak sesaat setelah berhenti berlari.

17 9. Straight Ahead Action and Pose to Pose Straight Ahead Action, yaitu membuat animasi dengan cara seorang animator menggambar satu per satu, frame by frame, dari awal sampai selesai seorang diri. Teknik ini memiliki kelebihan: kualitas gambar yang konsisten karena dikerjakan oleh satu orang saja. Tetapi memiliki kekurangan: waktu pengerjaan yang lama. Yang kedua adalah Pose to Pose, yaitu pembuatan animasi oleh seorang animator dengan cara menggambar hanya pada keyframekeyframe tertentu saja, selanjutnya in-between atau interval antar keyframe digambar/ dilanjutkan oleh asisten/ animator lain. 10. Staging Seperti halnya yang dikenal dalam film atau teater, staging dalam animasi juga meliputi bagaimana lingkungan dibuat untuk mendukung suasana atau mood yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene. 11. Appeal Appeal berkaitan dengan keseluruhan look atau gaya visual dalam animasi. Sebagaimana gambar yang telah menelurkan banyak gaya, animasi (dan ber-animasi) juga memiliki gaya yang sangat beragam. 12. Exaggeration Exaggeration adalah upaya untuk mendramatisir sebuah animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang bersifat hiperbolis. 2.4.5 Teori Dampak Hubungan Disharmonis Antara Ayah dan Anak Fisrsty Wildaniah (2007), dalam artikelnya yang berjudul, Mengenali karakter anak broken home. Beliau menunjukkan beberapa sifat yang sering muncul pada anak yang di besarkan dalam keluarga broken, yang tentu saja juga karena kerenggangan hubungan antara ayah dengan anaknya. Biasanya anak-anak tersebut mempunyai sifat; mudah emosi atau sensitive, kurang konsentrasi belajar, tidak peduli terhadap teman atau lingkungan, tidak tahu sopan santun, tidak tahu etika

18 bermasyarakat, mudah marah dan tersinggung, suka mencari perhatian orang lain, ingin menang sendiri, susah diatur, suka melawan orang tua, tidak mempunyai tujuan hidup dan kurang memiliki daya juang. 2.5 Analisa 2.5.1 Analisis SWOT 2.5.1.1 Strength Kekuatan dari animasi pendek ini adalah cerita yang dalam mengenai hubungan ayah dan anak, bagaimana kita melihat perspektif dari orang tua bukan dari anak sehingga anak akan lebih mengerti bagaimana perasaan sebenarnya dari orang tua 2.5.1.2 Weakness dengan mudah Durasi yang pendek sehingga pesan yang disampaikan bisa terlewatkan 2.5.1.3 Opportunity Tema yang diangkat masih merupakan tema yang jarang sekali diangkat kedalam media animasi sehingga kesempatan animasi pendek bertema hubungan ayah dan anak masih bisa mempunyai kesempatan 2.5.1.4 Threats Banyaknya karya lokal maupun internasional yang sudah ada terlebih dahulu membuat film animasi pendek ini akan sulit dikenal dikarenakan popularitas

19