HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA

dokumen-dokumen yang mirip
MAKALAH TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA

LTM TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA Pemicu

ENTROPI. Untuk gas ideal, dt dan V=RT/P. Dengan subtitusi dan pembagian dengan T, akan diperoleh persamaan:

BAB II LANDASAN TEORI

FISIKA TERMAL Bagian I

BAB IV TERMOKIMIA A. PENGERTIAN KALOR REAKSI

BAB II LANDASAN TEORI

LTM TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA Pemicu

12/3/2013 FISIKA THERMAL I

PERHITUNGAN NERACA PANAS

III ZAT MURNI (PURE SUBSTANCE)

AZAS TEKNIK KIMIA (NERACA ENERGI) PRODI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

FISIKA TERMAL(1) Yusron Sugiarto

1 Energi. Energi kinetic; energy yang dihasilkan oleh benda bergerak. Energi radiasi : energy matahari.

PENGARUH SUHU DAN TEKANAN TERHADAP PENINGKATAN EFISIENSI THERMAL SIKLUS RANKINE PADA PEMBANGKIT DAYA TENAGA UAP. Oleh ( ) TEKNIK MESIN UNILA

TERMODINAMIKA (II) Dr. Ifa Puspasari

Makalah Termodinamika Pemicu 4: Kesetimbangan Fasa Uap-Cair

BAB II LANDASAN TEORI

Teknik Lingkungan S1 TERMODINAMIKA LINGKUNGAN

TERMODINAMIKA TEKNIK HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA BAGI VOLUME ATUR. Chandrasa Soekardi, Prof.Dr.Ir. 1 Sistem termodinamika volume atur

BAB 4 UAP JENUH DAN UAP PANAS LANJUT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

...(2) adalah perbedaan harga tengah entalphi untuk suatu bagian. kecil dari volume.

KALOR. hogasaragih.wordpress.com

ANALISIS TERMODINAMIKA PERFORMA HRSG PT. INDONESIA POWER UBP PERAK-GRATI SEBELUM DAN SESUDAH CLEANING DENGAN VARIASI BEBAN

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN MATA AJAR TERMODINAMIKA DASAR. oleh. Tim Dosen Mata Kuliah Termodinamika Dasar

TEMPERATUR. dihubungkan oleh

9/17/ KALOR 1

Cara Menggunakan Tabel Uap (Steam Table)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Evaporasi S A T U A N O P E R A S I D A N P R O S E S T I P F T P UB

Fisika Dasar I (FI-321)

TERMODINAMIKA I G I T A I N D AH B U D I AR T I

Bab VIII Teori Kinetik Gas

PENENTUAN BANYAKNYA UAP YANG DILEPASKAN KE UDARA DARI SUATU CAIRAN YANG TERSIMPAN DI TANGKI SIMPAN DENGAN PENDEKATAN TEORI NERACA ENERGI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

WEEK 8,9 & 10 (Energi & Perubahan Energi) TERMOKIMIA

HUBUNGAN ENERGI DALAM REAKSI KIMIA

Teori Kinetik Gas Teori Kinetik Gas Sifat makroskopis Sifat mikroskopis Pengertian Gas Ideal Persamaan Umum Gas Ideal

Jurnal FEMA, Volume 1, Nomor 3, Juli Kajian Analitis Sistem Pembangkit Uap Kogenerasi

BAB II DASAR TEORI. Laporan Tugas Akhir. Gambar 2.1 Schematic Dispenser Air Minum pada Umumnya

I. Pendahuluan. A. Latar Belakang. B. Rumusan Masalah. C. Tujuan

BAB II PERANCANGAN PRODUK. : Sebagai bahan baku pembuatan ammonia, plastik,

TRANSFER MOMENTUM FLUIDA DINAMIK

Hukum Termodinamika 1. Adhi Harmoko S,M.Kom

PENDINGINAN KOMPRESI UAP

Energetika dalam sistem kimia

BAB 2 Pengenalan Neraca Energi pada Proses Tanpa Reaksi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8.

Desain Proses Pengelolaan Limbah Vinasse dengan Metode Pemekatan dan Pembakaran pada Pabrik Gula- Alkohol Terintegrasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Xpedia Fisika. Soal Zat dan Kalor

Gbr. 2.1 Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)

Maka persamaan energi,

Teori Kinetik Gas. C = o C K K = K 273 o C. Keterangan : P2 = tekanan gas akhir (N/m 2 atau Pa) V1 = volume gas awal (m3)

Penyelesaian: x 1. Dik : x 2. =0,8m. K=100 N m. Dit : Q=? Jawab : ΣW =ΣQ. Usaha yang dilakukan pegas : dx x1. = F Pegas.

kimia KTSP & K-13 TERMOKIMIA I K e l a s A. HUKUM KEKEKALAN ENERGI TUJUAN PEMBELAJARAN

Fisika Umum (MA101) Topik hari ini (minggu 6) Kalor Temperatur Pemuaian Termal Gas ideal Kalor jenis Transisi fasa

Xpedia Fisika. Kapita Selekta Set Energi kinetik rata-rata dari molekul dalam sauatu bahan paling dekat berhubungan dengan

ANALISA PENGARUH ARUS ALIRAN UDARA MASUK EVAPORATOR TERHADAP COEFFICIENT OF PERFORMANCE

BAB II DASAR TEORI. Pengujian alat pendingin..., Khalif Imami, FT UI, 2008

MENGUAP DAN MENDIDIH

NME D3 Sperisa Distantina BAB V NERACA PANAS

PERBANDINGAN UNJUK KERJA FREON R-12 DAN R-134a TERHADAP VARIASI BEBAN PENDINGIN PADA SISTEM REFRIGERATOR 75 W

BAB 1 Energi : Pengertian, Konsep, dan Satuan

LEMBAR KERJA SISWA TEORI KINETIK GAS. Mata Pelajaran : Fisika Kelas/ Semester : XI / II. Nama Kelompok:

Session 17 Steam Turbine Theory. PT. Dian Swastatika Sentosa

BAB II STUDI PUSTAKA

Fisika Umum (MA101) Kalor Temperatur Pemuaian Termal Gas ideal Kalor jenis Transisi fasa

ANALISA KINERJA MESIN REFRIGERASI RUMAH TANGGA DENGAN VARIASI REFRIGERAN

Studi Eksperimen Pemanfaatan Panas Buang Kondensor untuk Pemanas Air

MODUL PRAKTIKUM LABORATORIUM INSTRUKSIONAL TEKNIK KIMIA REFRIGERASI (REF) Koordinator LabTK Dr. Pramujo Widiatmoko

ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN BAKAR TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN UAP

BAB II DASAR TEORI. Energy balance 1 = Energy balance 2 EP 1 + EK 1 + U 1 + EF 1 + ΔQ = EP 2 + EK 2 + U 2 + EF 2 + ΔWnet ( 2.1)

HUKUM TERMODINAMIKA II Thermodynamics: An Engineering Approach, 5th edition by Yunus A. Çengel and Michael A. Boles

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. temperatur di bawah 123 K disebut kriogenika (cryogenics). Pembedaan ini

PERHITUNGAN EFISIENSI BOILER

BAB V CAMPURAN BEREAKSI : PEMBAKARAN

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II MODUL 7 WETTED WALL COLUMN

ANALISA EFISIENSI PERFORMA HRSG ( Heat Recovery Steam Generation ) PADA PLTGU. Bambang Setyoko * ) Abstracts

MULTIREFRIGERASI SISTEM. Oleh: Ega T. Berman, S.Pd., M,Eng

TINJAUAN PUSTAKA. Df adalah driving force (kg/kg udara kering), Y s adalah kelembaban

10/18/2012. James Prescoutt Joule. Konsep dasar : Kerja. Kerja. Konsep dasar : Kerja. TERMODINAMIKA KIMIA (KIMIA FISIK 1 ) Hukum Termodinamika Pertama

PENGARUH STUDI EKSPERIMEN PEMANFAATAN PANAS BUANG KONDENSOR UNTUK PEMANAS AIR

7. Temperatur Teori Atom Zat. Tidak dapat dibagi

BAB II SISTEM VAKUM. Vakum berasal dari kata latin, Vacuus, berarti Kosong. Kata dasar dari

Fugasitas. Oleh : Samuel Edo Pratama

Sistem pendingin siklus kompresi uap merupakan daur yang terbanyak. daur ini terjadi proses kompresi (1 ke 2), 4) dan penguapan (4 ke 1), seperti pada

E V A P O R A S I PENGUAPAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Definisi Pengkondisian Udara

BAB 2 ENERGI DAN HUKUM TERMODINAMIKA I

WUJUD ZAT (GAS) Gaya tarik menarik antar partikel sangat kecil

LANDASAN TEORI. P = Pc = P 3 = P 2 = Pg P 5 P 4. x 5. x 1 =x 2 x 3 x 2 1

PAPER FISIKA DASAR MODUL 8 KALORIMETER

KESETIMBANGAN ENERGI

ANALISA TERMODINAMIKA LAJU PERPINDAHAN PANAS DAN PENGERINGAN PADA MESIN PENGERING BERBAHAN BAKAR GAS DENGAN VARIABEL TEMPERATUR LINGKUNGAN

Soal Teori Kinetik Gas

PENGANTAR TEKNIK REFRIGERASI INDRA S. DALIMUNTHE. Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara BABI PENDAHULUAN

Transkripsi:

MAKALAH TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA Disusun Oleh : Kelompok : 12 Nama Mahasiswa : Hari Purnama (1206202015) Hendrik (1206261264) Rahganda (1206261182) Siti Zunuraen (1206202072) Departemen Teknik Kimia FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK, 2014

Jawaban Pemicu 2 : Hukum Pertama Termodinamika MA Teknik Kimia FTUI 4 Maret, Instruktur : Dr. Ir. Praswasti PDK Wulan, MT 1. Buatlah daftar semua jenis energi dan Berikan contoh dalam kehidupan nyata masingmasing. Tabel 1. Jenis-Jenis Energi dan Conrohnya Jenis Energi Contoh Dalam Kehidupan Nyata Sehari-hari 1 Mechanical energy Buah kelapa jatuh dari pohon dengan kecepatan 1 m/s 2 Kinetic energy Mobil melaju dengan kecepatan 40 Km/jam 3 Potential energy Apel berada diatas pohon 4 Sound energy Suara petir menggetarkan rumah 5 Thermal energy Telur direbus dengan air mendidih 6 Chemical energy Reaksi asam klorida dengan pita Mg 7 Electric energy Nyamuk yang tewas tersengat perangkap listrik 8 Electrostatic energy Balon yang digesek kain perca dapat menarik kertas 9 Magnetic energy Kutub magnet yang berlawanan saling tarik-menarik 10 light energy Matahari menyinari bumi 2. Menurut anda, ada berapa jeniskah kapasitas panas dalam termodinamika dan berikan definisinya berdasarkan gambar yang diberikan. Ada dua jenis kapasitas panas, yaitu kapasitas panas volume konstan dan tekanan konstan. Definisi untuk volume konstan : ( ) Definisi untuk tekanan konstan :

( ) 3. Jelaskanlah mengapa kedua satuan yang diberikan dapat identik! Yang diperhitungkan dalam kapasitas panas hanyalah perbedaan temperatur awal dan temperatur akhir sistem. Misalkan adalah temperatur awal dan adalah temperatur akhir dalam o C, sehingga untuk satuan kj/kg. o C, perbedaan suhunya adalah: Untuk temperatur dalam kelvin, temperatur awalnya adalah dan temperatur akhirnya sehingga untuk satuan kj/kg. o K, perbedaan suhunya adalah: sehingga 4. Berikan penjelasan untuk satuan kapasitas panas yang menggunakan basis molar! Kapasitas panas menggunakan basis molar untuk menghadapi permasalahanpermasalahan di bidang kimia yang seringkali lebih mudah diselesaikan dalam basis molar. Bergantung pula dengan tetapan nilai R yang digunakan. 5. Jelaskan mengapa ada diskontinuitas dalam plot kapasitas panas air! Hal ini terjadi karena adanya kekhususan yang terjadi pada nilai C p air fase cair. Pada fase tersebut, air akan memiliki kapasitas panas yang lebih besar. Diskontinuitas disebabkan adanya usaha pembengkokan ikatan hidrogen saat kenaikan suhu pada H 2 O fase cair. Sehingga dibutuhkan lebih banyak energi untuk menaikkan suhu H 2 O fase cair, karena

sebagian energi terpakai untuk membengkokkan iktan hidrogen tersebut. Hal tersebut tidak ditemui pada H 2 O fase padat dan gas. 6. Hitung panas yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 mol gas metana 300-800K menggunakan data yang ditampilkan! Untuk mempermudah perhitungan, maka kurva kapasitas panas tekanan konstan pada rentang 300-800 K adalah linier (kondisi awalnya memang hampir linier) dengan kapasitas kalornya adalah 8.1 cal/mol K pada 300 K, dan 15 cal/mol K pada 800 K, sehingga panas yang dibutuhkan adalah : ( ) Terjadi diskontinuitas pada kurva H2O dikarenakan terjadi perubahan fase dari solid menjadi liquid, dan liquid menjadi gas. Dapat dilihat bahwa Cp H2O melonjak sangat tinggi saat perubahan fase dari solid menjadi liquid, dan diskontinu turun saat berubah fase menjadi gas. 7. Apakah anda pikir masuk akal mengasumsikan kapasitas panas yang konstan untuk rentang suhu menyeluruh? Masuk akal selama selama substansinya adalah gas monoatomik seperti yang terlihat pada gambar 3(a) untuk gas helium. 8. Bagaimana pendapat anda untuk gambar 3 (b)? Untuk volume konstan : ( ) Dengan menerapkan hukum I termodinamika

pada volume konstan sehingga dan persamaan menjadi: ( ) Untuk tekanan konstan : ( ) Dengan menerapkan hukum I termodinamika pada tekanan konstan sehingga dan persamaan menjadi: ( ) 9. Jelaskan energi internal molekul gas dalam hal mode yang berbeda gerak translasi,rotasi, dan mode getaran. Energi Translational : energi ini merupakan energi kinetik molekul gas karena mempunyai komponen kecepatan, semakin cepat pergerakan molekul, semakin besar energi dalamnya, karena itu kenaikan suhu dapat meningkatkan perubahan energi dalam yang diakibatkan oleh bertambah cepatnya molekul gas tersebut. Energi rotasional : energi ini juga merupakan energi kinetik molekul gas karena mempunyai komponen kecepatan. Namun energi tersebut hanya dimiliki oleh gas nonmonoatomik Energi vibrasional : energi tersebut juga berasal dari struktur molekul nonmonoatomik dalam bentuk getaran. 10. Gunakan diagram berikut untuk menunjukkan distribusi populasi boltzmann. Contoh sebaran populasi untuk getaran

Gambar. 1 sebaran Populasi Getaran Untuk rotasional, bentuknya seperti gelombang yang menuju kekanan seiring bertambahnya suhu, sedangkan pada tingkat electronic, sebarannya tidak teratur, tergantung apakah elektron tereksitasi atau tidak. 11. Untuk sistem tertutup, persamaan kesetimbangan energi diberikan,sangat menarik dan membantu unutk mengetahui bagaimana energi internal dan kapasitas panas yang ditentukan secara eksperimental,oleh karena itu, Jelaskanlah cara menerapkan persamaan untuk penentuan energi internal cairan menggunakan kalorimeter bom adiabatik ditunjukan dibawah ini! Neraca energi untuk sistem tertutup Karena pada kalorimeter bom adiabatik, W= 0 dan Q dari luar sistem juga bernilai 0. Sehingga 12. Salah satu kebutuhan untuk memahami konsep kekelan energi dan massa, dalam rangka unutk memahami bagaimana kalorimeter bekerja. Jelaskan sifat termodinamika yang disebutkan dalam pernyataan berikut dan menentukan nilai-nilai mereka untuk air sebagai bahan murni pada tekanan atmosfer.

Gambar. 2 Kurva Entalpi Air Sebagai Fungsi Temperatur 1. Kapasitas panas yang solid sebagai fungsi temperatur dari -10 sampai 0 dan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan es dari -10 o C sampai 0 o C Tabel 2. Sifat Termodinamika Es Pada Suhu -10 o C samapi 0 o C No Sifat Keterangan Termodinamika 1 Temperatur Naik, 2 Tekanan Tetap, (101 kpa) 3 Energi dalam Meningkat seiring kenaikan suhu 4 Volume Meningkat seiring kenaikan suhu Spesifik 5 Entalpi Panas sensible(tidak ada perubahan fase) meningkatseiringkenaikansuhu.

2. Panas mencairnya es pada 0 o C Tabel 3. Sifat Termodinamika mencairnya Es pada suhu 0 o C No Sifat Keterangan Termodinamika 1 Temperatur Tetap, yaitu 0 2 Tekanan Tetap,( 101 kpa) 4 Energi dalam Meningkat seiring kenaikan suhu 5 Volume Meningkat seiring kenaikan suhu Spesifik 6 Entalpi Panas tetap(kalor lebur), Tidak ada perubahan suhu,adanya perubahan Fase dari padat ke cair 7 Kapasitas Panas 8,712 J/(g mol) o C 3. Kapasitas panas cair sebagai fungsi temperature 0 o C sampai 100 o C dan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan air dari 0 o C sampai 100 o C. Tabel 4. Sifat Termodinamika Air pada Suhu 0 o C sampai 100 o C No Sifat Keterangan Termodinamika 1 Temperatur Meningkat, 2 Tekanan Tetap,(101 kpa) 3 Energi dalam Meningkatseiringkenaikansuhu 4 Volume Spesifik Meningkatseiringkenaikansuhu 5 Entalpi Panas sensible(tidak ada perubahan fase) meningkatseiringkenaikansuhu, 6 KapasitasPanas Meningkatkarenaterjadikenaikansuhu

4. Panaspenguapan air pada 100 o C Tabel 5. Sifat Termodinamika Air pada Suhu 100 o C No Sifat Keterangan Termodinamika 1 Temperatur Tetap, yaitu 100 2 Tekanan Tetap, (101 kpa) 3 Energidalam Meningkatseiringkenaikansuhu 4 Volume Spesifik Meningkatseiringkenaikansuhu 5 Entalpi.Panas tetap disebut kalor laten karena tidak ada perubahan fase 6 KapasitasPanas 29.386 J/(g mol) o C 5. Kapasitas panas uap sebagai fungsi temperatur dari 100 o C 110 o C dan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan uap jenuh pada 100 o C menjadi superheated steam pada 110 o C. Tabel 6. Sifat Termodinamika Uap Jenuh pada Suhu 100 o C menjadi steam pada suhu 110 o C. No Sifat Keterangan Termodinamika 1 Temperatur Meningkat, 2 Tekanan Tetap, (101kpa) 3 Energidalam Meningkat seiring kenaikan suhu 4 Volume Spesifik Meningkat seiring kenaikan suhu 5 Entalpi Panas sensible(tidak ada perubahan fase) meningkat seiring kenaikan suhu 6 KapasitasPanas Meningkat seiring kenaikan suhu

13. Kukus (steam) masuk nozzle dari steam turbine dengan kecepatan 10 ft/sec pada tekanan 500 psia suhu 1000 o F. Tekanan dan suhu pada keluaran nozzle adalah 300 o F dan 1 atm. Tentukanlah kecepatan keluaran nozzle dan luas penampangnya. V 1 = 10 ft/sec P 1 = 500 psia T 1 = 100 F Steam P 2 = 1 atm T 2 = 300 F V 2 =? A 2 =? h 1 = 1520.3 btu/lbm v 1 = 1699 ft 3 /lbm h 2 = 1192.6 btu/lbm v 2 = 1109.6 ft 3 /lbm Gambar 3. Nozzle ( ) ( ) ( ) ( ) Dengan menggunakan persamaan kontinuitas maka luas penampangnya dapat dihitung sebagai berikut :

( ) ( ) ( ) 14. Tangki pejal mempunyai volume 0,5 m 3 diisi dengan refrigerant 134a pada 0,5 Mpa, 50 o C. Selanjutnya zat ini dipanaskan sampai mencapai keadaan uap jenuhnya. Hitunglah kalor proses ini. Diketahui : Gambar 4. Boiler State 1 : - P 1 = 0.4 Mpa - T 1 = 50 o C - Volume = 0,5 m 3 - h 1 = 293.59 kj/kg - u 1 = 265.83 kj/kg - v 1 = 0.05859 m 3 /kg - m = 8,53 kg State 2 : saturated steam volume 0.5 m 3 u 2 = (- 0.0589 0.0525)/ 0.0075 x 2.19 +231.46= 229.68 kj/kg h 2 = 249.96 kj/kg

15. Kukus (steam) masuk alat penukar panas (HE) pada 1,4 Mpa dan 300 o C dimana kukus terkondensasi pada keluaran beberapa tube-tube. Kukus yang terkondensasi meninggalkan HE sebagai cairan pada 1,4 Mpa dan 150 o C dengan laju alir 5000 kg/hr. Kukus dikondensasi oleh air yang lewat tube-tube. Air masuk HE pada 20 o C dan menyebabkan kenaikan suhu 20 o C pada sisi keluaran. Asumsikan HE dalam keadaan adiabatis dan jelaskanlah laju alir yang diperlukan. Steam P = 1.4 Mpa T = 300 o C = 5000 kg/h 1 water T=20 o C=293 K 4 2 T 1 +20 o C = 313 K 3 Kondensat T = 150 o C P = 1.4 Mpa =?? Gambar 5. Aliran Fluida Pada alat Penukar Panas C p = 4.18 kj/kg o C

h 1 = 3041.6kj/kg h 3 = 630 kj/kg ( ) 16. Nitrogen cair disimpan dalam tangki logam 0,5 m3 yang diinsulasi dengan baik. Perkirakanlah proes pengisian tangki kosong yang awalnya mempunyai suhu 295 K. Nitrogen cair dicapai pada titik didih normal 77,3 K dan pada tekanan beberapa bar. Pada kondisi ini, entalpinya adalah -120,8 kj/kg. Saat katup dibuka, nitrogen mengalir masuk tangki saat evaporasi pertama kali terjadi dalam proses pendinginan tangki. Jika tangki mempunyai massa 30 kg dan logam mempunyai kapasitas panas spesifik 0,43 kj/kg.k. Menurut anda berapakah massa nitrogen yang harus mengalir masuk ke dalam tangki hanya untuk mendinginkannya ke suhu yang membuat nitrogen cair mulai terakumulasi di dalam tangki? Asumsikan bahwa nitrogen dan tangki selalu pada suhu yang sama. Sifat-sifat uap jenuh nitrogen (a saturated nitrogen vapor) pada beberapa suhu diberikan sebagai berikut : Tabel 7. Sifat-Sifat Uap Jenuh Nitrogen

T/K P/bar V v /m 3 kg -1 H v / kjkg -1 80 1,396 0,1640 78,9 85 2,287 0,1017 82,3 90 3,600 0,06628 85 95 5,398 0,04487 86,8 100 7,775 0,03126 87,7 105 10,83 0,02223 87,4 110 14,67 0,01598 85,6 Diketahui : Volum tangki = 0,5 m3 H in = -120,8 kj/kg C = 0,43 kj/kg.k T 1 = 295 K Massa tangki = 30 kg Data untuk uap jenuh nitrogen : 80 1,396 0,1640 85 2,287 0,1017 T = 90 K P = 3,600 bar V = 0,06628 m 3 /kg 95 5,398 0,04487 100 7,775 0,03126 105 10,83 0,02223 110 14,67 0,01598

78,9 82,3 H = 85 kj/kg 86,8 87,7 87,4 85,6 Pada titik dimana nitrogen cair mulai terakumulasi di tangki, tangki tersebut diisi dengan uap nitrogen jenuh pada suhu akhir dan memiliki sifat-sifat berikut : m vap, T vap, V vap, H vap, U vap Dengan persamaan 2.29 dikalikan dengan dt,d(n t.u t ) H.dm = dq T mewakili tangki. H dan m mewakili aliran masuk. Karena di awal tangki dievakuasi, maka integrasi akan menghasilkan m vap.u vap H in.m vap = m tangki.c. (T vap T1) dan m vap = V tangki / V vap Selanjutnya kita dapat menghitung energi dalam sebagai berikut (U = H - PV)

56,006 59,041 U = 61,139 kj/kg 62,579 63,395 63,325 62,157 Jika data dicocokkan dengan cubic spline : Us = Ispline (T,U) Vs = Ispline (T,V) Uvap (t) = interp (Us, T, U, t) Vvap (t) = interp (Vs, T, V, t) Tvap = 100 K Dengan menyambungkan persamaan 1 dan 2 akan dihasilkan : Uvap (Tvap) Hin = mtangki. C. (T1-T vap ). V vap. (T vap ) / V tangki Tvap = Find (Tvap) mvap = Vtangki / Vvap (Tvap) Tvap = 97,924 K mvap = 13,821 kg 17. Gas metana dibakar dibakar secara sempurna dengan 30% udara berlebih pada tekanan atmosfer. Metana dan udara masuk tungku pada suhu 30 0 C jenuh dengan uap air, dan gas buang meninggalkan tungku pada 1500 0 C. Kemudian gas buang melewati penukar panas dan keluar dari HE pada 50 0 C. Dengan basis 1 mol metana, Hitunglah banyak panas yang hilang dari tungku, dan banyak panas yang ditransfer dalam penukar panas. Jawaban: Proses di tungku Basis : 1 mol CH4 and 30% udara berlebih

Jumlah mol metana = 1 mol Jumlah mol oksigen = 130% x 2 x 1 mol = 2,6 mol Jumlah mol nitrogen = 79/21 x 2,6 mol = 9,78 mol Jumlah mol semua gas kering = n CH4 + n O2 + n N2 = 1+2,6+9,78 mol = 13,38 mol Tekanan uap air pada suhu 30 0 C = 4,241 kpa, maka jumlah uap air yang masuk ke sistem = n v = 4,241 / (101 4,241) x 13,38 mol = 0,585 mol Hasil Produk CO 2 = 1 mol H 2 O = 2 + 0,585 mol = 2,585 mol O 2 = 2,6 2 mol = 0,6 mol N 2 = 9,78 mol Neraca Energi di tungku : Q = H = H298 + Ahp 1 5,457 1,045-1,157 n = 2,585 A = 3,470 B = 1,450 x10-3 D = 0,121x10 5 0,6 3,639 0,506-0,227 9,78 3,280 0,593 0,040 i = 1,2,3,4 R = 8,314 J/K.mol Total nilai MCPH dari produk : MCPH (303,15, 1773,15, 48,692, 10,897.10-3, 0,0, -0,5892.10 5 ) = 59,89511

AHp = R. MCHP (1773,15 303,15) AH298 = (-393,509 + 2x(-241,818) (-74,520) Joule = -802,625 Jolue Q = Hp + H298 = -70.612 J Alat Penukar Panas Flue gas mengalami pendinginan dari 1500 0 C ke 50 0 C. Tekanan parsial dari air di flue gas yang meninggalkan tungku adalah : P = (n 2 ) / (n 1 + n 2 + n 3 + n 4 ). 101,325 = 18,754 kpa Tekanan uap air pada 50 0 C adalah 12,34 kpa dan air akan mencair untuk menurunkan tekanan parsialnya sampai titik ini Jumlah mol gas kering menjadi : n = n 1 +n 3 +n 4 n = 11,38 Jumlah mol uap air yang meninggalkan alat penukar panas : n 2 = 12,34 / (101,325 12,34). n n 2 = 1,578 Jumlah mol air berkondensasi : n = 2,585 1,578 Kalor laten air pada suhu 50 0 C adalah 2382,9 x 18,015 Panas sensible dari proses pendinginan flue gas ke suhu 50 0 C dengan semua air sebagai uap : MCPH (303,15, 1773,15, 48,692, 10,897.10-3, 0,0, -0,5892.10 5 ) = 59,89511 Q = R. MCHP (323,15-1773,15) n. AH50 Q = -766.677 Joule

DAFTAR PUSTAKA Boles, Michael, Cengel, Yunus. Thermodynamics an Engineering Approach. Fifth Edition Smith, J.M, Van Ness. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics. McGraw-Hill Moran, Michael, Shapiro, Howard. 2010. Fundamentals of Engineering Thermodynamics. US : John Wiley