Just Identified CATATAN

dokumen-dokumen yang mirip
With AMOS Application

BAB II LANDASAN TEORI

With AMOS Application

ASUMSI MODEL SEM. d j

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)

BAB IV HASIL PENELITAN DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling, SEM) adalah

STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahap, yaitu: Tahap Pendahuluan,

PENERAPAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI STRUCTURAL EQUATION MODELING PADA MODEL HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN TEKANAN DARAH

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tahap Awal. 1. Studi Literatur 2. Pengumpulan Data Awal (Observasi dan Wawancara) 3. Identifikasi dan Analisis Masalah

Kuesioner Penelitian Pengaruh Brand Image, Customer Satisfaction terhadap Brand Loyalty melalui Brand Attitude pada Laptop Acer di Surabaya

BAB VI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN HUTANG

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Alur Penelitian Gambar 3.1. berikut merupakan flow chart dari tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini.

PENGARUH HUMAN CAPITAL DAN CORPORATE VALUE TERHADAP KINERJA KARYAWAN

BAB III METODE PENELITIAN

HASIL ANALISIS JALUR (PATH ANALYZE) - Amos 22 mix SPSS versi 17 -

ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)

BAB III METODE PENELITIAN. terdaftar di Badan Pusat Statistik (BPS) sejak sampel. Berikut jumlah perusahaan yang berpartisipasi:

DR. Minto Waluyo, Ir, MM

PENGERTIAN DASAR STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

Bab 3. Metode Penelitian

A.Sejarah SEM dan Pengertian B.Model SEM C.Persamaan Matematis dalam SEM D.Konsep dan Istilah E. Asumsi F. Bagian SEM G.Proses Analisis SEM

BAB III METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah CV Opal Transport, sedangkan subyek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan CV

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN I KUESIONER PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat penerimaan SUOT-

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Nusantara Tour di Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelanggan

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari

MK. PERENCANAAN LINGKUNGAN ANALISIS PEUBAH GANDA MULTIVARIATE ANALYSIS

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses penelitian untuk mengkaji karakteristik penduga GMM pada data

BAB III METODE PENELITIAN. Kebayoran, Jakarta Selatan selama penelitian. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang dipilih sebagai tempat penelitian.

BAB IV METODE PENELITIAN

Lampiran 1. Peta Tujuan Ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB V PEMBAHASAN. estimasi loading factor, bobot loading factor (factor score wight), dan error variance

BAB III METODE PENELITIAN

VIII ANALISIS SERVICE QUALITY DALAM MEMBENTUK KEPUASAN DAN LOYALITAS

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PRAKTEK MODEL PERSAMAAN STRUURAL (SEM) MELALUI PROGRAM AMOS

BAB IV ANALISIS HASIL

SEM. Structural Equation Model. Aplikasi SEM pada Tesis. Oleh : DIAN SRIREZEKI, STP., MM

BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Purbalingga, Jawa

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. belanja online Tokopedia.com yang berada di DKI Jakarta.

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.

LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Uji Measurement Model

SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB III METODE PENELITIAN. D.I.Yogyakarta. Sedangkan subjek penelitian adalah Wajib Pajak orang

LAMPIRAN 1 Kuesioner Penelitian

PEMODELAN SEM. Pertimbangan Teknik Yang Dipilih Keterangan Ukuran sample ULS dan SLS biasanya dan asumsi normalitas

*Corresponding Author:

Model Hubungan Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Dengan Metode SEM

BAB III METODE PENELITIAN. di D.I. Yogyakarta, yang berlokasi di Purwomartani, Kalasan, Sleman, dan Nitipuran, Yogyakarta. Sedangkan subyek dari

KUESIONER PENELITIAN

LAMPIRAN. Nasabah Bank :.. (sebutkan) Nama:.(boleh tidak diisi) ( ) Strata1 (S1) ( ) Strata2 (S2)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN Persero Cabang Pekanbaru

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN. Kuesioner Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Alasan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hal yang diukur dalam disiplin belajar mahasiswa ketika berada di kampus

LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN

Praktek Model Persamaan Struktural (SEM) Melalui Program Amos

SOAL 1. Membuat Struktural Equations Modelling (SEM) dengan Analysis of Moment Structure (AMOS). JAWABAN: 1.1 IDENTIFIKASI VARIABEL:

94 LAMPIRAN - LAMPIRAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENAKSIRAN PARAMETER PERSAMAAN SIMULTAN DENGAN METODE KUADRAT TERKECIL DUA TAHAP SKRIPSI ANDRIAN SURYA

PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN TEKNOLOGI PADA LAYANAN INFORMASI PEMERINTAH BERBASIS WEB MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING

STRUCTURAL EQUATION MODEL PARTIAL LEAST SQUARE (SEM-PLS) DENGAN SMARTPLS

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, salah satu cara untuk

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

3 MENENTUKAN DEGREE OF FREEDOM Dalam model SEM, ada hal penting yang perlu diketahui sebelum sebuah pengujian model dilakukan, yakni model identification. Identifikasi berkaitan dengan apakah tersedia cukup informasi untuk mengidentifikasi adanya sebuah solusi dari persamaan struktural. Untuk dapat memahami hal tersebut, berikut diberikan contoh dan tiga jenis identifikasi yang mungkin terjadi dalam analisis SEM. Just Identified CATATAN Pada model yang just identified, karena sudah teridentifikasi, maka estimasi dan penilaian model tidak perlu dilakukan. Misalkan ada dua persamaan berikut: X + 2 Y = 10 2 X + Y = 8 Dengan perhitungan matematika sederhana, didapatkan angka X adalah 2 dan angka Y adalah 4. Solusi tersebut adalah satu-satunya angka yang mungkin ada, tidak mungkin ada angka X dan Y selain angka 2 dan 4 tersebut. Karena sudah teridentifikasi dengan jelas, maka persamaan di atas dinamakan dengan just identified. Persamaan di atas tidak dapat salah lagi (can never be wrong). Pada SEM, model yang just identified mempunyai degree of freedom sebesar 0 dan dalam terminologi SEM dinamakan dengan saturated. 51

Under Identified CATATAN Jika terjadi underidentified, maka estimasi dan penilaian model juga tidak perlu dilakukan. CATATAN Jika terjadi overidentified, maka estimasi dan penilaian model bisa dilakukan. Misalkan sekarang hanya ada persamaan berikut: X + 2 Y = 10..(i) Persamaan di atas pada dasarnya dapat diselesaikan dengan kombinasi angka X dan Y yang tidak terbatas. Jika X = 0, maka Y = 5; jika X = 1, maka Y = 4,5; jika X = 4, maka Y = 3 dan seterusnya. Karena tidak dapat diidentifikasi, persamaan di atas dinamakan underidentified; model seperti di atas disebut can never be solved. Dalam SEM, model dikatakan underidentified jika degree of freedom adalah negatif. Over Identified Misalkan ada tiga persamaan berikut: X + 2 Y = 10 (i) 2 X + Y = 8 (ii) 7 X Y = 1.(iii) Persamaan di atas dapat diselesaikan dengan kombinasi angka X dan Y yang berbeda. Jika persamaan (i) dan (ii) yang digunakan, didapatkan angka X = 2 dan Y = 4; namun jika persamaan (ii) dan (iii) yang digunakan, didapatkan angka X = 1 dan Y = 6. Dengan demikian, persamaan di atas dapat dibuktikan kesalahannya (can be wrong). Karena dapat teridentifikasi, walaupun tidak diketahui solusi yang terbaik, maka persamaan di atas dinamakan dengan overidentified. Dalam SEM, model dikatakan overidentified jika degree of freedom adalah positif. Dengan demikian, besaran degree of freedom perlu diketahui, karena menentukan apakah sebuah model layak diuji ataukah tidak. Untuk itu, penjelasan akan dilanjutkan dengan cara menghitung besaran degree of freedom dari sebuah model. Degree of Freedom (df) Pada sebuah model SEM, df dapat diketahui dengan formula: 52

df = Number of distinct sample moment number of distinct parameters to be estimated Rumus di atas secara matematis dapat disederhanakan menjadi: df [ p).( p + 1 k] = 1 / 2 ( )] di mana: p = jumlah variabel manifes (observed variables) pada sebuah model k = jumlah parameter yang akan diestimasi Agar lebih memahami proses penghitungan derajat kebebasan atau degree of freedom, berikut dijelaskan beberapa contoh penghitungan besaran df. Namun dalam praktek, di mana sebuah model SEM dapat melibatkan banyak variabel laten (unobserved variables) maupun variabel manifes (observed variables), penghitungan df tentu tidak perlu dilakukan secara manual. Output SEM pada bagian notes for model secara otomatis menjelaskan perhitungan tersebut. Contoh-contoh berikut diproses dengan program AMOS, dengan sejumlah data sampel. Namun penekanan pada bab ini adalah contoh output AMOS yang terkait dengan df, dan bukan proses penghitungan df dengan AMOS, yang akan dijelaskan pada bab-bab mendatang. Dengan demikian, yang ditampilkan pada bab ini adalah langsung hasil output AMOS. Contoh 1 Gambar 1.1 Gambar 3.1 Contoh Model SEM Berikut sebuah model SEM sederhana. 53

Pada model di atas tidak terdapat variabel laten; semuanya adalah variabel observasi. Cara menghitung df: Jumlah variabel observasi (dapat disamakan dengan indikator, walaupun tidak ada variabel laten yang akan dijelaskan) adalah 3, sehingga p = 3. Menghitung k o Jumlah koefisien regresi yang diestimasi adalah 2, yakni dua anak panah dari A dan B ke C. o Jumlah varians dari error, yang hanya ada satu (error). o Varians dari variabel independen. Karena ada dua variabel independen, yakni A dan B, maka varians adalah 2. o Kovarians antara dua variabel independen, yang dilambangkan dengan panah dengan dua anak panah. Hanya ada satu kovarians (antara variabel A dengan B), sehingga kovarians adalah 1. Total k dalam model di atas adalah: 2+1+2+1 = 6 df = ½ [p(p+1)] k = ½ [3.4] 6 = 0 karena df=0, maka model adalah just-identified, estimasi dan penilaian model tidak perlu dilakukan. Jika ditampilkan dalam output AMOS: (data tidak disertakan, hanya tampilan output yang terkait dengan df) 54

Contoh 2 Gambar 1.1 Gambar 3.2 Contoh Model SEM Berikut sebuah model SEM sederhana. Pada model di atas terdapat satu variabel laten (nama LATEN) yang dijelaskan oleh tiga variabel manifes, disebut INDIKATOR1, INDIKATOR2 dan INDIKATOR3, dengan masing-masing mempunyai error dalam pengukurannya. Cara menghitung df: Jumlah variabel manifes adalah 3, sehingga p = 3. Menghitung k o Jumlah koefisien regresi yang diestimasi adalah 3 (yakni tiga anak panah dari LATEN ke INDIKATOR1, INDIKATOR 2 dan INDIKATOR3. Dalam SEM, tiga koefisien tersebut dapat pula disebut dengan factor loadings. o Jumlah varians dari error, yakni sejumlah anak panah dari variabel error (err1, err2 dan err3) ke masing-masing indikator. Karena ada 3, maka error variances adalah 3. o Varians dari variabel laten sendiri. Karena ada satu variabel laten, maka factor variances adalah 1. Total k dalam model di atas adalah: 3+3+1 = 7 df = ½ [p(p+1)] k = ½ [3.4] 7 = -1 Karena df negatif, model adalah underidentified, dan pengujian lebih lanjut tidak dapat dilakukan. 55

Jika ditampilkan dalam output AMOS: Contoh 3 Gambar 1.1 Gambar 3.3 Contoh Model SEM Sekarang jika pada model di atas ditambah satu variabel laten lagi dengan dua variabel manifes: Cara menghitung df: Jumlah variabel manifes sekarang ada 5, sehingga p = 5 (3 variabel dari LATEN dan 2 variabel dari LATEN 2) Menghitung k o Jumlah koefisien regresi yang diestimasi adalah 5 (yakni tiga anak panah dari LATEN ke INDIKATOR1, INDIKATOR 2 dan INDIKATOR3; serta dari LATEN 2 ke INDIKATOR21 dan INDIKATOR22 56

o Jumlah varians dari error, yakni sejumlah anak panah dari variabel error (err1, err2 dan err3) ke masing-masing indikator. Karena ada 5, maka error variances adalah 5. o Varians dari variabel laten sendiri. Karena ada dua variabel laten, maka factor variances adalah 2. o Covariance antar-variabel laten. Pada model, ada kovarian antara LATEN dengan LATEN 2, yang ditunjukkan oleh anak panah dua arah. Dengan demikian, factor covariances adalah 1. Total k dalam model di atas adalah: 5+5+2+1 = 13 df = ½ [p(p+1)] k = ½ [5.6] 13 = 2 Karena df positif, maka model adalah overidentified, dan pengujian pada model dapat dilakukan. Jika ditampilkan dalam output AMOS: Dua contoh model di atas menunjukkan bahwa semakin banyak variabel laten dan variabel manifes yang ada pada model, akan semakin memungkinkan model diuji, karena besaran df ada kecenderungan semakin besar (dan positif). Setelah model dapat diidentifikasi, dalam arti model mempunyai df yang positif dan besar, maka pada model dapat dilakukan pengujian. Dasar penilaian dan estimasi model adalah covariance (kovarians), yakni membandingkan observed sample covariance matrix dengan estimated covariance matrix. Bab berikut menjelaskan proses estimasi serta dasar penilaian, yakni kovarians antar-variabel. 57

58 ***