Konsep cahaya sebelumnya Cahaya:

dokumen-dokumen yang mirip
Relativitas Khusus Prinsip Relativitas (Kelajuan Cahaya) Eksperimen Michelson & Morley Postulat Relativitas Khusus Konsekuensi Relativitas Khusus

EINSTEIN DAN TEORI RELATIVITAS

Bahan Minggu XV Tema : Pengantar teori relativitas umum Materi :

Teori Relativitas Khusus

Teori Relativitas Khusus

Albert Einstein and the Theory of Relativity

RELATIVITAS. B. Pendahuluan

Rira/ Resume paper Albert Einstein: On the Electrodynamics of Moving Bodies 1) Kinematika a. Pendefinisian Kesimultanan

BAB 8 Teori Relativitas Khusus

FISIKA MODERN. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika,, FMIPA, IPB

Teori Relativitas Khusus

Bab 2 Konsep Relativitas

UM UGM 2017 Fisika. Soal

BAB 26. RELATIVITAS EINSTEIN

KEMBAR IDENTIK TAPI USIA TAK SAMA

TUJUAN :Mahasiswa memahami konsep ilmu fisika, penerapan besaran dan satuan, pengukuran serta mekanika fisika.

PENDAHULUAN 27/01/2014. Gerak bersifat relatif. Gerak relatif/semu. Nurun Nayiroh, M. Si. Gerak suatu benda sangat bergantung pada titik acuannya

BAB III GERAK LURUS. Gambar 3.1 Sistem koordinat kartesius

Prinsip relativtas (pestulat pertama): Hukum-hukum fisika adalah sma untuk setiap kerangka acuan

D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan

3. (4 poin) Seutas tali homogen (massa M, panjang 4L) diikat pada ujung sebuah pegas

SOAL UN FISIKA DAN PENYELESAIANNYA 2005

PENDAHULUAN 25/02/2014. Gerak bersifat relatif. Gerak relatif/semu. Nurun Nayiroh, M. Si. Gerak suatu benda sangat bergantung pada titik acuannya

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika

drimbajoe.wordpress.com 1

BAB RELATIVITAS. Htung kecepatan rudal pada Contoh 10.1 berdasarkan relativitas Einstein.

Latihan Soal Gerak pada Benda dan Kunci No Soal Jawaban 1 Perhatikan gambar di bawah ini!

D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan

LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB

BAHAN AJAR FISIKA GRAVITASI

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Teori Relativitas Umum Einstein

TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA

Kinematika Sebuah Partikel

Pertanyaan Final (rebutan)

D. 80,28 cm² E. 80,80cm²

SOAL REMEDIAL KELAS XI IPA. Dikumpul paling lambat Kamis, 20 Desember 2012

Mata Pelajaran : FISIKA

BAB I BESARAN DAN SISTEM SATUAN

Gaya merupakan besaran yang menentukan sistem gerak benda berdasarkan Hukum Newton. Beberapa fenomena sistem gerak benda jika dianalisis menggunakan

Kegiatan Belajar 3 MATERI POKOK : JARAK, KECEPATAN DAN PERCEPATAN

Perjalanan Menembus Waktu

Antiremed Kelas 12 Fisika

LATIHAN UJIAN NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. hukum newton, baik Hukum Newton ke I,II,ataupun III. materi lebih dalam mata kuliah fisika dasar 1.Oleh karena itu,sangatlah perlu

Fisika UMPTN Tahun 1986

Pilihlah Jawaban yang Tepat.

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College

FISIKA MODERN DAN FISIKA ATOM

HUKUM NEWTON TENTANG GERAK DINAMIKA PARTIKEL 1. PENDAHULUAN

PREDIKSI UN FISIKA V (m.s -1 ) 20

SNMPTN 2011 FISIKA. Kode Soal Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini.

Makalah Fisika Modern. Pembuktian keberadaan Postulat Relativitas Khusus Einstein. Dosen pengampu : Dr.Parlindungan Sinaga, M.Si

USAHA DAN ENERGI 1 USAHA DAN ENERGI. Usaha adalah hasil kali komponen gaya dalam arah perpindahan dengan perpindahannya.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan

Benda B menumbuk benda A yang sedang diam seperti gambar. Jika setelah tumbukan A dan B menyatu, maka kecepatan benda A dan B

Momen Inersia. distribusinya. momen inersia. (karena. pengaruh. pengaruh torsi)

Fisika Umum suyoso Hukum Newton HUKUM NEWTON

FISIKA MODERN UNIT. Radiasi Benda Hitam. Hamburan Compton & Efek Fotolistrik. Kumpulan Soal Latihan UN

PREDIKSI UAS 1 FISIKA KELAS X TAHUN 2013/ Besaran-besaran berikut yang merupakan besaran pokok adalah a. Panjang, lebar,luas,volume

GERAK LURUS Kedudukan

iammovic.wordpress.com PEMBAHASAN SOAL ULANGAN AKHIR SEKOLAH SEMESTER 1 KELAS XII

Satuan Besaran dalam Astronomi. Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB

PEMERINTAH KOTA PADANG DINAS PENDIDIKAN UJIAN SEKOLAH (USEK) KOTA PADANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

FISIKA IPA SMA/MA 1 D Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah.

SOAL LATIHAN PEMBINAAN JARAK JAUH IPhO 2017 PEKAN VIII

PRISMA FISIKA, Vol. I, No. 1 (2013), Hal. 1-7 ISSN : Visualisasi Efek Relativistik Pada Gerak Planet

Antiremed Kelas 11 FISIKA

3. Dari grafik di samping, pada saat t = 5 sekon, percepatannya adalah. a. 32 m/s 2 b. 28 m/s 2 c. 20 m/s 2 d. 12 m/s 2 e. 4 m/s 2

PENDAHULUAN. Gerak Relatif 03/09/2014 TEORI RELATIVITAS KHUSUS. Nurun Nayiroh, M. Si


MOMENTUM DAN IMPULS FISIKA 2 SKS PERTEMUAN KE-3

1. Di bawah ini adalah pengukuran panjang benda dengan menggunakan jangka sorong. Hasil pengukuran ini sebaiknya dilaporkan sebagai...

Doc. Name: XPFIS0201 Version :

FISIKA 2014 TIPE A. 30 o. t (s)

UN SMA IPA 2011 Fisika

Xpedia Fisika. Soal Mekanika

Fisika Dasar I (FI-321) Gaya dan Hukum Gaya Massa dan Inersia Hukum Gerak Dinamika Gerak Melingkar

Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu

Xpedia Fisika DP SNMPTN 05

SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1

Bab 1. Teori Relativitas Khusus

Xpedia Fisika. Kinematika 01

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika

KISI-KISI PENULISAN SOAL (KODE A )

GRAVITASI. Gambar 1. Gaya gravitasi bekerja pada garis hubung kedua benda.

UJIAN SEKOLAH 2016 PAKET A. 1. Hasil pengukuran diameter dalam sebuah botol dengan menggunakan jangka sorong ditunjukkan pada gambar berikut!

Fungsi distribusi spektrum P (λ,t) dapat dihitung dari termodinamika klasik secara langsung, dan hasilnya dapat dibandingkan dengan Gambar 1.

UN SMA IPA 2008 Fisika

NAMA : NO PRESENSI/ KELAS : SOAL ULANGAN HARIAN IPA Gerak pada Benda

PENENTUAN MEDAN GRAVITASI EINSTEIN DALAM RUANG MINKOWSKI MENGGUNAKAN SIMBOL CHRISTOFFEL JENIS I DAN II SKRIPSI MELLY FRIZHA

KINEMATIKA STAF PENGAJAR FISIKA IPB

Uji Kompetensi Semester 1

D. 75 cm. E. 87 cm. * Pipa organa terbuka :

Makalah Fisika Dasar tentang Gerak Lurus BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ILMU FISIKA. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

UN SMA IPA 2008 Fisika

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1993

GRAVITASI B A B B A B

Doc. Name: SBMPTN2015FIS999 Version:

Transkripsi:

Konsep cahaya sebelumnya Cahaya: Berasal dari perubahan medan listrik dan medan magnet Gelombang elektromagnetik Fisika modern: Relativitas Fisika berubah secara drastis pada awal th 1900 Relativitas adalah salah satu penemuan baru Mengubah cara berpikir kita tentang ruang dan waktu Efek Relativistik nampak pada benda yang bergerak sangat cepat dan pada benda benda sangat masiv,benda benda astronomis. Phy 107 Fall 2006 1

Contoh Galilean relativity Pengamat di pesawat Experimen nampak berbeda menurut pengamat yang berbeda, tetapi keduanya setuju bahwa hukum Newton berlaku Pengamatan dapat dibuat sesuai dengan memasukan kecepatan relatif dari kerangka acuan. Pengamat di bumi Phy 107 Fall 2006 2

Galilean relativitas: contoh Experimen yang dilakukan Di laboratorium yang dalam keadaan diam thd permukaan bumi Di pesawat yang bergerak dengan kecepatan konstan haruslah memberikan hasil yang sama v=0 v>0 Pada kedua kasus, bola nampak naik keatas dan kemudian turun lagi ke tangan Pada kedua eksperimen proses pengukuran memperoleh waktu yang sama Hukum Newton dapat digunakan untuk gerak pada keduanya. Phy 107 Fall 2006 3

HukumNewton dalam kerangka acuan bergerak Pada kedua kasus, percepatan bola adalah sama. Hal itu disebabkan karena kedua kerangka referensi bergerak dengan kecepatan konstan relatif satu terhadap yang lain. Hukum Newton dapat digunakan oleh masing masing pengamat. Ini adalah contoh dari Galilean Relativity Phy 107 Fall 2006 4

Turning this around Tidak ada experimen yang menggunakan hukum hukum mekanika dapat menentukan apakah suatu kerangka referensi bergerak dengan kecepatan nol atau bergerak pada kecepatan konstan. Konsep kecepatan dari gerak absolute tidak memilki arti. Kerangka Inertial : kerangka referensi adalah kerangka yang bergerak lurus dengan dengan kelajuan konstan. Phy 107 Fall 2006 5

Bagaimana tentang elektromagnet? Persamaan Maxwell menyatakan bahwa Cahaya bergerak pada kelajuan konstan c=3x10 8 m/sec di vacuum Nampak ganjil dengan Galilean relativity: Jane Joe Jane akan memperkirakan melihat pulsa cahaya merambat pada c+v tapi Maxwell menyatakan pulsa cahaya akan merambat pada c, jika fisika sama di seluruh kerangka referensi inertial. Jika pengamatan Joe and Jane berbeda, kerangka acuan c itu yang Phy 107 Fall 2006 6 mana?

Ether Pada abad 19 th para peneliti mempostulatkan keberadaan medium dimana cahaya merambat. contoh. serupa dengan gas yaitu tempat merambatnya gelombang bunyi atau air tempat merambatnya gelombang air. Maka pers. Maxwell s bila dietrapkan dalam ether Plus Membolehkan kelajuan cahaya menjadi berbeda pada kerangka yang berbeda (pers.maxwell berada pada kerangka yang diam relatif terhadap ether). Cahaya menjadi serupa dengan gelombang klasik lainnya, Ether adalah kerangka referensi Minus Ether haruslah tegar( rigid), medium tidak bermasa, tidak berpengaruh terhadap gerak planet Tidak ada pengukuran eksperimen yang pernah mendeteksi keberadaan dari ether Phy 107 Fall 2006 7

Eksperimen Michelson-Morley jika bumi bergerak melalui medium dimana cahaya dalam medium itu bergerak dengan kelajuan c searah dengan arah gerak planet,maka cahaya nampak dari bumi bergerak lebih lambat. Phy 107 Fall 2006 8

Set eksperimen Angin Ether akan mengubah kelajuan rata rata dari cahaya pada lintasan yang berbeda. Gelombang akan berinterferensi bilamana mereka bergabung kembali. Phy 107 Fall 2006 9

Prinsip relativitas Einstein Princip relativitas: Seluruh hukum hukum fisika adalah identik di seluruh kerangka referensi inersial. Kelajuan cahaya adalak konstan: Kelajuan cahaya adalah sama di seluruh kerangka inersial,tidak bergantung pada kecepatan pengamat,kecepatan sumber cahaya dan arah gerak pengamat atau sumber cahaya (kedua postulat tersebut merupakan dasar dari theory relativitas khusus) Phy 107 Fall 2006 10

definisi Simultaneity kejadian (x 1, t 1 ) adalah simultan dengan kejadian (x 2, t 2 ) jika pulsa bunyi yang dipancarkan pada t 1 dari x 1 dan pada t 2 dari x 2 datang secara simultan pada titik tengah antara x 1 dan x 2. Definisi serupa dari Einstein untuk relativistik simultaneity. Due to the requirement of the consistency of speed of light not everyone agrees events are simultaneous Phy 107 Fall 2006 11

Konsekuensi dari relativitas Einstein Kejadian kejadian yang terjadi secara simultan menurut pengamat di satu kerangka referensi akan nampak tidak simultan menurut pengamat dikerangka referensi yang berbeda. Jarak diantara dua benda tidak absolut. Berbeda untuk setiap pengamat di kerangka referensi yang berbeda Interval waktu diantara dua kejadian tidak absolut. Berbeda untuk pengamat pengamat di kerangka inersial yang berbeda Phy 107 Fall 2006 12

kesimultanan melalui experimen Kereta bergerak dengan kecepatan konstan v relatif terhadap yuli yang berdiri di samping rel (tanah). Juned mengendarai kereta dengan posisi ditengah kereta. Dua kilatan halilintar kena dikedua ujung kereta sehingga meninggalkan tanda pada kereta dan pada tanah dibawahnya. Di tanah, yuli menemukan bahwa dia berada ditengah antara dua tanda. Phy 107 Fall 2006 13

Simultaneity, continued yuli (di tanah) mengamati bahwa gelombang cahaya dari masing masing halilintar yang mengenai kereta di ujungnya juga pada saat yang bersamaan cahaya itu mengenainya. Jika masing masing cahaya merambat pada c, dan menempuh jarak yang sama ( O ada ditengah tengah), kilatan halilintar kena secara simultan di kerangka pengamat di tanah. Phy 107 Fall 2006 14

When do the flashes reach Juned? Yuli dapat melihat kapan dua kilatan cahaya kena pada juned di kereta. Ketika cahaya dari kilatan didepan mencapai juned, dia telah bergerak jauh dari kilatan belakang. kilatan cahaya dari depan dan belakang kena pada juned pada waktu yang berbeda Kelajuan cahaya selalu konstan Juned berjarak sama dari jatuhnya halilintar dikereta kilatan cahaya datang pada waktu yang berbeda kedua kilatan merambat pada c Jadi untuk Juned, jatuhnya halilintar tidak simultan. Phy 107 Fall 2006 15

Konsekuensi kesimultanan dan relativitas Berarti tidak ada waktu absolut atau universal. Interval waktu diantara dua kejadian di suatu kerangka referensi pada umumnya berbeda dari interval waktu yang diukur di kerangka referensi yang berbeda Kejadian yang diukur simultan di suatu kerangka referensi pada umumnya tidak simultan dikerangka kedua yang bergerak relatif terhadap kerangka pertama. Memiliki konsekuensi lain untuk waktu Phy 107 Fall 2006 16

Ether lagi Jika ether itu ada, hal itu tidak akan menjadi persoalan. ether menjadi medium untuk merambatnya gelombang EM. Kelajuan cahaya adalah c relative terhadap ether. jadi ether diam relatif terhadap yuli di tanah. Juned lebih dulu melihat kilatan dari depan kereta karena dia bergerak kearah depan. Ether bergerak kearah belakangnya, membawa kilatan bersamanya. Pengamat kereta mengukur bahwa gelombang dari depan merambat lebih cepat daripada gelombang dari belakang. Setelah dihitung, dia setuju dengan yuli bahwa kenanya kilatan adalah simultan. Phy 107 Fall 2006 17

Tetapi ether tidak ada Tidak ada ether, tidak ada kerangka referensi absolut Juned melihat bahwa kereta diam terhadapnya, dan yuli bergerak kebelakang menjauhinya. Juned melihat bahwa pulsa cahaya dari depan dan dari belakang merambat dengan kelajuan yang tepat sama. Jadi kilatan cahaya datang pada waktu yang berbeda, danjuned berjarak sama diantara keduanya, Juned menyimpulkan bahwa kilatan terjadi pada waktu yang berbeda. Phy 107 Fall 2006 18

Time dilation Kerangka referensi dari pengamat O di kereta Kerangka Referensi dari pengamat O di tanah Observer O di tanah Observer O di kereta bergerak pada v relative thd O Pulsa dipancarakan dari laser, dipantulkan oleh cermin, kembali tiba di laser setelah interval waktu tertentu. Berapakah interval waktu tersebut menurut kedua observers Phy 107 Fall 2006 19

Time dilation, continued Kerangka Referensi observer O di kereta Kerangka Referensi observer O di tanah Observer O di kereta: pulsa cahaya merambat sejauh 2d. Observer O di tanah: pulse cahaya merambat lebih jauh Relativitas: cahaya merambat pada kecepatan c di kedua kerangka referensi Interval waktu antara dua kejadian (pulsa dipancarkan dari laser & pulsa kembali ke laser) adalah lebih lama untuk pengamat yang diam terhadap kejadian Itulah time dilation Phy 107 Fall 2006 20

Seberapa besar pengaruh dilatasi waktu? t = interval waktu antar kejadian di kerangka O (pengamat di tanah) t diperoleh ( c t /2) 2 = ( v t /2) 2 + d 2, ( t) 2 ( c 2 v 2 ) 2 = ( 2d) 2 t = 2d / c 2 v 2 = 2d c Phy 107 Fall 2006 21 1 1 (v /c) 2

Dilation waktu interval waktu dalam kerangka O jaraktempuh 2d t p = = kecepa tan c interval waktu di kerangka tanah O t = 2d c γ = 1 1 (v /c) 2 = t p 1 (v /c) 2 1 1 (v /c) 2 = γ t p Phy 107 Fall 2006 22

Contoh Misalkan pengamat dalam kereta (yang diam terhadap laser dan cermin) mengukur waktu tempuh total sinar laser ialah 1 detik. Pengamat di O pada tanah yang bergerak dengan kecepatan 0.5c relatif terhadap laser atau cermin. γ = 1 1 (v /c) 2 = 1 1 (0.5c /c) 2 = 1 1 0.25 =1.15 Pengamat di O mengukur 1.15 detik Phy 107 Fall 2006 23

Relativitas Khusus: GPS Satelit GPS memiliki jam atom yang akurasinya 1 nanosecond Positinya dihitung dengan membandingkan waktu signal signal dari beberapa satelit. Satellit bergerak pada kelajuan 14,000km/jam Relativitas khusus: Jam bergerak lebih lambat sebesar 7000ns tiap hari! Phy 107 Fall 2006 24

proper time Kita perhatikan pada dua interval waktu. Intervals diantara dua kejadian. Seorang pengamat membandingkan interval waktu yang diukur di kerangka referensi yang berbeda: Interval waktu yang diukur di kerangka referensi dimana kejadian itu berlangsung disebut proper time. Interval waktu yang diukur oleh pengamat di kerangka referensi yang bergerak dengan kecepatan konstan terhadap kerangka referensi tempat berlangsungnya kejadian akan lebih panjang dengan faktor γ γ t = t lain frame proper γ, >1 Phy 107 Fall 2006 25

Jam atomik and relativitas Tahun 1971, empat buah jam atom diterbangkan mengelilingi dunia dengan memakai pesawat jet. 2 ke timur, 2 ke barat -> laju relativ ~ 1000 mi/hr. Ketika kembali, perbedaan waktu rata rata hanya berbeda 0.15 microseconds, konsisten dengan relativitas. Jam atom pertama: 1949 Miniatur jam atom: 2003 Phy 107 Fall 2006 26

Perjalanan ke bintang Spaceship meninggalkan bumi, dgn kelajuan 0.95c 0.95c d=4.3 thn cahaya Spaceship tiba di bintang 0.95c Phy 107 Fall 2006 27

Kerangka observer di spaceship Bumi meninggalkan d=4.3 light-years..tiba di bintang 0.95c 0.95c Phy 107 Fall 2006 28

Membandingkan Pengukuran Pengukuran observer di pesawat ialah proper time Alat pengukur detak jantung dipasang didada astronot Menurut jamnya, astronaut mengukur bahwa detak jantungnya normal rata rata 1 detik antara tiap degupan. Observer di bumi mengukur, dengan jam bumi, waktu yg diukur lebih panjang dari waktu pengukuran astront t earth = γ t astronaut ) t earth = γ t astronaut = t astronaut 1 v 2 /c 2 = 3.2 t astronaut = 3.2 sec Observer di bumi mengamati bahwa detak jantung astronot lambat, dan jam si astronot putarannya lambat. Observer di bumi mengukur waktu antara detak jantung astronot 3.2 sec. Phy 107 Fall 2006 29

The twin paradox Observer di bumi melihat bahwa astronot awet muda dibandingkan dengan dirinya. Ketika kembali, si astronaut akan menjadi lebih muda dari temannya di bumi. Dan akan mendapatkan effek yang lebih dramatis bila kelajuan pesawat di perbesar! Fenomena tersebut telah dibuktikan dengan mengukur waktu hidup partikel muon diam dan muon yang bergerak dengan kecepatan mendekati c. Phy 107 Fall 2006 30

Relativitas khusus memprediksi bahwa astronot akan tidak setuju, dikatakan oleh yang dibumi lebih muda! Mengapa? d=4.3 light-years 0.95c Jika keduanya mengukur interval waktu antara detak jantung pengamat dibumi, yang diukur pengamat bumi ialah proper time. Pengukuran interval waktu oleh lainnya lebih panjang! Astronaut mengatakan detak jantung observer dibumi lebih lambat. Apparently a direct contradiction. Phy 107 Fall 2006 31

Resolution Special relativity diaplikasikan hanya terhadap kerangka referensi yang bergerak dengan kelajuan konstan. Untuk berputar dan kembali lagi, astronot harus mempercepat pesawat dalam waktu singkat. Penentuan interval waktu menggunakan relativitas khusus adalah benar hanya menurut pengamat bumi. Relativitas umum diterapkan pada kerangka referensi yang dipercepat, dan pengukuran keduanya akan menjadi sesuai. Phy 107 Fall 2006 32

Waktu perjalanan total Spaceship meninggalkan bumi,pada kelajuan 0.95c 0.95c t bumi = d v d=4.3 thn-cahaya 4.3 thn - cahaya = = 4.5 thn 0.95 c Waktu tempuh astronot lebih lambat dengan faktor gama. Waktu perjalanan untuk astronot, 4.5 thn/3.2 = 1.4 thn Phy 107 Fall 2006 33

Kecepatan Relativ dari kerangka reference γ = Laju cahaya 1 = 1 1 ( v / c ) 2 kedua observer setuju dgn kelajuan relativ, maka gamma. 1 ( 0.95 ) 2 = 3.203 v Kerangka bumi Kerangka Rocket v Phy 107 Fall 2006 34

Adakah paradoxes lainnya? kedua observer sepakat bahwa kelajuan(0.95c) Observer bumi: pesawat bergerak Observer di pesawat: bumi dan bintang bergerak Keduanya sepakat bahwa kelajuan sama 0,95 c Tetapi mereka mengukur berbeda tentang waktu perjalanan total. Jika interval waktu berbeda, dan kelajuan sama, bagaimanakah jarak dapat menjadi sama? Jarak tidak sama! Length contraction (konstaksi panjang) Phy 107 Fall 2006 35

Length Contraction Orang pada pesawat dan di bumi sepakat bahwa kecepatan relative v = 0.95 c. Tetapi mereka tidak sepakat terhadap waktu (4.5 vs 1.4 thn). Bagaimanakah dengan jarak antar planet? Acuan bumi d earth = v t Earth =.95 (3x10 8 m/s) (4.5 thn) = 4x10 16 m (4.3 thn cahaya) Acuan kapal d ship = v t ship =.95 (3x10 8 m/s) (1.4 thn) = 1.25x10 16 m (1.3 thn cahaya) Phy 107 Fall 2006 36

Length contraction and proper length Mana yang benar? Sepert halnya interval waktu, jarak akan berbeda,diukur dikerangka berbeda. Tidak ada preferred frame, jadi satu sama lain adalah sama sama benar. proper length L p adalah panjang yang diukur di kerangka yang dalam keadaan diam terhadap objek Pada kasus ini objeknya adalah bumi dan bintang. Panjang di kerangka bergerak Panjang di kerangka diam objek L = L p γ = L p 1 v 2 c 2 Phy 107 Fall 2006 37

Adakah pengukuran yang sama untuk seluruh observer? Jarak sebenarnya antara dua kejadian Diperlukan suatu kuantitas yang sama untuk seluruh observers Suatu kuantitas yang semua observer sepakat x 2 c 2 t 2 separation ( ) 2 c 2 ( time interval ) 2 Perlu dilihat pada separasi baik dalam ruang dan waktu untuk memperoleh jarak keseluruhan antar kejadian. In 4D: 3 space + 1 time x 2 + y 2 + z 2 c 2 t 2 Sama atau invariant dalam setiap kerangka inertial Phy 107 Fall 2006 38

Kejadian dalam kerangka bumi kejadian1: meninggalkan bumi 0.95c d=4.3 light-years (LY) Kejadian 2: tiba di bintang 0.95c t earth = d v 4.3 light - years = = 4.5 years 0.95 c Phy 107 Fall 2006 39

kuantitas invariant relativistik Kerangka bumi separasi kejadian= 4.3 LY Interval waktu = 4.526 yrs 2 2 ( ) ( ) 2 separasi c interval waktu 2 2 2 = ( 4.3) ( c( 4.526yrs) ) = 2.0 LY Kerangka pesawat separasi kejadian= 0 LY interval waktu = 1.413 yrs 2 2 ( ) ( ) 2 separasi c interval waktu 2 2 = 0 ( c( 1.413yrs) ) = 2.0 LY kuantitas (separasi) 2 -c 2 (interval waktu) 2 adalah sama untuk seluruh observer Itu adalah campuran antara koordinat ruang dan waktu Phy 107 Fall 2006 40

Time dilation, length contraction t= γ t proper t proper diukur di kerangka dimana kejadian terjadi pada lokasi ruang yang sama L=L proper / γ L proper diukur di kerangka dimana kejadian adalah simultan γ = 1 1 (v /c) 2 γ Selalu lebih besar dari 1 γ membesar ketika v membesar, akantak hingga ketika v=c Phy 107 Fall 2006 41

Penjumlahan kecepatan (Non-relativistik) Dapat dicoba untuk mencapai kecepatan tertinggi dengan cara melempar objek dari platform bergerak. Berhasil dengan baik untuk benda nonrelativistik. Phy 107 Fall 2006 42

Penjumlahan kecepatan (Relativistik) Phy 107 Fall 2006 43

Lorentz transformation Co-moving coordinate systems S S v x x Lorentz contraction: length reduction with motion Time dilatation: Lenght at rest Time at rest Example: Muons, τ µ 2.10-6 s, in cosmic ray p µ =10 GeV l γ τ µ v 60 km (not. 600 m) Phy 107 Fall 2006 44

Penjumlahan kecepatan Relativistic Kecepatan sangat rendah: Nonrelativistik Bagaimana dengan kecepatan menengah? Kecepatan sangat tinggi: Extrim relativistik Phy 107 Fall 2006 45

Penjumlahan kecepatan Relativistik Penjumlahan kecepatan Galilean tidak dapat diterapkan pada benda yang bergerak dengan kelajuan mendekati kelajuan cahaya. Modifikasi Einstein adalah v ab = v ad + v db 1+ v adv db c 2 denominator adalah suatu koreksi mendasar pada length contraction dan Frame b v db Frame d v ad Object a Phy 107 Fall 2006 46

Penjumlahan kecepatan Relativistik Ketika kecepatan sepeda motor mendekati c, v ab juga semakin mendekati ke c Hasil akhir: tidak ada yang mencapai kecepatan cahaya v db v ad v ab = v ad + v db 1+ v adv db c 2 Frame b Frame d Object a Phy 107 Fall 2006 47

Bahasan sebelumnya Relativitas Einstein Seluruh hukum hukum fisika identik di kerangka referensi inersial Kelajuan cahaya=c di seluruh kerangka referensi inertial. Konsequensi Simultaneity: kejadian kejadian simultan di suatu kerangka tdkakan simultan di kerangka lainnya. Time dilation Length contraction Relativistic invariant: x 2 -c 2 t 2 adalah universal akan dihasilkan pengukuran yang sama untuk seluruh pengamat Phy 107 Fall 2006 48

Review: Time Dilation and Length Contraction Waktu diukur di kerangka lain Waktu objek di kerangka diam T = γt p = T p 1 v 2 c 2 Waktu yg diukur oleh kerangka acuan lain lebih panjang (time dilation) Panjang di kerangka lain Panjang objek di kerangka diam 2 L = L p γ = L p 1 v c 2 Jarak yang diukur oleh kerangka acuan lain lebih pendek (length contraction) Diperlukan pendefinisian dari kerangka diam dan kerangka lain yang bergerak relatif terhadap kerangka acuan diam Phy 107 Fall 2006 49

Momentum Relativistik Hubungan antara momentum dan gaya adalah sangat sederhana dan mendasar Bila gaya nol maka Momentum konstan dan perubahan momentum perubahan waktu = Gaya Hubungan tersebut dipenuhi dalam relativitas Phy 107 Fall 2006 50

Momentum Relativistik Relativitas menyimpulkan bahwa definisi momentum Newtonian (p Newton =mv=massa x kecepatan) adalah akurat pada kecepatan rendah, tetapi tidak akurat pada kecepatan tinggi Relativistic gamma Momentum relativistik adalah: p relativistic = γmv 1 γ = 1 (v /c) 2 massa kecepatan Phy 107 Fall 2006 51

Apakah Newton salah? Relativitas memerlukan suatu konsep yang berbeda dari momentum p relativistic = γmv Tetapi tidak begitu berbeda! Untuk kecepatan rendah << laju cahaya γ 1, dan jadi p relativistic mv Ini adalah momentum Newton γ = 1 1 (v /c) 2 Perbedaan hanya terjadi pada kecepatan benda mendekati kelajuan cahaya Phy 107 Fall 2006 52

Momentum Relativistik Momentum dapat meningkat terus tapi kecepatan tidak pernah mencapai c Kita masih gunakan change in momentum = Force Bila change gaya konstan in timemaka momentum = Force x time, tap kecepatan tdk pernah mencapai c Momentum telah didefinisikan kembali p relativistic = γmv = mv 1 (v /c) 2 SPEED / SPE EED OF LIGHT 1 0.8 0.6 0.4 0.2 Newton s momentum v c = p/ p o ( p/ p o ) 2 +1, p o = m o c 0 0 1 2 3 4 5 RELATIVISTIC MOMENTUM Relativistik momentum untuk kelajuan berbeda beda. Phy 107 Fall 2006 53

Bagaimana kita dapat memahaminya? perubahan kecepatan percepatan = lebih kecil pada perubahan waktu kecepatan tinggi dari pada kecepatan rendah Newton menyatakan gaya dan percepatan dihubungkan oleh massa. Kita dapat mengatakan bahwa massa membesar ketika kelajuannya meningkat. Dapat ditulis m o adalah massa diam. p γ γ ) relativistic = γmv = ( γm)v m relativistic v massa relativistik mass m bergantung pada kecepatan p relativistic = γm o v = ( γm o )v mv γ = 1 1 (v /c) 2, m = γm o Phy 107 Fall 2006 54

Massa Relativistik Massa partikel menjadi sangat massive ketika laju membesar ( m=γm o ) Momentum relativistik memiliki bentuk baru ( p= γm o v ) Ingat kembali konsep inertia, untuk memikirkan hal tsb RELATIVISTIC MAS SS / REST MASS 5 4 3 2 1 0 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 SPEED / SPEED OF LIGHT Phy 107 Fall 2006 55

Contoh Suatu benda bergerak dengan kelajuan setengah kelajuan cahaya relativ terhadap seorang pengamat yang dalam keadaan diam. Pada keadaan diam massa benda diukur sebesar 1 kg. Berapakah massa benda yang sedang bergerak menurut pengamat? γ = = 1 1 (v /c) = 1 2 1 (0.5c /c) = 1 2 1 0.25 1 0.75 =1.15 Jadi massa benda bergerak diukur sebesar 1.15kg Phy 107 Fall 2006 56

Question Suatu benda dalam keadaan diam massanya1 kg kemudian bergerak dengan kelajuan 99.5% dari kelajuan cahaya. Berapakah massa benda terukur ketika bergerak? A. 10 kg B. 1.5 kg C. 0.1 kg Phy 107 Fall 2006 57

Energi kinetik Relativistik Analisis yang sama dapat dilakukan pada gerak Newtonian hingga diperoleh hubungan KE relativistic = ( γ 1)m o c 2 Namun untuk kecepatan rendah, persamaan tersebut kembali direduksi menjadi bentuk Newtonian KE relativistic 1 2 m ov 2 for v << c Phy 107 Fall 2006 58

Energi kinetik Relativistik Energi kinetik relativistik membesar ketika kelajuan benda mendekati kelajuan cahaya Sama halnya seperti energi kinetik Newtonian untuk kelajuan benda rendah. (KINETIC ENE ERGY) / m c 2 o 4 3 2 1 0 Relativistic Newton 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 SPEED / SPEED OF LIGHT Phy 107 Fall 2006 59

Energi relativistik Total Energi kinetik relativistik adalah KE relativistic = ( γ 1)m o c 2 = γm o c 2 m o c 2 Dapat ditulis Bergantung pada kecepatan γm o c 2 = KE relativistic + m o c 2 konstan, tdk bergantung pada kecepatan Energi Total Energi Kinetik Energi diam Phy 107 Fall 2006 60

Equivalensi Massa-energi Equivalensi massa energi dari Einstein E = γm o c 2, or E = mc 2 Menyatakan bahwa energi total partikel adalah berhubungan dengan massanya. Ketika partikel diam juga memiliki energi. Kita juga dapat mengatakan bahwa massa adalah bentuk lain dari energi. Phy 107 Fall 2006 61

Nuclear Power Energi ikat inti 90 Rb dan 143 Cs + 3n massa diamnya lebih kecil dari 235 U +1n: E = mc 2 Phy 107 Fall 2006 62

Energi and momentum Energi Relativistik ialah E = γm o c 2 γ bergantung pada kecepatan, energi yang diukur akan berbeda oleh pengamat yang berbeda Momentum juga berbeda untuk pengamat yang berbeda Hal tsb analog dengan ruang dan waktu, masing masing hasil pengukurannya berbeda oleh pengamat yang berbeda Tetapi ada sesuatu yang hasilnya sama untuk seluruh pengamat: E 2 c 2 p 2 = ( m o c 2 ) 2 = kuadrat energi diam Bandingkan ini pada invarian ruang-waktu x 2 c 2 t 2 Phy 107 Fall 2006 63

Perspektif relativistik Konsep konsep ruang, waktu, momentum, energi untuk dinamika newtonian yang telah digunakan pada kecepatan rendah,menjadi sedikit membingungkan ketika kecepatannya mendekati kelajuan cahaya. Relativitas memerlukan kuantitas konseptual baru, seperti ruang-waktu dan energi-momentum Penggunaan relativitas ruang waktu secara terpisah menghasilkan effek seperti time dilation and length contraction Dalam perlakuan matematis dari relativitas, ruang-waktu dan energi-momentum dari benda selalu ditinjau secara bersama sama Phy 107 Fall 2006 64

Equivalence principle Kerangka referensi dipercepat adalah tak dapat dibedakan dari gaya gravitasi Phy 107 Fall 2006 65

Coba beberapa experimen Kecepatan konstan Percepatan konstan. t=0 t=t o t=2t o t=0 t=t o t=2t o Lantai dipercepat keatas menjumpai bola Eksperimen tidak dapat dilakukan untuk membedakan kerangka dipercepat dari gaya gravitasi Phy 107 Fall 2006 66

Cahaya mengikuti lintasan yang sama kecepatan = v+2at o Lintasan berkas cahaya dalam kerangka kita kecepatan = v+at o kecepatan = v t=0 t=t o Lintasan berkas cahaya dalam kerangka dipercepat t=2t o Phy 107 Fall 2006 67

Apakah cahaya dipengaruhi gravitasi? Jika kita tidak dapat membedakan antara kerangka referensi yang dipercepat dengan dari grafitasi Dan cahaya melengkung di kerangka referensi yang dipercepat Maka cahaya haruslah melengkung dalam suatu medan gravitasi Tapi cahaya tidak memiliki massa. Bagaimana gravitasi dapat mempengaruhinya? Mungkin kita bingung tentang apa garis lurus itu Phy 107 Fall 2006 68

Mana yang merupakan garis lurus? A B C A. A B. B C. C D. semuanya Phy 107 Fall 2006 69

Straight is shortest distance They are the shortest distances determined by wrapping string around a globe. On a globe, they are called great circles. In general, geodesics. This can be a general definition of straight, and is in fact an intuitive one on curved surfaces It is the one Einstein used for the path of all objects in curved space-time The confusion comes in when you don t know you are on a curved surface. Phy 107 Fall 2006 70

Massa dan curvature General relativity menyatakan bahwa setiap massa akan memberikan space-time suatu curvature Gerak dari objek di spacetime adalah ditentukan oleh curvature itu Penyimpangan dari hal tsb akan tampak oleh kita ketika kita mencoba menggambar grafik dalam relativitas khusus Phy 107 Fall 2006 71

Ide dibalik teori geometrik Materi membengkokan space dan time. Pembengkokan diatas permukaan dua dimensi di karakterisasikan oleh curvature pada tiap titik curvature = 1/(radius of curvature) 2 Bagaimana kita dapat menghubungkan curvature terhadap materi? Phy 107 Fall 2006 72

Solusi Einstein Einstein memperkirakan bahwa fungsi curvature ons (satuan 1/m 2 ) adalah berbanding lurus terhadap energi lokal dan kerapatan momentum (satuan kg/m 3 ) Konstanta kesebandingan dari perbandingan dengan teori Newtonian adalah 8πG c 2 dengan G adalah konstanta Newton Phy 107 Fall 2006 73

Dekat Bumi ratio dari curvature dari ruang pada permukaan bumi terhadap curvature dari permukaan bumi adalah ~ 7x10-10 curvature dari ruang dekat bumi adalah sedemikian kecilnya. Tetapi hal itulah yang membuat benda dipercepat menuju bumi! Phy 107 Fall 2006 74

A test of General Relativity Can test to see if the path of light appears curved to us Local massive object is the sun Can observe apparent position of stars with and without the sun But need to block glare from sun Phy 107 Fall 2006 75

Eddington and the Total Eclipse of 1919 Apparent position of star Ukuran sudut ini adalah sekitart 1.75 arcseconds Actual position of star Phy 107 Fall 2006 76

Expedisi Eclipse Eddington 1919 Eddington, British astronomer, pergi ke Principe Island di Gulf of Guinea untuk mengamati solar eclipse. Mereka membuat plate photographic yang menunjukan lokasi bintang bintang didekat matahari. Setelah plate photografik dianalisis dihasilkan suatu deflection yang cocok dengan prediksi relativitas umum(gr) Phy 107 Fall 2006 77