Nurudh Dhuha

dokumen-dokumen yang mirip
by: Moh. Samsul Hadi

ANALISIS SISTEM PROTEKSI PETIR EKSTERNAL DI OFFTAKE WARU, PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) TBK SBU WIL II JABATI

Evaluasi dan Perancangan Sistem Proteksi Petir Internal dan Eksternal Divisi Fabrikasi Baja pada Perusahaan Manufaktur

BAB IV ANALISA DAN EVALUASI DATA

Presented by dhani prastowo PRESENTASI FIELD PROJECT

BAB IV STUDI PERENCANAAN PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG STC (SPORT TRADE CENTRE) - SENAYAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... INTISARI... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 11 No. 1 Januari 2015; 23 28

ANALISA SISTEM PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG BERTINGKAT DI APARTEMEN THE PAKUBUWONO VIEW, KEBAYORAN LAMA, JAKARTA

ANALISA PENGARUH JARAK DAN KEDALAMAN TERHADAP NILAI TAHANAN PEMBUMIAN DENGAN 2 ELEKTRODA BATANG

a. Bahwa tenaga kerja dan sumber produksi yang berada ditempat kerja perlu di jaga keselamatan dan produktivitasnya.

ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN KAWAT TANAH TERHADAP GANGGUAN SURJA PETIR PADA SISTEM DISTRIBUSI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 KV

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.02/MEN/1989 T E N T A N G PENGAWASAN INSTALASI PENYALUR PETIR

Politeknik Negeri Sriwijaya

ANALISIS PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI BANGUNAN THE BELLAGIO RESIDENCE TERHADAP SAMBARAN PETIR

BAB III METODE PENELITIAN

Vol.13 No.2. Agustus 2012 Jurnal Momentum ISSN : X

SISTEM PENANGKAL PETIR

BAB II SISTEM PENANGKAL PETIR

Penerapan Metode Jala, Sudut Proteksi dan Bola Bergulir Pada Sistem Proteksi Petir Eksternal yang Diaplikasikan pada Gedung [Emmy Hosea, et al.

BAB I PENDAHULUAN Proses terjadinya petir

BAB I PENDAHULUAN. terus berkembang dengan pesat dan besar. Apabila terjadi kesalahan di sistem tenaga

PERENCANAAN SISTEM INSTALASI PENANGKAL PETIR JENIS ELEKTROSTATIK BERDASARKAN PUIPP

TEORI LISTRIK TERAPAN

3. Perhitungan tahanan pembumian satu elektroda batang. Untuk menghitung besarnya tahanan pembumian dengan memakai rumus :

BAB III SISTEM PROTEKSI PETIR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam penelitian ini data yang diambil dari pengukuran

TUGAS AKHIR PERENCANAAN PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG STC (SPORT TRADE CENTRE) SENAYAN JAKARTA

JOBSHEET PRAKTIKUM 6 WORKHSOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

DASAR SISTEM PROTEKSI PETIR

PENGARUH PASIR - GARAM, AIR KENCING SAPI, BATU KAPUR HALUS DAN KOTORAN AYAM TERNAK TERHADAP NILAI TAHANAN PEMBUMIAN PADA SAAT KONDISI TANAH BASAH

TUGAS AKHIR. Evaluasi Sistem Proteksi Instalasi Penangkal Petir Eksternal Pada Bangunan Gedung Departemen Kelautan dan Perikanan

BAB III IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH

Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) SISTEM GROUNDING LABORATORIUM TEGANGAN TINGGI TEKNIK ELEKTRO IST AKPRIND YOGYAKARTA

Kajian Perancangan Sistem Penangkal Petir Eksternal Pada Gedung Pusat Komputer Universitas Riau

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV PERHITUNGAN SISTEM PROTEKSI PENANGKAL PETIR DI GEDUNG PT BHAKTI WASANTARA NET JAKARTA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan mulai bulan september 2013 sampai dengan bulan maret

ADALAH PENGHANTAR YG DITANAM DALAM BUMI DAN MEMBUAT KONTAK LANGSUNG DGN BUMI

Perancangan Sistem Proteksi Petir Eksternal Menggunakan Metoda Collecting Volume pada Gudang TNT di PT Dahana (Persero)

EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN GARDU INDUK BELAWAN

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.02/MEN/1989 T E N T A N G PENGAWASAN INSTALASI PENYALUR PETIR

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terletak di daerah khatulistiwa. Oleh karena itu Indonesia

DESAIN SISTEM PROTEKSI PETIR INTERNAL PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA KUALA BEHE KABUPATEN LANDAK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SISTEM PROTEKSI PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG WIDYA PURAYA

STUDI AWAL ALAT PROTEKSI PETIR DENGAN METODE PEMBALIK MUATAN

SISTEM PROTEKSI EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP SAMBARAN PETIR PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB II PENANGKAL PETIR DAN ARUS PETIR. dan dari awan ke awan yang berbeda muatannya. Petir biasanya menyambar objek yang

Sistem proteksi petir pada bangunan gedung

EVALUASI INSTALASI SISTEM PENANGKAL PETIR EKSTERNAL PADA GEDUNG XYZ

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai angka terjadinya petir cukup tinggi. Untuk menghindari/meminimalisir

BAB II SISTEM PEMBUMIAN INSTALASI RUMAH TANGGA. Instalasi listrik merupakan susunan perlengkapan-perlengkapan listrik yang

BAB 10 SISTEM PENTANAHAN JARINGAN DISTRIBUSI

SISTEM PROTEKSI PETIR PADA INSTALASI JARINGAN TELEPON DAN PABX. Lela Nurpulaela ABSTRAK

Satellite SISTEM PENTANAHAN MARYONO, MT

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan/indistri dan bekerja sama dengan orang lain dengan disiplin ilmu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Adapun hasil studi yang dikaji oleh penulis dari pemasangan gardu portal type

Kata kunci : gardu beton; grid; pentanahan; rod

Analisis Sistem Proteksi Petir Eksternal pada Pabrik 1 PT. Petrokimia Gresik

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI

PERBEDAAN PENAMBAHAN GARAM DENGAN PENAMBAHAN BENTONIT TERHADAP NILAI TAHANAN PENTANAHAN PADA SISTEM PENTANAHAN. IGN Janardana

IMPLEMENTASI SISTEM PENTANAHAN GRID PADA TOWER TRANSMISI 150 KV

MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

Dosen Pembimbing : Sutarsis,ST,M.Sc.Eng. Oleh : Sumantri Nur Rachman

Politeknik Negeri Sriwijaya

Analisis dan Reduksi Bahaya Arc Flash Pada Sistem Kelistrikan Pabrik Semen Tuban 4

ANALISIS PENAMBAHAN LARUTAN BENTONIT DAN GARAM UNTUK MEMPERBAIKI TAHANAN PENTANAHAN ELEKTRODA PLAT BAJA DAN BATANG

Penentuan Kedalaman Elektroda pada Tanah Pasir dan Kerikil Kering Untuk Memperoleh Nilai Tahanan Pentanahan yang Baik

Bagian 2 Persyaratan dasar

PENGUJIAN DAN ANALISA TAHANAN ELEKTRODA PENTANAHAN PADA GEDUNG PT. PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN JALAN DEMANG LEBAR DAUN PALEMBANG LAPORAN AKHIR

Perancangan Sistem Penangkal Petir Batang Tegak Tunggal, Tugas Akhir BAB II TEORI DASAR

PERANCANGAN GROUNDING UNTUK LABORATORIUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI DI TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

NASKAH PUBLIKASI EVALUASI KEAMANAN PADA SISTEM PENTANAHAN GARDU INDUK 150 KV JAJAR. Diajukan oleh: HANGGA KARUNA D JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Hasrul, Evaluasi Sistem Pembumian Instalasi Listrik Domestik di Kabupaten Barru

SISTEM PEMBUMIAN INSTALASI LISTRIK DOMESTIK. Hasrul Bakri Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNM. Abstrak

TUGAS AKHIR. Evaluasi Sistem Proteksi Petir di Gedung Rumah Sakit Permata Hijau dengan Metode Konvensional dan Elektrostatis

GROUNDING SYSTEM HASBULLAH, MT. Electrical engineering Dept. Oktober 2008

KONDUKTOR ALUMUNIUM PADA SISTEM GROUNDING. Galuh Renggani Wilis Dosen Prodi Teknik Mesin Universitas Pancasakti Tegal

SIDANG TUGAS AKHIR Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industi ITS - Surabaya LOGO

Perencanaan Sistem Pentanahan Tenaga Listrik Terintegrasi Pada Bangunan

ANALISIS LUAS DAERAH PROTEKSI PETIR JENIS EARLY STREAMER PADA TOWER SUTT `1.

JOBSHEET PRAKTIKUM 7 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

PEMODELAN PERLINDUNGAN GARDU INDUK DARI SAMBARAN PETIR LANGSUNG DI PT. PLN (PERSERO) GARDU INDUK 150 KV NGIMBANG-LAMONGAN

PERENCANAAN SISTEM PROTEKSI PETIR MASJID RAYA MUJAHIDIN MENGGUNAKAN METODE BOLA BERGULIR (ROLLING SPHERE METHOD)

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN

PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI INSTALASI LISTRIK. Lembar Informasi

Efek Tegangan Impuls pada Panel Surya Disebabkan oleh Sambaran Petir

Evaluasi Sistem Proteksi Petir Eksternal Site Radar 214 dengan Metode Sudut Lindung, Bola Bergulir dan Pengumpulan Volume

DAFTAR PUSTAKA. 1. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 Badan Standarisasi

Bagian 3 Proteksi untuk keselamatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STUDI PERENCANAAN SALURAN TRANSMISI 150 kv BAMBE INCOMER

Transkripsi:

Nurudh Dhuha 6507 040 030 PROGRAM STUDI D4 TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

Latar Belakang Di Pabrik Tuban II PT. Semen Gresik (Persero) Tbk memakai sistem proteksi petir atau instalasi penyalur petir eksternal konvensional (sistem franklin) dan LPI Guardian TM ( sistem elektrostatis ). Sistem tersebut terdiri dari 3 komponen: penerima, penghantar penurunan danelektroda bumi. Berdasarkan hasil inspeksi instalasi penyalur petir saat OJT ( 3 Agustus 30 September 2010 ) ditemukan ada kondisi bagian sistem proteksi petir yang tidak sesuai seperti ada kabel penahan turunan yang putus, tidak dipasangnya sistem proteksi petir pada beberapa bangunan, pemegang penghantar turunan yang rusak, dan lain lain. Hal ini beresiko menimbulkan bahaya akibat sambaran petir. Efek bahaya sambaran petir yang ditimbulkan adalah tegangan langkah (efek listrik), tegangan sentuh ( tembus samping ), efek termal, dan efek mekanis. Hal itu berisiko hilangnya kehidupan pekerja, hilangnya layanan publik, hilangnya nilai ekonomi, hingga terhentinya proses produksi.

Perumusan Masalah Bagaimana analisa sistem proteksi petir eksternal pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Pabrik Tuban 2 agar sesuai standart SNI. Bagaimana analisa sistem proteksi petir eksternal pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Pabrik Tuban 2 agar sesuai standart Permenaker No. 02/ MEN/ 1989. Bagaimana analisis komparatif sistem proteksi petir eksternal PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Pabrik Tuban 2.

Tujuan Penelitian Menganalisis sistem proteksi petir eksternal PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Pabrik Tuban 2 sesuai dengan syarat-syarat pemasangan air terminal, penghantar turunan, dan elektroda bumi yang benar sesuai SNI. Menganalisis sistem proteksi petir eksternal PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Pabrik Tuban 2 sesuai dengan syarat-syarat pemasangan air terminal, penghantar turunan, dan elektroda bumi yang benar sesuai Permenaker No. 02/ MEN/ 1989. Menganalisa beberapa syarat sistem proteksi petir dari SNI dan Permenaker No. 02/ MEN/ 1989 yang memiliki rekomendasi yang berbeda.

Batasan Penelitian Landasan Hukum yang dipakai adalah SNI IEC 62305-1 : 2009; SNI IEC 62305-2 : 2009; SNI IEC 62305-3 : 2004; SNI 04-0225 : 2000/Amd1-2006 (PUIL 2000); SNI 03-6652 : 2002; Permenaker No. 02/ MEN/ 1989. Tidak menghitung indeks kebutuhan pemasangan sistem proteksi petir pada bangunan karena nilai hari guruh per tahun kota tuban tidak ada. Sehingga asumsi bangunan butuh pemasangan sistem proteksi petir. Tidak membahas estimasi biaya yang dibutuhkan dalam perencanaan instalasi proteksi petir Tidak membahas sistem proteksi petir internal

Flow chart penelitian

Analisa Sistem Proteksi Petir Eksternal Analisa Air Terminal Air terminal di bangunan Pabrik Tuban 2 PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. menggunakan 2 tipe air terminal. 1. Air terminal konvensional dengan menggunakan sistem franklin dengan tinggi 2 meter jenis bahan tembaga berbentuk silinder pejal. Air terminal ini terpasang di bangunan Silo Semen, Packer, Finish Mill, Clinker Storage, EP Cooler, Cooler, Coal Mill, Crusher, EP Raw Mill, Limestone Storage, Preheater, Blending Silo, Raw Mill, Surge Bin, Tower Transfer 242 BC 4 to 242 BC 5 2. Air terminal LPI Guardian TM dengan menggunakan sistem elektrostatis jenis CAT II dengan tinggi 5 meter ( High Protection Level ) terpasang di bangunan Tower Transfer 242 BC 3, Preheater

Contoh ketidaksesuaian pada air terminal yang ditemukan saat inspeksi instalasi penyalur petir eksternal diantaranya Tidak Ada Air Terminal pada Tempat yang Tertinggi Tidak Ada Instalasi Penyalur Petir pada Bangunan Pada atap mendatar, pemasangan air terminal yang tersedia tidak menjamin seluruh luas atap dalam areal perlindungan

Analisa Penghantar Turunan Penghantar turunan di bangunan Pabrik Tuban 2 PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. menggunakan 2 tipe. 1. Tipe pertama adalah penghantar turunan konvensional dari kabel BC 95 mm atau kabel BC 70 mm terbuat dari bahan tembaga. 2. Tipe kedua adalah penghantar turunan jenis LPI High Voltage Shielded Cable Ordering Code: HVSC PM

Contoh ketidaksesuaian pada penghantar turunan yang ditemukan saat inspeksi instalasi penyalur petir eksternal diantaranya 1. Kabel Penghantar Turunan Putus atau Hilang 4. Penghantar Turunan hanya ada 1 buah 2. Kondisi Pemasangan Penghantar Turunan Di Bawah Atap Dalam Bangunan 3. Pemegang Penghantar Turunan Rusak dan Hilang

Analisa Elektroda bumi Elektroda bumi di bangunan Pabrik Tuban 2 PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. menggunakan 2 tipe. 1. Tipe pertama adalah elektroda bumi jenis batang terbuat dari bahan tembaga dengan panjang 5 m mempunyai luas penampang 185 mm. 2. Tipe kedua adalah elektroda pita LPI jenis GRIP 10

Contoh ketidaksesuaian pada elektroda bumi yang ditemukan saat inspeksi instalasi penyalur petir eksternal diantaranya 1. Elektroda bumi instalasi penyalur petir digunakan sebagai pembumian instalasi listrik dalam bangunan 2. Nilai tahanan pembumian lebih dari 5 ohm

Kesimpulan 1. Hasil analisa sistem proteksi petir eksternal PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Pabrik Tuban 2 Berdasarkan SNI No Temuan Rekomendasi Berdasarkan SNI Air Terminal Tidak ada air terminal pada tempat Pemasangan 1 air terminal pada puncak tertinggi (Cooling Tower Raw Mill 1 tertinggi ( Cooling Tower Raw Mill Tuban Tuban 2) 2 ) 2 Tidak ada instalasi penyalur petir pada bangunan Pemasangan instalasi penyalur petir. Untuk pemasangan air terminal menggunakan metoda sudut proteksi dengan sudut perlindungan yang dilihat pada tabel 4.5. Tinggi batang air terminal sebaiknya antara 2 m 3 m. Minimal jumlah penahan turunan yang terpasang pada bangunan, melihat pada tabel 4.6. Untuk jumlah elektroda bumi yang terpasang adalah 60 buah. 3 1 2 Pemasangan air terminal yang tersedia tidak menjamin seluruh luas atap Kabel penghantar turunan putus atau hilang Pemasangan penghantar turunan di dalam bangunan Pemasangan air terminal menggunakan metoda sudut proteksi dengan sudut perlindungan yang dilihat pada tabel 4.5. Penghantar Turunan Bagian kabel penghantar turunan yang putus atau hilang ditambahkan kabel penghantar turunan yang baru dan disambung oleh klem Pemasangan ikatan penyama tegangan (IPP) 3 Pemegang penghantar turunan hilang Pemegang penghantar turunan diganti dengan yang baru 4 Penghantar turunan hanya ada 1 buah Kondisi ini diperbolehkan bila air terminal yang terpasang di bangunan hanya 1 buah. Jika tidak, harus disesuaikan dengan tabel 2.4. 1 Elektroda bumi instalasi penyalur petir eksternal digunakan sebagai pembumian instalasi listrik dalam bangunan Elektroda Bumi Pemasangan ikatan penyama tegangan (IPP) 2 Nilai tahanan elektroda bumi lebih dari 5 ohm Untuk daerah yang resistans jenis tanahnya sangat tinggi seperti di Pabrik Tuban 2 yang mempunyai resistan jenis tanah berbatu kapur (3000 ohm m), resistans pembumian total boleh mencapai 10 ohm. Agar resistans pembumian tidak melebihi 10 ohm, maka pemasangan elektroda di setiap bangunan adalah 60 buah

2. Hasil analisa sistem proteksi petir eksternal PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Pabrik Tuban 2 berdasarkan Permenaker No. 02/ MEN/ 1989 No Temuan Rekomendasi Berdasarkan Permenaker No. 02/ MEN/ 1989 1 Tidak ada air terminal pada tempat tertinggi ( Cooling Tower Raw Mill Tuban 2 ) Air Terminal Pemasangan 1 air terminal pada puncak tertinggi (Cooling Tower Raw Mill Tuban 2) 2 Tidak ada instalasi penyalur petir pada bangunan Pemasangan instalasi penyalur petir. Untuk pemasangan air terminal menggunakan sudut perlindungan 112 0. Minimal jumlah penahan turunan yang terpasang pada bangunan, melihat pada tabel 4.8. Jumlah elektroda bumi kelompok menyesuaikan dengan jumlah penghantar turunan yang terpasang. 3 Pemasangan air terminal yang tersedia tidak menjamin seluruh luas atap Pemasangan air terminal menggunakan menggunakan sudut perlindungan 112 0 Penghantar Turunan 1 Kabel penghantar turunan putus atau hilang Bagian kabel penghantar turunan yang putus atau hilang ditambahkan kabel penghantar turunan yang baru dan disambung oleh klem. 2 Pemasangan penghantar turunan di dalam bangunan Pemasangan penghantar turunan dipindah ke luar bangunan. 3 Pemegang penghantar turunan hilang Pemegang penghantar turunan diganti dengan yang baru dengan syarat jarak antara pemegang penghantar turunan tidak melebihi 1,5 m. 4 Penghantar turunan hanya ada 1 buah Penambahan 1 buah penghantar turunan. Instalasi penyalur petir pada bangunan paling sedikit harus mempunyai 2 buah penghantar turunan. Elektroda Bumi 1 Elektroda bumi instalasi penyalur petir eksternal digunakan sebagai pembumian instalasi listrik dalam bangunan Pemasangan elektroda bumi instalasi penyalur petir eksternal dibedakan dengan pembumian instalasi listrik dalam bangunan 2 Nilai tahanan elektroda bumi lebih dari 5 ohm Penambahan elektroda bumi sampai tidak melebihi 5 ohm

3. Hasil analisis komparatif sistem proteksi petir eksternal berdasarkan SNI dan Permenaker 02/MEN/1989 No. Variabel Perbedaan Permenaker SNI 1 Kebutuhan sistem proteksimenggunakan rumus R=A+B+C+D+E Nilai R > R t atau N d > N c petir 2 Jumlah penghantar turunanpaling sedikit harus mempunyai 2 (dua) buahkondisi ini diperbolehkan dengan dalam bangunan hanya 1penghantar penurunan. SNI asal air terminal bangunan buah hanya satu batang 3 Penentuan jumlah airsudut perlindungan 112 o terminal 4 Penentuan jumlah penghantardipengaruhi oleh tinggi bangunan penurunan Metode bola gulir, jala dan sudut proteksi Dipengaruhi oleh tingkat proteksi sistem proteksi petir 5 Letak penghantar penurunantidak boleh memasang penghantar penurunan diboleh memasang penghantar di dalam bangunan dalam bangunan penurunan di dalam bangunan asalkan memasang IPP 6 Nilai maksimum hambatanboleh mencapai 10 Ω Tidak boleh lebih dari 5 ohm elektroda bumi 7 Elektroda bumi instalasielektroda bumi instalasi listrik tidak bolehkondisi ini diperbolehkan dengan penyalur petir digunakandigabung dengan elektroda bumi instalasisni asal memasang Ikatan sebagai pembumian instalasipenyalur petir Penyama Potensial (IPP) listrik dalam bangunan 8 Penentuan jumlah elektroda bumi Dipengaruhi oleh perbandingan nilai resistansjumlah elektroda bumi tidak diatur jenis, keadaan tanah, dan elektroda bumi