LESSON STUDY di KABUPATEN SUMEDANG

dokumen-dokumen yang mirip
POTRET KEGIATAN LESSON STUDY BIDANG KIMIA YANG DILAKSANAKAN DI KABUPATEN SUMEDANG

PERIODE JANUARI- MARET 2010 PERIODE APRIL-SEPTEMBER 2010 PERIODE OKT-DES 2010

LILIASARI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA SEKOLAH PASCASARJANA UPI

KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP LESSON STUDY

Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS 2010

UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA TOPIK GERAK LURUS BERATURAN BERBASIS LESSON STUDY DI SMPN 3 TANJUNGSARI

Profile Daerah Kabupaten Sumedang Tahun

SISTEM PEMBINAAN PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN IPA MELALUI LESSON STUDY

PROFIL KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPA-FISIKA SMP DAN MTs DI WILAYAH PASEH KABUPATEN SUMEDANG MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY BERBASIS MGMP

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU FISIKA MELALUI LESSON STUDY. Ida Kaniawati

PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL PENDIDIK MELALUI LESSON STUDY

Lesson Study dapat Diiplementasikan dalam Mata Pelajaran Bukan-MIPA. Oleh: Yosaphat Sumardi dan Ariswan FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG

plan, do, dan see. Adapun sasaran utamanya adalah proses kerjasama

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI DI DALAM KELAS MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DI SMPN 1 JATINANGOR

MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAN DI JURUSAN KIMIA FMIPA UNESA MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY

LESSON STUDY MENUMBUHKAN MASYARAKAT PEMBELAJAR PESERTA MGMP MATEMATIKA DI WILAYAH JATINANGOR DAN CIMANGGUNG. Oleh : Entit Puspita 1

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MATEMATIKA DAN SAINS MELALUI LESSON STUDY

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 8 No. 1 Juni 2006 ISSN:

OPTIMALISASI PEMBINAAN LESSON STUDY BERDASARKAN KESULITAN YANG DIHADAPI GURU KELOMPOK MGMP SMPN 5 SUMEDANG

Pengalaman FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta dalam Pendampingan Lesson Study di SMP/MTs Kabupaten Bantul

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU FISIKA MELALUI LESSON STUDY. Ida Kaniawati

Dr. Fransisca Sudargo, M.Pd

IMPLEMENTASI LESSON STUDY MATA PELAJARAN IPA BERBASIS MGMP SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN LEARNING COMMUNITY.

LAMPIRAN PERATURAN BUPATI SUMEDANG

PEMANTAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA GURU-GURU SMP LAB UNESA MELALUI LESSON STUDY

PELATIHAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI SMA DARUL ISLAM GRESIK

LSBS Di SMAN 9 BANDUNG. Oleh: Tati Hermawati

LAPORAN KEMAJUAN KEGIATAN LESSON STUDY DI DARMARAJA SUMEDANG

An experienced lesson study based on school at SMPN 4 Sumedang. Educated Year 2007/2008. (Created by: Encum Sumiaty, Mathematic Education FPMIPA UPI)

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 26 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 26 TAHUN 2009 TENTANG

KONDISI GEOGRAFIS. Luas Wilayah (Ha)

MENINGKATKAN KOMPETENSIGURU MATEMATIKA DAN IPA SMP MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY

Profile Daerah Kabupaten Sumedang Tahun

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU IPA MELALUI LESSON STUDY BERBASIS MGMP KAWASAN SURABAYA SELATAN

BAGAIMANA IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM AKTIFITAS LESSONS STUDY?

KEGIATAN LESSON STUDY BIOLOGI DI SMPN 1 JATINANGOR Oleh : Siti Sriyati 1) dan Tuti Hasanah 2)

PENERAPAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGI GURU SMA BINA MULYA GADINGREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PAGU INDIKATIF KECAMATAN KABUPATEN SUMEDANG TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KINERJA GURU FISIKA DALAM MEMPERSIAPKAN DAN MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DI KABUPATEN SUMEDANG

Kata kunci: lesson study, Aktivitas belajar, Morfologi Tumbuhan

Persiapan Pelaksanaan Musrenbang Tahun 2013

Statistika Sosial. Penyajian data & Distribusi Frekuensi #2. Modul ke: Fakultas FIKOM. Program Studi Public Relations

PENGUATAN KOMPETENSI GURU DALAM BIDANG PENDIDIKAN SENI MELALUI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH: SEBUAH KAJIAN AWAL

Lesson Study Sebagai Salah Satu Strategi Peningkatan Profesionalisme Guru

EVALUASI DAMPAK KEGIATAN LESSON STUDY PADA KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP DI KABUPATEN SUMEDANG

PROFIL KINERJA GURU IPA-FISIKA DALAM KEGIATAN LESSON STUDY BERBASIS MGMP WILAYAH TOMO KAB. SUMEDANG. Abstrak

D036 MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI LESSON STUDY. Ahmadi 1 1,2,3

Selamat Datang di Pelatihan Lesson Study (LS)

IMPLEMENTASI KEGIATAN LESSON STUDY MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA PROGRAM LATIHAN PROFESI (PLP) DI SMAN 14 BANDUNG

MEMBANGUN KOLEGIALITAS CALON GURU IPS MELALUI LESSON STUDY

Bab 3 Mengapa Lesson Study?

JUDUL MAKALAH ANALISIS KEMAMPUAN MERENCANAKAN, MENGIMPLEMENTASIKAN DAN MEREFLEKSI PEMBELAJARAN IPA-FISIKA DALAM KEGIATAN LESSON STUDY

PROVINSI JAWA BARAT BUPATI SUMEDANG,

LESSON STUDY DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU

MENUJU GURU YANG PROFESIONAL MELALUI LESSON STUDY A. LATAR BELAKANG

Mengembangkan Kompetensi Guru Melalui Lesson Study

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PERUBAHAN ENERGI LISTRIK DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI LESSON STUDY

Peningkatan Kualitas Pembelajaran MIPA Pada Pendidikan Layanan Khusus Melalui Lesson Study di SMAN 1 Sumedang. Bab 1. Pendahuluan

Bab 2 Sejarah Perkembangan Lesson Study

DIRECT INSTRUCTION SEBAGAI METODE UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI PEMANTULAN CAHAYA PADA OPEN CLASS LESSON STUDY DI SMPN MODEL TERPADU BOJONEGORO

PEMBINAAN PROFESIONALISME CALON PENDIDIK MELALUI MICROTEACHING BERBASIS LESSON STUDY

BUPATI SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 49 TAHUN 2014 TENTANG

MENGEMBANGKAN KOMPETENSI GURU MELALUI LESSON STUDY

ABSTRACT. 1 Usuludin Latif; 2 Agus Danawan; 2 Unang Purwana. 1 SMPN 2 Cimalaka 2 Jurdik Fisika FPMIPA UPI

IMPLEMENTASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS) DI SMP NEGERI 1 KALIANGET

LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA PEMBELAJARAN YANG DILAKUKAN GURU

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PAGU INDIKATIF KECAMATAN KABUPATEN SUMEDANG TAHUN ANGGARAN 2013

ABSTRAK DAN RINGKASAN MAKALAH KONASPI VI SUBTEMA DAN TOPIK: E. INOVASI PENDIDIKAN: INOVASI PEMBELAJARAN DAN ASESMEN JUDUL:

IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI DAN KARAKTER GURU MATEMATIKA KOTA METRO

Profile Daerah Kabupaten Sumedang Tahun

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MELALUI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH MORFOLOGI TUMBUHAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

PENGEMBANGAN MODEL PEMBINAAN PROFESIONALISASI GURU PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR MELALUI LESSON STUDY BERBASIS KELOMPOK KERJA GURU

PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATA KULIAH MATEMATIKA EKONOMI Oleh: Bambang Suprayitno, SE. Mustofa, S.Pd.

Sri Uchtiawati : Tanggung Jawab dan Kemandirian

BAB 1 PENDAHULUAN. pada buku paket sering menjadi acuan utama pengajaran guru, sebagian

LESSON STUDY: BELAJAR DARI, TENTANG, DAN UNTUK PEMBELAJARAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI LESSON STUDY PADA PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SDN LAMSAYEUN

IMPLEMENTASI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DOSEN PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ENGLISH FOR CHEMISTRY I

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Sumedang Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

U Hidayat Tanuwiria, A Yulianti, dan N Mayasari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Jatinangor, Bandung 40600

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 20 TAHUN 2004 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 33 TAHUN 2003 TENTANG

MENUMBUHKAN LEARNING COMMUNITY MELALUI LESSON STUDY MENUJU SEKOLAH BERPRESTASI (Kasus Reformasi SMP N 3 Pandak)

BAB I PENDAHULUAN. Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang harus diperhatikan

Upaya Peningkatan Pelaksanaan Lesson Study Dengan Pemanfaatan TIK Di MGMP Dan Di Sekolah Monday, 07 May :01

Transkripsi:

LESSON STUDY di KABUPATEN SUMEDANG (Pend.Fisika FPMIPA UPI) A. Pendahuluan Lesson Study berasal dari Jepang dengan istilah kenkyu jugyo yang diprakarsai oleh Makoto Yoshida pada awal tahun 1960 an sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru pendidikan dasar di Jepang. Keberhasilan Jepang dalam lesson study menarik minat peneliti pendidikan Amerika Serikat Catherine Lewis yang telah melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993. Di Indonesia Lesson Study mulai diimplementasikan sejak tahun 2006 sebagai kelanjutan dan perluasan kerjasama teknis antara JICA dengan pihak Indonesia. Kerjasama teknis ini telah disepakati antara pihak Jepang (JICA) dengan pihak Indonesia, yang diwakili oleh Dirjen Dikti, Dirjen PMPTK, dan Dirjen Dikdasmen, yang pelaksanaannya dilakukan di tiga region yaitu wilayah Indonesia Barat, wilayah Indonesia Tengah dan wilayah Indonesia Timur, masing-masing wilayah melibatkan satu perguruan tinggi sebagai pusat kajian dan pengembangan lesson study. Perguruan tinggi tersebut masing-masing adalah Universitas Penidikan Indonesia (UPI) untuk wilayah Indonesia Barat, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk wilayah Indonesia Tengah dan Universitas Negeri Malang (UM) untuk wilayah Indonesia Timur. Tiap wilayah mempunyai kabupaten sasaran sebagai pilot project yaitu kabupaten Sumedang di provinsi jawa Barat untuk wilayah Indonesia Barat, Bantul di propinsi Jawa Tengah untuk wilayah Indonesia Tengah dan Pasuruan di Propinsi Jawa Timur untuk wilayah Indonesia Timur. Dalam perjalanannya program Lesson Study ini telah meluas ke beberapa daerah di Indonesia. B. Apa dan Mengapa Lesson Study? Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan, guru mengajar tanpa persiapan yang memadai, pembelajaran masih dinominasi guru, kurang menantang dan kurang interaktif, serta cenderung membosankan, siswa cenderung pasif dan hanya sebagai pendengar, kegiatan motorik (hands-on activity) masih kurang efektif, demikian juga pemanfaatan bahan lokal (local materials). Jika kondisi ini dibiarkan tidak mustahil kualitas pendidikan di Indonesia makin tertinggal. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah melaksanakan program Lesson Study.

Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (learning community). Lesson study (or kenkyu jugyo) is a professional development process that Japanese teachers engage in to systematically examine their practice, with the goal of becoming more effective. This examination centers on teachers working collaboratively on a small number of "study lessons". Working on these study lessons involves planning, teaching, observing, and critiquing the lessons. To provide focus and direction to this work, the teachers select an overarching goal and related research question that they want to explore. This research question then serves to guide their work on all the study lessons. Lesson Study bukanlah model mengajar atau strategi mengajar atau metode mengajar tetapi suatu model pembinaan guru dalam jabatan (in-service) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terkait dengan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial sesuai dengan UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Lesson study mendukung implementasi PP 19/2005 SNP Pasal 19: Proses pembelajaran harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi untuk aktif, kreatif, mandiri sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik & psikologis peserta didik Lesson study dilakukan oleh guru dan untuk guru (dengan bantuan pakar, jika diperlukan) secara berkolaborasi dan berkelanjutan dalam meningkatkan keprofesionalan mereka. Lesson study membuat guru menjadi terbuka menerima saran terhadap perbaikan pembelajaran Prinsip utama yang dianut dalam Lesson Study adalah belajar dari pembelajaran. Prinsip utama tersebut dapat dielaborasi menjadi beberapa prinsip diantaranya, kesejawatan, kolaboratif, saling belajar (mutual learning). Perbaikan berkelanjutan (continous improvement), komunitas belajar (learning community). C. Tahapan dalam Lesson Syudy Proses pembelajaran yang baik tidak terlepas dari persiapan/perencanaan sebelum pembelajaran dilaksanakan. Alangkah baiknya jika perencanaan dilakukan bersama sama dengan tim pengajar (tim teaching). Dalam tim teaching perencanaan dilakukan secara kolaboratif berdasarkan permasalahan di kelas terkait dengan merencanakan model pembelajaran yang berpusat pada siwa melalui aktivitas motorik dan pikiran (hands-on and minds-on activity), mengaitkan materi pembelajaran dengan

pengalaman dan kehidupan sehari-hari (daily life), memanfaatkan bahan-bahan lokal (local materials) untuk keperluan media pembelajaran. Tahapan perencanaan ini dikenal dengan istilah PLAN, dokumen hasil perencanaan tertuang dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Setelah PLAN dilanjutkan dengan implementasinya, tahapan ini dikenal dengan istilah DO. Selama proses pembelajaran dilakukan pengamatan, fokus pengamatan diarahkan pada aktivitas siswa. Pengamat tidak diperkenankan mengganggu dan mengintervensi aktivitas siswa. Hasil pengamatan didiskusikan setelah selesai pembelajaran, tahapan ini dikenal dengan istilah SEE. Semua pengamat diharapkan hadir dalam tahapan ini. Materi Refleksi dan diskusi difokuskan pada aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Seminim mungkin menghindari komentar tentang perilaku guru ketika mengajar. Walaupun refleksi dan diskusi difokuskan pada aktivitas siswa namun guru model diharapkan dapat melakukan evaluasi diri tentang pembelajaran yang dilakukannya. Demikian juga bagi pengamat dapat belajar dari pembelajaran yang dilakukan guru model. PLAN DO Persiapan/ perencanaan dilakukan dengan tim Mengimplementasikan pembelajaran Pengamat mengamati dan mencatat aktivitas siswa SEE Refleksi dan diskusi hasil pengamatan

D. Kegiatan Lesson Study di Kabupaten Sumedang Awalnya Program Lesson Study di kabupaten Sumedang bertujuan untuk mengembangkan model kegiatan MGMP melalui penerapan lesson study dalam rangka peningkatan mutu guru matematika dan IPA di Kabupaten Sumedang. Jumlah guru matematika dan IPA yang terlibat sebanyak 556 orang dari 94 SMP dan MTs, dikelompokkan menjadi 8 kelompok MGMP. Untuk memberi kesempatan sekolah dapat menerapkan Lesson Study di sekolahnya dengan melibatkan mata pelajaran lain maka SEJAK September 2007 diterapkan Lesson Study berbasis Sekolah (LSBS). Dua sekolah yang menjadi piloting LSBS adalah SMPN 4 Sumedang dan SMPN 1 Tomo. Berikut adalah wilayah dan sekolah asaran kegiatan Lesson Study di Kabupaten Sumedang: 1. Jatinangor: (1).SMPS Plus Al Aqha Cikeruh, (2).SMP Negeri 1 Jatinangor,(3). SMPS PGRI 1 Cikeruh, (4).SMP Negeri 2 Cimanggung, (5).SMPS Al Masoem,(6). SMPS Yudistira, (7).SMP Negeri 1 Cimanggung, (8).SMPS PGRI Parakanmuncang, (9).SMP Negeri 2 Jatinangor,(10).SMP Negeri 3 Jatinangor, (11).SMPS Darul Fatwa, (12).SMPS PGRI 2 Jatinagor, (13).SMP S Plus Al' Amah, (14).SMPS Plus Ganeas, (15).Mts Ma'arif Cikeruh,(16).SMPIT Imam Bukhori. 2. Tanjungsari: (1). MTs Ma'arif Tanjungsari, (2), SMP Negeri 1 Tanjungsari, (3). SMP Negeri 2 Tanjungsari,(4). SMPS Pasundan Tanjungsari, (5). SMP Negeri 1 Sukasari, (6). MTS Sa'adah Sukasari, (7). SMPSM.diyah Tanjungsari, (8). SMP Negeri 1 Pamulihan, (9). SMPS YKM Tanjungsari, (10). SMP Negeri 3 Tanjungsari, (11). SMPN Satu Atap Pamulihan, (12). SMPN Kelas jauh Pamulihan, (13). MTs Miftahusa'adah 3. Sumedang Selatan (1). SMP Negeri 1 Sumedang, (2). SMP Negeri 2 Sumedang, (3). SMP Negeri 3 Sumedang, (4). SMP Negeri 4 Sumedang, (5). SMP Negeri 7 sumedang, (6). SMP Negeri 10 Sumedang, (7). SMP Negeri 1 Rancakalong, (8). SMP Negeri 2 Rancakalong, (9). SMP Negeri 3 Rancakalong, (10). SMPS 11 April Sumedang. 4. Sumedang Utara (1). SMP Negeri 1 Cisarua, (2). MTs PERSIS, (3). SMP Negeri 5 Sumedang, (4). SMP Negeri 6 Sumedang, (5).SMP Negeri 8 Sumedang, (6).SMP Negeri 9 Sumedang, (7).SMP Negeri 3 Cimalaka, (8)., (6). SMP Negeri 1 Ganeas, (9).SMP Negeri 2 Ganeas, (10). SMPS NU Sumedang

5. Paseh (1). SMP Negeri 1 Cimalaka, (2). SMP Negeri 2 Cimalaka, (3). SMP Negeri 1 Paseh, (4). SMP Negeri 2 Paseh, (5). SMP Negeri 1 Tanjungkerta, (6). SMP Negeri 2 Tanjungkerta, (7). SMP Negeri 2 Buahdua, (8). SMP Negeri 1 Tanjungmedar, (9). SMP Negeri Surian, (10). SMPS Al Ma"mun, (11). SMPS NU Sukamantri, (12). MTs Sumedang 6. Tomo (1). SMP Negeri 1 Tomo, (2). SMP Negeri 2 Tomo, (3). SMP Negeri 1 Conggeang, (4). SMP Negeri 2 Conggeang, (5). SMP Negeri 1 Ujungjaya, (6). SMP Negeri 2 Ujungjaya, (7). SMP Negeri 1 Jatigede, (8). SMP Negeri 3 Jatigede, (9). SMP Negeri 1 Buahdua, (10).MTs N Tomo, (11). MTs N Ujungjaya, (12). SMPS Assalam Buahdua 7. Situraja (1). SMP Negeri 1 Situraja, (2). SMP Negeri 2 Situraja, (3). SMP Negeri 3 Situraja, (4). SMP Negeri 4 Situraja, (5). SMP Negeri 1 Cisitu, (6). SMP Negeri 2 Cisitu, (7). SMP Negeri 3 Cisitu, (8). MTs N Situraja 8. Darmaraja (1). SMP Negeri 1 Darmaraja, (2). SMP Negeri 2 Darmaraja, (3). SMP Negeri 1 Jatinunggal, (4). SMP Negeri 2 Jatinunggal, (5). SMP Negeri 1 Jatinunggal, (6). SMP Negeri 1 Wado, (7). SMP Negeri 2 Wado, (8). SMP Negeri 3 Wado, (9). SMP Negeri 1 Cibugel, (10). SMP Negeri Satu Atap Cibugel, (11). SMP Negeri Satu Atap Cimungkal, (12). SMP Negeri Satu Atap Cimanintin, (13). MTs N Tarikolot Setiap kegiatan MGMP IPA dan Matematika untuk masing-masing kelompok selalu didampingi dosen-dosen FPMIPA UPI. Kegiatan implementasi lesson study di Kabupaten Sumedang dilaksanakan paling sedikit 5 pertemuan dalam 1 semester, 2 kali dalam sebulan. Pertemuan ke-1 dan ke-2 merupakan fase persiapan (Plan). Pada fase ini, guruguru dan dosen FPMIPA berkolaborasi mengidentifikasi permasalahan pembelajran MIPA dan mencari solusinya yang dituangkan dalam bentuk rencana pembelajaran dan LKS yang dapat membuat siswa aktif belajar. Pertemuan ke-3 s.d. ke-5 merupakan fase implementasi dan refleksi (Do dan See). Pada fase ini, seorang guru mengimplementasikan rencana pembelajarannya pada salah satu kelas di sekolahnya, sementara guru lain dan dosen bertindak sebagai pengamat. Fokus observasi adalah aktifitas siswa yang akan mencerminkan kompetensi guru. Setelah pembelajaran selesai, langsung diadakan diskusi untuk merefleksikan pembelajaran. Materi diskusi meliputi bagaimana interaksi siswa-siswa, siswa-guru, siswa-bahan ajar, dan rencana tindaklanjut. Fase Do dan See dilaksanakan secara bergirliran dari satu sekolah ke sekolah lainnya bergantung pada guru tempat mengajar.

Kegiatan Lesson Study berbasis MGMP di kabupaten Sumedang telah memberikan dampak pada semua komponen yang terlibat yaitu Pengawas, Kepala Sekolah, Fasilitator MGMP, Guru, Siswa serta Dosen. Hasil wawancara dengan beberapa Kepala Sekolah, diperoleh bahwa kegiatan lesson study berdampak positif pada kinerja guru dan kualitas pembelajaran. Kegiatan lesson study merupakan kegiatan yang harus terus menerus dilaksanakan dan mereka berkeinginan untuk melaksanakan lesson study pada mata pelajaran selain Matematika dan IPA. Berdasarkan hasil wawancara dengan para guru model, semua guru merasakan bahwa pengalaman menjadi guru model sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan mengajar, memperoleh masukkan dari para observer tentang aktivitas siswa yang luput dari pemantauannya, serta saransaran dari nara sumber yang bermanfaat bagi pembelajaran yang baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah guru observer mereka berpendapat bahwa kegiatan lesson study sangat bermanfaat untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, mendorong untuk menjadi guru model pada kesempatan berikutnya, dan tumbuhnya keinginan untuk memodifikasi model pembelajaran berdasarkan temuan hasil observasi. Dampak yang dirasakan oleh Fasilitator MGMP Matematika sangat terasa. Hal ini terlihat dari antusias para peserta dalam memberikan pendapat serta motivasi untuk memperbaiki diri lebih baik dari kegiatan MGMP sebelumnya. Mereka berpendapat kegiatan ini akan terus dipertahankan dan sebaiknya diperluas untuk mata pelajaran lain, karena dirasakan memberikan manfaat bagi para peserta. Para Dosen yang terlibat dalam kegiatan lesson study merasakan banyak manfaatnya, mereka lebih mengetahui kondisi pembelajaran yang terjadi di sekolah serta kesulitan para guru di sekolah dalam membelajarkan siswa. Pengalaman dari lapangan ini sangat bermanfaat bagi para Dosen untuk meningkatkan kualitas perkuliahannya di UPI. Komitment dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang sangat dirasakan, mereka bekomitment untuk melaksanakan lesson study agar benarbenar mengakar di Kabupaten Sumedang supaya membawa perubahan budaya pada siswa, guru, orang tua, serta para steak holder Pendidikan. Seiring dengan dampak Lesson Study berbasis MGMP, demikian juga dampak yang terjadi pada Lesson Study berbasis Sekolah (LSBS). Guru melakukan perencanaan pembelajaran bersama dengan tim pengajar di sekolahnya dan tampil bergiliran sebagai guru model sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya (Matematika, IPA, IPS, Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Sunda, Sejarah, PPKn, Ekonomi, dan Penjaskes).

LKS dengan tantangan mendorong siswa saling berinteraksi Eksplorasi Materi Melalui Percobaan (LKS Nonprosedural)

Pembelajara IPA yang menyenangkan dan menantang siswa berpikir melalui kegiatan Lesson Study di SMPN 4 Sumedang Suasana diskusi yang akrab untuk merefleksikan pembelajaran setelah open lesson di SMPN 4 Sumedang E. Penutup Lesson Study di kabupaten Sumedang telah memberikan dampak positip dalam meningkatkan kinerja guru terkait dengan kualitas pembelajaran melalui tahapan Plan, Do, See, Perubahan terjadi melalui serangkaian proses yang berkesinambungan, didorong oleh motivasi untuk berubah (budaya akademik, lingkungan dan disiplin) serta komitmen bagi guru, kepala sekolah, pengawas dan dinas terkait. Kualitas pembelajaran mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran yaitu: berpusat pada siswa, terjalinnya interaksi: antar siswa, guru-siswa, siswa-materi ajar, hands-on dan minds-on activity, penggunaan bahan local (local material), mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari (daily life).