Oleh: RIA SUSANTI A

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

ANALISIS PENGGUNAAN KONFIKS PER-AN

PENGGUNAAN REDUPLIKASI (KATA ULANG) PADA KARANGAN SISWA KELAS VII B SMP MUHAMMADIYAH 8 SURAKARTA

Analisis Morfologi Kelas Kata Terbuka Pada Editorial Media Cetak. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat. Bahasa sudah diajarkan sejak dulu baik di keluarga maupun di. peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran.

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. gagasan, isi pikiran, maksud, realitas, dan sebagainya. Sarana paling utama. utama adalah sebagai sarana komunikasi.

ANALISIS REDUPLIKASI PADA TEKS ANEKDOT SURAT KABAR SOLOPOS DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA KELAS X

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dewasa ini, bahasa Indonesia semakin berkembang. Dalam penelitiannya

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Dalam arti, bahasa mempunyai kedudukan yang penting bagi

ANALISIS PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA

BAB I PENDAHULUAN. menengah. Di antara keempat kegiatan berbahasa tersebut, menulis

ANALISIS REDUPLIKASI PADA KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GATAK SUKOHARJO

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ANALISIS REDUPLIKASI PADA CERITA FABEL SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 2 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2014/2015 NASKAH PUBLIKASI

REDUPLIKASI PADA KARANGAN SISWA KELAS VII B SMP N 1 TERAS BOYOLALI ARTIKEL PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

BAB I PENDAHULUAN. bahasa manusia. Sebagai alat komunikasi manusia, bahasa adalah suatu sistem

ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA PADA JUDUL BERITA SURAT KABAR HARIAN JAWA POS EDISI OKTOBER 2014

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

KATA JAHAT DENGAN SINONIMNYA DALAM BAHASA INDONESIA: ANALISIS STRUKTURAL

KATA BERSUFIKS PADA TAJUK RENCANA SUARA MERDEKA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN

AMBIGUITAS FRASA NOMINA PADA JUDUL ARTIKEL SURAT KABAR HARIAN SOLOPOS SEPTEMBER-OKTOBER 2013 NASKAH PUBLIKASI

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA MADING DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA JURNAL ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Morfologi merupakan cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, DAN TEORI

I. PENDAHULUAN. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan satuan pendidikan formal yang

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH MUHAMMADIYAH 1 WELERI TAHUN AJARAN 2013/2014

ANALISIS REDUPLIKASI PADA KARANGAN NARASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGPANDAN

ANALISIS PENGULANGAN KATA DALAM TEKS BERITA KARYA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 6 SURAKARTA

KATA ULANG BAHASA INDONESIA PADA MAJALAH PAPIRUS EDISI JANUARI 2015

BAB I PENDAHULUAN. perhatian khusus dari pengamat bahasa. Hal ini dikarenakan nominalisasi mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. Proses morfologi memunyai tugas untuk membentuk kata. Sebagian besar

BAB I PENDAHULUAN. aturan-aturan yang berlaku dalam bahasa tersebut. Sebuah kata dalam suatu bahasa dapat berupa simple word seperti table, good,

BAB 1 PENDAHULUAN. Sebagai alat interaksi sosial peranan bahasa besar sekali. Hampir tidak ada

INTERFERENSI BAHASA INDONESIA DALAM PEMAKAIAN BAHASA INGGRIS PADA WACANA TULIS SISWA

BAB 11 KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. bahasa yang digunakan akal budi memahami hal-hal lain ( KBBI,2007:588).

BAB I PENDAHULUAN. dapat disesuaikan, dan diungkapkan kembali kepada orang lain sebagai bahan

ANALISIS KLAUSA DALAM SURAT KABAR HARIAN MEDIA INDONESIA. Oleh: Rismalasari Dalimunthe ABSTRAK

PENDAHULUAN. kelaziman penggunaannya dalam komunikasi sering terdapat kesalahan-kesalahan dianggap

BAB 2 LANDASAN TEORI. Dalam penelitian ini, dijelaskan konsep bentuk, khususnya afiksasi, dan

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN AFIKS PADA KARANGAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SAMBI

BAB I PENDAHULUAN. yang sempurna, manusia dibekali dengan akal dan pikiran. Dengan akal dan

BAB I PENDAHULUAN. yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara, tepatnya di Pulau Buton. Pada masa

Menurut Abdul Chaer setiap bahasa mempunyai sarana atau alat gramatikal tertentu untuk menyatakan makna-makna atau nuansa-nuansa makna gramatikal (Abd

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. bahasa lisan, misalnya bahasa dalam khotbah, bahasa dalam pidato, dan bahasa. dalam karangan siswa, bahasa terjemahan Al Qur an.

BAB 1 PENDAHULUAN. Realisasi sebuah bahasa dinyatakan dengan ujaran-ujaran yang bermakna.

PEMAKAIAN PREFIKS DALAM CERITA PENDEK DI MAJALAH ANEKA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemampuan berkomunikasi merupakan hal yang sangat diperlukan saat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah suatu alat komunikasi pada manusia untuk menyatakan

ANALISIS BENTUK DAN MAKNA AFIKS VERBA PADA TEKS BACAAN DALAM BUKU SISWA BAHASA INDONESIA SMP/MTS KELAS VII KURIKULUM 2013

BAB I PENDAHULUAN. gramatikal dalam bahasa berkaitan dengan telaah struktur bahasa yang berkaitan. dengan sistem kata, frasa, klausa, dan kalimat.

ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA AFIKS DALAM LIRIK LAGU PETERPAN SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. guna mencapai derajat Sarjana S-1

INFLEKSI DALAM BAHASA KULISUSU

PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM CERITA PENDEK PADA SURAT KABAR JAWA POS EDISI JANUARI PEBRUARI 2012

PROSES MORFOLOGIS PADA TERJEMAHAN AYAT-AYAT AL QUR AN YANG MENGGAMBARKAN KEPRIBADIAN NABI MUHAMMAD SAW NASKAH PUBLIKASI

PROSES MORFOLOGIS KATA MAJU BESERTA TURUNANNYA INTISARI

ADVERBIA DALAM BAHASA INDONESIA: TINJAUAN BENTUK DAN PERILAKU SEMANTISNYA

BENTUKAN KATA DALAM KARANGAN BAHASA INDONESIA YANG DITULIS PELAJAR THAILAND PROGRAM DARMASISWA CIS-BIPA UM TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Linguistik sebagai ilmu kajian bahasa memiliki berbagai cabang.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan Bahasa Indonesia di sekolah merupakan salah satu aspek

ARTIKEL JURNAL LINA NOVITA SARI NPM Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (Strata 1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi berfungsi sebagai hubungan antara seseorang dengan orang lain untuk mengetahui hal yang terjadi.

HEADLINE RIAU PREFIXES IN THE POS ISSUE 10 JUNE TO 30 JUNE 2016

PEMEROLEHAN NOMINA BAHASA INDONESIA ANAK USIA 3;5 TAHUN: STUDI KASUS SEORANG ANAK DI LUBUK MINTURUN PADANG

PRATIWI AMALLIYAH A

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

AFIKSASI BAHASA MELAYU DIALEK NGABANG

ANALISIS PENGGUNAAN PREFIKS PE-

BAB I PENDAHULUAN. dapat berupa tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Dalam mata

BAB I PENDAHULUAN. yang belum mengecap ilmu pengetahuan di sekolah atau perguruan tinggi

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kajian. Aji Kabupaten Jepara dapat disimpulkan sebagai berikut.

PROSES MORFOLOGIS KARANGAN SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 2 GATAK SUKOHARJO TAHUN AJARAN JURNAL ILMIAH

ANALISIS MORFOLOGI PADA KARANGAN SISWA KELAS VIII D SMP MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA. Naskah Publikasi Ilmiah

BAB I PENDAHULUAN. fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikal. Penggunaan kata-kata dalam

BASINDO Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol 1 No 1 - April 2017 (14-24)

DESKRIPSI PENGGUNAAN METODE CERAMAH UNTUK PEMBELAJARAN MORFOLOGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGGUNAAN MORFEM PADA TEKS PIDATO SISWA KELAS VIII A

ANALISIS NOSI AFIKS DAN PREPOSISI PADA KARANGAN NARASI PENGALAMAN PRIBADI SISWA X-7 SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI

PREPOSISI DALAM BAHASA INDONESIA: TINJAUAN BENTUK DAN PERAN SEMANTISNYA

LINGUISTIK UMUM TATARAN LINGUISTIK (2) : MORFOLOGI

REGISTER SEPAK BOLA ACARA LENSA OLAHRAGA DI ANTV. SKRIPSI Penelitian Untuk Skripsi S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

ANALISIS PENGULANGAN KATA DALAM TEKS BERITA KARYA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 6 SURAKARTA

BAB II LANDASAN TEORI. 2. Penelitian dengan judul Analisis Kesalahan Berbahasa pada Surat Pembaca

PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DALAM KUMPULAN CERPEN KOMPAS 2014 TART DI BULAN HUJAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS VII SMP

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA OLEH SISWA ASING Oleh Rika Widawati

ANALISIS BENTUK MORFEM BAHASA MELAYU DIALEK TANJUNG AMBAT KECAMATAN SENAYANG

BAB I PENDAHULUAN. penuturnya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menggunakan bahasa sebagai

MASALAH-MASALAH MORFOLOGIS DALAM PENYUSUNAN KALIMAT SISWA KELAS XSMA WAHIDIYAH KEDIRI

BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Menurut Walija (1996:4), bahasa

PERILAKU SINTAKSIS FRASA ADJEKTIVA SEBAGAI PENGUAT JATI DIRI BAHASA INDONESIA

ANALISIS KESALAHAN PROSES MORFOLOGIS PADA KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KRADENAN TAHUN AJARAN

BAB I PENDAHULUAN. system tulisan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga (2007: 90,

PENGGUNAAN DIKSI DALAM TEKS PIDATO PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. Oleh : Mentari Ade Fitri

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EYD PADA MAJALAH DINDING SISWA DI SMK BATIK 1 SURAKARTA JURNAL ILMIAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS STRUKTUR FUNGSIONAL PADA PERIBAHASA INDONESIA: TINJAUAN SINTAKSIS

Transkripsi:

ANALISIS REDUPLIKASI DALAM WACANA BERITA OLAHRAGA PADA HARIAN KOMPAS SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH KARTASURA Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1 pada Jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Oleh: RIA SUSANTI A310120108 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2016 i

ii i

ii iii

iv iii

ABSTRAK Ria Susanti/A310120108. ANALISIS REDUPLIKASI DALAM WACANA BERITA OLAHRAGA PADA HARIAN KOMPAS SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH KARTASURA. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Agustus, 2016. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan bentuk reduplikasi dalam wacana berita olahraga pada harian Kompas sebagai materi pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Kartasura, 2) mendeskripsikan fungsi penggunaan reduplikasi dalam wacana berita olahraga pada harian Kompas sebagai materi pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Kartasura. Objek penelitian berupa penggunaan reduplikasi dalam wacana berita olahraga pada harian Kompas. Metode pengumpulan data melalui teknik catat dan simak. Teknik analisis data menggunakan metode agih dengan teknik ulang dan ubah ujud. Hasil penelitian ini, 1) bentuk reduplikasi, (a) pengulangan seluruh tanpa variasi fonem, (b) pengulangan sebagian, (c) pengulangan dengan berimbuhan atau afiksasi, dan (d) pengulangan dengan variasi fonem/dengan perubahan bunyi, 2) Fungsi reduplikasi yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu nomina membentuk nomina, verba membentuk verba, ajektiva membentuk adverbia, verba membentuk adverbia, nomina membentuk numeralia, nomina membentuk verba, kiasan membentuk ajektiva, verba membentuk ajektiva, ajektiva membentuk verba, numeralia membentuk adverbia, nomina membentuk ajektiva, dan adverbia menjadi adverbia. Simpulan dalam penelitian ini, ditemukan 4 bentuk reduplikasi dan 12 fungsi reduplikasi dalam berita olahraga sebagai pembelajaran bahasa Indonesia. Kata kunci: bentuk reduplikasi, fungsi reduplikasi, berita olahraga ABSTRACT Ria Susanti/A310120108. ANALYSIS REDUPLICATION IN DISCOURSE THE DAILY SPORTS NEWS KOMPAS INDONESIAN AS LEARNING MATERIAL IN CLASS XI SMK MUHAMMADIYAH KARTASURA. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Agustus, 2016. This study aims to 1) describe the reduplicated form in the discourse of sports news in Kompas daily as a matter of learning Indonesian in class XI student of SMK Muhammadiyah Kartasura, 2) describe the function of the use of reduplication in the discourse of sports news in Kompas daily as a matter of learning Indonesian in class XI SMK Muhammadiyah Kartasura. Object of research is the use of reduplication in sports news discourse in Kompas daily. Data were collected through technical log and see. The technique of analysis data using agih method with the 1

continous technique re-engineering and change intentions. The results of this study, 1) reduplicated form, (a) repetition over without variation of phonemes, (b) repetition portion, (c) the repetition with affixation, and (d) repetition with variation phoneme/the sound changes, 2) functions reduplication found in this study, the noun form the noun, the verb formof verbs, adjectives form adverbs, verbs forming adverbs, noun formed numeralia, the noun form verb, figurative form adjectives, verb to form adjectives, adjective form of verbs, numeralia forming adverbs, nouns to form adjectives, and adverbs into adverbs. The conclusion of this study, it was found 4 form of reduplication and 12 function reduplicated in sports news as learning Indonesian. Keywords: reduplicated form, function reduplication, sports news 1. PENDAHULUAN Bahasa dipelajari dengan tujuan sebagai alat komunikasi antarmanusia di dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, manusia mempelajari ilmu bahasa secara terus-menerus sejak lahir sampai meninggal yang dikenal dengan linguistik. Kridalaksana (dalam Rohmadi, 2012:1) menjelaskan dalam Kamus Linguistik bahwa Linguistik (linguistics) adalah ilmu bahasa. Secara umum linguistik lazim diartikan sebagai ilmu bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Bahasa akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman, baik dari tataran fonologi, morfologi, sintaksis, maupun wacana secara berkesinambungan satu bidang dengan bidang yang lain. Morfologi menurut Kridalakasana (Rohmadi, 2012:3) adalah bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya. Objek morfologi adalah hal-hal yang berhubungan dengan bentuk kata atau struktur kata dalam bahasa. Oleh karena itu, morfologi menjadi hal penting dalam proses pembentukkan kata dan alomorf-alomorfnya terkait dengan bidang linguistik struktural. Verhaar (dalam Kadjia, 1998:5), morfologi merupakan bagian dari linguistik yang mempelajari susunan konstituen kata yang terdiri atas morfem. Morfem itu bergabung menjadi kata menurut kaidah gramatikal tertentu. Reduplikasi adalah perulangan bentuk atas suatu bentuk dasar. Bentuk baru sebagai hasil perulangan bentuk tersebut lazim disebut kata ulang (Rohmadi, 2012:83). Menurut Ramlan (2001:63), proses pengulangan atau reduplikasi ialah pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun 2

sebagainya, baik dengan variasi fonem maupun tidak. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang, sedangkan satuan yang diulang merupakan bentuk dasar. Setiap kata ulang sudah tentu memiliki bentuk dasar. Pengulangan atau reduplikasi banyak ditemukan di berbagai sumber, salah satunya yang terdapat dalam media cetak maupun non media cetak. Media cetak yang digunakan dalam penelitian adalah koran Kompas khususnya pada wacana olah raga. Selain itu, pengulangan atau reduplikasi juga dapat diperoleh dari non media cetak, misalnya reduplikasi yang terjadi dalam percakapan maupun dari televisi dan radio. Pembelajaran: proses, cara, dan perbuatan menjadikan seseorang belajar Alwi (Sufanti, 2014:30). Pembelajaran Bahasa Indonesia sudah di peroleh anak dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Mata pelajaran Bahasa Indonesia dianggap penting untuk diajarkan di sekolah. BSNP (Sufanti, 2014:11) menjelaskan bahwa bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP, dalam Sufanti,2014:11 12). Rumusan ini menunjukkan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bersosialisasi dengan sesama dalam berbagai kesempatan baik resmi, maupun tidak resmi, dengan berbagai alat komunikasi baik tulis maupun lisan. Mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan terdapat mata pelajaran mengenai kata ulang. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah materi atau bahan pembelajaran khususnya kata ulang untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Siswa dapat mendapatkan berbagai wawasan dan tambahan pengetahuan setelah mengetahui berbagai bentuk kata ulang yang ada dalam media cetak maupun dalam tuturan pada umumnya. 3

Berdasarkan permaparan di atas, penggunaan reduplikasi dalam wacana berita olahraga bertujuan untuk, 1) mendeskripsikan bentuk reduplikasi dalam wacana berita olahraga pada harian Kompas sebagai materi pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Kartasura, 2) mendeskripsikan fungsi penggunaan reduplikasi dalam wacana berita olahraga pada harian Kompas sebagai materi pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Kartasura. Menurut (Rohmadi dkk, 2012:86), macam-macam reduplikasi dibagi menjadi empat, yaitu pengulangan seluruh tanpa variasi fonem, pengulangan sebagian, pengulangan dengan berimbuhan atau afiksasi, dan pengulangan dengan variasi fonem/dengan perubahan bunyi. 2. METODE Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu berita wacana olah raga dalam surat kabar harian koran Kompas edisi Desember 2015. Data dalam penelitian ini ialah wacana berita olah raga yang mengandung reduplikasi dalam harian Kompas edisi Desember 2015.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simak dan catat. Teknik simak adalah suatu metode dengan cara menyimak penggunaan bahasa. Teknik simak dan cata dilakukan untuk memperoleh data yang berupa berita wacana olah raga yang mengandung penggunaan reduplikasi dalam harian Kompas edisi Desember 2015 dikumpulkan dan ditulis. Selanjutnya data divalidasi menggunakan trianggulasi data, dalam penelitian ini menggunakaan trianggulasi teori. Penelitian ini menggunakan trianggulasi teori karena data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan reduplikasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang mengandung reduplikasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode agih dengan teknik ulang dan.ubah ujud. 4

3. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti memaparkan bentuk-bentuk reduplikasi dan fungsi reduplikasi dalam berita olahraga. Korpus Data 1 Namun, itu tetap harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu...., ujar Muddai, yang berasal dari palembang. (Selasa, 1 Desember 2015. Halaman 30. KOI Perjuangkan Palembang). Kata persyaratan memiliki dua morfem, yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Morfem bebas pada kata persyaratan yaitu syarat yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai arti. Sedangkan morfem terikat dalam kata persyaratan, yaitu per-an. Morfem per-an tidak mempunyai makna jika berdiri sendiri, setelah dilekatkan dengan kata syarat menjadi persyaratan, kata tersebut mempunyai makna. Hasil pengulangan kata persyaratan menjadi persyaratanpersyaratan menunjukkan makna banyaknya persyaratan. Jenis: Pengulangan seluruh Data 1 di atas terlihat adanya penggunaan reduplikasi pengulangan seluruh, yaitu kata persyaratan-persyaratan. Kata persyaratan-persyaratan berasal dari kata dasar syarat yang memperoleh pembubuhan afiks per-an sehingga menjadi persyaratan. Walaupun bentuk dasarnya merupakan bentuk imbuhan, yaitu persyaratan, kata tersebut dapat dikatakan kata ulang seluruh karena pengulangannya tidak mengalami penambahan imbuhan. Jadi pengulangan kata persyaratan-persyaratan tetap sama dengan bentuk dasar semula tanpa memperoleh imbuhan baru. Apabila ditulis menjadi persyaratsyaratan, maka pengulangan kata itu menjadi salah. Fungsi: Bentuk reduplikasi kata persyaratan-persyaratan yang terdapat dala kalimat di atas memiliki bentuk dasar syarat berkategori nomina, yaitu ketentuan (peraturan, petunjuk) yang harus diindahkan dan dilakukan. Kata syarat 5

memperoleh imbuhan per-an menjadi persyaratan masih berkategori nomina, yaitu hal-hal yang menjadi syarat. Jadi kata ulang persyaratan-persyaratan berkategori nomina, karena kata dasar syarat memperoleh imbuhan per-an masih berkategori nomina. Korpus Data 2 Turnamen bola basket semipro Indonesia yang sempat gonjangganjing karena pergantian operator penyelenggara akhirnya bergulir. (Rabu, 2 Desember 2015. Halaman 30. Kelahiran yang Menjanjikan) Jenis: Pengulangan dengan variasi fonem/perubahan bunyi Berdasarkan data 2 di atas terlihat adanya penggunaan reduplikasi pengulangan dengan variasi fonem/perubahan bunyi. Kata gonjang-ganjing memiliki bentuk dasar gonjang. Pengulangan kata gonjang-ganjing terdapat perubahan fonem, dari fonem /o/ menjadi fonem /a/, dan fonem /a/ berubah menjadi fonem /i/. Jadi bentuk pengulangan kata gonjang menjadi gonjangganjing karea mengalami perubahan fonem/bunyi. Fungsi: Kata gonjang-ganjing dalam kalimat di atas memiliki bentuk dasar gonjang yang berkategori verba. Setelah itu, kata gonjang mengalami proses pengulangan menjadi gonjang-ganjing berkategori verba, yaitu berguncangguncang. Jadi kata gonjang-ganjing merupakan hasil pengulangan kata berkategori verba dari kata dasar bentuk verba. Korpus Data 4 Itu sebabnya, sekalipun hanya memiliki rekor kemenangan kandang 3-2, Jazz berusaha tampil habis-habisan melawan Warriors.(Rabu, 2 Desember 2015. Halaman 30. Perlawanan Jazz Belum Memberi Hasil) 6

Kata habis-habisan memiliki tiga morfem, yaitu dua morfem bebas dan satu morfem terikat. Morfem bebas pertama yaitu kata habis dan morfem yang kedua yaitu kata habis yang diikuti dengan afiks. Sedangkan morfem terikat dalam kata ulang di atas adalah afiks an yang melekat pada kata habis yang kedua. Hasil pengulangan kata habis dengan imbuhan an menghasilkan makna sampai habis atau tuntas. Jenis: Pengulangan dengan berimbuhan atau afiksasi Data 4 di atas terdapat adanya bentuk pengulangan yaitu pengulangan dengan berimbuhan atau afiksasi. Bentuk dasar kata ulang habis-habisan adalah habis bukan habisan, karena kata habisan tidak terdapat dalam pemakaian bahasa. Jadi kata ulang habis-habisan memiliki bentuk dasar habis yang diulang seluruhnya yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks an. Pengulangan dan imbuhan an terbentuk bersama-sama. Proses terbentuknya kata ulang tersebut adalah dari kata habis langsung menjadi habis-habis kemudian ditambah an, sehingga pengulangannya menjadi habis-habisan. Fungsi: Kata habis-habisan dalam kalimat di atas memiliki bentuk dasar habis yang berkategori verba, yaitu tidak ada yang tinggal lagi, tidak tersisa. Kata habis mengalami proses reduplikasi menjadi habis-habisan yang berkategori adverbia, yaitu hingga habis sama sekali. Jadi kata habis-habisan berkategori adverbia dari bentuk dasar verba. Korpus Data 5 Namun, Rio dan Sean harus bekerja keras menimba ilmu bertahun-tahun di sirkuit di Eropa dan Asia serta bernaung di bawah tim balap Eropa. (Kamis, 3 Desember 2015. Halaman 29. Pilih Cetak Sirkuit atau Cetak Pebalap) 7

Kata ulang bertahun-tahun memiliki dua morfem yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Morfem bebas dalam kata ulang di atas yaitu tahun yang dapat berdiri sendiri dan masih mempunyai arti. Morfem terikat dalam kata ulang di atas yaitu ber- yang tidak mempunyai arti apabila berdiri sendiri. Morfem ber- jika dilekatkan dengan morfem tahun dan mengalami pengulangan kata dapat mempunyai arti beberapa tahun. Jenis: Pengulangan sebagian Berdasarkan data 5 di atas terlihat adanya penggunaan reduplikasi pengulangan sebagian. Kata ulang bertahun-tahun berasal dari kata dasar tahun yang memperoleh imbuhan ber-, sehingga menjadi bertahun. Kata bertahun jika diulang menjadi bertahun-tahun, karena imbuhan ber- hanya mengikuti kata tahun yang pertama tidak diulang pada bentuk pengulangannya. Jika pengulangannya ditulis bertahun-bertahun, pengulangan itu menjadi salah. Fungsi: Kata bertahun-tahun dalam kalimat di atas memiliki kata dasar tahun berkategori nomina, yaitu masa yang lamanya dua belas bulan. Kata tahun mengalami proses reduplikasi imbuhan ber- menjadi bertahun-tahun. Kata berahun-tahun berkategori numeralia, yaitu beberapa tahun lamanya. Jadi kata bertahun-tahun berkategori numeralia, dari kata dasar nomina. 4. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang penggunaan reduplikasi dalam berita olahraga koran Kompas edisi bulan Desember 2015, dapat disimpulkan beberapa hal hasil penelitiannya. Bentuk reduplikasi yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu pengulangan seluruh tanpa variasi fonem, pengulangan sebagian, pengulangan dengan berimbuhan atau afiksasi, dan pengulangan dengan variasi fonem/ dengan perubahan bunyi. Jadi, dalam penelitian ini ditemukan 4 bentuk reduplikasi. Selain bentuk reduplikasi, dalam penelitian ini juga menemukan beberapa fungsi reduplikasi. Fungsi reduplikasi yang ditemukan dalam 8

penelitian ini, yaitu nomina membentuk nomina, verba membentuk verba, ajektiva membentuk adverbia, verba membentuk adverbia, nomina membentuk numeralia, nomina membentuk verba, kiasan membentuk ajektiva, verba membentuk ajektiva, ajektiva membentuk verba, numeralia membentuk adverbia, dan nomina membentuk ajektiva. Jadi, dalam penelitian ini ditemukan 11 bentuk perubahan fungsi reduplikasi. DAFTAR PUSTAKA Kadjia, Dahlan, dkk. 1988. Morfolgi dan Sintaksis Bahasa Bungku. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1985. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yog yakarta: CV. Karyono. Ramlan, M. 2001. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV. Karyono. Rohmadi, Muhammad, Yakub Nasucha, dan Agus Budi Wahyudi. 2012. Morfologi Telaah Morfem dan Kata. Surakarta: Yuma Pustaka. Sufanti, Main. 2014. Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka. 9