BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah kebijakan melalui. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mewajibkan seluruh

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. 14 Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan,

SALINAN KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR KEP-236/MBU/2003 TENTANG

MEMUTUSKAN : BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER-09/NIBU/07/2015 TENTANG

UNIT PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT KAWASAN BERIKAT NUSANTARA (PERSERO)

DANA PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN BADAN USAHA MILIK NEGARA

UNIT PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT TIMAH (PERSERO) TBK LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2014 DAN 2013

Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Aktivitas 2 Laporan Arus Kas 3 Catatan atas Laporan Keuangan 4-15

UNIT PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT LEN INDUSTRI (PERSERO)

Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BAB 4 PEMBAHASAN. dalam implementasi Corporate Social Responsibility pada PT PP (Persero) Tbk

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

MENTERI BADAN USALIA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER-07/MBU/05/2015 TENTANG

KUESIONER SURVEI TERKAIT PELAKSANAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) BADAN USAHA MILIK NEGARA

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) memiliki peran, dan fungsi

Direksi PT Perkebunan Nusantara III Up. Kepala Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan Jln. Sei Batang Hari No. 2 Sei Sikambing Medan.

Daftar Isi. Laporan posisi keuangan Laporan aktivitas Laporan arus kas Catatan atas laporan keuangan

2016, No Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas; d. bahwa sel

MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BUPATI PAKPAK BHARAT

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perbankan di Indonesia memiliki Peranan penting dalam Perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. dalam dunia usaha khususnya sektor industri yang mana akan menimbulkan

BAB I PENDAHULUAN. bisnis yang akan menimbulkan kesulitan dalam perencanaan dan. pengendalian manajemen. Manajemen perusahaan yang baik merupakan

RINGKASAN PERUBAHAN DALAM PER 03/MBU/12/2016:

BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTANSI. Bank Perkreditan Rakyat merupakan bank yang didirikan berdasarkan

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) A. Sejarah singkat PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero)

BAB 3 OBJEK DAN METODA PENELITIAN

Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

GUBERNUR NANGGROE ACEH DARUSSALAM

BAB II LANDASAN TEORI. BUMN menurut undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 bab I pasal 1 adalah badan

PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 10 TAHUN 2010 TENTANG

RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN DANA BERGULIR BAGI USAHA MIKRO DAN KECIL

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. merupakan tonggak awal berdirinya Bank Pembangunan Daerah (BPD) diseluruh

V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri Persero atau PT TASPEN

PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 32 SERI E

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 71/Permentan/OT.140/12/2012 TENTANG

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

KEBIJAKAN KEMENTERIAN BUMN TENTANG PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PERMODALAN EKONOMI RAKYAT PROVINSI RIAU PEKANBARU. A. Sejarah PT. Permodalan Ekonomi Rakyat Provinsi Riau Pekanbaru

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan akan perkembangan dunia usaha dimanapun sangat. dipengaruhi oleh ada atau tidaknya iklim yang memungkinkan peraturan

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA Nomor : 14/Per/M.KUKM/VII/2006 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

PT PERUSAHAAN PENGELOLA ASET (PERSERO) Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

2013, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan

PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (PERSERO) Tanjung Morawa Deli Serdang- Sumatera Utara - Indonesia

BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT

BAB II PROFIL PT. KPBN CABANG MEDAN. s/d XIV dibentuk berdasarkan hasil kesepakatan bersama Direksi PN/PTP

BAB II PROFIL PT. KHARISMA PEMASARAN BERSAMA NUSANTARA (KPBN) CABANG MEDAN

I. PENDAHULUAN. Banyak cara dilakukan pemerintah sebagai otoritas kebijakan publik untuk

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Marga (Persero) Tbk

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PENGADAAN DAN PENERUSAN PINJAMAN DALAM NEGERI OLEH PEMERINTAH

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, Kantor Cabang

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAFTAR ISI. I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Ruang Lingkup...

BUPATI SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO,

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

1 of 6 21/12/ :38

BAB III ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. Purwakarta, Kabupaten Subang dan Kabupaten Sumedang.

BAB II PROFIL PT. KHARISMA PEMASARAN BERSAMA NUSANTARA (PT.KPBN) CABANG MEDAN

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU

2016, No Investasi pada Badan Usaha Milik Negara/Perseroan Terbatas sebagaimana dimaksud dalam huruf a, belum memuat pengaturan penyelesaian pi

LAMPIRAN. 1. Surat Tugas 2. Daftar hadir peserta pengabdian masyarakat 3. Materi pengabdian masyarakat 4. Foto kegiatan

BAB II PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO) akan kekuatan sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi

BAB I PENDAHULUAN. menjadi bidang yang sangat penting bagi perusahaan. Perekonomian yang

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 33 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN DANA BERGULIR

7. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/ Tahun MEMUTUSKAN :

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PENGADAAN DAN PENERUSAN PINJAMAN DALAM NEGERI OLEH PEMERINTAH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PT PERUSAHAAN PENGELOLA ASET (PERSERO) Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

S A L I N A N PERATURAN BUPATI PROBOLINGGO NOMOR : 28 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS KREDIT MODAL KERJA USAHA MIKRO DI KABUPATEN PROBOLINGGO

BAB II PROFIL PT.(PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I BELAWAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PENGADAAN DAN PENERUSAN PINJAMAN DALAM NEGERI OLEH PEMERINTAH

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. PPN. Pembangunan. Pasca Bencana Alam.

No. 15/28/DPNP Jakarta, 31 Juli 2013 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 47 TAHUN 2017 TENTANG

Transkripsi:

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) A. Sejarah Ringkas PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan. Langkah awal Perseroan dimulai pada tahun 1958 dengan nama Perusahaan Perkebunan Negara Baru cabang Sumatera Utara (PPN Baru). Setelah mengalami beberapa kali perubahan bentuk/status badan hukum sejalan dengan Undang-Undang (UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) yang ada. Pada tahun 1968 PPN tersebut diorganisasikan menjadi beberapa kesatuan Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) yang selanjutnya pada tahun 1994 bentuk hukumnya dialihkan menjadi PT Perkebunan (Persero). PT Perkebunan Nusantara III (Persero) didirikan dengan akta notaris Harum Kamil, SH, No. 36 tanggal 11 Maret 1996 dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C2.8331.HT.01.01.TH.96 tanggal 8 Agustus 1996 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 18 Oktober 1996, tambahan No. 8674/1996 dan beralamat di Jalan Sei Batanghari No. 2 Medan. Pembinaan usaha kecil oleh BUMN dilaksanakan sejak terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1983 tentang Tata Cara Pembinaan dan Pengawasan Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Perseroan (Persero). Keputusan Menteri Keuangan No.:316/KMK.016/1994 7

8 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi melalui Pemanfaatan Dana dari Bagian Laba Badan Usaha Milik Negara. Maka PT. Perkebunan Nusantara III membentuk PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) PKBL merupakan Program Pembinaan Usaha Kecil dan pemberdayaan kondisi lingkungan oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Jumlah penyisihan laba untuk pendanaan program maksimal sebesar 2% (dua persen) dari laba bersih untuk Program Kemitraan dan maksimal 2% (dua persen) dari laba bersih untuk Program Bina Lingkungan. Tujuan pelaksanaan Program Kemitraan Program Bina Lingkungan dapat tercapai, dibentuk bagian tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan selanjutnya disebut Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan.upaya yang dilakukan oleh PKBL terrhadap mitra binaan bersifat pembinaan yang dilakukan di sekitar wilayah kerja PT. Perkebunan Nusantara III. 1. Dasar Hukum Program Kemitraan serta Program Bina Lingkungan dilaksanakan berdasarkan: - Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : KEP- 100/MBU/2002 Tanggal 4 Juni 2002 - Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP- 236/MBU/2003 Tanggal 17 Juni 2003

9 - Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE.433/MBU/2003 Tanggal 16 September 2003 - Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-05/MBU/2007 Tanggal 27 April 2007 2. Kebijakan Direksi Kebijakan direksi dalam melaksanakan PKBL adalah sebagai berikut : 2.1.Guna Efektivitas pengelolaan Program dimaksud, Direksi PTPN III melalui Surat Keputusan Nomor : III.12/KPTS/03/2007 Tanggal 3 April 2007 tentang Struktur Organisasi, Sasaran Tugas Organisasi dan Proses Bisnis PTPN 3 telah membentuk satuan Bagian yang khusus mengelola kegiatan pembinaan tersebut yaitu bagian Kemitraan dan Bagian Bina Lingkungan. 2.2.Mekanisme dan prosedur Penyaluran Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tertuang dalam Instruksi Kerja (IK) Nomor: 3.10, 02/01 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. 2.3.Pelaksanaan Program - Operasional pelaksanaan tugas pada bagian ini dipimpin oleh seorang Kepala Bagian dan dibantu oleh dua Urusan yaitu: Urusan Perencanaan dan Pembinaan, Urusan Administrasi Keuangan dan Umum - Penghimpunan dana dan pengeluaran dana dicatat serta dibukukan berdasarkan Cash Basis

10 - Sistem pembukuan dilaksanakan berdasarkan prinsip Akuntansi yang lazim dan diberlakukan secara khusus berdasarkan pedoman-pedoman yang ditetapkan oleh Departemen Keuangan Republik Indonesia dan Menteri Negara BUMN - Dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan ditetapkan berdasarkan sisa dana tahun 2007, penerimaan atas pengembalian pinjaman Triwulan II tahun 2008 dan alokasi bagian laba PTPN III tahun buku 2007. B. Jenis Usaha / Kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan bertujuan untuk memberdayakan dan mengembangkan potensi ekonomi, kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya dengan memanfaatkan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Bentuk Program Kemitraan yang dilakukan adalah berupa : Penyaluran pinjaman lunak bergulir untuk modal kerja investasi para usaha kecil dan Koperasi (Mitra Binaan) yang tersebar di 14 Wilayah Kabupaten/Kota dalam Propinsi Sumatera Utara. Penyaluran kredit lunak bergulir dengan tingkat suku bunga 6% per tahun dari limit pinjaman (sesuai Peraturan Meneg BUMN No. : Per.05/MBU/07 tanggal 27 April 2007) Pendidikan, pelatihan, pemagangan, pemasaran, promosi, dan hal-hal lain yang menyangkut peningkatan produktivitas Mitra Binaan serta untuk penelitian yang berkaitan dengan Program Kemitraan.

11 C. Struktur Organisasi Struktur organisasi dibentuk untuk menciptakan pola yang dapat mempertinggi efektifitas. Maka struktur organisasi dalam PT. Perkebunan Nusantara III adalah :

12 Sumber : PT. Perkebunan Nusantara III Medan

12 Gambar 2.1 Struktur Organisasi Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan PTPN III Kabag PKBL Kepala Adm & Keu Kepala Perencanaan & Pembinaaan Staff Adm & Keu Staff Urusan Kemitraan Staff Bina Lingkungan Sumber : Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan PTPN III

13 D. Job Description Bagian Kemitraan Dan Bina Lingkungan 1. Kepala Bagian Tugas Pokok: 1) Mengawasi dan mengevaluasi penyusunan RKAP, RKU dan RKA bagian PKBL dengan cara melakukan koordinasi dengan bagian dan Kebun/Unit agar rencana kerja dan anggaran terkendali 2) Mengevaluasi laporan pelaksanaan PKBL triwulan, semester dan tahunan dengan cara mempedomani Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor : SE-433/MBU/2003 untuk pencapaian kinerja 3) Mengevaluasi penyaluran dana PKBL dengan cara mempedomani Peraturan Menteri Nomor : PER-05/MBU/2007 agar tepat sasaran 4) Mengevaluasi penerimaan pengembalian dana kemitraan dengan cara membandingkan piutang yang telah jatuh tempo dengan jumlah penerimaan cicilan untuk mengetahui tingkat kemacetan piutang 5) Mengawasi penyusunan Standard Operating Procedur (SOP) dengan cara melakukan koordianasi dengan bagian dan Kebun/Unit untuk mendapat persetujuan dari Direksi 6) Berupaya mengurangi resiko kemacetan dengan cara menyerahkan agunan dan mengasuransikan Mitra Binaan agar pinjaman dapat dikembalikan tepat waktu

14 7) Melakukan pemantauan, monitoring dan pembinaan terhadap Mitra Binaan dengan cara memberikan surat teguran kepada Mitra Binaan agar dapat dilakukan rescheduling/reconditioning. 2. Kaur Administrasi Keuangan dan Umum Tugas Pokok : 1) Mengkordinir pembuatan draf RKAP dan RKA tahunan dengan cara melakukan koordinasi antar urusan dan bagian terkait agar RKAP dan RKA yang dibuat sesuai dengan pedoman yang ditetapkan perusahaan 2) Mengkordinir dan memeriksa pembuatan draf laporan pelaksanaan PKBL triwulan, semester dan tahunan dengan cara memenuhi Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor : SE-433/MBU/2003 3) Mengkordinir pembuatan draf alokasi dana per wilayah kerja PTPN III dengan cara berkoordinasi dengan Kebun/Unit dan bagian terkait untuk menetapkan besaran alokasi dana per wilayah kerja 4) Melakukan analisa keuangan terhadap proposal CMB dengan cara membobot agar dapat menentukan besar pinjaman yang layak. 5) Mengkordinir pembuatan draf usulan besarnya bantuan yang diberikan kepada Calon Mitra Binaan/Objek Bina Lingkungan dengan cara membandingkan hasil analisis dengan pengajuan proposal untuk kewajaran pemberian bantuan 6) Mengkoordinir pembuatan draf surat perjanjian dengan cara melegalisasikan ke Notaris untuk terjaminnya aspek hukum

15 7) Mengusulkan surat teguran I, II, III dengan cara menganalisis pembayaran angasuran agar angsuran tertagih lancar. 8) Mengusulkan Mitra Binaan yang akan di rescheduling/reconditioning dengan cara menganalisis kemampuan membayar angsuran agar piutang tertagih 9) Mengevaluasi calon peserta pameran dengan cara menseleksi Mitra Binaan untuk mendapatkan produk yang layak untuk dipamerkan 10) Menyusun rencana biaya pelatihan terhadap Calon Mitra Binaan 11) Mengkoordinir pengadministrasian dokumen agar terjamin keamanannya 12) Mengevaluasi biaya bantuan dengan cara membandingkan antara harga pasar dengan harga proposal agar mendapatkan harga yang paling murah 13) Menganalisis RKAP dan RKA secara periodik dengan cara membandingkan realisasi dengan RKAP dan RKA untuk mendapatkan kinerja yang ditetapkan 14) Menyerahkan dana pinjaman ke rekening CMB dengan cara mentransfer ke rekening CMB agar jumlah yang diterima sesuai dengan yang diperjanjikan 3. Kaur Perencanaan dan Pembinaan Tugas Pokok : 1) Menerima dan menindaklanjuti proposal Kemitraan dan Bina Lingkungan setelah didisposisi oleh Kepala Bagian dan meneruskannya ke masing-masing Staf Urusan 2) Melakukan analisa terhadap proposal Calon Mitra Binaan yang memenuhi kriteria dan mempunyai prospek untuk menjadi Mitra Binaan

16 3) Menyusun laporan hasil analisa kelayakan usaha Calon Mitra Binaan dan mempersiakan daftar usulan untuk menjadi Mitra Binaan PTPN III 4) Merencanakan, mempersiapkan dan mengkoordinir segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan pelatihan Mitra Binaan 5) Melaksanakan analisa pasar terhadap peluang usaha dari Mitra Binaan dan melakukan upaya demi terciptanya hubungan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara Mitra Binaan dengan Mitra Binaan, Usaha Menengah, Usaha Besar (termasuk PTPN III) 6) Merencanakan pembinaan terhadap Mitra Binaan baik melalui pelaksanaan pelatihan, pemagangan, pameran dan promosi yang bersumber dari dana hibah yang telah dianggarkan 4. Staf Administrasi Keuangan dan Umum Tugas Pokok : 1) Mengerjakan draf RKA dan RKAP tahunan dengan cara melakukan koordinasi antara urusan dan bagian terkait agar RKAP dan RKA yang dibuat sesuai dengan pedoman yang ditetapkan perusahaan 2) Mengerjakan draf laporan pelaksnaan PKBL triwulan, semester, dan tahunan dengan cara berkoordinasi antar urusan untuk memenuhi Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor : SE-433/MBU/2003 3) Mengerjakan alokasi dana per wilayah kerja PTPN III dengan cara berkoordinasi dengan Kebun/Unit

17 4) Mengerjakan draf usulan besarnya bantuan yang diberikan kepada Calon Mitra Binaan/Objek Bina Lingkungan dengan cara membandingkan hasil analisis dengan pengajuan proposal untuk kewajaran pemberian bantuan 5) Mengerjakan draf surat perjanjian dengan cara melegalisasikan ke Notaris untuk terjaminnya aspek hukum 6) Membuat surat teguran I, II, III dengan cara menganalisis pembayaran angsuran agar angsuran tertagih lancar 7) Membuat surat usulan Mitra Binaan yang akan di rescheduling/reconditioning dengan cara menganalisis kemampuan membayar angsuran agar piutang tertagih. 5. Staf Urusan Perencanaan Tugas Pokok : 1) Mengerjakan draf RKAP, RKA dan RKU dengan cara melakukan koordinasi antar urusan dan bagian terkait agar RKAP, RKA dan RKU yang dibuat sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan perusahaan 2) Mengerjakan draf wilayah kerja Kemitraan dan Bina Lingkungan dengan cara melakuknn koordinsi antar Bagian Kebun/Unit agar bantuan yang disalurkan tepat guna 3) Mengerjakan draf Calon Mitra Binaan/Objek Bina Lingkungan yang akan dianalisis dengan cara mengevaluasi hasil analisis Distrik Manager/General Manager agar pelaksanaan analisa tepat waktu dan tepat sasaran

18 4) Mengevaluasi hasil analisis Distrik Manager/General Manager dengan cara meninjau objek Calon Mitra Binaan/Bina Lingkungan agar tepat guna dan tepat sasaran 5) Mengerjakan draf Calon Mitra Binaan/Objek Bina Lingkungan yang layak dibantu dengan cara membandingkan hasil analisis dengan kondisi usaha/kondisi lapangan objek binaan agar pemberian pinjaman tepat guna 6. Staf Urusan Pembinaan Tugas Pokok : 1) Mengerjakan draf RKAP, RKA, RKU dengan cara melakukan koordinasi antar urusan dan bagian terkait agar RKAP, RKA, RKU dibuat sesuai dengan pedoman yang ditetapkan perusahaan 2) Mengerjakan jadwal pelaksanaan pembinaan terhadap Mitra Binaan dengan cara mengadakan pelatihan, pemagangan, pameran agar SDM Mitra Binaan meningkat 3) Melaksanakan Monitoring kepada Mitra Binaan dengan menyusun beberapa draf pertanyaan agar dapat diketahui kendala yang dihadapi Mitra Binaan agar diketahui solusinya E. Kinerja Usaha Terkini Kinerja Program Kemitraan Realisasi terhadap Anggaran Mitra Binaan dan Realisasi penyaluran dana kemitraan bulan Januari s/d September tahun 2008 berjumlah Rp. 7.890.000.000 bila dibandingkan dengan anggaran sebesar Rp.

19 7.900.000.000 berarti dibawah anggaran sebesar Rp. 10.000.000 (0,1%). Total dana yang disalurkan sejak digulirkan Program Kemitraan berjumlah Rp. 51.480.319.238,-. Tabel 2.1 Realisasi dan anggaran penyaluran dana dalam bentuk usaha s/d triwulan III tahun 2008 (Rp.000) Anggaran Triw. III 2008 Realisasi Triw. III 2008 Bentuk %tase Usaha Mitra Mitra Binaan Rp. Binaan Rp. Perorangan 250 7,500,000 253 7,615,000 102 Perusahaan 4 200,000 7 225,000 113 Koperasi 4 200,000 1 50,000 25 Jumlah 258 7,900,000 261 7,890,000 100 Sumber : Laporan Penyaluran Dana Kemitraan Triwulan III Tahun 2008 PTPN III Tabel 2.2 Realisasi dan anggaran penyaluran dana per Provinsi s/d triwulan III tahun 2008 Wilayah Provinsi s/d Tahun 2007 Realisasi Triw. III 2008 s/d Triw. III 2008 Mitra Binaan Rp. MB Rp. MB Rp. Sumatera Utara 2018 42,291,318 261 7,890,000 2279 50,181,318 Sumatera Barat 16 170,000 - - 16 170,000 NAD 47 1,129,001 - - 47 1,129,001 Jumlah 2081 43,590,319 261 7,890,000 2342 51,480,319 Sumber : Laporan Penyaluran Dana Kemitraan Triwulan III Tahun 2008 PTPN III Dari tabel realisasi dan yang dianggarkan oleh PT. Perkebunan Nusantara III adalah dengan membuat keinerja berupa Pembinaan Mitra Binaan untuk meningkatkan usahanya, terutama di bidang, proses produksi, pemasaran hasil produksi, keuangan/pembukuan serta manajemen sederhana dan sebagainya, Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan dapat melaksanakan berbagai pelatihan,

20 pemagangan, pemasaran, promosi, dan hal-hal lain yang menyangkut peningkatan produktivitas Mitra Binaan serta pengkajian/penelitian dengan biaya dari dana kemitraan yang tidak dikembalikan namun berupa hibah. Hibah dalam Bentuk : a. Bantuan pendidikan dan pelatihan serta pemagangan Mitra Binaan dalam rangka : - Meningkatkan keterampilan manajerial dan teknik produksi/pengolahan. - Meningkatkan pengendalian mutu produksi - Meningkatkan pemenuhan standardisasi teknologi - Meningkatkan rancang bangun dan rekayasa b. Bantuan pemasaran produksi Mitra Binaan dalam bentuk : - Membantu penjualan produk Mitra Binaan - Membantu mempromosikan produk Mitra Binaan melalui kegiatan pameran maupun penyediaan ruang pamer (showroom) c. Bantuan pendidikan, pelatihan dan pemagangan untuk Mitra Binaan dapat dilakukan sendiri oleh PTPN III atau menyediakan tenaga penyuluh yang berasal dari Lembaga Pendidikan/Pelatihan Swasta Profesional maupun Perguruan Tinggi. d. Pameran dan promosi yang biasanya dilaksanakan oleh Pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat melaui instansi terkait pada waktu dan tempat tertentu dengan mengikuti arahan PTPN III sebagai Pembina Kemitraan dan Bina Lingkungan.