SISTEM PEMBANGKIT PERTANYAAN OTOMATIS DENGAN METODE TEMPLATE-BASED

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS PENGGUNAAN ALGORITMA STEMMING VEGA PADA INFORMATION RETRIEVAL SYSTEM

PERBANDINGAN ALGORITMA STEMMING PADATEKS BAHASA INDONESIA

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

APLIKASI SEGMENTASI TEKS DALAM BAHASA MANDARIN DENGAN METODE RULE-BASED DAN STATISTICAL

DETEKSI SUBJEKTIFITAS TEKS BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE LEXICON RULE BASED

Semantic Suffix Tree Clustering untuk Peningkatan Hasil Document Retriever pada Sistem Tanya Jawab Bahasa Indonesia

Nur Indah Pratiwi, Widodo Universitas Negeri Jakarta ABSTRAK

Pemodelan Penilaian Essay Otomatis Secara Realtime Menggunakan Kombinasi Text Stemming Dan Cosine Similarity

Preprocessing Text Mining Pada Box Berbahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Informasi yang terdapat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI

IMPLEMENTASI ALGORITMA NAÏVE BAYES UNTUK EKSTRAKSI KALIMAT OPINI PADA ARTIKEL BERBAHASA INDONESIA. Tugas Akhir

STEMMING DOKUMEN TEKS BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN ALGORITMA PORTER ABSTRAK

IDENTIFIKASI PARAFRASA BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES

Bab 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN! 1.1 Latar Belakang

ABSTRAK. Kata Kunci : Algoritma Genetika, Pemrosesan Bahasa Alami, Twiter, Tweet, Semantic Relatedness. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KLASIFIKASI DOKUMEN REPOSITORY SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE BAYESIAN NETWORK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Stemming pada Preprocessing Twit Berbahasa Indonesia dengan Mengimplementasikan Algoritma Fonetik Soundex untuk Proses Klasifikasi

Inera Firdestawati¹, Yanuar Firdaus A.w.², Kiki Maulana³. ¹Teknik Informatika, Fakultas Teknik Informatika, Universitas Telkom

PERBANDINGAN ALGORITMA STEMMING PORTER DENGAN ALGORITMA NAZIEF & ADRIANI UNTUK STEMMING DOKUMEN TEKS BAHASA INDONESIA

: Peringkasan Terpandu Otomatis (Automatic Guided Summarization)

EKSTRAKSI OPINION HOLDER MENGGUNAKAN METODE MAXIMUM ENTROPY PADA KALIMAT OPINI BERBAHASA INDONESIA

PENERAPAN ALGORITMA STEMMING NAZIEF & ADRIANI DAN SIMILARITY PADA PENERIMAAN JUDUL THESIS

ABSTRAK. Kata kunci: Sistem Tanya Jawab, Semantic Web, Ontology, domain terbatas. v Universitas Kristen Maranatha

IMPLEMENTASI PEREKOMENDASIAN KATA KUNCI DOKUMEN MENGGUNAKAN ALGORITMA GOOGLE LATENT SEMANTIC DISTANCE

1. Introduction. tertentu memegang peran penting dalam. Abstract

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

Parsing dan Konversi Kalimat Tanya Konfirmatif Menjadi Query Sparql Menggunakan Pendekatan Top-Down Parsing

PENANGANAN OOV ( OUT OF VOCABULARY ) PADA POS TAGGING HIDDEN MARKOV MODEL

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

IMPLEMENTASI ALGORITMA NAÏVE BAYES CLASSIFIER DALAM KLASIFIKASI USER BERDASARKAN TWEET

Saat ini Web merupakan sumber informasi dengan volume yang besar.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SENTIMENT ANALYSIS TOKOH POLITIK PADA TWITTER

Analisis Sentimen pada Opini Mahasiswa Menggunakan Natural Language Processing

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

APLIKASI QUSTION ANSWERING HADITS DENGAN PENDEKATAN ONTOLOGI BERBASIS WEB RESPONSIVE TUGAS AKHIR

ANALISA HASIL PERBANDINGAN IDENTIFIKASI CORE POINT PADA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE DIRECTION OF CURVATURE DAN POINCARE INDEX

KONTRAK PERKULIAHAN TEMU KEMBALI INFORMASI KOM431

BABI PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGURAIAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENGURAI COLLINS TESIS. ROSA ARIANI SUKAMTO NIM : (Program Magister Informatika)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Implementasi Teori Graf Dalam Masalah Fingerprint Recognition (Pengenalan Sidik Jari)

SISTEM NOTIFIKASI KEMACETAN LALU LINTAS BERBASIS MEDIA SOSIAL DENGAN METODE NLP

TEMU KEMBALI INFORMASI

Implementasi Stemmer Tala pada Aplikasi Berbasis Web

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

Penggunaan Named Entity Recognition dan Artificial Intelligence Markup Language untuk Penerapan Chatbot Berbasis Teks

PEMANFAATAN TEKNIK STEMMING UNTUK APLIKASI TEXT PROCESSING BAHASA INDONESIA SKRIPSI. Oleh : SEPTIAN BAGUS WAHYONO NPM :

PERINGKASAN TEKS BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MODIFIED DISCRETE DIFFERENTIAL EVOLUTION ALGORITHM. Jurnal

BAB I PENDAHULUAN. informasi pada ruang lingkup besar (biasanya disimpan di komputer). Di era

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

HASIL DAN PEMBAHASAN. Praproses

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penerapan Algoritma Genetika pada Peringkasan Teks Dokumen Bahasa Indonesia

Mengenal Information Retrieval

UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS : ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI : SISTEM INFORMASI

QUESTION ANSWERING SYSTEM BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE MARKUP LANGUAGE SEBAGAI MEDIA INFORMASI

KLASIFIKASI FITUR DALAM DOKUMEN REVIEW PRODUK DENGAN METODE LOCAL POINTWISE MUTUAL INFORMATION

Pembentukan Sentence-Aligned Korpus Paralel untuk Bahasa Sunda-Bahasa Indonesia Berbasis Wikipedia dengan Bootstrapping dan EM

APLIKASI MESIN PENCARI DOKUMEN CROSS LANGUAGE BAHASA INGGRIS BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN VECTOR SPACE MODEL

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PENGOLAHAN KATA MENGGUNAKAN ALGORITMA HIDDEN MARKOV MODEL DENGAN POCKETSPHINX

ABSTRAK. Kata kunci: diagram kelas, xml, java, kode sumber, sinkronisasi. v Universitas Kristen Maranatha

53. Mata Pelajaran Biologi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang B. Tujuan

PART-OF-SPEECH TAGGING UNTUK DOKUMEN BAHASA BALI MENGGUNAKAN ALGORITMA BRILL TAGGER KOMPETENSI KOMPUTASI SKRIPSI NI PUTU MERI SRIYATI NIM.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

RANCANG BANGUN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI ABSTRAK TUGAS AKHIR MAHASISWA PRODI TEKNIK INFORMATIKA UNSOED Oleh : Lasmedi Afuan

PENGEMBANGAN APLIKASI WEB BASED DOCUMENTS SIMILARITY MEASURE MENGGUNAKAN MODEL RUANG VEKTOR PADA DOKUMEN BERBAHASA INDONESIA. Oleh

Analisa dan Evaluasi Afiks Stemming untuk Bahasa Indonesia

KISI-KISI SOAL SELEKSI PPG SM3T 2015 MATA UJI: PENDIDIKAN IPA

5. KOMPETENSI INTI DAN KOMPTENSI DASAR ILMU PENGETAHUAN ALAM SD/MI

PERANCANGAN SUBSISTEM PENGOLAHAN PERTANYAAN UNTUK SISTEM RINGKASAN MULTI DOKUMEN BAHASA INDONESIA

PERBANDINGAN KLASIFIKASI DOKUMEN TEKS MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES DENGAN K-NEAREST NEIGHBOR. Abstrak

PENYUSUNAN KORPUS BERITA TERBUKA BERBAHASA INDONESIA

ABSTRAK. Kata kunci : Information Retrieval system, Generalized Vector Space Model. Universitas Kristen Maranatha

Jurnal Politeknik Caltex Riau

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) Kompetensi Dasar Indikator Esensial

ANTARMUKA BAHASA INDONESIA PENGAKSES BASIS DATA DENGAN PEMBANGKITAN INPUT QUERY ALTERNATIF MENGGUNAKAN KAIDAH SINTAKSIS DAN SEMANTIK

HERU SUSANTO Dosen Pembimbing : 1. Dr. Surya Sumpeno, ST., M.Sc. 2. Reza Fuad Rachmadi, ST., MT.

Identifikasi Fitur Laptop beserta Orientasinya dengan Metode Apriori dan Lexicon-Based

12. Mata Pelajaran Biologi Untuk Paket C Program IPA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

TEKNIK PENJADWALAN KULIAH MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA. Oleh Dian Sari Reski 1, Asrul Sani 2, Norma Muhtar 3 ABSTRACT

Pembuatan Kakas Bantu untuk Mendeteksi Ketidaksesuaian Diagram Urutan (Sequence Diagram) dengan Diagram Kasus Penggunaan (Use Case Diagram)

KLASIFIKASI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES-CLASSIFIER

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

Pendeteksian Relasi Antar Makna Pada Wordnet Bahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN I - 1

Sistem Wawancara Virtual untuk Penerimaan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika di ITHB dengan Metode Natural Language Processing

Transkripsi:

SISTEM PEMBANGKIT PERTANYAAN OTOMATIS DENGAN METODE TEMPLATE-BASED M. Fachrurrozi 1,3), Novi Yusliani 2,4), 1 Jurusan Teknik Informatika Universitas Sriwijaya 2 Jurusan Teknik Informatika Universitas Sriwijaya 3 fachrur@yahoo.com, 4 novi.yusliani@gmail.com ABSTRACT The focus of this research is to develop an Indonesian automatic question generation system. There are three main process that occur in the question generation system. First is to extract the sentences in the document. After that, the extracted sentences will be classified based on the words contained in the sentence. Sentence classification aims to determine the categories of questions that could be generated. The generated question categories is non-factoid question. The final process is to generate questions based on template-based method. Template-based method is one of methods that can be used to generate questions. This method uses the templates that have been defined previously to generate questions. By using 30 source documents, there are 1871 'nonfactoid questions' that successfully generated by the system. Keywords : question generation, non-factoid question I. PENDAHULUAN Question generation system merupakan sistem untuk membangkitkan pertanyaan secara otomatis. Pertanyaan yang dibangkitkan adalah pertanyaan dalam bentuk essay. Sistem ini bermanfaat dalam pembuatan soal-soal latihan secara otomatis. Pembangkitan pertanyaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sekumpulan dokumen yang ada di internet (open domain) atau sekumpulan dokumen yang ada di dalam sistem itu sendiri (closed domain). Secara umum, pertanyaan dapat diklasifikasikan menjadi lima kategori, yaitu pertanyaan yang bersifat factoid (factoid question), pertanyaan yang bersifat nonfactoid (non-factoid question), list question, yes/no question, dan opinion question. Hal ini menandakan bahwa pertanyaan yang dibangkitkan oleh sistem pembangkit pertanyaan otomatis dapat berupa salah satu, beberapa, atau semua kategori pertanyaan. Penelitian di bidang sistem pembangkit pertanyaan otomatis sudah pernah dilakukan diantaranya oleh [1] dan [2]. Penelitian [1] membangkitkan sekumpulan pertanyaan berdasarkan kalimat yang dimasukkan ke dalam sistem. Kalimat yang dimasukkan ke dalam sistem adalah kalimat yang menggunakan bahasa Inggris. Sistem ini memiliki proses pembuatan kalimat penjelas dan pengklasifikasian kalimat. Pembuatan kalimat penjelas hanya dilakukan untuk kalimat-kalimat yang kompleks (majemuk) dengan menggunakan syntactic parser. Sistem ini juga menggunakan named entity recognizer dan part of speech tagger untuk mendapatkan informasiinformasi yang ada di dalam kalimat tersebut. Proses pengklasifikasian kalimat dilakukan berdasarkan subjek, kata kerja, objek, dan preposisi. Proses ini bertujuan untuk menentukan tipe pertanyaan yang akan dibangkitkan. Kontribusi yang diberikan dalam penelitian [2] adalah membangkitkan pertanyaan secara otomatis dari sebuah teks. Pembangkitan pertanyaan dilakukan dengan melihat klasifikasi kalimat yang telah diekstraks dari teks yang ada. pertanyaan yang dibangkitkan didasarkan pada hasil klasifikasi kalimat tersebut. Teks yang digunakan adalah teks berbahasa Inggris. Beberapa bahasa seperti bahasa Inggris, bahasa-bahasa di benua Asia bagian Timur, dan bahasa-bahasa di benua Eropa telah tersedia banyak sumber yang dapat digunakan untuk membantu penelitian sistem pembangkit pertanyaan otomatis. Sedangkan bahasa-bahasa di benua Asia selain bahasa Jepang, masih menyediakan sedikit sumber yang dapat digunakan untuk membantu penelitian sistem pembangkit pertanyaan otomatis termasuk salah 24

satunya bahasa Indonesia. Karena itu, penelitian yang dilakukan yaitu membangun sebuah sistem yang dapat membangkitkan pertanyaan otomatis dalam teks berbahasa Indonesia dengan menggunakan metode template-based. II. KARAKTERISTIK PERTANYAAN NON- FACTOID DALAM BAHASA INDONESIA Tabel 1 menunjukkan kategori pertanyaan non-factoid. Tabel 1 juga menunjukkan contoh pola penulisan pertanyaan dan pola jawaban untuk setiap kategori pertanyaan non-factoid dalam Bahasa Indonesia. Tabel 1. Pola Penulisan Pertanyaan dan Jawaban Untuk Setiap Pertanyaan Non-Factoid Dalam Bahasa Indonesia Contoh Pola Penulisan Pertanyaan Jawaban definisi Apa - X Apakah - X X adalah disebut X alasan Mengapa - X Kenapa - X metode Bagaimana - X Bagaimanakah - X menyebabkan X X terjadi karena Langkah-langkah X adalah.. termasuk ke dalam kategori pertanyaan non-factoid. Berdasarkan empat permasalahan di atas, maka dalam pengembangan sistem pembangkit pertanyaan otomatis dibutuhkan pengetahuan dari disiplin ilmu. Salah satunya yaitu pemrosesan bahasa alami. Pemrosesan bahasa alami dibutuhkan terkait bagaimana sistem dapat memahami sumber informasi, yaitu dengan memanfaatkan teknik-teknik dalam pemrosesan bahasa alami, seperti POS Tagger. Pada proses pengkategorian, penelitian ini menggunakan salah satu algoritma pengklasifikasian, yaitu Naïve Bayes Classifier. Gambar 1 merupakan arsitektur dari sistem pembangkit pertanyaan otomatis untuk pertanyaan non-factoid. Sistem ini terdiri dari tiga proses utama, yaitu ekstraksi kalimat, pengklasifikasian kalimat, dan pembangkitan pertanyaan. Masukan sistem ini berupa dokumen teks yang menggunakan bahasa alami (natural language), yaitu bahasa Indonesia. Dokumen teks tersebut disimpan ke dalam format teks (.txt). Keluaran dari sistem ini berupa sekumpulan pertanyaan yang dibangkitkan dari dokumen masukan dimana pertanyaan disampaikan dalam bahasa alami, yaitu Bahasa Indonesia. III. METODOLOGI A. Arsitektur Sistem Question Generation system (sistem pembangkit pertanyaan) berfungsi untuk membangkitkan pertanyaan dari dokumen atau dari kalimat yang diberikan kepada sistem. Sistem pembangkit pertanyaan dapat dikembangkan dengan metode yang berbeda. Permasalahan umum yang dihadapi dalam pengembangan sistem pembangkit pertanyaan, yaitu: 1. Bagaimana sistem dapat membangkitkan pertanyaan dalam bahasa alami. 2. Bagaimana sistem dapat membangkitkan pertanyaan yang sesuai berdasarkan kategori kalimat. 3. Bagaimana cara sistem dapat mengetahui isi sumber informasi yang ada sehingga dapat membangkitan pertanyaan dengan benar. 4. Bagaimana sistem dapat mengkategorikan kalimat apakah Dokumen Teks Pertanyaan yang dibangkitkan Generator Tahap 1 : Ekstraksi Kalimat, Pemrosesan Awal Dokumen Tahap 2 : Pengklasifikasian Kalimat dengan Naïve Bayes Classifier Tahap 3 : Pembangkitan Pertanyaan Otomatis MenggunakanMetode Template-Based Template Pertanyaan Gambar 1. Arsitektur Sistem B. Ekstraksi Kalimat Setiap kalimat yang ada di dalam dokumen akan diekstrak. Setelah itu, kalimat-kalimat tersebut akan dianalisis. Proses analisis dilakukan untuk mengetahui apakah kalimat tersebut mengandung kata khusus yang telah didefinisikan. Tabel 2 menunjukkan kata khusus yang telah didefinisikan. 25

Kata khusus menggambarkan kalimat jawaban untuk suatu kategori pertanyaan. Kalimat yang mengandung kata karena dapat digunakan untuk membangkitkan pertanyaan kategori alasan. Kalimat yang mengandung kata adalah dapat digunakan untuk membangkitkan pertanyaan kategori definisi. Sedangkan kalimat yang mengandung kata dengan cara dapat digunakan untuk membangkitkan pertanyaan kategori metoda. Tabel 2 menunjukkan kata khusus setiap kategori. Tabel 2 Daftar Kata Khusus Setiap definisi alasan Kata khusus Sebelum target kata untuk pertanyaan disebut, dikenal, dinamakan, mendefinisikan oleh sebab itu, jadi, memungkinkan adanya,, dengan demikian, maka, dikatakan, penyebab terjadinya, sehingga, mengapa, walau demikian, namun Kata khusus Setelah target kata untuk pertanyaan adalah, yaitu, ialah, merupakan, diartikan sebab, karena, bertujuan demikian, metode dengan cara berfungsi untuk, berguna untuk Pada tahap ini juga dilakukan proses sintaksis. Proses sintaksis dilakukan untuk mengetahui klasifikasi setiap kata yang ada di dalam kalimat. Pengklasifikasian kata-kata dalam kalimat hanya dilakukan pada kalimatkalimat yang mengandung kata khusus. Teknik yang digunakan dalam proses pemberian label klasifikasi kata adalah POS Tagger. Pengklasifikasian kata ini dilakukan untuk mengetahui kata yang akan menjadi topik (target kata) pertanyaan dan mengetahui posisi kata khusus di dalam kalimat. C. Pengklasifikasian Kalimat Proses pengklasifikasian kalimat dilakukan untuk mengetahui kategori pertanyaan yang bisa dibangkitkan dari kalimat tersebut. Proses ini dilakukan dengan menggunakan Naive Bayes Classifier. Ada tiga kategori kalimat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu definisi, alasan, dan metode. Kalimat definisi merupakan kalimat yang menjelaskan suatu istilah. Kalimat alasan merupakan kalimat yang mengandung hubungan sebab-akibat. Kalimat metode merupakan kalimat yang menjelaskan bagaimana cara sesuatu dilakukan atau bekerja. Pengklasifikasian kalimat pada tahap ini menggunakan kata khusus yang mewakili masing-masing kategori kalimat. Jika kalimat termasuk ke dalam salah satu kategori yang telah ditentukan, maka kalimat tersebut merupakan salah satu kandidat sumber pertanyaan yang akan dibangkitkan. D. Pembangkitan Pertanyaan Proses pembangkitan pertanyaan dilakukan dengan menggunakan metode template-based. Metode template based adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan pertanyaan. Metode ini menggunakan template-template yang telah didefinisikan sebelumnya untuk membangkitkan pertanyaan. Karena itu, metode ini lebih tepat digunakan untuk aplikasi yang memiliki tujuan tertentu dan bersifat closeddomain. Salah satu contoh penelitian dalam bidang question generation yang menerapkan metode template-based adalah [15]. Template pola kalimat pertanyaan diperoleh melalui proses analisis terhadap sekumpulan pertanyaan. Pada penelitian ini, pertanyaan-pertanyaan yang dibangkitkan adalah pertanyaan-pertanyaan yang termasuk ke dalam kategori pertanyaan non-factoid Bahasa Indonesia, yaitu definisi, alasan, dan metode. Karena itu, analisis dilakukan pada sekumpulan pertanyaan non-factoid dalam Bahasa Indonesia. Tabel 3 menunjukkan template pola kalimat pertanyaan non-factoid dalam Bahasa Indonesia. Tabel 3 Template Pola Kalimat Pertanyaan Dalam Bahasa Indonesia definisi alasan metode Pola Kalimat Pertanyaan Apa yang dimaksud dengan + target kata Mengapa + target kata Bagaimana cara + target kata pertanyaan yang dibangkitkan tergantung pada hasil pengklasifikasian kalimat. Informasi-informasi yang diperlukan untuk pembangkitan pertanyaan adalah: 1. Klasifikasi setiap kata dalam kalimat yang mengandung kata khusus. Hal ini dilakukan untuk mengetahui posisi kata khusus dan kata target pertanyaan dalam kalimat. 2. Mengetahui klasifikasi kalimat yang mengandung kata khusus. 26

3. Mengetahui template pola kalimat pertanyaan untuk setiap kategori. Tiga informasi tersebut sangat penting untuk proses pembangkitkan pertanyaan. Apabila ketiga informasi tersebut diperoleh proses pembangkitkan kalimat dapat dilakukan. Proses pembangkitan kalimat dilakukan dengan cara : 1. Menentukan template pola kalimat pertanyaan yang digunakan berdasarkan informasi klasifikasi kalimat 2. Mengambil kata yang berada di sebelum atau setelah kata khusus untuk menjadi topik (target kata) pertanyaan. Proses ini dapat dilakukan karena adanya informasi klasifikasi setiap kata dalam kalimat, posisi kata khusus, dan kata khusus yang digunakan. 3. Menempatkan target kata ke dalam template pola kalimat pertanyaan. Contoh pertanyaan untuk tiap kategori dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4 Contoh Pertanyaan Setiap definisi alasan metode Contoh Pertanyaan Apa yang dimaksud dengan pencernaan kimiawi? Apa yang dimaksud dengan fotosintesis? Mengapa fotosintesis dapat terjadi pada siang maupun malam hari? Mengapa astronot dapat melayang-layang di bulan? Bagaimana cara mengubah protein menjadi asam amino? Bagaimana cara dna membentuk rna? IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Pertanyaan yang dibangkitkan oleh sistem sebanyak 1871. Pertanyaan ini bersumber dari 30 dokumen teks yang masing-masing digunakan sebagai masukan. Contoh pertanyaan yang dibangkitkan oleh sistem dapat dilihat pada gambar 2. Pengujian dilakukan terhadap pertanyaan yang telah dibangkitkan oleh sistem melalui kuisioner yang diberikan kepada 30 orang mahasiswa. Pertanyaan yang dinyatakan dapat diterima harus memenuhi salah satu ataupun sebagian dari kategori yang telah ditentukan. yang dapat menyatakan sebuah pertanyaan dapat diterima atau tidak, jika pertanyaan tersebut memenuhi yaitu: 1. Pertanyaan yang dibangkitkan sistem dituliskan dengan benar. 2. Maksud dari pertanyaan yang dibangkitkan sistem dapat dimengerti. 3. Pertanyaan yang dibangkitkan sistem sesuai dengan konteks. 4. Jika pembaca membuat pertanyaan dari teks yang diberikan, pertanyaan yang pembaca buat sama seperti pertanyaan yang telah dibangkitkan sistem. 5. Pertanyaan yang dibangkitkan sistem merupakan pertanyaan yang bermanfaat. Kalimat yang diekstrak: Flagela adalah struktur tambahan pada tubuh berupa bulu cambuk yang berfungsi sebagai alat gerak. Kata khusus: adalah : definisi Template: Apa yang dimaksud dengan. Pertanyaan yang dibangkitkan: Apa yang dimaksud dengan flagela? Kalimat yang diekstrak: Bumi dapat tetap berada pada orbitnya karena gaya gravitasi yang bekerja antara bumi dan matahari. Kata khusus: karena : alasan Template: Mengapa. Pertanyaan yang dibangkitkan: Mengapa bumi dapat tetap berada pada orbitnya? Kalimat yang diekstrak: Organisme pengurai memperoleh makanan dengan cara merombak sisa produk organisme dan organisme yang mati dengan enzim pencernaan yang dimilikinya. Kata khusus: dengan cara : metode Template: Bagaimana cara. Pertanyaan yang dibangkitkan: Bagaimana cara organisme pengurai memperoleh makanan? Gambar 2. Contoh Pertanyaan yang Dibangkitkan Sistem Tabel 5. Evaluasi Pertanyaan Yang Dibangkitkan Sistem No Nama Artikel Pt Pd Pr 1 Tata Surya 124 57 45.96 2 Evolusi 99 34 34.34 3 Metabolisme 181 76 41.98 4 Ekosistem 101 18 17.82 5 Ciri-ciri Khusus Makhluk 35 18 51.42 Hidup 6 Cahaya 28 20 71.42 7 Klasifikasi Makhluk Hidup 61 41 67.21 8 Bioteknologi 77 42 54.54 9 Perubahan Sifat Benda 21 10 47.61 10 Virus 91 41 45.05 11 Peristiwa Alam 18 11 61.11 12 Kerja Ilmiah 51 22 43.13 13 Alat Pencernaan 69 45 65.21 14 Keanekaragaman Makhluk 109 95 87.15 27

Hidup 15 Sistem Tubuh 56 36 64.28 16 Alat Pernapasan 39 26 66.66 17 Susunan Bumi 40 27 67.5 18 Gaya dan Gerak 40 29 72.5 19 Gaya 41 29 70.73 20 Pembentukan Tanah 36 25 69.44 21 Pelestarian Makhluk Hidup 30 22 73.33 22 Dampak Peristiwa Alam 18 9 50 23 Sifat Bahan 31 18 58.06 24 Energi Listrik 47 34 72.34 25 Penghantar Listrik 20 12 60 26 Perubahan pada Benda 60 45 75 27 Struktur dan Fungsi Jaringan 81 39 48.14 pada Hewan 28 Ekosistem (2) 150 10 70 5 29 Alat Peredaran Darah 65 35 53.84 30 Organisasi Kehidupan 52 26 50 Tabel 5 menunjukkan jumlah pertanyaan yang berhasil dibangkitkan oleh sistem berdasarkan dokumen yang digunakan sebagai masukan. Pt merupakan jumlah pertanyaan yang dibangkitkan oleh sistem. Pd merupakan jumlah pertanyaan yang diterima berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Pr merupakan persentase yang dihasilkan antara jumlah pertanyaan yang dapat diterima dari seluruh pertanyaan yang dibangkitkan sistem. Nilai Pr didapatkan dari Pd/Pt*100. Dari 1871 pertanyaan yang dibangkitkan oleh sistem, 1047 diantaranya dapat diterima oleh tester, sehingga persentasenya adalah 55.95%. V. KESIMPULAN Sistem pembangkit pertanyaan otomatis dalam bahasa Indonesia yang dibangun menggunakan template-based method. Pembangkitan pertanyaan dari sekumpulan dokumen teks yang disediakan dapat dilakukan dengan mengekstrak kalimat dari dokumen kemudian melakukan pengklasifikasi kalimat berdasarkan kata khusus yang terkandung dalam teks tersebut. Dengan adanya penelitian ini, maka dihasilkan sebuah sistem yang dapat membangkitkan pertanyaan non-factoid dalam jumlah banyak dengan mempertimbangkan waktu yang efisien. Sistem pembangkit pertanyaan otomatis dalam bahasa Indonesia ini masih terdapat beberapa kekurangan, sehingga apabila dikembangkan maka sebaiknya menambahkan istilah biologi pada kamus kata dasar agar istilah tersebut dapat diberi kategori, menambahkan template pertanyaan untuk jenis pertanyaan yang lain, serta dapat menghasilkan pertanyaan yang tidak berulang dengan menerapkan penyaringan semantik. DAFTAR PUSTAKA [1] Husam Ali, Yllias Chali, and Sadid A. Hasan, "Automatic Question Generation from Sentences," TALN 2010, Montréal, 2010. [2] Ming Liu and Rafael A. Calvo, "G-Asks: An Intelligent Automatic Question Generation System for Academic Writing Support," Dialogue and Discourse, School of Electrical and Information Engineering, University of Sydney, Sydney NSW 2006, Australia, pp. 101 124, 2012. [3] Christopher D. Manning, Prabhakar R., and Hinrich S., Introduction to Information Retrieval. Cambridge: Cambridge University Press, 2008. [4] Ali Rido Barakbah, "Natural Processing Languange," 2010. [5] Fadillah Z Tala, A Study of Stemming Effects on Information Retrieval in Bahasa Indonesia.: Universiteit van Amsterdam, 2003. [6] M Adriani, A Jelita, N Bobby, S. M. M. Tahaghoghi, and Hugh F. W., "Stemming Indonesian: A Confix-Stripping Approach.," ACM Transactions on Asian Language Information Processing Vol. 6, No. 4., 2006. [8] R. A. Sukamto, Penguraian Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Pengurai Collins. Bandung: Institut Teknologi Bandung, 2009. [7] L Agusta, "Perbandingan Algoritma Stemming Porter dengan Algoritma Nazief dan Adriani untuk Stemming Dokumen Teks Bahasa Indonesia," in Konferensi Nasional Sistem dan Informatika, Bali, 2009. [9] Yun Niu, Analysis of Semantic Classes: Toward Non-Factoid Question Answering. Toronto: Department of Computer Science, University of Toronto, 2007. [10] T Mori, "A Monolithic Approach and a Typeby-Type Approach for Non-Factoid Question- Answering," IEEE/WIC/ACM International Conferences on Web Intelligence and Intelligent Agent Technology, 2007. [11] R. C. Wang, "Automatic Set Expansion for List Question Answering," Proceeding EMNLP '08 Proceedings of the Conference on Empirical Methods in Natural Language Processing, 2008. [12] A. K. Saxena, IITD-IBMIRL System for Question Answering using Pattern Matching, Semantic Type, and Semantic Category Recognition. India: IBM India Research Lab, 28

2007. [13] A Iftene, T Diana, H Maria, and A.M. Mihai, Question Answering on Romanian, English, and French Languages. Padua Italia: CLEF 2010 LABs and Workshops, Notebook Papers, 2010. [14] C Ayache, B Grau, and A Vilnat, "EQueR : the French Evaluation campaign of Question Answering system EQueR/EVALDA," Proceedings of the 5th international Conference on Language Resources and Evaluation, pp. 1157-1160, 2006. 29