HUBUNGAN PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT

dokumen-dokumen yang mirip
Kajian Total Quality Management dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Tuminting Kota Manado

HUBUNGAN ANTARA TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS BAHU 2016 Yahya Tametaka*, Ardiansa A.T. Tucunan*, Febi K.

Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Pendapatan, Persepsi, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan.

HUBUNGAN PERILAKU TENAGA KESEHATAN DENGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS MOPUYA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

ABSTRAK. Kata Kunci : Kepemimpinan, Kinerja, Motivasi

HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS RANOTANA WERU

Kata Kunci: Pendidikan, Pekerjaan, Dukungan Suami dan Keluarga, ASI Eksklusif.

HUBUNGAN ANTARA BAURAN PEMASARAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN RAWAT INAP DI UPTD RUMAH SAKIT MATA PROVINSI SULAWESI UATARA

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Keywords : Work motivation, Labor productivity

ABSTRAK. Kata Kunci: employee engagement, kepuasan kerja, minat keluar karyawan.

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat survey analitik dengan rancangan cross sectionel study (studi potong lintang).

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA TENAGA KEPERAWATAN DI RSJ. PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MUTU PELAYANAN POLIKLINIK DIAN NUSWANTORO DENGAN KEPUTUSAN PEMANFAATAN ULANG DI UPT POLIKLINIK DIAN

HUBUNGAN ANTARA PRESTASI KERJA DAN PERILAKU KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS KAKASKASEN KOTA TOMOHON

*Fakultas Kesehatan Mayarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MINAT PEMANFAATAN KEMBALI DI PUSKESMAS SONDER

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulanfi

PENGARUH PROMOSI JABATAN DAN SELEKSI PENERIMAAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT PGASCOM PALEMBANG

Hubungan antara Mutu Pelayanan Kefarmasian dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Teling Atas Kota Manado

SKRIPSI HUBUNGAN PENERAPAN KOMUNIKASI EFEKTIF PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD DR. ADNAAN WD PAYAKUMBUH TAHUN 2016

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PENGAWASAN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. MIDAS MULTI INDUSTRY MEDAN OLEH

ABSTRACT. Total Quality Management (TQM), Managerial Performance. vii Universitas Kristen Maranatha

PENGARUH KOMPENSASI, KESEJAHTERAAN, DAN IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BPJS KESEHATAN MANADO

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

SKRIPSI PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM IMELDA MEDAN OLEH. Yunita Sinurat

HUBUNGAN PELAYANAN POSYANDU X DENGAN TINGKAT KEPUASAN LANSIA

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Manado

Kata Kunci: Status Gizi Anak, Berat Badan Lahir, ASI Ekslusif.

ABSTRAK. Kata Kunci : Motivasi Kerja dan Produktivitas Kerja. Universitas Kristen Maranatha

HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA, PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULUTTENGGO

PENGARUH PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPS SISWA SMKN 1 MARTAPURA

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

ABSTRACT. Keywords: Balanced Scorecard, employee performance. viii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: Dimensi Layanan Merek, Harapan dan Persepsi Konsumen, Kepuasan Konsumen

TESIS. Untuk memenuhi persyaratan Mencapai derajat Sarjana S2. Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi Rumah Sakit

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN IMBALAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN

ABSTRAK. Kata-kata kunci: gaya kepemimpinan, motivasi, dan kinerja karyawan. vii. Universitas Kristen Maranatha

HUBUNGAN KUALITAS KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PETUGAS DI PUSKESMAS TAMALANREA MAKASSAR

BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan peluang bagi rumah sakit itu sendiri (Luck, 2000 dalam

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO

ABSTRACT Effect of Employee Competence And Physical Work Environment On Employee Performance at Green House Property.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN SUPERVISI DENGAN KINERJA PRAKTEK PERAWAT DI PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO.

ANALISIS PENGARUH ENTREPRENEURIAL LEADERSHIP DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT TIGA PUTRA ADHI MANDIRI

ABSTRACT. Keywords: Effect, Internal Audit, Financial Management. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: Total Quality Management, quality costs. Universitas Kristen Maranatha

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kualitas (quality improvement) pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan mutlak diperlukan untuk

Kata kunci: Motivasi, Penghargaan, Tanggung Jawab, Pengembangan, Kinerja Pegawai

ABSTRAK. Kata-kata kunci: komitmen organisasional, dan kinerja karyawan

PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4 NOVEMBER 2015 ISSN

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD SYEKH YUSUF KABUPATEN GOWA

Kata Kunci : Persepsi Pasien, Mutu Jasa Pelayanan.

HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI DAN KEAMANAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSJ PROF. DR. V.L RATUMBUYSANG SARIO

Sartika Zefanya Watugigir Esther Hutagaol Rina Kundre

ABSTRAK. Kata Kunci : Kualitas Layanan, Kepuasan Pasien, Customer Relationship Management. Universitas Kristen Maranatha

Hubungan Pengetahuan Pasien dan Praktik Petugas Pasien BPJS Dengan Waktu Pelayanan Rawat Jalan Diloket Di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang Tahun 2016

Oleh : Ridwan Prayogo A

Kata Kunci : Pelatihan, Motivasi, Dukungan Keluarga dan Masyarakat, Keaktifan Kader Posyandu

ABSTRACT. Keywords: Dimensions of Quality of nurses services, Patient Satisfaction ABSTRAK

PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SIMPAN PINJAM UTAMA KARYA

PENGARUH PROMOSI JABATAN DAN SELEKSI PENERIMAAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PGASCOM PALEMBANG

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

ABSTRAK. Kata kunci: total quality management, sistem pengukuran kinerja, sistem penghargaan, dan kinerja manajerial

Hubungan Tingkat Pendidikan dan Status Ekonomi terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA DI SD GMIM 20 MANADO.

PENGARUH BUDAYA KAIZEN TERHADAP MOTVASI DAN KINERJA (Studi pada Karyawan PT Semen Indonesia Tbk)

ABSTRAK. Kata Kunci: Kepemimpinan Transaksional, Penempatan Karyawan, Kinerja Karyawan

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT

ANALISIS DEMAND MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN RAWAT INAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI, PUSKESMAS BROMO DAN PUSKESMAS KEDAI DURIAN TAHUN 2013

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA MANAJER PADA PT POS INDONESIA SURABAYA SELATAN SKRIPSI

ABSTRACT. Key Word: Management Control Systems, Effectiveness Sales, Sales Targets. vii. Universitas Kristen Maranatha

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

HUBUNGAN PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT

BAB I PENDAHULUAN. nasional kini harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.

HUBUNGAN PERAN BIDAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COLOMADU 1

SKRIPSI. PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN KANTOR PUSAT PT. PP. LONDON SUMATERA Tbk. SUMATERA UTARA OLEH

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Kata Kunci : Pengetahuan,Pekerjaan,Pendidikan,Pemberian ASI Eksklusif

ABSTRACT. Keywords : Influence Leadership, Employee Performance. viii. Universitas Kristen Maranatha

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 112 MANADO

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI BP.GIGI PUSKESMAS KELAYAN DALAM KOTA BANJARMASIN

ABSTRACT. Key words: Perception of compensation systems, employee motivation

HUBUNGAN ANTARA IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS BAHU

STUDI EMPIRIS PENGARUH WAKTU TUNGGU TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS PASIEN KLINIK GIGI

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. KataKunci: Pengetahuan, sikap, penggunaan APD, petani pengguna pestisida.

ABSTRACT. Keyword : work stress, work performance, labor conflict, workload, working time, leadership influence. Universitas Kristen Maranatha

HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN DENGAN MINAT PASIEN DALAM PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN KESEHATAN PADA PRAKTEK DOKTER KELUARGA

PENGARUH PENERAPAN ISO 9001:2008 TERHADAP KINERJA KARYAWAN DIVISI PRODUKSI PT. INSASTAMA

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Pengaruh Penerapan Total Quality Management terhadap Kinerja Bisnis

Pengaruh Lingkungan Kerja, Karakteristik Pekerjaan, dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Cabang Jember

ANALISA IMPELEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS LAYANAN PADA BIDANG INDUSTRI MANUFACTURING

Transkripsi:

HUBUNGAN PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (PERBAIKAN SISTEM SECARA BERKESINAMBUNGAN DAN KESATUAN TUJUAN) TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS RANOTANA WERU KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Ekel Sepherd Z Evel*, Chreisye K F Mandagi*, Sulaemana Engkeng* *Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRAK Total Quality Management merupakan pendekatan manajemen untuk memadukan upaya-upaya pengembangan mutu, pemeliharaan mutu, dan peningkatan mutu dari berbagai kelompok dalam organisasi untuk menghasilkan produk yang paling ekonomis serta terpenuhinya kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Total Quality Management (TQM) (pendidikan dan pelatihan serta kerjasama tim (teamwork) dengan kinerja pegawai di Puskesmas Tuminting. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study.dengan melibatkan 44 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square.hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 59,1% pegawai memiliki kinerja yang baik. Pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan sebanyak 56,8%. Pegawai yang melaksanakan kerjasama tim sebanyak 56,8%. Nilai p value untuk hubungan variabel pendidikan dan pelatihan dengan kinerja yaitu 0,001; hubungan variabel kerjasama tim dengan kinerja yaitu 0,004. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, membuktikan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai, antara kerjasama tim dengan kinerja pegawai. TQM di Puskesmas Tuminting harus di terapkan untuk dapat meningkatkan kinerja yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan. Kata kunci : Kerjasama Tim, Kinerja, Pendidikan dan Pelatihan, TQM ABSTRACT Total Quality Management is an approach to management to combine quality development efforts, quality control, and quality improvement from several groups in the organization to produce a product that is economical and satisfies consumers. The purpose of this research is to to determine if there is a relationship between Total Quality Management (repair system with a continuous and unified purpose) and the work performance of employees at PuskesmasRanotanaWeru.This research is quantitative with a cross sectional study approach. It includes 37 respondents. Data was analyzed univariably and bivariably. Primary data was obtained from a questioner and secondary data from PuskesmasRanotanaWeru Profile. The statistics test used was Chi-Square test. Research results show that as much as 62.2% of employees perform well. Employees that followed the repair system continuously were 56.8%. Employees that followed a unified purpose were 51.4%. The value of p is the value for the variable of the relationship between the repair system with continuity and the work performance of employees, which is 0.000; the variable of the relationship between united purpose and the workperformance of employees is 0.000.Based on the results of the research performed, it proves that there is a relationship between the repair system with continuity and employee work performance, and between unified purpose and employee work performance. Total Quality Management at Puskesmas Ranotana Weru should be used to increase employee work performance which will in effect increase service quality. Key Words: Repair system with continuity, Unified purpose, Work Performance, Total Quality Management

PENDAHULUAN Penyelengraaan pembangunan kesehatan yang disertai dengan berbagai terobosan baru sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah pelayanan kesehatan dasar. Pelayanan kesehatan dasar yang dilakukan secara tepat dan cepat diharapkan dapat mengatasi sebagian besar masalah kesehatan masyarakat (Kemenkes, 2011). Pusat kesehatan masyarakat merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang menjadi andalan atau tolak ukur dari pembangunan kesehatan, sarana peran serta masyarakat, dan pusat pelayanan pertama yang menyeluruh dari suatu wilayah. Pada era globalisasi saat ini, ketatnya persaingan serta pelanggan yang semakin selektif mengharuskan puskesmas sebagai salah satu penyedia jasa pelayanan kesehatan dasar untuk selalu menigkatkan kualitas pelayanannya (Bustami, 2011). Pusat kesehatan masyarakat sebagai salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peranan penting dalam sistem kesehatan nasional, khususnya subsistem upaya kesehatan. Pusat kesehatan masyarakat yang selanjutnya disebut puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya preventif dan promotif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya di wilayah kerjanya (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014). Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014). Dalam upaya untuk dapat meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan perlu menerapkan Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management. Konsep manajemen mutu terpadu (total quality management) merupakan pendekatan manajemen untuk memadukan upaya-upaya pengembangan mutu, pemeliharaan mutu, dan peningkatan mutu dari berbagai kelompok dalam organisasi untuk menghasilkan produk yang paling ekonomis serta terpenuhinya kepuasan konsumen. (Bustami, 2011). Untuk indikator-indikator; kerjasama karyawan dalam maupun antar bagian, antar karyawan bawahan dan atasan, maka terdapat hubungan positif antara kepuasan kerja dengan signifikasi tugas. Penelitian yang lain juga yang di teliti oleh Pane (2010) melakukan penelitian mengenai pengaruh Total Quality Management terhadap kinerja manajerial. Penelitian tersebut menggunakan metode regresi linier berganda, hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel, fokus pelanggan

dan variabel perbaikan berkesinambungan berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Variabel pendidikan dan pelatihan serta variabel perlibatan dan pemberdaayaan karyawan berpengaruh negatif terhadap kinerja manajerial. Berdasarkan data observasi bahwa Puskesmas Ranotana Weru memiliki jumlah pegawai sebanyak 37 orang, yaitu:jumlah dokter umum sebanyak 4 orang, jumlah bidan sebanyak 9 orang, jumlah perawat dan perawat gigi sebanyak 20 orang, jumlah tenaga kefarmasian sebanyak 2 orang, jumlah tenaga sanitasi sebanyak 1 orang dan jumlah tenaga non medis sebanyak 1 orang (Profil Puskesmas Ranotana Weru 2014). Keberhasilan suatu organisasi sangat ditentukan oleh orang-orang yang ada di dalamnya. Begitupun dengan Puskesmas Ranotana Weru kualitas pelayanannya sangat ditentukan oleh para pegawai atau tenaga yang bekerja di dalamnya. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus September 2015 di Puskesmas Ranotana Weru Kecamatan Wanea Kota Manado. Populasi yang menjadi target dari penelitian ini adalah seluruh pegawai yang ada di Puskesmas Ranotana Weru. Puskesmas Ranotana Weru memiliki jumlah pegawai sebanyak 37 orang, yaitu: jumlah dokter umum sebanyak 4 orang, jumlah bidan sebanyak 9 orang, jumlah perawat dan perawat gigi sebanyak 20 orang, jumlah tenaga kefarmasian sebanyak 2 orang, jumlah tenaga sanitasi sebanyak 1 orang dan jumlah tenaga non medis sebanyak 1 orang (Profil Puskesmas Ranotana Weru 2014). HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hubungan Antara Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan dengan Kinerja Pegawai Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan Kinerja Total p- Baik Tidak baik value N % N % n % Dilaksanakan Tidak dilaksanakan 20 3 73,6 28 1 13 26,4 72 21 16 Total 23 47,7 14 52,3 37 100 100 100 0,000 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab yang mengikuti perbaikan sistem secara berkesinambungan dengan baik yaitu 21 responden dimana 20

orang (73,6%) memiliki kinerja yang baik dan 1 orang (26,4%) memiliki kinerja yang tidak baik. Responden yang menjawab yang belum mengikuti perbaikan sistem secara berkesinambungan dengan baik sebanyak 16 responden dimana yang memiliki kinerja yang baik sebanyak 3 orang (28%) sedangkan 13 orang (72%) memiliki kinerja yang tidak baik. Hasil uji statistik dengan chi-square menunjukkan nilai p< 0,05 (p value = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara perbaikan sistem secara berkesinambungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Ranotana Weru. Hasil uji statistik dengan chi-square pada tingkat kemaknaan 95% yang dilakukan pada 37 responden yang ada di Puskesmas Ranotana Weru menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan perbaikan sistem yang berkesinambungan dengan kinerja pegawai di puskesmas Ranotana Weru.Pada penelitian ini dapat dilihat bahwa pelaksanaan perbaikan sistem di Puskesmas Ranotana Weru sudah dilaksanakan oleh lebih dari setengah pegawai yang ada. Berdasarkan kuesioner yang sudah diisi oleh 37 responden, sebesar 56,8% menjawab melaksanakan perbaikan sistem yang berkesinambungan. Davis seperti yang dikutip dalam Asihuta dkk (2009) mengatakan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian kinerja seseorang adalah faktor iklim kerja yaitu yang menyangkut lingkungan yang ada atau yang dihadapi oleh manusia yang berada dalam suatu organisasi yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan tugas dan pekerjaannya. Hal ini mewajibkan organisasi harus terus melakukan perbaikan yang berkesinambungan agar terus dapat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan konsumen. Hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Ranotana Weru ditemukan bahwa pegawai yang ada di Puskesmas selalu peka terhadap perubahan lingkungan, dan membuat rekomendasi perbaikan dengan cara berkomunikasi dengan konsumen dan mempertimbangkan masukan dari konsumen untuk meningkatkan perbaikan kualitas. Perbaikan yang berkesinambungan pada setiap bagian organisasi dapat meningkatkan kualitas produk melalui peningkatan kinerja para karyawan. Hal ini dapat dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan di CV Banyu Biru (Diatin dkk, 2006). Pada penelitian ini yang menjadi produk adalah jasa pelayanan. Pelaksanaan perbaikan berkesinambungan oleh para pegawaiakan meningkatkan kinerja pegawai di Puskesmas Ranotana Weru dan hal ini dapat meningkatkan mutu dari pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pegawai yang ada di Puskesmas Ranotana Weru.

Tabel 2. Hubungan antara Kesatuan Tujuan dengan Kinerja Pegawai Kinerja Total Kesatuan Tujuan Baik Tidak baik p-value N % N % N % Dilaksanakan Tidak dilaksanakan 18 5 68 21,1 1 13 32 78,9 19 18 100 100 0,000 Total 23 47,8 14 52,2 37 100 Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa yang menjawab kesatuan Tujuan dilaksanakan dengan baik yaitu 19 responden dimana 18 orang (68%) memiliki kinerja yang baik dan 1 orang (32,0%) memiliki kinerja yang tidak baik.responden yang menjawab kesatuan tujuan tidak dilaksanakan dengan baik sebanyak 18 responden dan yang memiliki kinerja yang baik sebanyak 5 orang (21,1%) sedangkan 13 orang (78,9%) memiliki kinerja yang tidak baik. Hasil uji statistik dengan chi-square menunjukkan nilai p < 0,05 (p value = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara kesatuan tujuan dengan kinerja pegawai di puskesmas Ranotana Weru. Hasil uji statistik dengan chi-square pada tingkat kemaknaan 95% yang dilakukan pada 37 responden yang ada di Puskesmas Ranotana Weru menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara antara prinsip kesatuan tujuan dengan kinerja pegawai di puskesmas Ranotana Weru. Pada penelitian ini dapat dilihat bahwa gambaran pelaksanaan kesatuan tujuan di Puskesmas Ranotana Weru telah dilaksanakan oleh lebih dari sebagian pegawai yang ada di Puskesmas Ranotana Weru. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan sebesar 51,4% responden yang menjawab melaksanakan kesatuan tujuan. Menurut Robbins dan Timothy dalam Pasaribu (2009) untuk mencapai tujuan organisasi harus ada interaksi antara semua pegawai di setiap level organisasi, baik antara pimpinan dan pegawai, baik secara individu maupun kelompok. Berhasil tidaknya penerapan Total Quality Management tergantung dengan sumber daya manusia yang difokuskan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Pelaksanaan prinsip kesatuan tujuan di Puskesmas Ranotana Weru sudah dijalankan oleh pegawai yang ada di Puskesmas Ranotana Weru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak sedikit juga pegawai yang belum menerapkan prinsip kesatuan tujuan dengan baik. Pelaksanaan prinsip kesatuan tujuan di Puskesmas Ranotana Weru tidak semua pegawai yang melaksanakan prinsip kesatuan tujuan memiliki kinerja yang baik. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kinerja dari pegawai.

KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian yang telah dilakukan pada 37 responden yang ada di puskesmas Ranotana Weru maka kesimpulan yang di peroleh adalah sebagai berikut: 1. Adannya hubungan unsur perbaikan sistem secara berkesinambungan dan dengan kinerja pegawai dapat dibuktikan dengan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-squareyang menunjukan nilai p value 0,000. 2. Adannya hubungan unsur antara pelaksanaan kesatuan tujuan dengan kinerja pegawai dapat dibuktikan dengan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chisquareyang menunjukan nilai p value0,000. SARAN 1. Bagi instansi puskesmas hendaknya melakukan pelaksanaan total quality management di instansi Puskesmas dalam meningkatkan kinerja pegawai untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan 2. Bagi peneliti lain yang ini melakukan penelitian lanjutan hubungan antara Total Quality Management (perbaikan sistem secara berkesinambungan dan kesatuan tujuan) dengan kinerja pegawai dapat menambah variabel penelitian dari determinan Total Quality Management dengan serta kinerja pegawai yang ada di Puskesmas Ranotana Weru guna pengembangan ilmu pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA Asihuta J, Pasinringi S, dan Bahar B. 2009. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Mutu Pelayanan di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Bustami. 2011. Penjaminan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Aksestabilitasnya. Padang: PT. Gelora Aksara Pratama. Diatin I, Farmayanti N, dan Nita S. 2006. Kajian Penerapan Manajemen Mutu Terpadu di CV Banyu Biru Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Buletin Ekonomi Perikanan. Kemenkes. 2011. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pane, H. 2010. Pengaruh Total Management Terhadap Kinerja Manajerial Pada Pantja Surya. Pasaribu, H. 2009. Pengaruh Komitmen, Persepsi, dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management Terhadap Kinerja Manajerial (Survei Pada BUMN Manufaktur di Indonesia). Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Profil Puskesmas Ranotana Weru Tahun 2014.