SKRIPSI RAWINNA NURMARIANITA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran umum

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN. infeksi Human Immunodificiency Virus (HIV). HIV adalah suatu retrovirus yang

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen P2PL) Kementerian Kesehatan RI (4),

BAB 1 PENDAHULUAN. Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala

LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran umum

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KAJIAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN METODE GYSSENS DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA TAHUN SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH APENDISITIS DI RSUD PEKANBARU PADA TAHUN 2010 SKRIPSI

LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti ujian hasil Karya Tulis Ilmiah mahasiswa program strata-1 kedokteran umum

SKRIPSI INNE FATIMA ABUBAKAR STUDI PENGGUNAAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit epidemik di

BAB I PENDAHULUAN 1,2,3. 4 United Nations Programme on HIV/AIDS melaporkan

Oleh : WILDA KHAIRANI DALIMUNTHE NIM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

SKRIPSI diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi dan mencapai gelar Sarjana Farmasi ( S1 )

BAB I PENDAHULUAN. menginfeksi sel-sel sistem kekebalan tubuh, menghancurkan atau merusak

BAB I PENDAHULUAN. Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang awalnya

I. PENDAHULUAN. imuno kompromis infeksius yang berbahaya, dikenal sejak tahun Pada

BAB I PENDAHULUAN. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit Acquired UKDW

OBAT SALAH, KETIDAKTEPATAN DOSIS DAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PNEUMONIA PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD

BAB 1 PENDAHULUAN. Acquaired Immunodefeciency Syndrome (AIDS) adalah penyakit yang

SKRIPSI NURUL AGUSTINA HADI KUSUMA K

STUDI PENGGUNAAN ANTIPLATELET (CLOPIDOGREL) PADA PENGOBATAN STROKE ISKEMIK DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

BAB 1 PENDAHULUAN. Immunodeficiency Virus (HIV)/ Accuired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. tertinggi dia Asia sejumlah kasus. Laporan UNAIDS, memperkirakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun 2013 menjelaskan. HIV atau Human Immunodefisiensi Virus merupakan virus

INSIDENSI HEPATITIS B PADA PASIEN HIV- AIDS DI KLINIK VCT PUSYANSUS RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN DARI JANUARI TAHUN DESEMBER TAHUN 2012

BAB 1 PENDAHULUAN. Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS) dapat diartikan sebagai

ABSTRAK KORELASI ANTARA TOTAL LYMPHOCYTE COUNT DAN JUMLAH CD4 PADA PASIEN HIV/AIDS

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Joint United National Program on

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN. HIV di Indonesia termasuk yang tercepat di Asia. (2) Meskipun ilmu. namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Christy B. Tumbelaka Denny J. Ngantung J. Maja P. S

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tersebut disebut AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). UNAIDS

BAB II PENDAHULUANN. Syndromem (AIDS) merupakan masalah global yang terjadi di setiap negara di

I. PENDAHULUAN. Penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah gejala atau

BAB 1 PENDAHULUAN. Veneral Disease ini adalah Sifilis, Gonore, Ulkus Mole, Limfogranuloma Venerum

ABSTRAK. Kata kunci : CD4, HIV, obat antiretroviral Kepustakaan : 15 ( )

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), yaitu sekumpulan gejala. oleh adanya infeksi oleh virus yang disebut Human Immuno-deficiency Virus

EVALUASI PENGGUNAAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr.MOEWARDI TAHUN 2010 SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN. Sasaran pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II. STUDI PUSTAKA

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN RAWAT INAP PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSD Dr. SOEBANDI JEMBER (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2009)

Jurnal Farmasi Andalas Vol 1 (1) April 2013 ISSN :

BAB 1 PENDAHULUAN. merusak sel-sel darah putih yang disebut limfosit (sel T CD4+) yang tugasnya

BAB I PENDAHULUAN. Sumber: Kemenkes, 2014

BAB I PENDAHULUAN UKDW. tubuh manusia dan akan menyerang sel-sel yang bekerja sebagai sistem kekebalan

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SPIRITUALITAS DENGAN TINGKAT KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIV/AIDS DI YAYASAN SPIRIT PARAMACITTA DENPASAR

LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti ujian hasil Karya Tulis Ilmiah mahasiswa program strata-1 kedokteran umum

57 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. helper Cluster of Differentiation 4 (CD4) positif dan makrofag),

BAB IV METODE PENELITIAN. Infeksi dan Penyakit Tropis dan Mikrobiologi Klinik. RSUP Dr. Kariadi Semarang telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2014

POLA PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT KLATEN PERIODE TAHUN 2009 SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kandidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh. jamur Candida sp. Kandidiasis merupakan infeksi

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK ISPA NON-PNEUMONIA PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK TAHUN 2013 SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. menjadi prioritas dan menjadi isu global yaitu Infeksi HIV/AIDS.

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia. 1 HIV yang tidak. terkendali akan menyebabkan AIDS atau Acquired Immune Deficiency

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ABSTRAK GAMBARAN KASUS HIV/AIDS DENGAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MERAUKE TAHUN 2011

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS DAN KEPATUHAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD DR. MOEWARDI SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. masalah HIV/AIDS. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang

ABSTRAK PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ANGKATAN 2010 TENTANG HIV/AIDS

KARYA TULIS ILMIAH PROFIL PASIEN HIV DENGAN TUBERKULOSIS YANG BEROBAT KE BALAI PENGOBATAN PARU PROVINSI (BP4), MEDAN DARI JULI 2011 HINGGA JUNI 2013

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA PEDIATRIK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 2011 SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. menurunnya sistem kekebalan tubuh. AIDS yang merupakan singkatan dari Acquired

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JANUARI JUNI 2013 SKRIPSI

UNIVERSITAS INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. hangat dibahas dalam masa sekarang ini adalah penyakit HIV/AIDS (Human

BAB I PENDAHULUAN. bahkan negara lain. Saat ini tidak ada negara yang terbebas dari masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan

BAB I PENDAHULUAN. tubuh manusia tersebut menjadi melemah. Pertahanan tubuh yang menurun

STUDI PENGGUNAAN ANGIOTENSIN RESEPTOR BLOKER (ARB) pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER pada PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP di RSU. Dr SAIFUL ANWAR MALANG

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUKOHARJO TAHUN 2011 SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada akhir tahun 2009 terdapat lebih dari kasus Acquired

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang yakni

PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MENGENAI HIV / AIDS

STUDI PENATALAKSANAAN TERAPI PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KLINIK VCT RUMAH SAKIT KOTA MANADO ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. (AIDS) pada tahun 1981 telah berkembang menjadi masalah kesehatan. (UNAIDS) dalam laporannya pada hari AIDS sedunia tahun 2014,

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR (SECTIO CAESAREA) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI TAHUN 2013 SKRIPSI

Transkripsi:

SKRIPSI RAWINNA NURMARIANITA STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FLUCONAZOLE DAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian di RSUD Dr.Saiful Anwar Malang) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016

Lembar Pengesahan Rumah Sakit STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FLUCONAZOLE DAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Disusun Oleh: Nama : Rawinna Nurmarianita NIM : 201210410311098 Institusi : Universitas Muhammadiyah Malang Kabid. Rekam Medik dan Evapor Mengetahui, Wadir Pendidikan dan Pengembangan Profesi drg. Asri Kusuma Djadi, MMR Pembina Tingkat I NIP. 19610513 198802 2002 dr. Mochamad Bachtiar Bidianto, Sp.B(k).Onk NIP. 19670725 199603 1003 ii

Lembar Pengesahan STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FLUKONAZOLE DAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2016 Oleh: RAWINNA NURMARIANITA NIM: 201210410311098 Disetujui Oleh: Pembimbing I Drs. Didik Hasmono, Apt.,MS NIP: 195809111986011001 Pembimbing II Pembimbing III Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS NIP-UMM: 144.0609.0449 Drs. Bambang Sidharta, Apt., MS. NIP. 194812161980021001 iii

Lembar Pengujian STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FLUCONAZOLE DAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) SKRIPSI Telah diuji dan dipertahankan di depan tim penguji Oleh: RAWINNA NURMARIANITA NIM: 201210410311098 Tim Penguji: iv

KATA PENGANTAR Bismillahirohmanirrohim Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh Puji syukur atas segala nikmat Allah SWT, Tuhan semesta alam, karena berkat rahmat serta ridhonya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FLUCONAZOLE DAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) sebagai persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak mungkin akan terwujud apabila tidak ada bantuan, bimbingan dan kerjasama yang ikhlas dari berbagai pihak sehingga tidak lupa penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada: 1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran kepada penulis selama proses pengerjaan skripsi ini. 2. Bapak Yoyok Bekti Prasetyo, S.Kep., M.Kep., Sp.Kom. selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. 3. Ibu dr. Restu Kurnia Tjahjani, M.Kes selaku Direktur Utama RSUD Dr. Saiful Anwar Malang yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukan penelitian di bagian rekam medik RSUD Dr. Saiful Anwar Malang 4. Ibu Nailis Syifa, S.Farm., Apt., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan motivasi dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk selalu belajar di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. 5. Bapak Drs. Didik Hasmono, Apt., MS. selaku pembimbing I, Ibu Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS. selaku pembimbing II dan Drs. Bambang Sidharta, Apt., MS. Selaku pembimbing III yang disela kesibukan ibu dan bapak telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing dan v

memberikan arahan-arahan dan masukan yang membangun kepada penulis demi kesempurnaan skripsi ini. 6. Ibu Dra. Lilik Yusetyani, Apt., Sp.FRS. dan Ibu Nailis Syifa, S.Farm., Apt., M.Sc. selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan-masukan demi kesempurnaan skripsi ini. 7. Bapak Ibu Dosen dan staf Program Studi Farmasi yang telah mengajarkan penulis banyak sekali ilmu pengetahuan yang bermanfaat sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan sarjana. 8. Ungkapan terima kasih yang tulus penulis pesembahkan untuk kedua orang tua tercinta, bapak DR. Ir. Syamsuddin, MS. dan Ibu Rosamala Dewi yang selalu mendoakan dan mencurahkan segenap kasih sayang yang tak terbatas serta memberi dukungan dan motivasi selama menempuh pendidikan. 9. Kakak Karilla Ade Nantika dan Adik-adik tersayang Farah Laili Atsira dan Muhammad Ahsan Furkan yang selalu menemani, menghibur, dan mendoakan. 10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuan dan dukungannya selama penulis menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi ppenelitian berikutnya, amin. Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh Malang, Juli 2016 Penulis vi

RINGKASAN STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FLUCONAZOLE DAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian dilakukan di RSUD dr. Saiful Anwar Malang) Acquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS) dapat diartikan sebagai kumpulan gejala yang timbul akibat penurunan sistem kekebalan tubuh dikarenakan oleh Humam Immunodeficiency Virus (HIV) (Murtiastutik,2008). Menurut data Ditjen Penyebaran Penyakit & Penyehatan Lingkungan hingga September 2005, Candidiasis merupakan infeksi oportunistik tertinggi pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), yakni 31,29%. Infeksi oportunistik merupakan kondisi-kondisi tertentu yang bisa disebabkan oleh organisme maupun organisme non patogen (Djauzi S,2008). Secara klinis digunakan hitung jumlah limfosit Cluster of Differentiation 4 (CD4) sebagai penanda munculnya infeksi oportunistik pada penderita AIDS. Pada penderita HIV/AIDS jumlah CD4 akan menurun dan menyebabkan terjadinya infeksi oportunistik (Febriani dan Sofro, 2010). Tujuan utama pengobatan infeksi jamur adalah menghilangkan atau membunuh organisme yang patogen dan memulihkan kembali flora normal kulit dengan cara memperbaiki ekologi kulit atau membran mukosa yang merupakan tempat berkembangnya koloni jamur (Nolting S et al, 2008). Obat antijamur yang efisien digunakan untuk perawatan Oral Candidiasis adalah poliena dan azol (Reichart et al., 2000). Fluconazole adalah suatu azole anti fungal baru yang efektif untuk penanganan infeksi mukosa topikal dan sistemik, yang yang disebabkan oleh Candida sp. atau jamur lain. Fluconazole aman untuk penderita AIDS dan kanker yang mengalami imunosupresi, karena toksisitas yang rendah terhadap hepar dan tidak menimbulkan depresi sumsum tulang. Obat antijamur dari golongan polien lebih banyak digunakan daripada obat dari golongan azol karena jarang menimbulkan resistensi (Acton, 2012). Salah satu obat antijamur dari golongan poliena yang banyak digunakan untuk mengatasi infeksi akibat Candida albicans adalah nystatin. Nystatin diketahui efektif secara in vitro menghambat pertumbuhan Candida albicans dibandingkan dengan agen antijamur lainnya karena jarang menimbulkan resistensi. Kombinasi antijamur dapat meningkatkan potensi dari antijamur itu sendiri, mengurangi kemungkinan resistensi dan mempercepat penyembuhan (Melissa et. al 2014). Efek penggunaan dari kombinasi obat yang berbeda secara klinis lebih baik dan kurang toxik jika dibandingkan penggunaan tunggal (Kol A. Zarember et al. 2009). Tujuan dari penelitian ini adalah memahami pola terapi kombinasi fluconazole dan nystatin meliputi dosis, rute dan aturan penggunaan pada terapi HIV AIDS dengan infeksi oportunistik jamur berkaitan dengan data laboratorium dan data klinik pasien. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian yang bersifat observasional karena peneliti tidak memberikan perlakuan kepada sampel. Rancangan penelitian dilakukan secara deskriptif dimana penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan penggunaan kombinasi fluconazole dan nystatin dengan vii

metode retrospektif (penelitian yang dilakukan dengan peninjauan ke belakang). Kriteria inklusi meliputi pasien dengan diagnosa HIV AIDS dengan infeksi oportunistik jamur di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar Malang dengan data Rekam Medik (RM) lengkap meliputi data terapi dengan kombinasi fluconazole dan nystatin periode 1 Januari 2015 sampai 31 Desember 2015. Hasil penelitian ini didapatkan 37 data rekam medik sebagai sampel dari total 328 populasi. Pasien HIV AIDS laki-laki sebanyak 26 pasien (70%) dan perempuan 11 pasien (30%) dengan angka kejadian paling tinggi pada usia 20-29 tahun sebanyak 11 pasien (24%) pada laki-laki. Distribusi klasifikasi pasien HIV AIDS dimana pasien paling banyak yaitu pasien dengan stadium IV dengan jumlah pasien 27 (74%) kemudian stadium III sebanyak 10 pasien (26%). Faktor resiko penularan HIV AIDS sangat banyak, tetapi yang paling utama adalah faktor perilaku seksual dimana heteroseksual merupakan faktor resiko terbanyak dengan jumlah pasien 18 (49%). Penggunaan fluconazole melalui dua rute yaitu intravena dan per oral sedangkan untuk nistatin hanya digunakan rute per oral. Kombinasi fluconazole dan nystatin paling banyak adalah sediaan dengan dosis fluconazole 1 dd 200mg rute intravena dan Nystatin 4 dd 300.000 IU per oral sebanyak 6 pasien (11%), dimana pola Switching terbanyak adalah sediaan fluconazole dengan dosis 1 dd 400 mg rute pemberian secara intravena dan nystatin dengan dosis 4 dd 300.000 IU rute pemberian per oral sebanyak 2 pasien (7%). Terapi pda pasien HIV AIDS selain fluconazole dan nystatin yang paling banyak digunakan yaitu cotrimoxazole sebanyak 30 pasien. Lama terapi kombinasi fluconazole dan nystatin selama 11 20 hari sebanyak 19 pasien (51%). Terapi penggunaan kombinasi flukonazole dan nystatin pada pasien HIV AIDS terkait dosis, rute, aturan penggunaan telah sesuai literatur. viii

DAFTAR ISI Halaman judul... i Lembar pengesahan rumah sakit... ii Lembar pengesahan... iii Lembar pengujian... iv KATA PENGANTAR... v RINGKASAN... vii ABSTRAK... viii DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xvii DAFTAR SINGKATAN... xix BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar belakang... 1 1.2 Rumusan masalah... 4 1.3 Tujuan penelitian... 4 1.3.1 Tujuan umum... 4 1.3.2 Tujuan khusus... 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 5 2.1 Definisi HIV AIDS... 5 2.2 Epidemiologi HIV AIDS... 7 2.3 Konseling dan tes HIV... 11 2.4 Transmisi HIV... 14 2.5 Etiologi HIV... 15 2.6 Patofisiologi HIV... 16 2.7 Manifestasi klinis HIV... 18 2.8 Komplikasi HIV AIDS... 18 2.8.1 Tuberkulosis... 19 ix

2.8.2 Infeksi oportunistik jamur... 21 2.9 Penatalaksanaan terapi pada HIV AIDS dan komplikasi... 31 2.9.1 Terapi ARV... 31 2.9.2 Terapi tuberkulosis... 33 2.9.3 Terapi infeksi oportunistik jamur... 34 2.7.2.1 Kriptokokus... 39 2.7.2.2 Histoplasmosis... 40 2.7.2.3 Kokidiomikosis... 40 2.7.2.4 Kandidiasis... 41 BAB III KERANGKA KONSEP... 43 3.1 Kerangka konseptual... 43 3.2 Kerangka operasional... 44 BAB IV METODE PENELITIAN... 45 4.1 Rancangan penelitian... 45 4.2 Populasi dan sampel... 45 4.3 Kriteria inklusi... 45 4.4 Kriteria eksklusi... 46 4.5 Bahan penelitian... 46 4.6 Instrumen penelitian... 46 4.7 Tempat penelitian... 46 4.8 Definisi operasional... 46 4.9 Prosedur pengumpulan data... 48 4.10 Analisis data... 48 BAB V HASIL PENELITIAN... 49 5.1 Jumlah sampel penelitian... 49 5.2 Data demografi pasien... 50 5.2.1 Jenis kelamin... 50 5.2.2 Distribusi usia... 50 5.2.3 Status penjamin biaya pengobatan... 50 5.3 Distribusi Klasifikasi HIV AIDS... 51 5.4 Faktor resiko HIV AIDS... 51 5.5 Manajemen terapi pasien HIV AIDS dengan infeksi oportunistik jamur... 52 x

5.5.1 Pola terapi kombinasi antijamur pada pasien HIV AIDS... 52 5.5.2 Pola penggunaan kombinasi fluconazole dan nystatin pada pasien HIV AIDS dengan infeksi oportunistik jamur... 52 5.5.3 Pola switching rute, dosis dan jenis antijamur... 53 5.5.4 Lama terapi kombinasi fluconazole dan nystatin... 56 5.5.5 Terapi farmakologi lain... 56 5.6 Lama masuk rumah sakit... 57 5.7 Kondisi KRS pasien HIV AIDS dengan infeksi oportunistik jamur... 57 5.8 Profil penyakit penyerta pasien HIV AIDS... 58 BAB VI PEMBAHASAN... 59 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN... 62 7.1 Kesimpulan... 69 7.2 Saran... 69 DAFTAR PUSTAKA... 70 LAMPIRAN... 72 xi

DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Stadium klinis infeksi HIV... 6 Tabel 2.2 Gejala dan Tanda Klinis yang Patut Diduga Infeksi HIV... 11 Tabel 2.3 Interpretasi dan tindak lanjut hasil tes A1... 13 Tabel 2.4 Hubungan antara jumlah CD4 dan infeksi oportunistik... 19 Tabel 2.5 Paduan pemilihan awal terapi antiretroviral... 31 Tabel 2.6 Paduan lini pertama yang direkomendasikan pada orang dewasa yang belum pernah mendapat terapi ARV... 32 Tabel 2.7 Terapi ARV pada keadaan infeksi oportunistik (IO) yang aktif... 33 Tabel 2.8 Panduan memulai ARV pada tuberkulosis... 34 Tabel 2.9 Target utama dan mekanisme golongan antifungi... 39 Tabel 2.10 Daftar sediaan flukonazol dan nystatin... 39 Tabel 2.11 Profilaksis untuk pencegahan episode pertama pada infeksi oportunistik jamur... 40 Tabel 2.11 Terapi infeksi oportunistik pada HIV AIDS... 36 Tabel 5.1 Persentase distribusi usia pasien HIV AIDS dengan infeksi oportunistik jamur... 50 Tabel 5.2 Status penjamin biaya pengobatan pasien HIV AIDS dengan infeksi oportunistik jamur... 51 Tabel 5.3 Distribusi klasifikasi pasien HIV AIDS... 51 Tabel 5.4 Distribusi faktor resiko pasien HIV AIDS... 51 Tabel 5.5 Pola terapi kombinasi antijamur pasien HIV AIDS... 52 Tabel 5.6 Pola penggunaan kombinasi fluconazole dan nystatin... 52 Tabel 5.7 Pola switching rute, dosis dan jenis antijamur... 53 Tabel 5.8 Terapi farmakologi lain pada pasien HIV AIDS... 56 Tabel 5.9 Kondisi keluar rumah sakit pasien HIV AIDS... 57 Tabel 5.10 Profil penyakit penyerta pasien HIV AIDS... 58 xii

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Struktur HIV... 5 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Jumlah kasus HIV AIDS yang dilaporkan tahun 1987 sampai dengan september 2014... 8 Jumlah infeksi HIV yang dilaporakan menurut jenis kelamin tahun 2008 sampai dengan september 2014... 9 Gambar 2.4 Jumlah infeksi HIV yang dilaporakan per provinsi tahun 1987 sampai dengan september 2014... 9 Gambar 2.5 Persentase kumulatif AIDS yang dilaporkan menurut jenis kelamin tahun 1987 sampai dengan september 2014... 10 Gambar 2.6 Persentase AIDS yang dilaporkan menurut faktor resiko tahun 1987 sampai dengan september 2014... 10 Gambar 2.7 Sepuluh provinsi yang melaporkan jumlah kumulatif AIDS terbanyak menurut faktor resiko tahun 1987 sampai dengan september 2014... 11 Gambar 2.8 Bagan Alur Pemerikaan Laboratorium Infeksi HIV Dewasa.. 13 Gambar 2.9 Patofisiologi HIV AIDS... 16 Gambar 2.10 Infeksi jamur pada pasien terinfeksi HIV, muncul sejalan dengan penurunan kadar sel CD4... 22 Gambar 2.11 Sel ragi berkapsul C. neoformans (berkelompok) pada cairan otak yang berasal dari seorang penderita AIDS yang diwarnai dengan tinta india.... 23 Gambar 2.12 Radiograf dada pasien dengan Cryptococcosis... 24 Gambar 2.13 Infeksi Cryptococcus getti. Cerebral cryptococcoma... 24 Gambar 2.14 Radiograf dada menunjukan paru-paru dengan xiii

Histoplasmosis... 26 Gambar 2.15 Histiosit (jaringan) yang mengandung sel jamur Histoplasma Capsulatum... 26 Gambar 2.16 Histopatologi Coccidioidomycosis pada paru... 27 Gambar 2.17 Candidiasis oral pada pasien AIDS... 28 Gambar 2.18 Oesophageal Candidiasis... 29 Gambar 2.19 Spesies candida... 30 Gambar 2.20 Struktur golongan azole... 35 Gambar 2.21 Struktur fluconazole... 35 Gambar 2.22 Struktur nystatin... 35 Gambar 5.1 Skema jumlah sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi... 49 Gambar 5.2 Persentase distribusi jenis kelamin pasien HIV AIDS... 50 Gambar 5.3 Distribusi lama pengobatan kombinasi fluconazole dan nystatin... 56 Gambar 5.4 Persentase lama masuk rumah sakit pasien HIVV AIDS... 57 xiv

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Riwayat Hidup... 72 Lampiran 2 Surat Pernyataan... 73 Lampiran 3 Daftar Nilai Normal Data Klinik dan Data Laboratorium... 74 Lampiran 4 Surat Keterangan Kelayakan Etik RSUD Dr. Saiful Anwar... 76 Lampiran 5 Surat Keterangan Telah Selesai Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar... 77 Lampiran 6 Lembar Pengumpulan Data Pasien HIV/AIDS dengan Infeksi Oportunistik Jamur di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang... 78 Lampiran 7 Tabel Data Induk... 201 xv

DAFTAR SINGKATAN AIDS ALP ART ARV HBV CD4+ CDC CMV CSF DNA dsdna EFV ELISA EPC FDC FTC GGT GMS gp120 gp41 HAART HIV IMS IO IDU IV KS KU LPD LPV/r : Acquired Immunodeficiency Syndrome : Alkaline Phospatase : Antiretroviral Therapy : Antiretroviral : Hepatitis B Virus : Limfosit-T CD4+ : Center for Disease Control and Prevention : Cytomegalovirus : Cerebro Spinal Fluid : Deoksiribosa-nuklease : double strand Deoksiribosa-Nuklease : Efavirenz : Enzyme-linked immunosorbent assay : Esophageal candidiasis : Fixed Dose Combination : Emtricitabine : Gamma Glutamyl Transferase : Gomori Methamine Silver : Glikoprotein120 : Glikoprotein41 : Highly Active Antiretroviral Therapy (Terapi ARV) : Human Immunodeficiency Virus : Infeksi Menular Seksual : Infeksi oportunistik : Injecting drug user (pengguna NAPZA suntik) : Intravena : Kaposi s Sarcoma : Kondisi Umum : Lembar Pengumpulan Data : Lopinavir/retinavir xvi

MSM NNRTI s NRTI s NVP OAT ODHA OPC PAGE PAS PCP PI RMK RNA SGOT SGPT SSP ssrna TBC TC TLC UNAIDS VVC WHO MCHC MCH : Men sex Men : Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors : Nucleoside and nucleotide analogue reverse transcriptase Inhibitors : Nevirapine : Obat Anti Tuberkulosis : Orang dengan HIV/AIDS : Oropharyngeal candidiasi : Elektroforesis gel poliakrilamid : Periodic acid-schiff : Pneumocystis carinii pneumonia : Protease Inhibitors : Rekam Medis Kesehatan : Ribonuklease : Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase : Serum Pyruric Oxaloacetic Transaminase : Sistem Saraf Pusat : single strand Ribonuklease : Tuberculosis : Lamifudine : Total Lymphocyte Count : Joint United Nations Programme on HIV/AIDS : Vulvo Vaginal Candidiasis : World Health Organizatio : Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration : Mean Corpuscular Hemoglobin xvii

70 DAFTAR PUSTAKA Adam, R., 2007. Pedoman Monitoring ODHA untuk Perawatan dan Antiretroviral (ART) di RSU dr.soetomo Surabaya. http://www.aids-ina.org. Diakses 20 Januari 2009. Astuti NF, 2013. Perbandingan resistensi Candida albicans dan Candida non albicans terhadap flukonazol dan nistatin. Yogyakarta: Tesis Universitas Gajah Mada. Center for Disease Control & Prevention (CDC), 2006. Vaginal Infection, in Sexually Transmitted Disease, Treatment Guideline 2006. MMWR, August 4, 2006/vol 55/ No. RR-11. http://www.cdc.gov. Diakses tanggal 12 januari 2015. Depkes RI., 2014. Statistik kasus HIV/AIDS di Indonesia. Dilapor s/d September 2014. Jakarta; Ditjen PPM 7 PL Depkes RI. Fisher-Hoch SP, Hutwagner L., 1995. Opportunistic candidiasis: an epidemic of to be the 1980s. Clin Infect Dis. Vol 2, hal. 897 904. Ganesan K., Harigopal S., Neal T., Yoxall CW., 2009. Prophylactic oral nystatin for preterm babies under 33 weeks gestation decrease fungal colonization and invasive fungaemia. Arch Dis Child Fetal Neonatal Edisi 94, p. 275-8. Hoffmann, 2012. HIV 2012/2013. Hamburg : Schröders Agentur Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012. Pedoman nasional tatalaksana klinis infeksi HIV dan terapi antiretroviral pada orang dewasa. Jakarta: Kementeri Kesehatan Republik Indonesia. Lazéra, MS, Cavalcanti MAS, Trilles L, Nishikawa MM, Wanke B., 1998. Cryptococcus neoformans var. gattii-evidence for a natural habitat related to decaying wood in a pottery tree hollow. Med Mycol. Vol 36, pp. 119-22. Mitchell RN, Kumar V., 2004. Penyakit Imunitas. Kumar V, Cotran R, Robbins S. Patologi. Edisi Ketujuh. Jakarta: EGC. hal.113-184. Molekuler, Klinis dan Sosial. Edisi Pertama. Surabaya: Airlangga University Press: 2007. hal. 31-44. Nasronudin, 2016. Penatalaksanaan Klinis Infeksi HIV & AIDS. Barakbah J, Soewandojo E, Suharto, Hadi S, Astuti WD. HIV & AIDS Pendekatam Biologi.

Sharma PC, More SR, Raut SS, Rathod VS., 2013. In vitro antifungal susceptibility pattern of oropharyngeal and oesophageal Candida species in HIV infected patients. Internaional Journal of Health Sciences and Research. Vol 3, hal 1-6. Smith EB., 2000. The treatment of dhermatophytosis : safety conssiderations. Journal of the american academy of dermatology, part 3, volume 43. Sobel JD. 2008. Vulvovaginal Candidiasis in Sexually Transmitted Disease, 4th ed. McGraw-Hill, New York. Stephen Berger, 2016. Cryptococcosis : global status. Gideon informatic: california, hal 8 9. Stephen Berger, 2016. Histoplasmosis : global status. Gideon informatic: california, hal 9 11. Stephen Berger, 2016. Kokidioidomikosis : global status. Gideon informatic: california, hal 10. Wahyuningsih R, Rozalyani A, El Jannah SM, Amir I, Prihartono J., 2008. Kandidemia pada neonatus yang mengalami kegagalan terapi antibiotik. Majalah Kedokteran Indonesia. No. 58, pp. 110-5. Wahyuningsih R, Sahbandar IN, Theelen B, Hagen F, Poot G,Meis JF, Rozalyani A, Sjam R, Boekhout T., 2008. Candida nivariensis isolated from an Indonesia human immunodeficiency virus-infected patient suffering from oropharyngeal candidiasis. J Clin Microbiol. No. 46, pp. 388-91. Wheat J., 1995. Endemic Mycoses in AIDS: a clinical review. Clin Microbiol Rev. Vol. 8: pp. 146-59.