1. MEKANISME PERTAHANAN GINGIVA

dokumen-dokumen yang mirip
SOAL UTS IMUNOLOGI 1 MARET 2008 FARMASI BAHAN ALAM ANGKATAN 2006

SITOKIN. Merupakan seri protein dengan BM rendah, yang dulu dinamakan limfokin. Fungsi: - Autokrin: mengikatkan diri ke sel yang memb tuknya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

LISNA UNITA, DRG.M.KES DEPARTEMEN BIOLOGI ORAL

CATATAN SINGKAT IMUNOLOGI

FISIOLOGI SISTEM PERTAHANAN TUBUH. TUTI NURAINI, SKp., M.Biomed

SISTEM IMUN. Pengantar Biopsikologi KUL VII

BAB 2 DAMPAK MEROKOK TERHADAP PERIODONSIUM. penyakit periodontal. Zat dalam asap rokok seperti; nikotin, tar, karbon monoksida

SISTEM IMUN (SISTEM PERTAHANAN TUBUH)

MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS

IMUNOLOGI DASAR. Sistem pertahanan tubuh terbagi atas : Sistem imun nonspesifik ( natural / innate ) Sistem imun spesifik ( adaptive / acquired

Universitas Indonusa Esa Unggul FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan

Mekanisme Pertahanan Tubuh. Kelompok 7 Rismauzy Marwan Imas Ajeung P Andreas P Girsang

PENGETAHUAN DASAR. Dr. Ariyati Yosi,

1. Tahap pembentukan pelikel gigi

KOMPLEMEN. Tabel 1 : Protein Sistem Komplemen Kaskade klasik Kaskade lektin Kaskade alternatif Kaskade lisis Protein fungsional: Clqrs C2 C3 C4

Sistem Imun. Leukosit mrpkn sel imun utama (disamping sel plasma, 3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal

BAB II KOMPONEN YANG TERLIBAT DALAM SISTEM STEM IMUN

FIRST LINE DEFENCE MECHANISM

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. karakteristik hiperglikemia (kadar gula darah yang tinggi) yang terjadi karena

RESPON PERTAHANAN TERHADAP MIKROBIA PATOGEN

Gambar: Struktur Antibodi

Immunology Pattern in Infant Born with Small for Gestational Age

Sistem Imun BIO 3 A. PENDAHULUAN SISTEM IMUN. materi78.co.nr

BAB I PENDAHULUAN. dalam rongga mulut terdapat fungsi perlindungan yang mempengaruhi kondisi

Respon imun adaptif : Respon humoral

Imunisasi: Apa dan Mengapa?

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. jenis teripang yang berasal dari Pantai Timur Surabaya (Paracaudina australis,

DASAR-DASAR IMUNOBIOLOGI

HOST. Pejamu, adalah populasi atau organisme yang diteliti dalam suatu studi. Penting dalam terjadinya penyakit karena :

BAB I PENDAHULUAN. dalamnya terdapat fungsi perlindungan yang mempengaruhi kondisi lingkungan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. gigi akibat akumulasi bakteri plak. Gingivitis dan periodontitis merupakan dua jenis

SISTEM IMUN. ORGAN LIMFATIK PRIMER. ORGAN LIMFATIK SEKUNDER. LIMPA NODUS LIMFA TONSIL. SUMSUM TULANG BELAKANG KELENJAR TIMUS

BAB I PENDAHULUAN. tubuh yaitu terjadinya kerusakan jaringan tubuh sendiri (Subowo, 2009).

BAB I PENDAHULUAN. sering ditemukan pada wanita usia reproduksi berupa implantasi jaringan

serta terlibat dalam metabolisme energi dan sintesis protein (Wester, 1987; Saris et al., 2000). Dalam studi epidemiologi besar, menunjukkan bahwa

Sistem Imun. Organ limfatik primer. Organ limfatik sekunder. Limpa Nodus limfa Tonsil. Sumsum tulang belakang Kelenjar timus

Migrasi Lekosit dan Inflamasi

Imunologi Agung Dwi Wahyu Widodo

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN. SISTEM IMUNITAS

BAB 5 HASIL PENELITIAN

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Nitric oxide (NO) adalah molekul radikal yang sangat reaktif, memainkan

Di seluruh dunia dan Amerika, dihasilkan per kapita peningkatan konsumsi fruktosa bersamaan dengan kenaikan dramatis dalam prevalensi obesitas.

IMUNITAS HUMORAL DAN SELULER

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

FAKTOR IMUNOLOGI PATOGENESIS ENDOMETRIOSIS

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 PERAN BAKTERI DALAM PATOGENESIS PENYAKIT PERIODONTAL. Dalam bab ini akan dibahas bakteri-bakteri patogen yang terlibat dan berbagai cara

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

REAKSI ANTIGEN-ANTIBODI DAN KAITANNYA DENGAN PRINSIP DASAR IMUNISASI. Oleh : Rini Rinelly, (B8A)

SEL SISTEM IMUN SPESIFIK

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. 2006). Kanker leher kepala telah tercatat sebanyak 10% dari kanker ganas di

Pendahuluan. Harmas Yazid Yusuf & Nani Murniati 1

Selama berabad-abad orang mengetahui bahwa penyakit-penyakit tertentu tidak pernah menyerang orang yang sama dua kali. Orang yang sembuh dari

Struktur dan Fungsi Hewan Tujuan Instruksional Khusus

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan. Sistem Imunitas

Diana Holidah Bagian Farmasi Klinik dan Komunitas Fakultas Farmasi-UNEJ

Mekanisme Pembentukan Kekebalan Tubuh

BAB 1 PENDAHULUAN. Rinitis alergi adalah gangguan fungsi hidung akibat inflamasi mukosa hidung yang

BAB 2 TERMINOLOGI SITOKIN. Sitokin merupakan protein-protein kecil sebagai mediator dan pengatur

Secretory iga sebagai bagian reaksi sistem imunitas mukosa oral akibat aplikasi material kurang tepat

Tahapan Respon Sistem Imun Respon Imune Innate Respon Imunitas Spesifik

NONSTEROIDAL ANTI-INFLAMMATORY DRUGS (NSAID S)

Pertemuan XI: Struktur dan Fungsi Hayati Hewan. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. mencit terinfeksi E. coli setelah pemberian tiga jenis teripang ditunjukkan pada

SISTEM IMUN SPESIFIK. Lisa Andina, S.Farm, Apt.

Fransiska Ayuningtyas W., M.Sc., Apt

BAB I PENDAHULUAN. Tindakan pembedahan ekstremitas bawah,dapat menimbulkan respons,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. digunakan dan manfaat tanaman mahkota dewa. Sistematika tanaman mahkota dewa adalah sebagai berikut:

Darah 8 % bb Komposisi darah : cairan plasma ± 60 % Padatan 40-45% sel darah merah (eritrosit), sel darah putih, trombosit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Tumbuhan Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kanker adalah penyakit keganasan yang ditandai dengan pembelahan sel

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal (Berg, 1986). Adanya perbedaan

PATOGENESIS DAN RESPON IMUN TERHADAP INFEKSI VIRUS. Dr. CUT ASMAUL HUSNA, M.Si

TEORI SISTEM IMUN - SMA KELAS XI SISTEM IMUN PENDAHULUAN

Darah 8 % bb Komposisi darah : cairan plasma ± 60 % Padatan 40-45% sel darah merah (eritrosit), sel darah putih, trombosit

BAB I PENDAHULUAN. Mukosa rongga mulut merupakan lapisan epitel yang meliputi dan melindungi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. di dunia. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 10-15%

KONSEP DASAR IMUNOLOGI

PENGATURAN JANGKA PENDEK. perannya sebagian besar dilakukan oleh pembuluh darah itu sendiri dan hanya berpengaruh di daerah sekitarnya

SISTEM PERTAHANAN TUBUH

MAKALAH SEROLOGI DAN IMUNOLOGI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Penyakit periodontal adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri

PANDUAN PRAKTIKUM HISTOLOGI II MODUL 2.3 KARDIOVASKULER DAN HEMATOLOGI DARAH

BAB 5 HASIL PENELITIAN

Penyakit inflamasi yang telah melibatkan struktur periodontal pendukung sebagai / tidak mendapat perawatan secara tuntas. Harus dibedakan dari lesi

7.2 CIRI UMUM SITOKIN

KONSEP DASAR IMUNOLOGI

ANTIGEN, ANTIBODI, KOMPLEMEN. Eryati Darwin Fakultas Kedokteran Universitas andalas

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. dengan prevalensi yang masih tinggi di dunia. Menurut WHO tahun 2006,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kompetensi SISTEM SIRKULASI. Memahami mekanisme kerja sistem sirkulasi dan fungsinya

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang mempunyai plak, kalkulus dan peradangan gingiva. Penyakit periodontal

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inflamasi merupakan reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera dan melibatkan lebih banyak mediator

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Atopi berasal dari bahasa Yunani yaitu atopos, yang memiliki arti tidak pada

SISTEM PEREDARAN DARAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Transkripsi:

1. MEKANISME PERTAHANAN GINGIVA 2. RESPON PEJAMU/INANG 3. INTERAKSI PEJAMU-BAKTERI PADA PENYAKIT PERIODONTAL 4. PATOGENESIS GINGIVITIS 5. PATOGENESIS PERIODONTITIS

BENTUK2 PERTAHANAN GINGIVA: 1. Deskuamasi epitel & keratinisasi 2. Cairan sulkular 3. Lekosit pada daerah dentogingival 4. Saliva

Pembaruan sel Keratin Deskuamasi sel

CAIRAN SULKULAR/KREVIKULAR * KEBERADAANNYA: Transudat Eksudat * KOMPOSISI: Sel: bakteri, sel epitel deskuamasi, lekosit, limfosit, monosit Elektrolit: K, Na, Ca Bahan organik: karbohidrat (heksosamin glukosa dan asam heksuronat), Protein Produk metabolik & bakterial: asam laktat,urea, hidroksiprolin, endotoksin, substansi sitotoksik, hidrogen sulfida, faktor2 antibakterial Ensim: β-glukuronidase (ensim lisosomal), dehidrogenase asam laktat (ensim sitoplasmik), kolagenase (produksi fibroblas/lpn atau sekresi bakteri), posfolipase (ensim lisosomal)

AKTIVITAS SELULER DALAM CAIRAN SULKUS: Ditandai dari adanya: Sitokin (IL-1α dan IL-1β), yang dapat: 1. meningkatkan pengikatan LPN dan monosit ke sel-sel endotel 2. mestimulasi produksi PGE 2 dan pelepasan ensim lisosomal 3. menstimulasi resorpsi tulang INF-γ, yang berperan protektif karena mampu menghambat resorbsi tulang oleh IL-1β

PERANAN CAIRAN SULKUS SEBAGAI MEKANISME PERTAHANAN: 1. Aksi membilas 2. Kandungan sel protektif 3. Produksi ensim LEKOSIT PD DAERAH DENTOGINGIVAL Berada ekstravaskular pada jaringan yang dekat ke dasar sulkus. Komposisi: LPN 91,2% Limfosit B 58% Mononukleus 8,5 8,8% Limfosit T 24% Fagosit 18% Dalam keadaan vital, dan mampu memfagositosa dan membunuh bakteri.

SALIVA Mekanisme pengaruh saliva terhadap plak - Aksi pembersihan - Buffer thd asam - Kontrol aktivitas bakterial

FAKTOR2 ANTIBAKTERIAL : Bahan anorganik: ion, gas, bikarbonat, Na, K, posfat, Ca, F, amonia dan CO 2 Bahan organik: lisosim, laktoferin, mielo- peroksidase, laktoperok- sidase, aglutinin (gliko- protein, musin, antibodi, β2-makroglobulin, dan fibronektin)

o Lisosim memutus ikatan antara komponen2 struktural dinding sel bakteri yang meng- andung glikopeptida asam muramat seperti spesies Veilonella dan Actinobacillus acti- nomycetemcomitans. o Sistem laktoperoksidase-tiosianattiosianat bakterisi terhadap strein Lactobacillus dan Strepto- coccus dengan jalan menghalangi akumu- lasi lisin dan asam glutamat yang dibutuh- kan bakteri. o Laktoferin efektif terhadap strein Actinoba cillus. o Mieloperoksidase adalah ensim mirip per- oksidase yang dilepas lekosit dan bakte- risid terhadap Actinobacillus.

ANTIBODI SALIVA: Yang terutama adalah IgA yang diduga hasil sintesa lokal (tidak bereaksi terha- dap bakteri yang berasal dari usus). Diduga dapat menghambat perlekatan spe- sies Streptococcus ke sel-sel epitel, dan menghambat kemampuan bakteri melekat ke permukaan mukosa dan gigi.

LEKOSIT: Terutama LPN, dengan jumlah bervariasi antar in- dividu, antar waktu dalam sehari, dan meningkat jumlahnya pada keadaan gingivitis. Dalam keadaan vital, dan diberi nama khusus orogranulosit. Laju migrasi orogranulosit ke rongga mulut dina- makan laju migrasi orogranulosit (orogranulocytic migratory rate/omr). Terdapat korelasi antara OMR dengan keparahan inflamasi gingiva, sehingga dapat dipakai menilai keparahan gingivitis.

RESPON PEJAMU 1.Respon sel inflamasi 2.Antibodi 3.Komplemen 4.Mekanisme imunitas 5.Sitokin

RESPON SEL INFLAMASI Sel-sel yang terlibat: sel mast, netrofil, makrofag, limfosit, dan sel plasma Respon umum: merespon serangan bakteri dengan jalan migrasi khemotaksis dan berkum- pul pada tempat dimana bakteri berada dan akan: - memfagositosa bakteri dan kompo- nennya - menyingkirkan jaringan yang rusak

Respon sel mast: degranulasi bila antigen bereaksi dengan IgE dan dilepaslah: - mediator: SRS-A, heparin, bradikinin dll. - interleukin: efeknya meningkatkan aktivitas kola- genase - heparin: efeknya meningkatkan resorpsi tu- lang dengan jalan memperhebat efek hormon paratiroid

Respon netrofil: - Aksi protektif: khemotaksis ke daerah infeksi, memfa- gositosa, membunuh dan mencerna mi- kroorganisme, dan menetraliser subs- tansi toksik lainnya - Aksi destruktif: granulnya melepas lisosim, hidrolase asam, mieloperoksidase, kolagenase I dan III, katepsin G, elastase, se, dan laktoferin

Respon makrofag: - Aksi: º Fagositik; º bersama-sama Limfosit-T memproses antigen bagi Limfosit-B; º pada keadaan inflamasi dibentuk oleh differensiasi monosit pada daerah lesi - Yang menarik ke daerah inflamasi: sitokin dan faktor komplemen

- Sekresi: º sitokin (IL-1, IL-6, IL-10, TNF-γ, IN dan INF-γ) º insulin-like growth factors, serta faktor-faktor stimulator, inhibitor dan per tumbuhan lainnya - Produk: º prostaglandin º camp º kolagenase bila distimulasi oleh: º endotoksin bakteri º kompleks imun º interleukin

Respon limfosit: Tipe Limfosit Limfosit-T/Sel-T (berasal dari timus; berperan pada imunitas diperantarai sel) Subset: - Sel T helper-inducer (sel - Sel T supressor-cytotoxic (sel TS) Limfosit-B/Sel-B (berasal dari hati/limpa/sumsum tulang; merupakan prekursor sel plasma dan berperan pada imunitas humoral) Sel natural killer/sel NK dan Sel killer

Respon sel plasma: - Asal: differensiasi sel-b - Aksi: º menghasilkan protein º memproduksi imunoglobulin dan antibodi

ANTIBODI (Imunoglobulin) Merupakan produk pejamu sebagai respon terhadap bakteri oral dan produknya. Ig IgG IgM IgA IgE IgD IgG1, IgG2, IgG3, IgG4 IgM1, IgM2 IgA1, IgA2

Peranan pada inflamasi: Reaksi dan Proses Pengaktifan komplemen oleh kompleks Ag-Ab. Ab. Meningkatkan stimulasi limfosit oleh kompleks Ag-Ab. Ab. Pemblokiran limfosit oleh antibodi bebas atau oleh kompleks Ag-Ab. Ab. Netralisasi alergen bakteri, toksin, atau ensim histiolitik. E f e k Perubahan dini yg protektif pada inflamasi. Pelepasan sitokin dgn efek protektif dan destruktif. Penekanan terhadap reaksi imunitas diperantarai sel. Protektif. Protektif. Peningkatan opsonisasi atau

Sifat-sifat biologis imunoglobulin: Imunoglobulin IgG IgM IgE IgD IgA Sifat-sifat biologis Menetraliser toksin bakteri dengan jalan mengikatkannya ke bakteri sehingga fagositosanya meningkat. Berperan pada stadium awal infeksi; merupakan aktivator sistem komplemen. Berperan dalam reaksi alergis akut. Memicu penstimulasian sel B oleh antigen yang merupakan awal dari respon imunitas. Protektif terhadap bakteri dan virus; mengaktifkan komplemen

KOMPLEMEN Jalur Langsung Kompleks imun IgG-1,2,3, IgM teragregasi Plasmin Kalikrein Tripsin C1qrs C4, C3 C1 Lipo-oligosakarida Simosan IgG4, IgE teragregasi Plasmin Tripsin C3 C5,6,7 C8, C9 C42 C3 C3a, C3b C3 Properdin Cobra venom Jalur Alternatif C5 C5,6,7 C5a C5b Ensim lisosomal Tripsin Lisis sel

Efek biologis komplemen: Aktivitas Perusakan sel secara sitolitik dan sitotoksik. Aktivitas khemotaksis lekosit. Pelepasan histamin oleh sel mast. Peningkatan permeabilitas vaskular. Aktivitas kinin. Pelepasan ensim lisosomal dari lekosit. Peningkatan fagositosis. Mendorong pembekuan darah. Meningkatkan lisis klot darah. Inaktivasi lipopolisakarida bakteri dari endotoksin. Komponen Komplemen C1 9 C3a, C5a, C567 C3a, C5a C3a, C5a C2, C3a C5a C3, C5 C6 C3, C4 C5, C6

MEKANISME IMUNITAS Merupakan respon protektif pejamu Terhadap serangan benda asing (bakteri dan virus). Bila reaksinya berlebihan (over- reaction) ) justeru menimbulkan keru- sakan pada jaringan, sehingga ber- peran dalam patogenesis gingivitis dan periodontitis.

Tipe I (Reaksi Anafilaksis) IgE Sel mast/ Basofil Antigen Histamin SRS-A Eosinophil chemotactic factor Bradikinin

Mediator farmakologis yang dilepas oleh sel mast: Mediator Histamin SRS-A Bradikinin α-2-makroglobulin Aksi farmakologis Meningkatkan permeabilitas kapiler. Kontraksi otot polos. Stimulasi kelenjar eksokrin. Dilatasi dan meningkatkan permeabilitas vena. Respon kulit: eritema. Resorpsi tulang (???). Kontraksi otot polos. Peningkatan permeabilitas vaskular. Kontraksi otot polos. Vasodilatasi. Peningkatan permeabilitas vaskular. Migrasi lekosit. Stimulasi serabut saraf perasa nyeri sakit. Aktivasi kolagenase.

Tipe II (Reaksi Sitotoksik) Jaringan atau sel mononukleus Antigen IgG/IgM Lisis Inaktivasi sel Aktivasi komplemen Fagositosis Stimulasi sel

Tipe III (Kompleks Imun/Reaksi Arthus) Antigen IgG/IgM Aktivasi komplemen Pembuluh darah Lisosom Lekosit polimorfonukleus

Tipe IV (Reaksi Diperantarai Sel/ Hipersewnsitivitas Tipe Lambat) Limfosit-T Antigen Sitokin: IL-1 IL-4 TNF-β Faktor2 khemotaksis