BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Setelah proses perancangan selesai, maka dalam bab ini akan diungkapkan dan diuraikan mengenai persiapan komponen dan peralatan yang dipergunakan, serta langkah-langkah praktek, kemudian menyiapkan data hasil pengujian. Pelaksanaan pendataan menggunakan sebuah rangkaian dan dilakukan secara berulang-ulang supaya dihasilkan data yang benar-benar tepat. Sebelum melakukan pendataan, terlebih dahulu mempelajari alat tersebut kemudian menentukan titik pengukuran. Gambar 4.1 Garasi Otomatis 39
40 4.1 Pengujian Perangkat Sebelum membuat rangkaian yang akan digunakan sebagai pendataan bahan ilmiah, terlebih dahulu mempersiapkan alat yang diperlukan sebagai penunjang pada saat melakukan pengujian pada rangkaian. Adapun alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 Bahan-bahan yang dipergunakan NO Nama Barang Jumlah Barang 1 Arduino UNO 1 2 Motor DC 12v 1 3 Kabel USB (Universal Serial Bus) 1 4 Motor Shield L298 1 5 Baterai 12v 1 6 Akrilic 1 7 Android 1 8 Modul Bluetooth 1 9 Multimeter 1 4.2 Pengujian Setiap Blok Sebelum melaksanakan pendataan pada rangkaian terlebih dahulu memeriksa hubungan-hubungan pada rangkaian. Langkah selanjutnya adalah menentukan test point untuk pengujian pada rangkaian yang akan didata. Adapun proses pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
41 4.2.1 Pengujian Modul Bluetooth Dengan Android Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Modul Bluetooth HC-05 ini dapat berkomunikasi dengan Android. Pengujian ini dilakukan dengan memberikan power 3.3v pada modul Bluetooth yang kemudian keberadaannya dideteksi oleh Android dengan men-scan Bluetooth. Gambar 4.2 Android Sedang Men-scan Modul Bluetooth Setelah Android selesai men-scan, pada bagian available device terdapat device yang terdeteksi oleh Android yaitu modul Bluetooth HC-05 yang saya gunakan. Pilih, kemudian muncul kotak dialog Bluetooth Pairing Request yang meminta PIN (default : 1234) untuk pairing dengan Android.
42 Gambar 4.3 Modul Bluetooth Meminta PIN Untuk Pairing Dengan Android Gambar 4.4 Modul Bluetooth Sudah Pairing Dengan Android
43 4.2.2 Pengujian Program Arduino UNO IDE Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah secara Aplikasi program Arduino IDE yang akan di-upload ke Arduino UNO sudah benar atau perlu adanya perbaikan. Pengujian ini dilakukan dengan cara Verify/Compile pada lembar Sketch yang sudah diisi dengan program, bila program pada lembar Sketch berjalan dengan baik setelah di-verify/compile maka akan terlihat seperti gambar 4.4 dan 4.5. Gambar 4.5 Sketch Sedang Di-compile
44 Gambar 4.6 Sketch Selesai Di-compile 4.2.3 Pengujian Arduino UNO Pada Robot Setelah proses Verify/Compile berjalan dengan baik, langkah selanjutnya adalah melakukan upload program dengan cara menghubungkan Arduino UNO ke komputer dengan kabel USB (Universal Serial Bus), kemudian komputer akan mendeteksi keberadaan Arduino UNO berikut dengan port yang digunakannya. Cek keberadaan port Arduino UNO dengan membuka Device Manager (Start Control Panel System and Security Device Manager), lihat pada bagian Ports (COM & LPT), Port Arduino UNO terdeteksi pada Port COM12.
45 Gambar 4.7 Port Arduino UNO Terdeteksi Oleh Komputer Setelah Arduino UNO terhubung, buka Sketch Arduino UNO yang telah di-program dan di-verify/compile sebelumnya, cek keberadaan Port Arduino UNO pada program Arduino IDE, klik Tools Serial Port.
46 Gambar 4.8 Port Arduino UNO Lalu klik upload pada toolbar. Bila proses uploading berjalan dengan lancar maka akan muncul keterangan Done Uploading.
47 Gambar 4.9 Proses Upload Ke Arduino UNO Gambar 4.10 Proses Uploading Selesai
48 4.2.4 Pengujian Program Eclipse Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah secara Aplikasi program Eclipse yang akan di-install ke Android sudah benar atau perlu adanya perbaikan. Pengujian ini dilakukan dengan cara men-save coding program yang telah dibuat, apabila terjadi kesalahan coding, maka akan muncul error pada kotak dialog Console. Jika tidak, maka kotak dialog Console tidak muncul keterangan error. Ada 3 file yang di-coding pada aplikasi Eclipse, yaitu AndroidManifest.xml, Main.xml (berada dalam folder res layout), dan Activity.java (berada dalam folder src). Gambar 4.11 File-File Yang Di-coding
49 Android Manifest Android Manifest merupakan sebuah xml yang berisi informasi mengenai aplikasi, seperti versi dari aplikasi, nama package, level SDK yang digunakan, beserta icon dan nama yang diberikan untuk Aplikasi. Selain itu Android Manifest juga digunakan sebagai pengatur Activity-activity yang terdapat pada aplikasi, berupa daftar kelas-kelas java, penggunaan intent untuk pemilihan, dan pemberian Label/Title pada suatu Activity saat mereka aktif. AndroidManifest.xml ini secara otomatis ada jika kita membuat sebuah project. Karena pada Tugas Akhir ini menggunakan Bluetooth sebagai media, maka perlu ditambah kan kode : <uses-permission android:name="android.permission.bluetooth" /> <uses-permission android:name="android.permission.bluetooth_admin" /> Gambar 4.12 Coding Program Pada Manifest.xml
50 Main Main.xml digunakan untuk menggambar layout dan user interface di android, dengan menggunakan format bahasa xml. Gambar 4.13 Coding Program Pada Main.xml Gambar 4.14 Bentuk Graphical Layout Pada Aplikasi Android
51 Activity Activity dalam Android adalah sebuah kelas untuk menjalankan sebuah layout yang berisi interface seperti text view, button, combo box dll. Gambar 4.15 Coding Program Pada Activity.java Setelah coding program selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah mengekspor aplikasi Android menjadi file APK (Android Package) saya menamakannya control.apk. kemudian install file APK di Android.
52 4.3 Pengujian Sistem Keseluruhan Tujuan dari pengujian sistem secara keseluruhan adalah untuk mengetahui bagaimana cara robot bergerak dan berkomunikasi sesuai dengan pengontrolan yang dilakukan oleh user. Pengujian dilakukan dengan mencoba tombol yang ada pada aplikasi control yang sudah ter-install pada Android. Setiap pengujian dilakukan step by step yaitu garasi tertutup dan terbuka. 4.3.1 Pengujian Garasi Tertutup Pengujian yang pertama dilakukan adalah pengujian pergerakan garasi tertutup, tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperlihatkan bagaimana pergerakan garasi ini pada saat tertutup. 1 2 3 4 Gambar 4.16 Garasi Bergerak Menutup
53 Dari gambar tersebut hasil pengujian garasi tertutup ini berjalan dengan lancar dan garasi berhasil bergerak maju untuk menutup sesuai perintah. 4.3.2 Pengujian Garasi Terbuka Pengujian yang kedua adalah pengujian garasi terbuka, tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperlihatkan bagaimana pergerakan garasi ini pada saat terbuka. 1 2 3 4 Gambar 4.17 Garasi Bergerak Membuka Dari gambar tersebut hasil pengujian garasi terbuka ini berjalan dengan lancar dan garasi berhasil bergerak mundur untuk membuka sesuai perintah.
54 4.4 Pengujian Jarak Berdasarkan teori yang didapat, layanan komunikasi Bluetooth hanya menjangkau jarak sekitar ±10 meter. Namun, dari hasil pengujian garasi ini dapat dikendalikan sejauh lebih dari 20 meter pada ruang terbuka.