BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian survei metode gayaberat secara garis besar penyelidikan

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. berupa data gayaberat. Adapun metode penelitian tersebut meliputi prosesing/

BAB III PENGUKURAN DAN PENGOLAHAN DATA. Penelitian dilakukan menggunakan gravimeter seri LaCoste & Romberg No.

BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah data gayaberat daerah

BAB I PENDAHULUAN. Gayaberat merupakan salah satu metode dalam geofisika. Nilai Gayaberat di

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, ada beberapa tahapan yang ditempuh dalam

Gambar 4.1. Peta penyebaran pengukuran gaya berat daerah panas bumi tambu

MAKALAH GRAVITASI DAN GEOMAGNET INTERPRETASI ANOMALI MEDAN GRAVITASI OLEH PROGRAM STUDI FISIKA JURUSAN MIPA FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Posisi Kepulauan Indonesia yang terletak pada pertemuan antara tiga

Gambar 3.1. Daerah Penelitian (Sumber : Google Earth)

IV. METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORITIS PERMASALAHAN

BAB III. TEORI DASAR. benda adalah sebanding dengan massa kedua benda tersebut dan berbanding

BAB IV AKUISISI DAN PENGOLAHAN DATA LAPANGAN

PEMODELAN DINAMIKA MASSA RESERVOIR PANAS BUMI MENGGUNAKAN METODE 4D MICROGRAVITY

KOREKSI-KOREKSI KONVERSI HARGA BACAAN KOREKSI PASANG SURUT KOREKSI DRIFT

V. INTERPRETASI DAN ANALISIS

2014 PROGRAM PEMBUATAN KONTUR ANOMALI GAYABERAT MENGGUNAKAN METODE MESH POLYGON

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

commit to user 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi

BAB 2 TEORI DASAR. Gambar 2.1. Sketsa gaya tarik dua benda berjarak R.

BAB III TEORI DASAR (3.1-1) dimana F : Gaya antara dua partikel bermassa m 1 dan m 2. r : jarak antara dua partikel

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan

TEORI DASAR. variasi medan gravitasi akibat variasi rapat massa batuan di bawah. eksplorasi mineral dan lainnya (Kearey dkk., 2002).

BAB II TEORI DASAR METODE GRAVITASI

BAB II METODE PENELITIAN

IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN DATA GAYABERAT DI DAERAH KOTO TANGAH, KOTA PADANG, SUMATERA BARAT

PROGRAM PEMBUATAN KONTUR ANOMALI GAYABERAT MENGGUNAKAN METODE MESH POLYGON

2 1 2 D. Berdasarkan penelitian di daerah

III. TEORI DASAR. variasi medan gravitasi di permukaan bumi. Metode gayaberat dilandasi oleh

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KETELITIAN PENGUKURAN GAYABERAT MENGGUNAKAN METODE GRID TERATUR DAN GRID ACAK

Unnes Physics Journal

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Dengan batas koordinat UTM X dari m sampai m, sedangkan

APLIKASI METODE GAYABERAT UNTUK MEMPREDIKSI PROSPEK PANASBUMI DI DAERAH KUNINGAN, JAWA BARAT

BAB 2 TEORI DASAR 2.1 Metode Geologi

ANALISIS REDUKSI TOPOGRAFI DATA GAYABERAT DENGAN PENDEKATAN METODE LA FEHR DAN WHITMAN PADA PENENTUAN ANOMALI BOUGUER

BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISA ANOMALI BOUGUER

BAB 4 PENGOLAHAN DAN INTERPRETASI DATA GEOFISIKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghasilkan variasi medan magnet bumi yang berhubungan dengan

PRESENTASI SIDANG SKRIPSI. 23 Juli 2012 Lutfia P.I.A

2014 INTERPRETASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAERAH LEUWIDAMAR BERDASARKAN ANALISIS SPEKTRAL DATA GAYABERAT

PEMETAAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH PANAS BUMI MG DENGAN METODE GRAVITASI. Magfirah Ismayanti, Muhammad Hamzah, Lantu

Studi Anomali Gayaberat Free Air di Kota Surabaya

Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Dengan Menggunakan Metode Gravity Di Desa Sumbermanjingwetan dan Desa Druju Malang Selatan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, ada beberapa tahapan yang ditempuh dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. nilai resistivitas di bawah permukaan. Data primer yang didapat adalah data

BAB IV AKUISISI DAN PENGOLAHAN DATA

PEMETAAN ANOMALI BOUGUER LENGKAP DAN TOPOGRAFI SERTA PENENTUAN DENSITAS BOUGUER BATUAN DAERAH PANAS BUMI PAMANCALAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data secara langsung (primer)

BAB II TEORI DASAR 2.1. Metode Geologi

STUDI ANOMALI BAWAH PERMUKAAN DAERAH SEKITAR MANIFESTASI AIR PANAS, DESA WAGIR LOR, KEC. NGEBEL, KAB. PONOROGO DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK

METODOLOGI PENELITIAN. : Pertamina Upstream Technology Center. : Jl. Medan Merdeka Timur No. 6 Jakarta Pusat. Tanggal : 3 November 24 Desember 2014

III. TEORI DASAR. Dasar dari metode gayaberat adalah hukum Newton tentang gayaberat dan teori

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian

LAPORAN AKHIR PENELITIAN HIBAH KOMPTENSI APLIKASI METODE GAYABERAT MIKRO ANTAR WAKTU UNTUK PEMANTAUAN INTRUSI AIR LAUT DI KAWASAN SEMARANG UTARA

III. TEORI DASAR. kedua benda tersebut. Hukum gravitasi Newton (Gambar 6): Gambar 6. Gaya tarik menarik merarik antara dua benda m 1 dan m 2.

Yesika Wahyu Indrianti 1, Adi Susilo 1, Hikhmadhan Gultaf 2.

BAB I PENDAHULUAN. lempeng besar (Eurasia, Hindia-Australia, dan Pasifik) menjadikannya memiliki

BAB III TEORI DASAR. 3.1 Metode Gayaberat

GEOMETRI BATUAN DASAR (BASEMENT) DAERAH SERANG BANTEN BERDASARKAN DATA GAYABERAT BASEMENT GEOMETRY OF SERANG BANTEN BASED ON GRAVITY DATA

MODUL FISIKA BUMI METODE GAYA BERAT

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2015, mulai dari pukul

ISSN No Jurnal Sangkareang Mataram 63 INVERSI DATA GAYA BERAT 3D BERBASIS ALGORITMA FAST FORIER TRANSFORM DI DAERAH BANTEN INDONESIA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Alur Penelitian Pada bagian ini akan dipaparkan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian.

PENENTUAN MODEL GEOID LOKAL DELTA MAHAKAM BESERTA ANALISIS

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Pengukuran geofisika adalah usaha untuk mendapatkan kuantitas parameterparameter

PENENTUAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN KOTA MAKASSAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE GAYABERAT (GRAVITY)

STUDI POTENSI ENERGI GEOTHERMAL BLAWAN- IJEN, JAWA TIMUR BERDASARKAN METODE GRAVITY

Bab III Akuisisi dan Pengolahan Data

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UNIVERSITAS INDONESIA IDENTIFIKASI BASIN DAN PENENTUAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN DATA GAYABERAT (STUDI KASUS CEKUNGAN SUMATERA SELATAN)

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... INTISARI... ABSTRACT... KATA PENGANTAR...

BAB I PENDAHULUAN. Tuban adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur, Indonesia. Penduduknya

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kegiatan eksplorasi perminyakan, batuan karbonat memiliki

STUDI IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAN KEBERADAAN HIDROKARBON BERDASARKAN DATA ANOMALI GAYA BERAT PADA DAERAH CEKUNGAN KALIMANTAN TENGAH

INVERSI DATA GAYA BERAT 3D BERBASIS ALGORITMA FAST FORIER TRANSFORM DI DAERAH BANTEN INDONESIA

BAB III DATA dan PENGOLAHAN DATA

STUDI IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAN KEBERADAAN HIDROKARBON BERDASARKAN DATA ANOMALI GAYA BERAT PADA DAERAH CEKUNGAN KALIMANTAN TENGAH

PENGUKURAN GAYA BERAT DI G. BATUR PEBRUARI - MARET 2009

Unnes Physics Journal

EKSPLORASI GAYA BERAT, oleh Muh Sarkowi Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta Telp: ; Fax:

Identifikasi Struktur Lapisan Bawah Permukaan Daerah Potensial Mineral dengan Menggunakan Metode Gravitasi di Lapangan A, Pongkor, Jawa Barat

Secara umum teknik pengukuran magnetik ini pada setiap stasiun dapat dijelaskan sebagai berikut :

PEMODELAN ANOMALI GRAVITASI MENGGUNAKAN METODE INVERSI 2D (DUA DIMENSI) PADA AREA PROSPEK PANAS BUMI LAPANGAN A

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. geolistrik dengan konfigurasi elektroda Schlumberger. Pada konfigurasi

Pemisahan Anomali Regional-Residual pada Metode Gravitasi Menggunakan Metode Moving Average, Polynomial dan Inversion

BAB IV PENGOLAHAN DAN INTERPRETASI DATA GEOFISIKA

Pemodelan Sintetik Gaya Berat Mikro Selang Waktu Lubang Bor. Menggunakan BHGM AP2009 Sebagai Studi Kelayakan Untuk Keperluan

Pengantar Praktikum Metode Gravitasi dan Magnetik

Transkripsi:

24 BAB III METODE PENELITIAN 3. 1 Metode dan Desain Penelitian Data variasi medan gravitasi merupakan data hasil pengukuran di lapangan yang telah dilakukan oleh tim geofisika eksplorasi Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Bandung dengan bantuan alat Gravimeter La Coste & Romberg tipe G-804. Dalam pengukurannya, alat tersebut menggunakan sistem pengukuran secara relatif artinya data yang terbaca dari gravimeter tidak langsung dalam satuan miligal, melainkan dalam satuan skala pembacaan (count) yang dapat dikonversi ke satuan miligal dengan menggunakan tabel konversi berdasarkan spesifikasi alat gravimeter La Coste & Romberg tipe G-804. Pada data tersebut masih terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi nilai pengukuran medan gravitasi dilapangan seperti faktor alat, faktor topografi area, faktor lintang, faktor ketinggian serta faktor pasang surut. Sehingga untuk memperoleh variasi medan gravitasi yang akurat dilakukan koreksi-koreksi pada data tersebut. Setelah dilakukan tahapan koreksi, maka akan diperoleh nilai anomali bouguer (anomali gayaberat). Data anomali bouguer lengkap dan koordinat di plot dengan menggunakan surfer versi 11 sehingga diperoleh peta kontur anomali bouguer, kemudian dibuat model penampang bawah permukaan untuk dilakukan proses interpretasi secara kuantitaif. 3. 1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada di daerah Kuningan, Jawa barat. Secara geografis daerah penelitian terletak antara 108 o 30 108 o 35 BT dan 7 o 00 7 o 10 LS.

25 Keterangan : : Lokasi Penelitian Gambar 3.1 Peta lokasi penelitian (www.kab.kuningan/petakuningan.html) 3. 2 Alur Penelitian Terdapat beberapa tahapan penelitian untuk mendapatkan solusi penyelesaian masalah dan mencapai tujuan dalam penelitian ini, antara lain : a. Studi literatur Studi literatur ini dilakukan untuk mempelajari secara lebih mendalam mengenai metode gayaberat berdasarkan sumber/referensi yang relevan dengan penelitian. Referensi tersebut berupa Buku, Artikel dan Jurnal Ilmiah. b. Data Lapangan Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder, artinya dalam penelitian ini, peneliti tidak melakukan pengambilan data secara langsung

26 melainkan data tersebut merupakan hasil pengambilan data tim Geofisika Eksplorasi Geoteknologi LIPI Bandung. c. Pengolahan data gayaberat Pengolahan data gayaberat dilakukan di Laboratorium Earth dan Hazard Geoteknologi LIPI Bandung. Dalam penelitian ini, Tahapan-tahapan pengolahan data gayaberat ditampilkan dalam diagram alur berikut ini :

27 Data Gayaberat Hasil pengukuran Pengolahan Data Pada Metode Gayaberat Koreksi-Koreksi pada Data Gayaberat : 1. Koreksi Pasang Surut 2. Koreksi Lintang 3. Koreksi Apungan 4. Koreksi Udara Bebas 5. Koreksi Medan 6. Koreksi Bouguer Complete Bouguer Anomaly (CBA) Gridding Hasil Gridding Pemisahan Anomali Regional- Residual menggunakan Metode Trend Surface Analysis (TSA) Pemodelan 2D Struktur Bawah Permukaan menggunakan Gm-Sys Regional Residual Geologi Regional Interpretasi Kualitatif Interpretasi Kuantitatif Gambar 3.2 Diagram Alur Penelitian Selesai

28 3. 3 Teknik Pengambilan Data 3.3.1 Alat dan Bahan Adapun alat-alat yang digunakan dalam akuisisi data gayaberat, antara lain : 1. Gravimeter La Coste & Romberg tipe G-804 Alat ini digunakan untuk mengukur nilai gravitasi pada tiap titik pengukuran di lapangan. Gravimeter ini mempunyai rentang skala 0 7000 skala (setara dengan 7000 mgal) dan ketelitian baca sebesar 0,01 mgal. Selain itu, alat tersebut juga dilengkapi dengan thermostat yang berfungsi untuk menjaga kestabilan temperatur. 2. GPS (Global Postion system) GPS (Global Postion system) digunakan untuk mengetahui posisi (lintang dan bujur) dari tiap titik pengukuran di lapangan. 3. Altimeter Altimeter digunakan untuk mengetahui ketinggian dari tiap titik pengukuran di lapangan. 4. Jam tangan Jam tangan digunakan untuk mengetahui waktu pada saat hasil pembacaan oleh alat gravimeter. 5. Alat tulis Selain itu, terdapat beberapa software yang digunakan dalam pengolahan data gayaberat, antara lain : 1. Microsoft Excel Koreksi-koreksi dalam pengolahan data gayaberat dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel 2010. 2. Matlab R2013 Bahasa pemprograman Matlab R2013 digunakan untuk membuat program Trend Surface Analysis (TSA) orde 1-3.

29 3. Surfer versi 11 Setelah diperoleh anomali bouguer lengkap, maka dibuat peta kontur anomali bouguer dengan bantuan perangkat lunak Surfer versi 11. Selain itu, perangkat lunak tersebut digunakan untuk proses sayatan sebagai data masukan dalam pemodelan 2D. 4. GM-sys Perangkan lunak GM-Sys digunakan dalam pemodelan 2D penampang bawah permukaan. 3.3.2 Akuisisi Data Adapun teknik-teknik yang digunakan dalam akuisisi data gayaberat, antara lain : 1. Menentukan lokasi titik-titik pengukuran Penentuan titik-titik pengamatan dibuat pada peta topografi dengan interval titik pengukuran tertentu. Semakin rapat titik-titik pengukuran, maka informasi yang diperoleh menjadi lebih akurat. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi titiktitik pengukuran antara lain : - Letak titik-titik pengukuran harus jelas sehingga apabila dilakukan pengukuran ulang akan lebih mudah mendapatkannya. - Lokasi titik-titik pengukuran harus mudah dijangkau serta jauh dari pengaruh kendaraan bermotor, mesin dan lain sebagainya. 2. Menentukan Base Station (Titik ikat) pengukuran Dalam pengambilan data gayaberat, nilai titik pangkal utama harus diketahui. Untuk itu, titik pangkal utama tersebut dibuat dengan mengacu pada Jaringan Gayaberat Nasional (JGN). Sehingga nilai titik pangkal utama dapat dimanfaatkan untuk menentukan titik base station (titik ikat) pengukuran sebagai jaringan gayaberat setempat.

30 3. Pengukuran gayaberat di lapangan Pengukuran gayaberat di lapangan dilakukan dengan teknik looping artinya pengukuran gayaberat di awali di base station dan di akhiri pula di base station. Gambar 3.3 Teknik Pengukuran Gayaberat di Lapangan Dari hasil pengukuran, diperoleh data sebagai berikut : 1. Nama station titik-titik pengukuran 2. Posisi titik-titik pengukuran berupa lintang dan bujur 3. Nilai pembacaan gravimeter 4. Waktu saat pembacaan 5. Nilai ketinggian titik-titik pengukuran 3. 4 Langkah-Langkah Pengolahan Data Gayaberat Dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan di Laboratorium Earth and hazard LIPI Bandung. Berikut tahapan-tahapan dalam pengolahan data gayaberat, antara lain : 3.4.1 Konversi Nilai Baca Alat dalam mgal Data hasil pengukuran menggunakan alat gravimeter La Coste & Romberg G-804 masih dalam satuan skala (count). Untuk itu perlu dilakukan konversi ke dalam satuan mgal dengan bantuan tabel konversi berdasarkan spesifikasi alat gravimeter La Coste & Romberg G-804 kemudian disubstitusikan ke dalam persamaan 3.1 sebagai berikut :

31 Tabel 3.1 Tabel Konversi Berdasarkan Spesifikasi Alat Gravimeter La Coste & Roemberg G-804 Pembacaan Nilai dalam Counter mgal Faktor Interval 1400 1425,09 1,01778 1500 1526,87 1,01782 1600 1628,65 1,01786 1700 1730,44 1,01790 Persamaan untuk proses konversi ke dalam satuan mgal, yaitu : G k = [ Nilai dalam mgal +( (G r Pembacaan Counter) x Faktor Interval)] (3.1) dimana : G k merupakan harga g hasil konversi dalam mgal Gr merupakan harga g bacaan dari alat gravimeter 3.4.2 Reduksi Data Gayaberat A. Koreksi Pasang Surut Untuk menentukan nilai pasang surut, digunakan (tidelongman.exe) dengan masukan : - Nama file - Beda waktu (untuk Indonesia GMT 8) - Longitude dan Latitude - Tanggal mulai - Tanggal akhir - Waktu mulai serta - Waktu selesai Software Tide

32 Karena data yang digunakan berupa data sekunder, koreksi pasang surut telah tertera pada data tersebut. B. Nilai g dalam mgal terkoreksi Pasang Surut Persamaan yang digunakan dalam menentukan nilai g dalam mgal terkoreksi Pasang Surut adalah GST = G k dalam mgal + Tide (3.2) dimana : - GST merupakan nilai g dalam mgal terkoreksi pasang surut - Tide merupakan nilai pasang surut - G k merupakan harga g hasil konversi dalam mgal C. Koreksi Apungan Persamaan yang digunakan dalam menentukan koreksi apaungan adalah : ) (3.3) dimana : GST akhir merupakan bacaan g terkoreksi pasang surut di BS akhir GST awal merupakan bacaan g terkoreksi pasang surut di BS awal t akhir merupakan waktu pada BS akhir t awal merupakan waktu pada BS awal t n merupakan waktu pada BS ke-n D. Medan gayaberat terkoreksi oleh koreksi apungan Persamaan yang digunakan untuk menentukan medan gayaberat terkoreksi oleh koreksi apungan adalah : GSTD = GST drift correction (3.4)

33 dimana : GSTD merupakan harga g terkoreksi oleh koreksi apungan GST merupakan harga g terkoreksi pasang surut E. Nilai Different in Reading (g diff ) Different in Reading (g diff ) bertujuan untuk menghitung perbedaan nilai g pada setiap station pengamatan dengan nilai g di base station. Persamaan yang digunakan adalah : g diff = GSTD GSTD base station (3.5) F. Nilai Gayaberat Observasi Persamaan yang digunakan untuk menentukan medan gayaberat observasi adalah : g obs = 978205,1358085 + g diff (3.6) G. Nilai Gayaberat Normal Persamaan koreksi lintang berdasarkan Geodetic Reference System 1967 (GRS67) : (3.7) H. Koreksi Udara Bebas Indonesia terletak pada lintang antara -45 0 sampai 45 0, maka besarnya koreksi udara bebas adalah 0,3086 dikalikan elevasi tiap datum pengukuran. Secara matematis persamaan untuk koreksi udara bebas adalah : KUB = 0,3086 x h (3.8)

34 I. Menentukan Nilai Densitas Batuan Rata-Rata Untuk menentukan nilai densitas batuan rata-rata, penulis menggunakan metode parasnis. Adapun persamaan yang digunakan dalam metode parasnis direpresentasikan sebagai berikut : g obs g N + g FAC = ρ ( g bouguer TC) (3.9) Teknik pengolahan data pada metode paranis ini dengan memplot nilai g obs g N + g FAC (sumbu y) terhadap g bouguer TC (sumbu x) sehingga nilai kemiringannya merupakan nilai ρ (densitas rata-rata batuan). J. Koreksi Bouguer Persamaan yang digunakan pada koreksi bouguer adalah : KB = 0,04191ρh mgal (3.10) dimana : KB adalah Koreksi Bouguer (mgal) ρ adalah densitas rata-rata batuan h adalah elevasi (m) K. Koreksi Medan Dalam perhitungan ini, nilai koreksi medan telah ditentukan di lapangan. Nilai koreksi medan untuk station GR-23 adalah 0,1666 mgal. L. Nilai Anomali Bouguer Lengkap Persamaan yang digunakan untuk menentukan anomali bouguer lengkap adalah : CBA = g obs g lintang + KUB KB + KT (3.11) Dimana : CBA merupakan anomali bouguer lengkap (mgal)

35 FAC merupakan koreksi udara bebas (mgal) KB merupakan koreksi bouguer (mgal) KT merupakan koreksi medan 3.4.3 Pembuatan Peta Anomali Bouguer Setelah diperoleh nilai anomali bouguer lengkap untuk semua data, kemudian di buat peta kontur anomali bouguer dengan menggunakan Golden Software Surfer versi 11, yaitu dengan melakukan plotting data anomali bouguer lengkap serta posisi (lintang dan bujur) dari titik-titik pengukuran. 3.4.4 Pemisahan Anomali Bouguer Menjadi Anomali Regional dan Anomali Residual Pemisahan anomali bouguer menjadi anomali regional dan anomali residual dilakukan dengan menggunakan bahasa pemprograman Matlab R2013. Metode yang digunakan dalam pemisahan anomali regional-residual adalah Metode Polynomial (Trend Surface Analysis) orde 3, menimbang TSA orde 3 dianggap sebagai orde tertinggi. Hal ini disebabkan karena persamaan TSA pada orde yang lebih tinggi akan menghasilkan suatu perhitungan yang tidak akurat, sehingga persamaan TSA hanya dibatasi sampai orde sederhana dai 1-3. Data masukan pada bahasa pemprograman Matlab berupa data koordinat x, koordinat y dan anomali bouguer lengkap dengan asumsi bahwa data tersebut telah dilakukan proses gridding data dengan bantuan Software Surfer versi 11. Data keluaran dari program tersebut berupa peta kontur anomali regional dan peta kontur anomali residual yang di deskripsikan sebagai berikut : a. Anomali Regional Untuk memperoleh anomali regional, terlebih dahulu dihitung koefisien polynomial dari orde 3 dengan menggunakan persamaan (2.28c) dan (2.32). Setelah itu, Anomali Regional diperoleh dengan menggunakan persamaan Trend Surface Polynomial (TSA) orde 3 yang ditunjukkan oleh persamaan (2.28c). dengan c n merupakan nilai konstanta polynomial yang telah dicari serta x n dan y n merupakan koordinat x dan y hasil gridding.

36 b. Anomali Residual Anomali residual diperoleh dengan mengurangkan anomali bouguer lengkap terhadap anomali regional hasil perhitungan Trend Surface Analysis Orde 3. Data berupa peta kontur anomali regional dan residual yang dibuat melalui bahasa pemprograman pada Matlab R2013. 3.4.5 Pemodelan 2D Penampang Bawah Permukaan Pemodelan penampang bawah permukaan dilakukan dengan cara membuat dua buah sayatan yakni Sayatan lintasan A-A dan Sayatan lintasan R-R pada peta anomali bouguer dengan bantuan Software surfer versi 11. Sayatan yang dibuat pada peta kontur anomnali bouguer berupa garis yang mewakili nilai anomali bouguer rendah sampai nilai anomali bouguer tinggi. Hasil sayatan yang diperoleh akan ditampilkan dalam bentuk model dua dimensi yakni grafik hubungan antara nilai anomali bouguer lengkap terhadap jarak (spasi gridding) yang menjadi input pada software GM-Sys. Untuk membuat model struktur bawah permukaan, data masukan pada software GM-sys terdiri dari data anomali berupa data anomali bouguer lengkap dan jarak serta data topografi berupa data ketinggian dan jarak. Langkah selanjutnya adalah mencocokkan hasil grafik anomali bouguer di lapangan dengan hasil grafik anomali bouguer pemodelan dengan memasukkan nilai densitas batuan. Selain itu, lapisan batuan dibuat dengan mengacu berdasarkan informasi peta geologi daerah setempat. 3. 5 Interpretasi Data Interpretasi data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kualitatif dilakukan pada peta kontur anomali bouguer dan peta kontur anomali residual hasil pemisahan anomali dengan menggunakan metode Trend Surface Analysis (TSA) orde 3. Sedangkan interpretasi kuantitatif dilakukan berdasarkan hasil pemodelan 2D penampang bawah permukaan.