BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
udara maupun benda padat. Manusia dapat berkomunikasi dengan manusia dari gagasan yang ingin disampaikan pada pendengar.

Pengenalan Pembicara dengan Ekstraksi Ciri MFCC Menggunakan Kuantisasi Vektor (VQ) Yoyo Somantri & Erik Haritman dosen tek elektro fptk UPI.

IDENTIFIKASI CAMPURAN NADA PADA SUARA PIANO MENGGUNAKAN CODEBOOK

PENDAHULUAN. Latar Belakang

PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

2.4. Vector Quantization Kebisingan BAB III METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Requirements Definition...

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

PENDETEKSIAN TINGKAT USIA MUDA, DEWASA DAN TUA MENGGUNAKAN METODE MFCC DAN FUZZY LOGIC BERBASISKAN SPEECH RECOGNITION

BAB II LANDASAN TEORI

PENDAHULUAN Tujuan Latar Belakang Ruang Lingkup Manfaat Penelitian TINJAUAN PUSTAKA Nada dan Chord Gitar

PENGENALAN SUARA BURUNG MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENT DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA SISTEM PENGUSIR HAMA BURUNG

BAB I PENDAHULUAN. Proses pengenalan kata merupakan salah satu fungsi dari

TINJAUAN PUSTAKA. Pengenalan Suara

Implementation of Voice Recognition Based Key Using Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC)

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

SISTEM PENGENALAN WICARA BERDASARKAN CEPSTRUM. Ivanna K. Timotius, Danie Kurniawan. Intisari

APLIKASI SPEECH RECOGNITION BAHASA INDONESIA DENGAN METODE MEL-FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA)

BAB I PENDAHULUAN. manusia satu dengan manusia lainnya berbeda-beda intonasi dan nadanya, maka

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. 4.1 Spesifikasi Hardware dan Software yang digunakan dalam penelitian

Kata Kunci: Suara; Mel Frequency Cepstral Coefficient; K-NEAREST NEIGHBOUR

Sistem Verifikasi Penutur menggunakan Metode Mel Frequensi.

PENGENALAN SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN MODEL PROPAGASI BALIK

Rancang Bangun Aplikasi Pendeteksi Suara Tangisan Bayi

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pengenalan Suara Burung Menggunakan Mel Frequency Cepstrum Coefficient dan Jaringan Syaraf Tiruan pada Sistem Pengusir Hama Burung

APLIKASI PENDETEKSI EMOSI MANUSIA MENGGUNAKAN METODE MFCC DAN DTW

Perbandingan Sistem Perhitungan Suara Tepuk Tangan dengan Metode Berbasis Frekuensi dan Metode Berbasis Amplitudo

ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI. mahasiswa Binus University secara umum. Dan mampu membantu

BIOMETRIK SUARA DENGAN TRANSFORMASI WAVELET BERBASIS ORTHOGONAL DAUBENCHIES

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENGENALAN PENUTUR DENGAN METODE MEL-FREQUENCY WRAPPING DAN KUANTISASI VEKTOR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENERAPAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENTS

PENGENALAN SUARA BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN MENGGUNAKAN ALGORITME SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) IKRA DEWANTARA

PENGEMBANGAN MODEL CODEBOOK UNTUK IDENTIFIKASI CHORD GITAR TONI HARYONO

IMPLEMENTASI MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT DAN DYNAMIC TIME WARPING UNTUK PENGENALAN NADA PADA ALAT MUSIK BELLYRA

Seminar Nasional Ilmu Komputer (SNIK 2016) - Semarang, 10 Oktober 2016 ISBN:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Analisis Koefisien Cepstral Emosi Berdasarkan Suara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Penerapan Metode Mel Frequency Ceptral Coefficient dan Learning Vector Quantization untuk Text-Dependent Speaker Identification

BAB I PENDAHULUAN. dapat menghasilkan suara yang enak untuk didengar.

PENGKLASIFIKASIAN TINGKAT DANGEROUS DRIVING BEHAVIOR MENGGUNAKAN DATA ELEKTROENSEFALOGRAFI (EEG) DENGAN PENDEKATAN MACHINE LEARNING

Hubungan 1/1 filter oktaf. =Frekuesi aliran rendah (s/d -3dB), Hz =Frekuesi aliran tinggi (s/d -3dB), Hz

Digital Signal Processing To Identify chords Singer Using Mel Frequency Cepstral Coefficients (MFCC) and Neural Network Backpropagation Methods

APLIKASI PENGENALAN SUARA DIGITAL NADA DASAR PIANO SKRIPSI M. ARDIANSYAH

Perbandingan Spektral Musik Klasik dengan Musik Etnik Jawa menggunakan Analisis MFCC dan Beat Strength

PERBANDINGAN BERBAGAI METODE UKURAN JARAK UNTUK PENGENALAN FONEM DENGAN MFCC SEBAGAI EKSTRAKSI CIRI YULIANA SURI

i. Perangkat Keras Prosesor Intel Pentium(R) Dual-Core CPU 2.20 GHz

BAB 2 LANDASAN TEORI. mencakup teori speaker recognition dan program Matlab. dari masalah pattern recognition, yang pada umumnya berguna untuk

Klasifikasi Burung Berdasarkan Suara Kicau Burung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik

Perbandingan Spektral Musik Klasik dengan Musik Etnik Jawa menggunakan Analisis MFCC dan Beat Strength

PENGEMBANGAN MODEL PROBABILISTIC NEURAL NETWORK UNTUK IDENTIFIKASI CHORD GITAR ARVIANI RIZKI

PERBANDINGAN METODE HIDDEN MARKOV MODEL DAN VECTOR QUANTIZATION UNTUK APLIKASI IDENTIFIKASI SUARA

vii MODEL FONEM DENGAN PENDEKATAN DISTRIBUSI NORMAL UNTUK PENGENALAN KATA MENGGUNAKAN MFCC SEBAGAI EKSTRAKSI CIRI ADITYA DWI HAPSARI

Identifikasi Pembicara dengan Menggunakan Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) dan Self Organizing Map (SOM)

IDENTIFIKASI KEBERADAAN TIKUS BERDASARKAN SUARANYA MENGGUNAKAN SMS GATEWAY

Jurnal Komputer Terapan Vol. 1, No. 2, November 2015, Jurnal Politeknik Caltex Riau

BABI PENDAHULUAN. Pada dunia elektronika dibutuhkan berbagai macam alat ukur dan analisa.

Verifikasi Biometrika Suara Menggunakan Metode MFCC Dan DTW

Verifikasi Suara menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan Ekstraksi Ciri Mel Frequency Cepstral Coefficient

Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot

BAB 2 LANDASAN TEORI

s(t) = C (2.39) } (2.42) atau, dengan menempatkan + )(2.44)

SISTEM PENILAIAN BERDASARKAN TEPUK TANGAN MENGGUNAKAN MFCC DAN CODEBOOK PUSPITA KARTIKA SARI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

APLIKASI SPEECH TO TEXT BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENTS DAN HIDDEN MARKOV MODEL (HMM)

IMPLEMENTASI DYNAMIC TIME WARPING UNTUK VOICE RECOGNITION

BAB I PENDAHULUAN SIMULASI DAN ANALISIS PEMANTAUAN KAMAR PASIEN RAWAT INAP DENGAN DETEKSI DAN KLASIFIKASI SINYAL AUDIO 1

Suara bisa dibuat database engine untuk pengenalan kata. Dengan aplikasi ini, dapat secara otomatis melakukan transkripsi suara, sehingga dapat mengur

Rancang Bangun Modul Pengenalan Suara Menggunakan Teknologi Kinect

IDENTIFIKASI TUTUR DENGAN METODE KUANTISASI VEKTOR LINDE - BUZO - GRAY TUGAS AKHIR OLEH: YOHANES AGUNG SANTOSO PRANOTO

BAB 1 PENDAHULUAN. misalnya untuk mendeteksi ketidakpuasan pelanggan pada sistem call center otomatis,

Frekuensi Dominan Dalam Vokal Bahasa Indonesia

Pengenalan Gender Melalui Suara dengan Algoritma Support Vector Machine (SVM)

PENGENALAN NADA PIANIKA MENGGUNAKAN JENDELA SEGITIGA, DCT, DAN FUNGSI JARAK EUCLEDIAN

Penerapan Perintah Suara Berbahasa Indonesia untuk Mengoperasikan Perintah Dasar di Windows

BAB II DIGITISASI DAN TRANSMISI SUARA. 16Hz 20 khz, yang dikenal sebagai frekwensi audio. Suara menghasilkan

PERGERAKAN ROBOT LENGAN BERBASIS PERINTAH SUARA MENGGUNAKAN MFCC DAN ANN

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. yang akan menjalankan perintah-perintah yang dikenali. Sistem ini dibuat untuk

PENERAPAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION

PENGENALAN NADA SULING REKORDER MENGGUNAKAN FUNGSI JARAK CHEBYSHEV

BAB I PENDAHULUAN ! <!!!!!

1. Pendahuluan Latar Belakang

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Emosi Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu dan juga merupakan reaksi terhadap seseorang atau kejadian.emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu (Frieda, 1993).Kondisi emosional terefleksi dalam perkataan, gerak tubuh, dan terutama ekspresi wajah (Chibelushi & Bourel, 2003). 2.2 Identifikasi Emosi dalam Percakapan Percakapan atau speechdidefinisikan sebagai produksi dan persepsi vokal dan konsonan berasal dari kapasitas pra-fonetik untuk melakukan percakapan dan gestur(aaltonen & Uusipaikka, 2005).Seperti sistem identifikasi lainnya, sistem identifikasi emosi juga melibatkan dua tahap yaitu, pelatihan dan pengujian. Pelatihan adalah proses yang dilakukan agar sistem mengenali karakteristik emosi pembicara. Pengujian adalah proses identifikasi yang sebenarnya. Sistem pengenalan emosi dalam percakapan memiliki percakapan beremosi sebagai input dan emosi yang sudah terklasifikasi sebagai hasil.sistem ini terdiri dari empat tahap utama, praproses, ekstraksi fitur, seleksi fitur dan akhirnya klasifikasi(kaur &Sharma, 9

10 2014). Gambar2.1 menunjukkan diagram alur untuk sistem identifikasi emosi dalam percakapan. Gambar 2.1 Diagram AlurIdentifikasi Emosi dalam Percakapan. 2.2.1 Memasukkan Percakapan Beremosi Pada tahap ini basis data rekaman suara dengan emosi-emosi tertentu yang sudah disiapkan dimasukkan ke dalam sistem Identifikasi Percakapan Otomatis atau Automatic Speech Recognition (ASR). 2.2.1.1 Identifikasi Percakapan Otomatis Identifikasi percakapan sering juga dikenal dengan identifikasi percakapan otomatis atau identifikasi percakapan komputer yang berarti memahami suara komputer danmelakukan setiap tugas yang diperlukan atau kemampuan untuk mencocokkan suara terhadap kosakata yang disediakan atau diperoleh.tugasnya

11 adalah untuk membuat komputer memahami bahasa lisan.kemampuan untuk memahami ditujukan agar komputer dapat bereaksi dengan tepat dan mengkonversi percakapan yang telah dimasukkan ke media yang lain seperti teks. Namun identifikasi percakapansering kali disebut sebagai percakapan-keteks atauspeech-to-text (STT). Sebuah sistem identifikasi percakapan terdiri dari mikrofon, yang digunakan untuk memasukkan hasil percakapan yang dilakukan ke sistem; perangkat lunak identifikasi percakapan; sebuah komputer untuk mengambil dan menafsirkan percakapan yang dilakukan; kualitas soundcard yang baik untuk proses input dan / atau output; pelafalan yang baik dan benar (Saini & Kaur, 2013). 2.2.2 Ekstraksi dan Pemilihan Fitur Dalam pembelajaran mesin, saat input data dalam sebuah algoritma terlalu besar untuk diproses dan diduga memiliki data yang redundan, maka data dapat diubah menjadi sebuah set fitur(biasa disebut juga dengan fitur vektor). Proses ini disebut ekstraksi fitur. Fitur yang diekstraksi diharapkan berisi informasi yang relevan dari data input, sehingga tugas yang diinginkan dapat dilakukan dengan menggunakan representasi ini daripada data awal yang lebih lengkap(wikipedia, 2015). Ada beberapa macam fitur ekstraksi yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi sebuah emosi (Rabiner, Cheng, Rosenberg & McGonegal, 1976; Shrawankar & Thakare, 2010; Dave, 2013; Desai,

12 Dhameliya, & Desai, 2013; Anagnotopoulos, Iliou, & Giannoukos, 2015).Salah satu fitur ekstraksiyang sering digunakan dalam mengidentifikasikan sebuah percakapan adalah metodeekstraksimel- Frequency Cepstral Coefficient(MFCC). Mel Frequency Cepstral Coefficient MFCC sangat efektif dalam identifikasi audio dan dalam pemodelan nada dan frekuensi yang subjektif dari sinyal audio(ling, et al., 2004). Metode ini digunakan untuk melakukan ekstraksi fitur, sebuah proses yang mengkonversikan sinyal suara menjadi beberapa parameter(resmawan, 2010). Beberapa keunggulan dari metode ini adalah (Manunggal, 2005): 1) Mampu untuk menangkap karakteristik suara yang sangat penting bagi pengenalan suara, atau dengan kata lain dapat menangkap informasi-informasi penting yang terkandung dalam sinyal suara. 2) Menghasilkan data seminimal mungkin, tanpa menghilangkan informasi-informasi penting yang dikandungnya. 3) Mereplikasi organ pendengaran manusia dalam melakukan persepsi terhadap sinyal suara. 4) Mendekati respon sistem manusia lebih dekat daripada sistem lainnya. 5) Biaya yang dibutuhkan rendah.

13 MFCC terdiri dari tahap-tahap berikut (Ling, Liang, Jianfei, Chang, Qi, & Xu, 2004; Muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010; Patil, Zope, & Suralkar, 2012): 1) Pra-Proses 2) Framing 3) Windowing 4) Fast Fourier Transform 5) Mel Filter bank Processing 6) Discrete Cosine Transform 2.2.2.1 Pra-Proses Dalam pra-proses gelombang tekanan suara akustik diubah menjadi sinyal digital, yang sesuai untuk pengolahan suara.sebuah mikrofon dapat digunakan untuk mengubah gelombang akustik menjadi sebuah sinyal analog. Sinyal analog ini dilewatkan melalui filter antialiasing untuk mengkompensasi adanya gangguan (Mower, Mataric, & Narayanan, 2011). Suara tersebut kemudian dibatasi lebih lanjut dengan memilih sebuah frame size dan melewatkan melalui Hamming window. Sebuah sampel kata yang sudah terisolasi dilewatkan melalui sebuah filter yang menekankan frekuensi yang lebih tinggi. Hal ini akan meningkatkan energi dari sinyal pada frekuensi yang lebih tinggi(kandali, Routray, & Basu, 2008; Patil, Zope, & Suralkar, 2012 Singh & Rani, 2014).

14 2.2.2.2 Framing Framing diperlukan karenapercakapan merupakan sinyal yang berubah-ubah seiring dengan jalannya waktu, tetapi ketika dilihat dalam waktu yang singkat, karakteristiknya cukup stasioner.oleh karena itu dilakukanlah analisis spektral dalam jangka waktu yang singkat. Sinyal percakapan disegmentasi menjadi blok-blok dengan durasi kecil kisaran 20-30 ms yang juga dikenal denganframe. Sinyal suara dibagi menjadi sampel dan frame yang berdekatan dipisahkan oleh di mana (Singh & Rani, 2014). 2.2.2.3 Windowing Dalam pemrosesan sinyal, fungsi window (juga dikenal sebagai fungsi apodisasi atau fungsi tappering) adalah fungsi matematika yang memiliki nilai nol di luar dari beberapa interval yang dipilih. Misalnya, sebuah fungsi yang konstan dalam interval dan nol di tempat lain disebut rectangular window, yang menggambarkan bentuk representasi grafis. Ketika fungsi lain atau gelombang / urutan-data dikalikan dengan fungsi window, hasilnya juga nilai-nol di luar interval;bagian yang tersisa adalah bagian di mana mereka tumpang tindih, "lihat melalui jendela"(enochson & Otnes, 1968). Setiap frame di atas dikalikan dengan Hamming window untuk menjaga kelangsungan sinyal. Jadi untuk mengurangi

15 diskontinuitas ini kita menerapkan fungsi window.pada dasarnya distorsi spektral diminimalkan dengan menggunakan window untuk mempertajam sampel suara ke nol pada bagian awal dan akhir setiap frame(muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010; Singh & Rani, 2014). 2.2.2.4 Fast Fourier Transform Fast Fourier Transform (FFT) adalah algoritma yang menghitung Discrete Fourier Transform (DFT) dari urutan, atau kebalikannya.analisis Fourier mengubah sinyal dari domain aslinya (sering kali waktu atau ruang) ke domain frekuensi dan sebaliknya (Loan, 1992).FFT adalah proses mengubah domain waktu ke domain frekuensi. Untuk mendapatkan besarnya respon frekuensi dari setiap frame kita melakukan FFT. Dengan menerapkan FFT hasil yang akan diperoleh adalah spektrum atau periodogram (Singh & Rani, 2014). Tahap ini mengubah masing-masing frame dari sampel, dari domain waktu menjadi domain frekuensi. Fourier Transform mengubah konvolusi dariglottal pulse dan respon vocal tract impulse dalam domain waktu(kaur & Sharma, 2014).

16 2.2.2.5 Mel Filter bank Processing Telinga manusia menerima frekuensi non-linear(salsabila, Soelistijorini, & Huda, 2013).Penelitian menunjukkan bahwa skala yang didapat linear sampai dengan 1 khz dan logaritmik di atas itu.skala Melodi (Mel-Scale) filter bankmenggambarkan frekuensi yang dapat diterima oleh manusia. Hal ini digunakan sebagai filter band passpada tahap identifikasi. Sinyal untuk setiap frame dilewatkan melalui Mel-Scale filterband pass untuk meniru telinga manusia (Muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010). Filter bank adalah salah satu bentuk filter yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ukuran energi dari frekuensi band tertentu dalam sinyal suara (Salsabila, Soelistijorini, & Huda, 2013). Pada MFCC, filter bank diterapkan dalam domain frekuensi. Filter bank menggunakan representasi konvolusi dalam melakukan filter terhadap sinyal. Konvolusi dapat dilakukan dengan melakukan multiplikasi antara sinyal spektrum dengan koefisien filter bank. Jangkauan frekuensi di spektrum FFT sangat lebar dan sinyal suara tidak mengikuti skala linear. Besar masing-masing frekuensi filter berbentuk segitiga dan sama dengan frekuensi tengahnya dan menurun secara linear ke nol di frekuensi tengah dari filter-filter yang berdekatan. Lalu masing-masing keluaran dari filter merupakan jumlah dari komponen spektral yang difilternya dan menurun secara linear ke nol di frekuensi tengah dari filter-

17 filter yang berdekatan. Lalu masing-masing keluaran dari filter merupakan jumlah dari komponen spektral yang difilter. Gambar 2.2 Triangular Filter bank(muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010) Gambar 2.2 menunjukkan satu set filter segitiga yang digunakan untuk menghitung jumlah komponen spektral filter sehingga keluaran dari proses mendekati dengan skala Mel. Masing-masing keluaran filter adalah jumlah yang difilter komponen spektral(muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010; Salsabila, Soelistijorini, & Huda, 2013). 2.2.2.6 Discrete Cosine Transform Tahap ini merupakan proses untuk mengkonversi log Mel spektrum dalam domain waktu menggunakan Discrete Cosine Transform (DCT). Hasil konversi disebut Mel Frequency Cepstrum Coefficient. Set koefisien disebut vektor akustik. Oleh karena itu, setiap masukan ucapan berubah menjadi urutan vektor

18 akustik(muda, Begam, & Elamvazuthi, 2010; Salsabila, Soelistijorini, & Huda, 2013; Kaur & Sharma, 2014). Pemilihan Fitur Setelah melakukan proses MFCC tahap yang harus dilakukan selanjutnya adalah memilih jenis-jenis fitur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi kelas dari sebuah set data(maleki, Rezaei, & Bidgoli, 2009). 2.2.3 Pelatihan Fitur-fitur yang telah disiapkan dan dipilih akan digunakan untuk dipelajari masing-masing karakteristiknya agar sistem dapat mengidentifikasi kelas yang ingin diketahui. 2.2.4 Klasifikasi Algoritma klasifikasi terdiri dari dua fase utama; pada tahap pertama mereka mencoba untuk menemukan model untuk atribut kelas sebagai fungsi dari variabel lain dari set data, dan pada tahap kedua, mereka menerapkan model yang sebelumnya dirancang pada dataset baru dan tak terlihat untuk menentukan kelas terkait dari setiap record. Ada beberapa metode yang berbeda untuk klasifikasi data seperti Decision Trees (DT), Rule Based Methods, Logistic Regression (LogR), Linear Regression (LR), Naïve Bayes (NB), Support Vector

19 Machine(SVM), k-nearest Neighbor (k-nn), Artificial Neural Networks (ANN), Linear Classifier (LC)dan sebagainya. Perbandingan pengklasifikasi dan menggunakan metode klasifikasi yang paling prediktif sangat penting. Setiap metode klasifikasi menunjukkan efikasi dan akurasi yang berbeda berdasarkan jenis set data(saini & Kaur, 2013). 2.2.4.1 Support Vector Machine Sebuah Support Vector Machine (SVM) adalah suatu algoritma yang menggunakan pemetaan non-linear untuk mengubah data pelatihan sebenarnya ke dalam dimensi yang lebih tinggi. Dalam dimensi baru ini, ia mencari pemisah hyperplane optimal linear. Sebuah hyperplane adalah "batasan keputusan" yang memisahkan tupel dari satu kelas dari yang lain. Dengan pemetaan non-linear yang tepat ke dimensi yang cukup tinggi, data dari dua kelas selalu dapat dipisahkan dengan hyperplane.svm menemukan hyperplane ini menggunakan vektor pendukung ("penting" tupel pelatihan) dan margin (didefinisikan oleh vektor pendukung). Walaupun waktu pelatihan SVM tercepat bisa saja sangat lambat, mereka sangat akurat, karena kemampuan mereka untuk memodelkan batas keputusan non-linear yang kompleks.metode ini cenderung memiliki lebih sedikit data yang over fittingdaripada metode lainnya (Maleki, Rezaei, & Bidgoli, 2009).

20 2.2.5 Identifikasi Emosi Pada dua dekade terakhir identifikasi emosi otomatis berdasarkan percakapan menjadi area penelitian yang menarik pada topik komunikasi manusia-mesin banyak sistem yang sudah diimplementasi untuk mengidentifikasi emosi dalam sinyal percakapan. Identifikasi emosi dalam percakapan akan diulas kembali dengan menggunakan berbagai macam klasifikasi. Klasifikasi ini digunakan untuk membedakan emosi seperti marah, senang dan sedih.