Pertanyaan dan Jawaban

dokumen-dokumen yang mirip
KONSEP PENDIDIKAN KEB. JASMANI

NUTRITION, EXERCISE AND HEALTHY

KONSEP DASAR PENDIDIKAN JASMANI OLEH: B. ABDULJABAR, DR.

Oleh Cerika Rismayanthi, M.Or. Ahmad Nasrulloh, M.Or. Fatkhurahman Arjuna, M.Or. (TIM PENGAMPU)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

Roesdiyanto Universitas Negeri Malang

2015 MENINGKATKAN DAYA TAHAN CARDIOVASCULAR MELALUI ZUMBA DANCE

TAJUK 1 MEMAHAMI KECERGASAN FIZIKAL DAN SUAIAN FIZIKAL

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Djoko Pekik Irianto (2004: 2), kesegaran fisik (physical fitness)

Cara Meningkatkan Kebugaran Jasmani

BAB I PENDAHULUAN. yang melelahkan selama waktu tertentu. Kemudian tujuan olahraga prestasi

METODE PEMBINAAN KEBUGARAN ATLIT *) Oleh: Eka Swasta Budayati (FIK UNY)

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR & MEDIA PEMBELAJARAN PENJAS OLEH : TIM PENATAR SBM

BAB I PENDAHULUAN. dengan olahraga latihan angkat beban (weight lifting), aerobik (aerobics) dan

KEBUGARAN. Nani Cahyani Sudarsono. pengantar

PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS DALAM PERMAINAN BOLAVOLI MAHASISWA PUTRA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Para ahli mengemukakan pendapat masing-masing tentang kebugaran jasmani.

PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DENGAN SISWA EKSTRAKURIKULER PENGEMBANGAN DIRI DI MTs MA ARIF PARE SKRIPSI

Lalu bagaimana peran olahraga dalam mencapai tingkat kebugaran optimal?

BAB I PENDAHULUAN. aktivitas/olahraga secara teratur, tidur yang cukup dan tidak merokok

BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh

BAB I PENDAHULUAN. yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dunia saat ini. Tujuan seseorang

ANALISIS TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA SMA PUTERA KELAS X (Study Pada SMA PGRI 1, SMA Negeri 2 dan 3 Jombang) Alamsyah Permana Putra

BAB I PENDAHULUAN. dinamis. Olahraga juga sebagai media pendidikan sudah pula diakui

MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI SISWA MELALAUI PEMBELAJARAN PJOK. Oleh: Muh.Anwar Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan

Journal of Sport Sciences and Fitness

USULAN PROGRAM PENERAPAN IPTEKS MODEL EVALUASI KEBUGARAN JASMANI BAGI ANAK TAMAN KANAK-KANAK. Oleh:

EFFECT OF WRIST COORDINATION AND MUSCLE POWER ARM BELOW SHOULDER OF THE PASSING ABILITY MEN S VOLLEYBALL TEAM SMK MUHAMMADIYAH 3 PEKANBARU

Dr. Achmad Widodo, M. Kes. DOSEN S-1 Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya

MEDIKORA Vol. VIII, No 2 April 2012

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan prestasinya. Untuk mencapai hal itu, atlet dituntut mempunyai

Sehat &Bugar. Sehat. Sakit

Kesehatan bagi Anak Berkebutuhan Khusus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memerlukan kekuatan, daya tahan dan fleksibilitas. Menurut Irianto (2004: 2),

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Muhammad Fahmi Hasan, 2013

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

KEBUGARAN JASMANI. Wawan S. Suherman, M.Ed. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Kolombo 1 Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. banyak orang yang menggemari olahraga ini baik anak-anak, remaja maupun

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembinaan kondisi fisik merupakan syarat mutlak untuk mencapai prestasi

2015 DAMPAK PENERAPAN POLA LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KONDISI FISIK PEMAIN SEPAKBOLA

NARASI MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI JAMAAH HAJI DENGAN LATIHAN BEBAN

THE EFFECT OF SKIPPING ROPE EXERCISE ON THE LEG MUSCLE POWER IN MEN S BASKETBALL PLAYERS EXTRACULICULAR SMA HANDAYANI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa. menimbulkan kelelahan yang berlebihan. ( Muhajir : 2004 )

PENGARUH LATIHAN CIRCUIT WEIHGT TRAINING TERHADAP KEKUATAN DAN DAYA TAHAN OTOT

PENGARUH LATIHAN FORMASI BERPUSAT TERHADAP KETERAMPILAN SERVIS SEPAK TAKRAW

Effective Teaching. Psikologi Pendidikan, pertemuan ke-8 Semester Genap, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA

LATIHAN WEIGHT TRAINING DENGAN METODE CIRCUIT TRAINING TERHADAP HYPERTHROPY OTOT

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap orang membutuhkan kesegaran jasmani yang baik agar dapat

PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI DAN VO2MAX DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA. Jurnal. Oleh. Arif Cahyanto

PERAN GURU PENJAS TERHADAP KEBUGARAN (KESEGARAN) JASMANI SISWA

BAB I PENDAHULUAN. modern yang memahami betul akan pentingnya kesehatan dalam. menunjang berbagai aktivitas dan penampilan (performance) mereka.

Pembelajaran Penjas di Sekolah Dasar

BAB I PENDAHULUAN. Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang tertua didunia, karena

GAYA MENGAJAR INKLUSI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI. Oleh; Aris Fajar Pambudi* (dosen POR FIK UNY)

ABSTRAK PENGARUH HIGH INTENSITY CIRCUIT TRAINING (HICT) TERHADAP INDEKS KEBUGARAN JASMANI DAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA LAKI-LAKI DEWASA MUDA

BAB I PENDAHULUAN. melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga. Olahraga adalah suatu kegiatan

PERBEDAAN EFEKTIVITAS LATIHAN HEXAGON DRILL DAN ZIGZAG RUN TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAK BOLA SEKOLAH SEPAK BOLA GUNTUR

BAB I PENDAHULUAN. Angka perokok masih cukup tinggi sekitar 1 miliyar laki-laki di dunia

1. DR. NASUKA M.Kes 2. TB WIDYO ALPIES NS PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA, S1 FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. melalui olahraga. Budaya olahraga harus terus di kembangkan guna

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ABSTRAK PENGARUH HIGH INTENSITY CIRCUIT TRAINING (HICT) TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN DAN TUNGKAI PADA PRIA DEWASA MUDA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Syaranamual Jusak: Circuit Training dalam Meningkatkan Kebugaran

BAB I PENDAHULUAN. anak-anak adalah bermain. Bermain merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan

PENGUKURAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI TERHADAP SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMA DR.SOETOMO SURABAYA

LATIHAN BEBAN DENGAN METODE SUPER SET DAPAT MENINGKATKAN VO2 MAX DAN MENURUNKAN KOMPOSISI TUBUH (% LEMAK, IMT)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

THE EFFECT OF SLALOM DRIBBLE EXERCISE ON THE DRIBBLING SKILLS SSB MUDA MANDIRI PLAYERS U-15 PEKANBARU

PENGARUH LATIHAN BEBAN DENGAN PYRAMID SISTEM TERHADAP MASSA OTOT DADA MEMBER FITNES PESONA MERAPI GYM

TAHAP-TAHAP LATIHAN (PHASES OF TRAINING) Hedi Ardiyanto Hermawan

BAB I PENDAHULUAN. penurunan aktivitas fisik seseorang. Penurunan aktivitas fisik dan

Oleh: Suryanto Dosen Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi FIK-UNY

ELEMEN DASAR MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

GAMBARAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA SMP NEGERI 2 DI KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK ARTIKEL

HUBUNGAN ASUPAN GIZI DENGAN KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMA NEGERI 1 SUKAGUMIWANG INDRAMAYU

Asas dan Falsafah Pendidikan Jasmani

PENGEMBANGAN PROFESI GURU PENDIDIKAN JASMANI. Agus Mahendra, MA.

FAKTOR-FAKTOR LATIHAN OLEH CERIKA RISMAYANTHI, M.OR. AHMAD NASRULLOH, M.OR. FATKHURAHMAN ARJUNA, M.OR. (TIM PENGAMPU)

BAB I PENDAHULUAN. gangguan pada keseimbangan gaya berdiri (center of gravitiy) dikarenakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

first year Samsul Bahri, Drs., M.Kes. General Studies / Major Subject / Elective Studies

Pengaruh Latihan Pliometrik antara Box Jump dan Leaps terhadap Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok pada Siswa Kelas XI Geomatika SMK Negeri 1 Bireun

RELATIONSHIP OF LEG MUSCLE POWER AND WRIST COORDINATION WITH THE ACCURACY OF SMASH VOLLEYBALL CLUB MEN S SMK MUHAMMADIYAH 3 PEKANBARU

General Studies / Major Subject / Elective Studies. 2 hours lectures

BAB I PENDAHULUAN. olahraga, ada yang berlari, berjalan, bersepeda, bermain sepak bola, atau

Azizil Fikri STKIP PGRI Lubuklinggau Diterima: 16 Mei 2017; Lolos: 26 Mei 2017; Dipublikasikan: 31 Mei 2017.

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN MENENDANG BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA SISWA DI SMA NEGERI 1 KARANGTENGAH KABUPATEN DEMAK

ANALISIS UNSUR FISIK DOMINAN PADA OLAHRAGA TRADISIONAL (Studi Kasus pada Mahasiswa PGSD Universitas Pendidikan Indonesia)

Kata kunci: Berjalan santai selama 30 menit, kewaspadaan, laki-laki dewasa muda

BAB I PENDAHULUAN. Sepak bola merupakan salah satu dari banyak cabang olahraga yang paling

SKRIPSI. oleh : FEBRIAN RIZKI SUSANDI NIM :

PENGEMBANGAN MOTORIK SUATU PENGANTAR. Suharjana FIK UNY

Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014,

KISI- KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU (UKG)

ABSTRAK HUBUNGAN KEBUGARAN YANG DIUKUR DENGAN TREADMILL METODE BRUCE DAN TES BANGKU METODE TINGGI TETAP 25 CM

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Transkripsi:

FITNESS MODEL

Pengertian Model Fitness adalah model pembelajaran Penjas yang menekankan tujuannya pada peningkatan pengetahuan, kesadaran serta keterampilan siswa dalam wilayah kebugaran jasmani. Pertanyaannya: apakah pembelajarannya semata-mata diisi oleh konsep dan praktik exercise ataukah merupakan pemaduan antara program Penjas yang lain yang bernilai fitness?

Pertanyaan dan Jawaban Bagaimana guru akan memadukan kebugaran ke dalam kuirkulum/program Penjas? Kerja dengan partner, tuliskan beberapa solusi: BE CREATIVE!

Tujuan Fitness Model KETAATAN SEUMUR HIDUP PADA AKTIVITAS FISIK & FITNESS!!!!!! (DITEKANKAN LEBIH BESAR) FISIKAL: Mencapai tingkat kebugaran yang menyehatkan untuk setiap komponen kebugaran terkait Kesehatan. Minimal lima komponen: 1. Daya tahan umum 2. Daya tahan otot lokal 3. Kekuatan 4. Kelentukan 5. Komposisi tubuh PSIKOLOGIS: Nilai positif terhadap latihan, latihan kemampuan-diri, motivasi internal Memahami bagaimana dan mengapa di balik fitness dan wellness. KOGNITIF: Mengembangkan pengetahuan ttg konsep fitness yang mengarah pada hidup sehat dan aktif MELAKUKAN latihan teratur di luar sekolah. MENILAI tingkat kebugaran sendiri dan mengembangkan program latihan pribadi didasarkan pada hasil yang diketahui.

Pilihan Kapan memadukan? 1. Tekankan kebugaran melalui seluruh unit (masukkan rencana kebugaran pribadi dan penilaian kebugaran) 2. Tekankan kebugaran melalui setiap unit DAN miliki satu unit khusus yang ditekankan pada kebugaran 1. Fitness progression 4-8 (Solomon Schechter) 3. Rancang seluruh kelas ke kebugaran fitness 1. Banyak sekolah memilih hanya kelas 9 dan kelas 10. 2. Ini waktu logis karena masanya anak mengetahui lebih baik ttg kebugaran tetapi belum siap sepenuhnya untuk aktivitas sepanjang hayat. 4. Selingkan unit kebugaran pengajaran kebugaran khusus dengan pengajaran olahraga yang menekankan kebugaran. 1. Example

Apa yang dipadukan? Pilihannya bervariasi secara luas Pilihan yang baik adalah menetapkan satu buku kebugaran yang diarahkan pada Penjas untuk SMP dan SMA.

TITLE: FITNESS FOR LIFE (HS) Authors: Charles Corbin, Ruth Lindsey, Ruth Lindsey ISBN: 0736066764 ~$25 Textbooks Unit I. Getting Started Chapter 1. Fitness and Wellness for All Chapter 2. Safe and Smart Physical Activity Chapter 3. Benefits of Physical Activity Unit II. Becoming and Staying Physically Active Chapter 4. How Much Is Enough? Chapter 5. Learning Self-Management Skills Chapter 6. Lifestyle Physical Activity and Positive Attitudes Unit III. Physical Activity Pyramid: Level 2 Activities Chapter 7. Cardiovascular Fitness Chapter 8. Active Aerobics and Recreation Chapter 9. Active Sports and Skill-Related Physical Fitness Unit IV. Physical Activity Pyramid: Level 3 Activities Chapter 10. Flexibility Chapter 11. Muscle Fitness: Basic Principles and Strength Chapter 12. Muscle Fitness: Muscular Endurance and General Muscle Fitness Information Unit V. Healthy Choices Chapter 13. Body Composition Chapter 14. Choosing Nutritious Food Chapter 15. Making Consumer Choices Unit VI. Wellness and Personal Program Planning Chapter 16. A Wellness Perspective Chapter 17. Stress Management Chapter 18. Personal Program Planning

Textbooks TITLE: FITNESS FOR LIFE (MS) Authors: Charles Corbin, Guy Masurier, Dolly Lambdin ISBN: 0736065113 ~$25 Lesson 1.1 Introduction to Physical Activity Lesson 1.2 Introduction to Physical Fitness Lesson 2.1 Learning Motor Skills Lesson 2.2 The importance of Practice Lesson 3.1 Lifestyle Physical Activity: Level 1 of the Physical Activity Pyramid Lesson 3.2 Benefits of Lifestyle Physical Activities Lesson 4.1 Active Aerobics: Level 2 of Physical Activity Pyramid Lesson 4.2 Benefits of Active Aerobics Lesson 5.1 Active Sports and Recreation: Level 2 of the Physical Activity Pyramid Lesson 5.2 Benefits of Active Sports and Recreation Lesson 6.1 Flexibility Exercises: Level 3 of the Physical Activity Pyramid Lesson 6.2 Benefits of Flexibility Lesson 7.1 Muscle Fitness Exercises: Level 3 of the Physical Activity Pyramid Lesson 7.2 Benefits of Muscle Fitness Exercises Lesson 8.1 Body Composition Lesson 8.2 Energy Balance: Physical Activity and Nutrition Lesson 9.1 Self-Assessing Fitness and Physical Activity Needs Lesson 9.2 Creating a Physical Activity Plan

Textbooks Foundations of Personal Fitness by McGraw-Hill, Tinker D. Murray, Tinker D. Murray ISBN: 0078451272 ~ $75 Chapter 1 Physical Activity and Personal Fitness Chapter 2 Safety and Injury Prevention Chapter 3 Designing a Personal Fitness Program Chapter 4 Nutrition and Your Personal Fitness Chapter 5 Your Body Composition Chapter 6 Maintaining a Healthy Body Weight Chapter 7 Basics of Cardiorespiratory Endurance Chapter 8 Developing Cardiorespiratory Endurance Chapter 9 Basics of Resistance Training Chapter 10 Developing Muscular Fitness Chapter 11 Basics of Flexibility Chapter 12 Personal Fitness Throughout Life

Contoh Tujuan Pembelajaran Kebugaran Siswa mampu: 1. Mendemonstrasikan pemahaman ttg hubungan latihan dan pilihan gaya hidup pada status kebugaran dan kesehatan seseorang 2. Mendemonstrasikan pemahaman ttg komponen kebugaran yang terkait kesehatan: CV endurance, muscular strength, muscular endurance, flexibility, and body composition. 3. Mendemonstrasikan pemahaman ttg kebuagaran terkait keterampilan (speed, agility, power, coordination). 4. Menilai tingkat kebugaran pribadi. 5. Merancang program kebugaran pribadi yang memenuhi kebutuhan dan minat individual. 6. Berparticipasi (3 kali per minggu) dlm aktivitas spt jogging, weight training, aerobics, bicycling, circuit training, rope skipping dan/atau pace walking. 7. Meningkatkan level kebugaran jasmani seseorang. 8. Menilai manfaat aktiovitas fisik dalam kaitannya dg nilai kebugaran. 9. Mendemonstrasikan pemahaman ttg praktik nutrisi mendasar dikaitkan dg kebugaran.

Contoh Tujuan Kebugaran (lanjutan) Siswa mampu: 10. Menilai ketidakpahaman ttg kebugaran dan praktik2 yang merusak dalam kaitannya dengan pilihan makanan dan produk lain. 11. Mendemonstrasikan pemahaman ttg stress, termasuk faktor2 fisiologis dan psikologis. 12. Mendemonstrasikan teknik relaksasi yangh berguna dalam melepaskan stress dan ketegangan. 13. Mengidentifikasi dan menerapkan prinsip2 pencegahan cedera. 14. Menggunakan strategi motivasional unt meningkatkan partispasi dlm aktivitas kebugaran terkait kesehatan. 15. Mendemonstrasikan pemahaman masalah2 kesehatan yang berhubungan dengan kurangnya tingkat kebugaran jasmani. 16. Menilai gaya hidup individual dihubungkan dengan kualitas hidupnya. 17. Mendemonstrasikan sikap positif terhadap diri sendiri dan aktivitas fisik sepanjang hayat. 18. Memahami dan menerapkan prinsip biomekanik dan fisilogis yang benar dikaitkan dengan exercise dan pelatihan.

Penilaian Pre dan post tes kebugaran pada setiap tingkat kelas Kelas tidak perlu dihubungkan dengan tingkat kebugaran Hal ini mash dimaklumi jika hanya untuk kepentingan peningkatan motivasi. Masih sering jadi perdebatan dlm Penjas Menggunakan teknologi trsedia: Heart rate monitors (Polar computer software) Pedometers Penilaian kognitif yang bervariasi Log sheets, goals, observations, written tests Portfolios ttg kebugaran dan kebaikan mereka.

Konsep Terkait Program Kebaikan (Wellness) Sekolah yg komprehensif berfokus pd seluruh wilayah berikut dlm komunitas sekolah untuk wellness siswa: Pendidikan Jasmani Pendidikan Kesehatan Gizi/Nutrisi Keterlibatan Keluarag/Rumah Teknologi Brain Primers (Metode Interdiscipliner ttg bgmn memadukan latihan dan Penjas ke dalam pelajaran lain) Intramural/Class meeting Perawat sekolah Wellness Adventure Some answers click here