PENGANTAR PEKERJAAN SOSIAL

dokumen-dokumen yang mirip
Assessment. dan. wawancara. dalam PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL SANTOSO T. RAHARJO UNPAD PRESS

DASAR PENGETAHUAN PEKERJAAN SOSIAL. Oleh SANTOSO T. RAHARJO

RASANYA. tinggal di desa SANTOSO TRI RAHARJO

MANAJEMEN R E L A W A N MODEL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA RELAWAN PADA ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL

ORGANISASI DAN KOMUNITAS

SHARE SOCIAL WORK JURNAL VOLUME: 5 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - ISSN:

Di LUAR UNPAD Tidak Pernah

C S R RELASI DINAMIS ANTARA PERUSAHAAN DENGAN MASYARAKAT LOKAL SANTOSO T. RAHARJO

PROFIL PONDOKAN MAHASISWA Kawasan Jatinangor

Edisi Revisi.... Model Pembelajaran Terpadu, Mandiri dan Memandirikan. Budhi Wibhawa Santoso Tri Raharjo Hery Wibowo

UNPAD PRESS. Kajian Mengenai Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Industri Geothermal Kepada Masyarakat Lokal

BAB I PENDAHULUAN. jarak antar Negara melalui fitur-fitur komunikasi yang terus dikembangkan. Hal ini

30 PENTINGNYA PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN

DASAR PENGETAHUAN PEKERJAAN SOSIAL SANTOSO TRI RAHARJO

Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat

PENGANTAR PEKERJAAN SOSIAL

PERENCANAAN PARIWISATA PERDESAAN BERBASIS MASYARAKAT Sebuah Pendekatan Konsep

PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK

MERANCANG GEDUNG BANGUNAN BERTINGKAT RENDAH

INOVASI PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL INOVASI. Budi Harsanto. Budi Harsanto PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL

PLURALISASI PEMBELAJARAN MOTIF BATIK NUSANTARA. Oleh: Ismadi Pendidikan Seni Rupa FBS UNY

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin. Topik Makalah/Tulisan RUH 4 PILAR KEBANGSAAN DIBENTUK OLEH AKAR BUDAYA BANGSA

Program Sertifikasi Psikososial Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta

1. Mempraktikkan kesadaran budaya dalam praktikkerja. 2. Menerima keragaman budaya sebagai dasar hubungan kerja profesional yang efektif

BAB I PENDAHULUAN. dan pelanjut masa depan bangsa. Secara real, situasi anak Indonesia masih dan terus

BAB I PENDAHULUAN. homoseksual atau dikenal sebagai gay dan lesbian masih kontroversial.

Ruko Jambusari No. 7A Yogyakarta Telp. : ; Fax. :

BAB I PENDAHULUAN. satu negara multikultural terbesar di dunia. Menurut (Mudzhar 2010:34)

parameter nominal Dapat menyebabkan disintegrasi sosial/budaya

PROSES REHABILITASI SOSIAL WANITA TUNA SUSILA DI BALAI REHABILITASI SOSIAL KARYA WANITA (BRSKW) PALIMANAN KABUPATEN CIREBON

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. pada saat penerimaan dan penempatan klien, pendampingan trauma center,

PENGUKURAN DAN PENILAIAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat


I. PENDAHULUAN. Keberadaan industri ekstraksi secara langsung maupun tidak. langsung akan mempengaruhi kondisi ekonomi, sosial-budaya dan

PENERAPAN PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL: Dewi Irawaty, MA, PhD

Berkaitan dengam dua konsep di atas, maka keragaman diperlukan adanya kesetaraan atau kesederajatan. Artinya,meskipun individu maupun masyarakat

CURRICULUM VITAE. A. Identitas Diri

KETERAMPILAN PEKERJAAN SOSIAL DASAR-DASAR

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

PENGORGANISASIAN MASYARAKAT UNTUK PERUBAHAN SOSIAL

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Raymond Williams dalam Komarudin (2007: 1).

PENDEKATAN PEKERJAAN SOSIAL Relevansi dan Kontribusinya dalam Pembangunan Sosial

PEREMPUAN DALAM PEMANFAATAN AIR SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK TUGAS AKHIR

Pemahaman Multikulturalisme untuk Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

ISU-ISU GLOBALISASI KONTEMPORER, oleh Ahmad Safril Mubah, M.Hub., Int. Hak Cipta 2015 pada penulis

I. PENDAHULUAN. suku bangsa yang secara bersama-sama mewujudkan diri sebagai

HUKUM ADAT DAN KEARIFAN LOKAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sudah setengah abad lebih Indonesia merdeka, masyarakat Indonesia yang merupakan bangsa yang multi

BAB VI PENUTUP. A. Kesimpulan. Penelitian ini mendapatkan konsep awal tentang anti-materialisme

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Kajian tentang Pendidikan Seumur Hidup

IV METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

FENOMENA WARIA DAN DAMPAK JANGKA PANJANG GANGGUAN PSIKIS KORBAN KEKERASAN SEKSUAL ANAK

Pendidikan Agama Islam

MATA KULIAH S-2 SOSIOLOGI UGM. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Teori Kritik Sosial dan Postmodernisme. Seminar Proposal Penelitian

METODOLOGI PENELITIAN TEKNIK SIPIL

BAB I PENDAHULUAN. Di era persaingan bisnis yang makin ketat seperti dewasa ini, sumber daya

PERILAKU KONSUMEN DI ERA INTERNET

BAB I PENDAHULUAN. pikiran negative yang dapat memicu lahir konflik(meteray, 2012:1).

MODEL PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL. SD/MI/SDLB - SMP/MTs/SMPLB SMA/MA/SMALB/SMK

BAB I PENDAHULUAN. ciri khas dari Indonesia. Kemajemukan bangsa Indonesia termasuk dalam hal. konflik apabila tidak dikelola secara bijaksana.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

STRENGTH BASED ASSESSMENT PADA MAHASISWA BERWIRAUSAHA

BAB I PENDAHULUAN. organisasi dan publiknya. Artinya aktivitas public relations menjalankan fungsi

IMPLEMENTASI SI DAN SKL IPS SMK

Kode Etik Profesi. Ade Sarah H., M.Kom

BAB I PENDAHULUAN. sebagai bagian dari perekonomian nasional mempunyai andil yang besar dalam

BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Rosania Mega Fibriana, 2014 Perkembangan nila-nilai kerukunan ummat beragama pada masyarakat majemeuk

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

ISSN: , Vol.3, No. 3, Juli 2016 Prosiding KS. Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Pertama

BAB 1 PENDAHULUAN. dimana salah satu upaya yang dilakukan oleh rumah sakit adalah mendukung rujukan

KODE ETIK PSIKOLOGI. Bab III. Kompetensi (Pasal 7-12) Mistety Oktaviana, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi PSIKOLOGI

RERUM: Kumpulan Karya Ilmiah tentang Teologi dan Sosial

BAB I PENDAHULUAN. untukmemenuhi berbagai kebutuhan manusia tersebut dalam kehidupan seharihari

BAB I PENDAHULUAN. keseharian. Batas-batas teritorial sebuah negara seakan-akan tidak ada lagi. Setiap

Pengantar Psikodiagnostik

BAB I PENDAHULUAN. individu tersebut. DEPKES RI (1988) Keluarga merupakan unit terkecil dari

Dasar-dasar Ekonomi Wilayah

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UMB IRA PURWITASARI S.SOS KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

BAB I PENDAHULUAN. Masyarakat dan bangsa Indonesia sedang memasuki abad ke-21, era

BAB I PENDAHULUAN. persaingan antar perusahaan semakin meningkat, dan masalah yang dihadapi semakin UKDW

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL TRANSFORMASI MEDIA CERITA RAKYAT INDONESIA SEBAGAI PENGENALAN WARISAN BUDAYA NUSANTARA

BAB I PENDAHULUAN. kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan

BAB I PENDAHULUAN. juga dapat diperoleh melalui jalur non-formal salah satunya melalui perpustakaan.

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT ( PERKESMAS ) PUSKESMAS KESAMBEN TAHUN I. Pendahuluan

PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI BAGI PETANI KOPI DAN TEMBAKAU DI DESA GENTENG KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG

Transkripsi:

PENGANTAR PEKERJAAN SOSIAL Santoso T. Raharjo Budhi Wibhawa Meilany Budiarti S. UNPAD PRESS 2013 ISBN: 978-602-9238-48-8

PENGANTAR PEKERJAAN SOSIAL Santoso T. Raharjo Budhi Wibhawa Meilanny Budiarti S. UNPAD PRESS

ISBN 978-602-9238-48-8 PENGANTAR PEKERJAAN SOSIAL Modul Santoso T. Raharjo Budhi Wibhawa Meilanny Budiarti S. Hak cipta yang dilindungi ada pada penulis Hak penerbitan ada pada Unpad Press UNPAD PRESS UNPAD PRESS Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Sumedang Tlp.(022) 843 88812 Website: lppm.unpad.ac.id Email:lppm.unpad.ac.id Bandung, 2013 1 Jil., 287 hlm., 17,5 cm X 24 cm ISBN: 978-602-9238-48-8 Penata letak Desain Cover : Sahadi Humaedi : Lab Kesos Unpad

KATA PENGANTAR Penulisan buku ini merupakan bagian dari upaya memperkaya bahanbahan bacaan mengenai ilmu kesejahteraan sosial dan profesi pekerjaan sosial. Hingga saat ini masih jarang atau sulit ditemui bahan-bahan bacaan tersebut di pasaran. Penerbitan buku Pengantar Pekerjaan Sosial diharapkan dapat menjadi rujukan, pembanding, atau kajian pustka bagi berbagai pihak yang menggeluti bidang pekerjaan sosial, termasuk para mahasiswa, dosen, pemerhati dan pembaca pada umumnya. Namun demikian kami menyadari sepenuhnya bahwa penulisan ini buku ini masih jauh dari memadai, sehingga kritik dan saran dalam rangka perbaikan kami terima dengan tangan terbuka. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada rekan-rekan kolega di Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD, yang selalu membantu dan mendukung penulisan buku ini.

DAFTAR ISI MODUL 1: MASALAH SOSIAL DAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL...1 1. Masalah Sosial dan Perubahan Sosial... 2 2. Praktik Pekerjaan Sosial dalam Mengatasi Masalah Sosial... 11 1. Kewirausahaan Sosial...... 12 2. Kewirausahaan Sosial dalam Mengatasi Masalah Sosial... 16 3. Capaian dalam Kewirausahaan Sosial... 21 MODUL 2: KONSEP DASAR PEKERJAAN SOSIAL 27 MODUL 3: 1. Kesejahteraan Sosial... 28 2. Sumber-sumber kesejahteraan sosial... 37 3. Fungsi-fungsi kesejahteraan sosial... 45 Profesi Pekerjaan Sosial dan Pekerja Sosial... 48 Praktik Pekerjaan Sosial Generalis... 59 LANDASAN PENGETAHUAN DALAM PROFESI PEKERJAAN SOSIAL Keilmuan profesi pekerjaan sosial dan profesi Pertolongan lainnya... 68 Dasar pengetahuan pekerjaan sosial... 80 Kebutuhan pengetahuan pekerja sosial saat ini... 87

MODUL 4: FOKUS PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL 97 MODUL 5: Kegiatan Belajar : Keberfungsian Sosial... 98 PROSES PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL Pergeseran klien bagi Pekerja Sosial... 110 Peranan Pekerja Sosial dalam Menangani Masalah... 114 1. Proses Praktik Pekerjaan Sosial... 122 2. Kerangka Model Analisis dan Pemecahan Masalah Sosial... 126 MODUL 6 : NILAI-NILAI DASAR PEKERJAAN SOSIAL MODUL 7: Antara hubungan personal dengan hubungan profesional... 132 Prinsip praktik pekerjaan sosial... 136 Klasifikasi Pekerja Sosial... 141 Kegiatan Belajar 4: Kerangka profesi pekerjaan sosial... 152 METODE PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL Social Casework... 162 Social Groupwork... 172 Community Development... 187 Kegiatan Belajar 4: 1. Administrasi Pekerjaan Sosial,... 201

MODUL 8: MODUL 9: 2. Organisasi Pelayanan Manusia,... 205 3. Manajemen Organisasi Pelayanan Sosial... 214 PELAYANAN SOSIAL Keadaan, Kecenderungan, dan Masalah dalam Penyelenggaraan Pelayanan Sosial... 222 Bidang-bidang Pelayanan Sosial... 229 Strategi Pelayanan Sosial dan Organisasi (Badan) Pelayanan Sosial... 241 STRENGTH BASED PERSPECTIVE Strength Based Perspective... 256 Sterngth Based Assessment... 261

MODUL 1 MASALAH KEWIRAUSAHAAN SOSIAL KEGIATAN BELAJAR 1 : Masalah sosial dan perubahan sosial, praktik pekerjaan sosial dalam mengatasi masalah sosial KEGIATAN BELAJAR 2 : Pengertian kewirausahaan sosial, kewirausahaan sosial dalam mengatasi masalah sosial, capaian dalam kewirausahaan sosial 1

KEGIATAN BELAJAR 1 1. MASALAH SOSIAL DAN PERUBAHAN SOSIAL Masyarakat adalah konsep abstrak, wujud nyatanya adalah manusia dan perilakunya. Manusialah yang menciptakan masyarakat dengan nalurinya sebagai makhluk sosial; maka manusia pulalah yang membuat perubahan-perubahan terhadap masyarakat melalui hasratnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, setidaknya menurut keinginan manusia itu sendiri. Dalam beberapa peristiwa di dalam sejarah dunia dan sejarah manusia tercatat orang-orang besar yang karena kelebihan kapasitasnya mengakibatkan terjadinya perubahan sosial. Sebagai sebuah masyarakat yang terbuka, masyarakat Indonesia bersentuhan dengan berbagai masyarakat luar; dan hasil sentuhan itu kemudian diterima dengan nilai budayanya sendiri. Namun demikian, dalam sebuah proses difusi kebudayaan berlaku dalil (Parsudi Suparlan, 1982:113): Dalam proses difusi antara dua masyarakat yang berdekatan, maka bila yang satu lebih sederhana kebudayaannya daripada yang satunya lagi, masyarakat yang kebudayaannya lebih sederhanalah yang lebih banyak menerima kebudayaan dari masyarakat yang lebih maju atau kompleks; dan bukan sebaliknya. Pembahasan tentang isu-isu dan masalah sosial di Indonesia, tidak dapat dilepaskan dengan kondisi kehidupan masyarakatnya. Bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya atau dikenal dengan masyarakat majemuk atau multikultur. Kondisi ini di satu sisi merupakan potensi dan sumber daya serta kekayaan sosial budaya masyarakat Indonesia. Namun di sisi lain, 2

kondisi ini juga merupakan faktor yang dapat memicu dan memacu terganggunya ketahanan sosial masyarakat karena rawan terjadi konflik sosial horizontal maupun vertikal. Terjadinya konflik sosial di beberapa wilayah di Indonesia, seperti yang dikenal dengan kasus Sambas, Sampit, Poso, Ambon dan Papua, merupakan bukti dari sisi negatif kesukubangsaan Indonesia yang bercorak multikultur. Hal ini terjadi disebabkan oleh belum dihayatinya kehidupan multikultur ini oleh segenap elemen masyarakat. Kondisi multikultur yang masih menimbulkan rawan konflik sosial ini, kemudian ditambah dengan terjadinya transformasi sosial budaya yang berlangsung sangat cepat dewasa ini. Disadari ataupun tidak, transformasi sosial budaya ini membawa dampak yang tidak menguntungkan bagi sebagian kehidupan individu, keluarga maupun masyarakat Indonesia. Konsumerisme, hedonisme, individualism dan materialisme sebagai ekses globalisasi, kini mulai dirasakan memasuki berbagai aspek kehidupan individu, keluarga maupun masyarakat. Ekses lainnya yaitu terjadinya pergeseran cara pandang masyarakat tentang keluarga, rumah tangga dan pola interaksi sosial, baik dengan sesama jenis maupun dengan lawan jenis (Hawari, 1995). Fenomena sosial ini, kini sudah terjadi secara luas pada semua lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Memang salah satu dalil dalam perubahan sosial menyebutkan bahwa perubahan terjadi tidak serempak pada semua aspek kehidupan masyarakat, melainkan pada sebagian aspek kehidupan, dan aspekaspek kehidupan lainnya akan harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi; atau menolak perubahan tersebut. 3