1 Marcelus Tene 2 A. J. M. Rattu 3 Benedictus S. Lampus.

dokumen-dokumen yang mirip
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA, PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULUTTENGGO

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA TENAGA KEPERAWATAN DI RSJ. PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO

HUBUNGAN PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS WARA SELATAN KOTA PALOPO

HUBUNGAN PERILAKU TENAGA KESEHATAN DENGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS MOPUYA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

Keywords : Work motivation, Labor productivity

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI PADA MAHASISWA SISTEM PERKULIAHAN TRADISIONAL DENGAN SISTEM PERKULIAHAN TERINTEGRASI

HUBUNGAN ANTARA MUTU PELAYANAN DENGAN PEMANFAATAN APOTEK RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Margreit I. Musak*

Hubungan antara pemberian kompensasi, gaya kepemimpinan, dan sarana-prasarana dengan motivasi kerja karyawan cleaning service

HUBUNGAN ANTARA PRESTASI KERJA DAN PERILAKU KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS KAKASKASEN KOTA TOMOHON

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Manado

*Fakultas Kesehatan Mayarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI PESERTA BPJS DI KELURAHAN ROWOSARI DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS ROWOSARI

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat survey analitik dengan rancangan cross sectionel study (studi potong lintang).

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

Jurnal Keperawatan, Volume VIII, No. 1, April 2012 ISSN

ANALISIS PENGARUH FAKTOR ORGANISASI, INDIVIDU, DAN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DEPARTEMEN FRONT OFFICE HOTEL SHANGRI-LA SURABAYA

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

The Association between Social Functions and Quality of Life among Elderly in Denpasar

Kata kunci: Motivasi, Penghargaan, Tanggung Jawab, Pengembangan, Kinerja Pegawai

BAB II URAIAN TEORITIS. Imatama (2006) yang berjudul Pengaruh Stress Kerja Terhadap kinerja

PROPOSAL SKRIPSI PENGARUH STRES KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT. BANK SYARIAH MANDIRI CABANG GAJAH MADA MEDAN

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Februari 2018

JST Kesehatan, Januari 2015, Vol.5 No.1 : ISSN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA PEGAWAI PT. BANK NEGARA INDONESIA (BNI) CABANG MANADO TAHUN 2015

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sam Ratulangi Manado

HUBUNGAN MANAJEMEN KONFLIK DENGAN KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS PESISIR KABUPATEN PANGKEP

Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Pendapatan, Persepsi, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan.

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi **Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS BATUA KECAMATAN MANGGALA KOTA MAKASSAR

HUBUNGAN KUALITAS KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PETUGAS DI PUSKESMAS TAMALANREA MAKASSAR

PENGARUH KOMPENSASI, KESEJAHTERAAN, DAN IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BPJS KESEHATAN MANADO

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Jember)

Harto P. Simanjuntak 1, Heru Santosa 2, Maya Fitria 2. Abstract

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA USIA TAHUN DI RW 08 KELURAHAN SUKUN KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG

HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PENDOKUMENTASIAN BERBASIS KOMPUTER YANG DIPERSEPSIKAN PERAWAT PELAKSANA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BANYUMAS JAWA TENGAH

* Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado

BAB 5 HASIL PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Pemberian ASI Eksklusif Di Indonesia

* Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sam Ratulangi Manado

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD KOTA KOTAMOBAGU

BAB I PENDAHULUAN. kinerja karyawan semakin baik. Salah satu tindakan yang penting dan harus

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI UNIT RAWAT INAP RSUD TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA TAHUN

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado **Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado

KUALITAS DOKUMENTASI KEPERAWATAN DAN BEBAN KERJA OBJEKTIF PERAWAT BERDASARKAN TIME AND MOTION STUDY (TMS)

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA PADANG

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi khususnya di era modern dan globalisasi

PENGARUH FAKTOR PREDISPOSISI,

BAB I PENDAHULUAN. tahun. Lanjut usia biasanya mengalami perubahan-perubahan fisik yang wajar,

Rizki Ramadhani. Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Intisari

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang kedokteran atau

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNIVERSITAS RIAU

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 112 MANADO

Gilang et al., Pengaruh Stres Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung

*Fakultas Kesehatan Masyarakat

ANALISIS FAKTOR QUALITY OF WORK LIFE TERHADAP KINERJA PELAYANAN KESEHATAN PEGAWAI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNHAS DI KOTA MAKASSAR

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

HUBUNGAN DEPRESI DENGAN INTERAKSI SOSIAL LANJUT USIA DI DESA TOMBASIAN ATAS KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT. Nia Aprindah Rau Sefti Rompas Vandri D.

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Higienitas Pasien Skabies di Puskesmas Panti Tahun 2014

ABSTRAK. Kata Kunci : Kepemimpinan, Kinerja, Motivasi

POGRAM PASCA SARJANA ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA TAHUN 2016

ABSTRACT. Keyword : work stress, work performance, labor conflict, workload, working time, leadership influence. Universitas Kristen Maranatha

HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA D IV BIDAN PENDIDIK JALUR REGULER DI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pola Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bungus Tahun 2014

1. Dr. Subagyo, M.M. 2. Amat Pintu Batu Silalahi, SE., MM

ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI T E R H A D A P K I N E R J A K A R Y A W A N BANK MANDIRI KCP BOYOLALI Oleh: Betiningsih

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN SUPERVISI DENGAN KINERJA PRAKTEK PERAWAT DI PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO.

PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA PETUGAS POLIKLINIK RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI

Ananda Eka Puteri Hamidah Nayati Utami Ika Ruhana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN MINAT PEMANFAATAN KEMBALI PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS JONGAYA KOTA MAKASSAR

BAB III METODE PENELITIAN

Pengaruh Motivasi, Pelatihan Kerja, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lumajang

ANALISIS FAKTOR KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI KARET PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII JEMBER

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN IMBALAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN

Pendahuluan. *Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Abstrak

HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING

PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN DEMOGRAFI TERHADAP KEIKUTSERTAAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KECAMATAN GENENG KABUPATEN NGAWI

HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS RANOTANA WERU

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT DAN INTENSIVE CARE UNIT DI RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil. Timur, dengan sampel bidan honorer sejumlah 32 orang. Teknik pengambilan

Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado 2) Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado.

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SDN 005 SEKOLAQ MULIAQ DI KUTAI BARAT ABSTRACT

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF PADA MAHASISWA DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK SEMESTER V DI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA

UNIVERSITAS UDAYANA NI MADE ARIEK ASRI ARYANTI

Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang 2)

ABSTRACT. Keywords: Management Control System, Style of Leadership, employee s work performance. vii

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Kata kunci: Status Tempat Tinggal, Tempat Perindukkan Nyamuk, DBD

Transkripsi:

Analisis hubungan stresor kerja (kondisi pekerjaan, hubungan interpersonal dan tampilan pekerjaan-rumah) dengan kinerja pada pegawai Puskesmas Tongkeina Kota Manado 1 Marcelus Tene 2 A. J. M. Rattu 3 Benedictus S. Lampus 1 Puskesmas Tongkaina Kota Manado 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado 3 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email: marceltene@gmail.com Abstract: Problems that often arise in health centers are among others issues of medical and paramedical personnel performance which appear on the quality of work or the quality of service and achievement of the programs implemented at the PHC. Individual performance is related to the working person's behavior. Employee behavior will result in a positive long-term performance and increase the ability of personnel, or vice versa, causing a negative long-term performance and a decrease in the ability of personnel. This study aimed to determine the relationship between working stressors and employee performance at Tongkeina Health Center Manado. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design conducted at the health center Tongkeina from August 2013 to November 2013. The results showed that there was a relationship between job condition, interpersonal relationship, and homework presentation with employee performance. Interpersonal relationship was the most dominant variable affected the performance of employees in the health center Tongkeina. Keywords: stressor, performance Abstrak: Permasalahan yang sering muncul di Puskesmas antara lain masalah kinerja tenaga medis dan paramedis, yang nampak dari kualitas pekerjaan atau kualitas pelayanan dan hasil pencapaian program yang dilaksanakan Puskesmas. Kinerja individu berhubungan dengan perilaku bekerja seseorang. Perilaku pegawai akan menghasilkan kinerja jangka panjang yang positif dan peningkatan kemampuan personil, atau sebaliknya, menimbulkan kinerja jangka panjang yang negatif serta penurunan kemampuan personil. Penelitian iani bertujuan untuk menentukan hubungan antara stresor kerja dan kinerja pegawai Puskesmas Tongkeina Kota Manado. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tongkeina, kecamatan Bunaken, Kota Manado pada bulan Agustus 2013 sampai November 2013. Hasil penelitian mendapatkan bahwa terdapat hubungan antara kondisi pekerjaan, hubungan interpersonal, dan tampilan pekerjaan rumah dengan kinerja pegawai. Variabel hubungan interpersonal yang paling dominan berpengaruh pada kinerja pegawai di Puskesmas Tongkeina. Kata kunci: stresor, kinerja Dari berbagai jenis sumber daya, sumber daya organisasi merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan suatu organisasi. Sumber daya manusia merupakan ujung tombak yang akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan institusi/perusahaan dan juga merupakan faktor krisis yang dapat menentukan maju mundur serta hidup matinya suatu institusi/perusahaan.

Tene, Rattu, Lampus: Analisis hubungan stresor kerja... Masalah manajemen Puskesmas yang terpenting adalah masalah SDM, yang merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan organisasi. Kinerja (performance) merupakan salah satu yang dapat menggambarkan kualitas itu, sedangkan perbaikan kinerja diperoleh dari dua sumber utama yaitu teknologi dan prestasi manusia, termasuk kualitas pelayanan yang diberikan. Permasalahan yang sering muncul di Puskesmas antara lain yaitu masalah kinerja tenaga medis dan paramedis, yang nampak dari kualitas pekerjaan atau kualitas pelayanan dan hasil pencapaian program yang dilaksanakan Puskesmas. Kinerja individu berhubungan dengan perilaku bekerja seseorang. Perilaku pegawai akan menghasilkan kinerja jangka panjang yang positif dan peningkatan kemampuan personil, atau sebaliknya, menimbulkan kinerja jangka panjang yang negatif serta penurunan kemampuan personil. Stres merupakan suatu bagian dalam kesehatan mental yang dapat memengaruhi sikap dan prilaku seseoarang terhadap lingkungan maupun orang lain. Menurut Selye, stres adalah respon tubuh yang sifatnya non spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Sziagyi berpendapat stres adalah pengalaman yang bersifat internal yang menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan psikis dalam diri seorang sebagai akibat dari factor lingkungan eksternal, organisasi atau orang lain. 1 Stres merupakan kondisi dinamik yang didalamnya seorang individu dihadapkan dengan suatu peluang (opportunity), kendala (constraint), atau tuntutan (demand) yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan yang hasilnya dipersepsikan sebagai tidak pasti dan penting. Stress tidak selalu berdampak buruk bagi individu. Segala macam bentuk stress pada dasarnya disebabkan oleh ketidak mengertian manusia akan keterbatasan-keterbatasannya sendiri. Menurut Davis, faktor di lingkungan kerja yang dapat menyebabkan stress pada diri pegawai antara lain beban kerja yang berlebihan, desakan waktu yang membuat karyawan tertekan, beberapa tekanan juga datang dari sikap pimpinan, konflik dan ambiguitas peran mampu menyebabkan stress bagi karyawan. 2 Faktor di lingkungan kerja yang dapat menyebabkan stres pada diri seseorang antara lain masalah administrasi, stres yang tidak wajar untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan situasi kerja, struktur birokrasi yang tidak tepat, sistem manajemen yang tidak sesuai, perebutan kedudukan, persaingan yang semakin ketat untuk memperoleh kemajuan, anggaran yang terbatas, perencanaan kerja yang kurang baik, jaminan pekerjaan yang tidak pasti, beban kerja yang semakin bertambah dan segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pekerjaan. Cooper membagi sumber stress kerja dalam lima hal yakni, kondisi pekerjaan, stress karena peran, faktor interpersonal, pengembangan karir, struktur organisasi dan tampilan pekerjaanrumah. 3 Imatama 4 melakukan penelitian tentang pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan. Berdasarkan hasil penelitiannya dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel stres kerja yang terdiri dari variabel konflik kerja, beban kerja, waktu kerja dan pengaruh kepemimpinan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Variabel konflik kerja dan beban kerja secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kinerja kerja karyawan, sedangkan variabel waktu kerja dan pengaruh kepemimpinan secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kinerja kerja karyawan. Widyaningrum 5 melakukan penelitian tentang pengaruh konflik peran ganda dan stres kerja terhadap kinerja karyawan wanita pada Swalayan Era Mart 5000 di Samarinda. Di dalam penelitian ini variabel konfik pekerjaan-keluarga dan stress kerja berpengaruh positif pada kinerja dan variabel keluarga-pekerjaan perpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya konflik karyawan dapat melakukan persaingan secara sehat dengan bekerja lebih baik lagi dan suportif dalam

melakukan persaingan antar karyawan di perusahaan sehingga meningkatkan kinerja karyawan sedangkan variabel stres dapat membantu atau fungsional, tetapi juga dapat salah atau juga merusak prestasi kerja. Secara sederhana berarti bahwa stres mempunyai potensi untuk mendorong atau mengganggu pelaksana kerja, tergantung seberapa besar tingkat stres. Puskesmas Tongkeina berada di Kecamatan Bunaken Kelurahan Tongkeina di bagian paling Utara dari Kota Manado. Jarak Puskesmas dari pusat kota (zero point) Manado sekitar 18 km, dengan jumlah penduduk 6313 jiwa. Sebagian besar pegawai bertempat tinggal di Kecamatan Malalayang, Kecamatan Tikala, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Paal 2 dengan jarak rata2 sekitar 20 km lebih dari puskesmas dengan perkiraan waktu tempuh ke puskesmas sekitar 1 jam lebih, dan harus tiga kali ganti kendaraan umum, sedangkan yang di pulau harus menggunakan transportasi air dan mereka harus nginap 5-6 hari untuk menjalankan tugas. Puskesmas ini merupakan salah satu puskesmas di Manado yang memiliki daerah wilayah kerja mencakup daratan dan kepulauan yakni Pulau Bunaken dan Pulau Siladen. Sebagian besar petugas di kepulauan merupakan pegawai titipan dari puskesmas lain di Kota Manado, sehingga menjadi masalah dimana seharusnya pegawai di kepulauan mendapat tunjangan khusus kepulauan tetapi mereka tidak mendapat-kannya karena SK. Penempatan pegawai berbeda dengan tempat tugas mereka sekarang. Kondisi pekerjaan seperti ini kemungkinan bisa berdampak pada penurunan motivasi kerja pegawai dan kinerja pegawai tersebut. Berlakunya UC (Universal Caverage) di Manado dimana pelayanan kesehatan berlaku selama 24 jam/hari maka dibuat pembagian tugas jaga sore dan malam yang setiap tugas jaga terdiri atas 3 orang. Dengan jumlah pegawai di Puskesmas Tongkeina di daratan yang berjumlah berjumlah 26 orang dimana 2 petugas bidan berada di Pustu Bawoho dan Pustu Meras sehingga yang berada di Puskesmas Tongkaina tinggal 24 orang ini sangat memengaruhi perencanaan program-program di dalam puskesmas. Beberapa pegawai saat ini sedang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi (izin belajar), sehingga sering terjadi mereka dalam waktu tertentu harus meninggalkan tugas mereka (izin) untuk mengikuti perkuliahan atau hal-hal yang berhubungan dengan studi mereka. Terdapat enam pegawai saat ini yang studi dimana ada 3 pegawai D3 farmasi melanjutkan ke S1 farmasi, 2 pegawai sedang mengambil profesi Ners, dan 1 pegawai sedang melanjutkan studi S2 yakni peneliti. Dengan adanya pegawai yang studi sering terjadi pergantian jadwal secara tiba-tiba dari atasan. Perubahan jadwal memengaruhi rencana pribadi dari pegawai yang lain. Sebagian besar petugas Puskesmas Tongkeina merupakan pegawai yang diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kisaran tahun 2006-2011 sedangkan yang diangkat sebelum itu terdapt 3 orang yang diangkat sebagai PNS kisaran tahun 1982-1988. Jumlah pegawai laki-laki berjumlah 11 orang dan 32 orang adalah perempuan. Pegawai yang memiliki anak balita dan anak sekolah tingkat sekolah dasar berjumlah 18 pegawai. Adanya anak balita dan anak sekolah tingkat sekolah dasar menyita waktu untuk keluarga cukup besar. Hal ini ditambah dengan jarak rumah yang cukup jauh dengan tempat kerja sehingga seringkali waktu kerja sedikit telat karena harus membereskan dulu kebutuhan anak baru ke tempat kerja. Kondisi di kepulauan juga sering mendapat kendala apalagi bagi yang sudah berkeluarga dan dengan kondisi cuaca yang ekstrim tidak diizinkan pihak keluarga untuk pergi bertugas di kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara stresor kerja dan kinerja pegawai Puskesmas Tongkeina Kota Manado METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tongkeina, Kecamatan

Tene, Rattu, Lampus: Analisis hubungan stresor kerja... Bunaken, Kota Manado pada bulan Januari 2014 sampai Januari 2015. Populasi penelitian ini ialah semua PNS di Puskesmas Tongkeina yang berjumlah 43 orang. Seluruh PNS di Puskesmas Tongkeina dimasukkan sebagai responden penelitian (total populasi). Variabel independen yaitu stresor kerja (kondisi pekerjaan, faktor interpersonal dan tampilan pekerjaan-rumah) sedangkan variabel dependen yaitu kinerja pegawai Puskesmas Tongkeina. Analisis bivariat penelitian ini mendeskripsikan hubungan variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan uji Chi Square. Regresi logistik bertujuan untuk melihat variabel independen yang lebih bermakna dihubungkan dengan variabel independen. HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN Hubungan antara Kondisi Pekerjaan dan Kinerja Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 24 responden dengan kondisi pekerjaan yang baik terdapat 45,0% kinerja baik sedangkan yang kinerja kurang baik 15,0%. Data juga menunjukkan bahwa dari 16 responden dengan kondisi pekerjaan kurang baik, 30,0% kurang baik kinerjanya sedangkan sebanyak 10,0% baik. Dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,005 (<0,05) maka terdapat hubungan antara kondisi pekerjaan dengan kinerja. OR (Odds Ratio) menunjukkan bahwa kondisi pekerjaan yang baik kemungkinan memiliki kinerja yang baik sebanyak 9,0 kali lebih besar dibandingkan kondisi pekerjaan yang kurang baik. Tabel 1. Hubungan antara kondisi pekerjaan dengan kinerja Kinerja Kondisi Baik Kurang Baik Pekerjaan N % N % Total % Baik 18 45,0 6 15,0 24 60,0 Kurang Baik 4 10,0 12 30,0 16 40,0 Total 22 55,0 18 45,0 40 100,0 OR (95% CI) 9,00 (2,09-38,79) Nilai p 0,005 Hubungan antara hubungan interpersonal dan kinerja Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 22 responden dengan hubungan interpersonal yang baik, 45,0% kinerja baik sedangkan yang kinerja kurang baik 10,0%. Data juga menunjukkan bahwa dari 18 responden dengan hubungan interpersonal kurang baik, 35,0% kurang baik kinerjanya sedangkan sebanyak 10,0% baik. Dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05), maka terdapat hubungan antara hubungan interpersonal dengan kinerja. Dilihat dari OR menunjukkan bahwa hubungan interpersonal yang baik kemungkinan memiliki kinerja yang baik sebanyak 15,8 kali lebih besar dibandingkan hubungan interpersonal yang kurang baik. Tabel 2. Hubungan antara hubungan interpersonal dengan kinerja Kinerja Hubungan OR Baik Kurang Baik Total % Interpersonal (95% CI) N % n % Nilai p Baik 18 45,0 4 10,0 22 55,0 15,75 Kurang Baik 4 10,0 14 35,0 18 45,0 (3,34-0,001 Total 22 55,0 18 45,0 40 100,0 74,35)

Hubungan antara tampilan pekerjaan rumah dan kinerja Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 21 responden dengan tampilan PR yang baik, 40,0% kinerja baik sedangkan yang kinerja kurang baik 12,5%. Data juga menunjukkan bahwa dari 19 responden dengan kondisi PR kurang baik, 32,5% kurang baik kinerjanya sedangkan sebanyak 12,5%. Tabel 3. Hubungan antara tampilan pekerjaan rumah dan kinerja baik. Dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,012 (<0,05), maka terdapat hubungan antara tampilan PR dengan kinerja. Dilihat dari OR menunjukkan bahwa tampilan PR yang baik kemungkinan memiliki kinerja yang baik sebanyak 6,9 kali lebih besar dibandingkan tampilan PR yang kurang baik. Tampilan P- R Kinerja Kurang Baik Baik n % n % Total % Baik 16 40,0 5 12,5 21 52,5 Kurang Baik 6 15,0 13 32,5 19 47,5 Total 22 55,0 18 45,0 40 100,0 OR (95% CI) 6,93 (1,72-27,96) Nilai p 0,012 Analisis multivariat penelitian Setelah diuji dengan analisis bivariat, data kemudian diuji menggunakan analisis multivariat dengan analisis regresi logistik untuk mengetahui variabel independen yang paling dominan. Tabel 4 menunjukkan hubungan interpersonal paling dominan terhadap kinerja pegawai dengan nilai OR = 7,9 (95% CI: 1,1 57,2), dibandingkan dengan tampilan PR (OR= 3,3, 95% CI: 0,6 17,3) dan kondisi pekerjaan (OR=1,7, 95% CI: 0,2-12,7) terhadap kinerja pegawai. Dilihat dari OR menunjukkan bahwa hubungan interpersonal baik mempunyai peluang 7,9 untuk responden memiliki kinerja baik dibandingkan dengan hubungan interpersonal rendah. Tabel 4. Hasil analisis regresi logistik 95% C.I S.E. Sig. OR Lower Upper Hubungan Interpersonal 1,007 0,040 7,943 1,103 57,208 Tampilan P-R Kondisi Pekerjaan 0,846 1,030 0,158 0,613 3,303 1,683 Constant 1,746 0,001 0,004 0,629 0,223 17,333 12,681 SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Terdapat hubungan antara kondisi pekerjaan dan kinerja dimana kondisi pekerjaan yang baik kemungkinan memiliki kinerja yang baik sebanyak 9,0 kali lebih besar dibandingkan kondisi pekerjaan yang kurang baik. 2. Terdapat hubungan antara hubungan interpersonal dengan kinerja dimana hubungan interpersonal yang baik kemungkinan memiliki kinerja yang baik sebanyak 15,8 kali lebih besar dibandingkan hubungan interpersonal yang kurang baik.

Tene, Rattu, Lampus: Analisis hubungan stresor kerja... 3. Terdapat hubungan antara tampilan pekerjaan-rumah dengan kinerja dimana tampilan pekerjaan-rumah yang baik kemungkinan memiliki kinerja yang baik sebanyak 6,9 kali lebih besar dibandingkan tampilan pekerjaan-rumah yang kurang baik. 4. Dari ketiga variabel yang diteliti hubungan interpersonal merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh pada kinerja pegawai di Puskesmas Tongkeina. SARAN Dalam upaya peningkatan kinerja pegawai Puskesmas Tongkeina disarankan: 1. Untuk Pemimpin/Manajerial Puskesmas Tongkeina diharapkan memperhatikan kondisi kondisi psikologis pegawai (sifat/prilaku) di hubungan interpersonal antara pegawai memiliki hubungan yang sangat berpengaruh dalam peningkatan kinerja pegawai. Pemimpin/manajerial puskesmas diharapkan mampu menjaga kebersamaan, kerjasama tim kerja, dan juga sebagai pelindung dan penengah antara pegawai dengan pegawai di Puskesmas Tongkeina juga dengan atasan yang lebih tinggi. Selain itu Pemimpin diharapkan memperhatikan beban kerja yang setiap pegawai agar tetap maksimal kinerja pegawai tersebut serta menjaga situasi kerja tetap aman, nyaman, dan teratur sesuai dengan aturan yang ada. 2. Untuk Pegawai Puskesmas Tongkeina agar mampu melakukan pengendalian diri dan menjaga emosi walaupun beban kerja yang diberikan cukup besar, melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebaikbaiknya, serta dapat bekerjasama dengan pegawai lain, membagi waktu dengan baik antara tugas dirumah dan di kantor, saling menghargai antara sesama pegawai dan atasan, dan memperhatikan keamanan, kenyamanan dan keteraturan dalam bekerja DAFTAR PUSTAKA 1. Hawari D. Manajemen Stres Cemas dan Depresi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2001. 2. Mangkunegara AP. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009. 3. Rice PL. Stress and Health (3rd ed.). California: Brooks/Cole Publishing Company, 1999. 4. Imatama Z. Pengaruh stress kerja terhadap kinerja Karyawan di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan [Skripsi]. Medan: Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara; 2006. 5. Widyaningrum IA, Pongtuluran J, Tricahyadinata I. Pengaruh konflik peran ganda dan stres kerja terhadap kinerja karyawan wanita pada Swalayan Era Mart 5000 di Samarinda. Publikasi Ilmiah. 2013;1(1):1-19.