GARIS-GARIS BESAR PERKULIAHAN (GBPP)

dokumen-dokumen yang mirip
DAFTAR PUSTAKA. Ali, Achmad, Menguak Realitas Hukum: Rampai Kolom Dan Artikel Pilihan Dalam Bidang Hukum, (Jakarta: Kencana, 2008).

DAFTAR PUSTAKA. Admasasmita Romli, Sistem Peradilan Pidana Kontemporer. Jakarta: Kencana

SILABI A. IDENTITAS MATA KULIAH

DAFTAR PUSTAKA. Bakhri, Syaiful, 2009, Hukum Pembuktian Dalam Praktik Peradilan Pidana, Cetakan I, P3IH FH UMJ dan Total Media, Yogyakarta.

BAB IV PENUTUP A. Simpulan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya dapat dikemukakan kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA. Ali, Mahrus, 2011, Hukum Pidana Korupsi di Indonesia, UII Pers, Yogyakarta.

DAFTAR PUSTAKA. Adami Chazawi, 2008, Hukum Pembuktian Tindak Pidana Korupsi, Bandung, Alumni,

PERLINDUNGAN HUKUM ATAS HAK TERHADAP TERSANGKA DI TINGKAT PENYIDIKAN OLEH KEPOLISIAN

BAB IV PENUTUP A. Simpulan

BAB IV PENUTUP A. Simpulan

BAB I PENDAHULUAN. dapat lagi diserahkan kepada peraturan kekuatan-kekuatan bebas dalam

Fungsi Pra Penuntutan Terhadap Keberhasilan Pelaksanaan Penuntutan Perkara Pidana Oleh Penuntut Umum. Cakra Nur Budi Hartanto *

BAB V PENUTUP tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Informasi

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam konstitusi Indonesia, yaitu Pasal 28 D Ayat (1)

BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Setelah dilakukan pembahasan dan analisis, disimpulkan bahwa

DAFTAR PUSTAKA. Arief, Barda Nawawi, Kebijakan Kriminal, op.cit, hal.2

BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan analisis pembahasan, hasil penelitian yang penulis

EKSISTENSI SAKSI MAHKOTA KAITANNYA DENGAN SPLITSING DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PIDANA

BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Dari uraian hasil penelitian dan analisa yang telah dilakukan oleh penulis,

DAFTAR PUSTAKA. Asikin, Zainal & Amiruddin, 2003, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Mataram: Divisi Buku Perguruan Tinggi PT.

BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis diatas maka dapat ditarik kesimpulan

RINGKASAN SKRIPSI/ NASKAH PUBLIKASI TANGGUNG JAWAB KEJAKSAAN DALAM PRA PENUNTUTAN UNTUK MENYEMPURNAKAN BERKAS PERKARA PENYIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. sekali terjadi, bahkan berjumlah terbesar diantara jenis-jenis kejahatan terhadap

BAB I PENDAHULUAN. Ketentuan Pasal 184 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU HUKUM

SANKSI PIDANA PELANGGARAN KEWAJIBAN OLEH APARATUR HUKUM DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK DI INDONESIA 1 Oleh: Wailan N. Ransun 2

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI

BAB III PENUTUP. pidana pembunuhan berencana yang menggunakan racun, yaitu: b. Jaksa Penuntut Umum membuat surat dakwaan yang merupakan dasar

DAFTAR PUSTAKA. Adami Chazawi, 2005, Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia, Bayumedia Publishing, Malang.

BAB III PENUTUP. menyimpulkan mengenai Penerapan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor

SANTUNAN OLEH PELAKU TINDAK PIDANA TERHADAP KORBAN KEJAHATAN DIKAJI DARI KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA (KUHAP)

SISTEM PERADILAN PIDANA KODE MATA KULIAH : WHI 6258

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA

KEWENANGAN JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM PROSES PRA PENUNTUTAN MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA 1 Oleh : Richard Olongsongke 2

BAB I PENDAHULUAN. lazim disebut norma. Norma adalah istilah yang sering digunakan untuk

DAFTAR PUSTAKA. Adji, Indriyanto Seno. Korupsi dan Hukum Pidana. Jakarta : Kantor Pengacara & Konsultasi Hukum Prof. Oemar Seno Adji, SH&Rekan, 2001.

BAB I PENDAHULUAN. tercipta pula aturan-aturan baru dalam bidang hukum pidana tersebut. Aturanaturan

DAFTAR PUSTAKA. Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, Pelajaran Hukum Pidana Bagian I, Raja Grafindo Persada,

BAB I PENDAHULUAN. adanya jaminan kesederajatan bagi setiap orang di hadapan hukum (equality

BAB III PENUTUP. sebagai jawaban dari permasalahan dalam penulisan hukum ini yakni bahwa:

KONSISTENSI HAKIM MENJATUHKAN PUTUSAN DALAM HAL TERJADI PERBARENGAN TINDAK PIDANA (CONCURCUS REALIS) PENULISAN HUKUM

BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Setelah dilakukan penelitian dan pembahasan, maka dapat dirumuskan

Lex Crimen Vol. V/No. 4/Apr-Jun/2016. EKSEPSI DALAM KUHAP DAN PRAKTEK PERADILAN 1 Oleh : Sorongan Terry Tommy 2

BAB II PENGATURAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA

SURAT TUNTUTAN (REQUISITOIR) DALAM PROSES PERKARA PIDANA

BAB III PENUTUP. terdahulu, maka penulis menyimpulkan beberapa hal yaitu :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Negara Indonesia adalah negara bardasarkan hukum bukan

PRAKTEK PERADILAN PIDANA Kode Mata Kuliah : MI 020

I. PENDAHULUAN. kaya, tua, muda, dan bahkan anak-anak. Saat ini penyalahgunaan narkotika tidak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Negara Indonesia merupakan salah satu Negara Hukum. Hal ini

Lex Crimen Vol. V/No. 4/Apr-Jun/2016

KLINIK HUKUM ANTI KORUPSI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA

V. PENUTUP. 1. Alasan yang menjadi dasar adanya kebijakan formulasi Hakim Komisaris. dalam RUU KUHAP Tahun 2009 atau hal utama digantinya lembaga pra

KAJIAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM PENGADILAN NEGERI SURAKARTA DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN SECARA BERLANJUT

BAB IV PENUTUP A. Simpulan

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Asas-Asas Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

Lex et Societatis, Vol. IV/No. 2/Feb/2016/Edisi Khusus

PEMBUKTIAN DAN PUTUSAN PENGADILAN DALAM ACARA PIDANA 1 Oleh: Susanti Ante 2

Prakoso, D, (1988), Hukum Penitensir di Indonesia, Bandung: Armico.

DAFTAR PUSTAKA. A. Buku-Buku Adami Chazawi, 2011, Pelajaran Hukum Pidana I, Jakarta, Raja Grafindo Persada

Penerapan Tindak Pidana Ringan (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kisaran Nomor 456/Pid.B/2013/PN.Kis)

SILABUS FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG 2013

LUMAJANG TENTANG DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERJUDIAN

BAB III FILOSOFI ASAS NE BIS IN IDEM DAN PENERAPANNYA DI PERADILAN PIDANA DI INDONESIA

V. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan pembahasan diatas dan dari hasil penelitian yang dilakukan, maka

Lex Crimen Vol. II/No. 3/Juli/2013

Kata kunci: Pencabutan keterangan, terdakwa. AKIBAT HUKUM TERHADAP PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA DI PENGADILAN 1 Oleh: Efraim Theo Marianus 2

BAB I PENDAHULUAN. Perbuatan yang oleh hukum pidana dilarang dan diancam dengan pidana

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN. Hak-hak korban pelanggaran HAM berat memang sudah diatur dalam

PEMBERIAN SURAT TANDA PENERIMAAN LAPORAN OLEH PIHAK KEPOLISIAN KEPADA PIHAK PELAPOR. (Studi di Polres Kota Batu) PENULISAN HUKUM

PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA DALAM BAP DI MUKA SIDANG PANGADILAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI DENPASAR)

NILAI KEADILAN DALAM PENGHENTIAN PENYIDIKAN Oleh Wayan Rideng 1

ANALISIS YURIDIS NORMATIF PERLUASAN MAKNA KETERANGAN SAKSI A DE CHARGE

BAB I PENDAHULUAN. Pasal 28, Pasal 28A-J Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

I. PENDAHULUAN. kali di dalam peraturan penguasa militer nomor Prt/PM-06/1957, sehingga korupsi

BAB I PENDAHULUAN. pada Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berbunyi Negara Indonesia adalah Negara Hukum.

BAB I PENDAHULUAN. kepada pemeriksaan keterangan saksi sekurang-kurangnya disamping. pembuktian dengan alat bukti keterangan saksi.

PERLAWANAN JAKSA PENUNTUT UMUM TERHADAP PUTUSAN SELA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PENUTUP. serta pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa peranan hakim adalah

Transkripsi:

GARIS-GARIS BESAR PERKULIAHAN (GBPP) MATA KULIAH BEBAN SKS SEMESTER DOSEN : HUKUM ACARA PIDANA : 2 SKS : III : I Nyoman Ngurah Suwarnatha, S.H., LL.M. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Memberikan Pengetahuan tentang mekanisme dan tahap-tahap dalam proses penyelesaian perkara tindak TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah memperoleh mata ini diharapkan mahasiswa mampu: 1. Memahami mekanisme dan tahap-tahap dalam proses penyelesaian perkara tindak 2. Mendeskripsikan mekanisme dan tahap-tahap dalam proses penyelesaian perkara tindak 3. Membuat berkas-berkas dalam penyelesaian perkara tindak Pokok No 1. Pendahuluan, Pengertian dan Ruang Lingkup Pidana Sub Pokok 1. Membahas silabus meliputi identitas mata 2. Tujuan mata 3. Deskripsi mata 4. Evaluasi hasil belajar 5. Pokok bahasan peran 6. Literatur, dan dokumen untuk bahan pengkajian dalam peran. Pemahaman 100 menit 1, 5

No Pokok 2. Tujuan, Fungsi dan Asas-asas 3. Sumber hukum, Sejarah dan Pihak-pihak dalam Hukum Acara Pidana 4. Latar belakang berlakunya KUHAP 5. Penyelidikan dan Penyidikan. 6. Integrated Criminal Justice System, Bantuan Hukum dan Koneksitas Sub Pokok 7. Pengertian Pidana. 8. Ruang Lingkup Pidana. 1. Tujuan hukum acara 2. Fungsi hukum acara 3. Asas-asas 1. Sejarah hukum acara 2. Sumber-sumber 3. Pihak yang terlibat dalam 1. Latar belakang dibentuknya UU 8/1981(KUHAP) 2. Berlakunya KUHAP sebagai upaya melindungi HAM 1. Pengertian pemeriksaan penyelidikan dan penyidikan. 2. Ruang lingkup penyelidikan dan penyidikan. 1. Barang Bukti, Alat Bukti dan teori Pembuktian. 2. Perlindungan saksi dan korban. 3. Bantuan Hukum. Pemahaman 100 menit 1, 5 Pemahaman 100 menit 1, 11 Pemahaman 100 menit 1, 2, 11 Pemahaman 100 menit 1, 4, 6, 7, Pemahaman 100 menit 1, 3, 9, 10, 11,

No Pokok Sub Pokok 4. Pengertian dan prosedur pemeriksaan koneksitas. 7. Pra penuntutan 1. Pengertian penuntutan 2. Yang berhak melakukan penuntutan. 8. UTS Materi peran pertemuan 1 s/d 7 9. Surat Dakwaan 1. Penggabungan perkara. 2. Pemecahan perkara. 3. Bentuk surat dakwaan. 10. Pra Peradilan 1. Pengertian pra 2. Yang berhak mengajukan pra 11. Pra Peradilan 1. Tuntutan dalam pra 2. Penggabungan tuntutan ganti rugi. 3. Pengajuan proses pra. Pemeriksaan di depan sidang Pengadilan Negeri 1. Macam-macam pemeriksaan di depan sidang pengadilan negeri, yakni: a. Pemeriksaan cepat, b. Pemeriksaan singkat dan c. Pemeriksaan perkara biasa. Pemahaman 100 menit 1, 4, 11, Mampu 75 menit menjawab soalsoal UTS Pemahaman 100 menit 1, 4, 7, Pemahaman 100 menit 1, Pemahaman 100 menit 1, 7, 11, Pemahaman 100 menit 1, 6, 7,

Pokok Sub Pokok No 2. Surat putusan PN tentang pemidanaan, alat bukti dan teoriteori pembuktian. 13. Upaya Hukum Macam-macam upaya hukum, banding, kasasi, herzeining dan pemeriksaan tingkat kasasi demi kepentingan hukum 14. Analisa Kasus 1. Pembuatan Surat Dakwaan 2. Pembuatan Eksepsi. 3. Pembuatan Surat Tuntutan. 4. Pembuatan Surat Pledoi. 5. Pembuatan Putusan. 15. Analisa Kasus Praktek Persidangan Semu 16 UAS Materi Peran Pertemuan 9 s/d 15 Pemahaman 100 menit 1, 7, 11, Pemahaman dan mampu melakukan analisa kasus Mampu mempraktekan proses persidangan Mampu menjawab soalsoal UAS 100 menit 1, 7, 8, 100 menit 1, 7, 8, 75 menit

DAFTAR PUSTAKA 1. Andi Hamzah, 2008, Pidana Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta. 2. Andi Hamzah, 2010, Perlindungan hak-hak asasi manusia dalam pidana: perbandingan dengan beberapa negara, Penerbit Universitas Trisakti, Jakarta. 3. Frans Hendra Winarta, 2000, Bantuan Hukum Suatu Hak Asasi Manusia Bukan Belas Kasihan, Gramedia, Jakarta. 4. Harun M. Husein, 1991, Penyidikan dan Penuntutan Dalam Proses Pidana, Rineka Cipta, Jakarta. 5. Ilham Bisri, 2011, Sistem Hukum Indonesia Prinsip-Prinsip & Implementasi Hukum di Indonesia, Raja Grafindo, Jakarta. 6. Leden Marpaung, 2009, Asas-Teori-Praktik Hukum Pidana, Sinar Grafika, Jakarta. 7. Leden Marpaung, 2009, Proses Penanganan Perkara Pidana, Sinar Grafika, Jakarta. 8. Lilik Mulyadi, 2010, Seraut wajah putusan hakim dalam pidana Indonesia: perspektif, teoretis, praktik, teknik membuat, dan permasalahannya, Citra Aditya Bakti, Bandung. 9. Mohammad Hatta, 2008, Sistem Peradilan Pidana Terpadu, Galangpress, Yogyakarta. 10. Romli Atmasasmita, 2010, Sistem Peradilan Pidana Kontemporer, Kencana Prenada Media Group, Jakarta. 11. KUHAP. RUU KUHAP 2010