P2 Pengantar Sistem Penunjang Keputusan A. Sidiq P. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Ilustrasi Di era globalisasi seperti pada saat ini, perkembangan teknologi sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan bisnis yg ada. Suatu bisnis tidak lagi hanya dijalankan dengan mengandalkan cara konvensional (produksi distribusi - penjualan) semata, karena harus ada suatu strategi baru agar bisnis yg dijalankan tersebut mampu bersaing dengan bisnis yg sejenis lainnya. 2
Untuk mendukung suatu bisnis yg dijalankan, banyak sekali teknologi yg dikembangkan seperti Sistem Informasi. Salah satu jenis sistem informasi seperti Transactional Processing System (TPS), sangat berperan besar dalam menjalankan bisnis dari yg paling sederhana dan secara langsung dapat mendukung jalannya bisnis tersebut. 3
Contoh penggunaan TPS : Jika ingin melakukan pemesanan dan pembelian tiket pesawat pada waktu dan kota tujuan tertentu, dapat berjalan lancar. Karena dari pihak perusahaan agen tiket pesawat menyediakan layanan untuk melihat status kursi yg masih kosong pada suatu waktu dan kota tujuan tertentu. 4
Jika anda pergi berbelanja ke supermarket, setelah anda memilih barang pastinya akan melakukan transaksi pembayaran ke bagian kasir sebelum anda pulang dengan membawa belanjaan dan struk belanjaan. Dengan begitu terlihat bahwa suatu bisnis penjualan menggunakan suatu sistem informasi untuk mencatat semua transaksi penjualan di bagian kasir. 5
Setelah mengetahui peran dari TPS yg mempunyai fungsi untuk menjalankan bisnis seperti ilustrasi sebelumnya. Jika hanya mengandalkan TPS tidak akan diketahui perkembangan bisnis yg dijalankan apakah meningkat atau menurtun secara drastis?. Permasalahan bagaimana kita dapat mengamati setiap perkembangan bisnis yg dijalankan atau sistem seperti apakah yg dapat meningkatkan kualitas bisnis yg dijalankan? 6
Solusinya? Sistem Penunjang Keputusan (Decision Support System = DSS) 7
Alasan harus menggunakan DSS? DSS merupakan suatu sistem yg menyediakan fasilitas untuk melakukan suatu analisis sehingga setiap proses pengambilan keputusan yg dilakukan oleh para pelaku bisnis akan lebih berkualitas dengan melihat keadaan bisnis yg sedang berjalan dan data-data dari luar perusahaan serta data-data privat dari pengambil keputusan. 8
Selanjutnya Apa yg dibutuhkan oleh suatu perusahaan agar dapat : Mengembangkan proses bisnisnya, Melakukan estimasi waktu dan biaya, Meningkatkan kualitas, Mengendalikan bisnisnya? 9
Solusinya? Berbagai pertanyaan tersebut dapat menggambarkan peran : Kecerdasan bisnis Bussines Intelligence (BI) 10
Bussines Intelligence Kecerdasan bisnis merupakan suatu proses yg dilakukan untuk mengubah data menjadi suatu informasi yg berharga. Dari informasi-informasi inilah nantinya akan dirangkum menjadi suatu pengetahuan. Tujuan kecerdasan bisnis : Mengubah data-data yg ada agar memiliki nilai bisnis dengan laporan analistis. 11
Review! Data??? Information??? Knowledge??? 12
Data Data merupakan fakta dari suatu obyek atau kejadian. Data dapat berupa : Angka, Karakter, dan Simbol. 13
Contoh : Misalnya dalam database kepegawaian terdapat tabel pegawai seperti berikut : 14
Informasi Informasi merupakan hasil yg didapatkan dari proses pengolahan data sehingga menjadi sesuatu yang lebih bermakna dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk pengambilan keputusan. 15
Contoh : Jika seseorang akan membeli barang dan dihadapkan terhadap permasalahan barang tersebut di jual oleh beberapa toko. Maka informasi tentang perbandingan harga barang sangat berarti, sehingga dapat memutuskan untuk membeli barang di toko yg mempunyai harga sesuai dengan kualitas barang yg sama. 16
Suatu informasi dapat disebut sebagai informasi yg berkualitas jika memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut : Relevan Akurat Lengkap Tepat waktu Dapat dipahami Dapat dibandingkan 17
Relevan, informasi harus terkait dengan keputusan yang akan diambil oleh pengguna keputusan. Contohnya : Seseorang yg akan menanamkan modal terhadap suatu perusahaan, maka orang tersebut dapat melihat laporan keuangan dan perkembangan perusahaan tersebut, sehingga dapat memutuskan untuk tetap melakukan investasi dengan jumlah tertentu atau tidak sama sekali. 18
Akurat, informasi harus sesuai dengan fakta. Contohnya : Laporan return barang yg seharusnya dalam kurun waktu 1 bulan 150 buah hanya di catat 140 buah. 19
Lengkap, informasi harus detail dalam menyertakan suatu kejadian. Contohnya : laporan penjualan suatu barang yg seharusnya dalam kurun waktu 1 bulan mencapai 200 buah hanya dicatat 150 buah. 20
Tepat waktu, informasi harus selalu diperbaharui sesuai dengan waktu (tidak kedaluarsa). Contohnya : jadwal ujian diberitahukan pada saat ujian sudah berlangsung, bukan sebelum ujian dilaksanakan. 21
Dapat dipahami, informasi harus menggunakan bahasa maupun tata cara penyampaian yg mudah dipahami oleh pengguna agar memudahkan pengguna dalam mengambil keputusan. 22
Dapat dibandingkan, informasi harus dapat diidentifikasi persamaan dan perbedaan antara objek yg sama dalam kurun waktu tertentu. Contohnya : Perbandingan antara laporan keuangan dalam kurun waktu 2008 2009. 23
Referensi Turban, Aronson, and Liang. 2005. Decision Support Systems and Intelligent Systems, 7th Edition, Prentice Hall. Kusrini. 2007. Konsep Dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta : Andi. 25