september 26 - october 10, 2011

dokumen-dokumen yang mirip
A Group Painting Exhibition Sugihartono I E. Muheriyawan [Jange Rae]

Sujarwo a Solo Painting Exhibition November 19 - December 4, 2009

An Abstract Group Painting Exhibition COGITO

I Wayan Sujana (Suklu) Comes Home to Komaneka Gallery

2004 Gairah Malam, Le Centre Culturel Français de Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

A Group Painting Exhibition. Erizal AS Dedy Sufriadi Nyoman Sujana Kenyem Feri Eka Candra Rinaldi Deskhairi Ade Pasker Sujarwo

LAMPIRAN. UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

Choiruddin. Pengalaman Pameran :

Pakai Rodaku Saja l 250 x 140 cm l Acrylic on Canvas l Urban Magnet

PROPOSAL KARYA. PAMERAN SENI RUPA NUSANTARA 2009 MENILIK AKAR Galeri Nasional Indonesia Mei Nama : Sonny Hendrawan

BAB I GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA

CURICULUM VITAE Iswandi. S. Pd PENDIDIKAN FORMAL AKTIVITAS KESENIAN Ritme Baru Dimensi Dua Pekan Seni Mahasiswa Nasional IV

: RISTIYANTO CAHYO WIBOWO. : TEGAL KOPEN RT 19/RW 29 NO.822 BAHAN DAN MEDIA : POTONGAN POTONGAN MAJALAH, DRAWING PEN, PEN COLOUR DI ATAS KERTAS.

PERANCANGAN INTERIOR PHOTOGRAPHY SCHOOL AND CENTRE FOR CHILDREN ABSTRAK. anak yang dapat mendukung kegiatan eksplorasi dalam fotografi.

DOWN DOWN DOWN the rabbit hole. Cinanti Astria Johansjah

BAB V PENUTUP. lingkungan kampus maupun di acara pagelaran kesenian. subjektif pada diri manusia melalui bahasa ungkap.

I AM JUST DOING AESTHETICS

B I O D A T A CURRICULUM VITAE TRI BAKDO S.

Yusra Martunus. Forum Ceblang Ceblung

Indonesia School of Arts, Fine Arts Department, Surakarta, Indonesia

ANALISIS KARYA SENI LUKIS MODERN SENIMAN ASAL SUMATERA BARAT DI YOGYAKARTA

URBAN SIGNS JOKO GUNDUL SULISTIONO PRIYARIS MUNANDAR SUJARWO DENY BOJONG LENNY RATNASARI WEICHERT

DAFTAR ISI JUDUL... KATA PENGANTAR... ABSTRAK... ABSTRACT... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL...

IDENTIFIKASI PADA PAMERAN SENI RUPA MODERN INDONESIA BERNAFASKAN ISLAM FESTIVAL ISTIQLAL I 1991 & II 1995 TESIS SM 70Z6

I Wayan Sujana (Suklu)

DIMENSI ESTETIK SENI RUPA RUANG PUBLIK DI YOGYAKARTA RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN SENI DI INDONESIA DAFTAR ISI

PENGANTAR HUKUM INTERNASIONAL

KONSEP KARYA MONUMENTAL JUDUL KARYA: OLD MASK. PENCIPTA: A. A. GDE BAGUS UDAYANA, S.Sn., M.Si

Dedy Sufriadi. Awards. Solo Exhibitions

Biodata. : Zuchri Muchlis S.Sn. Tempat / Tgl Lahir : Padang, 22 May 1978 Jenis Kelamin : Lelaki

PROPOSAL PENGAJUAN KARYA SENI LUKIS Menilik Akar - Galeri Nasional Indonesia 2009

PERSON DEIXIS USED BY THE MAIN CHARACTER IN THE AMAZING SPIDERMAN MOVIE

BAB I PENDAHULUAN Pengertian Judul

Aan Gunawan Abdi Harno Agung Tato Suryanto Dadang Imawan Didiet Maulana Erwin Trihendarto Yanuar Ernawati

ABSTRAK. Keberadaan coffee shop saat ini kian menjamur. Hampir di setiap mall dapat kita

Semangat Menyebar Melalui Pertemanan

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

ABSTRAK. Via Oktavia, , Perancangan Interior fasilitas Pendidikan Anak Usia Dinii (Preschool) dengan Konsep Harmony of Crayon

BODY AS A MEDIUM OF COMMUNICATION: TATTOO IN SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

IMAJI - IMAJI. Alamsyah Muhammad nampak begitu rileks dengan ekspresi yang serbamungkin itu. Dari berbagai unsur kehidupan yang

[ORAT ORET ARTSPACE] TA 131/53 BAB I PENDAHULUAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO SOLO FINE ART SPACE TUGAS AKHIR RIO IRFANSYAH L2B FAKULTAS TEKNIK JURUSAN/PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN LEMBAR PUBLIKASI BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG IDENTIFIKASI MASALAH.

*LGBT. Medic & Psychological View. Dr.Anggia Hapsari, SpKJ

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTA LAMPIRAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Ide dan Gagasan Rumusan Masalah Tujuan perancangan 4

YUSRA MARTUNUS SELF-RULE

Seni Berperang Sun Tzu

BIODATA TUNGGAL Metafora Pearahu Fertility of the Village Sesuatu yang tidak dapat diulang AKTIVITAS

Content. Daftar Isi. 05 curriculum vitae 06 introduction 08 artworks 21 thank to

Ade Koesnowibowo Anugrah Eko Triwahyono Sapto Adji Haryanto Tok Basuki April 2010

HYPERTEXT DISCREPANCY Dedy Sufriadi Solo Exhibition May 31 - June 14, 2010

DESAIN KATALOG PAMERAN TUGAS AKHIR MAHASISWA FSRD ISI DENPASAR SEMESTER GENAP

Jurnal PERANCANGAN FOTOGRAFI DESAIN PELESTARIAN KEBUDAYAAN TARI POPULER DI JAWA DALAM MEDIA COFFEE TABLE BOOK

BAB V PENUTUP. Setelah semuanya dijelaskan mengenai konsep perwujudan yang. Melekat pada Pakaian sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis adalah

2014: Pameran Finalis UOB Painting of The Year Competition di UOB Plaza, Jakarta. Pameran Ethnic Power di Taman Budaya, Denpasar.

Eksistensi Tandhak Ludruk Pada Seni Pertunjukan Ludruk Malang: Kontinuitas dan Perubahan

Gedung Pameran Seni Rupa di Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

365 Menu Sukses MP-ASI selama 1 tahun Menu Pendamping ASI untuk Bayi Usia 7-18 Bulan (Indonesian Edition)

SOLO FINE ART SPACE. Oleh : Rio Irfansyah, Septana Bagus Pribadi, Sukawi

BAB I PENDAHULUAN. 1 Swastika Poppy Sari

NUMBERS IN THE SKY. Agus Baqul Purnomo

S. Teddy Darmawan. b in Padang, West Sumatra, Indonesia

pentingnya sebuah gedung pameran seni rupa yang permanen dan dapat mewadahi

PAMERAN DAN KEGIATAN MUSEUM BASOEKI ABDULLAH

TUGAS AKHIR GALERI SENI RUPA KONTEMPORER BAB I PENDAHULUAN

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERNYATAAN HASIL KARYA PRIBADI... KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR... x. 1.1 Latar belakang...

PENGEMBANGAN TEMA CINTA DALAM LIRIK-LIRIK LAGU JONAS BROTHERS JURNAL. Oleh : ENDA SUOTH

Suasana pameran Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia di Taman Ismail Marzuki pada 1975 Foto koleksi Hyphen

HUBUNGAN ANTARA KELEBIHAN BERAT BADAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA PEREMPUAN PT ISKANDAR INDAH PRINTING TEKSTILE SURAKARTA SKRIPSI

Ade Darmawan. Forum Ceblang Ceblung

BE BRAINLESS. feels so right, thinking is useless. you can be anything you want, it s strange that many people choose to be stupid

Born in Semarang, Indonesia. Lives and works in Jakarta, Indonesia.

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN DALAM ANGKA. Banggai Kepulauan Regency in Figures

BAB V KESIMPULAN. sesuatu yang luar biasa jika ada niat atau keinginan untuk mewujudkannya.

Gigih Wiyono. Helmi Syahputra

Lesson 61 : Partial negation and Complete negation. Pelajaran 61 : Penyangkalan Sebagian dan Penyangkalan. Lengkap

Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

Relasi Negara & Agama: Redefinisi Diskursus Konstitusionalisme (Rangkaian Studi IMR)

BAB I PENDAHULUAN. Wellek and Warren (1963:22) mengatakan bahwa literature seems best

ABSTRACT. Keyword: David Beckham, David Beckham s attributes, motivation, school. i Universitas Kristen Maranatha

DESAIN INTERIOR MUSEUM SASAK DI MATARAM LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT DENGAN KONSEP MODERN KONTEMPORER

A DESCRIPTIVE STUDY ON THE USE OF SONG AS A TECHNIQUE OF TEACHING VOCABULARY AT ELEMENTARY SCHOOL A THESIS

Viewbook SRI Telkom. S1 Seni Rupa Intermedia Universitas Telkom

ABSTRAK. Saat ini di Indonesia sudah banyak merk-merk kopi yang muncul di pasaran.

A Group Painting Exhibition. Februay 22 - March 8, Deni Junaedi I Pratomo Sugeng I Purwanto I Rosid I Suprobo I Wayan Kun Adnyana

PERTEMUAN NASIONAL PETA HIJAU 2009 Desa Borobudur, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah Juli 2009

SOLO FINE ART SPACE BAB I PENDAHULUAN

KATA PENGANTAR. Penulis bersyukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-nya

INDONESIA ART AWARDS 2013

Marine Debris, Plastics and Microplastics: Indonesian Experience KEMENTERIAN KOORDINATOR MARITIM DAN SUMBER DAYA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Pengadaan Proyek Gambar 1.1. Diagram Kebutuhan Maslow

Transkripsi:

september 26 - october 10, 2011

2

Tubuh-Tubuh Margin Lama sekali tubuh dipinggirkan dalam sejarah peradaban. Tubuh dianggap sumber masalah atau penghalang bagi cita-cita ideal manusia terutama bagi masyarakat yang bersandarkan moralitas agama dan filsafat idealisme. Agama-agama samawi jelasnya terutama dalam berbagai perbedaan pandangan satu dengan lainnya sepakat atas yang satu ini, tubuh adalah sumber dosa! Pandangan seperti ini sejajar dengan doktrin dualisme filsafat Plato yang jelas-jelas mendiskreditkan tubuh sebagai penjara bagi jiwa. Tubuh menjadi target persepsi yang sudah dikonstruksi bahwa dia harus ditaklukkan! Bahkan tubuh menjadi bagian yang dianggap paling representatif untuk diangkat sebagai komoditi kekuasaan, khususnya dalam pemaksaan demi penundukan dan pendisiplinan. Tubuh harus dihajar jika perlu disiksa agar muncul ketakutan lalu tunduk dan bagaimana jika sang tubuh terus membangkang? Tak ada kata lain, dihapuskan! Bagaimanapun sejarah peradaban menunjukkan bahwa tidak begitu mudahnya tubuh tertundukkan. Tubuh memiliki banyak aspek yang senantiasa berkelit dan bisa memampukannya luput dari target ideal yang seringkali demikian menakutkan. Jika jiwa yang menjadi lawan tubuh maka jiwa seringkali bertindak sebagai pendendam untuk melenyapkan tubuh secara serta-merta. Dalam Pameran Lukisan di Philo Art Space, kelompok lukis yang menamakan dirinya Fighting Cocks (Acil, Aris, Basori, Zam Kamil, plus Iqrar Dinata) menampilkan tema lukisan mereka tentang tubuh (manusia), tubuh dengan berbagai tantangan dan persepsi namun mengarah pada problem yang sama tubuh-tubuh dalam garis batas, Tubuh-Tubuh Marjin (margin). Tubuh-tubuh yang biasanya bertebaran di dalam wilayah yang cenderung tertaklukkan. Tubuh-tubuh yang mencoba menggeliat untuk eksis, tubuh-tubuh yang mencoba terus survive! Pada lukisan-lukisan Acil diperlihatkan bagaimana tubuh terperangkap dalam ruang-ruang yang terkesan demikian formalistik dan struktural. Nampaknya relasi ruang-ruang itu fleksibel bagi dirinya sendiri namun justru itulah yang menyebabkan manusia nyaris terabaikan di sana. Secara cukup transparan di sini bahwa pada kenyataan bukanlah jiwa yang terpenjara oleh tubuh melainkan sebaliknya. Idealitas ruang kehidupan sudah demikian kuat menutup kemungkinan tubuh-tubuh kongkrit mencari jalannya sendiri. Senada dengan ini kita bisa simak pula napas lukisan-lukisan Aris. Tubuh-tubuh di sana memperlihatkan ketakberdayaannya dalam struktur sosial yang nyaris tak memungkinkan tubuh individual

sebagai subjek perubahan muncul dan merdeka. Tubuh sudah terkonstruksi demikian rupa ke dalam bagian-bagian komunitas yang malah terbuka atau kemungkinan hanya mampu bergerak sesuai dengan panggilan alam. Pada lukisan-lukisan Iqrar Dinata sejarah tubuh diekspos terangbenderang. Sedari masa kecil seseorang sudah dibuat mau jadi apa, diobjektivikasi sesuai dengan idealitas sistem dan dimatangkan oleh pengawasan dan penghukuman. Biasanya apa yang dihasilkan dari konstruksi sosial ini tak lain ialah kekerasan atas tubuh. Tubuh sosial adalah sebuah pencapaian kekerasan yang dilakukan sejak kecil dan tubuh yang lebih tak berdaya adalah tubuh perempuan. Zam Kamil mengambil sisi relasi antar individu yang beraromakan hasrat bagaimana tubuh menjadi penting. Ada sosok maestro Vincent van Gogh disentil sebagai ikon bagi hasrat kegilaan sang tubuh yang memang aneh di dalam sejarah peradaban. Senyatanya ikon itu bisa dibaca sebagai reaksi yang sangat waras bagi peradaban yang tak lagi mempedulikan bagian detil dari tubuh, peradaban tak lagi merasakan bagian yang sakit dari tubuh dan bagaimana kita menyaksikan sebuah kematian rasa tubuh kita sendiri hanya apabila kita terlalu pasif atas idealitas norma-norma sosial. Zam Kamil justru ingin merayakan hasrat yang nyaris punah itu. Sementara Basori fokus pada hubungan tubuh dengan waktu, berpacunya tubuh dengan gerak waktu yang memang merupakan tema kontemporer yang gamblang. Ada sesuatu yang menarik bahwa berpacunya tubuh dengan waktu ternyata menghasilkan hilangnya relasi kita dari tempat asal kita yakni rumah alam. Manusia kontemporer telah kehilangan aura romantisisme? Apa sesungguhnya yang ia kejar? Mungkin ia sendiri tak tahu jawabnya kecuali harus berpacu dengan dan bersama waktu! Selamat berpameran Tommy F Awuy Kurator

6 Circus Nine / 220 x 145 cm / acrylic on canvas / 2010

Kepompong 150 x 150 cm acrylic on canvas 2011

Mencari Mercusuar / 220 x 145 cm / acrylic on canvas / 2010

My Turn / 200 x 140 cm / acrylic on canvas / 2010

10

Victim of Innocent 120 x 100 cm acrylic on canvas 2011 11

12 Emotional Distress #1 / 200 x 150 cm / acrylic on canvas / 2011

Silent 140 x 140 cm acrylic on canvas 2011 13

14

Kutunggu Di Jakarta 120 x 120 cm oil on canvas 2010 15

Puncak 130 x 130 cm oil on canvas 2010 16

Vincent, Matahari dan Puisi Kegelisahan 130 x 130 cm oil on canvas 2010 17

Waktu Terus Berlari 130 x 130 cm oil on canvas 2010 18

19

Di atas Langit Masih Ada Langit 200 x 200 cm acrylic on canvas 2011 20

Gerbang Pintu Harapan 150 x 150 cm acrylic on canvas 2011 21

22 Panggilan Dari Gunung / 150 x 120 cm / acrylic on canvas / 2011

23

24 Berburu Waktu / 140 x 100 cm / mixed media on canvas / 2011

Dua Matahari / 200 x 145 cm / mixed media on canvas / 2011 25

26 Growth without Home / 140 x 100 cm / mixed media on canvas / 2011

The Real Vehicle / 200 x 145 cm / mixed media on canvas / 2011 27

NURUL HAYAT (ACIL) was born in Tasikmalaya, West of Java on September, 06, 1972. Graduate from Sarjanawiyata Tamansiswa University. Postgraduate Indonesian Institute of Art (ISI) Yogyakarta. He create a Jhon Doe ( Si Polan in Indonesia, Fulana in Portugal, Fulan in Middle East, Ah Beng in Singapore, or Thio Sam in Tionghoa) character on his works of two-dimension. The character of this Jhon Doe describe by masculine bodies, completely naked, with colorful bald-head that always have a flat face (without expression). Acil wants to speak loudly about the identity of humanity and so at once he wants to criticize the wrong understanding when emphasis of urban life identity based on advertisement, lifestyle, and trend. He undrape that bodies who dependent on that crap, even with extremely he shaving down all of the attribute about the beauty and handsomeness by removing the hair on the head of his characters. Acil is one of the artist that always want to learn everything and love to explore his works with different medium. In this time he struggling with newsprint media as one of the urban life product that he create to be his three-dimensions works. AWARDS 2007 : The second best TransTV and Trans7 gateway contest. 1992 : The best sketch Sarjanawiyata Tamansiswa University. SELECTED GROUP EXHIBITIONS 2011 : Tubuh-Tubuh Margin, Philo Art Space, Jakarta, Indonesia; To Know The Unknown (collaboration with Marbod Fritsch-Austria), Sewon Artspace, Yogyakarta, Indonesia; Menembus Batas, a group exhibition with Sanggar Suwung, Bentara Budaya Yogyakarta, Indonesia; D & Art, Roemah Rempah, Solo, Indonesia; 27th Dies Natalis Indonesian Institute of Art (ISI) Yogyakarta, UPT Galeri ISI Yogyakarta, Indonesia. 2010 : Art (Sem), Semarang, Indonesia; Tanah Jawa, a group exhibition with Arts Liberation Front, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia; Jakarta Art Award, North Art Space Pasar Seni Ancol, Jakarta, Indonesia; Power Wagon, a group exhibition with Kelompok Parkiran, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia; Kebersamaan, Biasa Gallery, Yogyakarta, Indonesia. 2009: Jogja Jamming, Biennale X Yogyakarta, Indonesia; Jogja Art Fair, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia; Meeting People is Not Easy, Roommate, Yogyakarta, Indonesia. 2008: Global Warming, a performance art with Pataga Tujuh Belas Agustus University, Surabaya, Indonesia; Global Warming, a performance art at Tasikmalaya, West of Java, Indonesia; The Untranslateable, Jogja Gallery, Yogyakarta, Indonesia. 2002 : Group exhibition at Pulau Air, Seribu Islands, Jakarta, Indonesia. 2000 : Bercermin, Sanggar Suwung, Yogyakarta, Indonesia. 1998 : Instalasi Chaos, Gedung Agung, Yogyakarta, Indonesia. 1997 : Bandung-Yogya, a group exhibition with Sanggar Suwung, Yogyakarta, Indonesia; Instalation workshop with Nindityo Adipurnomo, Sanggar Suwung, Yogyakarta, Indonesia. 1996 : Weather Report, a workshop with six Netherland artists, Cemeti Art House, Yogyakarta, Indonesia; A workshop with FX Harsono, Cemeti Art House, Yogyakarta, Indonesia. 1995 : Young Artist Exhibition II, Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Indonesia. MULTAZAM KAMIL was born in Makassar, South of Sulawesi on August, 05, 1969. Graduate from Indonesian Institute of Art (ISI) Yogyakarta. He speak of little poetic moments in life, the fallibilities of the human spirit, moods and situations in life. Matters relating to the material and physical are left behind in Zam Kamil s painted world, one finds a sense of wonder towards nature; unceasing attempts to capture the depths of human sensations, and distilled essence of life s milestones. The simplified and abstracted silhouette figure is a leitmotif in Zam Kamil;s paintings; it is also in them that we recall the bold early 20th century Fauvist manifestos of noted modernists like Andre Derain and Henri Matisse affirming the expressive potency of color and artistic freedom from academic realism. 28

RESEARCH 1995 : Examine the mural paintings of prehistoric sites Leangleang cave in the context of preparation the thesis entitled Values of Aesthetic and Magical Religious of Mural Paintings Leangleang Cave South Sulawesi. SOLO EXHIBITIONS 2008 : Aphostrophe, CG Artspace, Jakarta, Indonesia. 2007 : Dance of Life, Aryaseni Gallery, Singapore. 2001:Terapung, Leangleang Art Studio, Yogyakarta, Indonesia. SELECTED GROUP EXHIBITIONS 2011 : Tubuh-Tubuh Margin, Philo Art Space, Jakarta, Indonesia; Dusta Suci, a group exhibition with Spirit 90, Santrian Gallery, Sanur, Bali, Indonesia. 2010 : Makassar Art Moment #2, TransStudio Mall, Makassar. 2009 : Exposign The Great Exhibition, JEC Yogyakarta, Indonesia; Singapore Art Fair, Singapore; Semarak Biennale, CG Artspace, Jakarta, Indonesia. 2008 : Masterpiece South East Asian Modern and Contemporary Auction, Singapore; Singapore Art Fair, Singapore. 2007 : Indonesian Contemporary Art, Smend Gallery, Cologne, Germany; Borobudur South East Asian Fine Art Auction, Singapore Art Fair, Singapore; Zeitgenossische: Indonesische Kunst, Cologne, Germany; Indonesian Art Today: Reexploring Culture, Verona Italy. 2006 : Homage 2 Homesite: Kembali ke Gampingan, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia; Art for Jogja, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia. 2005 : Open Rotermundt Asian Art 5, Home Gallery, Holland, Netherland; Art for Aceh, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia. MOCH BASORI was born in Kediri, East of Java on March, 09, 1971. Graduate from Indonesian Institute of Art (ISI) Yogyakarta. He used painting as a media to depict human condition including himself. For him, the understanding of others is as important as understanding himself. This paradigm is shape by his interest in kejawen (Javanese mysticism). However, painting is just one of his artistic activities. Basori love to exploring different materials used windscreen, coconut, wood, brass, resin, cloth and bicycle frames, etc and imaginatively uses them as media or parts in his Creations. SELECTED SOLO EXHIBITIONS 2005: Ritus Kawin, Museum Affandi, Yogyakarta, Indonesia. 2001: Solo exhibition at Kedai Arya Panjalu, Yogyakarta, Indonesia. 1999: Solo exhibition at Kedai Kebun, Yogyakarta, Indonesia. 1995: Solo exhibition at Purna Budaya, Yogyakarta, Indonesia. SELECTED GROUP EXHIBITIONS 2011 : Tubuh-Tubuh Margin, Philo Art Space, Jakarta, Indonesia; Dusta Suci, a group exhibition with Spirit 90, Santrian Gallery, Sanur, Bali, Indonesia. 2010 : Power Wagon, a group exhibition with Kelompok Parkiran, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia. 2009 : Jogja Jamming, Biennale X Yogyakarta, Indonesia; Jogja Art Fair, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia; Meeting People is Not Easy, Roommate, Yogyakarta, Indonesia. 2008 :Group exhibition at Sangkring Artspace, Yogyakarta, Indonesia; Group exhibition at Museum Affandi, Yogyakarta, Indonesia; Group exhibition at HeArt Space, Bali, Indonesia; 69 Sexy Nian, Jogja Gallery, Yogyakarta, Indonesia. 2007 : Group exhibition at Gallery Arus, Lombok, Indonesia. 2005 : The Survivors of Spirit, a group exhibition with Spirit 90, FM Cafe Sosrowijayan, Yogyakarta, Indonesia. 2002 : Ritus Kangen, a group exhibition with Spirit 90, Purna Budaya, Yogyakarta, Indonesia; Rekreasi Produktif, Museum Widayat, Yogyakarta, Indonesia; Widayat s Remember Day Exhibition, Museum Widayat, Yogyakarta, Indonesia; Neurosis, an exhibition with Yeri Padang, Andi s Gallery, Jakarta, Indonesia; Group exhibition at Mhc Gallery (Canada), New York, New Jersey and Virginia. 2001 : Spirit 90, INA Gallery, Jakarta, Indonesia; 7 Pendusta, Bentara Budaya, Yogyakarta, Indonesia; 7 Pendusta, Air Art House, Jakarta, Indonesia. 29

30 PRIYARIS MUNANDAR was born in Yogyakarta, Center of Java on February, 27, 1980. Graduate from Indonesian Institute of Art (ISI) Yogyakarta. AWARDS 2010 : Finalist 69 Indonesia Art Award (IAA) Jakarta, 2010. 2006 : 50 Best Finalist in Championship Painting of Megawati s Face, Taman Budaya Solo, Solo, Indonesia. 1999 : The Best Sketch, Indonesian Art Institute, alumni 1999, Yogyakarta, Indonesia. SOLO EXHIBITIONS 2007 : Face to Face, Kartika Plaza, Bali, Indonesia. 2006 : Hitam Putih, Agas Hotel, Solo, Indonesia. SELECTED GROUP EXHIBITIONS 2011 : Tubuh-Tubuh Margin, Philo Art Space, Jakarta, Indonesia; Sstt...This is Art, Warning!, Syang Art Space, Magelang, Indonesia; Bling Bling Art Project, Pacific Place, Jakarta, Indonesia; Bazaar Art Jakarta, The Ritz Carlton, Jakarta, Indonesia; Sekarat, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia. 2010 : Abstrak Indonesia, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia; Art Liberation Front, Biasa Gallery, Yogyakarta, Indonesia; Energy 3, Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Indonesia; Expresif, Jogja Gallery, Yogyakarta, Indonesia; Hip! Hip! Hero!, Galeri Apik, Jakarta, Indonesia; Contemporaneity, Biennale Indonesian Art Award 2010, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta; Green Carnival (Public Art Project), Pacific Place, Jakarta, Indonesia; Bazaar Art Jakarta, The Ritz Carlton, Jakarta, Indonesia; Visit Us in The Asia Top Gallery Hotel Art Fair, Seoul, Korea; Tanah Jawa, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia; Jogja Art Care, Jogja Nasional Museum, Yogyakarta, Indonesia. 2009 : Jogja Jamming, Biennale X Yogyakarta, Indonesia; Menjadi Indonesia, Gedung Arsip Nasional (National Archive Building), Jakarta, Indonesia; Post Boom, a group exhibition with 9 Block Group, Syang Art Space, Magelang, Indonesia; Group exhibition with Persatuan Paguyuban, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia; Seniku Tak Berhenti Lama, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia. 2008 : Mitos Kontemporer, a group exhibition with 9 Block Group, Sangkring Art Space, Yogyakarta, Indonesia; Body Painting Action, Jogja Gallery, Yogyakarta, Indonesia; Jogja Art Fair #1, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia. 2007 : Homage 2 Homesite, Jogja Nasional Museum, Yogyakarta, Indonesia; Display 1000 Lukisan, Jogja Gallery, Yogyakarta, Indonesia; Welcome to and to, Ministry Coffee, Yogyakarta, Indonesia. 2006 : Homage 2 Homesite: Kembali ke Gampingan, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia; Welcome to and to, Ministry Coffee, Yogyakarta, Indonesia. 2004-2005 : Head to Creative Team at Tabloid Swasta, Yogyakarta, Indonesia. IQRAR DINATA was born in Sawah Lunto, West of Sumatera, October, 06, 1981. Graduate from Indonesian Institute of Art (ISI) Yogyakarta. AWARDS 2006 : Finalist Jakarta Art Award (JAA). 2003 : Finalist Asean Art Award. 2002 : The Best Artwork, Dies Natalis Indonesia Art Institute (ISI) Yogyakarta, Indonesia. SOLO EXHIBITION 1995 : Aktivitas Manusia dan Lingkungannya, Fine Art Faculty, Indonesian Institute of Art (ISI) Yogyakarta, Indonesia. SELECTED GROUP EXHIBITIONS 2011 : Tubuh-Tubuh Margin, Philo Art Space, Jakarta, Indonesia; Group exhibition graduate of Fine Art High School (SMSR) Padang, Taman Budaya Padang, West of Sumatera, Indonesia. 2010 : Bakaba, a group exhibition with Sakato Art Community, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia. 2009 : Trapesium, Edwin Gallery, Jakarta, Indonesia; Post Boom, a group exhibition with 9 Block Group, Syang Art Space, Magelang, Indonesia. 2008 : Group exhibition at Elegance

Art Space, Jakarta, Indonesia; Kaba Rang Minang, Ego Gallery, Jakarta, Indonesia; Survey, Edwin Gallery, Jakarta, Indonesia; Hulu Fantasi, One Gallery, Jakarta, Indonesia; Looking Inward, Elegance Art Space, Jakarta, Indonesia; Mitos Kontemporer, a group exhibition with 9 Block Group, Sangkring Art Space, Yogyakarta, Indonesia; Heros, Tujuh Bintang Art Space, Yogyakarta, Indonesia. 2007 : Nusantara, Galeri Nasional, Jakarta, Indonesia; Panorama, SIGI Gallery, Bukittinggi, West of Sumatera, Indonesia. 2006 : Jalin Bapilin, Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Indonesia; Art for Jogja, Societet Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia; Jakarta Art Award, Ancol, Jakarta, Indonesia. 2004 : Sketsa Ulang Tahun Yogyakarta, Gramedia Building Yogyakarta, Indonesia; Minangese art exhibition, Galeri Nasional, Jakarta, Indonesia. 2003 : SA_AKA 99 group exhibition, Purna Budaya Yogyakarta, Indonesia; Group exhibition with Sakato Art Community, Langgeng Gallery, Magelang, Indonesia; Asean Art Award, Asean Secretary Building Jakarta, Indonesia; 18th Dies Natalis Indonesian Institute of Art (ISI) Yogyakarta, Galeri UPT ISI Yogyakarta, Indonesia; Group exhibition with Gledek 99, Purna Budaya Solo, Solo, Indonesia. 2002 : Group exhibition with Gledek 99, Sanggar Caping, Yogyakarta, Indonesia. 2001 : Group exhibition with Sakato Art Community, Purna Budaya Yogyakarta, Indonesia. 31

This catalogue is published in conjunction with a Fighting Cocks Group Exhibition TUBUH-TUBUH MARGIN september 26 - october 10, 2011 @ Philo Art Space Jl Kemang Timur 90 C South Jakarta 12730 Indonesia t/f: (62 21) 719 84 48 m: +62 811 10 60 47 e: philoartspace99@gmail.com Curator: Tommy F Awuy Special thanks : Nurul Hayat (acil) I Multazam Kamil I Moch Basori Priyaris Munandar (aris) I Iqrar Dinata Photography of Artworks: Artist Design: signscape Published by Philo Art Space 2011 Copy Rights Philo Art Space All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photography, recording or otherwise, without the written permission from Philo Art Space 32

33